Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 2046

Tergiur Upah Rp 50 Juta, Sepasayang Kekasih Menyelundupkan Sabu

0
Tersangka penyelundupan ditangfkap Tim Bea Cukai. (F. Cecep Mulyana / Batam Pos)

batampos – Tim gabungan Bea Cukai Batam dan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Barelang berhasil mengungkap sindikat narkotika dengan barang bukti 10,95 kilogram sabu. Dalam kasus ini, petugas menangkap empat tersangka.

Tersangka yang ditangkap terdiri dari pasangan kekasih RD (28) dan AM (24), serta AWI (25) dan RE (22). Mereka diamankan di dua lokasi berbeda, yaitu di Bandara Internasional Hang Nadim dan sebuah hotel di kawasan Jodoh, Lubukbaja.

Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah, mengatakan bahwa pengungkapan ini berawal dari penangkapan pasangan kekasih RD dan AM di Bandara Internasional Hang Nadim. Keduanya mencoba menyelundupkan 2,2 kilogram sabu yang disembunyikan di dalam tas dan koper.

“Kami mencurigai barang bawaan tersangka. Sabu tersebut berjumlah delapan bungkus, ditimpa dengan pakaian dan diselipkan ke dalam kantong celana jeans,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Bea Cukai Batam, Batuampar, Kamis (30/1).

Zaky menjelaskan bahwa setelah penangkapan pasangan kekasih tersebut, petugas melakukan pengembangan. Hasilnya, AWI dan RE berhasil ditangkap di sebuah hotel di kawasan Jodoh.

Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan 8,7 kilogram sabu, timbangan digital, satu alat pengemas, dan satu set alat hisap sabu.

“Barang haram ini rencananya akan dikirim ke Kendari melalui penerbangan dengan rute Batam-Jakarta-Makassar,” katanya.

Kepada petugas, pasangan kekasih RD dan AM mengaku nekat menyelundupkan sabu atas perintah AWI. Mereka dijanjikan upah Rp 50 juta untuk mengantarkan barang tersebut ke Kendari.

“AWI mendapatkan barang dari RO, yang merupakan otak sindikat. Saat ini, RO sedang dalam penyelidikan oleh tim Kepolisian,” ungkap Zaky. (*)

Reporter : Yofi Yuhendri

Artikel Tergiur Upah Rp 50 Juta, Sepasayang Kekasih Menyelundupkan Sabu pertama kali tampil pada Metropolis.

Pasangan Kekasih Selundupkan Sabu, Tergiur Upah Rp 50 Juta

0
Rilis pengungkapan penangkapan narkoba. f.cecep

batampos – Tim Gabungan antara Bea Cukai Batam dan Satrs Narkoba Polresta Barelang berhasil mengungkap sindikat narkotika dengan barang bukti 10,95 kilogram sabu. Dalam kasus ini, petugas menangkap 4 orang tersangka.

Tersangka yang ditangkap terdiri pasangan kekasih RD, 28, dan AM, 24, serta AWI, 25, RE, 22. Mereka diamankan di 2 lokasi berbeda, yakni di Bandara Internasional Hang Nadim dan di hotel kawasan Jodoh, Lubukbaja.

BACA JUGA: Pengungkapan Ditres Narkoba dalam 2 Bulan, Ungkap 22 Kasus, Tangkap 35 Pelaku

Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah mengatakan pengungkapan ini berawal dari penangkapan pasangan kekasih RD dan AM di Bandara Internasional Hang Nadim. Keduanya menyelundupkan sabu sebanyak 2,2 kilogram ke dalam tas dan koper.

“Kita mencurigai barang bawaan tersangka. Sabu tersebut berjumlah 8 bungkus, ditimpa dengan pakaian dan diselipkan ke dalam kantong celana jeans,” ujarnya di Kantor BC Batam di Batuampar, Kamis (30/1).

Zaky menjelaskan dari tangkapan pasangan kekasih ini dilakukan pengembangan. Hasilnya, petugas menangkap AWI dan RE di hotel kawasan Jodoh.

Dari lokasi, petugas mengamankan 8,7 kilogram sabu, timbangan digital, 1 buah alat pengemas, dan 1 set alat hisap sabu

“Barang haram ini akan dikirim ke Kendari, dengan penerbangan rute Batam-Jakarta-Makasar,” katanya.

Kepada petugas, pasangan kekasih RD dan AM mengaku nekat menyelundupkan sabu atas perintah AWI. Mereka dijanjikan upah Rp 50 juta untuk pengantaran ke Kendari.

“AWI ini mendapatkan barang dari RO yang merupakan otak sindikat. Dan saat ini tengah diselidiki teman-teman dari Kepolisian,” ungkap Zaky. (*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel Pasangan Kekasih Selundupkan Sabu, Tergiur Upah Rp 50 Juta pertama kali tampil pada Metropolis.

PT TPM Rampungkan Pemberian Kompensasi bagi Warga Terdampak Penggusuran di Tembesi Tower

0
PT TPM menyelesaikan proses pemberian kompensasi kepada warga Tembesi Tower yang terdampak penertiban pada 8 Januari 2025. (F. Rengga Y / Batam Pos)

batampos – PT Tanjung Piayu Makmur (PT TPM) telah menyelesaikan proses pemberian kompensasi kepada warga Tembesi Tower yang terdampak penertiban pada 8 Januari 2025. Pendekatan kekeluargaan menjadi kunci dalam negosiasi, sehingga warga yang terdampak mendapatkan solusi tempat tinggal yang layak.

Koordinator Tim Pembebasan PT TPM, Eka Teguh Kurniawan, menjelaskan bahwa sekitar 220 kepala keluarga (KK) telah menerima subsidi kontrakan selama tiga bulan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Selain itu, warga mendapatkan kompensasi dalam bentuk dana tunai, Kapling Siap Bangun (KSB), atau Rumah Siap Huni (RSH).

“PT TPM telah menyelesaikan pembayaran kompensasi kepada lebih dari 60 KK dan akan terus berlanjut hingga seluruh warga yang telah menyepakati kesepakatan menerima haknya. Kami ingin memastikan tidak ada warga yang terlantar pasca-penertiban, sehingga subsidi kontrakan diberikan bagi mereka yang belum memiliki tempat tinggal,” ujar Eka.

Saat ini, lokasi relokasi di Sei Daun, Piayu, telah siap huni. Dari total 565 KSB yang disediakan, sekitar 400 kaveling telah diserahkan kepada warga yang direlokasi dari Tembesi Tower. Warga juga mendapatkan kepastian hukum berupa sertifikat lahan serta fasilitas pendukung seperti listrik, air bersih, dan tempat ibadah.

Selain itu, lokasi yang strategis, dekat dengan Batuaji dan memiliki akses ke pasar, pertokoan, serta fasilitas pendidikan, diharapkan dapat mempermudah warga dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, PT Tanjung Piayu Makmur tengah bersiap membangun kawasan industri di lahan seluas 100 hektare di Tembesi, Kecamatan Sagulung. Pengembangan ini telah mendapatkan alokasi dari BP Batam dan akan difokuskan pada industri elektronik.

Kawasan industri ini diproyeksikan dapat menyerap hingga 30.000 tenaga kerja serta menarik investor dari Singapura, Jepang, Jerman, dan Amerika Serikat. Kawasan ini dirancang sebagai Eco Low-Carbon Industrial Park, yang mengusung konsep industri ramah lingkungan.

Dengan langkah ini, PT TPM berharap dapat memberikan dampak positif bagi warga dan turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Kota Batam. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel PT TPM Rampungkan Pemberian Kompensasi bagi Warga Terdampak Penggusuran di Tembesi Tower pertama kali tampil pada Metropolis.

Tongkang Pengangkut Solar Terdampar di Pantai Laboh Lingga

0
Kapal tongkang pengangkut solar terdampar di Pantai Desa Laboh Lingga. F. Satpolairud Polres Lingga untuk Batam Pos

batampos– Sebuah kapal tongkang pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar terdampar di Desa Laboh, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga, Kepri. Kapal tersebut kandas di bibir pantai, usai terseret ombak dan angin kencang.

Kepala Satpolairud Polres Lingga, Iptu Nofrianto Karo Karo membenarkan kejadian tersebut. Awalnya, kata dia tongkang yang ditarik oleh Tugboat Singkep Jaya tersebut hendak melakukan bongkar minyak di PLTD Desa Laboh.

Namun, tongkang tersebut malah terseret ombak dan akhirnya kandas di bibir pantai RT003 RW001 Desa Labuh, tidak jauh dari PLT Laboh. “Jadi kapal (tongkang) mulai terseret dan kandas ke pantai,” kata Nofrianto, Kamis (30/1).

BACA JUGA: Ribuan Kendaraan BBM Solar Telah Mengantongi Fuel Card

Setelah kandas, kru tugboat langsung memutuskan untuk membongkar BBM solar yang diangkut oleh Tongkang Tanjung GT251537 GGA. Namun tongkang tersebut sulit untuk ditarik ke laut kembali.

“Kemudian kita berkoordinasi dengan pihak terkait. Karena tongkang memang tidak bisa ditarik ke perairan,” tambahnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Tongkang Pengangkut Solar Terdampar di Pantai Laboh Lingga pertama kali tampil pada Kepri.

Masalah Ekonomi Jadi Faktor Utama Perceraian di Batam

0
ilustrasi cerai (freepik)

batampos – Pengadilan Agama Kelas 1A Batam mencatat 2.312 perkara perceraian yang masuk sepanjang tahun 2024. Dari jumlah tersebut, 1.777 merupakan cerai gugat yang diajukan oleh istri, sementara 535 lainnya adalah cerai talak yang diajukan oleh suami.

Humas Pengadilan Agama Kelas 1A Batam, Azizon, mengatakan bahwa dari jumlah perkara yang masuk, sebanyak 1.654 cerai gugat dan 514 cerai talak telah diputus oleh pengadilan. Dari jumlah tersebut, 1.392 cerai gugat dan 428 cerai talak dikabulkan.

Sementara itu, 207 cerai gugat dan 61 cerai talak dicabut setelah pasangan suami-istri memutuskan untuk melanjutkan rumah tangga mereka usai menjalani mediasi yang dilakukan oleh Pengadilan Agama.

“Jadi, tidak semua kasus yang masuk itu dikabulkan, karena kami akan melakukan mediasi terlebih dahulu, dan banyak juga yang memilih untuk rujuk kembali,” ujar Azizon, Kamis (30/1).

Selain itu, ada satu cerai gugat dan empat cerai talak yang ditolak karena berkas tidak lengkap. Sebanyak 31 cerai gugat dan 13 cerai talak tidak diterima, 22 cerai gugat dan tujuh cerai talak digugurkan, serta satu cerai gugat dan satu cerai talak dicoret.

“Jumlah keseluruhan perkara yang diputus mencapai 2.168 kasus, dengan 1.428 perkara dikabulkan untuk bercerai,” tambahnya.

Azizon menjelaskan bahwa alasan utama perceraian di Batam masih didominasi oleh persoalan ekonomi. Banyak istri mengajukan gugatan cerai karena merasa nafkah yang diberikan oleh suami tidak mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Kondisi ekonomi yang tidak stabil berdampak pada hubungan rumah tangga, sehingga banyak pasangan akhirnya memilih untuk berpisah,” ujarnya.

Sementara itu, untuk cerai talak yang diajukan oleh suami, faktor utama penyebabnya adalah perselisihan rumah tangga yang berujung pada pertengkaran terus-menerus. Selain itu, ada pula kasus di mana istri meninggalkan tempat tinggal dalam waktu lama, perselingkuhan, serta hadirnya pihak ketiga dalam rumah tangga.

“Faktor orang ketiga, baik pria idaman lain maupun wanita idaman lain, juga cukup banyak menjadi alasan pengajuan cerai talak,” jelas Azizon.

Berdasarkan data yang dihimpun, kelompok usia yang paling banyak mengajukan perceraian berada dalam rentang 25 hingga 40 tahun. Usia ini dianggap sebagai masa di mana pasangan masih dalam tahap membangun kehidupan rumah tangga, termasuk dalam hal ekonomi dan kestabilan emosional.

“Pasangan muda lebih rentan menghadapi konflik, terutama karena masalah ekonomi yang bisa berimbas pada keharmonisan rumah tangga,” tambahnya.

Pengadilan Agama Kelas 1A Batam terus mengupayakan proses mediasi sebelum pasangan memutuskan untuk bercerai. Namun, dalam banyak kasus, ketidaksepahaman yang terus berlarut-larut membuat pasangan akhirnya memilih untuk berpisah. (*)

Artikel Masalah Ekonomi Jadi Faktor Utama Perceraian di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Dua Pelajar di Tanjungpinang Terlibat Curanmor

0
Barang bukti tujuh unit motor curian diamankan di Mapolsek Tanjungpinang Timur. F. Yusnadi Nazar

batampos– Unit Reskrim Polsek Tanjungpinang Timur meringkus dua pelaku pencurian motor (curanmor) di kawasan Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Senin (27/1). Polisi juga mengamankan barang bukti tujuh unit motor curian.

Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Sugiono, mengkonfirmasi dua pelaku yang terlibat pencurian motor itu berstatus pelajar sekolah di Tanjungpinang.

“Pelaku curanmor inisial RA berusia 20 tahun, sedangkan RH berusia 16 tahun,” jelas AKP Sugiono didampingi Kanit Reskrim Ipda Agus Widodo, Rabu (29/1).

BACA JUGA: Sempat Dikejar Polisi, Pelaku Curanmor Berhasil Kabur Tinggalkan Motor Korban di Hutan

Dua pelaku, ungkap Sugiono, diduga terlibat dalam pencurian motor di tujuh lokasi berbeda di Tanjungpinang. Rinciannya sebanyak lima pencurian terjadi di Tanjungpinang Timur. Satu pencurian di wilayah Bukit Bestari. dan satu pencurian terjadi di wilayah Bintan.

Selain dua pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti tujuh unit motor yang terdiri dari motor KLX, Supra, CRF, Vario, Mio Soul, Vega dan Grand.

Kemudian polisi juga mengamankan alat kompresor, alat las dan gas yang diduga digunakan pelaku ntuk memodifikasi motor hasil curian.

“Berdasarkan pengakuan pelaku, motor hasil curian tersebut rencananya akan digunakan sendiri dan dimodifikasi,” ungkap Sugiono.

Kapolsek juga mengimbau kepada masyarakat Tanjungpinang Timur agar lebih waspada dan menjaga situasi keamanan tetap kondusif.

“Jangan ragu untuk melaporkan aktivitas yang mencurigakan kepada polisi” tegas Kapolsek. (*)

Reporter: Yusnadi

 

Artikel Dua Pelajar di Tanjungpinang Terlibat Curanmor pertama kali tampil pada Kepri.

Harga Emas Antam Naik Rp10.000

0

batampos – Harga emas keluaran logam mulia PT Aneka Tambang Tbk tercatat naik sebesar Rp10.000 menjadi Rp 1.607.000 per gram pada perdagangan Rabu (29/1). Harga emas ini naik dari sebelumnya anjlok di level Rp1.597.000 per gram, pada perdagangan Selasa (28/1).

Harga emas yang naik juga berlaku untuk penjualan kembali atau buyback emas Antam sebesar Rp 10.000 menjadi Rp1.457.000 per gram dari sebelumnya Rp1.447.000 per gram.

Sehingga jika pemegang emas batangan Antam mau menjual koleksiannya pada hari ini, maka bisa dikenakan harga jual sebesar Rp1.457.000 per gram.

Khusus untuk pemilik emas batangan yang telah dibeli sejak Januari tahun 2020, maka harga jual yang diperoleh cukup menguntungkan alias cuan. Pasalnya, harga emas pada 20 Januari 2020 berada di level Rp778.800 per gram.

Sehingga jika emas Antam sebanyak 5 gram dengan harga beli tahun 2020 senilai Rp3.894.000 akan dijual hari ini, maka laku sebesar Rp7.285.000 (belum termasuk pajak).
Dengan begitu, keuntungan yang diperoleh secara total dari penjualan 5 gram emas Antam tahun 2020 tersebut sebesar Rp3.391.000.

Di sisi lain mengutip Reuters, harga emas dunia bangkit kembali dari penurunan pada sesi sebelumnya yang dipicu oleh aksi jual pasar yang lebih luas yang dipimpin oleh sektor teknologi.

Adapun pemicunya karena ketidakpastian atas tarif yang diusulkan Presiden AS Donald Trump menjaga minat investor pada aset safe haven.

Harga emas spot naik 0,8 persen menjadi USD 2.762,02 per ons dan harga emas berjangka AS ditutup 1,1 persen lebih tinggi pada USD 2.767,50.

Kebijakan Trump selain dianggap bersifat inflasi, berpotensi memicu perang dagang, sehingga meningkatkan permintaan emas batangan sebagai aset safe haven.

Fokus investor sekarang tertuju pada pertemuan kebijakan pertama Federal Reserve atau The Fed tahun ini yang dijadwalkan akan dimulai hari ini. (*)

 

Artikel Harga Emas Antam Naik Rp10.000 pertama kali tampil pada News.

Penjelasan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Terkait Efisiensi Rp256,1 Triliun

0
Menteri Keuangan, Sri Mulyani, saat memberikan penjelasan.
F. Nurul Fitriana/JawaPos.com

batampos – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meminta seluruh kementerian/lembaga (K/L) untuk melakukan efisiensi anggaran belanja di sepanjang 2025. Total efisiensi ditargetkan Rp256,1 triliun untuk tahun ini.

Permintaan efisiensi itu sejalan dengan instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja Dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, melalui surat Nomor S-37/MK.02/2025 meminta seluruh pimpinan K/L mulai dari para menteri, kapolri, jaksa agung, hingga pimpinan kesekretariatan lembaga negara untuk melakukan review sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing dalam rangka efisiensi anggaran belanja.

”Efisiensi atas anggaran belanja seluruh Kementerian/Lembaga Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp256.100.000.000.000,00 atau dua ratus lima puluh enam triliun seratus miliar rupiah,” bunyi poin dalam surat yang diteken Sri Mulyani, dikutip Selasa (28/1).

Lebih lanjut dijelaskan, mekanisme pelaksanaan efisiensi anggaran belanja K/L tahun 2025 dilakukan dengan mengidentifikasi mulai dari belanja operasional dan non-operasional.

Hingga mengidentifikasi rencana belanja pegawai hingga belanja bantuan sosial (bansos).
Meski begitu, Sri Mulyani menekankan efisiensi dikecualikan bagi anggaran yang bersumber dari pinjaman dan hibah. Lalu, rupiah murni pendamping kecuali tidak dapat dilaksanakan sampai dengan akhir tahun anggaran 2025.

Kemudian anggaran yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak Badan Layanan Umum (PNBP-BLU), kecuali yang disetor ke kas negara tahun anggaran 2025.

Serta, anggaran yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan menjadi underlying asset dalam rangka penerbitan SBSN.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa negara hemat sebesar Rp20 triliun lebih, setelah memutuskan memangkas anggaran perjalanan dinas. Prabowo menyebut anggaran perjalanan dinas yang dipangkas bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain.

”Perjalanan dinas dikurangi, saya potong setengah. Dengan setengah, kita bisa menghemat Rp20 triliun lebih,” kata Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/1).

Kepala negara mengungkapkan, anggaran perjalanan dinas yang dipangkas bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain, seperti renovasi gedung sekolah. Karena itu, Prabowo meminta jajaran menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih untuk tetap berhemat. (*)

 

Artikel Penjelasan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Terkait Efisiensi Rp256,1 Triliun pertama kali tampil pada News.

PT Bukit Asam Tbk Ubah Batu Bara Jadi Artificial Graphite

0
Tampilan laman milik Bukit Asam

batampos – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memulai pilot project konversi batu bara menjadi artificial graphite dan anode sheet untuk bahan baku baterai, terutama baterai Lithium-ion (Li-ion) guna memacu hilirisasi dan ketahanan energi sesuai Astacita Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Pengembangan Usaha PT Bukit Asam, Rafli Yandra, di Jakarta, Rabu (29/1), menyatakan proyek tersebut dilakukan pihaknya bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang secara perdana telah dilakukan soft launching pilot project artificial graphite dan anode sheet di Kawasan Industri Tanjung Enim pada 15 Juli 2024.

”Bukit Asam sebagai bagian dari Kementerian BUMN berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah yang mendorong hilirisasi batu bara untuk menciptakan nilai tambah di dalam negeri, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Pengembangan artificial graphite dan anode sheet dapat menjadi terobosan penting dalam hilirisasi batu bara. Selain itu, juga akan mendukung kemajuan industri kendaraan listrik di dalam negeri,” kata dia pula.

Menurut dia lagi, produk hilir batu bara lainnya yang juga sedang dikembangkan PTBA adalah asam humat. Penelitian dan pengembangan batu bara kalori rendah menjadi asam humat dilakukan PTBA bersama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Peluncuran protoype (purwarupa) asam humat telah dilakukan di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) Peranap, Indragiri Hulu, Riau, pada 12 Desember 2024. Prototype tersebut selanjutnya akan dikembangkan untuk menuju pilot project.

Asam humat merupakan zat organik (pupuk) yang dapat membantu menyuburkan dan meningkatkan kualitas tanah dengan cara memperbaiki struktur, menjaga kelembapan, dan membantu tanaman menyerap nutrisi lebih baik.

”Hilirisasi batu bara menjadi asam humat ini mendukung program Astacita dalam hal swasembada pangan,” kata Rafli. (*)

Artikel PT Bukit Asam Tbk Ubah Batu Bara Jadi Artificial Graphite pertama kali tampil pada News.

Ribuan Penumpang Padati Pelabuhan Feri Batamcenter, Prediksi Arus Balik Hari Ini

0
Suasana Pelabuhan Internasional Batamcenter terlihat ramai, Rabu (29/1). Libur Imlek penumpang ferry internasional mengalami peningkatan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Arus penumpang di Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter cukup padat pada Rabu (29/1). Ada ribuan penumpang yang berangkat maupun datang melalui pelabuhan internasional pertama di Batam itu.

Pantauan Batam Pos, antrean penumpang terlihat di jalur kedatangan maupun keberangkatan. Rata-rata kapal yang berangkat maupun datang dalam kondisi penuh.

Syahbandar Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter, Erik Mario Sihotang mengatakan arus penumpang pada hari itu cukup padat. Namun dibandingkan sehari sebelumnya, dengan penumpang melebihi 12 ribuan, arus penumpang tersebut sedikit berkurang.

“Ya untuk arus penumpang masih lumayan padat, baik di kedatangan maupun keberangkatan. Namun dibanding sehari sebelumnya, arus kedatangan sampai 12 ribu, hari ini sekitar 7 ribuan,” ujar Erik di Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter, Rabu (29/1).

Baca Juga: Perayaan Imlek, Jumlah Penumpang di Telaga Punggur hingga Ribuan Orang

Menurut dia, ada extra trip 3 kapal yang berangkat ke Singapura. Untuk penumpang dari Singapura di momen imlek meningkat dibanding biasanya.

“Beberapa waktu lalu dari Malaysia lebih banyak, namun hari ini (kemarin, red) dari Singapura cukup banyak. Ada extra trip 3, dan rata-rata kapal penuh,” imbuhnya.

Disinggung apakah ada kendala pada untuk penumpang. Ditegaskan Erik untuk jalur masuk dan keluar saat ini sudah lancar karena adanya autogate. Dimana untuk keberangkatan ada 6 autogate dan 5 di kedatangan yang disiapkan pihak Imigrasi.

“Hanya saja sedikit kendala, karena antrean pengisian data WNA di aplikasi yang disiapkan Imigrasi. Banyak WNA yang belum mengerti karena kebijakan baru itu, dan terkendala juga karena jaringan. Dimana ada WNA yang tidak punya paket, sedangkan wifi pelabuhan terbatas. Jadi harus bergantian,” tegas Erik.

Baca Juga: Dispar Kepri Dorong Wisata Rekreasi dan Olahraga sebagai Sektor Unggulan Pariwisata

Kendala lainnya, menurut Erik masih masalah ponton. Sebab hanya ada dua ponton yang berfungsi di pelabuhan tersebut. Sementara hari biasa saja ada 70 kapal yang hilir mudik.

“Masih terkendala ponton, antrean kapal otomatis lebih lama untuk menuju ponton. Baik itu dikedatangan maupun keberangkatan,” imbuhnya.

Tak hanya itu, menurut Erik hari ini merupakan puncak arus balik WNA yang berlibur di Batam. Ia memprediksi, jalur keberangkatan lebih padat dari hari ini.

“Besok diprediksi untuk keberangkatan ramai,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Yashinta

 

 

Artikel Ribuan Penumpang Padati Pelabuhan Feri Batamcenter, Prediksi Arus Balik Hari Ini pertama kali tampil pada Metropolis.