Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 2084

Jorok, Taman Bandara di Tanjungpinang Dipenuhi Sampah

0
Kondisi Taman di Jalan Bandara RHF Tanjungpinang yang dipenuhi oleh sampah, Minggu (16/2). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Tumpukan sampah berserakan di Taman yang terletak di Jalan Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Kota Tanjungpinang, Kepri. Keberadaan sampah-sampah itu pun merusak keindahan taman, yang kerap dijadikan tempat rekreasi.

Pantauan Batam Pos, Minggu (16/2) sampah bekas makanan terlihat menumpuk di setiap sudut taman. Baik di kursi beton, bunga hingga parit yang ada di taman Bandara RHF tersebut.

Kondisi ini pun menimbulkan kesan kumuh. Sebab, ada sebagian sampah yang beterbangan dan berserakan di bahu jalan raya. Selain itu, di Taman tersebut juga sangat minim tong sampah, sehingga banyak sampah yang menumpuk di setiap sisi Taman.

BACA JUGA: Pesisir Pengudang, Bintan, Dipenuhi Sampah Kiriman, Pelampung Barrier Dipasang Lindung Mangrove

“Sampah berserakan di tempat duduk sepanjang jalan mau ke Bandara ini, jadi ada aroma busuk,” kata Dira, usai berolahraga di kawasan Taman tersebut.

Menurutnya, berseraknya sampah di Taman menuju Bandara RHF tentunya dapat merusak pemandangan keindahan Taman. Apalagi, Bandara RHF merupakan salah satu pintu keluar masuk wisatawan dalam negeri dan luar negeri.

Keluhan kotornya Taman tersebut juga disampaikan oleh Dewi. Menurutnya, pengunjung yang berniat bersantai dan berolahraga di tempat tersebut pastinya tidak nyaman, usai melihat sampah yang menumpuk dan berserakan.

“Saya sering duduk-duduk disini (Taman Bandara RHF). Tapi sekarang jadi tidak nyaman karena bau sampah. Rasanya jijik kalau mau duduk disini,” tambah Dewi.

Minimnya fasilitas seperti tong sampah turut memperburuk keadaan. Warga yang datang ke Taman dengan membawa makanan, terpaksa membuang sampah mereka secara sembarangan.

“Lihat sendiri, tong sampah juga tidak ada disini. Jadi yang datang, bung sampah di kursi dan parit. Harusnya ada kesadaran dari masyarakat juga, untuk tidak membuang sampah sembarangan,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Jorok, Taman Bandara di Tanjungpinang Dipenuhi Sampah pertama kali tampil pada Kepri.

Ekspor Ikan Batam Capai 5.414 Ton, Singapura Jadi Pasar Utama

0
Ilustrasi. Nelayan saat membawa berbagai jenis ikan hasil tangkapan dari kapal kayu di Pelabuhan Rakyat Sagulung. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Industri perikanan di Kota Batam terus menunjukkan peran penting dalam sektor ekspor. Sepanjang tahun 2024, total ekspor ikan dari Batam mencapai 5.414,46 ton dengan nilai ekonomi sebesar Rp232,68 miliar. Seluruh hasil laut tersebut dikirim ke Singapura, yang masih menjadi pasar utama bagi produk perikanan di Kota Batam.

Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admaji, mengungkapkan bahwa komoditas yang diekspor merupakan ikan dengan nilai ekonomi tinggi. Beberapa jenis yang menjadi andalan ekspor meliputi kakap, kerapu, sagai, lebam, kepiting, dan lobster.

“Singapura masih menjadi tujuan utama ekspor ikan dari Batam karena permintaan yang tinggi dan kedekatan geografis. Produk perikanan kita memiliki kualitas yang baik, sehingga tetap diminati pasar internasional,” ujar Yudi, Senin (17/2).

Berdasarkan data Dinas Perikanan Kota Batam, jumlah ekspor ikan mengalami fluktuasi sepanjang tahun 2024. Rinciannya,
Januari 564,06 ton dengan nilai ekspor sebesar Rp24,7 miliar. Lalu Februari 445,82 ton dengan nilai ekspor Rp19,05 miliar.

Lalu Maret 443,39 ton sebesar Rp16,5 miliar, April: 448,63 ton Rp22 miliar, Mei 504,62 ton sebesar Rp23,6 miliar, Juni439,28 ton dengan nilai ekspor Rp21,2 miliar, Juli: 379,69 ton sebesar Rp 17,05 miliar, Agustus 393,16 ton atau Rp12,4 miliar, September 394,16 ton atau Rp18,1 miliar, Oktober 430,12 ton Rp19,2 miliar, November 422,78 ton atau Rp18,4 miliar dan Desember 548,75 ton dengan nilai ekspor Rp19,08 miliar.

Dari data tersebut, ekspor tertinggi terjadi pada Januari dengan 564,06 ton dan nilai Rp24,7 miliar, sedangkan ekspor terendah tercatat pada Agustus dengan volume 393,16 ton dan nilai Rp12,4 miliar.

“Fluktuasi ekspor ini dipengaruhi oleh faktor cuaca, musim tangkap, serta permintaan pasar di Singapura. Namun secara keseluruhan, ekspor tetap stabil dan menunjukkan potensi yang baik,” tambah Yudi.

Saat ini, Dinas Perikanan masih mengumpulkan data ekspor untuk Januari 2025 dari pihak karantina. Yudi berharap tren ekspor tetap meningkat di tahun ini, mengingat permintaan dari Singapura masih cukup tinggi.

“Kami terus berkoordinasi dengan para eksportir dan pelaku usaha perikanan agar ekspor tetap berjalan lancar. Selain itu, kualitas hasil tangkapan juga dijaga agar sesuai dengan standar pasar internasional,” katanya.

Selain ikan, Batam juga menjadi pemasok utama hasil laut lainnya ke negara tetangga. Faktor kedekatan geografis dengan Singapura, kemudahan akses pelabuhan, serta infrastruktur yang mendukung, menjadikan Batam sebagai salah satu pusat ekspor perikanan di Indonesia. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Ekspor Ikan Batam Capai 5.414 Ton, Singapura Jadi Pasar Utama pertama kali tampil pada Metropolis.

Anggaran Alat Berat Tak Dipangkas, DLH Batam Tambah Armada Angkutan Sampah

0
Ilustrasi. Truk pengangkut sampah menurunkan muatan yang berasal dari sampah rumah tangga dan lainnya di TPA Punggur. Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam memastikan anggaran untuk alat berat tidak mengalami pemangkasan dalam perencanaan tahun ini. Beberapa armada, seperti eskavator, buldoser, serta truk pengangkut sampah, tetap mendapat prioritas dalam pengadaan dan peremajaan.

Kepala DLH Kota Batam, Herman Rozie, mengungkapkan bahwa telah mengusulkan penambahan dua unit eskavator. Namun, yang sudah mendapatkan persetujuan baru satu unit buldoser.

“Saat ini jumlah alat berat yang kami miliki ada lima, terdiri dari dua buldoser, dua eskavator, dan satu alat lainnya yang sudah dalam kondisi rusak. Dari total tersebut, empat di antaranya sudah tidak layak pakai karena usia pemakaian yang mencapai hampir 10 tahun,” katanya, Senin (17/2).

Untuk menutupi kekurangan alat berat, DLH Batam sementara ini mendapat bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) sebanyak satu unit alat berat, satu unit dari Balai Wilayah Sungai (BWS), serta menyewa satu unit lainnya.

Selain alat berat, DLH Batam juga fokus pada peremajaan armada truk pengangkut sampah. Saat ini, terdapat sekitar 140 truk yang telah beroperasi sejak 2014-2015 dan dinilai sudah layak untuk diganti.

“Sebanyak 16 unit truk baru telah ditambahkan untuk menggantikan armada lama. Dari total armada yang ada, sebanyak 35 unit mengalami kerusakan,” kata Herman.

Menurut dia, masa berlaku kendaraan operasional pengangkut sampah sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR adalah delapan tahun. Akan tetapi, sebagian besar armada DLH Batam sudah berusia antara 10 hingga 11 tahun.

Proses penyaluran armada baru saat ini sedang berjalan. Diperkirakan pada Maret mendatang, kendaraan-kendaraan tersebut mulai bisa dioperasikan untuk menunjang pengangkutan sampah di Batam.

“Truk-truk ini akan difokuskan untuk operasional DLH. Sedangkan untuk pengangkutan sampah di kecamatan, umumnya menggunakan mobil pikap,” ujarnya.

Terkait keberadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar di Batam, ia menyebut hal itu muncul akibat kebiasaan masyarakat membuang sampah di lokasi yang tidak seharusnya.

“TPS liar itu bukan tempat pembuangan sampah yang resmi, tetapi karena masyarakat terbiasa membuang sampah di sana, akhirnya lokasi tersebut menjadi tempat pembuangan,” kata Herman.

Secara aturan, TPS yang resmi harus memiliki fasilitas pemilahan, tertutup dengan dinding, serta memenuhi standar lainnya. Tetapi, kendala utama dalam pengadaan TPS resmi adalah keterbatasan lahan.

“Saat ini, kita hanya bisa memanfaatkan buffer zone untuk menempatkan bin kontainer, tetapi itu bukan TPS resmi,” ujarnya.

Di sisi lain, upaya peningkatan kesadaran masyarakat dalam membuang sampah juga terus dilakukan. Tahun 2023, DLH Batam telah menggelar 70 kali sosialisasi, sementara tahun 2024 ada 80 kali sosialisasi.

“Namun, hasilnya bisa dilihat sendiri. Kesadaran masyarakat masih menjadi tantangan besar,” katanya.

Dalam penegakan aturan, pihaknya juga telah menindak sejumlah pelanggar. Beberapa kasus sudah masuk ke pengadilan, meskipun ia mengaku mengawasi pembuangan sampah secara ilegal selama 24 jam bukanlah hal yang mudah.

Saat ini, DLH Batam memiliki sekitar 1.000 pekerja yang bertugas dalam berbagai sektor, mulai dari pengangkutan sampah, penyapuan jalan, hingga pengelolaan TPA dan retribusi.

Untuk pengangkutan sampah, terdapat perbedaan antara yang dilakukan DLH dan kecamatan. Sampah di perumahan biasanya diangkut oleh kecamatan menggunakan pick-up atau oleh DLH dengan truk. Sementara itu, sampah di jalanan menjadi tanggung jawab penuh DLH.

“Kendala utama kami adalah ketika sampah tidak dibuang di tempatnya, seperti tidak dimasukkan ke dalam bin kontainer. Ini masih menjadi tantangan bagi kami,” kata Herman. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Anggaran Alat Berat Tak Dipangkas, DLH Batam Tambah Armada Angkutan Sampah pertama kali tampil pada Metropolis.

Ayo Bergerak Menuju Era Baru

0
Prof. Naomi Aiba

batampos – Sejak 6 Januari 2025 program Makan Bergizi Gratis mulai direalisasikan setelah melalui masa uji coba dan evaluasi. Meski dilakukan secara bertahap, kegiatan ini menjadi wujud janji kampanye yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dengan kerja sama yang baik antarpemangku kepentingan, niscaya program ini dapat menciptakan INDONESIA EMAS 2045. Ini adalah sebuah harapan yang sangat baik di masa bonus demografi saat ini.

Makan Bergizi Gratis menjadi fenomena baru yang dinanti seluruh komponen yang berhak menerima saat ini. Sejak lama kita mendengar adanya kebutuhan gizi melalui program pola makan yang diistilahkan dengan EMPAT SEHAT LIMA SEMPURNA dilanjutkan dengan ISI PIRINGKU yang semuanya ini bertujuan memberikan kecukupan gizi dari nutrisi makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

PT Yakult Indonesia Persada merupakan anak usaha dari Yakult Honsha Co Ltd Japan memproduksi dan memasarkan produk minuman susu fermentasi merek YAKULT turut mendukung keberhasilan program ini dengan cara yang spesifik yakni melakukan SEMINAR SHOKUIKU pada tanggal 13 Februari 2025 di Westin Hotel Jakarta. Ketertarikan akan hal ini adalah karena sejak lebih dari 80 tahun, Jepang telah melakukan edukasi pola makan siang di sekolah yang disebut dengan program SHOKUIKU yakni pola makan seimbang yang masih berjalan hingga saat ini dan menjadi kearifan pemerintah di sana.

Untuk menjelaskan proses dan pelaksanaan kegiatannya di Jepang, PT Yakult Indonesia Persada secara khusus menghadirkan pembicara Prof. Naomi Aiba dari Kanagawa University Jepang yang sering memberi edukasi kepada jurnalis dan praktisi yang menghadiri Kyushoku (belajar makan siang di sekolah) dalam skala lokal di Jepang ataupun Internasional. Dengan adanya kesempatan ini, diharapkan pemangku kepentingan dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan guna mensukseskan Makan Bergizi Gratis di Indonesia.

Sebagai penentu dalam pelaksanaan MBG ini, Badan Gizi Nasional melalui Deputi Promosi dan Kerjasama Dr. Drs. Nyoto Suwignyo memberi informasi yang lebih dalam lagi dari sisi regulasi dan target pemerintah sehingga masyarakat umum dapat mengetahui secara lebih lengkap. Guna memberi wacana pengetahuan dari sisi teknologi pangan, pembicara akademisi dari IPB Prof. Made Astawan juga diundang. Di akhir acara, pemateri dari BPOM memberikan materi “Dukungan BPOM dalam Program Makanan Bergizi Gratis” yang disampaikan oleh Ema Setyawati, S.Si, Apt, ME. selaku Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan.

Kehadiran para pemangku kepentingan seperti kementerian, asosiasi, pendidik, dan jurnalis baik cetak, digital dan elektronik, akan menjadikan penyebaran informasi pendidikan ini dapat lebih luas lagi cakupannya.

PT Yakult Indonesia Persada percaya bahwa acara kali ini masih jauh dari kata berhasil dan sempurna. Untuk itu, perlu bantuan dari jurnalis untuk publikasi dan penyebaran melalui para pendidik di sekolah sehingga prevalensi stunting dapat ditekan dan tingkat kecerdasan anak dapat lebih tinggi di kemudian hari. Dengan demikian, impian menjadi Indonesia Emas di tahun 2045 bukan hanya impian, tetapi sudah menjadi target bersama.
AYO BERGERAK MENUJU ERA BARU

The Global Burdern Malnutrition

Prof. Naomi Aiba menyampaikan, kondisi gizi bukan merupakan masalah sektoral, domestik atau regional. Tetapi menjadi masalah lintas bangsa, bahasa, dan teritori. Terkait dengan masalah gizi, perlu diperhatikan jumlah orang yang mengalami obesitas karena nutrisi yang tidak sesuai. Di sisi lain, banyak juga manusia yang mengalami kondisi gizi buruk sehingga Indeks Masa Tubuh (Body Mass Index = BMI) di bawah standar ideal yang merupakan hasil dari kurangnya asupan kebutuhan gizi. Data terlampir dikutip dari WHO dapat memberikan gambaran betapa komposisi anak yang mengalami stunting hampir 4 kali lipat dari jumlah anak yang mengalami obesitas. Bahkan masih banyak anak yang kondisi tubuhnya terlalu kurus.

Di sisi lain, Prof. Made Astawan dari IPB memberikan materi dengan judul
Diversifikasi Pangan Berbasis Potensi Sumberdaya Lokal dan Teknologinya untuk Mendukung Pola Makan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman

Materi tersebut mendukung paparan dari Dr. Drs. Nyoto Suwignyo, Deputi Promosi dan Kerjasama Badan Gizi Nasional yang lebih detail menjelaskan tentang Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia

Di akhir acara sebelum dilakukan makan malam, Ema Setyawati, S.Si, Apt, ME Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan BPOM memberikan materi

“Dukungan BPOM dalam Program Makanan Bergizi Gratis yang menjadikan kegiatan ini lebih berbobot untuk dapat dijadikan acuan menuju Indonesia Emas 2045.(*)

 

 

 

 

Tentang PT Yakult Indonesia Persada
PT Yakult Indonesia adalah perusahaan PMA asal Jepang yang memproduksi serta mendistribusikan Yakult, Minuman Susu Fermentasi Minuman Keluarga Sehat Setiap Hari, di Indonesia sejak 1991.
Terciptanya Yakult berawal seorang dokter lulusan Universitas Kyoto, Jepang bernama Dr. Minoru Shirota pada tahun 1930 yang berhasil mengkulturkan bakteri baik L. casei Shirota strain (LcS) menjadi bakteri unggul yang baik untuk kesehatan. Pada tahun 1935, minuman susu fermentasi dengan bakteri LcS bernama Yakult berhasil diproduksi dan didistribusikan di Jepang.
Sejak berhasil diterima sebagai minuman yang mempunyai manfaat baik. Yakult mulai dikembangkan keluar Jepang seperti Taiwan, Korea Selatan, Amerika Serikat, Brazil, Eropa, Australia, dan seterusnya. Kini Yakult telah tersedia dikonsumsi oleh lebih dari 40 juta orang di 40 negara dan wilayah.
Di Indonesia, produksi dan pemasaran Yakult pertama kali dilakukan pada Januari 1991 dan bertahan hingga kini atau sudah lebih dari 30 tahun. Saat ini Yakult diproduksi di dua pabrik, yaitu terletak di Kab. Sukabumi, Jawa Barat dan Kab. Mojokerto, Jawa Timur untuk kebutuhan Yakult di lebih dari 100 kota Nusantara. Perjalanan sejak berdirinya Yakult hingga sekarang memberi kesempatan kerja bagi lebih dari 6.000 karyawan di semua lini usaha dan lebih dari 11.000 ibu Yakult Lady sebagai Agen Bebas di wilayah tempat tinggalnya.
Masyarakat saat ini dapat menerima Yakult Original berkemasan merah dan Yakult Light berkemasan biru untuk mendapatkan manfaat bakteri baik yang penting buat menjaga pencernaan selalu baik sehingga daya tahan tubuh dapat tetap maksimum.
Yakult baik diminum oleh segala usia mulai anak kecil sampai manula.
Selamat bekerja dan selamat berkarya. (*)

Artikel Ayo Bergerak Menuju Era Baru pertama kali tampil pada News.

Warga Binaan Lapas Batam Kembangkan Budidaya Ikan dengan Teknik Bioflok

0
Biofolk dikawasan Lapas Batam.
Foto: Eusebius / Batam Pos

batampos – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Batam terus mengembangkan budidaya ikan dengan teknik bioflok. Program ini kembali dimulai dengan penaburan 1.400 benih ikan nila air tawar di dua kolam buatan berbahan terpal. Budidaya ini merupakan bagian dari upaya pembinaan kemandirian bagi WBP agar memiliki keterampilan yang bermanfaat setelah bebas nanti.

Penaburan benih ikan dilakukan langsung oleh Kepala Lapas Batam yang baru, Yugo Indra Wicaksi, pada Senin (17/2). Ia menggantikan Heri Kusrita yang sebelumnya menjabat sebagai Kalapas Batam. Kegiatan ini berlangsung di area branggang, yakni lahan sempit di antara bangunan lapas dan pagar pembatas.

Dalam arahannya, Kalapas Yugo menyatakan bahwa budidaya ikan dengan teknik bioflok menjadi salah satu langkah konkret dalam pembinaan kemandirian WBP.

“Kami ingin para WBP memiliki keterampilan yang bisa digunakan setelah bebas nanti. Dengan budidaya ini, mereka bisa bersaing dan berusaha di bidang perikanan,” ujar Yugo.

Program ini juga sejalan dengan program Asta Cipta, yang dicanangkan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran dalam bidang ketahanan pangan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendukung efisiensi anggaran di Lapas Batam. Dengan adanya hasil budidaya ikan dan pertanian mandiri lainnya, biaya operasional untuk konsumsi di dalam lapas dapat ditekan.

Hasil panen ikan dari budidaya ini akan dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur WBP, dan sebagian juga akan dipasarkan ke luar.

Kasi Kegiatan Kerja Lapas Batam, Heri Agus, menambahkan bahwa teknik bioflok ini sudah terbukti memberikan hasil yang baik.

“Saat ini kami masih menggunakan dua kolam terpal, tetapi hasilnya sudah bisa dijual ke pasar. Ke depan, kami berencana menambah lima kolam lagi dengan kapasitas 1.000 ekor per kolam,” ungkapnya.

Teknik bioflok sendiri merupakan metode budidaya ikan yang efisien, hemat biaya, dan ramah lingkungan. Keunggulannya adalah panen yang lebih cepat dibandingkan metode konvensional, yakni hanya dalam waktu empat bulan. Urban farming seperti ini semakin populer karena cocok diterapkan di lingkungan perkotaan dengan lahan terbatas.

Menurut Sujianto dari Tunas Bioflok, teknik ini telah diuji dalam ajang Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat nasional yang diadakan oleh Kementerian. Hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem bioflok mampu mengelola limbah secara efisien serta mengurangi ketergantungan pada pakan ikan konvensional.

Secara teknis, bioflok bekerja dengan mendaur ulang kotoran ikan menjadi pakan alami. Limbah yang dihasilkan ikan akan diubah menjadi sumber nutrisi tambahan, sehingga mengurangi kebutuhan pakan pelet. Dengan sistem ini, peternak dapat menghemat biaya pakan sekaligus menjaga kebersihan lingkungan budidaya.

Selain itu, limbah air dari kolam bioflok dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik bagi tanaman. Dengan demikian, sistem ini tidak hanya menguntungkan dari segi perikanan, tetapi juga dapat mendukung pertanian perkotaan.

“Dengan harga jual ikan yang kompetitif dan efisiensi biaya operasional, sistem ini sangat menguntungkan,” ujar Sujianto.

Diharapkan, penerapan teknik bioflok di Lapas Batam dapat menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lainnya. Selain memberikan keterampilan baru bagi WBP, program ini juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan. (*)

 

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Warga Binaan Lapas Batam Kembangkan Budidaya Ikan dengan Teknik Bioflok pertama kali tampil pada Metropolis.

Polisi Temukan 10 Lembar Uang Palsu Rp100 Ribu di Tanjungpinang: Pengedar Diburu

0
uang palsu yang ditemukan beredar di Tanjungpinang. f. ismail

batampos– Kepolisian Resor Kota Tanjungpinang, Kepri telah menemukan 10 lembar uang palsu nominal Rp100 ribu, yang diedarkan di warung-warung. Kini, polisi pun mulai memburu pelaku pengedar uang palsu tersebut.

Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat, terkait peredaran uang palsu di kota kecil berjuluk Kota Gurindam tersebut.

Setidaknya uang palsu yang telah diamankan senilai Rp1 juta atau 10 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu. Ia memastikan, bahwa uang tersebut memang tidak asli, karena tidak memiliki tertera Bank Indonesia.

BACA JUGA: Uang Palsu Marak Beredar di Tanjungpinang, Warung Kelontong Jadi Sasaran Pelaku

“Sudah terima laporan (uang palsu). Kita sedang berkoordinasi dengan Bank dan saat ini masih kita lakukan penelusuran, terkait peredaran uang palsu ini,” kata Kapolresta, Minggu (16/2).

Dari hasil penelusuran polisi untuk sementara waktu, peredaran uang palsu tersebut diduga dilakukan oleh sindikat yang terorganisir. Modus yang digunakan pelaku adalah membelanjakan uang palsu di warung-warung kecil.

Dalam melancarkan aksinya, pelaku pengedar uang palsu juga terekam CCTV. Sehingga, wajah pelaku saat ini telah dikantongi oleh petugas kepolisian. “Pihak kami telah mendapatkan rekaman gambar yang diduga merupakan pelaku,” pungkasnya.

Peredaran uang palsu, baru-baru ini marak terjadi di wilayah Kecamatan Tanjungpinang Kota. Pelaku yang diduga merupakan seorang pria, datang ke warung dengan niat belanja menggunakan uang palsu.

“Kejadian siang kemarin. Pelaku datang belanja minuman seharga Rp10 ribu. Dia bayar pakai uang Rp100 ribu,” kata Indra, penjaga warung di Jalan Tabib.

Karena tidak teliti, uang tersebut pun langsung dimasukan ke dalam laci dan Indra menyerahkan kembalian menggunakan uang asli. Ia baru mengecek keaslian uang Rp100 ribu tersebut, saat hendak belanja barang dagangan.

Kala itu, ia mendapati bahwa uang Rp100 ribu yang dibelanjakan oleh pelaku memiliki warna yang berbeda. Uang tersebut memiliki warna merah yang lebih kusam, dari pada uang asli.

“Selain itu, logo Bank Indonesia di uang itu juga tidak ada. Ternyata memang palsu, rasanya mau saya sobek saja sekarang,” tutupnya. (*)

Reporter: M Ismail

 

Artikel Polisi Temukan 10 Lembar Uang Palsu Rp100 Ribu di Tanjungpinang: Pengedar Diburu pertama kali tampil pada Kepri.

Marak Balap Liar, Polisi Intensifkan Patroli KRYD

0
Dirlantas Polda Kepri, Kombes Pol Tri Yulianto. Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos –Ditlantas Polda Kepri tanggap atas keluhan masyarakat perihal maraknya aksi balap liar dengan menggelar patroli Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) secara serentak di seluruh wilayah hukum Polda Kepri. Patroli ini merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Seligi 2025.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kepri, Kombes Pol Tri Yulianto, mengatakan patroli ini dilaksanakan sebagai upaya pencegahan terhadap potensi kerawanan yang ditimbulkan oleh balap liar.

“Kami melihat situasi dan kondisi yang ada, di mana aksi balap liar mulai marak dan berpotensi mengganggu keamanan serta keselamatan pengguna jalan lainnya. Oleh karena itu, kami bertindak dengan melakukan patroli,” ujar Tri Yulianto, Senin (17/2).

Patroli digelar oleh seluruh Satgas Operasi Keselamatan Seligi 2025 mulai dari tingkat Polda hingga Polres jajaran, berlangsung pada Sabtu (15/2) malam hingga Minggu (16/2) dini hari.

Dari hasil patroli yang dilakukan di sejumlah wilayah, aparat kepolisian menindak berbagai pelanggaran lalu lintas, khususnya yang berkaitan dengan aksi balap liar.

Di wilayah hukum Polda Kepri, patroli yang menyasar kawasan SPBU Mediterania, KDA Luar, Bundaran Bundara, MTC, hingga Simpang PJR berhasil menindak 16 unit kendaraan roda dua dengan pemberian tilang.

Sementara itu, Polresta Barelang menindak 25 unit kendaraan, Polresta Karimun memberikan 15 teguran, dan Polres Bintan mengeluarkan satu tilang serta 30 teguran, serta menyita dua kendaraan yang menggunakan knalpot brong.

Di sisi lain, Polresta Tanjungpinang, Polres Lingga, Polres Anambas, dan Polres Natuna melaporkan nihil penindakan karena tidak ditemukan aksi balap liar di wilayah mereka.

Patroli KRYD ini merupakan bagian dari upaya pengamanan dalam rangka Operasi Keselamatan Seligi 2025 yang berlangsung sejak 10 hingga 23 Februari 2025.

Operasi ini bertujuan untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1446 Hijriah.

“Kami berharap operasi ini dapat menciptakan situasi lalu lintas yang lebih tertib dan aman, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, menekan angka kecelakaan serta korban jiwa, dan membangun budaya tertib berlalu lintas di masyarakat,” ujar Tri.

Maraknya aksi balap liar di Kota Batam telah menjadi perhatian masyarakat, terutama setelah insiden tragis yang terjadi pada awal Februari 2025, peristiwa yang mengakibatkan seorang pengemudi ojek daring meninggal dunia akibat ditabrak oleh pelaku balap liar di kawasan Simpang Kara, Batam Centre.

Dengan adanya patroli KRYD dan Operasi Keselamatan Seligi 2025, diharapkan gangguan lalu lintas akibat balap liar dapat diminimalisir, sehingga masyarakat dapat berkendara dengan lebih aman dan nyaman. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Marak Balap Liar, Polisi Intensifkan Patroli KRYD pertama kali tampil pada Metropolis.

Permintaan E-KTP di Batam Tinggi, Disdukcapil Dorong Aktivasi IKD

0
Warga saat mengurus berbagai dokumen administrasi kependudukan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Permintaan pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) di Kota Batam terbilang tinggi. Rata-rata, setiap hari terdapat sekitar 500 pemohon yang mengurus di kantor kecamatan maupun di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam di Sekupang.

Di tengah keterbatasan blanko E-KTP, Disdukcapil Batam terus mendorong pemerataan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Batam, Ashraf Ali, mengatakan bahwa keterbatasan blanko ini merupakan isu nasional yang juga berdampak pada pelayanan administrasi kependudukan di Kota Batam.

“Kami terus mendorong pemanfaatan IKD karena ke depan semua akan beralih ke sistem digital. Ini merupakan salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan blanko fisik,” ujar Ashraf, Senin (17/2).

Ia menjelaskan bahwa saat ini stok blanko E-KTP di Disdukcapil Batam berjumlah sekitar 6.000 keping setelah sebelumnya didatangkan dari pusat. Namun, dengan permintaan yang tinggi, mencapai 500 permohonan per hari, stok ini tidak mencukupi dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pencetakan E-KTP diprioritaskan bagi pemohon dengan kebutuhan mendesak, seperti untuk keperluan perbankan, kesehatan, pendidikan, atau perjalanan ke luar negeri.

Ashraf menegaskan bahwa IKD memiliki legalitas yang sama dengan E-KTP fisik. Masyarakat dapat mengakses data kependudukan mereka secara digital melalui aplikasi resmi yang dikeluarkan pemerintah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melakukan aktivasi IKD. Dengan IKD, data kependudukan tetap bisa diakses secara digital tanpa harus menunggu pencetakan E-KTP fisik,” tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan data Disdukcapil Batam, sebanyak 47 ribu lebih warga di Batam sudah menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan oleh petugas, menyesuaikan kebijakan pemerintah pusat terkait peralihan KTP dari manual ke digital. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Permintaan E-KTP di Batam Tinggi, Disdukcapil Dorong Aktivasi IKD pertama kali tampil pada Metropolis.

Operasi Pasar Murah di Batuaji Diserbu Warga

0

batampos – Operasi pasar murah yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Batam di Batuaji mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Ratusan warga, terutama kaum ibu, memadati lokasi pasar sejak pagi hari. Operasi pasar yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB ini menjadi kesempatan bagi warga untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasaran.

Kegiatan ini berlangsung di depan Ruko Griya Prima, Kelurahan Buliang, Batuaji, pada Senin (11/2). Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga yang lebih terjangkau, di antaranya:

  • Cabai merah: Rp 65.000/kg
  • Cabai hijau: Rp 48.000/kg
  • Bawang merah: Rp 26.000/kg
  • Bawang putih: Rp 28.000/kg
  • Wortel: Rp 14.000/kg
  • Telur: Rp 50.000/papan
  • Minyak goreng Hayat: Rp 17.500/liter
  • Tepung terigu: Rp 10.500/kg
  • Beras: Rp 55.000 – Rp 109.000/kg

Warga yang hadir mengaku sangat terbantu dengan adanya operasi pasar murah ini, terutama menjelang bulan Ramadan, yang biasanya ditandai dengan kenaikan harga bahan pokok.

“Saya sangat bersyukur ada operasi pasar ini. Harganya lebih murah dibandingkan di pasar biasa,” ujar Usmiati, salah satu warga Batuaji yang turut berbelanja.

Menurutnya, operasi pasar murah seperti ini sebaiknya diperbanyak dan merata di berbagai wilayah di Batam agar lebih banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

“Kalau bisa, diadakan lebih sering dan di lebih banyak tempat supaya semua warga bisa mendapatkan harga yang lebih terjangkau,” tambahnya.

Operasi pasar murah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menstabilkan harga bahan pokok serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dengan harga yang lebih ekonomis. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan seperti Ramadan. (*)

 

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Operasi Pasar Murah di Batuaji Diserbu Warga pertama kali tampil pada Metropolis.

Ketua APDESI Lingga Angkat Bicara Terkait Efesiensi Anggaran Tahun 2025

0
Ketua APDESI Kabupaten Lingga, Amren Zaini pada Minggu (16/2). F. Vatawari/BATAM POS.

batampos– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa (APDESI) Kabupaten Lingga mulai angkat bicara terkait Efesiensi belanja dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggara 2025 yang berdampak pada Alokasi Dana Desa (ADD).

Amren Zaini, Ketua APDESI Kabupaten Lingga mengatakan menyikapi efesiensi anggaran ini, kami akan melakukan pemangkasan anggaran terkait operasional Desa dan perjalanan Dinas.

“Saat ini yang dapat kami lakukan untuk mengantisipasi dari efesiensi anggaran ini adalah dengan pemangkasan anggaran terhadap operasional Desa dan perjalanan Dinas,” ujar Amren Zaini saat dikonfirmasi pada Minggu (16/2).

BACA JUGA: ADD Alami Penurunan Hampir Rp 5 Miliar, PMD Minta Desa Optimalkan Peran BUMDes

Amren mengungkapkan, pihaknya akan berfokus pada pengembangan ekonomi mandiri, terutama di sektor budidaya ternak dan ketahanan pangan, sebagai respons terhadap Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025.

“Setelah Inpres No. 1 Tahun 2025, kami dari APDESI Lingga akan berfokus pada kelompok-kelompok ekonomi mandiri, khususnya di sektor budidaya ternak dan ketahanan pangan,” ungkapnya.

Amren menjelaskan, APDESI Lingga akan terus berupaya mencari solusi alternatif untuk mengantisipasi dampak dari kebijakan ini, agar masyarakat tetap bisa bertahan dan berkembang secara ekonomi.

“saat ini kami tidak lagi membicarakan tentang permasalahan yang terjadi, namun kami akan terus berupaya mencari solusi dari efesiensi anggaran ini. Bagaimana cara mengalihkan pola pikir masyarakat ke arah pengembangan ekonomi mandiri di sektor budidaya dan ketahanan pangan perkebunan,” tambahnya.

Dengan adanya kebijakan efisiensi Anggaran dan pengurangan ADD, diharapkan program ekonomi mandiri seperti yang dikembangkan APDESI dan masyarakat Lingga dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi ketahanan ekonomi desa. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Ketua APDESI Lingga Angkat Bicara Terkait Efesiensi Anggaran Tahun 2025 pertama kali tampil pada Kepri.