Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2039

Musim Hujan, Titik Baru Kerusakan Jalan Bermunculan

0
Lokasi jalan yang digenangi air rusak berat di Batuaji. F.Eusebius/Batam Pos

batampos – Selain sampah yang masih banyak dijumpai menumpuk di pinggir jalan, masyarakat pengguna jalan di Batuaji dan Sagulung juga mengeluhkan kondisi jalan yang semakin rusak. Banyak titik kerusakan yang semakin parah akibat curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Hujan deras yang kerap mengguyur wilayah ini menyebabkan jalanan tergenang air dan bahkan banjir di beberapa titik. Genangan air yang bertahan lama memperburuk kondisi jalan, membuat aspal menjadi lebih lunak dan mudah rusak. Hal ini diperparah oleh padatnya arus lalu lintas, terutama kendaraan berat dan proyek-proyek yang melintas di ruas jalan tersebut.

Salah satu ruas jalan yang paling terdampak adalah Jalan R. Suprapto. Beberapa titik di jalan ini menjadi lokasi genangan air dan banjir, sehingga mempercepat kerusakan jalan. Kerusakan paling sering terjadi di jalur pemutaran (U-turn), yang mengalami tekanan lebih besar akibat kendaraan yang berputar arah.

“Semakin banyak titik-titik kerusakan. Awalnya hanya lubang-lubang kecil, tapi lama-lama semakin melebar jika dibiarkan. Biasanya, lokasi yang rusak ada di tempat-tempat genangan air dan banjir,” ujar Agus, salah satu pengguna jalan di Batuaji.

Beberapa titik kerusakan paling parah saat ini antara lain U-turn depan Perumahan Puskopkar, jalan di bawah jembatan penyeberangan orang SP Plaza, dekat Simpang SMKN 1, serta U-turn sebelum SPBU Genta III dari arah Batuaji. Di titik-titik ini, lubang semakin besar dan membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

Warga berharap ada penanganan cepat dari pemerintah agar kerusakan tidak semakin parah. Menurut mereka, perbaikan yang dilakukan selama ini sering kali hanya bersifat sementara dan kembali rusak dalam waktu singkat. “Kalau hanya ditambal, nanti rusak lagi. Harusnya diperbaiki dengan kualitas yang lebih baik supaya tahan lama,” tambah Agus.

Di sisi lain, Pemko Batam saat ini tengah mengerjakan proyek pelebaran Jalan R. Suprapto di Batuaji. Proyek ini dimulai dari simpang empat Puteri Hijau menuju SP Plaza dan ke arah Basecamp. Pelebaran jalan ini diharapkan bisa mengurangi kepadatan lalu lintas serta meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.

Namun, proses pengerjaan proyek ini mengalami beberapa kendala di lapangan. Salah satu penyebabnya adalah banyaknya instalasi kabel dan pipa yang harus dipindahkan terlebih dahulu sebelum pelebaran bisa dilakukan. Hal ini menyebabkan pengerjaan berlangsung lebih lama dari yang direncanakan.

Meski begitu, warga tetap berharap agar pelebaran jalan ini dapat segera diselesaikan dan diikuti dengan perbaikan di titik-titik kerusakan yang ada. “Kalau sudah dilebarkan, jangan lupa perbaiki yang berlubang juga. Jangan sampai sudah luas, tapi tetap banyak lubang,” harap seorang pengendara lainnya.

Dengan kondisi jalan yang semakin memprihatinkan, masyarakat Batuaji dan Sagulung meminta perhatian lebih dari pemerintah. Mereka berharap ada solusi jangka panjang agar jalan tetap dalam kondisi baik dan nyaman untuk dilalui, terutama saat musim hujan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

 

Artikel Musim Hujan, Titik Baru Kerusakan Jalan Bermunculan pertama kali tampil pada Metropolis.

Usut Teror Kepala Babi dan Bangkai Tikus yang Menyasar Jurnalis Tempo, Kapolri Listyo Sigit Perintahkan Kabareskrim

0
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Mabes Polri).

batampos – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo angkat bicara soal adanya teror dak intimidasi berupa kepala babi dan bangkai tikus yang menyasar jurnalis Tempo. Listyo memerintahkan Kabareskrim Polri Komjen Pol Wahyu Widada untuk mengusut peristiwa teror tersebut.

Peristiwa itu sudah dilaporkan Pimred Tempo dengan Komisi Keselamatan Jurnalis (KKJ) ke Bareskrim Mabes Polri.

“Kaitannya dengan peristiwa di media Tempo, saya sudah perintahkan kepada Kabareskrim untuk melaksanakan penyelidikan lebih lanjut,” kata Sigit usai safari Ramadhan di Mesjid Raya Medan, Sabtu (22/3).

Sigit memastikan, jajarannya akan memberikan pelayanan terbaik untuk menyelidiki kejadian itu. Hal itu untuk mengusut pelaku teror terhadap Tempo.

“Saya kira kita semua tentunya akan memberikan pelayanan yang terbaik untuk bisa menindaklanjuti hal tersebut,” tegas Sigit.

Terpisah, Direktur Eksekutif Amnesty Internastional Indonesia, Usman Hamid meminta aparat penegak hukum untuk melakukan investigasi atas aksi teror dan intimidasi yang menyasar kantor Tempo. Usman meminta aparat dapat menyeret pelaku beserta dalangnya ke meja hijau dengan hukuman setimpal.

Pasalnya, kantor Tempo mendapat kiriman kepala babi, pada Rabu (19/3). Kepala babi tersebut dibungkus kotak kardus yang dilapisi styrofoam. Tak hanya itu, pada Sabtu (22/3) kemarin, kantor Tempo kembali mendapat kiriman barang aneh berupa bangkai tikus yang kepalanya sudah terpenggal.

“Kami mendesak otoritas negara termasuk pihak yang berwajib untuk segera dan tanpa menunda-nunda lagi investigasi resmi, pengusutan tuntas dan penghukuman pelaku beserta dalangnya ke meja hijau dengan hukuman setimpal,” ujar Usman.

“Kalau tidak, maka menjadi jurnalis atau aktivis di negeri Indonesia yang berkali-kali diteror tapi tanpa ada kejelasan siapa pelaku dan hukumannya lebih mirip seperti vonis mati daripada sebuah profesi,” sambungnya.

Usman menegaskan, ancaman terhadap jurnalis dan aktivis adalah ancaman terhadap kebebasan pers dan berekspresi. Ia menduga, teror dan intimidasi itu untuk menciptakan ketakutan bagi jurnalis.

“Rentetan terror ini adalah serangan terhadap kerja-kerja jurnalisme kritis yang berupaya untuk mengungkap kebenaran ke publik terkait kebijakan-kebijakan pemeritah dan proses legislasi di DPR yang bermasalah,” urai Usman.

Ia menegaskan, otoritas hukum dan keamanan harus secara proaktif untuk menginvestigasi adanya terror dan intimidasi seperti ini. Serta memastikan tidak terjadi lagi serangan-serangan terhadap media sebagai pilar ke 4 demokrasi.

“Polisi harus segera mengungkap pelaku maupun dalang di balik rentetan teror terhadap Tempo. Teror adalah tindakan intimidasi yang melanggar HAM, karena menciptakan ketakutan bagi siapapun yang ingin mengungkap kebenaran,” pungkas Usman. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Usut Teror Kepala Babi dan Bangkai Tikus yang Menyasar Jurnalis Tempo, Kapolri Listyo Sigit Perintahkan Kabareskrim pertama kali tampil pada News.

Malaysia dan Singapura Mendapat Limpahan Arus Mudik Lebaran dari Batam

0
ilustrasi

batampos – Menjelang Lebaran, tiket penerbangan domestik dari Batam ke beberapa kota tujuan seperti Padang dan Pekanbaru sudah habis terjual. Kondisi ini membuat sejumlah warga mencari alternatif, salah satunya dengan berangkat dari Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, dan Singapura. Selain ketersediaan tiket yang masih ada, harganya juga relatif lebih murah.

Trisna, warga Batam Center, hampir saja tidak bisa pulang ke kampung halamannya di Padang, Sumatera Barat. Ia sudah berusaha mencari tiket sejak H-8 Lebaran, tetapi semua penerbangan ke Padang dari Batam sudah penuh.

“Untuk tiket domestik Batam-Padang dan Batam-Pekanbaru sudah habis. H-8 saja sudah tidak ada tiket lagi,” ujarnya.

Awalnya, Trisna berharap maskapai akan menambah penerbangan ekstra menjelang Lebaran. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda penambahan penerbangan dari pihak maskapai.

“Sampai sekarang tidak ada tanda-tanda extra flight. Semua kosong, baik di agen perjalanan maupun aplikasi penjualan tiket online,” tambahnya.

Setelah mencari alternatif, Trisna akhirnya mendapatkan tiket dari Kuala Lumpur ke Padang dengan harga Rp800 ribuan untuk keberangkatan 28 Maret 2025. Harga ini jauh lebih murah dibandingkan tiket Batam-Padang yang sebelumnya mencapai hampir Rp1,5 juta.

“Dapat tiket dari Kuala Lumpur ke Padang seharga Rp800 ribu. Lebih murah dibanding Batam-Padang yang waktu itu hampir Rp1,5 juta,” jelasnya.

Meskipun harus mengeluarkan biaya tambahan sekitar Rp575 ribu untuk tiket pesawat pulang-pergi Batam-Kuala Lumpur, ia tetap memilih jalur ini karena total biaya masih lebih hemat dibanding tiket langsung dari Batam ke Padang.

“Lebih murah juga, meskipun agak capek. Yang penting bisa pulang kampung,” pungkasnya.

Lonjakan permintaan tiket pesawat menjelang Lebaran memang menjadi fenomena tahunan. Warga pun harus mencari berbagai alternatif untuk bisa berkumpul dengan keluarga di kampung halaman. Anton, warga yang hendak ke Jambi, juga heran mengapa tiket domestik begitu cepat habis.

“Bingungnya kenapa tiket domestik habis, padahal jumlah maskapai di Indonesia banyak,” imbuhnya.

Ia juga heran mengapa harga tiket domestik Indonesia lebih tinggi dibanding tiket dari luar negeri. Padahal, dari luar negeri, ia bisa mendapatkan tiket seharga Rp600 ribuan.

“Kalau dari Malaysia, bisa dapat Rp600 ribuan. Begitu juga dari Singapura. Nah, kalau dari Batam tiket pasti lebih mahal dan cepat habis,” katanya.

Syahbandar Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Erik Mario Sihotang, membenarkan adanya lonjakan penumpang tujuan Malaysia dari Batam. Menurutnya, akhir pekan ini saja sudah ada peningkatan penumpang dibanding pekan lalu.

“Ya, untuk lonjakan penumpang ke Malaysia sekitar 21 persen pada minggu ini,” tegasnya.

Ia menduga lonjakan penumpang disebabkan oleh ketersediaan tiket di bandara luar negeri seperti Kuala Lumpur. Bahkan, untuk bisa sampai ke Kuala Lumpur, warga cukup membeli tiket Rp575 ribu, lebih murah dibanding ke Singapura.

“Prediksi lonjakan tanggal 28 Maret mendatang. Ada permintaan extra trip tanggal itu juga,” pungkas Erik. (*)

Artikel Malaysia dan Singapura Mendapat Limpahan Arus Mudik Lebaran dari Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Malaysia dan Singapa Mendapat Limpahan Arus Mudik Lebaran dari Batam

0
ilustrasi

batampos – Menjelang Lebaran, tiket penerbangan domestik dari Batam ke beberapa kota tujuan seperti Padang dan Pekanbaru sudah habis terjual. Kondisi ini membuat sejumlah warga mencari alternatif, salah satunya dengan berangkat dari Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, dan Singapura. Selain ketersediaan tiket yang masih ada, harganya juga relatif lebih murah.

Trisna, warga Batam Center, hampir saja tidak bisa pulang ke kampung halamannya di Padang, Sumatera Barat. Ia sudah berusaha mencari tiket sejak H-8 Lebaran, tetapi semua penerbangan ke Padang dari Batam sudah penuh.

“Untuk tiket domestik Batam-Padang dan Batam-Pekanbaru sudah habis. H-8 saja sudah tidak ada tiket lagi,” ujarnya.

Awalnya, Trisna berharap maskapai akan menambah penerbangan ekstra menjelang Lebaran. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda penambahan penerbangan dari pihak maskapai.

“Sampai sekarang tidak ada tanda-tanda extra flight. Semua kosong, baik di agen perjalanan maupun aplikasi penjualan tiket online,” tambahnya.

Setelah mencari alternatif, Trisna akhirnya mendapatkan tiket dari Kuala Lumpur ke Padang dengan harga Rp800 ribuan untuk keberangkatan 28 Maret 2025. Harga ini jauh lebih murah dibandingkan tiket Batam-Padang yang sebelumnya mencapai hampir Rp1,5 juta.

“Dapat tiket dari Kuala Lumpur ke Padang seharga Rp800 ribu. Lebih murah dibanding Batam-Padang yang waktu itu hampir Rp1,5 juta,” jelasnya.

Meskipun harus mengeluarkan biaya tambahan sekitar Rp575 ribu untuk tiket pesawat pulang-pergi Batam-Kuala Lumpur, ia tetap memilih jalur ini karena total biaya masih lebih hemat dibanding tiket langsung dari Batam ke Padang.

“Lebih murah juga, meskipun agak capek. Yang penting bisa pulang kampung,” pungkasnya.

Lonjakan permintaan tiket pesawat menjelang Lebaran memang menjadi fenomena tahunan. Warga pun harus mencari berbagai alternatif untuk bisa berkumpul dengan keluarga di kampung halaman. Anton, warga yang hendak ke Jambi, juga heran mengapa tiket domestik begitu cepat habis.

“Bingungnya kenapa tiket domestik habis, padahal jumlah maskapai di Indonesia banyak,” imbuhnya.

Ia juga heran mengapa harga tiket domestik Indonesia lebih tinggi dibanding tiket dari luar negeri. Padahal, dari luar negeri, ia bisa mendapatkan tiket seharga Rp600 ribuan.

“Kalau dari Malaysia, bisa dapat Rp600 ribuan. Begitu juga dari Singapura. Nah, kalau dari Batam tiket pasti lebih mahal dan cepat habis,” katanya.

Syahbandar Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Erik Mario Sihotang, membenarkan adanya lonjakan penumpang tujuan Malaysia dari Batam. Menurutnya, akhir pekan ini saja sudah ada peningkatan penumpang dibanding pekan lalu.

“Ya, untuk lonjakan penumpang ke Malaysia sekitar 21 persen pada minggu ini,” tegasnya.

Ia menduga lonjakan penumpang disebabkan oleh ketersediaan tiket di bandara luar negeri seperti Kuala Lumpur. Bahkan, untuk bisa sampai ke Kuala Lumpur, warga cukup membeli tiket Rp575 ribu, lebih murah dibanding ke Singapura.

“Prediksi lonjakan tanggal 28 Maret mendatang. Ada permintaan extra trip tanggal itu juga,” pungkas Erik. (*)

Artikel Malaysia dan Singapa Mendapat Limpahan Arus Mudik Lebaran dari Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Arus Penumpang di Bandara Hang Nadim Masih Landai, Puncak Mudik Diprediksi 28 Maret

0
Penumpang melakukan check-in di salah satu maskapai penerbangan Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Minggu (23/3). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Arus penumpang di Bandara Internasional Hang Nadim Batam pada H-8 Lebaran masih terpantau landai. Hingga Minggu (23/3) pukul 14.00 WIB, jumlah penumpang tercatat kurang dari 5.000 orang dari 48 penerbangan. Dimana sesuai jadwal terdapat 85 penerbangan, 82 diantaranya reguler untuk kedatangan dan keberangkatan dan 3 extra flight.

Ketua Posko Terpadu Angkutan Lebaran Bandara Hang Nadim, Triasril, menyebut jumlah penerbangan hari ini meningkat dibanding tahun lalu yang hanya mencapai 84 penerbangan. Namun, jumlah penumpang masih lebih rendah dibanding sehari sebelumnya, 22 Maret.

“Untuk hari ini, arus penumpang masih landai dibanding kemarin, tetapi ada tiga penerbangan tambahan,. Untuk kemarin penumpang 12652 orang, sekarang kurang dari itu” kata Triasril saat bertugas di posko terpadu.

Dari tiga penerbangan tambahan (extra flight) tersebut, dua di antaranya merupakan keberangkatan menuju Jambi dan Jakarta, sementara satu penerbangan lainnya merupakan kedatangan dari Jambi.

“Hampir setiap hari ada extra flight hingga hari H, hari ini ada 3 extra flight,” katanya.

Meskipun arus penumpang saat ini masih relatif sepi, puncak arus mudik di Bandara Hang Nadim diperkirakan akan terjadi pada Kamis, 28 Maret 2025, atau H-3 Lebaran. Jumlah penumpang diproyeksikan mencapai 21 ribu orang pada hari tersebut.

“Untuk puncak mudik diperkirakan pada 28 Maret. Penumpang diperkirakan mencapai 21 ribu orang,” ujar Triasril.

Ia mengimbau agar calon penumpang datang lebih awal ke bandara pada hari tersebut untuk menghindari antrean panjang, khususnya di konter bagasi.

“Disarankan penumpang tiba lebih awal untuk menghindari antrean akibat lonjakan penumpang,” tambahnya.

Sebagai upaya mengurangi antrean di konter check-in, pihak bandara menyediakan delapan unit mesin check-in mandiri. Empat unit terletak di area luar keberangkatan, sementara empat lainnya berada di dekat konter bagasi.

Selain itu, penumpang baru diperbolehkan memasuki ruang tunggu dua jam sebelum jadwal keberangkatan. Mereka juga sudah bisa melakukan check-in secara daring sebelum tiba di bandara.

Sementara itu, hingga 29 Maret, Bandara Hang Nadim juga dijadwalkan akan menambah beberapa penerbangan ekstra untuk mengakomodasi lonjakan penumpang menjelang Lebaran. (*)

Reporter: Yashinta

 

 

Artikel Arus Penumpang di Bandara Hang Nadim Masih Landai, Puncak Mudik Diprediksi 28 Maret pertama kali tampil pada Metropolis.

Masyarakat Kewalahan Mencari Lokasi Penukaran Uang

0
Warga melakukan penukaran uang kertas baru di mobil layanan kas Keliling Bank Indonesia perwakilan Kepri di bundaran dekat Masjid Agung Batam Center, Selasa (4/3). F Cecep Mulyana/Batam Pospenukara

batampos – Perayaan Idul Fitri semakin dekat, namun kebutuhan masyarakat akan uang pecahan kecil belum sepenuhnya terpenuhi. Banyak warga yang masih kebingungan mencari lokasi penukaran uang, baik melalui media sosial maupun dengan bertanya langsung ke bank. Dalam sepekan terakhir, permintaan informasi terkait lokasi penukaran semakin meningkat.

Salah satu warga Batuaji, Heru, mengaku kesulitan mendapatkan uang pecahan kecil meskipun telah berusaha mencari di berbagai tempat. “Belum dapat juga. Ke bank katanya tak ada stok uang pecahan kecil. Mau tukar ke BI, katanya harus daftar dulu. Masih kebingungan mau cari lokasi penukaran ini,” ujar Heru.

Hal serupa dialami oleh Nisa, warga Sagulung. Ia mengungkapkan bahwa dirinya sudah berusaha selama sepekan terakhir untuk mencari tempat penukaran uang, namun hasilnya nihil. “Saya sudah cari di beberapa bank dan bertanya ke teman-teman, tapi masih belum ada tempat yang bisa menerima penukaran uang kecil,” kata Nisa.

Masyarakat berharap agar layanan penukaran uang bisa diperbanyak, terutama di masa menjelang Lebaran. Uang pecahan kecil menjadi kebutuhan penting untuk dibagikan kepada anak-anak saat perayaan Idul Fitri. “Kalau bisa, bank atau pihak terkait membuka lebih banyak tempat penukaran agar tidak menyulitkan warga,” tambah Nisa.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) telah membuka layanan penukaran uang melalui mobil kas keliling di berbagai lokasi di Kota Batam. Layanan ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan uang pecahan kecil menjelang Hari Raya Idul fitri. Namun, sistem penukaran ini mengharuskan warga untuk mendaftar terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR.

Pendaftaran harus dilakukan setidaknya tujuh hari sebelum tanggal penukaran yang diinginkan. Warga juga diwajibkan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari KTP mereka, dan hanya bisa mendaftar selama kuota masih tersedia. Menurut petugas di lokasi mobile kas keliling, proses pemesanan cukup mudah, namun masih banyak masyarakat yang belum mengetahui prosedur ini.

Warga yang ingin menukar uang dapat mengakses situs PINTAR di https://pintar.bi.go.id, lalu memilih lokasi penukaran, mengisi data pribadi, serta menentukan jenis dan jumlah uang yang ingin ditukar. Setelah itu, warga akan mendapatkan bukti pemesanan yang harus ditunjukkan saat melakukan penukaran uang di lokasi yang dipilih.

Antusiasme masyarakat terhadap layanan ini cukup tinggi. Banyak warga yang sudah memahami prosedur pendaftaran sehingga proses penukaran berjalan lancar tanpa antrean panjang. Setiap warga hanya diperbolehkan menukar uang dengan jumlah maksimal Rp 4.300.000, dengan ketentuan bahwa penukaran harus merata ke semua pecahan kecil yang tersedia. Warga tidak bisa hanya menukar satu jenis pecahan untuk jumlah maksimal tersebut. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Masyarakat Kewalahan Mencari Lokasi Penukaran Uang pertama kali tampil pada Metropolis.

Tiket Kapal Batam-Dumai untuk 28-29 Maret Habis, Dumai Line Pertimbangkan Penambahan Armada

0
Suasana di Pelabuhan Domestik Sekupang Batam. Foto. Arjuna/ Batam Pos

batampos — Lonjakan pemudik Lebaran mulai terasa di Pelabuhan Domestik Sekupang, Batam. Tiket kapal untuk rute Batam-Dumai pada 28 dan 29 Maret 2025 telah habis terjual. Humas Dumai Line, Asmadi, menyebutkan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan penambahan armada guna mengakomodasi tingginya permintaan penumpang.

“Saat tanggal 28-29 sudah penuh, ada kemungkinan akan ada tambahan kapal, tapi masih dihitung-hitung dulu,” ujar Asmadi saat dikonfirmasi, Minggu (23/3).

Meskipun tiket kapal tujuan Dumai telah ludes, Asmadi memastikan tiket untuk rute lainnya, termasuk Batam-Pekanbaru, masih tersedia.

“Khusus tujuan Dumai memang sudah penuh untuk tanggal 28 dan 29, tetapi untuk rute lain, tiket masih ada,” jelasnya.

Asmadi juga mengungkapkan bahwa jumlah pemudik pada Lebaran tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, kenaikan jumlah penumpang disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah jadwal libur sekolah yang bertepatan dengan momen Lebaran.

“Selain libur Lebaran, ada juga libur sekolah serta tradisi sembahyang kubur yang membuat jumlah pemudik tahun ini lebih banyak dibanding tahun lalu,” katanya.

Dengan tingginya permintaan tiket, Dumai Line masih mempertimbangkan kemungkinan menambah jadwal keberangkatan atau armada pada tanggal-tanggal tersebut. Keputusan ini akan bergantung pada jumlah permintaan yang terus dipantau hingga beberapa hari ke depan.

“Kami masih menghitung apakah memungkinkan untuk menambah kapal atau menyesuaikan jadwal. Jika permintaan terus meningkat, kemungkinan besar ada tambahan,” ujarnya.

Asmadi mengimbau masyarakat yang berencana melakukan perjalanan ke Dumai atau daerah lain untuk segera membeli tiket agar tidak kehabisan, terutama menjelang puncak arus mudik Lebaran.

Sementara itu, Kepala Pos Syahbandar Pelabuhan Domestik Sekupang, Samosir Parsaoran, mengatakan bahwa sepanjang Sabtu (22/3), jumlah kedatangan penumpang di Pelabuhan Domestik Sekupang mencapai 1.610 orang, sementara jumlah penumpang yang berangkat mencapai 2.563 orang.

“Semalam ada 25 kapal yang melayani penumpang, baik untuk rute dalam provinsi maupun luar provinsi,” ujar Samosir.

Menurutnya, tren peningkatan jumlah penumpang ini diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Hari ini, jumlah kapal yang beroperasi tetap 25 unit, dengan tujuan ke berbagai rute pelayaran.

“Memang sudah mulai agak ramai karena liburnya gabung dengan sembahyang kubur Cina dan libur sekolah,” tambahnya. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Tiket Kapal Batam-Dumai untuk 28-29 Maret Habis, Dumai Line Pertimbangkan Penambahan Armada pertama kali tampil pada Metropolis.

Koordinasi Lemah, 39 Warga Kepri Korban TPPO Harus  Pulang Secara Mandiri  Tanpa Bantuan Pemda

0

batampos – Polri mengumumkan bahwa sebanyak 699 warga negara Indonesia (WNI) korban tindak perdagangan orang telah dipulangkan dari Myanmar. Dari jumlah tersebut, 39 orang merupakan warga Kepulauan Riau (Kepri).

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI Kepri), Kombes Imam Riyadi, mengatakan proses pemulangan ini telah dikoordinasikan dengan berbagai instansi terkait.

“Kemarin dari Kemenko Polhukam, BP2MI, Kemendagri, dan Kementerian P2MI sudah bersurat ke Kemendagri untuk meminta kepala daerah, termasuk gubernur, agar turut membantu pemulangan warga,” kata Imam, Minggu (23/3).

Namun, menurut Imam, proses koordinasi di tingkat daerah tidak berjalan mulus. Pihaknya telah mencoba berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), serta Badan Perbatasan. Namun, ia menyayangkan respons yang kurang sigap dari pemerintah daerah.

“Ketika kami berkoordinasi dengan Disnaker Kepri, mereka meminta kami mengonfirmasi ke PPA, lalu ke Badan Perbatasan. Pada akhirnya, warga Kepri yang sudah dipulangkan dari Jakarta harus kembali secara mandiri,” ujarnya.

Imam juga menyoroti minimnya perhatian dari Pemerintah Provinsi Kepri dalam menangani persoalan ini.

“Kami ingin membangun koordinasi untuk membantu pemerintah daerah, tetapi tidak ada respons positif. Seolah dilempar ke sana-sini. Padahal ini masalah serius,” katanya.

Selain kasus di Myanmar, Imam juga mengungkapkan bahwa sekitar 3.500 warga Kepri saat ini berada di Kamboja dan bekerja sebagai scammer.

“Kami terus melakukan pemantauan dan komunikasi dengan mereka di Phnom Penh, Kamboja untuk mengetahui kondisi mereka,” ujarnya

Kasus perdagangan orang yang melibatkan WNI di luar negeri semakin menjadi perhatian, mengingat banyaknya korban yang terjebak dalam pekerjaan ilegal dan eksploitasi.

“Pemerintah pusat diharapkan dapat meningkatkan kerja sama dengan daerah untuk memastikan keselamatan para WNI yang menjadi korban,” ujarnya. (*)

Reporter: AZIS MAULANA

Artikel Koordinasi Lemah, 39 Warga Kepri Korban TPPO Harus  Pulang Secara Mandiri  Tanpa Bantuan Pemda pertama kali tampil pada Metropolis.

Hyundai Siapkan 15 Model Baru hingga 2028, Dominasi Pasar dengan Mobil Listrik dan Produksi Lokal

0

batampos – Hyundai Motors Indonesia (HMID) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas pasar otomotif di Indonesia. Dalam acara Hyundai Iftar Ramadan Media Gathering 2025 yang digelar di Hyundai N Brand Experience Center pada Kamis (20/3), Hyundai mengumumkan rencana ambisiusnya untuk meluncurkan 15 model baru hingga tahun 2028.

Yang menarik, model-model baru ini bukan sekadar penyegaran atau facelift, tetapi benar-benar model baru yang akan memperkuat lini produk Hyundai di Indonesia. Hyundai juga menegaskan komitmennya dalam mengembangkan kendaraan ramah lingkungan, dengan sebagian besar model baru tersebut mengusung teknologi elektrifikasi, mulai dari hybrid hingga kendaraan listrik berbasis baterai (BEV).

Dalam acara tersebut, Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia, mengungkapkan bahwa Hyundai akan mengoptimalkan produksi lokal dan menargetkan ekspor ke berbagai negara, memanfaatkan fasilitas produksi Hyundai di Indonesia.

Hyundai Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia

Hyundai menegaskan bahwa mereka tidak hanya menghadirkan model baru, tetapi juga fokus membangun ekosistem kendaraan listrik yang lebih kuat di Indonesia.

“Kami tetap akan berfokus pada mobil listrik, karena kami memiliki pabrik baterai di Indonesia yang dapat dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu, kami juga terus memperkuat layanan after-sales serta infrastruktur pendukung kendaraan listrik,” ujar Fransiscus.

Saat ini, Hyundai telah memiliki lebih dari 200 charging station di seluruh Indonesia dan menargetkan peningkatan hingga 1.600 unit dalam beberapa tahun ke depan. Hyundai juga bekerja sama dengan PLN, yang memiliki 1.200 unit charging station, sehingga total infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik bisa mencapai 2.800 unit.

Selain itu, Hyundai menawarkan berbagai keuntungan bagi pelanggan mobil listriknya, seperti:
• Gratis charging selama 3 tahun untuk model tertentu.
• Layanan after-sales khusus EV, termasuk mobile charging service dan layanan teknisi khusus.
• Ekspansi program subscription, memberikan fleksibilitas kepemilikan kendaraan listrik kepada konsumen.

Minimal 3 Model Baru Diluncurkan Tahun Ini, Bisa Bertambah hingga 5 Model

Hyundai juga mengonfirmasi bahwa dalam tahun 2025 ini, mereka akan meluncurkan minimal tiga model baru, dan bisa bertambah hingga lima model. Beberapa model yang sudah dipastikan hadir antara lain:
1. Hyundai Stargazer Facelift – versi terbaru dari MPV keluarga unggulan Hyundai.
2. Hyundai Ioniq 5 Batik Limited Edition – model eksklusif dengan desain batik khas Indonesia, hanya 50 unit yang diproduksi.
3. Hyundai Ioniq 9 – model listrik baru yang tengah dipersiapkan Hyundai untuk pasar Indonesia.

Hyundai juga menyebutkan ada kemungkinan dua model tambahan yang akan diumumkan dalam waktu dekat.

“Kami terus berupaya melengkapi lini produk Hyundai di Indonesia, termasuk memperkenalkan model-model baru yang sesuai dengan kebutuhan pasar lokal,” jelas Fransiscus.

Hyundai Tolak Perang Harga, Fokus pada Kualitas dan Value untuk Konsumen

Seiring dengan semakin ketatnya persaingan mobil listrik di Indonesia, terutama dengan masuknya banyak model BEV dari produsen Tiongkok, Hyundai menegaskan bahwa mereka tidak akan ikut dalam perang harga atau diskon besar-besaran.

“Kami tidak akan terjebak dalam strategi perang harga. Hyundai lebih fokus pada value, mulai dari layanan after-sales, ekosistem kendaraan listrik, hingga inovasi teknologi yang ditawarkan kepada konsumen,” kata Fransiscus.

Sebagai gantinya, Hyundai akan menonjolkan layanan premium dan ekosistem EV yang lebih kuat, seperti:
• Hyundai Mobile Charging Service, layanan pengisian daya kendaraan listrik yang bisa diakses pelanggan.
• Jaringan servis khusus EV, dengan teknisi terlatih dan sparepart berkualitas.
• Program layanan eksklusif untuk pelanggan EV Hyundai, termasuk free charging dan program berlangganan kendaraan listrik.

Dengan strategi ini, Hyundai ingin membangun kepercayaan konsumen terhadap kendaraan listrik tanpa mengorbankan nilai dan kualitas produk mereka.

Hyundai Optimis dengan Pertumbuhan Pasar Otomotif Indonesia

Meskipun pasar otomotif Indonesia mengalami tantangan ekonomi, Hyundai tetap optimis bahwa industri ini akan terus tumbuh. Hyundai menargetkan pangsa pasar sebesar 4% di Indonesia dan berharap ada dukungan dari pemerintah dalam bentuk regulasi maupun insentif kendaraan listrik dan ekspor.

“Kami percaya bahwa industri otomotif Indonesia masih memiliki potensi besar. Kami akan terus menghadirkan produk-produk baru dan memperkuat ekosistem kendaraan listrik agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen,” ujar Fransiscus.

Hyundai juga menegaskan bahwa mereka tidak akan melakukan revisi target distribusi maupun penjualan, meskipun kondisi pasar sedang berfluktuasi.

Sebagai bagian dari strategi ekspansi, Hyundai kini telah mengekspor produk mereka ke lebih dari 50 negara, dengan jumlah ekspor yang terus meningkat. (*)

Artikel Hyundai Siapkan 15 Model Baru hingga 2028, Dominasi Pasar dengan Mobil Listrik dan Produksi Lokal pertama kali tampil pada Lifestyle.

Rumah Zakat Kepulauan Riau Raih Juara I Kompetisi Pemberdayaan Ekonomi ZISWAF pada Ramadan Fair 2025

0

batampos — Rumah Zakat Kepulauan Riau kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara I dalam ajang Kompetisi Pemberdayaan Ekonomi Lembaga ZISWAF yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Kepulauan Ramadan Fair 2025. Kegiatan ini berlangsung dari 10 hingga 23 Maret 2025 dan menjadi salah satu inisiatif strategis dalam mendukung penguatan ekonomi syariah di wilayah Kepulauan Riau.

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Ronny Widjarto, bersama Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, dalam acara puncak yang berlangsung meriah di Batam.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) dan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi lembaga ZISWAF dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program-program berbasis zakat, infak, dan wakaf.

BACA JUGA: Omzet Kepri Kurma 2025 Capai Rp2,3 Miliar

Kepala Perwakilan Rumah Zakat Kepulauan Riau, Muhammad Isa, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan ini. “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dalam menghadirkan program-program pemberdayaan ekonomi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Terima kasih kepada seluruh mitra dan donatur atas kepercayaan dan dukungannya,” ujarnya.

Prestasi ini sekaligus menunjukkan peran aktif Rumah Zakat dalam mendukung agenda ekonomi syariah nasional, khususnya dalam memperkuat ekosistem ZISWAF yang berkelanjutan dan inklusif. (*)

 

Artikel Rumah Zakat Kepulauan Riau Raih Juara I Kompetisi Pemberdayaan Ekonomi ZISWAF pada Ramadan Fair 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.