Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 2045

Bulog Siapkan Modal Rp 16 Triliun untuk Borong Tiga Juta Ton Beras Petani

0
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah) bersama jajaran Bulog dan Bapanas di Jakarta (30/1). (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)

batampos –Pemerintah kembali menegaskan penugasan kepada Bulog untuk membeli gabah atau beras dari petani. Total hasil panen yang diserap minimal 3 juta ton setara beras. Untuk membeli hasil panen tersebut, Bulog sudah menyiapkan anggaran Rp 16 triliun.

Komitmen Bulog untuk menyerap hasil petani lokal itu tertuang dalam penandatangan kerja sama di kantor Kementerian Pertanian (Kementan) pada Kamis (30/1). Acara itu dihadiri Mentan Andi Amran Sulaiman, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi, serta Dirut Bulog Wahyu Suparyono.

’’Kabar baik. Kami (Kementan, Bapanas, Bulog) sepakat serap beras sampai April 2025 sebanyak 3 juta ton,’’ katan Amran usai pertemuan.

Dia mengatakan, dalam musim panen kali ini, diprediksi terjadi surplus beras nasional sampai dengan Maret sebanyak 2,9 juta ton. Kemudian ditambah dengan produksi pada April menjadi 3 juta ton. Produksi beras tersebut harus diserap Bulog. Karena sudah menjadi arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Bulog bisa membeli dalam bentuk gabah atau sudah berwujud beras.

Untuk wujud gabah, sudah ditetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 6.500/Kg. Sedangkan untuk wujud beras dan sudah tiba di gudang Bulog, dipatok Rp 12.000/Kg. Amran menegaskan amanah untuk menyerap hasil panen petani dengan harga tinggi itu harus segera ditunaikan.

Dirut Bulog Wahyu Suparyono mengatakan, apakah mereka membeli beras atau gabah, itu urusan teknis. Yang terpenting sudah ditetapkan untuk menyerap 3 juta ton setara beras dalam empat bulan ini. Dia menuturkan sudah mengantongi uang Rp 16 triliun untuk membeli gabah atau beras dari petani tersebut.

’’Besok langsung jalan,’’ tegas Wahyu Suparyono.

Dia juga menyampaikan puncak produksi padi untuk awal 2025 ini diperkirakan pada Februari. Terkait dengan gudang, dia mengatakan, sudah siap. Bahkan bisa bekerja sama dengan BUMN lain, untuk menjadi gudang penyimpanan beras. Selain itu Bulog juga bisa bekerja sama dengan penggilingan gabah, jika masih membutuhkan gudang penyimpanan.

Sementara itu, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menegaskan kesepakatan untuk mengamankan 3 juta ton hasil panen petani padi. Saat ini stok padi di gudang Bulog sekitar 2 juta ton. Harapannya dengan pembelian itu, stok padi di Bulog tetap terjaga. Sehingga tidak menimbulkan gejolak harga beras di pasaran.

Sebelumnya, Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan HPP beras yang ditetapkan pemerintah sekarang tidak ada pengelompokan atau klasifikasi. Harganya cukup satu jenis yaitu Rp 6.500/Kg. Sebelumnya ada penggolongan gabah berdasarkan tingkat kekeringannya.

Dengan HPP Rp 6.500/Kg itu, Amran mengatakan petani padi bisa mendapatkan penghasilan yang besar. Sehingga bisa semangat lagi untuk menanam padi. Sehingga target swasembada pangan bisa segera terwujud. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Bulog Siapkan Modal Rp 16 Triliun untuk Borong Tiga Juta Ton Beras Petani pertama kali tampil pada News.

Sabu Ditumbuk dan Dihaluskan, Pasangan Kekasih Diupah Rp 50 Juta Selundupkan Sabu Melalui Bandara

0
Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah, bersama Kepolisian, Kejaksaan Negeri Batam, TNI AU dan intansi terkait menunjukan barang bukti narkoba saat rilis dikantor Bea Cukai Batam, Kamis (30/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos– Tim Gabungan antara Bea Cukai Batam dan Satrs Narkoba Polresta Barelang berhasil mengungkap sindikat narkotika dengan barang bukti 10,95 kilogram sabu. Dalam kasus ini, petugas menangkap 4 orang tersangka.

Tersangka yang ditangkap terdiri pasangan kekasih RD, 28, dan AM, 24, serta AWI, 25, RE, 22. Mereka diamankan di 2 lokasi berbeda, yakni di Bandara Internasional Hang Nadim dan di hotel kawasan Jodoh, Lubukbaja.

Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah mengatakan pengungkapan ini berawal dari penangkapan pasangan kekasih RD dan AM di Bandara Internasional Hang Nadim. Keduanya menyelundupkan sabu sebanyak 2,2 kilogram ke dalam tas dan koper.

“Kita mencurigai barang bawaan tersangka. Sabu tersebut berjumlah 8 bungkus,” ujarnya di Kantor BC Batam di Batuampar, Kamis (30/1).

Zaky menjelaskan modus penyelundupan tersebut dengan menumbuk dan menghaluskan sabu tersebut dan dikemas menggunakan hyperlite impulse sealer.

“Bungkusan sabu itu ditimpa pakaian, sajadah, dan dimasukkan ke dalam kantong celana jeans,” katanya.

Zaky menambahkan dari tangkapan pasangan kekasih ini dilakukan pengembangan. Hasilnya, petugas menangkap AWI dan RE di hotel kawasan Jodoh.

Dari lokasi, petugas mengamankan 8,7 kilogram sabu, timbangan digital, 1 buah alat pengemas, dan 1 set alat hisap sabu

“Barang haram ini akan dikirim ke Kendari, dengan penerbangan rute Batam-Jakarta-Makasar-Kendari,” ungkapnya.

Kepada petugas, pasangan kekasih RD dan AM mengaku nekat menyelundupkan sabu atas perintah AWI. Mereka dijanjikan upah Rp 50 juta untuk pengantaran ke Kendari.

“AWI ini mendapatkan barang dari RO yang merupakan otak sindikat. Dan saat ini tengah diselidiki teman-teman dari Kepolisian,” terang Zaky.

Zaky menambahkan dalam jaringan inj, AWI merekrut saudara dan temannya untuk menjadi kurir. Sebelum disebarkan, sabu asal Malaysia tersebut diambil tersangka di pantai kawasan Tanjung Balai Karimun.

Sementara Kasat Resnarkoba Polresta Barelang AKP Deni Langie mengatakan dari penyelidikan, RO mengendalikan jaringan ini dari luar Batam.

“Ini masih kita selidiki, karena RO ini berada di luar Batam,” ujarnya singkat. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Sabu Ditumbuk dan Dihaluskan, Pasangan Kekasih Diupah Rp 50 Juta Selundupkan Sabu Melalui Bandara pertama kali tampil pada Metropolis.

WN India Gantung Diri di Galangan Kapal Usai Tikam Rekan Kerja

0
Ilustrasi orang gantung diri.

batampos– Seorang warga negara (WN) India berinisial MJ ditemukan tewas gantung diri di salah satu galangan kapal di Tanjunguncang pada Minggu (26/1). Kejadian ini menggemparkan lingkungan galangan kapal, terutama karena MJ sebelumnya diduga menikam tiga rekannya hingga sekarat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, MJ diduga mengalami depresi dan panik setelah aksi penikaman tersebut. Dalam kondisi ketakutan, ia memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di gudang penyimpanan makanan di dalam kapal yang tengah diperbaiki.

“Iya, WN India yang gantung diri itu. Habis tikam tiga kawannya dia panik dan gantung diri,” ungkap seorang pekerja galangan kapal yang enggan disebutkan namanya.

MJ diketahui datang bersama kapal yang sedang menjalani perbaikan di galangan kapal Tanjunguncang. Insiden ini pun menarik perhatian banyak pekerja di lokasi, mengingat kejadian tersebut berlangsung dalam waktu yang berdekatan.

Pihak kepolisian telah turun tangan untuk menangani kasus ini.

Kanit Reskrim Polsek Batuaji Iptu Andi Pakpahan membenarkan kejadian ini. Tiga korban penikaman korban selamat karena tertolong medis.

“Korban ini bunuh diri setelah menikam tiga rekannya. Keterangan kapten kapal korban ini juga sedikit depresi karena anaknya sakit berat di India, ” kata Andi.

Jenazah korban kini masih di RS Bhayangkara Polda Kepri untuk diproses lebih lanjut. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap detail kejadian tersebut.

Masyarakat dan pekerja di sekitar galangan kapal diimbau untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi sebelum ada keterangan resmi dari pihak berwenang. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel WN India Gantung Diri di Galangan Kapal Usai Tikam Rekan Kerja pertama kali tampil pada Metropolis.

Terkait Buaya Lepas dari Pulau Bulan, Situasi Berangsur Normal, Warga Dihimbau Tetap Waspada

0
Tim gabungan saat menangkap buaya di sekitar Pulau Bulan. Foto Polsek Bulang untuk Batam Pos

batampos – Situasi di perairan dan pesisir Batam mulai kembali normal setelah beberapa waktu lalu dihebohkan dengan kaburnya puluhan ekor buaya dari lokasi penangkaran PT PJK.

Kapolsek Bulang, Iptu Adyanto Syofyan, menyatakan bahwa aktivitas masyarakat, terutama nelayan yang melaut dan berlayar, sudah kembali seperti biasa.
“Kekhawatiran masyarakat mulai berkurang dan aktivitas kembali berjalan normal. Melaut ataupun berlayar sudah kembali normal,” ujar Iptu Adyanto, Rabu (30/1).
Meski demikian, ia tetap mengimbau agar masyarakat tidak lengah dan selalu waspada terhadap berbagai ancaman, termasuk serangan buaya dan kecelakaan laut lainnya.
Iptu Adyanto menegaskan pentingnya memperhatikan faktor keamanan saat berlayar. Ia meminta nelayan dan warga pesisir untuk selalu waspada, terutama saat beraktivitas di wilayah yang berpotensi menjadi habitat buaya. “Intinya tetap waspada dan perhatikan keamanan saat berlayar,” tambahnya.
Di tempat terpisah, Kapolsek Sagulung, Iptu Rohandi Tambunan, juga menyampaikan imbauan serupa kepada masyarakat di wilayahnya. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan, khususnya bagi warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai dan yang sering melakukan aktivitas memancing.
“Masyarakat pesisir ataupun yang berdiam di sepanjang alur sungai tetap harus waspada. Jangan lengah terhadap kemungkinan adanya buaya yang masih berkeliaran,” ujar Iptu Rohandi. Pihak kepolisian akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tetap berhati-hati.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Kepri, Tommy Steven Sinambela, menyatakan bahwa pencarian buaya yang kabur dari penangkaran masih terus dilakukan. Hingga kini, belum ada perkembangan terbaru mengenai penangkapan buaya yang tersisa.
“Tim pencarian masih bekerja di lapangan. Tangkapan terakhir terjadi tiga hari lalu, dan sejauh ini jumlah buaya yang berhasil dikembalikan ke penangkaran sebanyak 38 ekor,” ujar Tommy.
Berdasarkan laporan dari pihak PT PJK, total buaya yang kabur akibat jebolnya lokasi penangkaran akibat banjir mencapai 39 ekor. Artinya, masih ada satu ekor buaya yang belum ditemukan. Namun, tim pencarian belum bisa menghentikan upaya mereka karena belum ada instruksi atau keputusan lebih lanjut mengenai penghentian pencarian.
Selain itu, tim masih terus mengkaji kepastian jumlah buaya yang benar-benar lepas saat insiden banjir terjadi. “Kami masih memastikan apakah jumlah yang lepas benar-benar 39 ekor atau ada kemungkinan lebih dari itu,” ungkap Tommy.
Pihak BBKSDA dan kepolisian terus berkoordinasi dalam upaya pencarian ini. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan buaya di wilayah mereka. “Keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” tutup Tommy. (*)
Reporter: Eusebius Sara

Artikel Terkait Buaya Lepas dari Pulau Bulan, Situasi Berangsur Normal, Warga Dihimbau Tetap Waspada pertama kali tampil pada Metropolis.

Warga Perum Central Hills Batam Tuntut Kejelasan Hibah Lahan untuk Masjid

0
Beberapa warga Perum Central Hills, saat rapat di Dinas Perkimtan Batam, membahas pembangunan masjid. (Foto: Ketua Pembangunan Masjid Perumahan Central Hills, Harianto untuk Batam Pos)

batampos – Warga Perumahan Central Hills, Batamcenter, Batam, menghadapi kesulitan dalam merealisasikan pembangunan masjid. Hal ini diduga akibat kurangnya perhatian dari pihak pengembang dan pemerintah terhadap kebutuhan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) di kawasan tersebut.

Ketua Pembangunan Masjid Perumahan Central Hills, Harianto, menyebut Central Group, selaku pengembang, terkesan tidak transparan terkait lokasi pembangunan tempat ibadah. Informasi yang disampaikan kepada pembeli unit saat promosi disebut tidak sesuai dengan kondisi lapangan.

“Dari informasi promosi, perumahan ini disebut memiliki lahan seluas 55 hektare. Namun, realisasinya baru sekitar 24,9 hektare yang bisa digunakan tanpa adanya titik fasum yang dapat dimanfaatkan untuk masjid,” ujarnya, Rabu (29/1).

Warga sebelumnya telah mengajukan permohonan hibah lahan seluas 5.000 meter persegi kepada pengembang dan pemerintah setempat. Tetapi hingga kini, permohonan tersebut belum mendapat respons yang memuaskan.

“Kami sudah mengajukan permohonan sejak lama, tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Padahal, ada sekitar 1.000 KK (kepala keluarga) yang sangat membutuhkan fasilitas ibadah,” kata Harianto.

Dalam aturan pengembangan perumahan, baik pengembang maupun pemilik lahan, diwajibkan menyediakan 30 hingga 40 persen dari total lahan untuk fasum dan fasos. Namun, titik fasum yang seharusnya tersedia, sampai sekarang masih menjadi tanda tanya.

Harianto menyebut Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Batam, belum memberikan solusi konkret meski telah beberapa kali dilakukan pertemuan.

“Seharusnya Dinas Perkim sudah mengetahui titik fasum dan fasos. Tetapi dalam rapat terakhir mereka justru kembali bertanya tanpa memberikan jawaban yang jelas,” kata dia.

Warga juga mengkritik PT Menteng Griya Lestari (MGL), selaku pemilik lahan, yang dinilai enggan menyediakan lokasi pembangunan rumah ibadah. Menurut warga sekitar, pemilik lahan memiliki tanggung jawab yang sama dengan pihak pengembang.

“Kami melihat pola yang sama di proyek sebelumnya, di mana fasum sering dialihkan untuk kepentingan komersial, seperti tempat kuliner, sementara kebutuhan ibadah diabaikan,” ujarnya.

Selain itu, warga juga mempertanyakan peran BP Batam dalam mengawasi rencana tata ruang perumahan tersebut. Menurut mereka, seyogyanya BP Batam memastikan ketersediaan lahan untuk tempat ibadah sejak awal perizinan.

“Ada fatwa planologi dari BP Batam, tetapi mereka tidak memastikan lokasi ibadah sesuai kebutuhan,” katanya.

Tidak hanya soal masjid, warga juga mengeluhkan terbengkalainya pengembangan tahap kedua lahan perumahan yang mangkrak sejak 2021. Hal ini menambah panjang daftar masalah yang mereka hadapi.

Jika dalam waktu dekat tidak ada kejelasan dari dinas terkait, warga akan membawa permasalahan ini ke DPRD Batam untuk dilakukan audiensi.

“Kami sudah menunggu lebih dari tiga minggu sejak rapat terakhir dengan Perkim, tetapi belum ada jawaban. Jika tidak ada kejelasan, kami akan minta hearing dengan DPRD Batam,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Direktur Utama PT MGL, Erwyanto Tedjakusuma malah mengalihkan permintaan wawancara ke pihak Central Group. Padahal, pihaknya adalah pemilik lahan kawasan perumahan itu.

“Maaf, silahkan hubungi Central group sebagai PT yang mengembangkan lahan di Batam. Terima kasih,” katanya, via pesan singkat.

Sementara itu, Batam Pos telah berupaya mengonfirmasi hal ini ke Central Group. Akan tetapi, pihak yang bersangkutan belum merespons.

 

Reporter: Arjuna

 

Artikel Warga Perum Central Hills Batam Tuntut Kejelasan Hibah Lahan untuk Masjid pertama kali tampil pada Metropolis.

DPRD Batam Dukung Program MBG, Dorong Pemerataan di Seluruh Kecamatan

0
Muri SDN 03 Bengkong menikmati makanan bergizi gratis, Senin (13/1). Penyaluran tahap pertama program makan bergizi gratis hanya di 4 sekolah. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam terus menjadi sorotan. Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Asnawati Atiq, menyatakan dukungannya terhadap program ini meski pihaknya mengaku belum dilibatkan secara maksimal dalam pelaksanaannya.

Menurutnya , program MBG yang sudah berjalan di beberapa sekolah di Batam saat ini dikelola langsung oleh pihak yang ditunjuk pemerintah, yaitu Badan Gizi Nasional (BGN). DPRD Batam, hanya sempat terlibat dalam uji coba di beberapa sekolah di Kecamatan Bengkong.

“Sebenarnya kami dari DPRD Batam sangat mendukung program ini. Namun, dalam penerapannya di lapangan, pemerintah sudah menunjuk BGN sebagai pelaksananya di setiap daerah,” ujarnya, Kamis (30/1).

Asnawati juga mendorong agar dapur umum sehat segera tersedia di setiap kecamatan di Kota Batam.

“Saat ini, dapur umum yang beroperasi hanya berada di Kecamatan Bengkong, sehingga cakupan program masih terbatas,” katanya:

DPRD Batam sebagai pengawasan tentunya sangat mendorong MBG ini dapat terlaksana unk seluruh sekolah yg ada di kota Batam dan tidak hanya seperti percontohan yg sedang berlangsung bbr waktu sekarang ini

“Sehingga semua siswa di SD dan SMP dapat merasakan program MBG secara menyeluruh,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Tri Rubianto, menyebutkan program MBG saat ini telah diterapkan di empat sekolah, yakni SDN 003 Bengkong, SDN 006 Bengkong, SDN 010 Bengkong, dan SMPN 30 Batam.

“Kami melihat program MBG di sekolah-sekolah ini berjalan dengan baik dan lancar. Namun, tantangan terbesar yang kami hadapi saat ini adalah keterbatasan infrastruktur, terutama jumlah dapur umum sehat yang masih sangat minim,” kata Tri.

Ia menjelaskan Pemkot Batam menargetkan program MBG dapat menjangkau 58 ribu siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK pada tahun 2025.

Tri Rubianto menambahkan dalam rapat koordinasi dengan Gubernur Kepri, disepakati bahwa pada tahun 2025, pemerintah menargetkan 19 persen dari total siswa di Batam dapat menerima manfaat dari program MBG.

“Saat ini, jumlah penerima masih terbatas karena keterbatasan fasilitas. Namun, ke depan kami berharap program ini dapat menjangkau lebih banyak siswa, sekitar 300 anak dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK,” jelasnya. (*)

Reporter: AZIS MAULANA

Artikel DPRD Batam Dukung Program MBG, Dorong Pemerataan di Seluruh Kecamatan pertama kali tampil pada Metropolis.

Libur, Wisatawan Ramai Berkunjung ke Vihara Galang Batang di Bintan

0
Seorang wisatawan berfoto di vihara Jin Gang Shan pada Rabu (29/1/2025). F.Kiriman Syah untuk Batam Pos.

batampos– Wisatawan lokal dan luar daerah ramai memanfaatkan libur Imlek 2025 dengan mengunjungi Vihara Jin Gang Shan pada Rabu (29/1/2025).

Destinasi wisata religi ini lebih dikenal dengan sebutan Vihara Galang Batang di Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan.

Seorang wisatawan asal Tanjungpinang, Indah mengetahui vihara tersebut dari salah satu media sosial.

“Tahu dari tiktok,” ujarnya.

BACA JUGA: Vihara di Dabo Lingga Siapkan Makanan Vegetarian saat Imlek

Menurutnya, destinasi wisata ini menjadi daya tarik wisatawan yang ingin berfoto-foto karena bangunannya megah dan menarik.

Hal senada disampaikan oleh wisatawan asal Tanjungpinang, Ipah. Dia mengatakan, bangunan yang ada di vihara sangat mirip dengan di Thailand.

“Tahu dari medsos karena bangunannya mirip di Thailand, karena penasaran, kita datang ke sini,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Libur, Wisatawan Ramai Berkunjung ke Vihara Galang Batang di Bintan pertama kali tampil pada Kepri.

Atasi Kemacetan, Pelebaran Jalan Cikitsu Dimulai Maret

0
Sejumlah kendaraan melintas dijaan Cikitsu Batamkota, Kamis (30/1) Rencananya .alan di Simpang Cikitsu atau Jalan Raja M Saleh akan dilakukan pelebaran jalan pada Maret 2025 mendatang. F Cecep Mulyana/Batam Pos
Sejumlah kendaraan melintas dijaan Cikitsu Batamkota, Kamis (30/1) Rencananya jalan di Simpang Cikitsu atau Jalan Raja M Saleh akan dilakukan pelebaran jalan pada Maret 2025 mendatang. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan memulai proyek pelebaran jalan di Simpang Cikitsu atau Jalan Raja M Saleh pada Maret mendatang. Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) Batam rencananya akan mengadakan lelang proyek pada awal Februari.

Kepala DBM-SDA Batam, Suhar, mengatakan proses lelang biasanya memakan waktu sekitar satu bulan. Diperkirakan proyek akan dimulai pada Maret.

“Biasa lelang prosesnya satu bulanan, perkiraan Maret mulai,” katanya, Kamis (30/1).

Sebelumnya, beberapa titik di jalan tersebut memang tampak berlubang, yang membuatnya rawan bagi pengendara, terutama roda dua. Kendaraan roda empat juga terpaksa melaju pelan untuk menghindari kerusakan pada kendaraan, sehingga menyebabkan kemacetan.

Pelebaran jalan ini menjadi salah satu program prioritas pengerjaan DBMSDA Batam untuk tahun 2025. Proyek ini mencakup ruas Jalan Raja M Saleh dari Simpang Perumahan Papa Mama hingga Jalan Hang Tuah, yang nantinya akan dilebarkan menjadi empat lajur; dua lajur di kiri dan dua lajur di kanan, dengan lebar jalan sekitar 12 meter.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Batam, Dohar Mangalando Hasibuan, menyebut penambahan dua lajur di jalan tersebut dapat memperlancar arus kendaraan yang melintas.

“Sekarang ini jalan tersebut selalu macet karena kondisi jalan kurang bagus, ditambah lagi kondisi jalan sempit, hanya ada dua lajur,” ujarnya.

Setelah proyek selesai, kemacetan yang sering terjadi di kawasan Cikitsu bisa teratasi. “Daerah Cikitsu ini lebih banyak dilalui kendaraan pribadi, bukan angkutan perusahaan atau lainnya. Jadi kalau jalan bagus otomatis arus lalu lintas akan lancar,” tambah Dohar.

Proyek pelebaran jalan ini juga telah melalui tahap persiapan yang meliputi penertiban seluruh pedagang yang berada di lokasi serta penebangan pohon yang ada di sepanjang ruas jalan yang akan dilebarkan. Langkah-langkah ini diambil agar tidak ada hambatan selama pelaksanaan proyek.

Selama pengerjaan, kendaraan tetap dapat melintas seperti biasa, karena pekerjaan dilakukan secara bertahap.

“Misalnya kita kerjakan sisi kiri dulu, kendaraan bisa lewat sisi kanan. Begitu sebaliknya,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Atasi Kemacetan, Pelebaran Jalan Cikitsu Dimulai Maret pertama kali tampil pada Metropolis.

Viral Bidan di Batam Joget di Live TikTok dengan Bayi, Dinkes: Yang Dilanggar itu Etika Profesi

0
Seorang bidan di salah satu rumah sakit di Batam berjoget di live TikTok. Tangkapan layar tiktok.

batampos – Sebuah video yang memperlihatkan seorang bidan berjoget di live TikTok dengan latar musik dugem, sambil membawa bayi baru lahir, telah viral di media sosial dan menuai banyak kritik dari netizen. Dalam video tersebut, bidan yang diketahui bernama Sarah bekerja di RS Mutiara Aini, Batuaji, Batam.

Tindakan tersebut dianggap tidak pantas oleh banyak orang, terutama karena melibatkan bayi yang baru lahir dan latar belakang musik yang tidak sesuai dengan konteks profesionalisme dalam dunia medis.
Setelah video tersebut viral, Sarah mengunggah sebuah video klarifikasi untuk meminta maaf atas kontennya yang dinilai kurang berkenan.
Dalam video klarifikasinya, Sarah mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf kepada pihak rumah sakit dan orang tua bayi yang merasa dirugikan. Niatnya semula hanya untuk memberikan edukasi melalui konten yang ia buat, tapi ia mengakui bahwa video tersebut tidak sesuai dan meminta maaf kepada semua pihak yang terdampak.
“Saya di sini akan mengklarifikasi dan meminta maaf atas video yang telah saya buat tadi pagi. Saya memang akui akhir-akhir ini saya membuat video live dimana kebanyakan tentang edukasi dan saya meminta maaf atas kekhilafan yang tadi pagi saya buat tentang live saya mengenai bayi. Saya akan memperbaiki diri saya lagi lebih baik lagi ke depannya. Sekali lagi saya meminta maaf kepada pihak-pihak yang dirugikan terurama RS Mutiara Aini dan orang tua bayi yang telah saya buat videonya di TikTok. Terimakasih,” kata dia dalam klarifikasinya.
Terkait insiden ini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi, menilai bahwa yang dilanggar dalam kejadian tersebut adalah etika profesi.
Meeskipun pihaknya tidak memiliki wewenang langsung untuk menindak, organisasi tempat bidan tersebut bekerja seharusnya memberikan teguran terkait pelanggaran etika tersebut.
“Yang dilanggar itu saya kira adalah etika. Organisasinya seharusnya yang ngasi teguran. Kita enggak ada wewenang apa-apa untuk masalah tersebut. Kita cuma bisa menghimbau saja agar tenaga kesehatan (nakes) bekerja secara profesional dan menjalankan prinsip-prinsip akreditasi RS dengan baik,” ujar Didi Kusmarjadi. (*)
Reporter: Arjuna

Artikel Viral Bidan di Batam Joget di Live TikTok dengan Bayi, Dinkes: Yang Dilanggar itu Etika Profesi pertama kali tampil pada Metropolis.

Lapas Batam Tampung 50 Terpidana Hukuman Berat

0
WBP Lapas Batam bertemu sapa dengan keluarga saat kunjungan terbuka hari raya Imlek. F. Humas Lapas Batam

batampos – Jumlah terpidana dengan hukuman berat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam terus bertambah. Saat ini, terdapat 40 narapidana yang menjalani hukuman seumur hidup dan 10 orang yang menghadapi hukuman mati.

Kepala Lapas Batam, Heri Kusrita, menjelaskan bahwa jumlah terpidana hukuman berat di Lapas Batam sebelumnya lebih banyak. Namun, sebagian dari mereka telah dipindahkan ke Lapas lain di Kepulauan Riau (Kepri) sebagai bagian dari kebijakan pemerataan warga binaan pemasyarakatan (WBP).

“Pemindahan ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan jumlah narapidana di tiap lapas dan memastikan pembinaan tetap berjalan dengan baik,” ujar Heri Kusrita.

Dalam perkembangan terbaru, dua terpidana hukuman mati baru dipindahkan ke Lapas Batam. Satu di antaranya berasal dari Lapas Narkotika Tanjung Pinang, sementara satu lainnya, Ahmad Yuda, dipindahkan dari Rutan Batam. Ahmad Yuda merupakan terpidana kasus pembunuhan mantan Direktur RSUD Padang Sidempuan yang terjadi di Batuaji beberapa waktu lalu.

Menurut Kasi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Batam, Budi, kedua terpidana hukuman mati yang baru masuk tersebut masih menjalani masa pengenalan lingkungan di dalam lapas. “Mereka baru dua minggu berada di sini dan masih dipisahkan dari WBP lainnya,” kata Budi.

Meski tergolong terpidana berat, mereka tetap diperlakukan sama seperti warga binaan lainnya sesuai dengan sistem pemasyarakatan yang berlaku. “Kami tetap melakukan pembinaan terhadap mereka, dan setiap narapidana berhak mengajukan upaya hukum lanjutan,” tambahnya.

Upaya hukum yang masih terbuka bagi para terpidana hukuman berat ini antara lain peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri atas rekomendasi Mahkamah Agung. PK bisa diajukan dua kali. Selain itu, mereka juga dapat mengajukan permohonan grasi kepada Presiden.

Sementara itu, kondisi keamanan di Lapas Batam disebut masih terkendali. Warga binaan, termasuk terpidana hukuman berat, akan dipisahkan jika dinilai berisiko. “Sejauh ini, situasi masih dalam kendali dan tidak ada indikasi gangguan keamanan yang berarti,” ungkap Budi.

Secara keseluruhan, mayoritas warga binaan di Lapas Batam berasal dari kasus narkoba, mencapai 62 persen dari total penghuni. Para narapidana ini bervariasi, mulai dari pemakai hingga pengedar dan penyelundup narkotika.

Dengan jumlah narapidana yang terus bertambah, pihak Lapas Batam terus berupaya memastikan keamanan dan kelancaran sistem pembinaan di dalam lapas. “Kami akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi agar situasi tetap terkendali,” tutup Heri Kusrita. (*)

Reporter: Eusebius Sara

 

Artikel Lapas Batam Tampung 50 Terpidana Hukuman Berat pertama kali tampil pada Metropolis.