Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 202

Pelajar Denmark Tinggal 3 Bulan di Anambas demi Dalami Budaya Melayu dari Dekat

0
Para pelajar asal Denmark mengenakan pakaian adat Melayu saat mengikuti program pembelajaran budaya di Kepulauan Anambas. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Puluhan pelajar asal Denmark menempuh perjalanan sejauh sekitar 10 ribu kilometer untuk mempelajari budaya Melayu secara langsung di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau.

Kedatangan mereka bukan sekadar kunjungan wisata, melainkan bagian dari program pembelajaran budaya yang berlangsung selama tiga bulan. Para pelajar tersebut tinggal bersama masyarakat di Pulau Nongkat, Kecamatan Palmatak.

Selama berada di Anambas, mereka tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga berinteraksi langsung dengan kehidupan sehari-hari warga. Rumah penduduk, dapur tradisional, hingga lingkungan sekitar menjadi sarana pembelajaran yang nyata.

Beragam aspek budaya Melayu diperkenalkan kepada para pelajar, mulai dari pakaian adat, kuliner khas, prosesi pernikahan, hingga tulisan Arab Melayu. Nilai-nilai sosial seperti gotong royong, kebersamaan, dan sopan santun juga menjadi bagian penting dari pengalaman mereka.

Salah satu pelajar, Jens Peter Jacobsen, mengaku terkesan dengan kehidupan masyarakat Melayu yang dinilai hangat dan penuh kebersamaan.

“Budaya Melayu sangat unik. Orang-orangnya saling menyapa dan banyak melakukan kegiatan bersama. Di Denmark, kehidupan cenderung lebih individual,” ujar Jens, Rabu (1/4).

Ia juga mengagumi nilai kesopanan yang dijunjung tinggi, terutama dalam interaksi sosial dan penghormatan kepada orang yang lebih tua.

Ketertarikan Jens semakin terlihat saat mengenakan pakaian adat Melayu. Ia menilai busana tersebut sederhana namun tetap terlihat elegan.

“Saya suka baju adat Melayu. Sederhana tapi terlihat mewah, apalagi dengan songket dan tanjak,” katanya.

Tak hanya itu, pengalaman kuliner juga menjadi momen yang berkesan bagi para pelajar. Jens menyebut masakan Melayu memiliki cita rasa kuat dengan rempah yang khas.

Ia mengaku menyukai berbagai hidangan seperti asam pedas, gulai kari, roti kirai, lakse, hingga mie Tarempa.

Selain kuliner, para pelajar juga diperkenalkan dengan kesenian tradisional seperti gendang Siantan dan tari makyong. Keduanya menjadi pengalaman baru yang memberikan pemahaman lebih dalam tentang kekayaan budaya Melayu.

“Nanti setelah pulang, kami ingin mempromosikan budaya Melayu di Denmark agar lebih banyak orang mengenalnya,” tambah Jens.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Anambas, Masykur, mengatakan program tersebut telah berjalan sekitar satu tahun dengan sistem kedatangan bergilir setiap tiga bulan.

“Program ini sangat membantu memperkenalkan budaya Melayu ke dunia internasional. Mereka belajar di sini, lalu menjadi duta budaya di negaranya,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran pelajar asing ini tidak hanya berdampak pada promosi budaya, tetapi juga mempererat hubungan antarnegara melalui jalur pendidikan dan kebudayaan. (*)

Artikel Pelajar Denmark Tinggal 3 Bulan di Anambas demi Dalami Budaya Melayu dari Dekat pertama kali tampil pada Kepri.

Air Baku Bisa Dialirkan Cepat, Tapi Tak Layak Konsumsi, Ini Kata Pengelola SPAM Lobam

0
Petugas kesehatan mengecek tingkat pH air dari sumber air baku baru di Kecamatan Seri Kuala Lobam, Bintan. F. Pengelola SPAM IKK Seri Kuala Lobam untuk Batam Pos.

batampos – Krisis air bersih di Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, mendorong warga mengusulkan solusi cepat berupa penyambungan langsung sumber air baku baru ke jaringan pipa SPAM IKK setempat.

Usulan ini muncul karena rencana pemerintah mengalirkan air dari sumber baru ke waduk lama dinilai memakan waktu dan biaya besar, sementara kondisi masyarakat saat ini berada dalam status tanggap darurat kekeringan.

Salah satu warga, Erdis Suhendri, mengatakan pembangunan saluran menuju waduk membutuhkan biaya sekitar Rp600 hingga Rp700 juta dengan waktu pengerjaan sekitar satu bulan.

“Kalau melihat kondisi darurat yang hanya 14 hari, tentu ini terlalu lama,” ujarnya.

Menurutnya, solusi jangka pendek yang lebih realistis adalah dengan melakukan bypass langsung dari sumber air baku baru ke jaringan pipa induk SPAM IKK Seri Kuala Lobam.

“Bisa langsung dari sumber air ke pipa induk, cukup buat tapak mesin dan panel listrik. Estimasi biayanya sekitar Rp100 juta dan bisa selesai dalam satu minggu,” jelasnya.

Ia berharap langkah tersebut dapat segera dipertimbangkan untuk mengatasi krisis air yang tengah dialami masyarakat.

Meski demikian, warga tidak menolak rencana jangka panjang pemerintah untuk mengalirkan air ke waduk lama sebagai solusi berkelanjutan.

Menanggapi hal itu, Pengelola SPAM IKK Seri Kuala Lobam, Pardomuan Lumban Raja, menyatakan pihaknya terbuka terhadap usulan warga dan telah berkoordinasi dengan instansi terkait.

Namun, ia menegaskan bahwa kualitas air dari sumber baru belum memenuhi standar untuk dikonsumsi.

“PH airnya belum layak untuk diminum. Tapi untuk mandi dan mencuci masih bisa digunakan,” katanya.

Ia menjelaskan, tingkat keasaman air dari tiga sumber baru berada di kisaran pH 5,3 hingga 5,8, sementara standar air layak konsumsi berada pada pH 6,5 hingga 7,5.

Menurutnya, risiko terbesar dari penyambungan langsung tanpa proses filtrasi adalah potensi penggunaan air untuk konsumsi oleh masyarakat.

“Kalau di-bypass langsung, kami khawatir air itu digunakan untuk minum tanpa pengolahan. Itu yang jadi risiko,” tegasnya. (*)

Artikel Air Baku Bisa Dialirkan Cepat, Tapi Tak Layak Konsumsi, Ini Kata Pengelola SPAM Lobam pertama kali tampil pada Kepri.

Trailer Film Backrooms Resmi Dirilis, Horor Liminal Space A24 Bikin Merinding

0
Cuplikan adegan dari trailer film Backrooms (2026) yang menampilkan lorong liminal space penuh teror psikologis. Sumber gambar: x.com/discussingfilm.

batampos – Trailer film Backrooms (2026) resmi dirilis dan langsung mencuri perhatian penggemar horor, khususnya pecinta konsep “liminal space” yang viral di internet.

Film ini merupakan adaptasi dari fenomena creepypasta dan serial YouTube karya Kane Parsons, yang dikenal dengan suasana lorong kosong berwarna kuning yang terasa janggal dan menekan secara psikologis.

Trailer perdana dirilis pada Selasa (31/3) melalui akun resmi A24 di platform X. Cuplikan tersebut memperlihatkan sekilas dunia Backrooms, sebuah dimensi misterius yang dipenuhi ruangan tanpa ujung menyerupai kantor kosong.

Dalam trailer, penonton mulai diperkenalkan pada karakter utama yang tanpa sengaja menemukan akses menuju dimensi tersebut, salah satunya melalui ruang bawah tanah sebuah toko furnitur.

Seiring cerita berkembang, karakter tersebut terjebak dalam labirin ruang yang terus berubah dan tampak tidak memiliki akhir. Dialog yang ditampilkan juga mengisyaratkan bahwa dunia Backrooms terbentuk dari ingatan, menciptakan realitas yang tidak stabil dan membingungkan.

Alih-alih mengandalkan jumpscare, film ini menonjolkan ketegangan psikologis khas horor modern garapan A24, dengan atmosfer sunyi yang menimbulkan rasa tidak nyaman.

Film ini dibintangi sejumlah aktor ternama seperti Chiwetel Ejiofor, Renate Reinsve, Mark Duplass, Finn Bennett, dan Lukita Maxwell.

Backrooms disutradarai langsung oleh Kane Parsons, kreator asli konsep tersebut, sekaligus menjadi debutnya dalam film panjang di bawah naungan A24.

Produksi film ini juga melibatkan Atomic Monster, rumah produksi milik James Wan, yang dikenal dengan berbagai film horor populer.

Rencananya, Backrooms akan tayang di bioskop pada 29 Mei 2026.

Trailer yang telah dirilis mendapat respons positif dari publik karena dinilai berhasil menangkap nuansa mencekam dari versi internetnya. Banyak yang memprediksi film ini akan menjadi salah satu horor paling unik tahun ini. (*)

Artikel Trailer Film Backrooms Resmi Dirilis, Horor Liminal Space A24 Bikin Merinding pertama kali tampil pada Lifestyle.

Harga BBM Tak Naik, SPBU Dabo Singkep Tutup Sementara Tunggu Pasokan

0
SPBU Dabo Singkep tutup sementara akibat kehabisan stok BBM dan menunggu pasokan dari Pertamina, Rabu (1/4). F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Harga bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Lingga dipastikan masih stabil tanpa adanya kenaikan per 1 April 2026. Namun, pasokan sempat terganggu lantaran SPBU Dabo Singkep tutup sementara akibat kehabisan stok.

Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Lingga, Ardiansyah, mengatakan kondisi harga BBM tetap normal karena tidak ada perubahan harga resmi dari Pertamina.

“Berdasarkan pengumuman Pertamina per 1 April, tidak ada kenaikan harga BBM di SPBU,” ujar Ardiansyah, Rabu (1/4).

Meski harga stabil, distribusi BBM mengalami kendala. SPBU Dabo Singkep diketahui sudah hampir sepekan tidak beroperasi karena stok habis dan pasokan masih dalam antrean pengiriman.

Menurut Ardiansyah, tongkang pengangkut BBM milik SPBU tersebut masih mengantre di pangkalan Pertamina Tanjunguban.

“Informasi dari pihak SPBU, kemungkinan tanggal 4 April baru bisa kembali beroperasi setelah pasokan tiba,” jelasnya.

Ia menegaskan, hingga saat ini harga eceran BBM di masyarakat juga masih dalam batas normal. Pemerintah daerah pun mengingatkan agar tidak ada praktik penimbunan maupun penjualan di atas harga yang telah ditetapkan.

“Kalau ditemukan ada oknum yang menimbun atau menjual di atas harga normal, akan kami tindak tegas,” tegasnya.

Ardiansyah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bersabar selama menunggu pasokan kembali normal. Untuk sementara, warga masih dapat membeli BBM di kios pengecer atau Pertamini yang tersedia.

“Untuk sementara bisa mengisi di kios atau Pertamini sambil menunggu SPBU kembali buka,” pungkasnya. (*)

Artikel Harga BBM Tak Naik, SPBU Dabo Singkep Tutup Sementara Tunggu Pasokan pertama kali tampil pada Kepri.

Puluhan Korban Tertipu Showroom Mobil di Batam, Kerugian Miliaran Rupiah

0
Korban dugaan penipuan oleh Showroom Mobil mendatangi Polresta untuk menanyakan perkembangan kasus yang dialami mereka, Rabu (1/4). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Dugaan kasus penipuan dan penggelapan berkedok bisnis showroom mobil di Batam menguak. Puluhan warga Batam jadi korban dan jumlah korban disebut mencapai lebih dari 30 orang, dengan sedikitnya 27 korban mengalami kerugian besar hingga ratusan juta rupiah per orang.

Kasus ini pertama kali mencuat dari laporan seorang warga Bengkong, Hidayatul Chadmi, ke Satreskrim Polresta Barelang pada 1 Maret 2026. Ia mengaku tidak menerima uang hasil penjualan mobil Mitsubishi Xpander Sport miliknya senilai sekitar Rp205 juta.

Dalam kronologisnya, mobil tersebut dititipkan kepada terduga pelaku, Nora Oktavia, yang diketahui mengelola showroom mobil di kawasan Botania, Batam Centre. Keduanya sepakat bahwa pembayaran akan dilakukan paling lambat 23 atau 24 Februari 2026.

Namun hingga waktu yang dijanjikan, uang tersebut tidak kunjung diterima. Upaya komunikasi yang dilakukan korban juga tidak membuahkan hasil, bahkan nomor telepon pelaku sudah tidak aktif.

Pada 26 Februari 2026 malam, korban sempat mendatangi kediaman pelaku. Namun, pelaku tidak ditemukan dan disebut sudah tidak pulang sejak 24 Februari 2026. Sejak saat itu, keberadaan pelaku tidak diketahui.

Seiring berjalannya waktu, korban lain mulai bermunculan dengan pola kasus serupa. Mereka bahkan mendatangi Polresta Barelang pada Rabu (1/4) untuk menanyakan perkembangan laporan sekaligus membuat pengaduan baru.

Salah satu korban, Yulia, mengaku mengalami kerugian dalam transaksi tukar tambah mobil. Ia telah menyerahkan kendaraan beserta dokumen lengkap, namun BPKB mobil pengganti yang dijanjikan tidak pernah diterima.
“Saya tukar tambah mobil, STNK dan BPKB sudah saya serahkan. Katanya besok BPKB mobil baru diberikan, tapi sampai sekarang tidak ada,” ungkap Yulia.

Korban lainnya, Dwi Sunarti, mengaku membeli mobil Mitsubishi Xpander Sport melalui showroom di kawasan SP Plaza Batu Aji. Ia sempat menerima BPKB atas nama pemilik pertama, namun saat dititipkan untuk proses balik nama, dokumen tersebut tidak pernah dikembalikan.
“Saya sudah beli mobil dan sempat pegang BPKB. Tapi setelah saya titipkan untuk balik nama, sampai sekarang tidak ada. Dihubungi tidak bisa, orangnya juga tidak bisa dicari,” ujar Dwi.

Sementara itu, Nanang Andika mengaku BPKB mobil miliknya dipinjam oleh pelaku dengan iming-iming keuntungan. Namun hingga kini, dokumen tersebut hilang tanpa kejelasan.
“Dia pinjam BPKB saya, janjinya ada fee dan cuma tiga bulan. Tapi sampai sekarang tidak tahu di mana, hilang begitu saja,” kata Nanang.

Dari keterangan para korban, modus yang digunakan pelaku cukup beragam. Mulai dari titip jual mobil tanpa penyetoran hasil penjualan, penjualan mobil tanpa penyerahan BPKB, hingga penggadaian dokumen kendaraan ke pihak leasing.

Selain itu, terdapat pula dugaan praktik kerja sama investasi, bisnis rental mobil hingga peminjaman BPKB dengan iming-iming keuntungan yang berujung kerugian. Bahkan, ada pula kasus hutang piutang yang turut menyeret nama pelaku.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, melalui petugas piket Reskrim menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami seluruh laporan yang masuk. “Kami masih melakukan penyelidikan, mengumpulkan keterangan korban dan alat bukti. Kami juga mengimbau korban lain untuk segera melapor,” ujarnya.

Polisi saat ini juga tengah menelusuri keberadaan terduga pelaku serta kemungkinan adanya jaringan atau pihak lain yang terlibat. Para korban berharap kasus ini segera terungkap dan hak mereka dapat dikembalikan.(*)

Artikel Puluhan Korban Tertipu Showroom Mobil di Batam, Kerugian Miliaran Rupiah pertama kali tampil pada Metropolis.

Warga Sei Jang Terdampak Kekeringan Andalkan Bantuan Air Bersih Gratis

0
Petugas Kelurahan Sei Jang menyalurkan bantuan air bersih ke rumah warga terdampak kekeringan di Tanjungpinang, Rabu (1/4). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Warga Kelurahan Sei Jang, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mulai menerima bantuan distribusi air bersih gratis setelah terdampak kemarau berkepanjangan sejak Februari 2026.

Salah satu warga, Suryana (42), mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi sumur yang mengering.

“Kalau air minum kami beli, tapi untuk mandi kadang minta ke masjid,” ujar Suryana, Rabu (1/4).

Ia menyebut selama musim kemarau, bantuan air bersih dari pemerintah baru diterima dua kali. Jumlah tersebut dinilai masih terbatas karena hanya mampu mencukupi kebutuhan selama dua hingga tiga hari.

Suryana berharap distribusi air bersih dapat dilakukan secara rutin hingga musim kemarau berakhir, mengingat sebagian besar sumur warga masih belum kembali normal.

“Mudah-mudahan bisa dapat lagi meski harus menunggu dua sampai tiga hari. Kami juga berharap segera turun hujan,” tambahnya.

Sementara itu, staf Kelurahan Sei Jang, Nurfaizin, mengatakan penyaluran air bersih merupakan inisiatif pihak kelurahan setelah menerima laporan warga di sejumlah titik yang mengalami kekeringan.

Dalam sekali distribusi, kelurahan menyalurkan sekitar 1.000 liter air bersih menggunakan mobil tangki.

“Masyarakat cukup menyiapkan drum di rumah atau dekat mobil tangki, nanti kami yang menyalurkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam beberapa hari terakhir, penyaluran air bersih telah menjangkau banyak kepala keluarga. Sedikitnya lima drum dengan kapasitas masing-masing 1.000 liter telah didistribusikan kepada warga.

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan, sekaligus menjadi solusi sementara hingga kondisi cuaca kembali normal. (*)

Artikel Warga Sei Jang Terdampak Kekeringan Andalkan Bantuan Air Bersih Gratis pertama kali tampil pada Kepri.

Darksiders Comeback di PS5 dan Xbox Series, Versi Remaster Lebih Mulus dan Tajam

0
Tampilan gim Darksiders: Warmastered Edition versi terbaru yang akan hadir di PS5 dan Xbox Series X/S dengan peningkatan grafis hingga 4K. Sumber Gambar: x.com/GameGPU_com.

batampos – Gim aksi petualangan legendaris, Darksiders dipastikan kembali hadir di konsol generasi terbaru melalui versi remaster yang telah ditingkatkan.

Publisher THQ Nordic mengumumkan bahwa Darksiders: Warmastered Edition akan dirilis ulang untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X/S pada 19 Mei 2026, baik dalam format digital maupun fisik.

Kehadiran ini menjadi bagian dari tren industri gim yang menghadirkan kembali judul-judul klasik ke platform modern dengan peningkatan performa dan kualitas visual.

Versi terbaru ini akan menjadi debut pertama Darksiders: Warmastered Edition secara native di konsol generasi terbaru. Sebelumnya, gim ini hanya tersedia di PlayStation 4 dan Xbox One melalui versi remaster yang dirilis pada 2016.

Dalam edisi terbaru, pengembang menghadirkan sejumlah peningkatan signifikan, mulai dari resolusi hingga 4K native, performa 60 frame per detik (FPS) yang lebih stabil, hingga penyempurnaan visual secara keseluruhan.

Seluruh konten dari versi sebelumnya juga akan tetap disertakan, menjadikannya edisi definitif bagi pemain baru maupun penggemar lama.

Perlu diketahui, rilisan ini bukan remake atau sekuel baru, melainkan peningkatan dari gim original yang pertama kali dirilis pada 2010 serta versi remaster Warmastered Edition pada 2016.

Dalam permainan, pemain akan mengikuti kisah War, salah satu dari Four Horsemen of the Apocalypse, yang berusaha membuktikan dirinya tidak bersalah atas kehancuran dunia.

Dengan peningkatan performa di konsol terbaru, rilisan ini membuka peluang bagi generasi pemain baru untuk merasakan pengalaman bermain gim klasik dengan kualitas yang lebih modern.

Kembalinya Darksiders ke PS5 dan Xbox Series X/S sekaligus menandai kebangkitan salah satu gim action-adventure yang pernah populer di masanya. (*)

Artikel Darksiders Comeback di PS5 dan Xbox Series, Versi Remaster Lebih Mulus dan Tajam pertama kali tampil pada Lifestyle.

Epson Buka Solution Center di Surabaya, Sasar Kebutuhan Bisnis Jawa Timur

0
Epson Buka Solution Center di Surabaya, Sasar Kebutuhan Bisnis Jawa Timur

batampos — Epson Indonesia meresmikan Epson Solution Center di Surabaya sebagai upaya memperluas akses solusi teknologi bagi pelanggan di wilayah Jawa Timur.

Pusat solusi yang berlokasi di Jalan Raya Gubeng No. 62 ini dirancang sebagai ruang terpadu untuk memperkenalkan berbagai inovasi, mulai dari teknologi printing, visual display, hingga solusi industri.

Managing Director Epson Indonesia, Ng Ngee Khiang, mengatakan kehadiran fasilitas tersebut menjadi langkah strategis untuk mendekatkan teknologi kepada pelanggan, khususnya pelaku bisnis di Jawa Timur.

Baca Juga: Indonesia Resmi Pinjamkan Komodo ke Jepang untuk Program Konservasi Global

“Solution Center ini bukan hanya tempat melihat produk, tetapi juga ruang bagi pelanggan untuk memahami bagaimana teknologi dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas,” ujarnya dalam peresmian, Selasa (31/3).

Melalui fasilitas ini, pelanggan dapat mencoba langsung berbagai solusi yang ditawarkan, sekaligus berkonsultasi dengan tim ahli sebelum menentukan kebutuhan bisnisnya.

Epson juga menargetkan pusat ini menjadi sarana edukasi dan interaksi bagi pelaku industri maupun institusi pendidikan dalam memanfaatkan teknologi secara optimal.

Baca Juga: Pemerintah Batasi Pembelian BBM Bersubsidi Mulai Hari Ini

Selain menghadirkan pengalaman langsung, perusahaan menilai pendekatan ini penting untuk mendorong praktik bisnis yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Grand opening turut diisi dengan demonstrasi produk, diskusi interaktif, serta sesi jejaring dengan mitra bisnis dan pelaku industri di Jawa Timur.

Langkah ini sekaligus mempertegas ekspansi layanan Epson di Indonesia, seiring meningkatnya kebutuhan solusi teknologi di berbagai sektor usaha. (*)

Artikel Epson Buka Solution Center di Surabaya, Sasar Kebutuhan Bisnis Jawa Timur pertama kali tampil pada News.

Sidang Sering Kali Molor di Pengadilan Negeri Batam, Publik Pertanyakan Komitmen Peradilan

0
ruang sidang sepi kosong karena jadwal persidangan yang molor. f Azis Maulana/ Batam Pos

batampos – Praktik persidangan yang molor di Pengadilan Negeri Batam seolah menjadi hal yang biasa. Dalam beberapa bulan terakhir, keterlambatan sidang perkara pidana disebut terjadi hampir setiap hari, memicu keluhan dari berbagai pihak, mulai dari jaksa, pengacara, saksi, hingga keluarga terdakwa.

Sidang yang dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB kerap baru berlangsung pada sore hingga malam. Pola keterlambatan ini dinilai mengganggu efektivitas proses hukum dan menimbulkan ketidakpastian bagi para pencari keadilan.

Keluhan datang dari kalangan advokat. Seorang pengacara yang enggan disebutkan namanya menilai pelayanan administrasi di pengadilan relatif tertib, namun pelaksanaan sidang justru menunjukkan persoalan mendasar.

“Di PTSP sudah tertib. Tapi pelaksanaan sidang sering molor tanpa penjelasan. Ini bukan sekali dua kali, tapi hampir setiap hari,” ujarnya, Rabu, (1/4).

Ia menilai kondisi tersebut mencederai prinsip peradilan cepat, sederhana, dan biaya ringan yang selama ini digaungkan Mahkamah Agung. Menurut dia, ketidakdisiplinan terhadap jadwal sidang berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap upaya reformasi peradilan.

“Kalau jadwal sidang saja tidak bisa ditepati, bagaimana masyarakat bisa percaya pada komitmen reformasi peradilan?” katanya.

Masalah lain yang mengemuka adalah penumpukan terdakwa di ruang tahanan sementara. Dengan jumlah tahanan yang mencapai ratusan, kapasitas sel yang terbatas membuat para terdakwa harus menunggu berjam-jam dalam kondisi berdesakan sebelum dipanggil ke ruang sidang.

Dalam sejumlah kasus, mereka bahkan harus kembali ke rumah tahanan tanpa sempat menjalani sidang karena waktu yang tidak mencukupi.

Situasi ini juga berdampak pada keluarga terdakwa. Sejumlah pengunjung yang menunggu di luar ruang sidang mengaku kerap pulang tanpa kepastian karena sidang tak kunjung dimulai hingga sore hari.

Sejauh ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak pengadilan terkait penyebab keterlambatan yang berlangsung berulang tersebut

Namun, desakan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen persidangan kian menguat, seiring meningkatnya sorotan publik terhadap kinerja lembaga peradilan di daerah.(*)

Artikel Sidang Sering Kali Molor di Pengadilan Negeri Batam, Publik Pertanyakan Komitmen Peradilan pertama kali tampil pada Metropolis.

ASN Pemprov Kepri dan Tanjungpinang WFH Tiap Jumat, Kepala Dinas Wajib Ngantor

0
Kepala OPD Pemprov Kepri tetap bekerja di kantor meski kebijakan WFH diberlakukan bagi sebagian ASN setiap hari Jumat. F. Diskominfo Kepri untuk Batam Pos.

batampos – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang akan mulai menerapkan sistem work from home (WFH) setiap hari Jumat dalam waktu dekat.

Namun, kebijakan tersebut tidak berlaku untuk seluruh ASN. Sejumlah pejabat dan pegawai yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik tetap diwajibkan bekerja dari kantor.

Penjabat Sekretaris Daerah Kepri, Luki Zaiman, mengatakan kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 800.1.5/3349/SJ tentang Transformasi Budaya Kerja ASN di Lingkungan Pemerintah Daerah.

“Tidak semua pegawai boleh WFH. Seperti petugas kesehatan, damkar, hingga pelayanan publik lainnya. Kepala dinas juga tidak diperbolehkan,” ujar Luki, Rabu (1/4).

Ia menegaskan pejabat eselon II, III, hingga pejabat madya tetap wajib berkantor meski kebijakan WFH diterapkan. Saat ini, Pemprov Kepri tengah menyusun surat edaran turunan sebagai pedoman pelaksanaan di daerah.

“SE-nya sedang disiapkan dan akan segera diterbitkan untuk diterapkan di lingkungan Pemprov Kepri,” tambahnya.

Luki memastikan, penerapan WFH tidak akan mengganggu pelayanan kepada masyarakat karena sektor-sektor vital tetap beroperasi seperti biasa.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Tanjungpinang, Zulhidayat, menyatakan pihaknya akan mengikuti arahan pemerintah pusat terkait kebijakan tersebut.

Menurutnya, ASN yang tidak diperbolehkan WFH meliputi pejabat eselon II serta petugas layanan publik seperti pemadam kebakaran, Satpol PP, dan tenaga kesehatan.

“Untuk pelayanan seperti kesehatan tidak mendapat WFH. Termasuk kami Sekda dan kepala dinas tetap masuk kantor,” ujarnya.

Dengan kebijakan ini, pemerintah daerah berharap dapat meningkatkan efisiensi kerja sekaligus tetap menjaga kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. (*)

Artikel ASN Pemprov Kepri dan Tanjungpinang WFH Tiap Jumat, Kepala Dinas Wajib Ngantor pertama kali tampil pada Kepri.