Sabtu, 2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2029

Polri Kerahkan Aparat Hingga Tingkat Polres Cek Kecurangan MinyaKita

0
Barang bukti MinyaKita yang berhasil diamankan oleh penyidik Satgas Pangan Polri. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com).

batampos – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri bukan satu-satunya pihak yang bergerak mengusut kecurangan dalam distribusi MinyaKita di pasaran. Polda, polres, dan jajaran juga melakukan langkah serupa. Mereka menindak kecurangan serupa yang terjadi di berbagai daerah.

Ketua Satgas Pangan Polri Brigjen Pol Helfi Assegaf menyampaikan hal itu saat ditanyai oleh awak media pada Selasa (11/3). Menurut Helfi, Polri memang bergerak serentak. Sehingga tidak hanya Satgas Pangan Polri, seluruh jajaran Polri di daerah juga turun ke lapangan untuk memeriksa distribusi MinyaKita.

”Polda, polres, semua serentak. Tidak ada perbedaan. Dan kami dari pusat lakukan kegiatan yang sama dan diharapkan para pelaku usaha segera memperbaiki apa yang dilakukan jika tidak sesuai,” terang dia.

Bila mereka masih berbuat curang, Helfi memastikan bahwa Polri akan bertindak tegas. Sebab, dari pengungkapan kasus yang sudah ditangani oleh Satgas Pangan Polri, kecurangan yang dilakukan oleh para pengusaha tersebut sudah tampak dengan jelas.

”Jadi, jika masih ada yang beredar (MinyaKita tidak sesuai takaran), pasti akan dilakukan penindakan oleh penegak hukum. Tapi, harapan kami (mereka) segera menarik barangnya, diperbaiki komposisinya, diisi kembali sesuai dengan ukuran yang seharusnya tertera pada kemasan sehingga tidak merugikan masyarakat,” ujarnya.

Jenderal bintang satu Polri itu menegaskan bahwa, pelaku yang sudah diproses hukum akan mendapat sanksi berat. Sebab, penyidik menjerat pelaku dengan tiga undang-undang (UU) sekaligus. Yakni UU Pangan, UU Perlindungan Konsumen, dan UU Perdagangan.

”Jadi, nanti penegak hukum akan menerapkan tiga undang-undang tersebut terhadap pelaku. Belum lagi ada sanksi administratif yang tadi disampaikan, nanti Kemendag bakal melakukan penegakan sanksi administrasi terhadap pelanggar,” imbuhnya.

Polisi sudah bekerja untuk menindak pelaku yang berbuat curang dalam distribusi MinyaKita Mereka telah menetapkan seorang tersangka berinisial AWI. Dia adalah pemilik sekaligus kepala cabang produsen MinyaKita yang beralamat di Jalan Tole Iskandar Nomor 75 RT 01/RW 19, Kelurahan Sukamaju, Cilodong, Depok, Jawa Barat (Jabar). (*)

Sumber: JP Group

Artikel Polri Kerahkan Aparat Hingga Tingkat Polres Cek Kecurangan MinyaKita pertama kali tampil pada News.

Dijadwalkan Konser Akhir Pekan Ini, Solois Wheesung Ditemukan Meninggal di Rumahnya

0
Solois Wheesung ditemukan meninggal dunia pada 10 Maret 2025. (reepressjournal.in)

batampos – Akhir pekan ini, 15 Maret, solois Wheesung atau Choi Hwi Sung dijadwalkan akan melakukan konser dengan sesama solois KCM.

Sayangnya sebelum konser terjadi, pada Senin (10/3) kemarin waktu setempat, Wheesung ditemukan meninggal di kediamannya.

Berdasarkan laporan exclusive The Joongang, Wheesung, pelantun lagu Insomnia itu ditemukan meninggal dunia pada jam 18:29 KST di sebuah apartemen di Gwangjin-gu, Seoul pada umur 43 tahun.

Baca juga: BABYMONSTER Gelar Konser di Jakarta, Penjualan Tiket Dibuka Pekan Depan

Pemadam kebakaran menerima laporan dari anggota keluarga dari mendiang Wheesung dan langsung pergi ke tempat kejadian.

Polisi dan petugas pemadam kebakaran sedang menyelidiki secara spesifik penyebab kematian sesuai dengan situasi pada saat penemuan.

Mereka sedang menyelidiki apakah ada kemungkinan overdosis obat-obatan atau tindakan bunuh diri.

Polisi menyatakan, “sejauh ini tidak adanya tuduhan tindakan kriminal seperti jejak penyusupan dari eksternal yang telah dikonfirmasi, serta status surat wasiat dan keadaan spesifik kematian juga sedang diselidiki.”

Di sisi lain, agensi dari mendiang Wheesung pun memberikan pernyataan sebagai berikut:

“Ini adalah TAJO Entertainment.

Baca juga: Manfaat Air Cucian Beras Untuk Kesehatan Kulit Wajah

Kami menyesal memberi tahu Anda berita yang memilukan ini.

Pada tanggal 10 Maret, artis kami Wheesung meninggalkan kami. Dia ditemukan di rumahnya dalam keadaan serangan jantung dan meninggal dunia.

Seniman dan eksekutif perusahaan kami berduka bersama keluarga almarhum.

Sungguh memilukan untuk membagikan berita sedih ini kepada para penggemarnya yang telah menunjukkan begitu banyak dukungan dan cinta kepadanya. Tolong doakan almarhum agar dia bisa beristirahat dengan nyaman.

Kami akan membagikan pemberitahuan tentang aula pemakaman nanti.

Kami dengan tulus meminta Anda untuk menahan diri dari rumor spekulatif apa pun sehubungan dengan keluarga yang berduka, yang berada dalam keadaan sangat terkejut dan sedih.

Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kami kepada almarhum. Semoga dia beristirahat dengan tenang.” (*)

Sumber: Jpgroup

 

Artikel Dijadwalkan Konser Akhir Pekan Ini, Solois Wheesung Ditemukan Meninggal di Rumahnya pertama kali tampil pada Lifestyle.

Pemko Batam Salurkan Rp627,5 Juta untuk Warga Terdampak Bencana

0
Walikota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra menyerahkan bantuan secara simbolis kepada korban bencana alam, Senin (11/3). Bantuan diserahkan di kantor Pemko Batam. Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam resmi menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak bencana alam yang terjadi di awal tahun ini. Bantuan diberikan setelah seluruh tahapan verifikasi dan administrasi selesai dilakukan.

Bencana alam yang melanda Batam disebabkan oleh angin kencang, curah hujan tinggi, longsor, serta air pasang atau rob. Delapan kecamatan terdampak, dengan kerusakan rumah dan bahkan korban jiwa di beberapa lokasi.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan proses penyaluran bantuan memerlukan waktu karena harus melalui berbagai tahapan verifikasi.

“Hari ini kita menyerahkan bantuan karena semua proses sudah selesai. Verifikasi memerlukan tahapan dari pengumpulan data hingga perhitungan oleh tim. Setelah itu, baru bantuan bisa didistribusikan,” katanya, Selasa (11/3).

Menurutnya, data awal dikumpulkan oleh lurah dan camat, kemudian tim turun ke lapangan untuk mengecek kondisi rumah yang terdampak. Setelah itu, tim melakukan perhitungan jumlah bantuan yang akan diberikan.

Setelah seluruh proses selesai, ditetapkanlah Peraturan Wali Kota (Perwako) tentang daftar warga yang berhak menerima bantuan. Hanya warga yang telah diverifikasi dan dinyatakan memenuhi kriteria yang mendapatkan bantuan.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam, Leo Putra, menyebut hampir seluruh wilayah Batam terdampak bencana saat itu.

Dari laporan yang masuk, delapan kecamatan dinyatakan terdampak cukup serius. Tim kemudian melakukan verifikasi di lapangan sebelum menetapkan status tanggap darurat bencana.

Pemko Batam menggunakan anggaran dari Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk membantu para korban. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp627,5 juta.

“Bantuan ini diberikan berdasarkan hasil verifikasi terhadap 56 rumah yang terdampak. Untuk rumah rusak berat diberikan Rp25 juta, rusak sedang Rp7,5 juta, dan rusak ringan Rp5 juta,” kata Leo.

Selain bantuan untuk rumah yang rusak, Pemko Batam juga memberikan santunan bagi keluarga korban jiwa akibat bencana. Jumlah santunan yang diberikan sebesar Rp15 juta per korban jiwa.

Dari 56 rumah yang mendapat bantuan, 13 rumah dikategorikan rusak berat, 11 rumah rusak sedang, dan 32 rumah rusak ringan. Proses pencairan dana dilakukan melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) ke Dinas Sosial, kemudian langsung ke rekening masing-masing penerima bantuan.

Dari delapan kecamatan yang terdampak, wilayah yang mengalami kerusakan paling parah adalah Sekupang, Galang, Bengkong, dan Nongsa. Pemko Batam pun memastikan bantuan ini telah disalurkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan sesuai hasil verifikasi lapangan. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Pemko Batam Salurkan Rp627,5 Juta untuk Warga Terdampak Bencana pertama kali tampil pada Metropolis.

Kawasan Bursa Kerja Batamindo Kini Sepi, Berubah Jadi Tempat Istirahat Pekerja

0
Kawasan MPH Batamindo. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kawasan Multi Purpose Hall (MPH) Batamindo yang sebelumnya menjadi pusat pencari kerja, kini berubah fungsi menjadi tempat istirahat bagi para pekerja, terutama selama bulan Ramadan.

Jika dulu ribuan pencari kerja (pencaker) berjubel di area ini untuk mencari informasi lowongan kerja dan mengikuti proses seleksi, kini pemandangan tersebut mulai jarang terlihat.

Perubahan ini diduga akibat pergeseran metode perekrutan oleh perusahaan-perusahaan di Batam. Kini, banyak perusahaan lebih memilih merekrut karyawan melalui media sosial atau platform daring, dibandingkan membuka lowongan secara langsung di MPH Batamindo. Hal ini membuat pencaker tidak lagi berkumpul di satu titik, seperti yang biasa terjadi di masa lalu.

Iman, salah satu petugas di kawasan MPH Batamindo, membenarkan bahwa keramaian di area ini kini hanya terjadi sesekali. “Sekarang ini, MPH hanya ramai jika ada perekrutan atau seleksi yang dilakukan langsung oleh perusahaan. Itu pun tidak setiap hari seperti dulu,” ujarnya.

Meski demikian, fasilitas di MPH Batamindo masih tetap terawat. Papan pengumuman dan boks kaca yang dulunya dipenuhi dengan informasi lowongan kerja masih berdiri di tempatnya. Namun, kini tidak lagi ada tempelan pengumuman lowongan kerja baru, menunjukkan bahwa fungsi utama lokasi ini telah mengalami perubahan.

Di tengah perubahan tersebut, area ini kini lebih banyak dimanfaatkan oleh para pekerja sebagai tempat istirahat, terutama saat jam makan siang. Mereka memanfaatkan ruang yang luas dan teduh untuk sekadar duduk santai atau beristirahat sejenak sebelum kembali bekerja.

Selama bulan Ramadan, kawasan ini semakin banyak digunakan untuk beristirahat. Para pekerja yang menjalankan ibadah puasa lebih memilih tidur atau bersantai di MPH daripada menghabiskan waktu di luar ruangan yang panas. “Kebetulan puasa juga, jadi tiduran di sini untuk mengisi waktu istirahat,” kata Amri, salah satu pekerja di kawasan tersebut.

Perubahan ini mencerminkan bagaimana tren pencarian kerja telah bergeser ke arah digital, seiring dengan perkembangan teknologi dan kebiasaan baru dalam proses perekrutan tenaga kerja. Pencari kerja kini lebih banyak mengandalkan internet untuk mendapatkan informasi tentang lowongan kerja, daripada datang langsung ke lokasi bursa kerja.

Meski MPH Batamindo tak lagi seramai dulu, kawasan ini tetap memiliki peran bagi masyarakat sekitar. Selain menjadi tempat istirahat pekerja, aula ini juga masih berpotensi digunakan kembali jika ada perusahaan yang ingin mengadakan perekrutan langsung. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Kawasan Bursa Kerja Batamindo Kini Sepi, Berubah Jadi Tempat Istirahat Pekerja pertama kali tampil pada Metropolis.

Bertahun-tahun Tak Digunakan, Terminal Mukakuning Kian Memprihatinkan

0
Kondisi terkini terminal Mukakuning. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kondisi Terminal Mukakuning yang terletak di Kecamatan Seibeduk semakin memprihatinkan. Terminal ini telah terbengkalai selama belasan tahun dan juga sudah lama berubah fungsi menjadi permukiman masyarakat. Berbagai faktor menyebabkan terminal ini tidak lagi beroperasi sebagaimana mestinya sejak awal dibangun oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Menurut cerita warga setempat, terminal yang berada di Jalan S. Parman ini awalnya sempat digunakan sebagai tempat naik dan turun penumpang angkutan kota. Namun, penggunaannya tidak berlangsung lama. Dalam beberapa tahun, terminal ini ditinggalkan dan kawasan di sekitarnya mulai dihuni oleh warga secara ilegal.

“Sudah lama ini tidak dipakai. Beginilah kondisinya sekarang, sudah jadi permukiman ” ujar Muklis, seorang warga yang telah lama tinggal di kawasan Mukakuning. Ia menyayangkan kondisi terminal yang semakin tak terurus ini.

Aris warga lainnya menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama terminal ini tidak berfungsi adalah lokasinya yang kurang strategis. Terminal Mukakuning berjarak sekitar satu kilometer dari jalan utama Ahmad Yani, yang menjadi jalur utama angkutan kota. Karena jarak yang cukup jauh, para sopir angkot lebih memilih menunggu penumpang di pinggir jalan utama daripada masuk ke terminal.

“Itulah awalnya. Penumpang yang mau ke PT, Panbil Mall, atau ke Batuaji dan Batamcenter lebih memilih turun di simpang Panbil. Jalur utama itu lebih ramai dengan angkot. Akibatnya, terminal ini semakin ditinggalkan, dan kondisinya terus memburuk,” kata Aris.

Sementara itu, pihak Pemko Batam mengakui bahwa ada kendala dalam menghidupkan kembali terminal ini. Salah satu alasan utamanya adalah status aset lahan yang masih berada di bawah kewenangan Badan Pengusahaan (BP) Batam. Pemko tidak bisa mengambil tindakan lebih lanjut sebelum ada kejelasan terkait status lahan tersebut.

“Pernah kami ajukan permohonan hibah lahan, tetapi tidak bisa disetujui karena terminal ini berada di kawasan lingkungan Dam. Jika dibangun kembali, dikhawatirkan akan mencemari lingkungan Dam. Status lahan masih di BP Batam,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Batam, Salim beberapa waktu lalu.

Saat ini, Pemko Batam memang memiliki bangunan terminal tersebut, tetapi karena status lahan belum jelas, pengembangan kembali tidak bisa dilakukan. Hal ini menyebabkan terminal semakin rusak dan tidak terawat. Hingga kini, belum ada kepastian apakah terminal ini akan difungsikan kembali atau diubah peruntukannya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi Terminal Mukakuning cukup memprihatinkan. Banyak bangunan yang rusak, dengan bagian-bagian seperti tiang dan rangka partisi yang hilang karena dicuri. Atap dan dinding bangunan pun banyak yang bolong, sehingga tidak layak lagi digunakan sebagai terminal.

Kini, belasan kepala keluarga menempati terminal tersebut sebagai tempat tinggal. Mereka tinggal di bekas kios dan bangunan yang ada di sekitar terminal. Kondisi ini semakin memperburuk situasi, karena terminal yang seharusnya menjadi fasilitas umum kini berubah menjadi kawasan permukiman liar yang tidak tertata. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Bertahun-tahun Tak Digunakan, Terminal Mukakuning Kian Memprihatinkan pertama kali tampil pada Metropolis.

Minyakita yang Diedarkan di Tanjungpinang Dipastikan Sesuai Takaran

0

batampos– Tingkat peminat minyak goreng merk Minyakita di Kota Tanjungpinang, Kepri diklaim masih tinggi, ditengah diterpanya isu oplosan dan tidak sesuainya takaran minyak goreng pemerintah tersebut.

Dalam pekan ini, setidaknya terdapat 20 hingga 30 ribu dus Minyakita yang telah disuplai ke sejumlah kabupaten kota yang ada di Kepri. Distributor memastikan, Minyakita yang di edarkan di Kepri tidak oplosan dan sesuai takaran.

Minyakita yang dipajang di etalase salah satu ritel modern di Tanjungpinang, Senin (10/2). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

“Bahkan di beberapa ritel masih bagus penjualannya. Kita juga menjamin minyakita di Kepri tidak ada kecurangan karena,” kata M Sadmi Al Qayum, seorang distributor Minyakita di Tanjungpinang, Senin (10/3).

Ia menerangkan, Minyakita yang dijual di Kota Tanjungpinang, Karimun hingga Anambas tersebut berasal dari pabrik minyak goreng yang ada Batam, Dumai dan Medan. Sehingga ia memastikan, Minyakita yang disuplai ke Kepri tidak terjadi kecurangan.

BACA JUGA: Kemasan Tak Sesuai Takaran, Distributor Minyakita akan Koordinasi dengan Pihak Pabrik di Dumai

“Karena (Minyakita) yang masuk ke Kepri ini dari pabrik besar. Beda dengan daerah yang terjadinya kecurangan,” tambahnya.

Minyakita di Kepri, sebagian besar disuplai oleh pabrik yang ada di Medan. Jika tiga pabrik tersebut berhenti menyuplai, maka ia memastikan bakal terjadinya kekosongan terhadap pasokan Minyakita di Kepri.

Selain itu, takaran Minyakita yang ada di Kepri sudah dilakukan pengecekan dan hanya berkurang 10 sampai 20 mili liter. Angka tersebut, menurutnya masih diambang batas normal.

“Sudah ditakar, kurang 10 sampai 20 Mili saja, masih batas wajar. Berbeda sama yang ada di daerah jawa, kemasan 1 Liter, hanya berisi 750 Mili,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Minyakita yang Diedarkan di Tanjungpinang Dipastikan Sesuai Takaran pertama kali tampil pada Kepri.

Banyak Reklame Liar, Pemko Batam Lakukan Penertiban

0
Pemko Batam saat menertibkan reklame liar. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mulai menertibkan reklame yang dipasang tanpa izin sebagai bagian dari upaya penataan kota, Selasa (11/3).

Penertiban ini dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Kepala DPM-PTSP Batam, Reza Khadafy, menyebut langkah awal penertiban dilakukan di jalan-jalan utama serta reklame insidentil yang dipasang tanpa izin.

“Bapenda yang menunjuk lokasi-lokasi reklame yang akan ditertibkan. Saat ini kami fokus pada yang ada di pinggir jalan,” katanya.

Penertiban ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 50 Tahun 2024 tentang penyelenggaraan pajak reklame.

Penertiban dilakukan secara bertahap, dimulai dengan reklame insidentil berukuran kecil yang tidak memiliki izin. Operasi dilakukan baik pada pagi maupun malam hari untuk mengoptimalkan efektivitas di lapangan.

Tim gabungan juga menandai reklame-reklame yang memerlukan tindakan khusus. “Ada yang cukup kami data, namun ada juga yang harus dipotong langsung menggunakan cutting coach,” tambahnya.

Tahapan selanjutnya adalah koordinasi dengan Bapenda dan CKTR guna memastikan titik-titik reklame yang memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) atau Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Selain itu, tim juga akan memverifikasi reklame yang sudah membayar pajak.

Setelah data reklame yang berizin dan tidak berizin dikumpulkan, Pemko Batam akan berkoordinasi lebih lanjut dengan BP Batam. Langkah ini penting untuk menyelaraskan data antara Pemko dan BP Batam, terutama terkait titik reklame yang sudah membayar sewa lahan.

“Kami harus memastikan reklame mana saja yang sudah memenuhi kewajiban, baik dari sisi izin maupun pajak. Jika ada reklame yang tidak sesuai aturan, akan segera kami tertibkan,” ujar Reza.

Ia menyampaikan, Pemko Batam telah menerbitkan satu izin resmi terkait reklame, sebagai tahap awal penataan yang dimulai pasca pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam.

Dalam pengurusan izin reklame di Batam, salah satu syarat utama adalah kepemilikan sewa lahan dari BP Batam. Hal ini menjadi dasar dalam menentukan legalitas pemasangan reklame di berbagai titik strategis kota.

“Dengan sekali langkah, kita bisa menertibkan reklame dari berbagai aspek, Pemko Batam mengawasi izin, BP Batam mengatur sewa lahan, dan pajak daerah juga dikelola sesuai aturan,” kata dia.

Bagi reklame yang tidak memiliki izin resmi, pemilik diberikan kesempatan untuk mencopot sendiri papan reklamenya sebelum tindakan tegas dilakukan oleh petugas di lapangan.

Reza menambahkan bahwa dalam proses penataan reklame, terdapat berbagai Perwako yang harus dipatuhi oleh setiap dinas terkait. Hal ini demi memastikan penertiban berjalan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Banyak Reklame Liar, Pemko Batam Lakukan Penertiban pertama kali tampil pada Metropolis.

Pelni Batam Buka 2.000 Tiket Mudik Gratis, Pendaftaran Segera Dibuka

0
Kapal Pelni saat bersandar di Pelabuhan Bintang 99 Batuampar. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – PT Pelni Cabang Batam kembali membuka program mudik gratis Lebaran 2025 bagi masyarakat yang ingin pulang kampung menggunakan kapal laut. Sebanyak 2.000 tiket gratis disediakan melalui program yang diinisiasi oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk rute Batam-Belawan dan Batam-Tanjung Priok, serta sebaliknya.

Kepala Cabang Pelni Batam, Edwin Kurniansyah, mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang mempersiapkan pendaftaran mudik gratis tersebut.

“Segera akan ada link untuk pendaftaran beserta persyaratannya. Kami imbau masyarakat untuk terus memantau informasi agar tidak kehabisan tiket,” ujarnya, Selasa (11/3).

Dari total 2.000 tiket yang tersedia dengan KM Kelud, rincian Batam-Belawan 600 tiket, Belawan-Batam 600 tiket, Batam- Tanjung Priok, 400 tiket dan Tanjung Priok-Batam: 400 tiket.

Selain dari Kemenhub, Persero Batam juga berkontribusi dalam program ini dengan menyediakan 200 tiket mudik gratis. Tiket dari Persero Batam ini berlaku untuk keberangkatan pada 28 Maret 2025, dan pencarian penumpangnya dilakukan langsung oleh Persero Batam.

Sementara itu, Telkomsel turut berpartisipasi dengan menyediakan 200 tiket gratis untuk rute Batam-Tanjung Priok. Para pemudik yang mendapatkan tiket ini akan diberangkatkan menggunakan KM Ngapulu, yang dijadwalkan berangkat pada 28 Maret 2025.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, Pelni akan mengoperasikan KM Ngapulu sebagai kapal tambahan. Kapal ini dijadwalkan bersandar di Batam pada minggu terakhir Maret 2025, setelah menyelesaikan proses docking.

“KM Ngapulu akan membantu KM Kelud dalam menampung lonjakan penumpang, terutama pada rute Batam-Tanjung Priok,” jelas Edwin.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan tiket mudik gratis ini, Pelni mengimbau agar segera mendaftar saat pendaftaran resmi dibuka.

“Kuotanya terbatas, jadi siapa cepat dia dapat. Kami sarankan masyarakat segera mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan dan terus memantau informasi resmi dari Pelni,” pungkas Edwin. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Pelni Batam Buka 2.000 Tiket Mudik Gratis, Pendaftaran Segera Dibuka pertama kali tampil pada Metropolis.

Manfaat Air Cucian Beras Untuk Kesehatan Kulit Wajah

0
Ilustrasi ekstrak beras sebagai bahan kecantikan. (Freepik)

batampos – Air cucian beras ternyata banyak manfaatnya untuk kesehatan kulit wajah.

Sudah teruji secara klinis, sehingga tak heran dalam banyak produk-produk kecantikan mahal terdapat kandungan air beras di dalamnya.

Dilansir dari Hale Cosmeceuticals, manfaat air beras untuk kulit wajah yang wajib kamu tahu.

Baca juga: BABYMONSTER Gelar Konser di Jakarta, Penjualan Tiket Dibuka Pekan Depan

1. Menenangkan kulit yang iritasi
Air beras atau ekstrak beras, ternyata sudah teruji secara klinis dapat menenangkan kulit yang terkena iritasi.

Sebab, ekstrak beras memiliki kemampuan hidrolisis yang baik sehingga, dapat meredakan peradangan. Selain itu, ekstrak beras juga dapat mengurangi kemerahan dan rasa tidak nyaman di kulit.

2. Melindungi kulit dari sinar UV
Ekstrak beras memiliki kandungan antioksidan yang kuat. Sehingga, ekstrak beras juga dapat melindungi kulit dari paparan sinar UV yang tentunya dapat mencegah penuaan dini
akibat paparan matahari. Ekstrak beras juga dapat memperbaiki kerusakan sel kulit yang diakibatkan oleh radiasi UV.

3. Menjaga kelembapan kulit
Ekstrak beras juga dapat melembapkan kulit secara optimal. Sebab, air beras ternyata dapat digunakan sebagai pelembap alami yang efektif.

Sama seperti gliserin, air beras ternyata juga dapat mengunci kelembapan di kulit tanpa meninggalkan rasa lengket. Sehingga, kulit akan tampak terhidrasi, lebih kenyal, dan terhindar dari penuaan.

Baca juga: Serum dari Ekstrak Tanaman Lebih Baik Untuk Kesehatan Kulit

4. Mencegah tanda-tanda penuaan
Air beras ternyata dapat berguna untuk melawan tanda-tanda penuaan. Sebab, ekstrak beras dapat merangsang prduksi kolagen yang merupakan protein penting untuk menjaga
elastisitas kulit. Sehingga, menggunakan air beras juga dapat mengurangi tampilan garis halus dan kerutan.

5. Meratakan warna kulit dan mengurangi hiperpigmentasi
Air beras ternyata juga dapat berfungsi untuk meratakan warna kulit dan mengurangi hiperpigmentasi. Sebab, air beras terbukti menghambat aktivitas tirosinase, enzim yang memproduksi melanin.

Karena itu, air beras dapat secara efektif memudarkan flek di wajah serta dapat membuat kulit menjadi lebih bercahaya.

6. Mengangkat sel kulit mati
Ternyata, air beras juga dapat melakukan ekfoliasi alami pada kulit. Sebab, peptida beras ternyata mampu mendorong deskuamasi, yaitu pelepasan sel-sel kulit mati dari lapisan
terluar. Sehingga dapat dengan cepat meregenerasi kulit dan membuat kulit tampak lebih cerah.

7. Meningkatkan produksi ceramide
Air beras ternyata dapat meningkatkan produksi ceramide, yaitu kandungan pelindung pada kulit. Sehingga, kulit akan tampak lebih lembap, kencang, dan terhindar dari kerusakan. Hal ini juga membuat kulit tampak lebih sehat dan tangguh.

8. Mencerahkan kulit wajah
Air beras dapat menjadi salah satu alternatif untuk mencerahkan kulit secara alami. Sebab, peptida beras ternyata dapat menghambat enzim tirosinase yang memproduksi melanin.

Sehingga, air beras dapat membantu untuk memudarkan bitnik-bintik gelap serta menghasilkan warna kulit yang merata dan bercahaya.

9. Menjaga kekenyalan dan kekencangan kulit
Peptida beras ternyata terbukti secara klinis dapat merangsang produksi kolagen dalam sel fibrolas. Sehingga, air beras dapat menjadi kunci untuk menjaga kekenyalan dan kekencangan kulit. Oleh karena itu, menggunakan air beras dapat membuat
tampilan kulit menjadi lebih muda dan segar.

Baca juga: BB Naik Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Buruk yang Memicunya

10. Menenangkan kulit gatal dan mengelupas
Jika kamu mengalami kulit yang gatal, bersisik, dan suka mengelupas, maka air beras sangat cocok untukmu. Sebab, air beras ternyata dapat menenangkan kulit melalui sifat
hidrasinya.

Ekstrak beras dapat membantu meredakan gatal pada kulit, memperbaiki penghalang kulit yang rusak, serta mengembalikan kulit jadi lebih sehat. (*)

Sumber: Jpgroup

Artikel Manfaat Air Cucian Beras Untuk Kesehatan Kulit Wajah pertama kali tampil pada Lifestyle.

Angin Kencang Hancurkan Atap Pelabuhan Pancung Sekupang

0
Kondisi terkini atap Pelabuhan Pancung Sekupang usai diterjang angin kencang beberapa waktu lalu.
(F. Rengga / Batam Pos)

batampos – Atap di dua titik dermaga Pelabuhan Kapal Pancung Sekupang-Belakang Padang mengalami kerusakan parah, membuat area tunggu penumpang tidak sepenuhnya terlindungi. Beberapa lembar atap bahkan telah terlepas, sementara yang tersisa masih tersangkut di penyangganya.

Kondisi paling parah terlihat di dekat loket tiket dan pintu keluar penumpang dari Belakang Padang. Di sana, atap sudah tak tersisa sama sekali, hanya menyisakan rangka besi yang terbuka dan membiarkan sinar matahari langsung menyengat lantai pelabuhan. Saat hujan, area tersebut menjadi basah, menyulitkan penumpang yang hendak menunggu keberangkatan atau turun dari kapal.

Jip, petugas loket tiket di pelabuhan tersebut, mengatakan bahwa kondisi ini telah terjadi sejak tahun 2024 akibat terpaan angin kencang. Hingga kini, belum ada kepastian kapan perbaikan akan dilakukan.

“Katanya mau diperbaiki, tapi enggak tahu kapannya,” ujarnya.

Salah satu penumpang, Nia, mengaku khawatir dengan kondisi tersebut. Menurutnya, atap yang sudah tidak ada lagi cukup mengganggu kenyamanan penumpang.

“Kami lewat pelabuhan ini setiap hari. Kalau panas, kepanasan. Kalau hujan, kehujanan. Harapannya segera diperbaiki,” kata Nia.

Keluhan serupa juga disampaikan beberapa penumpang lain yang mengaku sering menggunakan pelabuhan tersebut. Mereka berharap ada solusi cepat agar aktivitas naik dan turun kapal tetap nyaman.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Salim, membenarkan bahwa atap pelabuhan tersebut rusak akibat angin kencang pada akhir tahun 2024. Namun, perbaikan baru bisa diusulkan pada APBD 2026 karena anggaran tahun 2025 sudah ditetapkan.

“Mau diusulkan di APBD Perubahan 2024, tapi sudah lewat. Untuk kegiatan 2025 juga sudah selesai, makanya kami usulkan untuk rehab di 2026,” jelasnya.

Menurut Salim, atap yang rusak memang sengaja dibongkar demi keamanan masyarakat yang menggunakan pelabuhan tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa kejadian angin kencang di akhir tahun lalu tidak hanya merusak atap, tetapi juga membuat loket tiket ikut terlepas.

“Memang harus dibongkar semua. Kami usulkan anggarannya untuk 2026. Ini dilakukan demi keamanan, karena angin di sana cukup kuat,” tambahnya. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Angin Kencang Hancurkan Atap Pelabuhan Pancung Sekupang pertama kali tampil pada Metropolis.