Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 2083

Pembangunan Besar di Kawasan Marina, Warga Khawatir Soal Drainase

0
Drainase yang dikuatirkan itu.
Foto: eusebius Sara / Batam Pos

batampos – Kawasan Marina, Kelurahan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang, tengah mengalami pembangunan besar-besaran dengan sejumlah megaproyek, termasuk pembangunan resor, tempat wisata, serta perumahan dan properti lainnya. Banyak lahan di kawasan ini sedang dalam proses pematangan guna mendukung proyek-proyek tersebut.

Namun, pembangunan ini menimbulkan kekhawatiran bagi warga setempat, terutama terkait dampaknya terhadap aliran sungai dan sistem drainase yang mengarah ke Pantai Marina. Mereka berharap proyek-proyek tersebut tidak mempersempit atau bahkan menutup satu-satunya jalur keluar air yang ada.

“Beberapa proyek yang sedang berjalan mulai mengganggu aliran sungai dan drainase. Ini sangat berbahaya bagi kami yang sudah lama tinggal di sini. Banjir bukan lagi sekadar ancaman, tetapi sudah menjadi langganan setiap kali hujan turun. Jika aliran air ini terganggu atau ditutup, kondisinya bisa lebih parah,” ujar Amri, warga Perumahan Beni Raya Marina.

Hal senada disampaikan oleh Salman, warga Perumahan Gesya Marina. Ia berharap proyek yang berjalan tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan lingkungan sekitar.

Menanggapi kekhawatiran warga, Lurah Tanjungriau, Syamsuddin, menegaskan bahwa proyek yang berdampak negatif akan ditindak sesuai aturan yang berlaku. Bahkan, sudah ada satu proyek yang dilaporkan ke dinas terkait untuk dievaluasi ulang karena berpotensi merugikan lingkungan sekitar.

Dengan adanya keluhan dari masyarakat serta perhatian pemerintah setempat, diharapkan setiap proyek di kawasan Marina dapat berjalan dengan tetap mengutamakan aspek lingkungan serta kesejahteraan warga yang sudah lebih dulu bermukim di sana. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Pembangunan Besar di Kawasan Marina, Warga Khawatir Soal Drainase pertama kali tampil pada Metropolis.

Cegah Peredaran Narkoba, Polisi Periksa Barang Bawaan Pengunjung Wisma Pesona di Bintan

0
Petugas memeriksa barang bawaan pengunjung di Wisma Pesona di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara pada Selasa (18/2/2024) malam. F.Prasojo untuk Batam Pos.

batampos– Petugas dari Polres Bintan melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung di Wisma Pesona di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara pada Selasa (18/2/2024) malam.

Pemeriksaan ini dalam rangkaian kegiatan operasi antik seligi 2025.

Kasat Resnarkoba Iptu Davinci Josie Sidabutar mengatakan, operasi ini bertujuan untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan. Operasi dilaksanakan mulai 17 Februari hingga 2 Maret 2025 mendatang.

Dalam operasi, dia mengatakan, petugas memeriksa barang bawaan pengunjung untuk mencegah terjadinya peredaran ataupun penyalahgunaan narkotika di Bintan.

BACA JUGA: Polisi Lingga Razia Balap Liar dan Knalpot Brong, Amankan 8 Kendaraan

Hasilnya, petugas tidak menemukan adanya barang bawaan yang mencurigakan.

Dia berharap, dari operasi yang dilaksanakan dapat menghentikan dan mengurangi tindak pidana penyalahgunaan narkoba di Bintan.

Sehingga, menciptakan masyarakat sehat tanpa narkoba.

Dia juga mengimbau masyarakat yang mengetahui adanya peredaran narkoba agar segera melapor kepada polisi. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Cegah Peredaran Narkoba, Polisi Periksa Barang Bawaan Pengunjung Wisma Pesona di Bintan pertama kali tampil pada Kepri.

Deputy Director Tourism Malaysia Kunjungi Batam Pos

0
Deputy Director Tourism Malaysia mengunjungi Batam Pos, dalam rangka silaturahmi dan menjajaki kerjasama. F. Fiska Juanda/Batam Pos

batampos – Deputy Director Tourism Malaysia Medan, Nor Hasni Saidin, berkunjung ke kantor Batam Pos untuk bersilaturahmi sekaligus menjajaki peluang kerja sama. Kedatangannya disambut langsung oleh Direktur Batam Pos, M Iqbal.

Dalam pertemuan tersebut, Nor Hasni menyampaikan harapannya agar hubungan antara Tourism Malaysia dan Batam Pos semakin erat, khususnya dalam mempromosikan destinasi wisata di Malaysia kepada masyarakat Batam dan sekitarnya.

“Ada kampanye Visit Malaysia 2026. Indonesia merupakan salah satu penyumbang wisatawan mancanegara terbesar bagi Malaysia,” kata Nor Hasni.

Ia berharap melalui kerja sama dengan Batam Pos, informasi mengenai pariwisata Malaysia dapat lebih luas tersampaikan, sehingga semakin banyak wisatawan Indonesia yang tertarik berkunjung.

M Iqbal menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan bahwa Batam Pos tetap menjadi media terdepan di Kepulauan Riau. “Batam Pos masih menjadi top of mind. Kami tidak hanya koran, tapi juga digital,” ujarnya.

Ia menambahkan, Batam Pos telah berkembang menjadi media multiplatform yang mencakup cetak, online, dan media sosial, sehingga mampu menjangkau audiens yang lebih luas dengan berbagai format pemberitaan.

Diskusi berlangsung hangat dengan membahas berbagai potensi kerja sama, terutama dalam promosi pariwisata. Dengan peran strategis Batam sebagai gerbang utama wisatawan ke Malaysia, sinergi antara Tourism Malaysia dan Batam Pos diharapkan mampu meningkatkan arus kunjungan wisatawan kedua negara.

Kerja sama ini tidak hanya mencakup promosi wisata, tetapi juga dukungan informasi serta publikasi terkait event-event pariwisata yang digelar di Malaysia maupun Batam. Dengan kekuatan platform Batam Pos yang mencakup berbagai kanal media, sinergi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi industri pariwisata kedua negara. (*)

Reporter dan Video: Fiska Juanda

 

Artikel Deputy Director Tourism Malaysia Kunjungi Batam Pos pertama kali tampil pada Metropolis.

DLHK Segel Lahan Reklamasi PT Blue Steel

0

batampos – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kepulauan Riau (Kepri) telah melakukan penyegelan terhadap lahan reklamasi yang sedang dikerjakan oleh PT Blue Steel di Kampung Panau, Kabil, Nongsa, Batam. Penyegelan ini dilakukan tiga hari yang lalu karena perusahaan tersebut belum mengantongi izin lingkungan yang diperlukan.

Kepala DLHK Kepri, Hendri, menjelaskan bahwa penyegelan tersebut disebabkan oleh belum adanya izin lingkungan yang dimiliki oleh PT Blue Steel. “Penyegelan ini dilakukan karena mereka belum memiliki izin lingkungan,” ucap Hendri saat diwawancarai oleh Batam Pos pada malam hari (19/2).

Menurutnya, izin lingkungan adalah syarat utama bagi perusahaan yang ingin melakukan reklamasi. Jika PT Blue Steel tidak segera menyelesaikan administrasi izin, maka DLHK akan melanjutkan ke tahap berikutnya, termasuk kemungkinan pemberian sanksi denda.

Meski reklamasi dihentikan sementara, Hendri menyatakan belum ada indikasi kerusakan lingkungan di lokasi tersebut. “Ya, belum ada (kerusakan lingkungan),” ucap Hendri.

Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh NGO Akar Bhumi Indonesia. Founder Akar Bhumi, Hendrik Hermawan, menegaskan bahwa kerusakan lingkungan akibat reklamasi PT Blue Steel sangat nyata. “Jelas dan nyata. Hanya orang buta yang tak bisa melihat kerusakan lingkungan di sana. (Kondisinya) miris dan mengkhawatirkan,” kata Hendrik, kemarin.

Menurutnya, PT Blue Steel melakukan reklamasi tanpa prosedur yang benar dan tidak memperhatikan dampak lingkungan. Selain itu, masyarakat yang terdampak, khususnya para nelayan, hanya menerima kompensasi minim sebesar Rp500 ribu per kepala keluarga.

“Nelayan tak bisa melaut, hasil tangkapan merosot. Mereka hanya diberi ganti rugi Rp500 ribu. Ini tak sebanding dengan kerusakan yang terjadi,” ujar Hendrik.

Hendrik juga mengungkapkan bahwa reklamasi ini menyebabkan ekosistem pesisir terganggu. “Mereka yang biasa mencari ketam, udang, kepiting, kini sudah tidak bisa lagi. Pesisir dan laut semakin parah terdampak akibat reklamasi ini,” ujarnya.

Selain itu, Hendrik menyebut tidak adanya pembangunan tanggul atau silt barricade yang menyebabkan pencemaran yang lebih luas. Material timbunan tanah yang langsung ditebarkan ke laut mengakibatkan sedimentasi tinggi, merusak ekosistem mangrove, dan terbawa arus hingga ke area perairan sekitar.

“Truk-truk mengangkut tanah bauksit, alat berat meratakan lahan, dan reklamasi dilakukan tanpa memenuhi standar lingkungan. Ini menimbulkan banyak masalah, baik dari sisi lingkungan, ekonomi, maupun sosial,” ujarnya.

Menurut Hendrik, pemulihan kerusakan akibat reklamasi ini akan membutuhkan biaya yang besar. “Yang bisa menghitung kerugian negara dan lingkungan ini hanyalah para ahli,” katanya.

Hendrik mengatakan, sudah berulang kali melaporkan kerusakan lingkungan di Kampung Panau, Batam, ke KLHK. “Tahun 2023 dan 2024,” sebutnya. (*)

Artikel DLHK Segel Lahan Reklamasi PT Blue Steel pertama kali tampil pada Metropolis.

M Yusra Apriansah Anggota Komisi II DPRD Lingga Fraksi Partai Nasdem Laksakan Reses untuk Silaturahmi dan Menampung Aspirasi

0
Kegiatan Reses M Yusra Apriansah, Anggota Komisi II DPRD Lingga Fraksi Partai Nasdem, di Desa Resang pada Rabu (19/2). F. Vatawari/BATAM POS.

batampos– Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga Fraksi Partai Nasdem, M Yusra Apriansah Melaksanakan kegiatan Reses Sidang Ke-1. Kegiatan Reses ini merupakan kali pertama yang dilakukannya setelah menjabat sebagai anggota DPRD Lingga Periode 2024-2029.

Kegiatan Reses dilaksankan di Daerah Pemilihannya (Dapil) sekitaran kecamatan Singkep Barat, Kecamatan Posek dan Kecamatan Singkep Selatan. Pelaksanaan Reses ini dilakukannya selama lima hari mulai dari Senin hingga Jumat (17-21/2).

M Yusra Apriansah mengatakan, kegiatan Reses perdana ini adalah untuk bersilaturahmi dan menampung Sagala bentuk aspirasi dari masyarakat yang ada di Dapilnya.

BACA JUGA: Pokir Dewan Terancam Dipangkas Dampak Dari Efesiensi Anggaran Intruksi Presiden Prabowo

“Pelaksanaan Reses ini saya lakukan untuk menjalin silaturahmi sekaligus menampung sebanyak-banyaknya Aspirasi dari masyarakat yang ada di Dapil saya,” ujar Yusra saat dikonfirmasi pada Rabu (19/2).

Yusra mengataan, untuk Reses hari ini, dia akan berkunjung ke beberapa desa yang ada di wilayah kecamatan Singkep Barat dan Singkep Selatan untuk bertemu langsung dengan masyarakat.

“Untuk Reses hari ini, kami lakukan di Desa Resan, Kecamatan Singkep Selatan Kabupaten Lingga. Setelah ini, rencananya saya akan berkunjung ke beberapa desa lainnya yang ada di wilayah kecamatan Singkep Barat dan Singkep Selatan. Seperti, Desa Pulau lalang, Desa Marok Kecil, Desa Cukas dan desa-desa yang lain,” ucapnya.

Selanjutnya Yusra menjelaskan, adapun aspirasi dari masyarakat nanti akan dibawa ke rapat anggota dewan untuk diperjuangkannya hingga bisa terwujud.

“Untuk Aspirasi dari masyarakat ini, nanti akan saya bawa ke rapat anggota dewan dan akan saya usulkan. Mudah-mudahan apa yang menjadi kebutuhan dari masyarakat dapat saya realisasikan. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memperjuangkannya,” jelas Yusra.

Selanjutnya, Yusra sangat berterimakasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan serta menyambut baik kehadirannya pada agenda Reses ini sehingga dapat berjalan lancar.

“Saya sangat berterimakasih kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan dan menerima baik Kegiatan reses ini. Alhamdulillah berkat dukungan dan kerjasama dari masyarakat, kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar,” tutupnya. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel M Yusra Apriansah Anggota Komisi II DPRD Lingga Fraksi Partai Nasdem Laksakan Reses untuk Silaturahmi dan Menampung Aspirasi pertama kali tampil pada Kepri.

Kejari Batam Raih Penghargaan RB Terbaik Se-Indonesia, Pelayanan Publik Ramah Kelompok Rentan

0

batampos — Kejaksaan Negeri Batam mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih Penghargaan Performa Reformasi Birokrasi di Lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia Tahun 2024. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dalam kategori Satuan Kerja Penyelenggara Pelayanan Publik Ramah Kelompok Rentan dengan predikat terbaik.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Jaksa Agung RI, Feri Wibisono, kepada Kajari Batam, I Ketut Kasna Dedi, di Gedung Kejaksaan Agung, Rabu (19/2).

Kajari Batam, I Ketut Kasna Dedi, mengatakan bahwa penghargaan ini diberikan berdasarkan SK Menteri PANRB Republik Indonesia Nomor 662 Tahun 2024, yang menilai performa pelayanan publik berbasis inklusi dan aksesibilitas bagi kelompok rentan. Proses penilaian dilakukan secara ketat, termasuk kunjungan langsung ke lapangan untuk mengevaluasi kesiapan fasilitas dan kebijakan layanan yang diterapkan oleh Kejari Batam.

“Penghargaan ini adalah capaian terbaik bagi Kajari Batam dalam menghadirkan pelayanan yang setara bagi masyarakat di Kota Batam. Penilaian meliputi ketersediaan ruangan untuk kelompok rentan, serta kenyamanan penyandang difabel dalam mendapatkan pelayanan di kejaksaan,” ujar Kasna Dedi, Kamis (20/2) di Aula Lantai 3 Kejari Batam. (*)

 

 

Reporter: Yashinta

Artikel Kejari Batam Raih Penghargaan RB Terbaik Se-Indonesia, Pelayanan Publik Ramah Kelompok Rentan pertama kali tampil pada Metropolis.

Warga Batam Berharap Semua Harga Sembako Kembali Normal

0
Komoditas pangan seperti beras, tomat, dan bawang, penyumbang dominan inflasi di Kota Batam. Tampak warga Batam belanja sayur di Pasar Mega Legenda, Batam Kota.
F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

batampos – Harga sayuran hijau di Kota Batam mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Pantauan di Pasar Botania 1, Batam Kota, menunjukkan bahwa harga sayur seperti bayam dan kangkung kini mencapai Rp33 ribu per kilogram (kg), jauh di atas harga sebelumnya yang hanya Rp15 ribu per kg.

Kenaikan ini juga terjadi pada kacang panjang, yang dijual Rp18 ribu per kg dari sebelumnya yang hanya Rp8-12 ribu per kg.

Sobri, pedagang sayur di Pasar Botania 1, mengungkapkan bahwa harga sayur konsisten naik dalam sepekan terakhir akibat menipisnya stok. ”Dulu harga Rp20 ribu saja sudah dianggap mahal, sekarang bayam dan kangkung sudah di atas Rp30 ribu per kilogram,” ujar Sobri, Rabu (19/2).

Tak hanya bayam dan kangkung, sejumlah sayuran lain juga merangkak naik. Sayur oyong kini dijual Rp32 ribu per kg, sementara pare mencapai Rp30 ribu per kg.

Selain sayuran hijau, harga cabai merah juga melonjak. Saat ini, cabai merah dijual Rp90-95 ribu per kg, tergantung kualitasnya. Sementara itu, cabai rawit dan cabai setan bahkan lebih mahal, yakni Rp100 ribu per kg.

Padahal, beberapa waktu lalu, harga cabai merah hanya berkisar Rp35-45 ribu per kg, sedangkan cabai rawit dan cabai setan masih di angka Rp45-50 ribu per kg. Meski demikian, Sobri memastikan bahwa stok cabai dan sayuran lainnya masih cukup aman hingga bulan Ramadan.

”Untuk stok masih tergolong aman hingga bulan puasa,” ujarnya.

Kondisi serupa terjadi di Pasar Botania 2. Harga sawi kini berkisar antara Rp27-29 ribu per kg, sementara timun lokal bertahan di angka Rp15 ribu per kg.

Satu-satunya sayuran dengan harga yang masih terjangkau adalah daun ubi, yang dijual seharga Rp6 ribu per kg berkat pasokan dari petani lokal. Kenaikan harga sayuran ini menjadi perhatian warga Batam, terutama menjelang bulan Ramadan, dimana permintaan terhadap bahan pangan cenderung meningkat. Pedagang berharap pasokan sayur dapat kembali stabil agar harga bisa turun ke level yang lebih terjangkau.

Sementara itu, harga sejumlah kebutuhan pokok di beberapa pasar basah di Batuaji dan Sagulung, merangkak naik. Kenaikan harga bahan pokok ini membuat masyarakat mulai resah.

Beberapa komoditas yang merangkak naik antara lain gula pasir dan minyak goreng. Namun, kenaikan yang paling signifikan terjadi pada santan kelapa dan telur ayam. Harga santan kelapa yang sebelumnya berada di kisaran Rp20 ribuan per liter, kini melonjak hingga Rp44 ribu per liter. Sementara itu, harga telur ayam juga mengalami kenaikan cukup tajam, mencapai Rp62 ribu per papan!

Harga daging sapi beku juga naik. Saat ini, harga daging sapi telah menembus Rp100 ribu per kg, padahal sebelumnya hanya berkisar antara Rp60-80 ribu per kilogram. Kenaikan ini semakin membebani masyarakat yang tengah bersiap menyambut Ramadan.

Kondisi ini membuat banyak ibu rumah tangga khawatir harga kebutuhan pokok akan terus naik seiring mendekatnya bulan Ramadan. “Kalau harga terus naik begini, kami yang belanja harian pasti kesulitan. Semoga pemerintah bisa segera turun tangan,” harap Sumarni, warga Batuaji.

Para pedagang di pasar juga mengakui bahwa kenaikan harga ini sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu. Angga, pedagang di Pasar Fanindo Batuaji, mengungkapkan bah-wa kenaikan harga santan kelapa disebabkan oleh perubahan sistem pembelian dari pengepul.

“Dulu kami beli santan berdasarkan jumlah biji kelapa, sekarang sistemnya sudah per kilogram, jadi harga lebih mahal,” ungkapnya.

Aldi, pedagang di Pasar Sagulung, juga mengakui bahwa hampir semua kebutuhan pokok telah naik harga. “Telur ayam dan santan kelapa yang paling terasa kenaikannya. Kondisi ini perlu diperhatikan oleh pemerintah agar masya-rakat tidak semakin terbebani,” katanya.

Selain itu, kelangkaan stok juga mulai dirasakan para pedagang. Menurut keterangan beberapa pedagang, stok sembako saat ini masih relatif aman, namun persediaan santan kelapa mulai berkurang dan menjadi langka dalam sepekan terakhir. Hal ini dikhawatirkan dapat semakin mendorong harganya lebih tinggi.

Yanti, warga lainnya, berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengendalikan harga, terutama menjelang Ramadan dan Lebaran. “Kami berharap ada operasi pasar murah agar harga tidak semakin melambung tinggi,” ujarnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat segera melakukan pengawasan lebih ketat terhadap harga kebutuhan pokok. Tak hanya itu, masyarakat meminta pemerintah menggelar lebih banyak operasi pasar murah guna menekan lonjakan harga yang berpotensi memberatkan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan.

Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memastikan ketersediaan stok dan kestabilan harga pangan di pasaran. Sekretaris Disperindag Batam, Ghufron Roni, menyebut stok bahan pangan saat ini masih mencukupi. Pihaknya juga telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi kenaikan harga, salah satunya dengan mengumpulkan distributor bahan pokok dalam waktu dekat.

“Kami telah mengantisipasi kenaikan harga pangan, makanya dalam waktu dekat ini akan kami kumpulkan distributor. Kami juga telah menyiapkan langkah-langkah yang harus dipersiapkan,” katanya, Rabu (19/2).

Disperindag telah berkoordinasi dengan para distributor bahan pokok di Batam. Meski jumlah distributor mencapai puluhan, hanya perwakilan yang dipanggil untuk berdiskusi terkait langkah pengendalian harga dan stok.

Selain itu, pihaknya rutin turun langsung ke pasar guna memantau perkembangan harga. Hingga saat ini, harga bahan pangan masih dalam kategori stabil, meskipun sebelumnya sempat terjadi kenaikan pada beberapa komoditas seperti cabai dan telur.

“Harga cabai merah keriting saat ini Rp68 ribu per kilogram, cabai merah besar Rp65 ribu per kilogram, dan cabai rawit merah Rp72 ribu per kilogram. Ini data Rabu pekan lalu, dan kami terus turun ke lapangan untuk memastikan harga tetap terkendali,” kata Roni.

Selain cabai, harga telur ayam ras tercatat Rp55 ribu per papan, daging ayam ras Rp32 ribu per kg, daging sapi beku Rp90 ribu per kg, dan daging sapi segar Rp150 ribu per kg.
Menanggapi hal ini, anggota DPRD Kota Batam, Fadli, meminta pemerintah agar terus memastikan harga dan ketersediaan pangan tetap stabil. Kenaikan harga bahan pokok merupakan keluhan utama masyarakat menjelang Ramadan.

“Pemerintah harus memastikan bahwa stok dan harga pangan tetap terjaga, khususnya soal harga karena ini yang paling banyak dikeluhkan warga,” kata dia.

Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang bermain dengan harga, terutama dari kalangan distributor. Menurutnya, momen Ramadan harus diisi dengan ibadah, bukan dengan kekhawatiran akibat kenaikan harga pangan.

“Masyarakat harus bisa fokus beribadah di bulan puasa nanti, bukan malah khawatir akan harga pangan yang naik. Jangan sampai ada tren kenaikan harga yang terjadi setiap kali memasuki hari besar keagamaan,” ujarnya.

Senada, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis, memastikan stok sembako di Kota Batam aman menjelang Ramadan tahun ini. Meskipun ada beberapa bahan pokok yang diprediksi mengalami kenaikan harga, ketersediaan pangan tetap mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

”Sudah kita hitung dan untuk stok kita pastikan aman hingga Lebaran,” ujar Mardanis, Rabu (19/2).

Ia menjelaskan bahwa komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, bawang, tomat, dan daging masih berada dalam harga yang wajar. Untuk minyak goreng, harga Minyakita tetap berada di angka Rp16 ribu per liter.

Menurutnya, harga tersebut sudah umum di pasaran setelah kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Distribution Obligation (DDO) tidak lagi diberlakukan.

”Yang berpotensi naik itu menjelang Lebaran seperti cabai, daging ayam, dan telur ayam ras. Memang setiap menjelang Lebaran, tiga komoditas ini biasanya mengalami kenaikan harga karena tingginya permintaan. Namun, sejauh ini harga di pasar masih stabil,” jelasnya. (*)

 

Reporter: Azis Maulana – Eusebius Sara – Arjuna – Rengga Yuliandra

Artikel Warga Batam Berharap Semua Harga Sembako Kembali Normal pertama kali tampil pada Metropolis.

Serah Terima Jabatan Plt. Direktur RSBP Batam, BP Batam: Tingkatkan Pelayanan dan Kekompakan

0

batampos – Badan Pengusahaan (BP Batam) menggelar Serah Terima Jabatan Direktur RSBP Batam, dr. Sri Rezeki Handayani kepada Plt. Direktur RSBP Batam yang juga menjabat sebagai Direktur Evaluasi dan Pengendalian BP Batam, Asep Lili Holilulloh.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (18/2/2025) di Ruang Rapat Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, dan dihadiri oleh para Pejabat Tingkat 2 yang berada di bawah kepemimpinan Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam.

⁠Sebelumnya, jabatan Direktur RSBP Batam diemban oleh dr. Sri Rezeki Handayani, sejak tanggal 3 Januari 2024 silam.

Penggantian ini dilakukan setelah melalui pertimbangan matang, yang dimuat dalam Surat Keputusan Kepala BP Batam Nomor 27 tahun 2025 yang terbit pada tanggal 17 Februari 2025 tentang Pemberhentian Dengan Hormat Dalam Jabatan Direktur Badan Usaha RSBP Batam.

Dalam sambutannya, Wan Darussalam menyampaikan apresiasinya kepada Direktur sebelumnya dan menyampaikan beberapa pesan kepada Plt. Direktur yang baru.

“Semua perencanaan pengelolaan rumah sakit silahkan dikaji ulang, baik mengenai keuangan, pengelolaan asset, maupun SDM,” pesan Wan Darussalam.

Selain itu, ia juga berpesan agar senantiasa menjaga kekompakan demi meningkatkan pelayanan kepada pasien,

“Kepada dr. Sri Rezeki saya ucapkan terima kasih atas dedikasinya selama memimpin RSBP Batam, dan kepada Pak Asep saya titip rumah sakit kita agar dapat dikelola lebih baik lagi.” harapnya. (rud)

Artikel Serah Terima Jabatan Plt. Direktur RSBP Batam, BP Batam: Tingkatkan Pelayanan dan Kekompakan pertama kali tampil pada Metropolis.

Serah Terima Jabatan Plt. Direktur RSBP Batam, BP Batam: Tingkatkan Pelayanan dan Kekompakan

0

batampos – Badan Pengusahaan (BP Batam) menggelar Serah Terima Jabatan Direktur RSBP Batam, dr. Sri Rezeki Handayani kepada Plt. Direktur RSBP Batam yang juga menjabat sebagai Direktur Evaluasi dan Pengendalian BP Batam, Asep Lili Holilulloh.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (18/2/2025) di Ruang Rapat Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, dan dihadiri oleh para Pejabat Tingkat 2 yang berada di bawah kepemimpinan Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam.

⁠Sebelumnya, jabatan Direktur RSBP Batam diemban oleh dr. Sri Rezeki Handayani, sejak tanggal 3 Januari 2024 silam.

Penggantian ini dilakukan setelah melalui pertimbangan matang, yang dimuat dalam Surat Keputusan Kepala BP Batam Nomor 27 tahun 2025 yang terbit pada tanggal 17 Februari 2025 tentang Pemberhentian Dengan Hormat Dalam Jabatan Direktur Badan Usaha RSBP Batam.

Dalam sambutannya, Wan Darussalam menyampaikan apresiasinya kepada Direktur sebelumnya dan menyampaikan beberapa pesan kepada Plt. Direktur yang baru.

“Semua perencanaan pengelolaan rumah sakit silahkan dikaji ulang, baik mengenai keuangan, pengelolaan asset, maupun SDM,” pesan Wan Darussalam.

Selain itu, ia juga berpesan agar senantiasa menjaga kekompakan demi meningkatkan pelayanan kepada pasien,

“Kepada dr. Sri Rezeki saya ucapkan terima kasih atas dedikasinya selama memimpin RSBP Batam, dan kepada Pak Asep saya titip rumah sakit kita agar dapat dikelola lebih baik lagi.” harapnya. (rud)

Artikel Serah Terima Jabatan Plt. Direktur RSBP Batam, BP Batam: Tingkatkan Pelayanan dan Kekompakan pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Tandatangani Perjanjian Kerjasama Pengelolaan Aset TPS Punggur

0

batampos – BP Batam dan PT Persero Batam menandatangani perjanjian kerjasama terkait pengelolaan aset dalam rangka penyediaan infrastruktur pengembangan dan pengoperasian Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Area Pelabuhan Telaga Punggur, Selasa (18/2/2025).

BP Batam melalui Anggota Bidang Pengusahaan, Wan Darussalam menjelaskan bahwa kerjasama ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam melakukan perbaikan tata kelola pelabuhan dan mendukung proses kepabeanan.

Wan Darussalam berharap, penyediaan infrastruktur TPS ini nantinya juga dapat meningkatkan penerimaan negara dan mampu memberikan kontribusi untuk kemajuan sektor pelabuhan.

“BP Batam sebagai pengelola KPBPB bertugas agar penataan pelabuhan bisa menjadi lebih baik. Melalui kerjasama ini, kami berharap penerimaan negara dari sektor pelabuhan pun bisa ikut meningkat,” ujarnya saat memimpin agenda penandatanganan.

Di samping itu, lanjutnya, kerjasama ini juga bertujuan untuk menyediakan fasilitas pemeriksaan fisik terhadap arus lalu lintas barang yang keluar dari Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.

Hal tersebut sekaligus menindaklanjuti arahan Tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) terkait reformasi tata kelola pelabuhan.

“Harapannya tentu agar barang yang keluar-masuk bisa lebih tertib. Semoga ini bisa sukses karena telah mendapat dukungan penuh dari seluruh stakeholder,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar; Direktur Restrukturisasi, Hadjad Widagdo; Kepala Biro Hukum dan Organisasi, Alex Sumarna; Direktur Peningkatan Kinerja dan Manajemen Risiko, Konstantin Siboro; Direktur Evaluasi dan Pengendalian, Asep Lili Holilullah; dan perwakilan PT Persero Batam. (*)

Artikel BP Batam Tandatangani Perjanjian Kerjasama Pengelolaan Aset TPS Punggur pertama kali tampil pada Metropolis.