Minggu, 17 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2015

THL dan PTT DLH Lingga yang Sempat Dirumahkan Kini Berstatus Karyawan PT Asperindo Dutta Service

0
Armia, Sekertaris Daerah Kabupaten Lingga. F. Vatawari/BATAM POS

batampos– Tenaga Harian Lepas (THL) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang berada di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lingga yang kemarin sempat dirumahkan kini dipekerjakan kembali. Saat ini mereka yang dipekerjakan kembali tidak lagi berstatus sebagai THL maupun PTT Pemkab Lingga, namun mereka saat ini bersatus sebagai karyawan perusahaan Asperindo Dutta Service. Status mereka sebagai karyawan perusahaan secara resmi diakui saat mereka mulai dipekerjakan kembali pada tanggal 1 April 2025 kemarin.

Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lingga, Armia, saat dikonfirmasi pihak Batampos mengatakan untuk THL dan PTT yang berada di DLH Kabupaten Lingga sebanyak 110 orang yang kemarin di rumahkan sudah dipekerjakan kembali melalui Pihak ke tiga atau Outsourcing.

“Berdasarkan hasil kesepakatan kami dengan PT Asperindo Dutta Service terkait kerjasama penyediaan jasa tenaga kerja beberapa waktu lalu, Alhamdulillah untuk THL dan PTT di DLH yang sempat kami rumahkan pada tanggal 1 April 2025 kemarin sudah mulai masuk bekerja kembali,” ujar Armia, Sabtu (5/4).

BACA JUGA: Tenaga Honorer Pemkab Lingga Masa Kerja di Bawah Dua Tahun Resmi Dirumahkan

Armia menjelaskan untuk para THL dan PTT di DLH yang sudah dipekerjakan kembali tidak perlu khawatir terkait administrasi maupun usia. Hal ini dikarenakan dari pihak perusahaan tidak mempermasalahkan hal tersebut.

“Untuk THL dan PTT di DLH yang dipekerjakan kembali, mereka tidak lagi berstatus sebagai THL dan PTT pemkab lingga, namun sekarang mereka sudah menjadi karyawan di PT Asperindo Dutta Service yang merupakan perusahaan Mitra dari Pemkab Lingga,” jelasnya.

Armia mengungkapkan, dengan perubahan status ini, sistem pembayaran upah para pekerja juga mengalami penyesuaian. Gaji mereka tidak mengacu pada UMK Batam atau Lingga, melainkan disesuaikan dengan kemampuan keuangan Pemkab Lingga melalui kerja sama dengan pihak perusahaan.

“Untuk pemberian Upah Kerja memang tidak bisa disesuaikan dengan UMK Batam ataupun Lingga, karena walaupun mereka sekarang berstatus sebagai karyawan perusahaan yang berada di Batam namun untuk upah kerja tetap berdasarkan kemampuan keuangan daerah sebagaimana kesepakatan kerjasama antara Pemkab Lingga dengan Pihak Perusahaan,” ungkap Armia.

Selanjutnya, Sekda Lingga menambahkan, bahwa Pemkab Lingga hanya memfasilitasi dengan memberikan data pekerja kepada perusahaan dan memastikan bahwa mereka siap bekerja.

“Pihak perusahaan juga berjanji setelah satu bulan mereka bekerja, perusahaan akan mencarikan seragam kerja untuk karyawan karena mereka saat ini sudah berada di bawah perusahaan,” tutup Armia. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel THL dan PTT DLH Lingga yang Sempat Dirumahkan Kini Berstatus Karyawan PT Asperindo Dutta Service pertama kali tampil pada Kepri.

Calon Siswa Sekolah Rakyat Mulai Diseleksi

0
Mensos Saifullah Yusuf bersama Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat M. Nuh membahas penerimaan Sekolah Rakyat.

batampos – Kementerian Sosial (Kemensos) bersama dengan tim Satgas Formatur Sekolah Rakyat telah memulai seleksi penerimaan peserta didik untuk Sekolah Rakyat sejak 1 April 2025. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengungkapkan bahwa rencana dimulainya proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat tetap sesuai jadwal, yaitu pada tahun ajaran 2025/2026, tepatnya pada Juli 2025. Oleh karena itu, seleksi penerimaan siswa dan rekrutmen tenaga pendidik dimulai pada bulan April 2025.

“Proses seleksi peserta didik dilakukan melalui beberapa tahap, dimulai dengan seleksi administratif, di mana anak-anak yang berhak mendaftar adalah mereka yang berasal dari keluarga di desil 1 dan 2 DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional),” kata Saifullah. Setelah itu, calon siswa akan menjalani serangkaian tes, termasuk tes potensi akademik, psikotes, kunjungan rumah, wawancara dengan orang tua, dan pemeriksaan kesehatan.

Seleksi untuk calon siswa ini bersamaan dengan seleksi untuk calon guru. Meskipun telah tersedia guru dari Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) prajabatan, proses seleksi tetap akan dilakukan kembali. “Untuk guru, dari 60 ribuan guru PPG, kami akan memilih sesuai dengan wilayah dan daerah mereka. Hal ini akan membuat rekrutmen guru lebih efisien, karena mereka tidak perlu jauh-jauh tinggal di luar daerah,” ujar Menteri yang akrab disapa Gus Ipul.

Seleksi Guru yang Ketat Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, M. Nuh, menjelaskan bahwa meskipun guru sudah lulus PPG, mereka tetap akan diseleksi dengan ketat untuk mengukur kompetensi dan kesiapan mereka, termasuk empati sosial. “Tidak hanya kompetensi akademik yang penting, tetapi juga empati sosial dan kemampuan untuk membangkitkan rasa percaya diri anak-anak,” tambah Nuh. Setelah lolos seleksi, para guru juga diwajibkan mengikuti pelatihan minimal selama satu bulan.

Terkait seleksi siswa, Nuh menambahkan bahwa jika kuota masih tersedia dan kriteria untuk desil 1 atau 2 sudah terpenuhi, maka seleksi akan dibuka untuk desil berikutnya. Para calon siswa akan mengikuti tes akademik, kesehatan, dan IQ untuk mendapatkan pemetaan kondisi mereka, sehingga proses pendidikan mereka di asrama dan sekolah dapat lebih terukur.

Menyediakan Keterampilan Digital Mantan Menteri Pendidikan Nasional, M. Nuh, juga menekankan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya bertujuan memberikan akses pendidikan, tetapi juga menyiapkan siswa untuk menjadi agen perubahan dalam memutus rantai kemiskinan. Para siswa diharapkan dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan dukungan beasiswa Bidik Misi. Selain itu, mereka akan dilatih dengan keterampilan digital, seperti coding, cybersecurity, dan data sains.

“Siswa SMA atau SMP nantinya akan dikenalkan dengan keterampilan digital masa kini,” tutup Nuh. (*)

Artikel Calon Siswa Sekolah Rakyat Mulai Diseleksi pertama kali tampil pada News.

Pengusaha Batam Ketar-ketir

0

Kebijakan Trump Berpotensi Picu Resesi Dunia

Kisah Heroik Pria Indonesia Selamatkan Banyak Orang saat Kebakaran Hutan di Korea Selatan

0
Sugianto, salah satu pahlawan saat kebakaran hutan di Korea Selatan yang berhasil menyelamatkan banyak warga Korsel.

batampos – Sugiyanto tengah beristirahat ketika cahaya merah menyala menerangi langit malam di kawasan Uiseong. Api dari hutan menjalar cepat menuju desa pesisir Chuksan-myeon, tempat tinggalnya, didorong angin kencang. Tanpa pikir panjang, pria 31 tahun itu langsung melompat dari tempat tidurnya.

Ia segera membangunkan Yoo Myung Shin, kepala desa nelayan setempat. Bersama-sama, mereka berlari menyusuri permukiman, dari rumah ke rumah, membangunkan warga yang masih terlelap.

”Nenek, ada kebakaran di gunung! Harus segera pergi!” teriak Sugiyanto, mengguncang pintu demi pintu.

Kebanyakan warga yang tinggal di desa itu adalah lansia. Tubuh mereka tak secepat dulu untuk bergerak apalagi menyelamatkan diri. Sugiyanto dan kepala desa lalu menggendong mereka di punggung, menuruni bukit sejauh sekitar 300 meter menuju daerah pemecah ombak—titik aman dari jilatan api.

“Saya sangat ketakutan saat melihat api sudah sampai ke toko di depan saya,” ucap Sugiyanto mengenang malam itu.

Desa Gyeongjeong 3-ri memang terletak di lereng pantai yang cukup curam. Jalur evakuasi tak mudah dilewati, apalagi oleh mereka yang telah sepuh. Tapi malam itu, berkat keberanian Sugiyanto dan kepala desa, tak ada satu pun korban jiwa.

“Kalau bukan karena dia, kami semua mungkin sudah mati,” tutur seorang nenek berusia 90 tahun. “Saya tertidur saat menonton televisi, lalu terbangun karena teriakan ‘kebakaran!’. Saat saya buka pintu, dia sudah ada di sana dan langsung menggendong saya keluar.”

Sugiyanto sendiri mengaku tak sempat menghitung berapa banyak orang yang ia bawa lari malam itu. “Saya hanya ingat membangunkan banyak nenek-nenek, lalu menggendong mereka satu per satu menuruni bukit.”

Delapan tahun sudah ia tinggal di Korea Selatan sebagai nelayan. Meskipun jauh dari keluarga—istri dan putra semata wayangnya yang baru berusia lima tahun di Indonesia—Sugiyanto telah menjadi bagian dari komunitas di desa itu.

“Saya mencintai Korea. Penduduk desa sudah seperti keluarga sendiri. Meskipun saya baru bisa pulang tiga tahun lagi, istri saya menelepon dan bilang sangat bangga kepada saya,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Sugiyanto fasih berbahasa Korea, cukup untuk bercengkerama dan menjalin keakraban dengan warga sekitar. Dan malam itu, keberaniannya menyelamatkan 60 penduduk dari 80 rumah tangga di desa membuatnya dijuluki pahlawan.

“Kami berharap pemuda luar biasa ini bisa terus tinggal dan bekerja di sini,” ujar seorang warga yang berterima kasih atas aksi heroik Sugiyanto.

Baginya, tidak ada yang lebih melegakan selain melihat seluruh warga selamat. “Saya puas. Tidak ada yang terluka,” ujarnya pelan.

Malam itu, seorang nelayan dari Indonesia telah menyelamatkan sebuah desa di negeri orang. Bukan karena tugas, melainkan karena nurani. (*)

Artikel Kisah Heroik Pria Indonesia Selamatkan Banyak Orang saat Kebakaran Hutan di Korea Selatan pertama kali tampil pada News.

Israel Makin Menggila di Gaza

0
Warga Palestina di Khan Yunis, Gaza, melaksanakan salat Idul Fitri di samping reruntuhan masjid yang dihancurkan zionis Israel, 30 Maret 2025. F.The Times of Israel

batampos – Serangan udara yang dilancarkan Israel makin menggila di Gaza, Palestina. Di saat yang sama, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengumumkan bahwa negara itu akan memperluas operasi militernya.

Dilansir dari The Guardian, Katz menyatakan pihaknya berencana merebut wilayah gaza lebih luas lagi. Wilayah itu akan ditambahkan ke zona keamanan Israel.

Dalam sebuah unggahan di media sosial, Katz juga mengatakan, perluasan serangan akan meningkatkan tekanan tidak hanya pada Hamas tetapi juga pada penduduk Gaza.

Selain itu, IDF juga telah mengerahkan divisi tambahan ke Gaza dan mengeluarkan perintah evakuasi besar-besaran kepada warga sipil di wilayah selatan Jalur Gaza.
Sementara itu, serangan yang terus dilancarkan zionis Israel ke tanah Gaza terus memakan korban jiwa. Sumber medis yang berada di Gaza mengungkapkan, sedikitnya 21 warga Palestina tewas sejak Israel kembali melanjutkan agresi pasca gencatan senjata.
Tak hanya itu, operasi keamanan Israel juga terus berlanjut di Tepi Barat yang diduduki, dengan beberapa warga Palestina dilaporkan ditangkap oleh pasukan Israel di berbagai wilayah seperti Nablus, Hebron, Tulkarm, dan Nour Shams.

Di tengah eskalasi ini, Forum Keluarga Sandera mengkritik keras pengumuman Katz tentang perluasan perang dan mempertanyakan prioritas pemerintah Israel dalam operasi tersebut.

Kelompok ini menuduh bahwa pemerintah Israel lebih fokus pada upaya merebut wilayah Gaza ketimbang upaya penyelamatan para sandera.

Hamas diyakini masih menahan 59 warga Israel, meskipun tidak semua diperkirakan masih hidup.

Forum Keluarga Sandera mendesak pemerintah Israel untuk menjelaskan bagaimana operasi ini akan mendukung pembebasan para sandera, tanpa membahayakan keselamatan mereka lebih lanjut. (*)

Artikel Israel Makin Menggila di Gaza pertama kali tampil pada News.

Presiden Korea Selatan Resmi Dimakzulkan

0
Yoon Suk Yeol

batampos – Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, secara resmi diberhentikan dari jabatannya setelah Mahkamah Konstitusi menguatkan keputusan parlemen untuk memakzulkan dirinya pada Jumat (4/4). Pemakzulan ini dipicu oleh deklarasi darurat militer yang dikeluarkan Yoon pada Desember 2024, yang dianggap sebagai pelanggaran konstitusi dan ancaman terhadap demokrasi.

Dengan keputusan ini, Korea Selatan memasuki periode transisi politik yang besar. Perdana Menteri Han Duck-soo ditunjuk sebagai presiden sementara, sementara konstitusi mengharuskan diadakannya pemilihan presiden baru dalam waktu 60 hari. “Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk memastikan pemilu berjalan dengan damai dan teratur,” kata Han, seperti yang dilaporkan oleh Reuters pada Jumat (4/4).

Dalam sidang pembacaan keputusan, Ketua Mahkamah Konstitusi Moon Hyung-bae menegaskan bahwa tindakan Yoon mengeluarkan deklarasi darurat militer adalah pelanggaran serius terhadap kewenangannya sebagai presiden. “(Yoon) telah mengkhianati kepercayaan rakyat, yang merupakan pemegang kedaulatan dalam republik demokratis,” ujar Moon.

Mahkamah juga menyatakan bahwa keputusan Yoon untuk mengerahkan militer dalam menekan parlemen tidak memiliki dasar hukum yang sah dan cacat secara prosedural. “Langkahnya menyebabkan kekacauan di berbagai aspek kehidupan berbangsa, termasuk ekonomi, kebijakan luar negeri, dan struktur sosial,” tambah Moon.

Yoon sebelumnya beralasan bahwa deklarasi darurat tersebut dikeluarkan untuk memberi peringatan atas dominasi partai oposisi di parlemen, namun Mahkamah menolak pembelaan tersebut. “Ada jalur hukum yang sah untuk menyelesaikan perbedaan politik,” kata Moon lebih lanjut.

Keputusan ini memicu reaksi yang terpolarisasi di masyarakat. Ribuan warga yang berkumpul di luar gedung pengadilan bersorak dan berteriak, “Kami menang!” saat putusan dibacakan. Sementara itu, para pendukung Yoon menunjukkan kemarahan, dan seorang pengunjuk rasa bahkan ditangkap setelah memecahkan kaca bus polisi.

Yoon kini juga menghadapi proses pidana terkait tuduhan makar, menjadi presiden pertama Korea Selatan yang pernah ditahan selama menjabat, meskipun ia kemudian dibebaskan oleh pengadilan.

Meskipun krisis politik tengah berlangsung, nilai tukar won tetap stabil dan pasar saham tidak mengalami gejolak besar, menunjukkan bahwa pelaku pasar telah memperkirakan keputusan ini.

Menanggapi perkembangan ini, Profesor Leif-Eric Easley dari Ewha University mengatakan bahwa putusan Mahkamah menghapuskan ketidakpastian besar dalam politik Korea Selatan. “Ini sangat penting karena pemerintahan berikutnya harus segera menghadapi ancaman militer dari Korea Utara, tekanan diplomatik dari Tiongkok, serta tarif dagang dari Trump,” ujarnya.

Krisis politik ini menjadi pengingat akan kerentanannya demokrasi, bahkan di negara yang tampak stabil. Korea Selatan kini berada di persimpangan sejarah, dan dunia menunggu bagaimana negara tersebut akan membangun kembali kepercayaan pada kepemimpinan dan konstitusinya. (*)

Artikel Presiden Korea Selatan Resmi Dimakzulkan pertama kali tampil pada News.

Jumlah Penumpang di Bandara RHF Alami Penurunan saat Libur Lebaran

0

batampos– Jumlah penumpang yang tiba dan terbang dari Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Kota Tanjungpinang, Kepri mengalami penurunan. Sepanjang 21-3 April 2025, tercatat ada 10.045 penumpang yang datang dan pergi dari Bandara di Pulau Bintan tersebut.

Kondisi arus balik di Bandara RHF Tanjungpinang, Jumat (4/4). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

Pergerakan penumpang di Bandara RHF terpantau mengalami penurunan sebanyak delapan persen, jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya dengan total penumpang sebanyak 10.934 orang.

“Hal ini terpantau pergerakan penumpang mengalami penurunan 8% dibandingkan periode hari yg sama pada Angleb tahun lalu dengan pergerakan 10.934 penumpang,” kata Kepala Departemen Airport Security & Service Improvement Bandara RHF, Rudy Sudrajat, Jumat (4/4).

BACA JUGA: Pengelola Bandara Dabo Singkep Keluarkan Aturan Terkait Larangan Pengambilan Foto dan Video di Area Terlarang Kawasan Bandara

Ia menerangkan, puncak arus mudik penumpang sebelum hari Raya Idulfitri 2025 terjadi pada H-4, atau 27 Mar kemarin. Dimana, terdapat pergerakan 1.034 penumpang yang datang dan berangkat melalui Bandara RHF.

Sedangkan prediksi puncak arus balik setelah lebaran diperkirakan terjadi pada 7 Maret mendatang, dengan pergerakan 650 penumpang yang datang dan pergi dari Bandara di ibu kota Provinsi Kepri tersebut.

“Terdapat satu tambahan frekuensi penerbangan atau extra flight rute Jakarta khusus pada 25 Maret, yaitu Citilink Indonesia,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwa maskapai Penerbangan yang beroperasi masih sama seperti dihari biasanya pada periode sebelum Angleb, yaitu rute jakarta yang dilayani oleh maskapai Batik Air dan beroperasi setiap hari.

“Lalu Garuda Indonesia beroperasi empat kali seminggu, sedangkan Citilink beroperasi tiga kali seminggu. Serta rute antar wilayah kepri yaitu Dabo Singkep, Tambelan dan Letung dilayani oleh maskapai Susi Air di hari Senin dan Kamis,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Jumlah Penumpang di Bandara RHF Alami Penurunan saat Libur Lebaran pertama kali tampil pada Kepri.

Arus Balik H+4 Lebaran, Bandara Hang Nadim Catat 16.393 Penumpang

0
Penumpang saat melakukan check-in di salah satu maskapai penerbangan Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Minggu (23/3) lalu. Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Bandara Hang Nadim Batam mencatat peningkatan penumpang pada hari pertama arus balik H+4 lebaran dengan jumlah 16.393 orang meski hanya meningkat 2 persen dibandingkan tahun lalu dengan penumpang 16.018 orang.

“Dari data trafik kami pada Jumat kemarin ada 16.393 orang tiba dan berangkat melalui Bandara Hang Nadim Batam disaat memasuki momen arus balik di akhir pekan ini kami perkirakan juga akan ada peningkatan dari penumpang dan penerbangan,” kata Direktur Utama PT BIB, Pikri Ilham Kurniansyah, Sabtu (5/4).

Untuk penerbangan di hari Jumat (4/4) kemarin mengalami peningkatan dengan jumlah 109 naik 17 persen dibandingkan tahun lalu.

“Kami juga telah ajukan penambahan penerbangan pada akhir pekan ini kemarin saja 9 penerbangan dan besok ada 12 penerbangan tambahan,” ujarnya.

Untuk memastikan kelancaran arus balik, pihak bandara telah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung.

“Kami selalu mempersiapkan terutama dalam hal ground handling atau penanganan bagasi, agar arus balik berjalan lancar. Sementara untuk keberangkatan, jumlah penumpang biasanya tidak terlalu banyak,” jelasnya.

PT BIB juga berkomitmen untuk menjaga kualitas pelayanan selama periode angkutan Lebaran, terutama dalam menjaga kenyamanan dan keamanan penumpang. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Arus Balik H+4 Lebaran, Bandara Hang Nadim Catat 16.393 Penumpang pertama kali tampil pada Metropolis.

Proyek Pembangunan Infrastruktur di Anambas Belum Dilaksanakan, Tunggu Evaluasi Efesiensi Anggaran

0
Kabid Bina Marga, Amiruddin. f. ihsan

batampos– Proyek pembangunan infrastruktur di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tahun 2025 sampai saat ini belum dilaksanakan meski telah memasuki Triwulan II.

Belum dilaksanakannya pembangunan infrastruktur ini dikarenakan lagi penyusunan draft efesiensi anggaran sesuai kebijakan dari Presiden Prabowo Subianto.

“Di pending dulu, lagi di pilah mana yang urgent mana yang kurang urgent. Dampak dari efesiensi anggaran,” ujar Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Anambas, Amiruddin, Jum’at, (4/4).

BACA JUGA: Pembangunan RSUD Tarempa Resmi Dimulai, Menkes Budi Dorong Pemda Siapkan Tenaga Medis yang Memadai

Adapun proyek pembangunan infrastruktur yang ditunda meliputi lanjutan Jalan Lingkar Bajau yang berada di Siantan Timur, lanjutan Jembatan Selayang Pandang (SP) I, lalu revitalisasi Jalan Muhammad Siantan.

Kemudian pembukaan badan jalan Desa Bayat menuju Desa Mubur di Siantan Utara, Revitalisasi Jalan Tanjung Baruk di Desa Sri Tanjung, Pembangunan Jembatan Desa Tebang menuju Desa Belibak dan pengerjaan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Kodim 0318/Natuna.

“Terkait dengan sejumlah proyek yang mengalami pending sementara itu, akan kita bawa duduk bersama dengan Bupati dalam waktu dejat, intinya kita menunggu kebijakan pimpinan lah untuk di tahun 2025 ini,” terang Amiruddin.

Namun dirinya berharap dalam waktu dekat Bupati bersama Inspektorat membuat kebijakan terkait dengan kegiatan di tahun 2025 ini, mengingat ada beberapa proyek yang memang mesti dilaksanakan. “Ya paling tidak ada lah kegiatan di tahun 2025 ini, seperti perbaikan jalan atau pemelihara, contohnya jalan lingkungan Desa Nyamuk, dan Jalan Tanjung Baruk Desa Sri Tanjung,” pungkas Amiruddin. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

 

Artikel Proyek Pembangunan Infrastruktur di Anambas Belum Dilaksanakan, Tunggu Evaluasi Efesiensi Anggaran pertama kali tampil pada Kepri.

First Club, Magnet Baru Dunia Malam Batam yang Elegan dan Futuristik

0
First Club.

batampos – Di tengah hiruk-pikuk malam Kota Batam yang tak pernah tidur, sebuah cahaya baru muncul dan mencuri perhatian, dari Jalan Duyung, Lubukbaja, First Club berdiri megah, menawarkan lebih dari sekadar tempat hiburan. Tempat ini hadir sebagai simbol gaya hidup malam yang elegan dan futuristik.

Malam di Batam kini tak lagi sama sejak kehadiran klub ini. Dari luar, bangunan First Club sudah memancarkan pesona glamor, seolah mengundang siapa pun yang lewat untuk mengintip dunia berbeda di dalamnya.

Dan begitu melangkah masuk, pengunjung benar-benar dibawa ke atmosfer yang menggetarkan tata cahaya dramatis, layar 3D raksasa, dan sistem suara kelas dunia menyatu dalam harmoni yang memanjakan panca indra.

“First Club membawa standar baru dalam hiburan malam, tidak hanya di Batam tapi juga secara internasional. Kami menggunakan teknologi lighting dan sound system terbaik untuk memberikan pengalaman tak terlupakan,” ujar Manajer First Club, Marianti, Sabtu (5/4).

Lebih dari sekadar ruang dansa dan musik, First Club adalah panggung yang memadukan teknologi, musik, dan desain dalam satu tarikan napas.

Dengan iringan alunan DJ internasional, cahaya yang menari di langit-langit klub terasa seperti lukisan hidup. Setiap malam, tempat ini menjelma menjadi destinasi yang bukan hanya ramai, tapi juga memukau.

Pada malam pembukaannya, First Club mematok harga reservasi sebesar Rp8 juta per meja, sebuah angka yang menyampaikan pesan tegas, ini adalah klub premium dengan layanan dan suasana eksklusif.

“Namun, harga tersebut hanya berlaku selama masa grand opening. Setelah itu, harga reguler akan kembali ke Rp1 juta per meja,” jelas Marianti.

Bagi para pengunjung yang ingin lebih dari sekadar duduk dan menikmati malam, First Club menawarkan sistem keanggotaan VIP. Dengan paket top-up mulai dari Rp10 juta hingga Rp100 juta, anggota akan dimanjakan dengan berbagai keuntungan mulai dari bonus minuman premium, pemesanan meja prioritas, dekorasi ulang tahun, hingga layanan keamanan pribadi.

Konsep eksklusif ini sengaja dihadirkan untuk menjawab kebutuhan pasar kelas atas dan wisatawan mancanegara yang menginginkan pengalaman malam yang berbeda lebih mewah, lebih privat, dan lebih berkelas.

Sebagai kota yang terus berkembang pesat menjadi simpul ekonomi dan pariwisata di kawasan Asia Tenggara, Batam kini tak hanya menjadi tempat singgah para pelancong. Kehadiran First Club menandakan Batam juga mampu bersaing dalam industri hiburan malam, tidak kalah dari kota-kota besar seperti Jakarta, Bangkok, ataupun Singapura.

First Club bukan sekadar tempat hiburan malam. Ia adalah panggung bagi gaya hidup urban modern yang ingin dirayakan dengan penuh cahaya, dentuman musik, dan segelas pengalaman yang tak terlupakan.

Bagi mereka yang haus akan sensasi baru, Batam kini punya jawabannya dan semuanya di First Club. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel First Club, Magnet Baru Dunia Malam Batam yang Elegan dan Futuristik pertama kali tampil pada Metropolis.

Play sound