Rabu, 6 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2077

Krisis Air di Sengkuang, Warga Kesulitan Beribadah saat Ramadan

0
Ilustrasi.

batampos – Warga di wilayah Sengkuang Dalam, Kelurahan Tanjungsengkuang, Kecamatan Batuampar, Kota Batam, kembali mengeluhkan pasokan air bersih yang tak mengalir saat bulan suci Ramadan.

Sejak awal Ramadan, air hanya mengalir pada dini hari. Namun sejak Rabu (5/3) hingga Kamis (6/3), pasokan air justru terhenti sepenuhnya. Masalah ini berulang setiap tahun, menyulitkan masyarakat dalam menjalankan ibadah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurut warga, gangguan distribusi air tanpa pemberitahuan ini bukan kali pertama terjadi. Mereka memahami jika masalah disebabkan oleh insiden seperti pipa bocor atau gangguan teknis lainnya. Namun, kali ini air berhenti mengalir tanpa penjelasan dari PT Air Batam Hilir (ABHi) selaku pengelola distribusi air.

M Yayat, salah seorang warga Sengkuang Dalam, mengaku kesulitan untuk wudu dan bersuci akibat pasokan air yang tersendat. Ia menekankan bahwa air bersih sangat krusial bagi umat Islam, terutama saat Ramadan.

“Kami butuh air untuk wudu, mandi, dan keperluan bersuci lainnya. Kalau air tidak mengalir seperti ini, tentu sangat menghambat,” keluhnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Sofia, warga lainnya. Ia mengatakan bahwa kesulitan mendapatkan air bersih membuat aktivitas rumah tangga terganggu.

“Masak jadi susah, piring kotor menumpuk, bahkan mandi pun harus berhemat. Kondisi ini sangat menyulitkan, apalagi di bulan puasa,” ujarnya.

Warga menilai gangguan air bersih yang terus berulang menunjukkan lemahnya manajemen distribusi oleh PT ABHi. Mereka berharap Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, segera turun tangan dan mengevaluasi kinerja pengelola air.

“Ini bukan kejadian baru, dan bukan hanya di Ramadan. Kami berharap Pak Amsakar, seperti janji beliau saat kampanye, bisa bertindak tegas agar distribusi air di Batam lebih baik. Jangan sampai masyarakat terus-menerus menjadi korban pelayanan yang buruk,” ujarnya.

Corporate Communications PT Air Batam Hilir (ABHi) Ginda Alamsyah, menjelaskan bahwa meningkatnya permintaan air selama Ramadan serta perubahan pola konsumsi pelanggan turut mempengaruhi distribusi.

“Saat bulan puasa, konsumsi air meningkat, sementara pola penggunaan pelanggan juga berubah. Ini berdampak pada distribusi di beberapa wilayah, termasuk Sengkuang Dalam,” katanya, Kamis (6/3).

Selain itu, ia mengakui infrastruktur pipa di kawasan tersebut masih perlu ditingkatkan seiring dengan bertambahnya jumlah pelanggan.

“Secara menyeluruh, pipa di Sengkuang Dalam perlu diperbesar karena jumlah pelanggan terus bertambah. Di samping itu, kami juga sedang merancang perkuatan jalur dengan menghubungkan pipa di Sengkuang Dalam ke jalur Bukit Makmur. Diharapkan langkah ini bisa membantu meningkatkan pasokan air ke daerah terdampak,” ujar dia.

Ginda juga mengungkapkan bahwa beberapa hari lalu sempat terjadi gangguan listrik di tangki ozon, yang berdampak pada suplai air di kawasan Tanjungsengkuang.

“Kami menyadari adanya kendala ini dan terus berupaya mencari solusi terbaik agar pasokan air tetap stabil. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Krisis Air di Sengkuang, Warga Kesulitan Beribadah saat Ramadan pertama kali tampil pada Metropolis.

Cabuli Siswinya, Mantan Guru SD Divonis 5 Tahun Penjara

0
Fitra usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (6/2). Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Majelis hakim Pengadilan Negeri Batam menjatuhkan pidana 5 tahun penjara terhadap Fitra, pria yang berprofesi sebagai guru. Fitra dinilai terbukti mencabuli siswinya yang saat itu masih duduk di bangku sekolah dasar negeri di kawasan Nongsa.

Hukuman terhadap Fitra juga lebih ringan dari tuntutan jaksa Zulna yakni 6 tahun penjara. Atas vonis lebih ringan, Fitra yang didampingi penasehat hukum langsung menerima.

Vonis hukuman terhadap tenaga pengajar yang sudah memiliki istri dan anak ini, dijatuhi oleh majelis hakim yang dipimpin Irfan. Dalam amar putusannya, hakim Irfan menegaskan perbuataan terdakwa terbukti sah dan menyakinkan bersalah.

Sebagaimana dakwaan jaksa, yang juga menyatakan terdakwa bersalah. Perbuataan Fitrah terbukti dalam pasal 82 ayat 1 UU Perlindungan anak, yakni melakukan tipu muslihat, memaksa dan rayuan untuk mencabuli anak.

“Perbuataan terdakwa telah terbukti, dan tak ada alasaan pemaaf dan pembenar, sehingga sudah seharusnya dihukum,” tegas Irfan.

Menurut Irfan, hal memberatkan perbuataan terdakwa meresahkan masyarakat. Sedangkan hal meringankan terdakwa menyelesai perbuataannya, sudah mendapat maaf dari keluarga korban hingga berjanji tak akan mengulangi.

“Memperhatikan unsur pasal telah terpenuhi, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan 5 tahun penjara, dan denda Rp100 juta subsider 2 bulan,” tegas hakim Irfan.

Atas vonis itu, terdakwa sempat berkonsultasi dengan penasehat hukum, yang kemudian menyatakan menerima vonis itu. Hal yang sama juga disampaikan JPU yang menerima vonis tersebut.

Sebelumnya, Fitra, tenaga pendidik sekolah dasar yang menjalin asmara dan menyetubuhi sang murid dinyatakan bersalah oleh jaksa penuntut umum (JPU) di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (6/2). Atas perbuataanya itu, JPU menuntutnya dihukum selama 6 tahun penjara.

Tuntutan terhadap Fitra terbilang cukup ringan, karena mengingat pria yang masih berstatus PNS itu adalah tenaga pendidik. Namun karena telah berdamai dan berniat menikahi korban, tuntutan terhadap terdakwa tidak maksimal.

Sebelumnya, kasus pelecehan seksual dengan modus memacari korban yang dilakukan tenaga pendidik bergulir di Pengadilan Negeri Batam, kemarin. Terdakwa yakni Fitrah, mantan guru yang pernah mengajar disalah satu SD Negeri di Kecamatan Nongsa. Korbannya tak lain NN, yang saat ini tercatat sebagai siswi kelas 1 SMP di Batam.

Diketahui pencabulan yang dilakukan Fitrah terjadi dalam kurun waktu 2023. Saat itu, korban merupakan salah satu guru di sekolah korban. Korban yang memiliki tubuh agak besar ternyata berhasil menarik perhatian terdakwa, yang kemudian merayu korban.Terdakwa berhasil merayu korban dan mereka pun menjalin hubungan asmara. Korban juga sering diajak jalan menggunakan mobil.

Saat diajak jalan itulah, terdakwa sering melakukan pelecehan seksual terhadap korban. Iming-iming terdakwa karena cinta dan terdakwa juga berjanji menikahi korban, dan bujuk rayu lainnya hingga korban terpedaya.

Perbuataan terdakwa sempat diketahui oleh orang tua korban, yang kemudian melarang terdakwa berhubungan dengan anaknya. Namun ternyata terdakwa tidak mengubris dan tetap menjalin huhungan dengan korban.

Saat korban kelas 6 SD, terdakwa berhenti mengajar dari sekolah tersebut namun malah membuat akun medsos baru untuk berhubungan dengan korban. Aksi terdakwa akhirnya diketahui orang tua korban dan melaporkan ke polisi. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Cabuli Siswinya, Mantan Guru SD Divonis 5 Tahun Penjara pertama kali tampil pada Metropolis.

Minta PSSI Kurangi Pemain Bule Berambut Pirang dan Bermata Biru, Ahmad Dhani Disebut Rasis

0
Ahmad Dhani (Shafa Nadia/Jawa Pos)

batampos – Pentolan grup band Dewa 19, Ahmad Dhani menjadi perbincangan di media sosial X. Ahmad Dhani bahkan jadi trending topik nomor satu di X pada Rabu (5/3) malam.

Sebabnya, Ahmad Dhani menjadi perbincangan karena hadir di rapat bersama Komisi X dan Komisi XIII DPR RI, Rabu (5/3) bersama PSSI saat membahas soal pemain naturalisasi tiga pemain keturunan Eropa, Emil Audero Mulyadi, Dean James, dan Joey Pelupessy.

DPR RI melalui Komisi X dan Komisi XIII telah memberikan persetujuan terhadap permohonan naturalisasi ketiga pemain tersebut. Persetujuan itu diberikan setelah PSSI, Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan Kementerian Hukum melakukan rapat kerja dengan Komisi X dan XIII di Gedung DPR RI.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir hadir langsung mengikuti rapat kerja tersebut. Ini pertama kalinya dia datang dalam raker dengan Komisi X dan XIII untuk membahas naturalisasi. Dia didampingi Wakil Ketua Umum Zainudin Amali, Sekretaris Jenderal Yunus Nusi, dan Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji.

Ahmad Dhani dalam rapat sempat memberikan saran kepada Erick Thohir. Dirinya menyatakan kalau Erick Thohir, PSSI sebaiknya mengurangi pemain naturalisasi bule.

Secara spesifik, Ahmad Dhani meminta PSSI mengurangi porsi naturalisasi pemain bule, berambut pirang dan bermata sipit. Sembari, dirinya mengutarakan dukungan bahwa dia mendukung pemain naturalisasi karena merupakan agenda revolusi sepak bola Indonesia yang menuntut gebrakan ekstrem.

“Karena yang namanya revolusi, memang semuanya harus ekstrem. Tapi usul saya, kurangilah pemain yang bule. Dalam tanda kutip yang rasnya bule, rambut pirang, mata biru. Karena menurut saya untuk Indonesia kurang enak dilihat. Kalau bisa mungkin, dicari dengan yang rasnya mirip-mirip dengan kita seperti dari Korea atau Afrika yang mirip-mirip dengan kita,” kata Ahmad Dhani dikutip dari siaran ulang TV Parlemen yang viral di X.

Ahmad Dhani menekankan sekali lagi bahwa dirinya tidak anti terhadap pemain naturalisasi dalam sepak bola di Indonesia. Hanya saja, kalau bisa, PSSI mengurangi porsi rekrutmen pemain bule.

“Nggak masalah jumlahnya banyak, tapi warna kulitnya masih mirip-mirip dengan kita. Karena kalau bule itu, dilihatnya seperti gimana gitu. Itu cuma usulan saja,” lanjut Ahmad Dhani.

Akibat saran Ahmad Dhani itu, warganet menganggap bahwa suami Mulan Jameela itu bersikap rasis. Di X, nama Ahmad Dhani sempat trending topik pada Rabu (5/3) malam.

Saran lainnya dari Ahmad Dhani yang kontroversial di rapat bersama PSSI itu, dia meminta PSSI untuk mencari pemain naturalisasi senior di atas usia 40 tahun. Kemudian, pemain tersebut dinikahkan dengan perempuan Tanah Air untuk mendapatkan bibit pemain bola berkualitas.

“Bisa juga misalnya, pemain-pemain bola yang sudah di atas usia 40 tahun, itu bisa juga kita naturalisasi pemain-pemain hebat, lalu kita jodohkan dengan perempuan Indonesia. Apalagi kalau Muslim kan bisa empat istri, atau mungkin pemain Arab, Aljazair, atau pemain-pemain yang sudah tua, kita naturalisasi, carikan istri di sini, lalu anaknya kita bina,” celoteh Ahmad Dhani yang kemudian disambung tertawaan oleh seisi ruang rapat.

Hingga berita ini dibuat, topik terkait Ahmad Dhani telah dikomentari oleh ribuan khalayak di media sosial X. Mayoritas menganggap kalau saran Ahmad Dhani tidak berkualitas, cenderung rasis dan seksis. (*)

Artikel Minta PSSI Kurangi Pemain Bule Berambut Pirang dan Bermata Biru, Ahmad Dhani Disebut Rasis pertama kali tampil pada News.

CPNS Lulus 2024 Tak Jadi Diangkat Tahun Ini

0
Menteri PANRB Rini Widyantini menyampaikan paparan pada rapat kerja dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/2/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

batampos – CPNS yang telah lulus seleksi pada 2024 ini harus gigit jari. Pasalnya, pemerintah memastikan kalau pengangkatan CPNS 2024 tidak akan dilakukan tahun ini.

Dilansir dari Radar Bogor (Grup JawaPos), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Rini Widyantini, mengatakan, pemerintah menunda pengangkatan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2024.

Ia menyebut kalau calon pegawai negeri sipil (CPNS) baru aakan resmi diangkat pada Oktober 2025 mendatang. Sementara untuk pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), akan dilakukan di bulan Maret 2026.

“Pemerintah mengusulkan dilakukan penyesuaian jadwal pengangkatan CASN sebagai pegawai ASN,” sebut Rini Widyantini.

Ditundanya pengangkatan CPNS 2024 langsung ramai di media sosial (medsos). Netizen, yang mungkin ada juga yang merupakan CPNS yang berhasil lolos tahun lalu, banyak yang kesal.

“Pemerintah tiap hari ada aja gebrakannya, kami udah siapin semuanya, bahkan ada yg udah resign sebelum terima SK yang rencananya maret/april. Eh ini malah pengangkatan PPPK dan CPNS ditunda sampai berbulan-bulan. Marah, sedihh, emosii banget Ya Allah,” kata posting-an di akun X @tanyakanrl.

Posting-an tersebut ditanggapi ratusan ribu view dan ratusan repost atau retweet. Komentar netizen beragam terkait hal tersebut.

“kan bukan pertama kali di tipu pemerintah,” komentar pengguna X dengan akun @comeoel sembari memberikan emoticon tertawa.

Komentar netizen lainnya seragam. Banyak juga yang menanggapi santai hal tersebut lantaran bikin susah masyarakat sudah dianggap jadi semacam kegiatan rutin pemerintah.

“Rakyat ga menderita, pemerintah ga kenyang,” komentar akun X @yeoollyy_.

Dalam rapat bersama Komisi II DPR, Menpan-RB Rini Widyantini, menjelaskan, perkiraan pengangkatan akan dilaksanakan pada akhir 2025 atau di awal
2026. Rini menjabarkan, penundaan pengangkatan CASN 2024 ini dikarenakan beragam pertimbangan.

Contohnya, ia melanjutkan, adanya kebutuhan penataan dan penempatan ASN untuk mendukung beragam program prioritas pembangunan nasional. Hal ini membutuhkan dukungan Sumber Daya Manusia ASN dengan kompetensi sesuai kebutuhan.

Tidak hanya itu, alasan lainnya adalah rencana pemerintah untuk menyelesaikan penyelarasan formasi, jabatan, dan penempatan terhadap ASN.

Rini menjabarkan, adanya penundaan pengangkatan CASN 2024 ini karena adanya usulan dari sejumlah daerah. (*)

Sumber: JP Group

Artikel CPNS Lulus 2024 Tak Jadi Diangkat Tahun Ini pertama kali tampil pada News.

Hutan Bukit Daeng Dibabat untuk Pematangan Lahan, Warga Cemas Ancaman Banjir

0
Hutan Bukit Daeng yang dibabat untuk dijadikan ruko. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Aktivitas pembabatan hutan di kawasan Bukit Daeng, yang berada di sebelah kiri tanjakan arah Mukakuning, tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Batuaji dan Sagulung. Warga yang telah lama mengetahui bahwa kawasan ini merupakan hutan lindung mempertanyakan kegiatan tersebut, terutama terkait legalitasnya.

Masyarakat merasa heran karena selama ini pemanfaatan hutan lindung tidak bisa dilakukan sembarangan, apalagi hingga meratakan bukit. “Sudah hampir sebulan ini proyek itu berjalan. Mulai dari pembabatan pohon, sekarang sudah masuk tahap pematangan lahan. Ini sebenarnya untuk apa? Tak ada informasi sama sekali. Ini hutan lindung atau bukan? Penjelasan pemerintah mana?” ujar Handoko, tokoh masyarakat di Tembesi.

Kekhawatiran masyarakat semakin besar mengingat dampak lingkungan yang mungkin terjadi, terutama terkait ancaman banjir. Andre, salah seorang warga di sekitar lokasi, mengaku risih dengan kegiatan tersebut. “Wilayah Tembesi ini sudah langganan banjir. Kalau hutan ini dirusak dan digunakan lagi untuk pembangunan, nanti bagaimana? Bisa-bisa kami dikepung banjir,” katanya dengan nada kesal.

Pihak Kecamatan Batuaji saat dikonfirmasi mengakui bahwa mereka telah menerima pemberitahuan terkait pematangan lahan tersebut. Namun, mereka tidak bisa berbuat banyak karena pihak proyek mengklaim telah mengantongi izin alokasi lahan. “Iya, kemarin mereka ada menyampaikan ke kita, katanya untuk pembangunan ruko. Mereka bilang sudah ada PL (Perizinan Lokasi),” ungkap Lurah Kibbing, Wiwid.

Meski demikian, belum ada kejelasan dari pihak berwenang apakah kawasan yang dibabat itu benar-benar termasuk hutan lindung atau tidak. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapan resmi. Pihak KLHK menyarankan agar hal ini dikonfirmasi lebih lanjut ke Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL).

Sementara itu, pihak pelaksana proyek di lokasi juga enggan memberikan komentar terkait keluhan masyarakat. Para pekerja yang berada di lokasi hanya menyebutkan bahwa mereka menjalankan tugas sesuai instruksi dan tidak mengetahui lebih jauh mengenai legalitas lahan yang mereka garap.

Banyak warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk memastikan status kawasan ini dan memberikan kejelasan terkait izin pembabatan hutan. “Kalau memang ada izin, tunjukkan kepada masyarakat. Jangan sampai kami hanya jadi korban akibat banjir dan kerusakan lingkungan,” tegas Handoko. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Hutan Bukit Daeng Dibabat untuk Pematangan Lahan, Warga Cemas Ancaman Banjir pertama kali tampil pada Metropolis.

Mengganggu Akses Ambulans, Warga Minta Penertiban Kendaraan yang Parkir Sembarangan di Pelabuhan Jagoh

0
Kondisi kendaraan Roda Dua yang parkir sembarangan di jalan akses masuk pelabuhan Jagoh, Rabu (5/3). F. Vatawari/BATAM POS

batampos– Kondisi kendaraan roda dua yang diparkir di sepanjang jalan masuk Pelabuhan Penyeberangan Jagoh, Desa Jagoh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, semakin memprihatinkan.

Pantauan Batampos, banyaknya sepeda motor yang diparkir sembarangan di sepanjang jalan dalam area pelabuhan kerap menghambat aktivitas, terutama bagi kendaraan yang memiliki kepentingan darurat seperti ambulans.

Kejadian ini kembali terjadi pada Rabu (5/3), di mana sebuah ambulans yang membawa pasien yang akan dirujukan ke rumah sakit di luar Kabupaten Lingga mengalami kesulitan saat hendak memasuki pelabuhan.

BACA JUGA: Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Pemkab Bintan Gelontorkan Rp 3,5 Miliar Buat Beli Ambulans dan Motor 

Ambulans yang ingin mengantarkan pasien rujukan menggunakan kapal feri menuju Tanjungpinang atau Batam, namun aksesnya terganggu akibat deretan motor yang diparkir di bahu jalan pelabuhan Jagoh.

Salah seorang pengunjung Pelabuhan Jagoh, Kelan, mengungkapkan kekecewaannya terhadap minimnya kesadaran masyarakat terkait masalah ini yang dapat merugikan pihak lain.

“Kita berharap pemerintah, khususnya dinas terkait, bisa turun tangan dan melakukan penertiban. Kasihan ambulans yang membawa pasien sakit, terkadang harus terhambat masuk karena banyaknya motor yang parkir sembarangan. Ini bukan kali pertama terjadi,” ujar Kelana, Rabu (5/3)

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran dari para pengguna kendaraan roda dua agar tidak lagi memarkirkan kendaraannya di dalam pelabuhan demi kelancaran akses bagi kendaraan yang lebih membutuhkan.

“Sebagai pengguna kendaraan, kita juga harus sadar diri. Parkirlah motor di luar pelabuhan agar akses bagi ambulans dan kendaraan lain lebih aman dan nyaman. Ini demi kebaikan kita bersama,” tambahnya.

Fenomena parkir liar ini memang menjadi masalah yang berulang di Pelabuhan Jagoh. Selain menghambat ambulans, kondisi ini juga dapat mengganggu arus lalu lintas kendaraan lain yang keluar-masuk pelabuhan.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak berwenang segera mengambil langkah tegas dalam mengatasi permasalahan ini.

Penertiban, pengawasan lebih ketat, serta penyediaan tempat parkir yang lebih tertata menjadi solusi yang dinantikan agar Pelabuhan Jagoh tetap berfungsi dengan baik dan tidak menghambat mobilitas, terutama bagi kendaraan yang membawa pasien dalam kondisi darurat. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Mengganggu Akses Ambulans, Warga Minta Penertiban Kendaraan yang Parkir Sembarangan di Pelabuhan Jagoh pertama kali tampil pada Kepri.

Tanggul Drainase Jebol, Jalan Utama di Batuaji Terancam

0
Kondisi drainase di pinggir Jalan R. Suprapto Batuaji.
Foto: Eusebius Sara / Batam Pos

batampos – Drainase induk di pinggir Jalan R. Suprapto, Batuaji, tepatnya di depan Perumahan Cemara Asri, mengalami kerusakan parah. Tanggul drainase jebol, menyebabkan ancaman longsor di jalan utama yang menjadi akses penting bagi masyarakat sekitar. Jika tidak segera diperbaiki, kondisi ini bisa memperparah kerusakan dan membahayakan pengguna jalan.

Kerusakan drainase ini sudah terjadi sejak awal Januari lalu dan semakin mengkhawatirkan seiring dengan masuknya musim hujan. Curah hujan yang tinggi dapat memperburuk kondisi drainase yang sudah melemah. Jika jebol semakin parah, longsor bisa terjadi dan berpotensi memutus akses Jalan R. Suprapto dari arah Mukakuning.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kerusakan drainase bermula dari jebolnya batu miring yang berfungsi sebagai penguat tebing drainase. Akibatnya, beberapa pohon penghijauan di sekitar lokasi juga ikut tumbang karena kehilangan penopang tanah. Jika tidak ada langkah penanganan cepat, kerusakan akan semakin melebar dan memperparah dampaknya terhadap lingkungan sekitar.

Hendrik, salah seorang warga Perumahan Cemara Asri, mengungkapkan kekhawatirannya atas kondisi tersebut. “Sudah lama ini rusak. Kalau tak segera diperbaiki, akan tambah parah. Jalan bisa jebol, apalagi sekarang sudah kembali musim hujan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Sumarno, tokoh masyarakat di Batuaji. Menurutnya, masalah drainase dan infrastruktur jalan menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kota (Pemko) Batam. “Banyak PR Pemko Batam sepanjang tahun ini, terutama terkait persoalan infrastruktur jalan dan drainase,” katanya.

Masyarakat berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan untuk mencegah dampak yang lebih besar. Selain mengganggu aktivitas warga, kerusakan ini juga berisiko menimbulkan kecelakaan bagi pengendara yang melintas di lokasi tersebut.

Menanggapi kondisi ini, Pemko Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air menyatakan sedang mengupayakan perbaikan drainase dan peningkatan infrastruktur jalan. Namun, proses perbaikan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan ketersediaan anggaran yang ada.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Suhar, mengatakan pihaknya sudah memasukkan perbaikan drainase tersebut dalam daftar prioritas. “Kami menyadari pentingnya perbaikan drainase ini agar tidak berdampak lebih luas. Namun, semua harus dilakukan secara bertahap sesuai dengan anggaran yang tersedia,” ujarnya.

Selain perbaikan drainase, Pemko Batam juga tengah mengkaji solusi jangka panjang untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Salah satunya dengan memperkuat sistem drainase dan melakukan pemeliharaan rutin agar infrastruktur lebih tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem.

Masyarakat berharap agar pemerintah tidak hanya sekadar berjanji, tetapi benar-benar merealisasikan perbaikan dalam waktu dekat. Jika dibiarkan terlalu lama, dampak yang ditimbulkan bisa semakin besar dan berakibat pada gangguan akses serta keselamatan pengguna jalan. (*)

 

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Tanggul Drainase Jebol, Jalan Utama di Batuaji Terancam pertama kali tampil pada Metropolis.

Paket Berbuka Kampung Ramadan Vista, Tersedia Ratusan Menu dan Lucky Draw

0
Menu spesial Kambing guling, dan kari kambing di Kampung Ramadan Vista di Hotel Crown Vista. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Hotel Crown Vista menyuguhkan ratusan menu makanan dan minuman dalam paket berbuka puasa di bulan Ramadan ini. Dalam paket bertema Kampung Ramadan Vista ini konsumen berkesempatan mememangkan lucky draw dengan hadiah yang menarik.

Food and Beverage Manager Hotel Vista, Junaidi mengatakan, dalam paket berbuka puasa tahun ini, pihaknya menyediakan menu makanan spesial. Yakni kambing guling, dan kari kambing.

“Kambing guling ada setiap hari Jumat dan Sabtu. Untuk kari kambingnya itu ada setiap hari,” ujarnya.

Selain menu spesial kambing, Hotel Crown Vista juga menyediakan lemang ketan. Menu spesial yang dibakar ini juga tersedia setiap hari.

“Lemang ketan ini kita buat sendiri, produk sendiri, dibakar sendiri. Dan masih banyak lagi makanannya,” katanya.

Junaidi menjelaskan setiap paket berbuka puasa ini ditawarkan dengan harga Rp200 ribu perpaket untuk dewasa. Sedangkan anak-anak dengan usia 5-11 tahun Rp 120 ribu.

“Ada promo beli 10 free 1. Dan pengunjung kelipatan 5 dapat voucher lucky draw. Khusus lucky draw ini akan diundi pada 28 Maret mendatang. Dengan hadiah diantaranya kulkas, tv, dan magic com,” katanya.

Tidak hanya menyediakan makanan yang enak. Junaidi mengatakan, masyarakat dapat berbuka sembari menikmati pemandangan yang indah. Sebagian Kota Batam terlihat dari Hotel Vista ini.

“Pemandangannya ciamik, jadi untuk warga Batam segera reservasi. Untuk rasa makanan digaranti, tempatnya bagus, dan harga bersaing,” tutupnya. (*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel Paket Berbuka Kampung Ramadan Vista, Tersedia Ratusan Menu dan Lucky Draw pertama kali tampil pada Metropolis.

Barang Ilegal Marak di Anambas, Bupati Tegaskan Tak Beri Ruang untuk Penyelundup

0
Aneng. f.ist

batampos – Bupati Anambas, Aneng berkomitmen penuh untuk mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan penyelundupan barang ilegal di Anambas.

Komitmen ini ia sampaikan saat menghadiri konfrensi pers penangkapan rokok ilegal di Mako Lanal Tarempa, Kamis, (6/3).

Dalam kesempatan ini Aneng mengapresiasi langkah Lanal Tarempa yang telah lebih dulu menerapkan perintah Presiden Prabowo Subianto untuk berantas penyelundupan.

“Luar biasa, ada penyelundupan barang ilegal diamankan. Ini senilai Rp 1,7 Miliar,” kata Aneng.

BACA JUGA: Lanal Bintan Gagalkan Penyelundupan PMI Ilegal dari Malaysia tujuan Batam di Perairan Selat Riau

Lebih jauh ia mengungkapkan selama mengikuti retret di Akmil Magelang, seluruh kepala daerah ditekan oleh Presiden untuk mencegah potensi kebocoran dari pendapatan negara.

“Ini salah satu pencegahan dari kebocoran itu. Bayangkan kalau rutin terus patroli, saya rasa sudah banyak uang negara yang diselamatkan,” tutur Aneng.

Sejauh ini, barang ilegal kian marak beredar di Anambas. Barang yang beredar berupa minuman berakohol (mikol), rokok bahkan balpress (pakaian bekas) yang bebas dijual belikan.

Biasanya, oknum pemain memasok barang ilegal dari Bintan dan Batam. Dikirim menggunakan kapal roro maupun kapal kayu yang biasa melayani rute ke Anambas.

“Saya tegaskan (ini) perintah Presiden Prabowo tidak ada lagi maling-maling, kita harus tegak lurus untuk memberantas barang ilegal,” tegas politisi Demokrat ini.

Atas perintah Presiden ini, seluruh unsur Forum Komunimasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan berkumpul dalam waktu dekat untuk membahas masalah barang ilegal.

Kemudian ia akan memastikan Satpol PP dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) untuk membantu Bea Cukai membasmi peredaraan barang ilegal. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Barang Ilegal Marak di Anambas, Bupati Tegaskan Tak Beri Ruang untuk Penyelundup pertama kali tampil pada Kepri.

MBG Ramadan di Batam, Ada Roti, Kurma, Susu, dan Buah untuk Berbuka

0
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Tri Wahyu Rubianto. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos.

batampos – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam tetap berjalan selama bulan Ramadan. Hanya saja, terdapat penyesuaian pada menu makanan yang disediakan agar dapat dikonsumsi saat berbuka puasa.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengatakan bahwa selama bulan puasa, MBG akan tetap diberikan kepada siswa dengan menu yang lebih tahan lama dan sesuai untuk berbuka.

“InsyaAllah makanan yang bertahan lama dan bisa sampai waktu berbuka. Contohnya roti, kurma, susu, telur ayam, dan buah seperti jeruk,” katanya, Kamis (6/3).

Sesuai dengan kebutuhan selama Ramadan, makanan MBG nantinya akan dikemas dan dibawa pulang oleh siswa untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

Saat ini, MBG di Batam telah melibatkan tiga dapur yang beroperasi untuk melayani siswa di 13 sekolah tingkat TK, SD, dan SMP yang tersebar di Kecamatan Bengkong, Sei Beduk, dan Batam Kota.

Total sasaran penerima manfaat program ini mencapai 9.758 siswa, dengan pendistribusian makanan yang dilakukan setiap hari efektif sekolah selama Ramadan.

Tiga dapur MBG yang beroperasi saat ini merupakan milik mitra Badan Gizi Nasional (BGN), yaitu Yayasan Siap di Kecamatan Bengkong, Yayasan Darul Solihin di Kecamatan Batamkota, dan Yayasan Yon Kenedia di Kecamatan Seibeduk.

Menurut Tri, hingga saat ini dapur MBG milik BGN sendiri belum beroperasi. Pihaknya masih menunggu petunjuk teknis terbaru dari BGN terkait pengadaan dapur setelah melalui evaluasi program yang telah berjalan.

Sementara itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPB) Kawasan Bengkong, Defri Frenaldi, menyebut selama Ramadan, makanan MBG akan didistribusikan menggunakan totebag berbahan spunbond berukuran 20×26 cm, bukan kotak makan seperti sebelumnya.

“Menu MBG saat puasa berupa makanan kering dan takjil. Penyalurannya akan menggunakan totebag agar lebih praktis dibawa pulang oleh siswa,” kata dia.

Distribusi MBG akan dimulai pada hari pertama siswa masuk sekolah saat Ramadan, dengan pengiriman dilakukan secara bertahap sejak pukul 09.00 pagi. Setelah pengiriman, siswa akan mengambil totebag berisi makanan dan membawanya pulang. Totebag tersebut harus dikembalikan setelah tiga jam atau sesuai waktu yang telah disepakati.

Pendistribusian MBG selama Ramadan dilakukan lima kali dalam seminggu, yaitu dari Senin hingga Jumat, dengan total 14 hari efektif sekolah selama bulan puasa.

Adapun menu yang akan diberikan kepada siswa antara lain roti manis, telur ayam, telur puyuh, susu, kurma, jeruk, serta bubur kacang hijau. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel MBG Ramadan di Batam, Ada Roti, Kurma, Susu, dan Buah untuk Berbuka pertama kali tampil pada Metropolis.