Selasa, 2 Juni 2026
Beranda blog Halaman 2101

Ancaman Tarif Ekspor AS, HKI Batam Desak Pemerintah Ambil Langkah Cepat

0
Ilustrasi komoditas ekspor.

batampos – Indonesia kembali menjadi sorotan dalam pusaran perang dagang global, setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menetapkan kebijakan tarif ekspor baru yang menyasar sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Negeri ini akan dikenai tarif resiprokal hingga 32 persen, menyusul meningkatnya defisit perdagangan AS terhadap Indonesia yang tercatat mencapai surplus sebesar US$ 14,34 miliar pada 2024.

Kebijakan ini langsung menimbulkan kekhawatiran, terutama di kawasan industri Batam yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung ekspor nasional. Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Batam, Adhy Prasetyo Wibowo, mengatakan beberapa perusahaan di Batam sudah menghubungi pihaknya untuk menanyakan dampak kebijakan tersebut.

Baca Juga: Tarif 32 Persen Trump Ancam Ekspor Batam, Pengusaha Waswas

“Meskipun kebijakan ini terbilang baru, namun sudah mendapat respon dari kawasan industri di Batam. Sudah ada kekhawatiran yang disuarakan para pelaku usaha,” ujarnya, Jumat (4/4).

Tarif 32 persen yang dikenakan dianggap memberatkan dan berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi, terutama di kawasan yang bergantung pada ekspor seperti Batam. HKI Batam mendorong agar BP Batam dan pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret dan strategis.

Dia mendesak agar BP Batam mengajukan permintaan kepada United States Trade Representative (USTR) untuk mengecualikan Batam dari kebijakan tarif baru Trump, mengingat peran strategis Batam dalam mendukung ekspor nasional.

Amerika Serikat selama ini menjadi salah satu tujuan utama ekspor Indonesia selain Cina dan Jepang. Jika tidak diantisipasi, kebijakan ini bisa berdampak luas pada penurunan volume ekspor, melambatnya produksi, bahkan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).

Data menunjukkan bahwa nilai ekspor dari Provinsi Kepri ke Amerika Serikat mencapai US$ 300 juta per bulan, dengan 25 persen di antaranya berasal dari Batam. Artinya, sekitar US$ 75 juta per bulan berisiko terdampak langsung.

“Batam itu mayoritas ekspor. Jadi pengenaan tarif ini bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menciptakan tekanan di sektor ketenagakerjaan,” kata Adhy.

Ia juga memperingatkan potensi migrasi investasi ke negara tetangga seperti Malaysia yang memiliki tarif ekspor lebih rendah, yakni sekitar 24 persen. Hal ini bisa membuat Malaysia lebih menarik dalam rantai pasok global ke AS.

“Malaysia bisa saja booming karena supply chain ke Amerika bisa berpindah ke sana. Biaya logistik mereka juga lebih murah,” katanya.

Untuk mengatasi situasi ini, HKI Batam menyarankan agar pemerintah Indonesia segera melakukan diplomasi perdagangan dan merundingkan ulang kesepakatan dagang dengan AS, termasuk menekan biaya logistik untuk meningkatkan daya saing.

BP Batam, sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di Batam, dinilai perlu lebih aktif menjawab kekhawatiran para pelaku usaha dan memastikan bahwa dampak kebijakan ini dapat diminimalisir.

“Perlu ada langkah cepat dan nyata agar Indonesia tidak kehilangan momentum industri ekspor. Target pertumbuhan ekonomi 8 persen bisa terganggu jika hal ini tak segera ditangani,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Ancaman Tarif Ekspor AS, HKI Batam Desak Pemerintah Ambil Langkah Cepat pertama kali tampil pada Metropolis.

Tarif 32 Persen Trump Ancam Ekspor Batam, Pengusaha Waswas

0
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid.

batampos – Kebijakan tarif baru yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terhadap barang-barang asal Indonesia menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha. Dengan tarif sebesar 32 persen, eksportir Indonesia, termasuk yang berbasis di Batam, kini menghadapi tantangan besar dalam menembus pasar AS yang selama ini menjadi salah satu tujuan utama ekspor.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pemerintah masih memetakan dampak kebijakan tersebut terhadap ekspor Indonesia. Banyak eksportir yang masih bingung menentukan barang mana saja yang dikenai tarif dan mana yang tidak.

“Hampir semua produk ekspor dari Indonesia berpotensi terkena dampaknya. Ini adalah tarif resiprokal karena Indonesia juga mengenakan tarif terhadap produk impor dari AS,” ujar Rafki, Jumat (5/4).

Menurut Rafki, meskipun Indonesia tidak dikenakan tarif setinggi Vietnam atau Thailand, angka 32 persen tetap menjadi beban berat, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang melambat. Data menunjukkan bahwa rupiah telah terdepresiasi 2,81 persen secara year-to-date (YTD), sementara pasar saham turun 8,04 persen sepanjang tahun ini.

Sektor yang paling terpukul dari kebijakan ini adalah industri padat karya, seperti tekstil, sepatu, dan furnitur. Rafki menjelaskan bahwa sektor-sektor ini sangat sensitif terhadap tarif tinggi karena margin keuntungan yang tidak terlalu besar. Jika tidak ada langkah mitigasi, ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal bisa terjadi.

“Pemerintah harus segera merespons, mungkin dengan menegosiasikan ulang tarif terhadap produk AS yang selama ini dikenakan bea masuk di Indonesia, ditukar dengan pembebasan tarif bagi ekspor kita. Ini penting agar industri tetap berjalan dan tidak terjadi PHK besar-besaran,” kata Rafki.

Sebagai langkah antisipasi, eksportir kini mulai menjajaki pasar lain selain AS. Beberapa perusahaan bahkan sudah mulai memperluas jangkauan ke Afrika sebagai alternatif tujuan ekspor.

“Kita juga harus mendorong permintaan dalam negeri terhadap produk buatan Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang besar, pasar domestik seharusnya bisa menjadi solusi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tanpa ketergantungan berlebihan pada negara lain,” jelas Rafki.

Para pelaku usaha kini menantikan langkah konkret dari pemerintah dalam merespons kebijakan tarif AS ini agar dampak negatifnya dapat diminimalkan.

“Mari kita tunggu apa yang akan dilakukan oleh pemerintah Indonesia sehubungan dengan kebijakan tarif AS ini. Kita berharap keputusan yang diambil dilakukan dalam waktu cepat karena banyak ekpsortir sekarang yang ketar ketir, ” pungkasnya.

Sementara itu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Nilai ekspor Kota Batam pada Januari 2025 mencapai US$ 1.775,60 juta, mengalami kenaikan sebesar 32,34 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Peningkatan ini terutama didorong oleh ekspor sektor nonmigas yang naik sebesar 34,74 persen atau sekitar US$ 438,96 juta. Dibandingkan dengan Januari 2024, ekspor Batam naik signifikan sebesar 57,93 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Eko Aprianto, menyebutkan bahwa peningkatan ekspor ini didorong oleh lonjakan ekspor barang nonmigas, terutama dari kelompok Mesin/Peralatan Listrik (HS 85) yang mencapai US$ 627,71 juta atau 36,87 persen dari total ekspor nonmigas Batam.

Sementara itu, ekspor Kapal Laut berkontribusi US$ 491,74 juta (28,89 persen), diikuti oleh Benda dari Besi dan Baja sebesar US$ 147,44 juta (8,66 persen) dan Mesin-mesin/Pesawat Mekanik sebesar US$ 86,87 juta atau 5,10 persen.

“Saudi Arabia menjadi tujuan ekspor terbesar Batam pada Januari 2025, dengan nilai mencapai US$ 498,18 juta, meningkat drastis 16.991,66 persen dibandingkan Desember 2024 dan 50.677,91 persen dibandingkan Januari 2024,” ujarnya.

Amerika Serikat berasa di urutan kedua dengan nilai ekspor sebesar US$ 308,90 juta, diikuti oleh Singapura (US$ 302,30 juta), Tiongkok (US$ 90,25 juta), Jepang (US$ 47,84 juta), dan Australia (US$ 42,50 juta). (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Tarif 32 Persen Trump Ancam Ekspor Batam, Pengusaha Waswas pertama kali tampil pada Metropolis.

TKPSDA Kepri Soroti Penimbunan Sungai Baloi Indah, Sebut BP Batam Lalai dalam Pengawasan

0

batampos – Anggota Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Provinsi Kepulauan Riau, Odit K. Lubis, menyoroti adanya penimbunan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Baloi Indah, Batam. Ia menilai Badan Pengusahaan (BP) Batam sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas persoalan tersebut.

“Saya termasuk salah satu anggota TKPSDA Kepri. Kalau untuk Batam, yang mengetahui lebar dan batas sungai itu BP Batam. Karena mereka yang mengalokasikan lahan, maka kesalahan tetap ada di BP Batam,” ujar Odit, Jumat (4/4).

Menurutnya, pengawasan terhadap wilayah DAS seharusnya dilakukan secara ketat oleh Direktorat Pengelolaan dan Pengendalian Dampak Lingkungan (Ditpam) BP Batam.

Baca Juga: Ditreskrimsus Polda Kepri Libatkan Ahli ITB Selidiki Kerusakan Lingkungan di DAS Baloi 

“BP Batam punya Ditpam, harusnya mereka yang pantau. Kami dari TKPSDA hanya bisa mengusulkan dan mengevaluasi, tapi yang paling tahu alokasi lahan dan batas sungai ya BP Batam,” jelasnya.

Odi menambahkan, banyak aliran sungai di Batam yang kini mengalami penyempitan dan pendangkalan akibat pembangunan tanpa mempertimbangkan master plan yang matang. Salah satu contohnya adalah Sungai Masyeba di kawasan Tiban, yang kini kiri-kanannya sudah dipagar oleh pengembang.

“Kalau sudah begini, bagaimana alat berat bisa masuk kalau harus dilakukan normalisasi? Sungai dan jalan itu fungsinya sama, harus ada ROW (right of way). Tapi karena tidak dipantau, akhirnya sungai menyempit dan ini jadi penyebab banjir,” katanya.

Baca Juga: Tabir Penimbunan Sungai Baloi Terbuka, Lik Khai di Pusaran Masalah Lingkungan

Ia menegaskan, solusi jangka panjang harus dimulai dari pembongkaran dan pemulihan kondisi sungai seperti semula.

“Kalau tidak dibongkar, ya akan banjir terus. BP Batam lebih baiknya serahkan data semua sungai dan PL (Penetapan Lokasi) ke TKPSDA. Jadi kami bisa tahu batas-batas sungai dan bisa kami sidangkan. Dalam setahun kami sidang lima kali untuk mengevaluasi sungai bermasalah,” terangnya.

Menurut Odi, selama ini BP Batam hanya terlibat dalam urusan waduk, sementara data lengkap soal sungai dan kawasan sekitarnya belum diserahkan kepada TKPSDA.

“Kalau memang tidak ada anggaran dari BP Batam atau Pemko untuk pendalaman dan pelebaran, kami bisa kejar ke pusat. Tapi datanya harus kami pegang dulu,” tegasnya.

Baca Juga: Sungai di Baloi Ditimbun Secara Ilegal, Li Claudia Ultimatum Pembongkaran, Lik Khai: Saya Akan Bertanggung Jawab

Ia juga menyarankan agar ke depan pembangunan tidak dilakukan sebelum ada pembatas sungai yang jelas, agar kasus serupa tidak terulang.

“Tak perlu studi banding ke Belanda. Contoh saja Batamindo, parit dan aliran sungainya bagus dan bisa minimalisir banjir,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, TKPSDA adalah wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai strategis nasional. TKPSDA Kepri bertugas untuk membantu merumuskan kebijakan nasional terkait pengelolaan sumber daya air.

Tugas TKPSDA adalah untuk membahas dan merekomendasikan pola pengelolaan sumber daya air. Mengkonsultasi dengan pihak terkait untuk mencapai kesepahaman antar sektor, antar wilayah, dan antar pemilik kepentingan.

Mengintegrasikan dan menyelaraskan kepentingan antar sektor, antar wilayah, dan antar pemilik kepentingan. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program dan rencana kegiatan pengelolaan sumber daya air.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Suhar, sebelumnya menyampaikan proses normalisasi sungai di kawasan Kezia Residence dan Baloi untuk sementara dihentikan dan akan dilanjutkan menunggu arahan pimpinan.

“Sementara berhenti dulu, nanti mungkin dilanjutkan lagi menunggu arahan pimpinan,” ujar Suhar.

Saat ditanya alasan penghentian sementara, Suhar menjelaskan bahwa hal ini hanya terkait persoalan teknis dan persiapan menjelang libur panjang. “Perkiraan lepas masa cuti panjang dilanjutkan lagi, sampai selesai secepatnya,” ujarnya.

Sementara itu, akses menuju lokasi pengerjaan juga sempat menjadi perhatian. Suhar membenarkan bahwa pintu masuk ke area proyek sempat ditutup, namun bukan berarti akses ke sana dilarang. “Pintunya memang buka-tutup. Biasanya lewat jalan apartemen, tapi kayaknya ditutup juga oleh pihak apartemen,” jelasnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel TKPSDA Kepri Soroti Penimbunan Sungai Baloi Indah, Sebut BP Batam Lalai dalam Pengawasan pertama kali tampil pada Metropolis.

Lagi Berenang di Pulau Temawan, Wisatawan Malah Ketemu Rangka Manusia

0
Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP penemuan rangka rahang manusia di Pulau Temawan, Anambas. f.kasat reskrim Polres Anambas untuk batampos

batampos– Penemuan rangka rahang manusia oleh wisatawan di Pulau Temawan membuat gempar masyarakat Anambas.

Rahang manusia ditemukan pertama kali oleh Riski Dwi Nanda asal Desa Batu Belah saat berenang di laut, Selasa, (1/4). Saat ditemukan, rahang bagian bawah lengkap dengan giginya tersusun rapi.

“Waktu ditemukan, barang ini (rangka) dibawa pulang yang bersangkutan. Belum diserahkan atau dilaporkan ke polisi,” ujar Kapolres Anambas melalui Kaur Bin Ops Reskrim, Iptu Rudy Luis, Jum’at, (4/4).

Pompong Karam, Maulidi Berenang 1 Kilometer Untuk Bisa Lolos Dari Maut

Ketika rahang dibawa pulang, Riski merasa ada yang mengganggunya. Lantas, mengembalikan ke penjaga pantai.

“Keterangan dari penjaga pantai, kalau lokasi itu dulu pemakaman. Mungkin karena sering terkena gelombang laut, jadi terkikis makamnya,” kata Rudy.

Berdasarkan kesepakatan bersama, rahang yang ditemukan itu dikebumikan kembali ditempat yang layak. Hal ini juga didukung oleh tidak adanya laporan orang hilang beberapa tahun belakangan.

“Jadi di makamkan, karena memang dulu ada makam yang sudah ratusan tahun ada disitu. Kita pun tidak lakukan forensik, karena memang ada kuburan disitu,” terang Rudy.

Terakhir, polisi menghimbau kepada masyarakat jika menemukan barang yang mencurigakan agar segera menghubungi aparat yang berwenang untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Lagi Berenang di Pulau Temawan, Wisatawan Malah Ketemu Rangka Manusia pertama kali tampil pada Kepri.

Polres Lingga Perketat Patroli di Destinasi Wisata Selama Libur Lebaran Idul Fitri

0
Personel Satuan Samapta Polres Lingga lakukan pengamanan di berbagai Destinasi Wisata yang ada di Dabo Singkep Kabupaten Lingga, Kamis (3/4). F. Humas Polres Lingga/BATAM POS

batampos– Dalam upaya memberikan rasa nyaman dan aman bagi masyarakat saat bersantai di tempat wisata, Personel Satuan Samapta Polres Lingga mengintensifkan patroli di berbagai objek wisata dalam rangka Operasi Ketupat Seligi 2025.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan masyarakat selama libur Lebaran Idul Fitri 1446 H/2025 di Kabupaten Lingga pada Kamis (3/4)

AKBP Pahala Martua Nababan, Kapolres Lingga, melalui IPTU Arfen Ps, Kasat Samapta Polres Lingga, menegaskan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk respons Polres Lingga terhadap tradisi masyarakat Kabupaten Lingga yang memanfaatkan libur pasca-Lebaran Idul Fitri 1446 H untuk berkunjung ke tempat wisata.

BACA JUGA: Ahuat Pulang Dikawal Kapal Patroli APMM Malaysia

“Setelah merayakan Idul Fitri 1446 H, masyarakat biasanya mengunjungi berbagai destinasi wisata bersama keluarga. Oleh karena itu, kami meningkatkan patroli guna memastikan keamanan pengunjung, mengantisipasi tindakan kriminal, serta memberikan imbauan agar tetap waspada terhadap barang bawaan mereka,” ungkap IPTU Arfen pada Kamis (3/4).

Selain menjaga keamanan, personel Sat Samapta juga aktif berinteraksi dengan masyarakat, memberikan sosialisasi mengenai aturan yang berlaku di area wisata, serta mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban.

Upaya ini bertujuan untuk mengurangi potensi gangguan kriminal sekaligus menciptakan suasana wisata yang nyaman dan kondusif bagi seluruh pengunjung.

Puncak kunjungan wisata diperkirakan terjadi pada Sabtu, 5 April 2025, dengan arus wisatawan yang masih tinggi hingga akhir pekan. Dengan kehadiran aktif personel Polres Lingga diharapkan masyarakat dapat menikmati liburan dengan rasa aman dan nyaman tanpa kekhawatiran terhadap potensi gangguan keamanan.

Polres Lingga berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, terutama dalam menjaga keamanan dan kenyamanan di ruang publik, Apabila membutuhkan bantuan Polisi agar menghubungi nomor 110 Layanan Polisi 24 Jam. Mari bersama-sama menciptakan libur Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah tahun 2025 yang menyenangkan dan bebas dari ancaman kriminal. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Polres Lingga Perketat Patroli di Destinasi Wisata Selama Libur Lebaran Idul Fitri pertama kali tampil pada Kepri.

Sempat Dirawat, Warga Desa Teluk Sasah Meninggal Setelah Tengak Racun Rumput saat Lebaran

0
Polisi melakukan olah tempat kejadian warga Desa Teluk Sasah menengak obat sejenis racun rumput pada Senin (31/3/2025). F.Polsek Bintan Utara untuk Batam Pos.

batampos– Budiawan Mandia, 41, warga Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam meninggal di Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Engku Haji Daud (EHD) Kepri di Tanjunguban pada Selasa (1/4/2025).

Sebelumnya, ia menengak obat pengendali gulma pada tanaman atau sejenis racun rumput pada hari pertama Lebaran, Senin (31/3/2025).

Kapolsek Bintan Utara Kompol Nurman mengungkapkan, salah satu keluarganya melihat Budi di belakang rumahnya hendak menengak larutan.

BACA JUGA: Bukannya menurun namun elektabilitas dedie rachim malah naik begitu tinggi

Keluarganya sempat melarangnya. Tapi Budi terlanjur menengak cairan tersebut.

Saat itu, Budi masih sadar dan muntah-muntah.

Kemudian, keluarganya berusaha membawa Budi ke rumah sakit namun Budi malah menghindari.

Nurman mengatakan, Budi berhasil dibawa ke rumah sakit dan ditangani oleh tim medis namun esok harinya Budi meninggal.

“Dia sempat dirawat semalam,” kata Nurman.

Nurman mengatakan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian dan menemukan obat sejenis racun untuk rumput.

Selain itu, katanya, Budi memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Jenazah Budi telah dimakamkan di TPU Taman Firdaus di Kebon Lima, jalan raya Busung. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Sempat Dirawat, Warga Desa Teluk Sasah Meninggal Setelah Tengak Racun Rumput saat Lebaran pertama kali tampil pada Kepri.

Lonjakan Penumpang Lebaran 2025, BP Batam Catat Kenaikan 17 Persen

0
Suasana arus mudik Lebaran di Pelabuhan Bintang 99 Batuampar. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Arus mudik dan balik selama periode Lebaran 2025 menunjukkan tren positif bagi sektor transportasi laut di Batam. Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam mencatat lonjakan jumlah penumpang yang signifikan, baik dari rute domestik maupun internasional.

Direktur BUP BP Batam, Dendi Gustinandar, menyebut total kenaikan mencapai 29.915 penumpang atau setara 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk penumpang domestik, jumlah keseluruhan meningkat sebanyak 4.169 orang atau sekitar 2 persen dibandingkan periode Lebaran 2024. Kenaikan ini dinilai sebagai sinyal positif bahwa Batam masih menjadi tujuan favorit masyarakat, khususnya selama momen hari raya.

Lebih rinci, jumlah penumpang domestik yang naik menunjukkan lonjakan cukup besar, yakni bertambah 11.682 penumpang atau naik 8 persen. Angka ini memperlihatkan peningkatan mobilitas masyarakat yang memilih Batam sebagai tujuan utama ataupun titik keberangkatan selama libur Lebaran.

Namun demikian, tidak semua data menunjukkan tren naik. Penumpang domestik yang turun justru mengalami penurunan sebanyak 7.513 orang atau 8 persen dibandingkan tahun lalu. Meski begitu, penurunan ini tidak terlalu mempengaruhi tren keseluruhan yang masih positif.

“Lonjakan jumlah penumpang domestik menunjukkan bahwa Batam terus menjadi pilihan utama bagi para pelancong, terutama saat Lebaran,” kata Dendi, Jumat (4/4).

Dia menambahkan, pihaknya terus memantau pergerakan arus penumpang guna meningkatkan pelayanan.

Sementara itu, di sektor internasional, angka pertumbuhan bahkan lebih mencolok. Penumpang internasional yang turun di pelabuhan Batam meningkat 15.206 orang atau 15 persen. Ini mencerminkan ketertarikan wisatawan asing yang makin tinggi terhadap Batam.

Tak hanya itu, penumpang internasional yang naik juga mencatatkan peningkatan tajam sebanyak 14.709 penumpang atau naik 16 persen dari tahun sebelumnya. Dendi menyebut hal ini sebagai sinyal kuat bahwa sektor pariwisata dan ekonomi lokal tengah mengalami kebangkitan.

“Data ini menunjukkan minat yang terus berkembang untuk berkunjung ke Batam dari luar negeri. Kami melihat potensi besar untuk terus mengembangkan infrastruktur dan fasilitas penunjang pariwisata,” katanya.

Kombinasi pertumbuhan di sektor domestik dan internasional menjadikan total kenaikan penumpang tahun ini mencapai hampir 30 ribu orang. Ini bukan hanya menjadi angka statistik, tetapi juga gambaran bahwa Batam terus mengukuhkan diri sebagai salah satu destinasi strategis di Indonesia.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas dan layanan di pelabuhan, demi memberikan pengalaman terbaik kepada para penumpang,” ujarnya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Lonjakan Penumpang Lebaran 2025, BP Batam Catat Kenaikan 17 Persen pertama kali tampil pada Metropolis.

Wajib Pajak Batam Dapat Kelonggaran, Jatuh Tempo Pajak Daerah Diperpanjang

0
Sekretaris Bapenda Batam, M Aidil Sahalo. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam resmi memperpanjang jatuh tempo pembayaran dan pelaporan pajak daerah untuk masa pajak Maret 2025. Kebijakan ini diambil karena adanya cuti bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah yang berlangsung dari 28 Maret hingga 7 April 2025.

Sekretaris Bapenda Batam, M Aidil Sahalo, menyatakan bahwa perpanjangan ini bertujuan untuk memberikan kelonggaran kepada wajib pajak yang terdampak oleh libur panjang.

“Kami memahami bahwa cuti bersama dapat memengaruhi aktivitas pembayaran dan pelaporan pajak. Oleh karena itu, kebijakan ini diambil untuk memastikan kepatuhan pajak tetap terjaga,” katanya, Jumat (4/4).

Dalam keputusan yang tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Bapenda Batam Nomor KPTS.3857/900.1.13.1/111/2025, disebutkan bahwa jatuh tempo pembayaran atau penyetoran pajak daerah yang semula pada 10 April 2025 diperpanjang hingga 15 April 2025. Sementara itu, batas akhir pelaporan pajak yang seharusnya 15 April 2025 kini diperpanjang hingga 17 April 2025.

Perpanjangan ini berlaku untuk seluruh wajib pajak yang memiliki kewajiban membayar dan melaporkan pajak daerah. “Kebijakan ini mencakup pajak barang dan jasa tertentu seperti pajak makanan dan minuman, tenaga listrik, jasa perhotelan, jasa kesenian dan hiburan, serta jasa parkir,” tambahnya.

Ia juga mengimbau para wajib pajak agar tetap memperhatikan tenggat waktu yang telah diperpanjang agar tidak terkena sanksi administrasi.

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan perpanjangan ini dengan baik dan tetap memenuhi kewajiban pajaknya tepat waktu,” kata Aidil.

Selain itu, Bapenda Batam juga menyediakan layanan konsultasi bagi wajib pajak yang membutuhkan informasi lebih lanjut. Wajib pajak dapat menghubungi Bapenda melalui media sosial resmi atau datang langsung ke kantor pelayanan pajak daerah.

Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan yang lebih fleksibel bagi masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa meskipun ada libur panjang, wajib pajak tetap dapat menjalankan kewajibannya dengan nyaman tanpa tekanan waktu yang ketat,” lanjut Aidil.

Dengan adanya perpanjangan ini, ia berharap kepatuhan wajib pajak tetap tinggi dan pendapatan daerah tetap optimal demi mendukung pembangunan Batam. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Wajib Pajak Batam Dapat Kelonggaran, Jatuh Tempo Pajak Daerah Diperpanjang pertama kali tampil pada Metropolis.

Tiket RoRo Uban-Punggur untuk Mobil Habis Dipesan Sampai H+6 Lebaran

0
Masyarakat hendak menyeberang ke Batam dari Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Tiket RoRo dari Tanjunguban menuju Telagapunggur untuk kendaraan roda empat atau mobil telah habis dipesan hingga H+6 lebaran atau 6 April 2025.

Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Sukma Nugraha mengatakan, lonjakan kendaraan ke Pelabuhan Telagapunggur terjadi sejak H+1 lebaran dan berlanjut hingga H+3 lebaran.

Layanan kapal RoRo pada H+1 beroperasi hingga sekitar pukul 23.00 WIB.

Sementara layanan kapal RoRo pada H+2 dan H+3 beroperasi hingga sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

BACA JUGA: Tiket dari Tanjungpinang dan Batam Menuju Anambas Ludes Terjual

Lonjakan kendaraan selama libur lebaran membuat tiket kapal ke Pelabuhan Telagapunggur untuk mobil telah habis dipesan sampai dengan H+6.

Saat ini tersisa kuota untuk kendaraan roda dua atau sepeda motor dan pejalan kaki.

Sebelumnya, telah dilakukan penambahan kapal dari reguler tiga kapal menjadi empat kapal.

Bahkan, pada Kamis (3/4/2025), dilakukan penambahan dua kapal lagi sehingga total kapal yang beroperasi menjadi lima kapal, yaitu KMP Satria, KMP Teluk Singkil, KMP Niaga Ferry, KMP Barau, dan KMP Tanjungburang.

Namun, hingga Jumat (4/4/2025) siang, hanya empat kapal yang masih dioperasikan.

Sukma mengimbau masyarakat yang membawa mobil dan belum mendapatkan tiket untuk tidak memaksakan diri datang ke pelabuhan.

“Jangan memaksa ke pelabuhan, daripada kecewa,” pungkasnya.

Seorang warga Batam, Sindi terpaksa meninggalkan mobilnya di Tanjunguban karena tidak mendapatkan tiket kapal RoRo ke Pelabuhan Telagapunggur, hingga H+6 lebaran.

Ia kemudian memesan tiket online untuk mobilnya yang akan diseberangkan pada H+7 lebaran.

Sementara itu, ia dan keluarganya melanjutkan perjalanan ke Batam dengan membeli tiket hanya sebagai penumpang kapal RoRo. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Tiket RoRo Uban-Punggur untuk Mobil Habis Dipesan Sampai H+6 Lebaran pertama kali tampil pada Kepri.

PT BIB Ajukan 20 Penerbangan pada Arus Balik

0
Penumpang memadati konter maskapai penerbangan saat akan melakukan check-in di Bandara Internasional Hang Nadim, Selasa (25/3) lalu. Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Arus mudik Lebaran 2025 di Bandara Internasional Hang Nadim mencatatkan pergerakan penumpang sebanyak 192.854 orang, mengalami kenaikan tipis sebesar 2 persen dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 189.113 orang.

Namun, jumlah penerbangan justru menurun 4 persen dari 1.440 penerbangan di tahun 2024 menjadi 1.376 penerbangan pada periode tahun ini.

Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan data tersebut merupakan hasil rekapitulasi selama masa Posko Angkutan Lebaran, yang berlangsung dari 21 Maret hingga 3 April 2025.

“Data tersebut merupakan rekapan dari 21 Maret hingga 3 April atau selama posko angkutan mudik lebaran di Bandara Hang Nadim dibuka,”ujar Pikri , Jumat (4/4).

Menghadapi arus balik yang diprediksi memuncak pada akhir pekan ini, yakni Sabtu (5/4) dan Minggu (6/4), PT BIB telah mengajukan 20 penerbangan tambahan, dengan 9 diantaranya telah diajukan pada hari ini untuk mengakomodasi lonjakan penumpang.

“Kami telah ajukan 20 penerbangan tambahan untuk mengakomodir penumpang di momen arus balik akhir pekan, sebab diperkirakan puncaknya terjadi pada Sabtu dan Minggu,” katanya.

Menurutnya, hari dengan arus mudik tertinggi terjadi pada 29 Maret 2025, Bandara Hang Nadim mencatat jumlah penumpang mencapai 19.900 orang dalam satu hari.

Untuk memastikan kelancaran arus balik, pihak bandara telah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung.

“Kami selalu mempersiapkan terutama dalam hal ground handling atau penanganan bagasi, agar arus balik berjalan lancar. Sementara untuk keberangkatan, jumlah penumpang biasanya tidak terlalu banyak,” jelasnya.

PT BIB juga berkomitmen untuk menjaga kualitas pelayanan selama periode angkutan Lebaran, terutama dalam menjaga kenyamanan dan keamanan penumpang di tengah fluktuasi lalu lintas udara. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel PT BIB Ajukan 20 Penerbangan pada Arus Balik pertama kali tampil pada Metropolis.