Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 210

Ingatkan Amanah Mufakat 12, LAM Kepri: Monumen Bahasa di Pulau Penyengat Harus Dibangun

0
Gedung Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau (LAM Kepri) di kawasan Gurindam 12, Tanjungpinang. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau (LAM Kepri) mengingatkan bahwa rencana pembangunan Monumen Bahasa di Pulau Penyengat merupakan bagian dari amanah dalam kesepakatan Mufakat 12 antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Riau.

Karena itu, pembangunan monumen tersebut dinilai penting untuk merealisasikan komitmen bersama yang telah disepakati sebelumnya.

Ketua I LAM Kepri, Atmadinata, mengatakan pihaknya telah dilibatkan dalam perencanaan pembangunan Monumen Bahasa tersebut dan mendukung rencana yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

“Pengurus LAM bersetuju dengan rencana Pemprov Kepri tersebut, karena menyangkut kebesaran, kemajuan peradaban, dan tamadun Melayu masa lalu,” ujar Atmadinata, Jumat (13/3).

Menurutnya, secara historis tidak dapat dipungkiri bahwa Bahasa Indonesia berakar dari Bahasa Melayu yang telah digunakan sebagai alat komunikasi di Nusantara sejak berabad-abad lalu.

Ia menjelaskan bahwa pada Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda sepakat menjadikan bahasa tersebut sebagai Bahasa Indonesia yang dijunjung sebagai bahasa persatuan.

Atmadinata menambahkan, khususnya Bahasa Melayu yang berkembang di Kepulauan Riau telah dibina menjadi Bahasa Melayu Tinggi oleh para pujangga, penyair, dan sastrawan pada masa lalu.

Salah satu tokoh penting yang berperan dalam perkembangan Bahasa Melayu Tinggi adalah Raja Ali Haji.

Pada masa Kesultanan Riau-Lingga, banyak karya sastra, sejarah, hukum, agama, dan pemerintahan yang diterbitkan di Pulau Penyengat menggunakan Bahasa Melayu Tinggi.

“Jadi wajarlah Pulau Penyengat dijadikan sebagai tempat tegaknya Tugu Bahasa Nasional itu,” tegasnya.

Ia juga menilai pemilihan Pulau Penyengat sebagai lokasi Monumen Bahasa sejalan dengan amanah Mufakat 12 yang ditandatangani antara Pemprov Kepri, Pemprov Riau, LAM Kepri, dan LAM Riau beberapa tahun lalu.

LAM Kepri berharap monumen tersebut tidak hanya menjadi tugu simbolik, tetapi juga menjadi pusat edukasi yang hidup bagi generasi muda.

Menurut Atmadinata, monumen itu diharapkan dapat menjadi tempat belajar, penelitian, serta ruang lahirnya karya-karya baru yang terinspirasi dari kejayaan peradaban Melayu masa lalu.

“Terutama sebagai sarana edukatif, tempat belajar, meneliti dan tempat melahirkan karya-karya kekinian dengan inspirasi masa lalu untuk kejayaan dan kebesaran peradaban Melayu di masa depan,” katanya.

LAM Kepri juga berharap pembangunan Monumen Bahasa tersebut dapat selesai pada awal Oktober 2028. Dengan demikian, peringatan 100 tahun Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2028 dapat digelar secara nasional di kawasan Monumen Bahasa di Pulau Penyengat.

Rencananya, pembangunan Monumen Bahasa di Pulau Penyengat akan dimulai pada pertengahan 2026 dengan estimasi anggaran mencapai ratusan miliar rupiah. (*)

Artikel Ingatkan Amanah Mufakat 12, LAM Kepri: Monumen Bahasa di Pulau Penyengat Harus Dibangun pertama kali tampil pada Kepri.

Beabadoobee Kolaborasi dengan The Marías di Single Baru “All I Did Was Dream of You”

0
Beabadoobee gandeng The Marías rilis lagu All I Did Was Dream of You. Sumber gambar: x.com/d100.

batampos – Musisi indie pop Beabadoobee kembali merilis karya terbaru berjudul All I Did Was Dream of You bersama band indie pop asal Los Angeles, The Marías.

Single tersebut resmi dirilis pada Jumat (13/3) dan menjadi rilisan musik orisinal pertama Beabadoobee sejak album This Is How Tomorrow Moves.

Lagu ini juga diluncurkan bersamaan dengan video musik resmi yang tayang melalui kanal YouTube milik Beabadoobee.

Kolaborasi ini lahir dari rasa saling mengagumi secara kreatif antara Beabadoobee yang memiliki nama asli Beatrice Kristi Laus dan vokalis The Marías, María Zardoya.

“All I Did Was Dream of You” menghadirkan nuansa musik alt rock dan trip-hop yang dipadukan dengan permainan gitar, drum, serta synthesizer yang atmosferik.

Vokal lembut Beabadoobee memberikan warna melankolis pada lagu tersebut yang mengangkat kisah hubungan emosional, kerinduan, serta cinta yang rapuh.

Perilisan single ini juga dilengkapi dengan video musik resmi yang disutradarai oleh Jake Erland bersama sutradara Lithuania, Aboveground.

Video tersebut direkam di Vilnius dan menampilkan visual sinematik yang memperkuat suasana emosional dari lagu.

Sejumlah media musik internasional menilai kolaborasi ini sebagai salah satu duet menarik pada tahun 2026 karena memadukan gaya dreamy khas The Marías dengan karakter vokal alternatif milik Beabadoobee.

Lagu ini juga disebut sebagai langkah awal menuju fase musikal baru bagi Beabadoobee setelah kesuksesan album sebelumnya.

“All I Did Was Dream of You” menggambarkan kisah cinta yang rapuh dan penuh emosi, menghadirkan dunia tentang hasrat, penyesalan, serta kerinduan yang saling bertabrakan dalam balutan musik alternatif yang atmosferik. (*)

Artikel Beabadoobee Kolaborasi dengan The Marías di Single Baru “All I Did Was Dream of You” pertama kali tampil pada Lifestyle.

Warga Serbu Operasi Pasar Murah di Tanjunguban, Beras dan Minyak Goreng Ludes

0
Warga membeli berbagai komoditas kebutuhan pokok dalam kegiatan operasi pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Bintan di Pasar Baru Tanjunguban, Jumat (13/3). F. Zoko untuk Batam Pos.

batampos – Operasi Pasar Murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Bintan di Pasar Baru Tanjunguban, Jumat (13/3), disambut antusias masyarakat. Warga, terutama ibu rumah tangga, tampak memadati lokasi untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Sejumlah komoditas seperti beras SPHP seharga Rp58.000 per 5 kilogram hingga minyak goreng MinyaKita Rp14.000 per liter menjadi produk yang paling diminati dan cepat habis dibeli warga.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, mengatakan kegiatan operasi pasar murah ini bertujuan menjaga stabilitas harga bahan pokok serta daya beli masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Menurutnya, berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, harga bahan pokok di lapangan masih relatif stabil dan sebagian besar masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Ketersediaan bahan pokok juga mencukupi hingga pasca lebaran nantinya,” kata Ronny.

Operasi pasar murah tersebut melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Alfamart, Indomaret, CV RBA, PT BKss, Japfa Group, Bulog, serta para pengusaha unggas di Bintan.

Berbagai bahan pokok yang dijual dalam kegiatan ini antara lain beras SPHP, beras Harumas, gula pasir, minyak goreng, ayam potong, telur ayam, hingga tepung premium.

Selain meninjau pelaksanaan operasi pasar, Ronny juga menyempatkan diri berkeliling ke sejumlah lapak pedagang di sekitar pasar serta toko sembako. Ia berdialog langsung dengan pedagang untuk mengetahui kondisi harga, pasokan distributor, serta daya beli masyarakat.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat membeli bahan pokok dengan harga yang stabil dan terjangkau,” ujarnya.

Kapolres Bintan, Argya Satria Bhawana, turut meninjau kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen aparat keamanan dalam menjaga ketertiban masyarakat selama Ramadan dan menjelang Idulfitri.

Ia mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

“Jangan panic buying, karena kami bersama pemerintah daerah terus memantau agar stok pangan di Bintan tetap mencukupi dan harganya tetap stabil,” ujarnya.

Argya juga menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus mengawal jalur distribusi pangan di wilayah Bintan guna mencegah praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat. (*)

Artikel Warga Serbu Operasi Pasar Murah di Tanjunguban, Beras dan Minyak Goreng Ludes pertama kali tampil pada Kepri.

THR ASN Belum Cair, Sekda Anambas: Kondisi Keuangan Daerah Terbatas

0
Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahtiar. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas hingga kini masih menunggu kepastian pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13. Padahal, Hari Raya Idul Fitri diperkirakan tinggal sekitar sepekan lagi.

Hingga Jumat (13/3), Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas belum memastikan kapan kedua hak tersebut akan disalurkan kepada para pegawai.

Kondisi ini membuat sejumlah ASN mempertanyakan kepastian pembayaran THR yang biasanya dinantikan menjelang perayaan Idul Fitri.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahtiar, mengatakan bahwa THR tetap menjadi kewajiban pemerintah daerah yang harus dipenuhi.

Namun, ia mengakui saat ini pemerintah daerah masih menyesuaikan dengan kondisi kemampuan keuangan daerah.

“Yang jelas THR merupakan kewajiban pemerintah daerah, pasti dibayarkan ketika kondisi keuangan memungkinkan,” ujar Sahtiar, Jumat siang.

Ia menjelaskan, setiap bulan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas harus mengalokasikan anggaran lebih dari Rp20 miliar untuk membayar gaji ASN.

Anggaran tersebut juga mencakup pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang rutin diberikan kepada pegawai.

Sementara itu, pendapatan daerah yang diterima setiap bulan sebagian besar bersumber dari dana transfer pemerintah pusat.

Menurut Sahtiar, jumlah dana yang diterima daerah setiap bulan berkisar sekitar Rp30 miliar. Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah harus mengatur keuangan secara cermat agar seluruh kewajiban dapat dipenuhi.

“Dengan kondisi seperti ini kita sedang berusaha mencari cara untuk menyalurkan THR dan gaji ke-13. Karena ini kewajiban daerah, bukan pusat,” jelas mantan Kepala Dinas PUPR tersebut.

Selain persoalan keuangan, Sahtiar juga menjelaskan bahwa tidak semua pegawai dapat menerima gaji ke-13 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang masa kerjanya belum mencapai satu tahun tidak berhak menerima gaji ke-13.

“Kalau THR pasti dapat. Untuk nominalnya nanti kita lihat, karena saat ini pemerintah daerah masih berupaya menyesuaikan kemampuan anggaran,” pungkasnya. (*)

Artikel THR ASN Belum Cair, Sekda Anambas: Kondisi Keuangan Daerah Terbatas pertama kali tampil pada Kepri.

Mantan Director Overwatch Jeff Kaplan Umumkan Game Baru The Legend of California

0
Sumber gambar: x.com/EpicGames.

batampos – Mantan director game Overwatch, Jeff Kaplan, resmi mengumumkan proyek gim terbarunya berjudul The Legend of California.

Proyek ini menjadi karya pertama Kaplan setelah meninggalkan Blizzard Entertainment pada tahun 2021.

Selama sekitar lima tahun terakhir, Kaplan diketahui cukup jarang muncul di industri gim. Kini ia kembali dengan proyek baru yang dikembangkan oleh studio miliknya, Kintsugiyama.

Sementara itu, gim tersebut akan diterbitkan oleh Dreamhaven yang didirikan oleh mantan presiden Blizzard, Mike Morhaime.

The Legend of California merupakan gim survival FPS multiplayer open world yang mengambil latar era Gold Rush abad ke-19 di wilayah California versi fiksi.

Dalam permainan ini, pemain dapat menjelajahi dunia terbuka, mengumpulkan sumber daya, membangun markas seperti peternakan atau tambang, serta bekerja sama atau bersaing dengan pemain lain untuk bertahan hidup.

Gim ini mengusung tema Wild West sehingga pemain akan berperan sebagai koboi yang membangun wilayah kekuasaan di dunia yang penuh bahaya.

Sistem gameplay memadukan berbagai elemen seperti shooter, survival, crafting, serta eksplorasi dunia terbuka. Pemain juga dapat bekerja sama dengan teman dalam mode multiplayer untuk bertahan hidup di dunia yang persisten.

Rencananya, The Legend of California akan dirilis dalam tahap early access di PC melalui Steam pada tahun 2026.

Namun hingga kini pihak pengembang belum memastikan jadwal rilis final maupun kemungkinan gim tersebut hadir di konsol.

The Legend of California sekaligus menjadi proyek comeback Jeff Kaplan setelah beberapa tahun absen dari industri game. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh penting di Blizzard yang sebelumnya memimpin pengembangan Overwatch serta turut terlibat dalam proyek World of Warcraft.

Dengan konsep open world survival FPS bertema Wild West, gim ini diharapkan menghadirkan pengalaman baru bagi para pemain saat dirilis dalam early access pada 2026. (*)

Artikel Mantan Director Overwatch Jeff Kaplan Umumkan Game Baru The Legend of California pertama kali tampil pada Lifestyle.

Operasi Ketupat Seligi 2026, Polres Bintan Kerahkan 60 Personel Amankan Salat Id

0
Kapolres Bintan Argya Satria Bhawana bersama Bupati Roby Kurniawan mengecek kesiapan pasukan dalam apel gelar pasukan Operasi Ketupat Seligi 2026, Kamis sore. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Polres Bintan menyiagakan sekitar 60 personel untuk mengamankan pelaksanaan Salat Idulfitri di wilayah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Berdasarkan data kepolisian, terdapat enam titik pelaksanaan Salat Id yang digelar di lapangan terbuka. Lokasi tersebut tersebar di sejumlah wilayah seperti Bintan Timur dan Bintan Utara.

Kapolres Bintan, Argya Satria Bhawana, mengatakan pihaknya siap memberikan pengamanan selama pelaksanaan Salat Id, baik yang dilaksanakan di lapangan terbuka maupun di masjid.

“Pelaksanaan Salat Id baik di lapangan maupun di masjid tetap kita lakukan pengamanan,” ujar Argya usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Seligi 2026 di Mapolres Bintan, Bintan Buyu, Kamis (12/3/2026) sore.

Menurutnya, pengamanan tersebut bertujuan memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Salat Id dengan aman dan nyaman.

“Kami ingin masyarakat dapat melaksanakan Salat Id dengan aman dan nyaman,” katanya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Bintan, Rifi, menjelaskan bahwa enam titik pelaksanaan Salat Id di lapangan terbuka tersebut sebagian besar berada di halaman atau pekarangan masjid.

“Sebenarnya pelaksanaan di masjid, tapi di pekarangannya. Ada enam titik seperti di Bintan Timur dan Bintan Utara,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan pengamanan, pihak kepolisian juga akan berkoordinasi dengan panitia penyelenggara Salat Id terkait penempatan personel di lokasi-lokasi tersebut.

“Kita akan koordinasi dahulu dengan penyelenggara Salat Id terkait personel yang ditempatkan. Sedangkan pelaksanaan Salat Id di masjid, kita akan pantau melalui patroli,” katanya.

Selain pengamanan Salat Id, Polres Bintan juga mendirikan tujuh pos pengamanan di berbagai wilayah sebagai bagian dari Operasi Ketupat Seligi 2026.

Dua pos di antaranya merupakan pos pelayanan yang berada di Pelabuhan Bulang Linggi dan Pelabuhan ASDP Tanjunguban.

Operasi Ketupat Seligi 2026 sendiri akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik serta aktivitas masyarakat selama perayaan Idulfitri. (*)

Artikel Operasi Ketupat Seligi 2026, Polres Bintan Kerahkan 60 Personel Amankan Salat Id pertama kali tampil pada Kepri.

Obsession, Film Horor Tentang Obsesi Cinta Siap Tayang Mei 2026

0
Adegan dalam film horor Obsession. Sumber gambar: x.com/BDisgusting.

batampos – Film horor terbaru berjudul Obsession resmi merilis trailer perdana yang langsung menarik perhatian penggemar genre horor.

Film ini ditulis sekaligus disutradarai oleh Curry Barker dan mengangkat kisah obsesi cinta yang berubah menjadi mimpi buruk.

Trailer tersebut dirilis melalui akun media sosial X resmi film tersebut pada Rabu (11/3). Dalam cuplikan singkatnya, penonton diperlihatkan kisah seorang pria yang menemukan benda misterius yang diyakini mampu membuat orang yang ia cintai jatuh hati kepadanya.

Namun, keinginannya itu justru membawa konsekuensi mengerikan yang berada di luar kendalinya. Benda tersebut memicu rangkaian kejadian horor yang memaksanya membayar harga mahal atas obsesinya.

Film ini dibintangi sejumlah aktor muda seperti Michael Johnston, Inde Navarrette, Cooper Tomlinson, dan Megan Lawless.

Produksi film dilakukan oleh Blumhouse Productions dan didistribusikan oleh Focus Features.

Menurut Barker, tema utama dalam film ini menyentuh isu sensitif seperti persetujuan dan otonomi tubuh, yang dikemas dalam cerita horor psikologis.

Sebelum dirilis secara luas, Obsession telah lebih dulu diputar sebagai tayangan tengah malam di Toronto International Film Festival.

Film tersebut mendapat respons positif dari penonton dan kritikus. Bahkan, Obsession juga diputar dalam sejumlah penayangan yang terjual habis di Fantastic Fest.

Selain itu, film ini memenangkan penghargaan People’s Choice Awards di Sitges Film Festival dan meraih skor tinggi sebesar 97 persen di situs ulasan film Rotten Tomatoes.

Film Obsession dijadwalkan tayang di bioskop Amerika Serikat pada 15 Mei 2026.

Dengan mengangkat sisi gelap obsesi dan hubungan yang tidak sehat, film ini menjadi salah satu horor yang cukup dinantikan penayangannya pada tahun ini. (*)

Artikel Obsession, Film Horor Tentang Obsesi Cinta Siap Tayang Mei 2026 pertama kali tampil pada Lifestyle.

Tunjangan Hari Raya dan Bingkisan, Terutang Pajak?

0

Oleh: Dedik Herry Susetyo

MENJELANG akhir bulan Maret 2026, masyarakat muslim akan merayakan momentum besar Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Termasuk umat muslim yang bertempat tinggal di Pulau Batam, Kepulauan Riau. Perayaan hari besar ini sebagai bentuk kemenangan setelah menjalankan puasa selama satu bulan.

Nuansa kebahagiaan menjelang hari raya terlihat dengan meningkatnya aktivitas ekonomi yang terjadi di masyarakat. Banyak para pelaku usaha yang memanfaatkan situasi ini untuk meraup rejeki di bulan Maret. Aktivitas ini berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi di Batam.

Dalam 2 tahun terakhir, berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui portal resmi www.bps.go.id bahwa pertumbuhan ekonomi di Batam mencapai nilai 6,69% dan 6,76%. Sektor utama yang berperan besar sebagai penopang aktivitas ekonomi Batam yakni Jasa Kesehatan, Administrasi Pemerintahan dan Perdagangan Besar/Eceran.

Di balik perekonomian yang tumbuh postif, Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KBPBP) memiliki tantangan tersendri. Lalu lintas barang dan jasa yang masuk dan keluar Batam menjadi isu yang sangat sensitif dalam mengendalikan laju Inflasi. Masih bersumber dari portal resmi BPS, tingkat inflasi Batam pada bulan Februari tahun 2025 dan 2026 sebesar 2,88% dan 3,13%.

Untuk menjaga tingkat inflasi agar tetap stabil terutama menjelang hari raya, keterlibatan semua pihak mulai dari pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat sangat dibutuhkan. Para pihak ini memiliki peran yang strategis dalam menjaga harga barang dan daya beli masyarakat terutama dalam pemenuhan kebutuhan menjelang hari raya.

Pada momen yang istimewa ini dan sudah menjadi tradisi masyarakat, para pelaku usaha berlomba-lomba untuk memberikan bingkisan dan tunjangan hari raya kepada pegawai yang sudah bekerja selama bertahun-tahun. Bentuk dan besaran nilai bingkisan dan tunjangan hari raya sangat beragam tergantung dari kemampuan masing-masing perusahaan.

Nah terkait pemberian bingkisan dan tunjangan hari raya tersebut oleh perusahaan kepada pegawai atau relasi, bagaimana perlakuan perpajakan atas pemberian tersebut.

ASPEK PERPAJAKAN ATAS TUNJANGAN HARI RAYA DAN BINGKISAN

Berdasarkan Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Pajak Penghasilan, penghasilan sebagai objek pajak diartikan sebagai tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh wajib pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan wajib pajak yang bersangkutan dengan nama dan dalam bentuk apapun.

Termasuk dalam definisi penghasilan ini adalah penggantian atau imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh wajib pajak dalam bentuk tunjangan dan/atau natura/kenikmatan. Apakah semua bingkisan atau tunjangan hari raya yang diterima atau diperoleh oleh pegawai menjelang Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026 menjadi objek Pajak Penghasilan?

Tunjangan Hari Raya yang lebih dikenal sebagai THR dalam bentuk uang yang diberikan oleh perusahaan kepada pegawai merupakan objek Pajak Penghasilan. Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168 Tahun 2023 bahwa penghitungan Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21) atas THR dikenakan dengan menggunakan tarif efektif bulanan yang terutang pada bulan dimana THR tersebut dibayarkan.

Sebagai ilustrasi atas penghitungan PPh 21 terutang atas penghasilan bruto termasuk THR:

Tuan Zaki merupakan pegawai swasta bekerja di Perusahaan Industri Elektronik. Tuan A berstatus menikah dan memiliki 1 (satu) orang anak. Pada bulan Maret 2026, Tuan Zaki menerima atau memperoleh penghasilan sebesar Rp17.000.000,00 dengan rincian sebagai berikut:

  • Gaji : Rp3.000.000,00
  • Tunjangan Kinerja : RP9.000.000,00
  • THR : Rp5.000.000,00

Penghitungan PPh 21 terutang untuk Masa Pajak Maret 2026 dengan menggunakan tarif efektif 7% (Kategori B) adalah: 7% X Rp17.000.000,00 = Rp1.190.000,00.

Sementara untuk bingkisan yang diterima dalam rangka hari raya, perlakuan perpajakannya mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 66 Tahun 2023. Dalam ketentuan ini diatur bahwa natura atau kenikmatan yang menjadi objek pajak penghasilan adalah imbalan atau penggantian sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh yang berkaitan dengan hubungan kerja antara pemberi kerja dan pegawai dalam bentuk barang selain uang yang dialihkan kepemilikannya dari pemberi kerja kepada penerima.

Ketentuan ini juga mengatur terkait jenis dan atau batasan tertentu dari natura dan/ atau kenikmatan yang dikecualikan dari pengenaan objek Pajak Penghasilan yakni pemberian bingkisan dari pemberi kerja kepada seluruh pegawai dalam bentuk bahan makanan, bahan minuman, makanan dan/atau minuman dalam rangka hari besar keagamaan seperti Hari Raya Idul Fitri.

Sebagai contoh ilustrasi diatas:

Pada tanggal 11 Maret 2026, PT Batamindo memberikan bingkisan kepada Tuan Rudi selaku pegawainya berupa makanan dan atau minuman dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1447H senilai Rp1.000.000,00. Atas bingkisan tersebut dikecualikan seluruhnya dari objek Pajak Penghasilan karena tidak terdapat batasan nilai untuk natura berupa makanan/minuman yang diberikan dalam rangka hari besar keagamaan.

Dari dua gambaran kondisi di atas disimpulkan bahwa untuk penghasilan yang diterima atau diperoleh oleh pegawai berupa THR merupakan objek pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif efektif bulanan. Sementara penghasilan berupa natura atau kenikmatan yang diterima oleh seluruh pegawai berupa bahan makanan, bahan minuman, makanan dan/atau minuman dalam rangka hari besar keagamaan bukan menjadi objek pajak penghasilan.

 

*) Artikel ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi tempat penulis bekerja.

Artikel Tunjangan Hari Raya dan Bingkisan, Terutang Pajak? pertama kali tampil pada News.

Pemkab Karimun Siapkan Pinjaman Rp135 Miliar ke Bank BJB, Masih Tahap Lengkapi Persyaratan

0
Abdullah, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Karimun. F. Sandi Pramosinto/Batam Pos.

batampos – Rencana Pemerintah Kabupaten Karimun untuk mengajukan pinjaman sebesar Rp135 miliar ke Bank BJB masih terus berproses. Saat ini pemerintah daerah tengah melengkapi berbagai persyaratan administrasi sebelum pengajuan pinjaman tersebut dapat direalisasikan.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Karimun, Abdullah, mengatakan hingga kini proses pengajuan pinjaman masih berada pada tahap pemenuhan dokumen persyaratan.

“Saat ini kita masih menyiapkan persyaratan yang dibutuhkan. Selain SK pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati Karimun periode 2025–2030, juga ada syarat lain yang harus dilengkapi,” kata Abdullah, Jumat (13/3).

Ia menjelaskan salah satu syarat penting adalah penyusunan APBD 2026 Kabupaten Karimun yang telah memuat rencana penggunaan anggaran pinjaman tersebut.

Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan APBD yang sedang berjalan untuk melihat kondisi keuangan daerah, termasuk pergerakan dana transfer dari pemerintah pusat serta pendapatan asli daerah (PAD).

Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kemampuan keuangan daerah jika pinjaman tersebut benar-benar diajukan.

Menurut Abdullah, pemerintah daerah juga akan melakukan peninjauan ulang terhadap sejumlah proyek yang telah masuk dalam perencanaan anggaran.

“Tujuannya untuk memastikan apakah proyek tersebut benar-benar menjadi prioritas atau tidak. Dengan adanya review ini, kita ingin memastikan anggaran yang dikeluarkan tidak mubazir,” jelasnya.

Ia menambahkan proyek yang menjadi prioritas harus memberikan dampak positif bagi masyarakat, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebagai contoh, pembangunan infrastruktur jalan baru dapat mempermudah akses transportasi masyarakat sekaligus menurunkan biaya distribusi barang.

“Kalau akses jalan lebih baik, tentu mobilitas masyarakat dan distribusi kebutuhan akan lebih lancar. Ini bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut,” ujarnya.

Abdullah menegaskan rencana pinjaman Rp135 miliar tersebut harus benar-benar tepat sasaran karena bertujuan untuk mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tujuan utama peminjaman ini adalah untuk melaksanakan pembangunan yang memberi dampak langsung kepada masyarakat, terutama dalam peningkatan ekonomi dan kesejahteraan,” pungkasnya. (*)

Artikel Pemkab Karimun Siapkan Pinjaman Rp135 Miliar ke Bank BJB, Masih Tahap Lengkapi Persyaratan pertama kali tampil pada Kepri.

Konflik Timur Tengah Picu Ancaman Harga Pangan, DPD RI Minta Pemerintah Siapkan Mitigasi

0

 

DPD RI membahas dampak konflik Timur Tengah terhadap stabilitas harga pangan menjelang Lebaran 2026 dalam sidang paripurna. F. Istimewa

batampos – Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah mulai memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi nasional. Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) meminta pemerintah segera menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga pangan menjelang Lebaran 2026.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Sultan Baktiar Najamudin, mengatakan gejolak geopolitik global bisa berdampak langsung terhadap rantai pasok pangan dan daya beli masyarakat.

“Gejolak di Timur Tengah adalah alarm bagi semua negara. Pemerintah harus segera melakukan mitigasi agar kenaikan harga pangan tidak membebani masyarakat menjelang Lebaran,” ujarnya dalam Sidang Paripurna ke-8 Masa Sidang IV Tahun Sidang 2025–2026 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (13/3).

Baca Juga: THR Cair, Potongan Pajak Ikut Naik? Ini Penjelasan Mekanismenya

DPD RI juga menyoroti kondisi inflasi nasional. Per Februari 2026, inflasi tahunan tercatat mencapai 4,76 persen. Angka tersebut dinilai menjadi sinyal kewaspadaan terhadap ketahanan ekonomi keluarga dan pelaku UMKM di daerah.

Selain inflasi, Sultan menyinggung kondisi fiskal pemerintah. Saat ini defisit APBN mencapai Rp135,7 triliun, sehingga diperlukan kebijakan fiskal yang lebih cermat dan strategis.

“Dengan inflasi 4,76 persen, kuncinya adalah penguatan produksi pangan di daerah serta stabilitas distribusi. Jangan sampai rantai pasok terganggu di tengah ketidakpastian global,” tegas senator asal Bengkulu tersebut.

Menjelang arus mudik Lebaran 2026, DPD RI juga meminta pemerintah memastikan kesiapan infrastruktur serta layanan transportasi. Lonjakan mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat signifikan sehingga membutuhkan koordinasi lintas instansi.

Baca Juga: KPK Sita Aset Lebih dari Rp 100 Miliar dalam Kasus Kuota Haji

“Tujuan kita satu, memastikan jutaan pemudik bisa pulang dengan aman dan nyaman tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok,” tambahnya.

Dalam sidang yang sama, juga disampaikan Aspirasi Masyarakat Daerah (Asmasda) dari empat subwilayah.

Komite I menyoroti penguatan ASN, pemerataan infrastruktur komunikasi, dan tata kelola pembangunan daerah. Komite II menekankan isu ketahanan pangan dan konektivitas maritim.

Sementara Komite III menyoroti pemerataan layanan kesehatan, peningkatan keterampilan generasi muda, perluasan lapangan kerja, akses pendidikan, serta penguatan lembaga keagamaan.

Adapun Komite IV bersama BULD menyoroti dinamika ekonomi daerah, ketidakpastian hukum, serta perlunya penanganan kebijakan yang lebih terintegrasi. (*/adv)

Artikel Konflik Timur Tengah Picu Ancaman Harga Pangan, DPD RI Minta Pemerintah Siapkan Mitigasi pertama kali tampil pada News.