Minggu, 17 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2014

Terkesan Menghina Akibat Pernyataanya di Akun Media Sosial, Oknum Guru PAUD Terancam Dilaporkan

0

batampos– Baru-baru ini Seorang oknum guru PAUD di Desa Persing kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, dengan akun Facebook bernama Rahayu Ayu menjadi perbincangan warga setempat. Pasalnya tulisan Rahayu Ayu di akun sosial media facebook miliknya yang menyebutkan kata “Hama” yang disinyalir ditujukan kepada orang salah seorang warga setempat yang tidak ia senangi. Pernyataan di akun Facebook milik Rahayu Ayu ini sontak membuat warga mejadi geram.

Rateman salah satu warga Desa Persing menjelaskan, oknum guru yang telah berkata Hama di sosial media Facebooknya merupakan seorang guru PAUD didesa tersebut, namanya Rahayu Ayu.

Rateman mengungkapkan kata “hama” yang diucapkan oleh oknum tersebut sangat tidak pantas diucapkan sebab itu merupakan makhluk hidup yang sangat merugikan baik manusia, hewan, tanaman, bangunan, dan termasuk harta benda.

BACA JUGA: Komentar di Medsos Jelita Jee, Istri Farid Buat Heboh, Medsos Hilang dan Kepala BP Bintan, Farid Irfan Siddik Tak Masuk Kantor

“Ungkpan yang dilontarkan oleh oknum guru tersebut saya rasa sangat tidak pantas ditulis di Facebook atau media sosial manapun. Terlebih lagi dirinya merupakan seorang guru yang seharusnya memberikan contoh baik bagi masyarakat sebagai orang yang terpelajar,” ungkap Rateman saat diwawancarai oleh pihak Batampos pada Sabtu (5/4)

Rateman menambahkan, kata “hama” ini juga seperti ucapan hinaan yang merendahkan harkat martabat dan harga diri masyarakat setempat. Jelas warga marah akibat ulah perkataan guru itu, bahkan beberapa warga akan melaporkannya ke pihak berwajib, atas prilaku dan perkataan yang tidak menyenangkan.

“Beruntung sudah saya screenshot tulisannya sebelum oknum guru itu menghapusnya di sosial media Facebook, kalau tidak kami tidak memiliki bukti,” ujar Rateman warga desa, sambil menunjukkan tulisan discreenshot di handphonenya.

Tulisan dengan bahasa Melayu yang diposting Rahayu Ayu di Facebooknya yang sudah di Scranshoot oleh rateman dan ditunjukkan ke pihak Batampos berbunyi :

“Baru 2-3 minggu tak ade naik, lah sibuk sejagat raya, ape kaba kampong sebelah yang tak naek bertahun-tahun mengungsi keseberang takdepon nyibok,” tulis oknum guru tersebut.

Kemudian, Angan-angan terlalu tinggi, sekolah SD pon tak lepas, lagi kecik disuruh orang tue sekolah pegi nyetek burong, lah tue kerje nulis pokok getah macam tak terime.

Baek pindah lah ke ibukota mane tau di angkat mentri. Dari pade dikampong jadi Hame tak gune.

Bukan nak beramal hari baek bulan baek ni, malah nyarik dose. Cari duet woii, anak bini nak makan…. “Allahuakbar macam” je lah manusia ni kan,” katanya.

Dari perkataanya diatas, Oknum guru ini sepertinya tidak memiliki etika dalam berbahasa di media sosial dan tidak menunjukkan contoh yang baik sebagi seorang pendidik atau guru.

“Selain saya ada Azmi dan Rasul juga sebagian warga desa geram terhadap ucapan dan perkataan oknum guru tersebut, yang menyingung juga merendahkan warga masyarakat Desa,” tutup Rateman. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Terkesan Menghina Akibat Pernyataanya di Akun Media Sosial, Oknum Guru PAUD Terancam Dilaporkan pertama kali tampil pada Kepri.

Pemudik Asal Karimun Nikmati Libur Lebaran di Batam

0
Suasana di Pelabuhan Ferry Domestik Sekupang, Batam. Foto. Arjuna/ Batam Pos

batampos – Libur Lebaran dimanfaatkan sejumlah pemudik untuk berwisata, termasuk Trisna, warga Tanjungbalai Karimun, yang memilih menghabiskan waktu di Batam selama dua hari. Ia mengaku tertarik datang ke Batam karena banyaknya destinasi wisata dan pilihan kuliner.

“Di Batam ini banyak tempat wisata dan kuliner, jadi saya memilih Batam. Kotanya juga indah, dan tak jauh dari Karimun,” ujarnya saat ditemui di Pelabuhan Ferry Domestik Sekupang, Batam, Senin (7/4).

Menurut dia, perjalanan dari Batam ke Tanjungbalai Karimun hanya memakan waktu sekitar satu setengah jam menggunakan kapal feri. Ia menyebut harga tiket kapal cukup terjangkau, terutama untuk kelas reguler.

“Tiket reguler Rp135 ribu, kalau yang VIP itu Rp152 ribu,” katanya.

Sementara itu, Hesti, petugas loket tiket kapal di Ferry Dumai Line Group, memastikan bahwa harga tiket tidak mengalami kenaikan selama musim mudik Lebaran. Tarif kapal tetap sama seperti hari-hari biasa.

“Harga tiket kami masih normal. Untuk ke Karimun Rp135 ribu, kalau VIP tambah Rp17 ribu saja,” ujar Hesti.

Ia juga menambahkan bahwa puncak arus balik Lebaran telah terjadi pada hari Minggu lalu. Saat ini, kondisi pelabuhan dan jumlah penumpang sudah kembali normal seperti hari biasa.

“Sekarang arus balik Lebaran sudah selesai. Untuk hari ini dan seterusnya sudah seperti hari-hari normal,” kata dia. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Pemudik Asal Karimun Nikmati Libur Lebaran di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Kunjungan Wisman Meningkat, Polda Kepri Pastikan Keamanan Pelabuhan Internasional Batam Center

0
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad saat berbincang dengan wisatawan mancanegara di Pelabuhan Internasional Batam Center.

batampos – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) memastikan arus balik Lebaran 2025 dan kedatangan wisatawan mancanegara melalui Pelabuhan Internasional Batam Center berjalan lancar dan aman.

Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, usai melakukan peninjauan langsung ke pelabuhan. Polda Kepri memastikan kesiapan personel dan kelancaran mobilitas penumpang, baik domestik maupun internasional.

“Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan. Kami mengerahkan lebih dari 3.076 personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, khususnya di titik-titik strategis seperti pelabuhan, bandara, tempat ibadah, dan jalur lalu lintas utama,” ujarnya, Senin (7/4).

Selain pengamanan arus balik, pihak kepolisian juga memprioritaskan pengawasan terhadap wisatawan asing yang mulai memadati Batam. Mengingat posisi strategis Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, peningkatan kunjungan wisatawan dari mancanegara pun tidak terelakkan.

“Kami ingin wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, merasa aman dan nyaman selama berada di Batam. Ini penting agar mereka pulang dengan kesan positif,” tambahnya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang masih akan melakukan perjalanan arus balik agar mewaspadai potensi kepadatan lalu lintas pada puncak arus balik yang terjadi pada 5 hingga 7 April 2025.

“Rencanakan perjalanan dengan baik. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, fisik pengemudi fit, dan selalu patuhi aturan lalu lintas. Keselamatan adalah yang utama,” kata dia.

Data dari Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center menunjukkan lonjakan aktivitas penumpang pada periode arus balik. Tercatat sebanyak 4.844 orang melakukan keberangkatan, sementara jumlah kedatangan mencapai 7.305 orang.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KPLP) Batam Center, Erik Mario Sihotang, mengatakan puncak keberangkatan terjadi pada 30 Maret dengan sekitar 4.000 orang, termasuk 1.006 Warga Negara Asing (WNA).

Adapun kedatangan tertinggi tercatat pada 31 Maret, didominasi oleh WNA, yang mencapai sekitar 8.000 orang. Tiket perjalanan umumnya dibeli pada 1 dan 2 April, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap perjalanan internasional pasca-Lebaran.

“Total WNA yang datang selama periode tersebut diperkirakan mencapai 8.000 orang, sedangkan Warga Negara Indonesia (WNI) sekitar 6.000 hingga 7.000 orang. Banyak masyarakat memilih bepergian ke luar negeri karena selisih harga tiket domestik dan internasional cukup mencolok,” ujarnya. (*)

Reporter: Abdul Aziz

Artikel Kunjungan Wisman Meningkat, Polda Kepri Pastikan Keamanan Pelabuhan Internasional Batam Center pertama kali tampil pada Metropolis.

Kapal MV Arena 2 Rute Tanjungpinang-Lingga Kandas di Atas Karang

0
Kondisi Kapal MV Arena 2 dari Tanjungpinang tujuan Kabupaten Lingga yang kandas di atas Karang, Senin (7/4). F. Istimewa

batampos– Kapal MV Arena 2 yang membawa penumpang dari Tanjungpinang menuju pulau-pulau yang ada di Kabupaten Lingga kandas di atas karang. Kejadian ini terjadi saat kapal tersebut berlayar dari memsanak Hendak menuju ke Tajur Biru sekitar pukul 12.00 WIB pada Senin (7/4).

Penyebab utama kandasnya kapal MV Arena 2 dibatas karang ini masih belum pasti. Namun, berdasarkan keterangan dari salah satu penumpang yang terjebak di dalam kapal tersebut saat dikonfirmasi oleh pihak Batampos mengatakan pada saat kapal baru saja mengantar penumpang tujuan Mensanak dan hendak berangkat menuju Tajur Biru, kapal tiba-tiba tersangkut di atas karang.

“Pada saat kapal sudah menurunkan penumpang tujuan Mensanak, kapal berangkat menuju Tajur Biru untuk menurunkan penumpang. Dipertengahan jalan, tiba-tiba terdengar suara seperti bunyi kapal mau pecah. Ketika melihat sekeliling, ternyata kapal yang kami tumpangi tersangkut di atas batu karang,” ujar salah satu penumpang kapal MV Arena 2 pada Senin (7/4).

BACA JUGA: Kapal Muatan Pisang Tujuan Karimun Kandas di Batulimau Ungar

Ia mengatakan, saat ini para penumpang kapal MV Arena 2 yang kandas di atas batu karang sudah dievakuasi ke Tajur Biru menggunakan kapal penangkap ikan milik warga setempat.

“Alhamdulillah saat ini kami sudah di evakuasi ke Tajur Biru menggunakan kapal tangkap ikan milik warga setempat. Sementara kapal MV Arena 2 masih dalam kondisi kandas di atas batu karang karena saat ini air laut masih surut,” ungkapnya.

Selanjutnya penumpang tersebut menjelaskan, saat ini sekitar 40 orang penumpang yang sudah di evakuasi ke Tajur Biru semuanya dalam keadaan selamat dan masih menunggu Kapal Bantuan dari Tanjungpinang untuk mengantar mereka menuju tujuan masing-masing.

“Kami semuanya dalam kondisi selamat. Pihak kapal sudah menghubungi pihak kapal lain dari Tanjungpinang dengan tujuan Lingga untuk membantu mengantarkan penumpang yang sudah di evakuasi di Tajur Biru menuju tempat masing-masing karena saat ini kondisi kapal MV Arena 2 masih kandas di atas karang,” jelasnya.

Semoga kejadian ini tidak memberikan rasa trauma yang mendalam bagi seluruh penumpang yang mengalami hal ini dan kejadian tersebut tidak terulang kembali. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Kapal MV Arena 2 Rute Tanjungpinang-Lingga Kandas di Atas Karang pertama kali tampil pada Kepri.

Harga Pangan di Batam Stabil Pasca Lebaran, Beberapa Komoditas Turun

0
Ilustrasi. Tampubolon pedagang di Toss 3000 saat menimbang cabai merah di lapaknya. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Harga bahan pangan di Kota Batam terpantau stabil usai Lebaran 2025. Bahkan, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga dibandingkan saat masa Ramadan dan Idulfitri.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Gustian Riau, menyampaikan kondisi ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, di mana biasanya terjadi lonjakan harga pasca lebaran.

“Alhamdulillah stabil sekarang untuk harganya di pasar. Cuma daya beli yang berkurang karena banyak yang belum kembali ke Batam dan penjualnya juga banyak yang masih di kampung,” katanya, Senin (7/4).

Ia menjelaskan, secara umum harga-harga pangan di sejumlah pasar tradisional di Batam sudah turun dan tetap terkendali. Salah satunya terpantau di Pasar Tos 3000, yang selama ini menjadi acuan harga kebutuhan pokok.

Di pasar tersebut, harga telur ayam satu papan dari Padang turun dari Rp55 ribu menjadi Rp53 ribu. Penurunan juga terjadi pada berbagai jenis cabai. Cabai merah, misalnya, turun dari Rp70 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga cabai rawit hijau turun signifikan dari Rp80 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram. Cabai rawit merah juga mengalami penurunan dari Rp100 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram, dan cabai hijau dari Rp70 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.

“Pasokan cabai di Batam sebagian besar berasal dari luar daerah, seperti Mataram, sehingga kestabilan harga juga dipengaruhi oleh kelancaran distribusi antarwilayah,” ujarnya.

Untuk komoditas lain, harga MinyaKita tetap stabil di angka Rp15.500 per liter. Begitu pula harga beras premium lokal yang masih berada di kisaran Rp12 ribu hingga Rp14 ribu per kilogram selama masa Lebaran.

Daging sapi impor dari Australia dan Selandia Baru juga tak mengalami perubahan harga, bertahan di angka Rp90 ribu per kilogram. Ayam beku dijual di kisaran Rp31 ribu hingga Rp32 ribu per kilogram, sementara ayam segar dijual antara Rp38 ribu hingga Rp39 ribu per kilogram.

Harga bawang putih dan bawang merah pun tetap stabil, berkisar Rp28 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram. Menurut Gustian, kondisi ini tak lepas dari pengawasan ketat dan upaya pengendalian harga yang dilakukan sebelum lebaran, termasuk kerja sama dengan distributor untuk memastikan pasokan aman. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Harga Pangan di Batam Stabil Pasca Lebaran, Beberapa Komoditas Turun pertama kali tampil pada Metropolis.

Ribuan Pemudik Serbu Sekupang, 24 Ribu Penumpang Tiba, 10 Ribu Tinggalkan Batam

0
Suasana Pelabuhan Domestik Sekupang, Batam. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Kepadatan arus balik Lebaran mulai terasa di Pelabuhan Domestik Sekupang, Batam. Sejak Kamis (3/4), pelabuhan ini dibanjiri ribuan pemudik yang kembali dari kampung halaman. Puncak arus balik terjadi pada Sabtu (5/4) dan Minggu (6/4), dengan lebih dari 24 ribu penumpang yang tiba di Batam dan sekitar 10 ribu lainnya yang berangkat ke berbagai daerah di Sumatra dan sekitarnya.

Pantauan Batam Pos, suasana pelabuhan mulai ramai sejak siang hari, terutama di area kedatangan dan keberangkatan. Penumpang yang baru turun dari kapal tampak membawa berbagai barang bawaan seperti koper, kardus besar, hingga oleh-oleh khas daerah asal mereka. Di sisi lain, antrean panjang juga terlihat di ruang tunggu keberangkatan, menandai banyak warga yang mulai kembali ke kampung setelah merayakan Lebaran di Batam.

“Ramai sekali sejak kemarin. Saya dan keluarga sengaja balik hari ini karena Selasa sudah mulai kerja,” ujar Yunita, salah seorang Pegawai Negeri Sipil di Batam, Senin (7/4).

Sementara itu, Lilis, 32, warga Tanjung Piayu, juga memilih kembali lebih awal dari kampung halamannya di Bagansiapiapi. “Kalau tunggu Senin pasti lebih padat. Saya bawa anak-anak, jadi lebih nyaman balik sekarang,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Pos Kesyahbandaran Domestik Sekupang, arus penumpang mulai meningkat sejak Kamis (3/4), dengan 43 kapal tiba membawa 5.298 penumpang dan 44 kapal berangkat mengangkut 2.738 penumpang. Keesokan harinya, Jumat (4/4), jumlah penumpang yang tiba meningkat menjadi 5.372 orang dengan 43 kapal, sementara penumpang yang berangkat tercatat 2.063 orang dengan 44 kapal.

Lonjakan tertinggi tercatat pada Sabtu (5/4), saat 42 kapal membawa 6.164 penumpang tiba di Batam, dan 43 kapal lainnya berangkat dengan membawa 2.339 penumpang.

Sedangkan pada Minggu (6/4) atau puncaknya, sebanyak 55 trip kapal membawa 8.046 penumpang datang dan 50 trip kapal mengangkut 3.487 penumpang yang meninggalkan Batam. Secara keseluruhan, total pergerakan penumpang pada akhir pekan itu mencapai 24.880 orang yang tiba dan 10.627 orang yang berangkat.

“Rute terbanyak masih didominasi Dumai–Batam dan sebaliknya. Arus balik ini memang sudah kami prediksi sejak awal, dan kami terus melakukan pemantauan untuk memastikan semuanya berjalan aman dan lancar,” ujar Kepala Pos Kesyahbandaran Domestik Sekupang, Samosir Parsaoran.

Menurut Samosir, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan operator pelayaran untuk kemungkinan penambahan jadwal kapal (extra trip) jika lonjakan penumpang terus terjadi.

“Kalau memang dibutuhkan, kita akan dorong penambahan kapal. Tapi tetap mengutamakan aspek keselamatan. Tidak boleh buru-buru mengorbankan kelayakan kapal,” tegasnya.

Untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama arus balik, petugas gabungan dari Kesyahbandaran, TNI, dan Polri dikerahkan untuk berjaga di sejumlah titik strategis. Pemeriksaan kapal dilakukan secara rutin, termasuk memastikan jumlah penumpang tidak melebihi kapasitas.

Pihak pelabuhan memperkirakan arus balik masih akan terus berlangsung hingga H+7 Idulfitri, mengingat banyak pekerja kantoran maupun buruh industri baru akan kembali ke Batam setelah libur panjang berakhir.

Hingga Minggu sore, arus penumpang masih terlihat stabil dan terkendali. Petugas tetap siaga, terutama di ruang tunggu, dermaga, serta area kedatangan. Pihak pelabuhan berharap seluruh perjalanan arus balik berjalan lancar tanpa gangguan berarti.

“Semoga semua pemudik kembali ke Batam dengan selamat, dan aktivitas masyarakat bisa segera kembali normal,” pungkas Samosir. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Ribuan Pemudik Serbu Sekupang, 24 Ribu Penumpang Tiba, 10 Ribu Tinggalkan Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Libur Lebaran, Vihara Patung Seribu Dipadati Pengunjung

0
Wisatawan saat menghabiskan waktu libur lebaran Idulfitri di Vihara Ksitigarbha Bodhisattva Tanjungpinang, Minggu (6/4). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Vihara Ksitigarbha Bodhisattva atau yang lebih dikenal dengan Vihara Patung Seribu di Kota Tanjungpinang, Kepri dipadati wisatawan. Tempat tersebut masih menjadi tempat wisata favorit, terutama saat libur lebaran Idulfitri.

Tidak hanya warga Tanjungpinang, Vihara Patung Seribu juga dikunjungi oleh wisatawan asal daerah lain, seperti Kota Batam. Mereka memilih menghabiskan masa libur di Kota Gurindam, ketimbang di tempat asal mereka.

Ria (24) warga asal Kota Batam ini rela menyebrang ke Tanjungpinang, untuk menikmati indahnya Vihara Patung tersebut. Ia mengetahui Vihara Ksitigarbha Bodhisattva dari sosial media.

BACA JUGA: Wisata Patung Seribu Destinasi Favorit selama Liburan

“Vihara patung seribu ini sata lihat di tiktok, karena penasaran jadi datang langsung kesini,” kata Ria, Minggu (6/4).

Vihara Patung Seribu, merupakan tempat yang pertama kali ia datangi saat tiba di Ibu Kota Provinsi Kepri tersebut. Ia pun akan menikmati objek wisata lain yang ada di Pulau Bintan, seperti Pulau Penyengat, hingga Lagoi.

“Luar biasa takjub melihat patung yang besar. Niatnya selesai dari patung 1000 mau main ke pantai,” tambahnya.

Sementara pengunjung lain, Akram menyatakan sudah sejak lama ia ingin mengunjungi tempat wisata Vihara Patu seribu. Walaupun wisata serupa ada di Kota Batam, dirinya lebih memilih wisata di Tanjungpinang karena ingin melihat sesuatu yang berbeda.

“Kalau masih di batam tidak dapat suasana liburannya. Terus di Tanjungpinang, memang lebih besar kelihatannya,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Libur Lebaran, Vihara Patung Seribu Dipadati Pengunjung pertama kali tampil pada Kepri.

Hari Kedua Pencarian Pemancing Hilang di Belakangpadang, Cuaca Hujan Jadi Kendala

0
Tim Search and Rescue Unit (SRU) dari Pos SAR Batam terus melakukan pencarian terhadap seorang pemancing bernama Willy Pakpahan, 28, yang dilaporkan hilang setelah terjatuh dari speed boat saat memancing di perairan sekitar Pulau Belakangpadang.

batampos – Memasuki hari kedua, tim penyelamat masih terus melakukan pencarian terhadap seorang pemancing bernama Willy Pakpahan, 28, yang dilaporkan hilang setelah terjatuh dari speed boat saat memancing di perairan sekitar Pulau Belakangpadang, Batam, Rabu (2/4) sekitar pukul 18.00 WIB. Cuaca hujan yang melanda wilayah tersebut sejak pagi hari menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

“Cuaca pagi ini turun hujan, sehingga untuk sementara kami fokuskan penyisiran di pulau-pulau sekitar Belakangpadang,” ujar Kepala Basarnas Kepri, Fazzli melalui Kepala Pos SAR Batam, Dedius, Senin (7/4).

Tim Search and Rescue Unit (SRU) dari Pos SAR Batam yang terdiri dari lima personel dikerahkan dalam pencarian ini. Mereka menggunakan armada RIB 03 Batam dan didukung dengan sejumlah peralatan modern, antara lain satu set drone thermal, satu unit Aquaeye (alat pendeteksi bawah air), alat komunikasi, tas penolong (responder bag), serta perlengkapan evakuasi lainnya.

Baca Juga: Pemancing Hilang di Perairan Belakang Padang, Basarnas Lakukan Pencarian

Selain dari Basarnas, unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini meliputi Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Polairud Polda Kepri, serta dukungan dari masyarakat setempat. Tim bergerak menyisir area-area yang diperkirakan sebagai lokasi jatuhnya korban, dengan mempertimbangkan arus laut dan kemungkinan terbawanya korban oleh gelombang.

“Kami akan terus melakukan pencarian secara maksimal, dengan harapan korban bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat,” tegas Dedius.

Sebelumnya, seorang pria bernama Willy Pakpahan, 28, warga Lubuk Baja, Kota Batam, dilaporkan hilang usai terjatuh dari speed boat saat memancing di perairan Pulau Belakangpadang. Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang melalui Pos SAR Batam langsung merespons laporan tersebut dengan mengerahkan tim penyelamat ke lokasi kejadian, Minggu (6/4).

Kepala Pos SAR Batam, Dedius, menjelaskan bahwa pihaknya menerima informasi hilangnya korban dari kakak kandung korban, Kety, pada Minggu (6)4) pukul 07.13 WIB.

Berdasarkan laporan yang diterima, korban pergi memancing pada Rabu (2/4) sekitar pukul 18.00 WIB. Namun keesokan harinya, Kamis (3/4), sekitar pukul 08.00 WIB, seorang teman korban datang ke rumah dan menyerahkan handphone milik korban sembari mengabarkan bahwa korban jatuh dari perahu saat memancing di perairan sekitar Belakangpadang. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Hari Kedua Pencarian Pemancing Hilang di Belakangpadang, Cuaca Hujan Jadi Kendala pertama kali tampil pada Metropolis.

APTKI Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan dan Panti Jompo di Batam

0
Pengurus Asosiasi Pengusaha Tiongkok Kepri Indonesia (APTKI) saat mengunjungi dan menyalurkan bantuan ke Panti Jompo Yayasan True Love di Batam, Rabu (26/3).

batampos – Asosiasi Pengusaha Tiongkok Kepri Indonesia (APTKI) menyalurkan bantuan ke Panti Asuhan Miftahul Hasanah dan Panti Jompo Yayasan True Love di Batam, Rabu (26/3). Bantuan ini bukan sekadar bentuk kepedulian terhadap anak yatim dan warga lanjut usia, tetapi juga wujud nyata tanggung jawab sosial asosiasi tersebut.

Ketua Panti Asuhan Miftahul Hasanah, Marsapwan bin Abdul Wahab, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan dan bantuan dari APTKI. “Selaku Ketua Yayasan Miftahul Hasanah Batam, saya mengucapkan terima kasih kepada Asosiasi Pengusaha Tiongkok Kepri Indonesia yang telah berkunjung ke yayasan kami dan memberikan dukungan serta bantuan,” ujar Marsapwan.

Acara ini dipimpin oleh Wakil Direktur APTKI, Xu Jun, serta dihadiri Ketua Sekretariat Bai Liyong dan perwakilan asosiasi lainnya, yakni Ke Zongxian, Zhong Zhenwen, Shi Wenhui, Wang Binbin, Lu Jun, Gu Wen, Zhang Yibin, dan Wang Xianbiao.

Mereka bersama-sama menyumbangkan berbagai kebutuhan sehari-hari untuk panti asuhan dan panti jompo serta berdiskusi dengan pengurus lembaga-lembaga tersebut. Xu Jun mengungkapkan bahwa APTKI saat ini memiliki lebih dari 30 perusahaan anggota yang bergerak di berbagai sektor industri. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi anak-anak di panti asuhan.

“Ini adalah hadiah kecil dari kami. Kami berharap ini dapat berguna bagi saudara-saudari kami. Ke depan, kami akan terus berbagi kebaikan, terutama saat perayaan penting seperti Natal dan Idulfitri,” kata Xu Jun.

Sekretaris Jenderal APTKI, Bai Liyong, menambahkan bahwa bantuan ini adalah wujud perhatian dan kepedulian mereka terhadap anak-anak di panti asuhan. “Kami berharap mereka tumbuh sehat dan, ketika dewasa, memiliki kesempatan untuk bergabung dengan perusahaan kami serta berkembang bersama,” ujarnya.

Selain memberikan bantuan ke panti asuhan, APTKI juga mengunjungi Panti Jompo Yayasan True Love di Pulau Batam. Pengurus panti jompo, Wilson Zalogo, mengatakan bahwa saat ini mereka menampung 29 lansia dan 14 anak-anak. Namun, lokasi panti jompo itu awalnya merupakan lahan yang direncanakan sebagai jalan, sehingga mereka harus membangun panti jompo baru di lokasi lain.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan bantuan mereka. Saat ini, kami sedang membangun panti jompo baru karena lokasi sekarang sebenarnya adalah area yang direncanakan untuk jalan. Kami masih membutuhkan banyak dana untuk menyelesaikan pembangunannya,” kata Wilson.

APTKI tidak hanya memberikan bantuan berupa barang kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menyumbangkan dana untuk pembangunan panti jompo baru. “Kami ingin para lansia dan anak-anak di sini hidup lebih baik. APTKI tidak hanya berfokus pada pengembangan bisnis, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi bagi masyarakat setempat. Kami berharap kondisi panti jompo semakin baik agar para lansia dan anak-anak dapat tinggal dengan lebih nyaman,” ujar Xu Jun.

APTKI terdiri dari para pengusaha asal Tiongkok yang memiliki perusahaan di Kepulauan Riau, khususnya Batam. Kegiatan sosial ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mereka dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. (*)

Reporter: Fiska Juanda

Artikel APTKI Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan dan Panti Jompo di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Genangan Air Perparah Kerusakan Jalan di Batuaji dan Sagulung

0
Jalan rusak di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) depan Sentosa Perdana (SP) Plaza Sagulung. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Musim hujan yang terus mengguyur Kota Batam dalam beberapa pekan terakhir di sejumlah wilayah, khususnya di Kecamatan Batuaji dan Sagulung menyebabkan kerusakan jalan semakin parah, sehingga membahayakan pengguna jalan dan memicu kemacetan, terutama di jam-jam sibuk.

Salah satu titik terparah berada di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) depan Sentosa Perdana (SP) Plaza Sagulung. Di lokasi ini, genangan air yang tak kunjung surut membuat aspal terkelupas dan membentuk lubang-lubang besar. Setiap hari, lubang-lubang ini digilas kendaraan berat dan menyebabkan kerusakan semakin meluas.

“Kalau hujan sedikit saja, air langsung menggenang dan tidak surut-surut. Bisa seharian bahkan sampai berhari-hari. Karena itu jalan ini cepat rusak,” ujar Andri, warga sekitar yang setiap hari melewati jalan tersebut.

Ia menyebutkan bahwa genangan air tidak mengalir ke parit karena saluran air yang tersumbat dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Kondisi serupa juga tampak di sepanjang Jalan R Suprapto, Batuaji. Terdapat banyak titik kerusakan dengan aspal yang mengelupas dan jalan yang berlubang. Genangan air di sepanjang jalur ini menyebabkan kendaraan harus melambat, dan tak jarang membuat arus lalu lintas tersendat, terutama saat jam berangkat dan pulang kerja.

Menurut pantauan di lapangan, ruas jalan yang berlubang seringkali tak terlihat karena tertutup air, sehingga membahayakan pengendara roda dua. Banyak pengendara yang terpaksa menepi atau berbelok mendadak untuk menghindari lubang, yang berisiko menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Selain mengganggu keselamatan, kerusakan jalan ini juga berdampak pada efisiensi waktu masyarakat. Waktu tempuh yang seharusnya singkat menjadi lebih lama karena kemacetan yang dipicu kondisi jalan yang buruk. Pengendara berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh.

Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, menyatakan bahwa pihaknya sudah memulai penataan ulang ruas Jalan R Suprapto. Salah satu langkah yang sedang ditempuh adalah melanjutkan proyek pelebaran jalan menjadi lima jalur dari simpang Puteri Hijau.

“Proyek pelebaran ini diharapkan dapat mengurai kemacetan dan sekaligus memperbaiki kualitas jalan. Kami juga akan mengatasi masalah drainase agar air tidak lagi menggenang saat hujan turun,” ujar Suhar. Ia menegaskan bahwa perbaikan dilakukan secara bertahap namun merata di seluruh titik yang terdampak.

Suhar juga meminta masyarakat untuk bersabar dan mendukung upaya pemerintah dengan tidak membuang sampah sembarangan yang bisa menyumbat saluran air. Ia mengakui bahwa pekerjaan ini butuh waktu, namun pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki infrastruktur jalan secara berkelanjutan.

Dengan perbaikan yang dilakukan dan koordinasi antarinstansi terkait, diharapkan kerusakan jalan di Batuaji dan Sagulung bisa segera teratasi. Masyarakat pun mendambakan akses jalan yang aman, nyaman, dan bebas dari genangan air setiap kali musim hujan tiba. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Genangan Air Perparah Kerusakan Jalan di Batuaji dan Sagulung pertama kali tampil pada Metropolis.

Play sound