Minggu, 24 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2004

Garuda Indonesia Pastikan Pesawat PK-GUD Laik Terbang Usai Insiden Ban Lepas di Tanjung Pinang

0
Pesawat Garuda yang mengalami kerusakan bagian ban di Bandara RHF Tanjungpinang, Rabu (16/4).
F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos – Garuda Indonesia pastikan pesawat PK-GUD yang melayani penerbangan GA-288 telah memenuhi standar operasional dan keselamatan penerbangan. Proses penggantian ban pesawat telah dilakukan melalui inspeksi menyeluruh guna memastikan pesawat laik operasi.

Seperti telah Batam Pos beritakan terjadi tire detachment pada pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-288 rute Jakarta – Tanjung Pinang, yang menggunakan armada Boeing 737-800 registrasi PK-GUD, pada Rabu, 16 April 2025. Garuda Indonesia menyampaikan bahwa insiden tersebut terjadi setelah pesawat mendarat secara normal dan selamat di Bandara Raja Haji Fisabilillah – Tanjung Pinang.

Seluruh 161 penumpang dan awak pesawat berada dalam kondisi selamat dan penerbangan berlangsung sesuai prosedur hingga proses pendaratan selesai. Kesiapsiagaan awak pesawat yang sedang bertugas dalam menangani kondisi tersebut turut andil dalam memastikan proses pendaratan dilakukan secara aman dan terkendali.

Direktur Operasi Garuda Indonesia, Capt. Tumpal M. Hutapea menegaskan bahwa seluruh prosedur pemeriksaan sebelum penerbangan (pre-flight check) telah dilaksanakan secara menyeluruh oleh tim teknis yang berwenang, sesuai dengan standar manual operasional dan keselamatan penerbangan yang berlaku.

Sesaat setelah pendaratan, inspeksi lanjutan segera dilakukan oleh tim teknis Garuda Indonesia yang berkoordinasi dengan otoritas penerbangan terkait. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa insiden lepasnya salah satu ban setelah pesawat mendarat tersebut, tidak menyebabkan gangguan lebih lanjut pada sistem pesawat secara keseluruhan.

Komponen ban yang mengalami kendala telah diganti dengan suku cadang baru sesuai standar kelaiakan operasi. Pesawat juga telah melalui serangkaian uji kelaiakan dan inspeksi keselamatan tambahan sebelum dinyatakan laik terbang. Pesawat tersebut kini telah kembali beroperasi dan mendarat dengan normal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Otoritas penerbangan telah merekomendasikan pelaksanaan asesmen internal menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab insiden dan menyempurnakan langkah-langkah mitigasi risiko, guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Garuda Indonesia akan secara aktif melaporkan hasil evaluasi tersebut kepada pemangku kepentingan dan otoritas terkait.

Garuda Indonesia senantiasa menjunjung tinggi komitmen terhadap keselamatan dan kenyamanan penumpang sebagai prioritas utama dalam seluruh aktivitas operasional penerbangan. Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan yang timbul dan terus berkomitmen untuk memperkuat tata kelola keselamatan penerbangan.

Sebagai informasi tambahan, sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi lepasnya salah satu ban pesawat sesaat setelah pendaratan normal di Bandara Raja Haji Fisabilillah pada pukul 08.35 waktu setempat. Pesawat diberangkatkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, pada pukul 07.20 WIB. (*)

Artikel Garuda Indonesia Pastikan Pesawat PK-GUD Laik Terbang Usai Insiden Ban Lepas di Tanjung Pinang pertama kali tampil pada Kepri.

Kaburkan Fungsi Pengawasan

0

Ketua DPRD Batam Tegur Legislator yang Terlalu Dekat dengan Kepala Daerah

Besuk Jhon Kampar ke Sel Wajib Dapat Izin dari Jaksa

0
Jhon Kampar, tersangka dugaan korupsi pembangunan dermaga Islamic Center (IC) Kundur resmi ditahan kejari Karimun. f,.sandi

batampos– Tersangka dugaan tindak pidana korupsi pembangunan dermaga Islamic Center (IC) di Tanjungbatu, Kundur, Rusmadi atau yang dikenal dengan panggilan Jhon Kampar telah resmi dititipkan penyidik Kejaksaan Negeri Karimun ke Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun pada Senin (14/4). Namun, sesuai dengan prosedur yang berlaku, tersangka ditempatkan di sel khusus, karena masih baru.

Pengamanan Dalam Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun, Novi Irawan yang dikonfirmasi Batam Pos, Selasa (15/4) mengatakan, tahanan titipan dari Kejaksaaan Negeri atas nama Rusmadi sudah ditahan di sel khusus atau yang biasa disebut sel karantina. ”Sesuai dengan aturan yang berlaku, setiap tahanan titipan yang baru harus menempati kamar karantina terlebih dulu selama satu bulan,” ujarnya.

Sel karantina ini, katannya, terletak di Blok A kamar 01 dan terpisah dengan tahanan atau warga binaan lainnya yang sudah lebih dulku berada di dalam. Hal ini bertujuan agar tahanan titipan bisa berorientasi selama berada di Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun. Selama berada di sel karantina jam istirahatnya juga bebreda dengan warga binaan lain.

BACA JUGA: Jaksa Tahan Jon Kampar, Tersangka Korupsi Pembangunan Dermaga IC Kundur

”Waktu istirahat keluar kamar sel Rusmadi alias Jhon Kampar tidak bersamaan dengan warga binaan Rutan lainnya. Misalnya, jika warga biaan lain istirahat sore pukul 16.00 WIB, maka untuk Rusmadi pada pukul 17.00 WIB. Hal ini merupakan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dan, untuk hari ini (Selasa, red) belum ada yang mengunjungi atau membesuk Rusmadi,” jelasnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Karimun, Priyambudi yang dikonfirmasi secara terpisah melalui Kasi Pidusus, Priandi Firdaus menyatakan, dengan status sebagai tahanan titipan kejaksaan, maka setiap orang atau siapa saja yang akan membesuk harus mendapatkan surat izin dari penyidik kejaksaan.

”Jika ada yang ingin membesuk, terlebih dulu datang ke Kantor Kejaksaan Negeri Karimun untuk mendapatrkan surat izin. Tanpa ada surat izin, maka pihak Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun tidak akan memberikan izin untuk membesuk. Kemudian, memasuki hari kedua Rusmadi ditahan belum ada yang datang mengajukan permohonan izin untuk membesuk,” terangnya.

Sesuai berita di Batam Pos, penyidik di bidang pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Karimun melakukan penahanan terhadap Rusmadi alias Jhon Kampar karena diduga melakukan tindak pidana korupai tidak mengerjakan proyek yang berasal dari Dinas Pehubungan Kabupaten Karimun pada 2024. namun, uang muka 30 persen atau sebesar Rp294.800 sudha diambil mengatasnamakan CV rafnada Al Razak.

Proyek tersebut pembangunan dermaga IC di Tanjungbatu, Kundur terbengkalai. Progres pekerjaan berdasarkan perhitungan ahli konstruksi hanya 0,2 persen. Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun sudah berkali-kali mengingatkan dan melayangkan surat. KLhususnya, terkait progres pekerjaan dermaga IC yang tidak ada perkembangan. Namun, berbagai alasan disampaikan tersangka Jhon Kampar kepada Dinas Perhubungan. (*)

Reporter: Sandi

Artikel Besuk Jhon Kampar ke Sel Wajib Dapat Izin dari Jaksa pertama kali tampil pada Kepri.

MTQH Bintan, Bupati Tekankan Perkuat Nilai-nilai Agama

0
MTQH Bintan digelar meriah di halaman Gedung Nasional Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Senin (14/4/2025) malam. F.Kiriman Zoko untuk Batam Pos.

batampos – Sebanyak 278 peserta bersaing dalam 22 cabang dipertandingkan termasuk Lasqi pada acara Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) Ke-XIV Bintan.

Acara ini dibuka oleh Bupati Bintan, Roby Kurniawan di halaman Gedung Nasional Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Senin (14/4/2025) malam.

Ratusan masyarakat antusias menghadiri acara tersebut.

BACA JUGA: Tarian dan Busana Kreasi Meriahkan Pawai Taaruf MTQH Bintan

Arena astaka utama MTQH Bintan yang menampilkan perpaduan nuansa Islami dengan sentuhan modern yang elegan menambah kesemarakan perhelatan itu.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan menekankan bahwa acara ini bukan hanya tentang mencari juara namun tentang memperkuat nilai-nilai agama di masyarakat.

Roby juga mendorog peserta untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka.

Terlepas dari hasilnya, mereka adalah putra putri kebanggaan Bintan.

Roby berharap bahwa perhelatan ini dapat memperkuat rasa persatuan dan kesatuan di kalangan masyarakat Bintan.

Selain itu, diharapkan agar nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam Alquran dan Hadits dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat Bintan.

Dengan demikian, MTQH diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran dan pengamalan nilai-nilai agama dalam masyarakat.

Sebagaimana diketahui, para pemenang MTQH dalam setiap kategori akan mengikuti training centre selama satu pekan.

Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan diri mewakili Kabupaten Bintan dalam MTQH tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di Kabupaten Lingga, yang dijadwalkan pertengahan Mei 2025. (*)

Reporter: Slamet

Artikel MTQH Bintan, Bupati Tekankan Perkuat Nilai-nilai Agama pertama kali tampil pada Kepri.

Pelajar Takut Berteduh di Halte, Ini Penyebabnya

0
Bangunan Halte di SMA Negeri 1 Singkep yang tidak dipergunakan oleh Siswa-siswi, Senin (14/4). F. Vatawari/BATAM POS

batampos – Pembangunan halte di depan SMA Negeri 1 Singkep menjadi polemik di kalangan masyarakat Dabo Singkep Kabupaten Lingga. Pasalnya, walaupun halte itu sudah jadi, tapi warga masih enggan menggunakannya sebagai tempat menunggu bus atau jemputan. Alasannya karena halte itu terlalu condong ke jalan, warga jadinya takut.

Pantauan batampos di lapangan, saat jam pulang sekolah tidak terlihat satu orang siswa-siswi SMA Negeri 1 Singkep yang menggunakan bangunan Halte tersebut untuk berteduh sambil menunggu jemputan.

Bahkan pihak Batampos melihat siswa lebih memilih berdiri panas-panas di samping pagar sekolahan untuk menunggu jemputan dari orang tua mereka karena mereka merasa khawatir untuk berteduh di halte tersebut.

BACA JUGA: Pelajar SMA Negeri 1 Singkep Takut Gunakan Halte untuk Tunggu Bus

Saat dikonfirmasi oleh pihak Batampos, salah seorang siswi SMA Negeri 1 Singkep yang tidak mau namanya disebutkan menyakatan, dirinya lebih baik menunggu jemputan di samping pagar sekolah ketimbang harus menunggu di Halte yang baru di bangun.

“Saya lebih memilih menunggu jemputan di sini saja (pinggir pagar sekolah) dari pada harus berjalan sedikit jauh ke Halte yang baru di bangun itu. Saya juga khawatir kalau harus berteduh di Halte itu karena posisinya berada persis di pinggir jalan,” ungkap salah satu Siswi, Senin (14/4)

Kekhawatiran mereka ini bukan tidak beralasan, pasalnya bangunan Halte ini dibangun persis di bibir jalan aspal yang memakan bahu jalan serta tepat berada di tikungan jalan.

Jika ada kendaraan yang lepas kendali saat melintasi tikungan tersebut, sudah barang tentu membahayakan siapa saja yang duduk berteduhh di Halte tersebut karena posisinya persis di bibir jalan. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Pelajar Takut Berteduh di Halte, Ini Penyebabnya pertama kali tampil pada Kepri.

Polisi Bongkar Kos-Kosan Narkoba di Batam

0

batampos – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri kembali membongkar sebuah bangunan kos-kosan yang digunakan sebagai sarang penyalahgunaan narkoba di kawasan Ruli Kampung Madani, Simpang Dam, Kelurahan Muka Kuning, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Rabu (16/4).

Pembongkaran dilakukan sekitar pukul 10.25 WIB oleh tim terpadu yang terdiri dari personel Polri, Satpol PP, dan Ditpam. Kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin oleh Kanit 3 Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Kepri, AKP Suardi.

“Kamar kos tersebut sebelumnya sudah pernah digunakan oleh empat tersangka penyalahgunaan narkoba yang berhasil kami amankan,” ujar Dirresnarkoba Polda Kepri, Kombes Pol Anggoro Wicaksono.

Empat tersangka tersebut adalah Firman alias Man, Hamdan alias Pudan, Adi Safari alias Kobra, dan Fajrin alias Him. Mereka ditangkap di satu unit kamar dalam kos-kosan tersebut yang berlokasi di RT 005 RW 014 Kampung Madani.

Anggoro menegaskan bahwa pembongkaran ini bukan hanya bagian dari penegakan hukum, tetapi juga merupakan sinyal tegas kepada jaringan narkoba agar tidak menjadikan wilayah pemukiman sebagai basis peredaran narkotika.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku narkoba, apalagi yang mencoba bersembunyi di balik kawasan pemukiman padat. Batam harus bersih,” tegasnya.

Turut hadir dalam kegiatan pembongkaran ini antara lain Danramil 01/Batam Timur, Kapten Inf Samjos Sirait; Kapolsek Sei Beduk, Iptu Alex Yasral; Kanit Patroli Polsek Sei Beduk, Iptu Jontoni Daman Gultom; serta perwakilan RT setempat.

Proses pembongkaran selesai sekitar pukul 10.42 WIB dalam kondisi aman dan kondusif. (*)

Artikel Polisi Bongkar Kos-Kosan Narkoba di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Lapor Pak Wali…Dermaga Kota Rebah Rusak Parah Akibat Tak Dirawat

0
Kondisi dermaga Kota Rebah Tanjungpinang kini mengalami kerusakan parah, Selasa (15/4). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Ponton di dermaga tempat wisata Kota Rebah, Kota Tanjungpinang, Kepri dipastikan mengalami kerusakan parah, akibat tidak pernah dilakukan perawatan. Dinas Perhubungan (Dishub) Tanjungpinang menyebut, perawatan terakhir kali dilakukan pada 2018 lalu.

Dermaga tersebut diketahui dibangun untuk memudahkan wisatawan yang datang ke tempat wisata Kota Rebah, melalui jalur laut. Namun saat ini, dermaga tersebut tidak lagi dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Terlebih lagi, dari hasil peninjauan Dishub Tanjungpinang, terdapat banyak kerusakan dan hilangnya fasilitas di Dermaga Sei Carang tersebut. Fasilitas yang hilang seperti pipa railing pagar trestle, hingga atap di ruang tunggu dan jembatan menuju ponton sudah berlubang dan ambruk.

BACA JUGA: Ponton di Dermaga Kota Rebah Tanjungpinang Rusak Parah

“Lalu lampu sepanjang trestle juga sudah banyak yang hilang, bahkan ponton saat ini sudah terendam ke dalam sungai,” kata Kabid Pelayaran dan Udara Dishub Tanjungpinang, Tri Putranto,

Ia menerangkan, bahwa Dishub Tanjungpinang sebelumnya sudah melakukan pemeliharaan dermaga, menggunakan APBD 2018 lalu. Kendati demikian, pihaknya tetap akan melakukan perbaikan, agar dermaga tersebut sapat digunakan kembali.

“Sebelumnya Dishub juga telah usulkan pemeliharaan. Termasuk di tahun 2024 ini, namun tetap kita serahkan ke TAPD,” pungkasnya.

Dermaga Wisata Kota Rebah selama ini memang menjadi salah satu lokasi favorit warga untuk bersantai, memancing, atau sekadar menikmati matahari terbenam. Kerusakan ponton tersebut, membuat para pemancing terpaksa mencari lokasi lain.

“Biasanya kita memang mancing diatas ponton tersebut. Karena rusak ya kita geser, cari ke tempat yang lebih aman,” tambah Suhairi, warga sekitar.

Menurutnya, kerusakan terhadap ponton dermaga Kota Rebah tersebut disebabkan kondisi bangunan yang sudah tua, hingga minimnya perawatan. Ia pun berharap pemerintah setempat dapat turun tangan melakukan perbaikan.

“Apalagi Ini salah satu ikon wisata Kota Rebah. Sayang kalau dibiarkan rusak seperti ini,” sebutnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Lapor Pak Wali…Dermaga Kota Rebah Rusak Parah Akibat Tak Dirawat pertama kali tampil pada Kepri.

JEC Resmikan Pusat Layanan Mata Anak Terpadu Pertama di Indonesia

0

batampos — Dalam rangka memperingati Hari Anak Balita Nasional 2025, JEC Eye Hospitals and Clinics memperkenalkan kembali Children’s Eye & Strabismus Center (CESC) di RS Mata JEC @ Kedoya. Hadir dengan konsep one-stop service, CESC menjadi pusat layanan kesehatan mata anak pertama di Indonesia yang menawarkan penanganan terpadu, mulai dari pemeriksaan, diagnosis, hingga terapi dan rehabilitasi dalam satu lokasi.

Langkah ini diambil JEC sebagai respons atas tingginya angka gangguan penglihatan pada anak-anak di Indonesia dan dunia. International Agency for the Prevention of Blindness (IAPB) mencatat, sebanyak 90 juta anak dan remaja di seluruh dunia hidup dengan gangguan penglihatan. Sementara itu, data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa 10 persen anak usia sekolah di Indonesia mengalami masalah penglihatan.

Tak hanya itu, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mengungkapkan, sebanyak 0,6 persen anak Indonesia di atas usia 1 tahun mengalami disabilitas penglihatan, dan dari jumlah tersebut, 11,7 persen di antaranya memerlukan alat bantu penglihatan.

Dr. Gusti G Suardana, SpM(K), Ketua Servis Pediatric Ophthalmology and Strabismus JEC Eye Hospitals & Clinics menyampaikan, gangguan mata yang tidak dideteksi dan ditangani sejak dini dapat berdampak jangka panjang pada perkembangan anak.
“Gangguan penglihatan bukan hanya soal penglihatan saja, tapi memengaruhi kualitas hidup, kemampuan belajar, hingga perkembangan sosial anak. Terlebih, sistem penglihatan anak berkembang pesat hingga usia 8 tahun. Jika gangguan tidak tertangani sebelum periode itu, hasilnya bisa kurang maksimal bahkan permanen,” jelas Dr. Gusti.

Fasilitas Lengkap & Teknologi Modern untuk Anak

Menempati seluruh lantai 4 RS Mata JEC @ Kedoya, CESC JEC hadir dengan desain interior yang ramah anak. Mulai dari warna dinding, ornamen lucu, ruang tunggu yang nyaman hingga berbagai permainan anak dihadirkan untuk menciptakan suasana menyenangkan saat anak menjalani pemeriksaan.

Tak hanya itu, CESC JEC didukung oleh teknologi diagnostik terkini, di antaranya:
• RetCam Screening: untuk deteksi dini Retinopati Prematuritas (ROP) pada bayi prematur
• Autorefraktometer Pediatrik: pemeriksaan refraksi tanpa membutuhkan respons verbal dari anak
• Synoptophore Test: untuk mengukur sudut strabismus (mata juling) dengan presisi

Fasilitas ini menjadi sangat penting mengingat Indonesia berada di posisi kelima dunia untuk kasus persalinan prematur sebanyak 657.700 kasus per tahun. Data dari 21 fasilitas kesehatan di Indonesia mencatat, 32 dari 216 bayi prematur mengalami ROP. Jika tidak terdeteksi sejak dini, ROP berisiko menyebabkan kebutaan permanen.

Sementara itu, kelainan refraksi menjadi gangguan mata anak yang paling umum. Data IAPB menyebut, jumlah anak dengan rabun jauh diprediksi meningkat dari 165 juta jiwa pada 2021 menjadi 275 juta jiwa pada 2050. Di Indonesia sendiri, tercatat ada 3,6 juta anak dengan kelainan refraksi, dan sekitar 35-40 persen di antaranya merupakan anak usia sekolah.

Layanan Komprehensif: Terapi Hingga Rehabilitasi Visual

Sebagai pusat layanan kesehatan mata anak terlengkap di Indonesia, CESC JEC menyediakan berbagai layanan multidisiplin, seperti:
• Terapi ambliopia (mata malas) melalui terapi oklusi (penutup mata) atau tetes atropin
• Penanganan strabismus/mata juling, mulai dari latihan otot mata, terapi prisma hingga operasi bila diperlukan
• Operasi katarak kongenital, glaukoma kongenital, dan tumor mata anak
• Terapi visual untuk gangguan neurologis seperti Cortical Visual Impairment
• Rehabilitasi visual untuk anak dengan penglihatan rendah (low vision) atau kebutaan

Tak hanya fokus pada penanganan medis, CESC JEC juga menyediakan layanan psikologi anak dan keluarga. “Pendampingan psikologis sangat penting, apalagi bagi anak dengan gangguan mata berat dan kronis. Dukungan orang tua dan lingkungan terdekat berperan besar dalam proses pemulihan dan adaptasi anak,” jelas Dr. Hasiana Lumban Gaol, SpM, Subspesialis Pediatric Ophthalmology and Strabismus di JEC.

Komitmen JEC: Jaga Kesehatan Mata Anak Sejak Dini

Sejak beroperasi pada 2012, Children’s Eye & Strabismus Center JEC telah menangani lebih dari 24 ribu pasien anak dengan mayoritas kasus berupa gangguan refraksi, ambliopia, dan strabismus. Didukung oleh enam dokter spesialis mata anak, berbagai subspesialisasi, serta dua psikolog anak, layanan ini terus berkembang untuk menjangkau lebih banyak anak Indonesia.

“Dengan peningkatan kualitas layanan di CESC JEC, kami berharap lebih banyak anak Indonesia bisa mendapatkan deteksi dan penanganan gangguan penglihatan sedini mungkin. Karena kesehatan mata bukan hanya soal melihat, tapi menyangkut kualitas hidup, proses belajar, dan tumbuh kembang anak ke depannya,” tutup Dr. Gusti. (*)

Artikel JEC Resmikan Pusat Layanan Mata Anak Terpadu Pertama di Indonesia pertama kali tampil pada News.

Harga Emas 24 Karat Tembus Rp1,8 Juta per Gram, Namun Masih Sepi Peminat

0
Warga saat memilih perhiasan emas di toko mas dayat menjelang hari raya Idul Fitri lalu. Saat ini harga emas 24 karat mencapai Rp1,8 juta per gram.
f, TRI HARYONO/BATAMPOS

batampos – Beberapa hari lalu, harga emas 24 karat mencetak rekor dengan menyentuh angka Rp1,8 juta per gram. Namun, lonjakan harga tersebut ternyata tidak terlalu berdampak pada penjualan emas di Kabupaten Karimun.

Salah satu pedagang emas, Dayat, mengungkapkan bahwa meski sudah dua pekan berlalu sejak Hari Raya Idulfitri 1446 H/2025 M, penjualan perhiasan emas masih lesu.

“Masih ada yang beli, tapi sepi. Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, setelah Lebaran masih ramai. Sekarang banyak warga justru menjual perhiasan emasnya, padahal harga emas cukup tinggi. Emas 22 karat saja harganya sudah Rp1,240 juta per gram,” ujarnya, Selasa (15/4).

Kondisi ini berbanding terbalik dengan suasana menjelang Idulfitri lalu. Saat itu, antusiasme masyarakat untuk membeli atau menukar perhiasan emas cukup tinggi.

“Rata-rata yang laku itu perhiasan emas seperti cincin, kalung, dan gelang sebelum Lebaran,” tuturnya.

Sepinya transaksi jual beli emas di pertengahan April ini diduga disebabkan oleh kondisi ekonomi masyarakat yang sedang lesu. Perputaran uang di Karimun pun tidak sebaik beberapa tahun lalu. Ditambah lagi, pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang terjadi di salah satu perusahaan di Pulau Burung dan Sungai Guntung turut memengaruhi daya beli masyarakat. Sekitar 3.700 orang terdampak PHK tersebut.

“Biasanya, karyawan dari sana (Pulau Burung dan Sungai Guntung) tiap akhir pekan sempat belanja emas di Karimun. Sekarang sudah tidak ada lagi. Wisatawan mancanegara dari Singapura dan Malaysia juga makin jarang ke sini,” tambahnya.

Ia berharap Bupati dan Wakil Bupati Karimun dapat membuat terobosan baru untuk menggerakkan roda ekonomi daerah, agar dapat memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha, termasuk pedagang emas.

“Harapan kami, ekonomi Karimun bisa segera pulih seperti lima tahun lalu. Sudah beberapa tahun ini memang terasa berat,” harapnya.

Sementara itu, pantauan di lapangan menunjukkan bahwa transaksi di beberapa toko emas di Karimun masih tampak sepi pengunjung.

“Jual sedikit saja, untuk persiapan anak sekolah. Maklumlah, sekarang ekonomi sulit, Bang,” kata Lia, salah seorang warga Karimun. (*)

Reporter: Tri Haryono

Artikel Harga Emas 24 Karat Tembus Rp1,8 Juta per Gram, Namun Masih Sepi Peminat pertama kali tampil pada Kepri.

Lagi, Karimun Raih Anugerah KLA Predikat Pratama

0
Bupati Karimun Iskandarsyah saat memimpin rapat rapat verifikasi lapangan hybrid evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2025.
f.Dis PP, KB, PP dan PA Karimun untuk Batam Pos

batampos – Bupati Karimun, Iskandarsyah, bersama Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, memimpin rapat verifikasi lapangan hybrid evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2025, yang digelar di Ruang Rapat Cempaka Putih, Senin (14/4).

Dalam kesempatan itu, Bupati Iskandarsyah menyampaikan bahwa sejak tahun 2018 hingga 2023, Kabupaten Karimun secara konsisten telah menerima anugerah Kabupaten Layak Anak dengan Predikat Pratama.

“Tentunya, ini bukan hal yang mudah karena membutuhkan kerja sama semua pihak. Untuk mewujudkan Kabupaten Karimun yang Layak Anak, maka Pemerintah Daerah (Pemda) harus merancang, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi kebijakan pemenuhan hak anak serta perlindungan khusus anak yang mengacu pada 24 indikator substantif dan kelembagaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, dari 24 indikator tersebut, semua pihak diharapkan dapat saling mendukung mulai dari tingkat kabupaten hingga kelurahan/desa, serta menjalin kerja sama dengan instansi vertikal, dunia usaha, media massa, dan forum anak untuk pengumpulan data evaluasi KLA tahun 2024–2025.

“Dalam pengembangan KLA di Kabupaten Karimun, Pemda telah berkomitmen mendukung pembangunan yang ramah anak. Komitmen ini diwujudkan melalui penyusunan kebijakan, perencanaan program, dan pelaksanaan kegiatan pembangunan di semua sektor, termasuk penyelenggaraan pelayanan publik dan pembinaan aparatur sebagai ujung tombaknya,” jelasnya.

“Kabupaten Karimun juga berpartisipasi dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat, yakni mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) melalui program KLA ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Pemenuhan Hak Anak pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas PP, KB, PP dan PA) Karimun, Opet Dahlia, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan rapat koordinasi Gugus Tugas KLA bersama stakeholder terkait.

“Ketua tim Gugus Tugas KLA berada di Baperlitbang, yang mengoordinasikan semua stakeholder terkait KLA. Nah, posisi Dinas PP, KB, PP dan PA Karimun di sini sebagai sekretaris gugus tugas. Artinya, kami bertugas mengumpulkan data dari masing-masing OPD maupun instansi yang terlibat, termasuk instansi vertikal seperti Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, Bapas, Kepolisian, dan lainnya,” jelasnya. (*)

 

Reporter: Tri Haryono

Artikel Lagi, Karimun Raih Anugerah KLA Predikat Pratama pertama kali tampil pada Kepri.