Sejumlah siswa sedang berbaris di halaman sekolah, baru-baru ini. f.ihsan
batampos– Selama bulan Ramadhan, Dnas Pendidikan (Disdik) Anambas meliburkan siswa kelas I hingga 3 Sekolah Dasar (SD). Para siswa itu sudah tidak masuk sekolah sejak 26 Februari lalu.
“Ya benar diliburkan, termasuk siswa PAUD dan TK,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Anambas, Tony Karnain, Kamis, (27/2).
Tony mengatakan siswa yang diliburkan satu bulan penuh ini akan masuk kembali pada 8 April mendatang.
“Kami harap orang tua bisa membimbing anaknya dirumah. Walaupun tidak masuk sekolah anak-anak tetap belajar secara mandiri,” jelas Tony.
Sedangkan untuk siswa kelas 4 hingga 6 SD serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) tetap belajar di sekolah dengan materi seputar pemahaman tentang agama.
“Seperti pesantren kilat belajarnya. Kalau yang non muslim belajar agama sesuai kepercayaan masing-masing,” tutur dia.
Untuk pelajar yang masuk sekolah akan diliburkan pada 26 Maret hingga 8 April. Selama proses pembelajaran, Disdik meminta guru mengoptimalkan bahan ajar yang akan disampaikan ke siswa.
“Pelajarannya diringkas agar siswa tidak mudah mengantuk. Karena kita tahu kalau puasa sering mengantuk. Peran guru sangat penting dalam proses belajar di Ramadan ini,” pungkas Tony. (*)
Pelaksanaan MUSORKAB IV KONI Kabupaten Lingga di Gedung Nasional Dabo Singkep, Kamis (27/2). F. Vatawari/BATAM POS
batampos– Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Kabupaten Lingga melaksanakan MUSORKAB IV. Kegiatan Musorkab ini dilaksanakan di Gedung Nasional Dabo Singkep, Kabupaten Lingga pada Kamis (27/2). Kegiatan ini berdasarkan hasil Rakerkab yang telah dilakukan beberapa hari yang lalu.
Zainal Abidin, Asisten II Pemkab Lingga menaruh harapan besar dan memberikan dukungan yang penuh atas pelaksanaan MUSORKAB IV KONI Kabupaten Lingga Tahun 2025. Semoga dari kegiatan ini melahirkan ketua yang berjiwa visioner.
“Kami dari Pemkab lingga menaruh harapan dan dukungan penuh pelaksanaan kegiatan ini. Semoga ketua terpilih nanti memiliki visi dan semangat yang besar untuk memajukan Olahraga Kabupaten Lingga kedepannya,” ujar Zainal Abidin, Kamis (27/2).
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Pemkab Lingga akan mengadakan rapat koordinasi guna mempersiapkan pengiriman atlet untuk event Olahraga beberapa bulan yang akan datang.
“Beberapa cabang olahraga sudah kami tetapkan sebagai andalan. Nantinya, kesiapan para pengurus dan cabang olahraga yang diprioritaskan bisa dicek kembali untuk memastikan kesiapan atlet,” ujarnya.
Zainal menambahkan, kepada seluruh atlit yang ada di kabupaten lingga agar memberikan yang terbaik untuk kabupaten lingga, karena mereka merupakan duta kabupaten lingga yang akan di utus untuk bertanding di beberapa event olahraga.
“Bagi para atlit yang sudah dipilih untuk mewakili kabupaten lingga bertanding di beberapa event yang akan datang, tetap semangat dan mengikuti semua arahan dari pelatih maupun manager agar mendapatkan hasil yang terbaik,” tambahnya.
Musorkab IV KONI Lingga ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi perkembangan olahraga di daerah, sekaligus membawa prestasi yang lebih gemilang bagi Kabupaten Lingga di ajang olahraga tingkat provinsi dan nasional. (*)
Salah satu penjual santan di sebuah pasar di Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana / Batam Pos
batampos – Harga santan di Batam mengalami lonjakan drastis dalam beberapa bulan terakhir. Dari harga normal sekitar Rp22 ribu per kilogram, kini santan dijual hingga Rp40 ribu per kilogram. Bahkan, di beberapa pasar, harga santan mencapai Rp48 ribu per kilogram. Kenaikan ini dikeluhkan masyarakat, terutama pelaku usaha kuliner yang bergantung pada santan sebagai bahan utama.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Batam, Mardanis, mengungkapkan bahwa lonjakan harga ini terjadi karena sebagian besar pasokan kelapa diekspor ke Malaysia dan Singapura, di mana harga jualnya lebih tinggi dibandingkan pasar lokal.
“Kondisi saat ini banyak yang lebih memilih ekspor karena harganya lebih mahal. Ke depan, kami akan memanggil semua eksportir kelapa agar sebagian stok tetap tersedia untuk kebutuhan lokal,” ujar Mardanis, Jumat (28/2).
Selain itu, kenaikan harga santan kemasan juga turut dipengaruhi oleh kelangkaan bahan baku di pasaran. Selama ini, pasokan kelapa untuk Batam berasal dari Tembilahan, namun jumlah pastinya belum dapat dipastikan. Mardanis memperkirakan kebutuhan harian santan di Batam mencapai sekitar lima ton.
“Sekarang pasokan langka karena agen eksportir membeli dengan harga lebih tinggi, misalnya Rp10 ribu, sementara harga lokal hanya Rp8 ribu. Ini membuat harga jual santan di pasar menjadi lebih mahal,” jelasnya.
Menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri, Dinas Ketahanan Pangan telah mengantisipasi lonjakan permintaan dengan mengusulkan pemanggilan seluruh eksportir untuk mencari solusi agar pasokan lokal tetap terjaga.
Sementara itu, Kasubdit 1 Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Ruslaeni, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat terkait kesulitan mendapatkan santan kelapa murni di pasaran.
“Kami segera memanggil distributor dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengecek ketersediaan santan di lapangan serta mencari solusi atas kendala yang mereka hadapi,” ujar Ruslaeni.
Pihak kepolisian akan melakukan pemantauan lebih lanjut guna memastikan pasokan santan tetap tersedia dan harga kembali stabil di pasaran.
Masyarakat pun berharap agar langkah ini dapat segera direalisasikan sehingga mereka tidak kesulitan mendapatkan santan, terutama menjelang bulan Ramadan. (*)
batampos– Isu penyusunan kabinet pemerintahan Bupati karimun Iskandarsyah dan Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole sudah beredar luas di kalangan masyarakat maupun media sosial. Bahkan, ada calon kepala dinas di salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemda Karimun berasal dari Pemerintah Provinsi Kepri.
Ketua harian Lembaga Adat Melayu (LAM) Karimun Amirullah ketika dimintai tanggapannya mengatakan, untuk penyusunan kabinet bupati dan wakil bupati Karimun Iskandarsyah-Rocky Marciano Bawole pihaknya memberikan masukkan ada tiga hal yang perlu diperhatikan.
Pertama, apakah tidak ada orang Karimun yang benar-benar berkompeten untuk calon kepala dinas di OPD Pemda Karimun. Kedua, kalau orang yang mempunyai masalah masa lalu kenapa harus diambil. Apakah tidak ada orang yang berkompeten di kabupaten Karimun ini untuk membantu bupati dan wakil bupati Karimun. Ketiga, kalau menunjuk kepala dinas harus benar-benar memahami suatu dinas yang ditempatinya.
” Kalau prinsip kita, apakah tidak ada orang-orang di kabupaten Karimun yang tidak berkompeten lagi. Sampai-sampai orang Pemprov Kepri mau menduduki satu jabatan di Pemda Karimun,” tanyanya, Kamis (27/2) kepada Batam Pos.
Apalagi, calon kepala dinas tersebut pernah terlibat narkoba pada tahun 2018 silam yang saat ini menjabat sebagai kabid di salah satu OPD Pemprov Kepri. Ini akan menjadi presiden buruk bagi pemerintahan Ing-Rokcy nantinya.
” Apalagi yang pernah terlibat narkoba tidak bisalah. Anda, tau sendiri sudah kesekian kalinya, oknum ASN di lingkungan Pemda Karimun yang terlibat narkoba. Dan baru-baru ini juga ditangkap oleh TNI AL, itupun oknum ASN yang mempunyai jabatan,” tegasnya.
Masih kata Amirullah lagi, dirinya berharap kepada bupati dan wakil bupati Karimun benar-benar memilih pembantunya yang loyal dan bersih dari narkoba maupun korupsi. Sehingga, janji politiknya yang dulu dikampanyekan kepada masyarakat harus terwujud.
” Kan janjinya, pemerintahan yang bersih. Ya dimulai dari seleksi calon kepala dinas yang harus benar-benar profesional, sesuai dengan latar belakangan. Tidak ada titip-titipan tim sukseslah, ini benar-benar berkopoten dibidangnya,” ungkapnya.
Sebelumnya, Bupati karimun Iskandarsyah menyampaikan bahwa dirinya bersama wakil bupati karimun Rocky Marciano Bawole telah berkomitmen untuk membangun kabupaten Karimun yang lebih baik lagi.
” Insyallah, kita siap membangun kabupaten karimun. Secara bertahap masalah-masalah yang ada saat ini, akan diselesaikan secara estapet sambil terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.(*)
Tempat Pemakaman Umum Sei Temiang rapai peziarah. foto: Eusebius Sara / Batam Pos
batampos – Taman Pemakaman Umum (TPU) Seitemiang semakin ramai dikunjungi warga dalam sepekan terakhir. Banyak masyarakat datang untuk berziarah ke makam keluarga mereka menjelang bulan suci Ramadan. Tradisi ini sudah menjadi kebiasaan turun-temurun bagi umat Muslim sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta mendoakan orang-orang terkasih yang telah berpulang.
Ummar, seorang pekerja di TPU Seitemiang, mengatakan bahwa dalam sepekan terakhir jumlah peziarah meningkat tajam dibandingkan hari-hari biasa.
“Menjelang Ramadan, peziarah semakin ramai,” ujarnya. Peningkatan ini sudah diprediksi karena setiap tahun menjelang Ramadan, pemakaman selalu dipenuhi peziarah dari berbagai daerah.
Selama berziarah, masyarakat melakukan berbagai kegiatan seperti menabur bunga, membersihkan makam, membaca doa bersama, hingga memasang batu nisan baru jika diperlukan. Beberapa peziarah juga membawa air untuk menyiram makam agar tetap bersih dan terawat. Kegiatan ini menjadi momen kebersamaan keluarga dalam mengenang serta mendoakan arwah sanak saudara yang telah meninggal.
Tak hanya peziarah, para pedagang bunga dan perlengkapan ziarah juga turut merasakan berkah dari meningkatnya jumlah pengunjung. Endang, salah satu penjual bunga di gerbang TPU Seitemiang, mengaku usahanya mengalami peningkatan pendapatan dalam beberapa hari terakhir.
“Alhamdulillah, lumayan buat nambah pemasukan,” katanya.
Jamil, salah satu peziarah, mengatakan bahwa ziarah menjelang Ramadan sudah menjadi rutinitas bagi keluarganya. Ia selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi makam anak pertamanya yang meninggal enam tahun silam.
“Setiap tahun sebelum puasa, kami sekeluarga datang untuk membersihkan makam dan mendoakan anak kami,” ujarnya dengan haru.
Tradisi ini menjadi bukti kecintaan dan penghormatan keluarga kepada mereka yang telah tiada. (*)
Seorang konsumen menunjukkan rumahnya yang bermasalah. foto: Eusebius Sara / Batam Pos
batampos – Sejumlah warga yang tinggal di Perumahan Central Raya Batuaji, khususnya di cluster Blok B, mengeluhkan kondisi rumah yang mereka beli karena banyak mengalami kerusakan. Beberapa masalah yang sering dikeluhkan antara lain tembok yang retak serta atap yang bocor. Mereka menduga bahwa penyebab utama kerusakan ini adalah proses konstruksi yang kurang teliti saat pembangunan.
Salah satu warga, Riky Manurung, yang tinggal di Blok B, menyampaikan bahwa sejak awal serah terima rumah, ia sudah menemukan banyak kerusakan. Rumahnya bahkan sudah mengalami beberapa kali perbaikan akibat tembok yang retak.
“Hujan deras di awal Januari lalu membuat rumah saya bocor di banyak bagian. Kami bahkan menyebutnya ‘air terjun’ karena rembesan deras dari tembok rumah,” ujar Riky.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Fred Manulang, warga di blok yang sama. Menurutnya, hampir semua rumah mengalami masalah serupa, bukan hanya satu atau dua unit saja.
“Kami punya grup WhatsApp khusus untuk warga perumahan ini, dan hampir semua anggota grup mengeluhkan hal yang sama. Ini bukan masalah individu, tapi sudah menjadi persoalan besar yang harus segera ditangani,” ungkap Fred.
Para warga menduga bahwa salah satu penyebab utama kerusakan ini adalah kualitas pembangunan yang kurang maksimal. Mereka mempertanyakan apakah material yang digunakan benar-benar sesuai dengan standar yang dijanjikan oleh pengembang. Beberapa dari mereka bahkan telah mencoba menghubungi pihak pengembang, tetapi belum mendapatkan solusi yang memuaskan.
Menanggapi keluhan ini, Asep, perwakilan dari tim pemasaran dan penjualan Perumahan Central Raya Batuaji, memberikan tanggapan. Ia menegaskan bahwa pihak pengembang bertanggung jawab atas permasalahan yang dikeluhkan para warga dan sedang mencari solusi terbaik.
“Kami memahami keluhan para konsumen dan akan segera menangani masalah ini dengan serius,” ujar Asep.
Menurutnya, rumah-rumah di perumahan tersebut dibangun menggunakan material berkualitas, yakni batu wall panel precast beton yang dirancang untuk memberikan kekuatan lebih pada bangunan. Namun, terkait kerusakan yang terjadi, pihaknya akan bekerja sama dengan pakar konstruksi untuk menelusuri penyebab dan menemukan solusi perbaikannya.
“Intinya, kami menawarkan solusi atas semua keluhan ini. Kami juga meminta kerja sama dari para konsumen untuk melaporkan masalah yang mereka hadapi, sehingga kami dapat menangani setiap perbaikan dengan lebih efektif,” jelas Asep.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para konsumen yang merasa tidak nyaman dengan kondisi rumah mereka. Menurutnya, pengembang akan menjadikan masalah ini sebagai perhatian utama agar tidak terulang di masa mendatang.
“Kami benar-benar menyesalkan ketidaknyamanan yang dirasakan oleh para konsumen. Ini menjadi evaluasi bagi kami agar ke depan lebih baik lagi,” tambahnya. (*)
Sebanyak 17 perusahaan di Batam mengikuti penilaian penghargaan bagi perusahaan, BUMN, dan BUMD yang mempekerjakan penyandang disabilitas. Kegiatan ini berlangsung di Asialink Hotel Pelita, Kamis (19/2/2024). F. BPJS Ketenagakerjaan untuk Batam Pos
batampos – Sebanyak 17 perusahaan di Batam menjalani proses penilaian untuk mendapatkan penghargaan sebagai perusahaan inklusif yang memberi kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.
Kegiatan yang berlangsung di Asialink Hotel Pelita pada Kamis (19/2/2024) ini bertujuan mendorong dunia usaha agar lebih terbuka dan memberikan akses yang setara bagi tenaga kerja disabilitas.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya, Suci Rahmad, menegaskan pentingnya apresiasi bagi perusahaan yang telah berkomitmen menciptakan lingkungan kerja inklusif.
Menurutnya, masih banyak penyandang disabilitas yang menghadapi hambatan dalam memperoleh pekerjaan, baik karena minimnya kesempatan maupun keterbatasan fasilitas pendukung.
“Dengan adanya penghargaan ini, kami berharap lebih banyak perusahaan menyadari bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi besar untuk berkontribusi. Mereka hanya butuh kesempatan dan lingkungan yang mendukung,” ujar Suci.
Penilaian terhadap perusahaan dilakukan sepanjang April hingga Mei 2025 dengan berbagai indikator, seperti jumlah tenaga kerja disabilitas yang terserap, jenjang karier yang disediakan, akses terhadap pelatihan dan pengembangan keterampilan, serta kesejahteraan yang diberikan. Selain itu, fasilitas kerja yang ramah disabilitas dan kebijakan keselamatan kerja juga menjadi faktor penilaian utama.
Perusahaan yang terlibat dalam penilaian ini berasal dari berbagai sektor industri, termasuk PT National Industrial Gases Indonesia, PT The Costume Magnifique, PT Valeo AC Indonesia, PT Federal International Finance, serta UMKM Batik Pertio dan Cafebilitas_Istana Jamur.
Penghargaan bagi perusahaan paling inklusif dijadwalkan diberikan pada Oktober atau Desember 2025. (*)
Papan reklame di Jalan Bandara RHF Tanjungpinang yang disegel Satpol PP, Kamis (27/2). F. Mohamad Ismail/BATAM POS
batampos– Sebuah konstruksi papan reklame yang baru dibangun di kawasan Jalan menuju Bandara Raja Haji Fisabilillah, Kota Tanjungpinang, Kepri disegel. Papak reklame itu disegel menggunakan garis PPNS Satpol PP setempat.
Papan reklame berukuran sedang tersebut disegel karena dibangun tanpa memiliki izin. Keberadaan papan reklame itu tidak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2001 yang mengatur tata cara perizinan dan titik pemasangan reklame.
“Pembangunan (reklame) harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan pemerintah. Kalau bangunan tidak sesuai spesifikasi, kita hentikan sementara agar pemilik mengurus izinnya,” kata PPNS Satpol PP Tanjungpinang, Yusri, Kamis (27/2).
Selain itu, konstruksi bangunan juga harus mengikuti standar yang berlaku demi keamanan dan kerapian tata kota, apalagi di kawasan strategis seperti di Jalan Bandara RHF tersebut.
“Jaka dibangun sembarang, apalagi di daerah vital, itu bisa merusak estetika kota dan membahayakan masyarakat,” tambahnya.
Ia mengakui, jumlah papan reklame yang tidak mengantongi izin berjumlah cukup banyak, meskipun tidak semuanya bisa langsung dibongkar karena keterbatasan anggaran dan regulasi.
Selain reklame, Satpol PP juga menertibkan bangunan lain yang melanggar aturan, termasuk tower yang berdiri tanpa izin. Yusri mengungkapkan bahwa saat ini ada empat kasus tower yang masih dalam proses penertiban, sementara beberapa lainnya sudah selesai ditindaklanjuti.
“Pelanggar diberi waktu 30 hari untuk membongkar sendiri. Kalau tidak, pemerintah akan turun tangan melakukan pembongkaran paksa,” pungkasnya. (*)
Ilustrasi: Para orang tua saat mengantarkan anaknya masuk sekolah di hari pertama sekolah. Foto: Rengga Yuliandra/ Batam Pos
batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam, melalui Dinas Pendidikan (Disdik) telah menetapkan jadwal libur sekolah terkait bulan Ramadan dan Idulfitri tahun ini.
Kepala Disdik Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengungkapkan siswa akan mendapatkan libur lebih awal sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Setelah masa libur tersebut, siswa akan kembali masuk sekolah pada 6 Maret dengan pola pembelajaran khusus.
“Libur awal diberikan sejak 27 Februari hingga 5 Maret,” kata dia, Kamis (27/2).
Ia menjelaskan, bahwa selama Ramadan kegiatan belajar mengajar akan mengalami penyesuaian, termasuk jam belajar yang lebih singkat. “Setiap harinya, anak-anak sekolah mulai pukul 07.00 WIB sampai 12.00 WIB,” tambahnya.
Selain itu, setelah libur awal, siswa akan mengikuti pesantren kilat yang berlangsung selama tiga hari pertama masuk sekolah. Program ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman keagamaan siswa selama Ramadan.
“Pesantren kilat akan diadakan sebagai bagian dari pembelajaran keagamaan. Setelah tiga hari pertama, kegiatan belajar akan kembali seperti biasa,” katanya.
Jadwal libur sekolah berikutnya dijadwalkan mulai 26 Maret hingga 8 April dalam rangka libur bersama Idulfitri. Setelah itu, siswa akan kembali masuk sekolah pada 9 April.
Selama bulan Ramadan, sekolah juga akan mengadakan pembelajaran keagamaan yang tidak hanya diperuntukkan bagi siswa Muslim, tetapi juga bagi siswa non-Muslim.
“Setiap agama tetap mendapatkan pembelajaran keagamaan, tetapi dalam ruang kelas yang terpisah,” ujarnya.
Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan seluruh siswa mendapatkan pemahaman yang lebih baik terkait ajaran agamanya masing-masing. Pemerintah juga berharap kebijakan ini dapat meningkatkan toleransi antarumat beragama di lingkungan sekolah.
Selain itu, pengurangan jam belajar di sekolah selama Ramadan bertujuan agar siswa dapat tetap fokus menjalankan ibadah puasa tanpa mengurangi kualitas pendidikan.
Tri menambahkan, pihaknya berharap seluruh sekolah dapat melaksanakan kebijakan ini dengan baik. “Kami ingin memastikan bahwa pembelajaran tetap berjalan efektif, meskipun ada penyesuaian selama Ramadan,” katanya. (*)
batampos – Proses demokrasi pada 100 hari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai telah berjalan sesuai koridor. Sebab, Pemerintah tidak mempermasalahkan meski belakangan ini dikritik publik dengan ramainya isu Indonesia Gelap dan Kabur Aja Dulu di media sosial.
“Pemerintahan ini solid, tidak seperti isu di media sosial sebelumnya. Ya meski isu tentang #KaburAjaDulu, atau #IndonesiaGelap, itu patut dihargai pula sebagai respon publik yang perlu diperhatikan oleh pemerintah,” kata analis ekonomi politik, Mardiyanto di Jakarta, Kamis (27/2).
Ia mengharapkan, demokrasi di Indonesia harus tetap diperkuat oleh keterlibatan masyarakat sipil. Hal ini penting agar praktik demokrasi lebih berkualitas.
“Soliditas dan koherensi pemerintahan ini menjadi modal penting dan tak kalah pentingnya, adalah partisipasi publik untuk terus mengawal dan mengawasi secara seksama. Agar kualitas demokrasi kita dapat bergerak lebih maju,” ucapnya.
Ia mengingatkan, Kabinet Merah Putih harus mampu menangkap arahan-arahan strategis dari Presiden Prabowo dan Wapres Gibran. Hal itu semata untuk menjalankan capaian visi Asta Cita.
“Tinggal bagaimana elemen kerja di jajaran KMP itu menangkap aspirasi publik dan mengakselerasikannya dengan visi Astacita pemerintah,” tegasnya.
Sementara, pengamat politik pertahanan dan keamanan dari Universitas Pertahanan (Unhan) Kusnanto Anggoro meyakini, Prabowo-Gibran solid dalam menjalankan roda pemerintahan. Hal itu terpotret sebagaimana hasil survei Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) yang menyebutkan bahwa sebanyak 38,15 persen persen mendukung dan 40.28 persen sangat mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Meski kita memerlukan waktu yang lebih dari cukup untuk dapat memotret soliditas dan kinerja pemerintahan ini, saya rasa persepsi publik ini akan terus berubah sejalan dengan dinamika pemerintahan berikut seberapa besar pemerintah merealisasikan visi besarnya,” terangnya.
Lebih lanjut, Kusnanto menyatakan bahwa seluruh aspek dapat terkonsolidasi dengan baik dan berakselerasi, perlahan ekspektasi publik dapat direalisasikan.
“Praktik berdemokrasi di Indonesia seharusnya sudah bisa melampaui negara tetangga. Syaratnya, soliditas dan konsolidasi antar kabinet kerja dalam mewujudkan visi Asta Cita dan mengartikulasikan ekspektasi publik ini dapat koheren berjalan,” pungkasnya. (*)