Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2028

Proses Lelang Kapal Super Tangker MT Arman 114 Terus Berlanjut, Kini di Bawah Kejaksaan Agung

0
Kapal MT Arman 114. (kiri)

batampos – Rencana lelang kapal super tangker MT Arman 114 masih dalam proses. Saat ini, proses lelang Kapal berbendera Iran ini ditangani oleh Pusat Pengelolaan Aset (PPA) Kejaksaan Agung.

Kepala Kejari Batam, I Ketut Kasna Dedi mengatakan terkait barang bukti kapal MT Arman 114 memang akan masuk dalam proses lelang. “Iya sedang proses, tapi kewenangan diambil oleh Pusat Pengelolaan Aset Kejagung,” ujar Kasna, Senin (24/3)

Menurut dia, tim dari Badan Pemulihan Aset (BPA) telah turun langsung untuk memastikan kondisi kapal sebelum proses lebih lanjut. Dimana kapal tersebut masih berada di Batam. “Barang bukti kapal MT Arman masih berada di Batam dalam kondisi aman, dijaga oleh instansi terkait,” ujarnya.

Baca Juga: Lokasinya Membahayakan Pipa Gas, Super Tangker MT Arman 114 Akan Dipindah

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Batam telah menjatuhkan vonis bersalah terhadap nahkoda MT Arman 114, Mahmoud Abdelazis Mohammed, warga negara Irak. Ia dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara tanpa kehadiran terdakwa dalam persidangan. Vonis ini berkekuatan hukum tetap tujuh hari setelah putusan dijatuhkan.

Kapal MT Arman 114 yang bernilai triliunan rupiah, beserta barang bukti lainnya berupa minyak bernilai miliaran rupiah, telah dirampas untuk negara. Lelang kapal ini menjadi perhatian besar mengingat nilai aset yang sangat tinggi serta keterlibatan berbagai pihak dalam pengelolaannya.

Proses lelang ini masih menunggu langkah lanjutan dari PPA Kejaksaan Agung, yang kini bertanggung jawab penuh atas pengalihan aset tersebut. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Proses Lelang Kapal Super Tangker MT Arman 114 Terus Berlanjut, Kini di Bawah Kejaksaan Agung pertama kali tampil pada Metropolis.

Gubernur Ansar Bakal Gandeng Koarmada I Memberantas Aktivitas Kapal Ikan Asing di Anambas dan Natuna

0
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. f.ihsan

batampos– Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menegaskan akan berkoordinasi dengan Koarmada I dalam upaya pengusiran Kapal Ikan Asing (KIA) asal Vietnam yang marak di perairan Natuna dan Anambas.

Hal ini ditegaskan Ansar usai menerima laporan dari nelayan di Tarempa, Minggu, (23/3).

“Saya sudah tahu melalui media. Dan tadi juga sudah mendapat laporan dari nelayan tentang kapal ikan asing yang masuk ke wilayah kita,” ujar Ansar Ahmad.

Menurut Ansar kondisi ini seharusnya tidak terjadi jika seluruh stakeholder mampu bergandeng tangan dalam meningkatkan patroli di perairan perbatasan.

BACA JUGA: Harga Santan Murni Kian Meroket, DP3 Anambas Gandeng Distributor Datangkan Santan Kemasan Jelang Lebaran

“Saya balik ke Tanjungpinang segera kita rakor dengan Koarmada I, Bakamla dan PSDKP untuk ditingkatkan lagi pengawasan di perbatasan,” tegas Ansar.

Ansar menilai puluhan KIA beraktifitas di wilayah Anambas dan Natuna untuk mengincar jenis ikan berbentuk kecil atau benih. Sebab di negara setempat sedang gencar budidaya hasil perikanan dari Indonesia terutama baby lobster, gurita dan ranjungan.

“Ini harus kita cegah, mereka mencuri disini lalu dibudidayakan. Setelah panen dijual dengan harga yang tinggi. Rugi kita,” ucap Ansar.

Sebelumnya, nelayan tradisional di Anambas resah dengan maraknya kapal ikan asing asal Vietnam mencari ikan di perairan Anambas.

Dari laporan yang diterima batampos, aksi ini sudah berlangsung sejak awal Maret ini bahkan jumlah kapal asing yang ditemukan nelayan jumlahnya hampir 50 unit.

Selain itu, nelayan lokal juga mengalami kehilangan alat tangkap jenis bubu. Diduga alat tangkapnya diambil oleh nelayan asing. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Gubernur Ansar Bakal Gandeng Koarmada I Memberantas Aktivitas Kapal Ikan Asing di Anambas dan Natuna pertama kali tampil pada Kepri.

Buka Puasa Bersama di Wisata Lembah Pelangi: Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim

0

batampos – Suasana haru dan kebersamaan terasa di Wisata Lembah Pelangi, Sekupang, Minggu, 23 Maret 2025, saat puluhan anak yatim berkumpul untuk berbuka puasa bersama. Acara ini bukan hanya sekadar santunan, tetapi juga wujud nyata kepedulian masyarakat dalam berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan.

Sebanyak 27 anak yatim dari berbagai wilayah hadir dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari sejumlah kelurahan di Sekupang. Dengan wajah ceria, mereka menikmati hidangan berbuka serta kebersamaan yang jarang mereka rasakan.

Kegiatan ini bukan hasil dari satu pihak saja, melainkan buah dari kebersamaan masyarakat. Salah satu penggagas acara menegaskan bahwa acara ini bisa terlaksana berkat gotong royong banyak pihak.

“Saya hanya promotor. Acara ini sukses karena dukungan dari masyarakat, Lurah Sungai Harapan, Lurah Tanjung Pinggir, Camat Sekupang, serta anggota DPRD Batam, Zainal Abidin,” ujar pemilik kawasan wisata Lembah Pelangi, Odi Lubis.

Ia menambahkan bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya. “Kita bisa iuran, ada yang menyumbang Rp10 ribu, Rp20 ribu. Alhamdulillah, tahun ini anak-anak bisa menerima santunan Rp150 ribu,” tambahnya.

Tak hanya itu, acara ini juga mendapat dukungan dari sejumlah tokoh masyarakat yang turut hadir untuk memberikan semangat kepada anak-anak yatim.

Acara ini bukan sekadar memberikan santunan, tetapi juga memberikan kehangatan keluarga bagi anak-anak yatim yang hadir. “Mereka merasa memiliki orang tua yang peduli. Ini lebih dari sekadar bantuan materi, tapi juga bentuk kasih sayang,” ucap Lubis.

Pantauan di lokasi menunjukkan bagaimana anak-anak begitu menikmati momen ini. Mereka berbuka puasa dengan penuh semangat, bercengkerama dengan para donatur dan masyarakat, serta menerima santunan dengan senyum bahagia.

Kegiatan ini telah menjadi tradisi tahunan dan diharapkan dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. “Ini agenda tahunan, dan setiap tahun kami iuran bersama. Jika masih ada kekurangan, saya siap backup. Yang penting, pahala kita bisa dibagi bersama,” ujarnya dengan penuh semangat.

Kebersamaan seperti ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial tidak mengenal batas. Dengan niat tulus dan gotong royong, siapa pun bisa berbagi kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

 

Artikel Buka Puasa Bersama di Wisata Lembah Pelangi: Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim pertama kali tampil pada Metropolis.

Antisipasi Pembobolan Rumah, Pemudik Diminta Lapor RT/RW

0
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Heribertus Ompusunggu. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Kapolsek Bengkong, Iptu Doddy Basyir meminta warga yang mudik untuk melapor ke RT/RW. Hal ini untuk mencegah adanya tindak kriminal terhadap rumah atau barang yang ditinggalkan.

“Dilaporkan, biar siskamling jalan. Nanti rumah yang ditinggalkan lebih diawasi,” ujarnya, Senin (24/3).

Menurut Doddy, rumah yang ditinggalkan mudik memang menjadi incaran para perampok. Biasanya, pelaku berpura-pura bertamu untuk memastikan kondisi rumah kosong.

“Nanti tugas siskamling mengawasi, agar tindak kriminal ini bisa dicegah,” katanya.

Selain itu, Doddy mengimbau masyarakat yang mudik untuk menitipkan kendaraan ke Mapolsek Bengkong.

“Kalau rasanya tidak aman, titipkan ke Polsek. Akan kita terima dan layani,” tegasnya.

Hal senada dikatakan Kapolsek Batam Kota Kompol Anak Agung Made Winarta. Ia meminta masyarakat yang mudik untuk memastikan rumah yang ditinggalkan dalam kondisi aman.

“Listrik dipadamkan, rumah dan pagar dikunci. Jangan sampai hal yang tidak diinginkan terjadi, seperti kebakaran,” katanya.

Sebelumnya, Kapolresta Barelang, Kombes Heribertus Ompusunggu mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat mudik menggunakan kapal pada lebaran 2025 ini.

Ia meminta masyarakat membeli tiket secara resmi atau menghindari pembelian tiket dipercaloan.

“Imbauan kepada calon penumpang yang mudik lebaran ini untuk membeli tiket kapal di lokasi atau loket yang sudah terdaftar resmi,” ujarnya. (*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel Antisipasi Pembobolan Rumah, Pemudik Diminta Lapor RT/RW pertama kali tampil pada Metropolis.

Baliho dan Iklan Liar Masih Marak di Batuaji dan Sagulung, Warga Minta Penertiban Karena Merusak Estetika

0
Iklan yang dipasang di pohon penghijauan di sepanjang ruas jalan utama di Batuaji. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Hingga kini, masih banyak baliho dan papan iklan yang dipasang di pohon penghijauan di sepanjang ruas jalan utama di Batuaji dan Sagulung. Pemandangan ini menimbulkan kesan semrawut dan mengganggu estetika kota.

Padahal, Pemerintah Kota (Pemko) Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra telah berkomitmen untuk menertibkan masalah iklan liar di pinggir jalan.

Masyarakat Batuaji dan Sagulung berharap agar persoalan ini segera mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Selain merusak pemandangan, keberadaan papan iklan liar yang dipasang sembarangan juga dinilai dapat merusak pohon penghijauan. Banyak baliho yang dipaku atau diikat ke batang pohon, sehingga menghambat pertumbuhan dan mengurangi fungsi pohon sebagai peneduh alami.

Seorang warga Batuaji, Ummat, menyampaikan harapannya agar wilayah tersebut dapat tertata lebih baik. Menurutnya, saat ini Pemko Batam tengah berusaha melebarkan sejumlah ruas jalan di Batuaji dan Sagulung. Oleh karena itu, ia menilai langkah tersebut perlu didukung dengan penertiban iklan dan plakat liar di sepanjang jalan.

“Iklan liar ini harus ditertibkan agar kota kita lebih rapi dan nyaman dipandang. Apalagi, jalan-jalan utama sedang diperlebar, sehingga kalau masih ada papan iklan liar, kesannya tetap semrawut,” ujar Ummat.

Senada dengan Ummat, Lingga, warga Genta I Batuaji, juga meminta agar penertiban dilakukan secara menyeluruh dan merata. Menurutnya, iklan liar yang masih menjamur di pinggir jalan umumnya berisi promosi tempat usaha, lembaga pendidikan, serta berbagai iklan lainnya. Jika tidak segera ditindak, kondisi ini akan semakin parah dan sulit dikendalikan.

Sebagai informasi, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, telah menyoroti masalah reklame liar sebagai salah satu prioritas utama dalam program penataan kota. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam membangun Batam agar lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat.

Untuk mendukung program tersebut, Amsakar juga meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar bekerja dalam satu kendali kepemimpinan untuk menertibkan reklame liar. Ia menegaskan bahwa penertiban harus dilakukan secara tegas namun tetap memperhatikan prosedur yang berlaku.

Selain itu, Amsakar juga mengajak ketua RT dan RW di seluruh wilayah Batam, termasuk Batuaji dan Sagulung, untuk berperan aktif dalam menertibkan reklame liar. Ia meminta mereka memastikan tidak ada baliho yang sudah tidak layak dan mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

“Dengan dukungan semua pihak, kita bisa menciptakan kota yang lebih rapi, bersih, dan nyaman bagi warga Batam,” kata Amsakar.

Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Pemko Batam dalam menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan estetis. Harapannya, dengan adanya penertiban iklan liar, wajah Kota Batam bisa semakin indah dan terorganisir, sejalan dengan program pembangunan yang sedang dijalankan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Baliho dan Iklan Liar Masih Marak di Batuaji dan Sagulung, Warga Minta Penertiban Karena Merusak Estetika pertama kali tampil pada Metropolis.

Longsor di Kelurahan Kibing Semakin Mengkhawatirkan

0
Lokasi longsor di tebing perbatasan pemukiman RT 09 dan RT 04 kelurahan Kibing, Batuaji. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Longsor yang terjadi di kawasan permukiman warga di perbatasan RT 04/09 RW 001 Kelurahan Kibing, Kecamatan Batuaji, semakin mengkhawatirkan. Sejak awal Januari lalu, longsor pertama telah menumbangkan sebuah pohon dan menimpa ruko di bagian bawah. Situasi ini semakin buruk setelah hujan deras beberapa hari terakhir menyebabkan longsor susulan yang lebih besar.

Longsor susulan ini tidak hanya memperparah kerusakan, tetapi juga memutus akses jalan bagi warga yang tinggal di Kampung Kibing RT 09. Beberapa rumah yang berada di sekitar tebing mulai terdampak, termasuk rumah milik Hamdan yang berada tepat di samping tebing perbatasan antara pemukiman dan ruko. Rumah Hamdan kini hampir separuhnya telah terkikis oleh longsor.

Hamdan dan anaknya mengaku tidak tenang tinggal di rumah mereka, terutama saat hujan turun. Mereka terpaksa mengungsi ke ruko di dekatnya setiap kali hujan deras mengguyur kawasan tersebut. “Saya sama anak saya kadang harus keluar kalau hujan agak deras. Takut rumah kena longsor,” ujar Hamdan saat ditemui di rumahnya.

Masalah longsor ini sebenarnya telah diketahui oleh pihak kelurahan, kecamatan, hingga pemerintah kota melalui dinas terkait. Namun, hingga saat ini, belum ada tindakan nyata atau tanggapan berarti untuk mengatasi kondisi yang semakin membahayakan tersebut. Warga setempat khawatir bahwa jika tidak ada penanganan segera, longsor besar dapat terjadi dan menimbun seluruh permukiman, bahkan ruko-ruko yang berada di bagian bawah tebing.

Ahmad, salah satu warga setempat, menegaskan bahwa situasi ini harus segera ditangani sebelum terjadi bencana yang lebih besar. “Longsor terus mengikis kawasan tebing ini dan permukiman terancam hilang. Jika terjadi longsor besar, bukan hanya rumah warga yang hancur, tapi ruko di bawah juga bisa tertimbun. Perlu penanganan segera mengingat musim hujan masih berlangsung,” ujar Ahmad.

Pihak Kecamatan Batuaji menyatakan bahwa mereka telah melaporkan kejadian ini kepada dinas terkait untuk segera ditindaklanjuti. “Sudah ada koordinasi dengan Dinas Bina Marga,” kata Sekretaris Camat Batuaji, Anwaruddin.

Namun, hingga saat ini belum ada tindakan konkret di lapangan untuk mencegah longsor semakin meluas. Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa kawasan yang terdampak longsor sangat lembab dan basah, sehingga berpotensi mengalami longsor susulan kapan saja.

Tanah yang terkikis semakin dalam akibat hujan yang terus mengguyur kawasan tersebut. Warga yang tinggal di sekitar lokasi hanya bisa berharap agar pihak berwenang segera mengambil langkah-langkah pencegahan.

Saat ini, upaya sementara yang dilakukan warga adalah menutup area longsor dengan terpal untuk mengurangi dampak hujan terhadap tanah yang sudah labil. Hamdan sendiri telah berusaha menahan longsor dengan memasang terpal dan beberapa balok kayu agar air hujan tidak langsung mengenai tanah yang rawan ambruk. Namun, langkah ini hanya bersifat sementara dan tidak cukup kuat untuk menahan longsor yang lebih besar.

Masyarakat sekitar berharap ada bantuan dari pemerintah untuk membangun tembok penahan tanah atau solusi teknis lainnya guna mencegah longsor yang lebih parah. “Kami butuh bantuan segera. Jangan sampai ada korban dulu baru bertindak,” kata Ahmad.

Dengan kondisi cuaca yang masih sering hujan, masyarakat semakin khawatir bahwa longsor susulan akan terjadi sewaktu-waktu. Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan sebelum bencana yang lebih besar menimpa kawasan permukiman mereka. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Longsor di Kelurahan Kibing Semakin Mengkhawatirkan pertama kali tampil pada Metropolis.

Polisi Bongkar Jaringan Pengedar Narkoba, Tiga Orang Ditangkap

0
Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi. F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Satresnarkoba Polresta Tanjungpinang menangkap tiga pengedar sabu dalam operasi yang digelar di beberapa lokasi di Tanjungpinang, awal Maret 2025.

Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Hamam Wahyudi, mengungkapkan tiga pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka berinisial D, ZS dan BK. Ketiganya diduga terlibat dalam jaringan pengedar narkoba di Tanjungpinang.

“Ketiga kasus narkoba ini tidak saling berkaitan. Tiga tersangka memiliki jaringan tersendiri,” kata Hamam.

BACA JUGA: Gandeng Nelayan Dijadikan Mata-Mata, Cara Polisi Berantas Penyelundupan Narkoba di Anambas

Hamam menjelaskan, D merupakan seorang perempuan yang diamankan di perumahan Permata Indah Tanjungpinang. Kemudian ZS ditangkap di Jalan Pompa Air Tanjungpinang. Sedangkan BK ditangkap di rumah kontrakan di kawasan Tanjungunggat.

Dalam operasi tersebut, lanjut Hamam, polisi berhasil menyita beberapa paket sabu yang diduga siap diedarkan dalam bentuk paket kecil. Dari tangan tersangka D, polisi menemukan 2,5 gram sabu. Sementara ZS memiliki 2,3 gram dan sisanya seberat 0,6 gram disita dari tangan tersangka BK.

“Tiga tersangka sudah diproses hukum dan kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk mengetahui dari mana tiga tersangka mendapatkan barang haram ini,” kata Hamam.

Polresta Tanjungpinang terus berkomitmen untuk memberantas peredaran narkoba di Tanjungpinang. Masyarakat diimbau untuk berperan aktif dalam memberikan informasi terkait peredaran narkoba. Hal ini demi menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas narkoba. (*)

Reporter: Yusnadi

Artikel Polisi Bongkar Jaringan Pengedar Narkoba, Tiga Orang Ditangkap pertama kali tampil pada Kepri.

Ribuan Warga Kepri Bekerja Sebagai Scammer di Kamboja

0
Ilustrasi.

batampos – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau mencatat sekitar 3.500 warga Kepri saat ini bekerja di Kamboja sebagai scammer. Banyak di antara mereka yang terjebak dalam pekerjaan ilegal akibat jaringan perdagangan orang.

“Kami terus melakukan pemantauan dan komunikasi dengan mereka di Phnom Penh, Kamboja untuk mengetahui kondisi mereka,” ujar Kepala BP3MI Kepri, Kombes Imam Riyadi, Senin (24/3).

Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang melibatkan WNI di luar negeri semakin meningkat dan menjadi perhatian serius. Banyak korban yang dijanjikan pekerjaan layak namun justru berakhir dalam eksploitasi.

“Pemerintah pusat diharapkan dapat meningkatkan kerja sama dengan daerah untuk memastikan keselamatan para WNI yang menjadi korban,” tambah Imam Riyadi.

BP3MI Kepri mengingatkan masyarakat agar berhati-hati ketika menerima tawaran kerja di luar negeri. Keberangkatan tenaga kerja harus dilakukan secara prosedural agar mereka mendapatkan perlindungan hukum dan terhindar dari risiko eksploitasi.

“Kami siap melayani masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri dengan prosedur yang benar. Hingga saat ini, kami sudah memberangkatkan 1.070 Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara legal,” jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, BP3MI Kepri telah menerapkan program desa migran produktif sesuai arahan Menteri Ketenagakerjaan.

Beberapa desa di Kepri, seperti di Bintan dan Batam memiliki jumlah warga tertinggi yang bekerja di luar negeri.

“Desa-desa ini menjadi prioritas pembinaan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang migrasi yang aman,”. ujarnya.

BP3MI Kepri berharap ada kerja sama lebih erat antara pemerintah pusat, daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menangani persoalan perdagangan orang.

“Kami berharap semua stakeholder bersinergi, karena ini adalah tugas bersama. Tidak boleh ada ego sektoral dalam menangani masalah ini,” katanya.

Pemerintah dan aparat berwenang terus berupaya memperketat pengawasan terhadap praktik perekrutan ilegal, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima tawaran kerja di luar negeri. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Ribuan Warga Kepri Bekerja Sebagai Scammer di Kamboja pertama kali tampil pada Metropolis.

Lonjakan 20 Persen, Puncak Arus Mudik di Bandara Hang Nadim Diprediksi Akhir Pekan Ini

0
Penumpang melakukan check-in di salah satu maskapai penerbangan Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Minggu (23/3). Foto. Cecep Mulyana/Batam Posmudik lebaran

batampos – Arus mudik Lebaran 2025 mulai menunjukkan peningkatan signifikan di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. Selama akhir pekan kemarin, jumlah penumpang melonjak hingga 20 persen dibandingkan periode sebelumnya. PT Bandara Internasional Batam (BIB) memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 28, 29 dan 30 Maret 2025 akhir pekan ini.

“Jumlah penumpang selama akhir pekan mencapai 23 ribu orang, terdiri dari 9.301 kedatangan dan 14.140 keberangkatan. Sementara itu, total pergerakan penerbangan mencapai 205 flight. Kami juga mencatat adanya lima penerbangan tambahan dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Direktur Utama PT BIB, Pikri Ilham, Senin (24/3).

Selama musim mudik Lebaran tahun ini, lima rute tujuan paling diminati penumpang dari Bandara Hang Nadim adalah Jakarta, Medan, Pekanbaru, Surabaya dan Palembang. “Tren ini sejalan dengan kebiasaan masyarakat Batam yang banyak memiliki kampung halaman di Sumatra dan Jawa,” ujarnya.

Untuk menghindari kepadatan di area terminal, manajemen Bandara Hang Nadim telah menerapkan sejumlah langkah strategis, terutama di area check-in, security check, dan boarding gate.

“Kami telah menyiapkan untuk meningkatkan pelayanan, sehingga penumpang tetap nyaman selama berada di bandara,” tambah Pikri.

Selain itu, guna mempermudah perjalanan pemudik, Bandara Hang Nadim menyediakan berbagai kanal informasi digital dan fisik yang dapat diakses dengan mudah. Informasi mengenai jadwal penerbangan, layanan bagasi, hingga barang tertinggal kini bisa diperoleh lebih cepat dan akurat.

“Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi pemudik di musim Lebaran. Dengan berbagai peningkatan fasilitas yang telah kami lakukan, kami berharap para pemudik dapat menikmati perjalanan yang aman dan nyaman,” ujarnya .

Pihak Bandara Hang Nadim mengimbau para penumpang agar datang lebih awal, terutama saat mendekati puncak arus mudik. Disarankan tiba di bandara 2-3 jam sebelum keberangkatan guna menghindari antrean panjang. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Lonjakan 20 Persen, Puncak Arus Mudik di Bandara Hang Nadim Diprediksi Akhir Pekan Ini pertama kali tampil pada Metropolis.

Warga Keluhkan Jalan Rusak dan Berlubang, LPM di Bintan Turun Tangan Tambal Lubang di Jalan

0
Siswoyo bersama staf Kelurahan Tanjunguban Selatan menambal lubang di jalan rusak di tikungan jalan dari arah Pasar Baru menuju Tanjungpermai, Sabtu (22/3/2025). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Warga mengeluhkan kondisi jalan rusak dan berlubang di tikungan jalan dari arah Pasar Baru menuju Tanjungpermai.

Menanggapi keluhan warga, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Pemerintah Kelurahan Tanjunguban Selatan turun tangan memperbaiki jalan rusak dan berlubang itu.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadi kecelakaan lalu lintas. Aksi tambal lubang dilakukan mereka berdua pada Sabtu (22/3/2025).

BACA JUGA: Jalan Rusak,Pickup Terguling di Jalan Penarik

Menurut Ketua LPM Tanjunguban Selatan, Siswoyo, jalan berlubang tersebut sangat menganggu karena menjadi jalur bagi pengguna jalan yang berlalu lalang antara Tanjunguban dan Lobam dan sekitarnya.

Pengguna jalan yang bergerak dari arah Tanjunguban ke Lobam terpaksa berjalan di tengah jalan untuk menghindari lubang tersebut.

Hal ini sangat berisiko dan dapat menyebabkan kecelakaan dengan pengguna jalan dari arah sebaliknya.

Selain itu, lampu penerangan jalan di lokasi jalan berlubang sering tidak berfungsi sehingga pengguna jalan kesulitan melihat lubang tersebut dengan jelas terutama pada malam hari.

Oleh karena itu, mereka langsung menambal lubang tersebut dengan menggunakan pasir, semen dan batu yang tersedia.

Siswoyo berharap bahwa dinas terkait dapat melakukan perbaikan secara permanen terhadap jalan yang rusak dan memperbaiki lampu penerangan jalan yang rusak. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Warga Keluhkan Jalan Rusak dan Berlubang, LPM di Bintan Turun Tangan Tambal Lubang di Jalan pertama kali tampil pada Kepri.