Selasa, 5 Mei 2026
Beranda blog Halaman 203

Posko Disnaker Dibanjiri Aduan THR, Puluhan Pekerja Mulai Bersuara

0
Posko pengaduan THR di kawasan industri Batamindo, Mukakuning. F. Dok. Batam Pos

batampos — Posko pengaduan ketenagakerjaan yang dibuka Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam mulai dipadati laporan pekerja. Selama periode 6 hingga 17 Maret, tercatat 30 pengaduan masuk, mulai dari konsultasi hingga dugaan pelanggaran hak normatif.

Kepala Disnaker Batam, Yudi Suprapto, mengatakan tidak seluruh laporan berkaitan langsung dengan sengketa hubungan industrial maupun Tunjangan Hari Raya (THR).

“Banyak pekerja datang untuk berkonsultasi terkait hak-haknya,” ujar Yudi, Sabtu (28/3).

Baca Juga: Pemerasan Turis di Pelabuhan Batam Center, Ombudsman Kepri: Imigrasi Batam Mengakui

Ia menjelaskan, tingginya jumlah aduan mencerminkan kebutuhan pekerja terhadap akses informasi serta saluran pengaduan yang mudah dijangkau.

Di sisi lain, minimnya pemahaman terhadap hak normatif, termasuk THR, masih menjadi persoalan yang kerap ditemui di lapangan.

Meski demikian, untuk aduan yang secara spesifik berkaitan dengan THR, Disnaker Batam memastikan seluruh laporan ditindaklanjuti sesuai prosedur.

“Seluruh aduan terkait THR kami data dan teruskan ke Pengawas Disnaker Provinsi Kepulauan Riau,” jelasnya.

Yudi menambahkan, pelimpahan tersebut dilakukan karena kewenangan pengawasan ketenagakerjaan berada di tingkat provinsi.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Bayangi Kinerja Ekonomi Batam

Tim pengawas memiliki otoritas untuk melakukan pemeriksaan langsung ke perusahaan, termasuk menjatuhkan sanksi administratif jika ditemukan pelanggaran.

“Pengawas provinsi yang memiliki kewenangan untuk turun dan menindak,” tegasnya. (*)

Artikel Posko Disnaker Dibanjiri Aduan THR, Puluhan Pekerja Mulai Bersuara pertama kali tampil pada Metropolis.

Pemerasan Turis di Pelabuhan Batam Center, Ombudsman Kepri: Imigrasi Batam Mengakui

0
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri, Lagat Siadari. Foto: Ombudsman Kepri untuk Batam Pos

batampos — Dugaan pungutan liar (pungli) oleh oknum petugas Imigrasi terhadap warga negara Singapura di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center menuai sorotan serius.

Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau menilai kasus ini menjadi indikator lemahnya pengawasan dalam layanan publik, khususnya di sektor keimigrasian.

Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Lagat Siadari, mengatakan, pengawasan yang tidak optimal membuka celah terjadinya penyimpangan oleh aparatur negara.

Baca Juga: Pungli di Pelabuhan Internasional Batam, DPRD: Ini Pelanggaran, Jangan Biarkan Citra Wisata Tercoreng ‎

“Tanpa pengawasan yang memadai, potensi penyimpangan akan selalu ada. Karena itu, penguatan kontrol menjadi kunci,” ujarnya, Sabtu (28/3).

Menurut Lagat, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Batam. Dari hasil komunikasi tersebut, Imigrasi mengakui adanya peristiwa yang kini tengah diperiksa secara internal oleh inspektorat Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Hasil pemeriksaan akan disampaikan ke publik sebagai bentuk transparansi,” katanya.

Ia menambahkan, kasus ini juga telah menjadi perhatian pemerintah pusat guna memastikan praktik serupa tidak terulang, baik di Batam maupun di pintu masuk internasional lainnya.

Ombudsman menilai penindakan tidak cukup hanya berhenti pada sanksi. Perlu ada pembenahan menyeluruh, mulai dari penguatan etika pelayanan, peningkatan kapasitas aparatur, hingga sistem pengawasan yang lebih ketat.

“Penegakan disiplin harus tegas agar menimbulkan efek jera,” tegas Lagat.

Baca Juga: Pelanggaran Serius, Rusak Citra Batam

Selain itu, masyarakat juga diminta aktif melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran dalam layanan publik.

“Partisipasi masyarakat penting agar perbaikan berjalan optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Batam, Hajar Aswad, sebelumnya menegaskan pihaknya tidak mentolerir praktik pungli dalam bentuk apa pun.

Ia memastikan komitmen institusinya untuk menjaga layanan yang profesional, transparan, dan akuntabel bagi seluruh pengguna jasa. (*)

Artikel Pemerasan Turis di Pelabuhan Batam Center, Ombudsman Kepri: Imigrasi Batam Mengakui pertama kali tampil pada Metropolis.

Iran Siap Izinkan Dua Kapal Tanker Pertamina Keluar dari Selat Hormuz

0
Ilustrasi kapal tanker Pertamina. F. Dok. Pertamina

batampos — Pemerintah Iran memberi sinyal positif terhadap dua kapal tanker milik Pertamina yang masih tertahan di kawasan Selat Hormuz.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI bersama KBRI Teheran terus berkoordinasi agar kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) tersebut dapat segera melanjutkan pelayaran.

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mawengkang, mengatakan pemerintah Iran telah menyampaikan pertimbangan positif terkait keamanan perlintasan kapal Pertamina.

Baca Juga: Turis Dirudapaksa Petugas Keamanan Tempat Hiburan Malam

“Kedubes Iran telah menyampaikan pertimbangan positif pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz,” ujarnya, Minggu (28/3).

Meski demikian, proses teknis masih terus dibahas. Pemerintah Iran disebut memerlukan sejumlah informasi detail terkait kapal sebelum memberikan izin final.

“Kami sudah meneruskan data teknis yang diminta kepada pihak Iran,” jelasnya.

Selain itu, kesiapan internal Pertamina juga menjadi faktor penentu. Aspek perlindungan asuransi serta kesiapan kru kapal harus dipastikan sebelum pelayaran dilanjutkan.

“Diperlukan kesiapan teknis, termasuk asuransi dan kru, sebelum ditindaklanjuti,” tegas Yvonne.

Situasi ini tak lepas dari meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, menyusul konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Baca Juga: Bus Jemaah Umrah Indonesia Terbakar dalam Perjalanan dari Mekkah ke Madinah

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi dunia. Gangguan di kawasan ini berpotensi memengaruhi distribusi minyak global, termasuk pasokan energi ke Indonesia.

Kemlu memastikan koordinasi lintas pihak terus dilakukan guna menjamin keselamatan kapal dan awak, sekaligus menjaga kelancaran distribusi energi nasional.

“Koordinasi terus kami lakukan agar semua berjalan sesuai rencana,” pungkasnya. (*)

Artikel Iran Siap Izinkan Dua Kapal Tanker Pertamina Keluar dari Selat Hormuz pertama kali tampil pada News.

RS Keluarga Husada Layani Peserta BPJS

0
Gedung RSKH di Jalan Tengku Sulung Odessa, Blok C1 No. 12-16, Batam Kota, Sabtu (28/3/2026). F. Istimewa

batampos – Salah satu Rumah sakit (RS) swasta dan menjadi rujukan di Batam, RS Keluarga Husada (RSKH) kembali membuka pelayanan kesehatan untuk peserta (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, mulai Minggu (1/3/2026).

‘’Masyarakat Batam, khususnya yang berada di kawasan Batam Kota, kini sudah bisa datang untuk mendapatkan berbagai pelayanan kesehatan di RSKH,’’ ujar Direktur RSKH, dr. Indra Nur Hidayat, Sp.An, di Jalan Tengku Sulung Odessa, Blok C1 No. 12-16, Batam Kota, Sabtu (28/3/2026).

Ditambahkan dr. Indra, pelayanan yang mereka berikan meliputi: UGD 24 Jam, ⁠Poliklinik meliputi Anak, Kandungan, Bedah, Penyakit Dalam, Orthopaedi, Gigi, Umum, dan lainnya.

Selain itu lanjut dr. Indra mereka juga melayani pelayanan ⁠Rawat Inap (VIP, Kelas I, II, III), ⁠Intensive Care (ICU, NICU), ⁠Perina, ⁠Kamar Operasi (OK), ⁠Kamar Bersalin (VK), ⁠Instalasi Farmasi, ⁠Radiologi, ⁠Ambulance, ⁠Medical Check Up (MCU) dan lainnya.

Petugas medis di RSKH stand by 24 jam. Dan tentu saja bagi Keluarga Husada, pelayanan tepat, cepat, bersahabat, ramah adalah hal yang utama.

‘’Kita ingin agar setiap pasien yang keluar dari RSKH akan tersenyum. Karena senyum dan kesehatan adalah tujuan kami hadir dalam pelayanan kesehatan ini,’’ tegas dr. Indra.

RSKH diperkuat oleh dokter spesialis penyakit dalam dr. Widodo A Prasetyo Sp.PD; dokter spesialis anak dr. Nisa Trini Asnil Sp.A; dokter spesialis obstetri & ginekologi dr. Rismawati Sp.OG dan dr. Eric Gradiyanto Ongko, Sp.OG; dokter spesialis bedah dr. Herman Yanto, Sp.B; dokter spesialis orthopaedi & traumatologi dr. M Riyad Filza, Sp.OT; dokter spesialis anastesi dr. Fandy Faidhul Attamimi, Sp.An-TI; dokter spesialis radiologi dr. Pingkan Fredita Kristina S, Sp.Rad; dokter spesialis patalogi klinik dr. Tetty Dame Nataliana HP, Sp.PK; dokter gigi drg. Chandra Rizal, M.Si dan drg. Jonathan V.B. Sihaan; dokter medical check up & umum dr. Fulristami Zaenab.

Untuk informasi, RS Keluarga Husada diresmikan Wali Kota Batam, H Muhammad Rudi SE MM Jumat (23/2/2018) lalu. Perlahan namun pasti, Kinerja dan pelayanan RS Keluarga Husada makin dikenal masyarakat luas, khususnya di Batam Kota. Terlebih lagi bagi kalangan karyawan/ pekerja yang tergabung dalam BPJS Kesehatan. Dengan prinsip kerja cepat dan tepat, membuat masyarakat makin percaya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Keluarga Husada. (*/adv)

Artikel RS Keluarga Husada Layani Peserta BPJS pertama kali tampil pada Lifestyle.

Cuaca Panas Picu Karhutla di Lingga, 2 Hektare Lahan Terbakar

0
Petugas gabungan Damkar unit Daik, Lingga, bersama personel Polsek Daik dan BPBD saat memadamkan api, Sabtu (28/3). F. Vatawari/Batam Pos

batampos — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Kabupaten Lingga. Sekitar dua hektare hutan di Desa Panggak Darat, Kecamatan Lingga, hangus terbakar, Sabtu (28/3) pagi.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Informasi awal disampaikan warga kepada petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Unit Daik Lingga.

Mendapat laporan tersebut, tim Damkar bersama personel Polsek Daik Lingga dan BPBD Lingga langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Baca Juga: Air Waduk Susut 70 Persen, PDAM Tirta Lingga Pastikan Pasokan Air Bersih Masih Normal

Danton Damkar Daik Lingga, Zainuddin, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut api berhasil dipadamkan setelah upaya pemadaman intensif di lokasi.

“Iya benar, laporan kami terima sekitar pukul 09.30 WIB. Tim langsung turun ke lokasi,” ujarnya.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, kondisi cuaca panas dan kering diduga menjadi faktor pemicu.

“Kondisi cuaca saat ini memang rawan. Vegetasi kering mudah terbakar,” jelasnya.

Meski api telah berhasil dipadamkan, petugas masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.

“Api sudah padam, tapi kami tetap berjaga untuk mencegah kebakaran susulan,” tambahnya.

Petugas juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas, terutama yang berpotensi menimbulkan api, guna mencegah karhutla kembali terjadi. (*)

Artikel Cuaca Panas Picu Karhutla di Lingga, 2 Hektare Lahan Terbakar pertama kali tampil pada Kepri.

Sampah Menumpuk Dibakar Picu Keributan di Lubukbaja, Polisi Turun Tangan

0
Sampah yang menumpuk dan tak terangkut akhirnya dibakar warga. F. M. Sya’ban/Batam Pos

batampos — Persoalan sampah kembali memicu konflik warga di Batam. Tumpukan sampah yang dibakar sembarangan memicu keributan di Jalan Kangkung Blok 3, Kelurahan Lubukbaja Kota, Jumat (27/3) pagi.

Asap tebal dari pembakaran sampah membuat warga sekitar protes. Mereka menilai aktivitas tersebut mengganggu kenyamanan dan membahayakan kesehatan lingkungan.

Ketegangan antarwarga pun tak terhindarkan. Laporan akhirnya disampaikan melalui layanan darurat 110 oleh seorang warga, Irvan.

Baca Juga: Pelanggaran Serius, Rusak Citra Batam

Merespons laporan itu, personel Polsek Lubuk Baja langsung turun ke lokasi. Tim gabungan dari patroli, Reskrim, dan Intel diterjunkan untuk mengamankan situasi.

Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pendataan dan meminta keterangan dari kedua belah pihak. Polisi juga berupaya meredam emosi warga yang sempat memanas.

Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Deni Langie, menegaskan persoalan sampah tidak boleh dianggap sepele karena berpotensi memicu konflik sosial.

“Setiap laporan kami tindak lanjuti. Tapi yang terpenting adalah kesadaran warga untuk tidak membakar sampah sembarangan,” ujarnya.

Baca Juga: Pantau Pasar di Batam, Satgas Pangan Pastikan Stok dan Harga Sembako Aman Pasca Lebaran

Melalui pendekatan persuasif, polisi akhirnya berhasil memediasi kedua pihak. Perselisihan diselesaikan secara kekeluargaan setelah masing-masing sepakat saling memaafkan.

Polisi juga mengingatkan bahwa pengelolaan sampah yang buruk tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga berisiko memicu kebakaran dan konflik sosial.

Warga diimbau lebih peduli menjaga lingkungan agar tetap aman, sehat, dan kondusif. (*)

Artikel Sampah Menumpuk Dibakar Picu Keributan di Lubukbaja, Polisi Turun Tangan pertama kali tampil pada Metropolis.

Minta Hujan di Tengah Kemarau, Warga Batuaji Gelar Salat Istisqa

0
Warga bersama aparat TNI-Polri mengikuti Salat Istisqa di Masjid Al Amin, Batuaji, Batam, sebagai ikhtiar memohon hujan di tengah musim kemarau. F. Dok. Polsek Batuaji untuk Batam Pos

batampos — Kemarau panjang mulai dirasakan di Batam. Sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan, Polsek Batuaji bersama warga menggelar Salat Istisqa di Masjid Al Amin, Perumahan Bambu Kuning, Jumat (27/3).

Tak sekadar ibadah, kegiatan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga lingkungan di tengah meningkatnya risiko kebakaran akibat cuaca panas dan kering.

Salat Istisqa diikuti unsur Forkompimcam, TNI-Polri, tokoh agama, serta masyarakat setempat. Jemaah memadati masjid dan mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk, berharap hujan segera turun.

Baca Juga: Tiga Waduk Mulai Surut, BP Batam Siapkan Strategi Hadapi Ancaman El Nino

Kapolsek Batuaji, AKP Bayu Rizki Subagyo, mengatakan, kondisi cuaca ekstrem saat ini perlu diwaspadai bersama. Risiko kebakaran, baik lahan maupun permukiman, meningkat seiring minimnya curah hujan.

“Kami mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta memastikan instalasi listrik aman,” ujarnya.

Ia menegaskan, upaya pencegahan menjadi kunci agar tidak terjadi kebakaran yang dapat merugikan masyarakat.

Selain itu, masyarakat juga diajak lebih peduli terhadap lingkungan, termasuk menjaga sumber air dan menghemat penggunaan air bersih.

Baca Juga: Pantau Pasar di Batam, Satgas Pangan Pastikan Stok dan Harga Sembako Aman Pasca Lebaran

“Kita berharap melalui ikhtiar bersama ini, hujan segera turun dan Batam terhindar dari bencana kekeringan maupun kebakaran,” tambahnya.

Kegiatan ini mencerminkan sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana akibat perubahan cuaca. (*)

Artikel Minta Hujan di Tengah Kemarau, Warga Batuaji Gelar Salat Istisqa pertama kali tampil pada Metropolis.

Komplotan Pencuri Komponen Lampu Lalu Lintas Beraksi Lagi, Simpang Kara Lumpuh

0
Boks kontrol lampu lalu lintas Simpang Kara dibobol maling. F. Dok. Dishub untuk Batam Pos

batampos — Aksi pencurian fasilitas lampu lalu lintas di Batam kembali terulang. Kali ini, boks kontrol di Simpang Kara dibobol pelaku, Jumat malam, membuat sistem pengatur lalu lintas di lokasi tersebut terganggu.

Kasus ini memperpanjang daftar perusakan infrastruktur jalan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di sejumlah titik strategis Kota Batam.

Dari informasi yang dihimpun, pelaku diduga membongkar paksa boks kontrol dengan cara dicungkil. Sejumlah komponen penting di dalamnya, termasuk kabel dan perangkat pengendali, dilaporkan hilang.

Baca Juga: Pantau Pasar di Batam, Satgas Pangan Pastikan Stok dan Harga Sembako Aman Pasca Lebaran

Akibatnya, lampu lalu lintas di simpang tersebut tidak berfungsi normal dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Batam, Faisal Novrieco, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut pola aksi pelaku masih sama seperti kasus sebelumnya.

“Boks dibongkar, lalu komponen penting diambil. Ini sangat merugikan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.

Menurut Faisal, pelaku diduga bukan orang sembarangan karena memahami sistem kerja lampu lalu lintas dan mengetahui bagian yang memiliki nilai jual tinggi.

“Yang diambil itu kabel tembaga dan modul controller. Memang punya nilai ekonomis,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam satu malam, pencurian serupa juga terjadi di sejumlah simpang vital seperti Simpang Calista, Simpang KDA, kawasan Masjid Agung Batam Center, hingga flyover Simpang Jam.

Dampaknya langsung terasa. Sejumlah lampu lalu lintas mati total atau hanya berkedip tanpa kendali, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di persimpangan padat.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Bayangi Kinerja Ekonomi Batam

Dishub Batam kini melakukan perbaikan darurat di titik-titik terdampak. Koordinasi dengan aparat kepolisian juga dilakukan untuk mengungkap pelaku.

“Kami akan laporkan secara resmi agar bisa ditindaklanjuti,” tegas Faisal.

Ia juga mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.

“Ini fasilitas bersama. Perlu kepedulian kita semua,” tutupnya. (*)

Artikel Komplotan Pencuri Komponen Lampu Lalu Lintas Beraksi Lagi, Simpang Kara Lumpuh pertama kali tampil pada Metropolis.

Perbaikan Pipa Bocor di Bundaran Basecamp, Jalur Sekupang–Tanjunguncang Ditutup

0
Perbaikan pipa bocor di Simpang Basecamp, Batuaji, Sabtu (28/3). F. Eusebius Sara/Batam Pos

batampos — Kebocoran pipa air utama kembali terjadi di Bundaran Basecamp, Batam. Perbaikan darurat yang dilakukan membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut terganggu, bahkan satu jalur utama terpaksa ditutup.

Penanganan dilakukan pada jaringan pipa milik ABH Batam yang sebelumnya juga pernah diperbaiki di titik yang sama. Namun, kebocoran kembali muncul dalam waktu relatif singkat.

Lokasi pekerjaan yang berada di tengah bundaran membuat dampaknya langsung terasa. Jalur dari arah Sekupang menuju Tanjunguncang ditutup sementara untuk mendukung proses perbaikan.

Baca Juga: Pungli di Pelabuhan Internasional Batam, DPRD: Ini Pelanggaran, Jangan Biarkan Citra Wisata Tercoreng ‎

Akibatnya, arus kendaraan dari Marina dan Sekupang dialihkan. Pengendara diarahkan memutar melalui U-turn di sekitar SPBU Simpang Basecamp.

Memasuki hari ketiga pengerjaan, lalu lintas di sekitar lokasi masih terpantau padat, terutama pada jam sibuk. Petugas berjaga untuk mengatur arus kendaraan agar tetap mengalir meski terjadi penyempitan jalan.

Selain berdampak pada kemacetan, kebocoran pipa ini juga mengganggu distribusi air bersih ke sejumlah wilayah.

“Kami berharap perbaikan cepat selesai, supaya air lancar dan jalan tidak macet lagi,” ujar Erfan, warga setempat.

Baca Juga: Pelanggaran Serius, Rusak Citra Batam

Humas ABH Batam, Ginda Alamsyah, menjelaskan kebocoran terjadi pada pipa steel berdiameter 600 mm. Ia memastikan perbaikan utama telah rampung dan saat ini tinggal tahap akhir.

“Penanganan kebocoran sudah selesai. Saat ini kami lakukan penimbunan kembali di lokasi,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat tetap berhati-hati saat melintas di area tersebut dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Setelah proses penimbunan selesai, distribusi air dan arus lalu lintas diharapkan kembali normal. (*)

Artikel Perbaikan Pipa Bocor di Bundaran Basecamp, Jalur Sekupang–Tanjunguncang Ditutup pertama kali tampil pada Metropolis.

Warga Desa Tulang Belum Nikmati Listrik 24 Jam, Harap Perubahan Tahun Depan

0
Warga Desa Tulang ketika berlebaran bersama sanak saudara yang tidak menikmati listrik pada pagi hingga sore hari. F. Zainal untuk Batam Pos

batampos – Warga Desa Tulang, Kecamatan Selat Gelam, hingga kini belum menikmati layanan listrik 24 jam. Pada Idulfitri 1447 H/2026 M, kondisi tersebut masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Padahal, desa ini berada tidak jauh dari pusat ibu kota Kabupaten Karimun. Namun, warga hanya dapat menikmati listrik dalam durasi terbatas setiap hari.

“Alhamdulillah, walaupun Lebaran tidak ada listrik dari pagi sampai siang, tetap meriah. Yang mampu pakai genset,” ujar Zaini, warga setempat, Sabtu (28/3).

Baca Juga: Wisata Karimun Ramai Pengunjung, Mayoritas Datang Bersama Keluarga

Selama ini, pasokan listrik di desa tersebut hanya menyala sekitar 14 jam, mulai pukul 17.00 WIB hingga 07.00 WIB. Kondisi ini membuat warga harus beradaptasi, terutama saat momen penting seperti Idulfitri.

Untuk pelaksanaan Salat Id, panitia masjid terpaksa menyiapkan genset guna mengoperasikan pengeras suara dan kipas angin.

“Walaupun dekat dengan ibu kota kabupaten, kami tetap bersyukur masih bisa merayakan Lebaran,” tambahnya.

Sejak Kabupaten Karimun berdiri pada 1999, warga Desa Tulang belum merasakan layanan listrik penuh selama 24 jam.

Sementara itu, Manager PLN ULP Tanjung Balai Karimun, Ahmad Subhan Hadi, mengatakan pihaknya telah mengusulkan penambahan pasokan listrik melalui program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Baca Juga: Pemkab Karimun Mulai Tata PPPK Antisipasi Batas Belanja Pegawai 30 Persen

“Sudah kami usulkan agar bisa 24 jam, namun masih menunggu persetujuan dari pusat,” ujarnya.

PLN memastikan upaya peningkatan layanan terus dilakukan, meski realisasi program masih bergantung pada keputusan tingkat pusat.

Warga berharap, pada Idulfitri mendatang, mereka sudah dapat menikmati listrik tanpa pembatasan waktu seperti daerah lainnya. (*)

Artikel Warga Desa Tulang Belum Nikmati Listrik 24 Jam, Harap Perubahan Tahun Depan pertama kali tampil pada Kepri.