batampos– Baru-baru ini Seorang oknum guru PAUD di Desa Persing kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, dengan akun Facebook bernama Rahayu Ayu menjadi perbincangan warga setempat. Pasalnya tulisan Rahayu Ayu di akun sosial media facebook miliknya yang menyebutkan kata “Hama” yang disinyalir ditujukan kepada orang salah seorang warga setempat yang tidak ia senangi. Pernyataan di akun Facebook milik Rahayu Ayu ini sontak membuat warga mejadi geram.
Rateman salah satu warga Desa Persing menjelaskan, oknum guru yang telah berkata Hama di sosial media Facebooknya merupakan seorang guru PAUD didesa tersebut, namanya Rahayu Ayu.
Rateman mengungkapkan kata “hama” yang diucapkan oleh oknum tersebut sangat tidak pantas diucapkan sebab itu merupakan makhluk hidup yang sangat merugikan baik manusia, hewan, tanaman, bangunan, dan termasuk harta benda.
“Ungkpan yang dilontarkan oleh oknum guru tersebut saya rasa sangat tidak pantas ditulis di Facebook atau media sosial manapun. Terlebih lagi dirinya merupakan seorang guru yang seharusnya memberikan contoh baik bagi masyarakat sebagai orang yang terpelajar,” ungkap Rateman saat diwawancarai oleh pihak Batampos pada Sabtu (5/4)
Rateman menambahkan, kata “hama” ini juga seperti ucapan hinaan yang merendahkan harkat martabat dan harga diri masyarakat setempat. Jelas warga marah akibat ulah perkataan guru itu, bahkan beberapa warga akan melaporkannya ke pihak berwajib, atas prilaku dan perkataan yang tidak menyenangkan.
“Beruntung sudah saya screenshot tulisannya sebelum oknum guru itu menghapusnya di sosial media Facebook, kalau tidak kami tidak memiliki bukti,” ujar Rateman warga desa, sambil menunjukkan tulisan discreenshot di handphonenya.
Tulisan dengan bahasa Melayu yang diposting Rahayu Ayu di Facebooknya yang sudah di Scranshoot oleh rateman dan ditunjukkan ke pihak Batampos berbunyi :
“Baru 2-3 minggu tak ade naik, lah sibuk sejagat raya, ape kaba kampong sebelah yang tak naek bertahun-tahun mengungsi keseberang takdepon nyibok,” tulis oknum guru tersebut.
Kemudian, Angan-angan terlalu tinggi, sekolah SD pon tak lepas, lagi kecik disuruh orang tue sekolah pegi nyetek burong, lah tue kerje nulis pokok getah macam tak terime.
Baek pindah lah ke ibukota mane tau di angkat mentri. Dari pade dikampong jadi Hame tak gune.
Bukan nak beramal hari baek bulan baek ni, malah nyarik dose. Cari duet woii, anak bini nak makan…. “Allahuakbar macam” je lah manusia ni kan,” katanya.
Dari perkataanya diatas, Oknum guru ini sepertinya tidak memiliki etika dalam berbahasa di media sosial dan tidak menunjukkan contoh yang baik sebagi seorang pendidik atau guru.
“Selain saya ada Azmi dan Rasul juga sebagian warga desa geram terhadap ucapan dan perkataan oknum guru tersebut, yang menyingung juga merendahkan warga masyarakat Desa,” tutup Rateman. (*)
Reporter: Vatawari
Artikel Terkesan Menghina Akibat Pernyataanya di Akun Media Sosial, Oknum Guru PAUD Terancam Dilaporkan pertama kali tampil pada Kepri.









