Selasa, 2 Juni 2026
Beranda blog Halaman 2102

Polsek Galang Intensifkan Pengawasan di Lokasi Wisata Selama Libur Lebaran

0
Personil polsek galang awasi kawasan wisata pantai untuk keamanan dan kenyamanan pengunjung. Foto. Humas Polsek Galang

batampos – Polsek Galang Batam terus meningkatkan pengawasan di sejumlah lokasi wisata sepanjang libur Lebaran tahun ini. Fokus utama pengawasan berada di kawasan wisata pantai yang tersebar di wilayah hukum Polsek Galang, terutama yang berada di sekitar Jembatan Barelang.

Kapolsek Galang, Iptu Alex Yasral, menyampaikan bahwa pengawasan akan semakin ditingkatkan menjelang akhir pekan. Hal ini disebabkan prediksi meningkatnya jumlah pengunjung ke lokasi-lokasi wisata, khususnya pantai yang menjadi destinasi favorit masyarakat selama libur panjang.

“Petugas bekerja penuh untuk memastikan aktivitas masyarakat berlangsung aman. Kawasan wisata tetap menjadi prioritas utama demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengunjung,” ujar Iptu Alex Yasral, Jumat (4/4).

Sejak hari pertama Lebaran, Polsek Galang telah melakukan pengawasan secara maksimal di berbagai titik. Tak hanya di kawasan wisata, pengamanan juga difokuskan di rumah-rumah ibadah selama umat Muslim melaksanakan rangkaian ibadah Hari Raya Idul Fitri.

Menurut Iptu Alex, hingga saat ini situasi di wilayah hukum Polsek Galang masih dalam kondisi aman dan terkendali. Tidak ditemukan adanya gangguan yang berarti, baik dari segi kamtibmas maupun kelancaran arus lalu lintas di sepanjang libur Lebaran.

Ia juga mengungkapkan bahwa koordinasi antar petugas di lapangan berjalan dengan baik. Keberadaan aparat kepolisian memberikan rasa tenang bagi masyarakat yang hendak berwisata maupun beribadah selama momen perayaan ini.

Menjelang akhir pekan yang diperkirakan akan menjadi puncak kunjungan wisatawan, Polsek Galang mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan yang berlaku di lokasi wisata. Kepatuhan terhadap aturan dianggap penting untuk menjaga keselamatan bersama.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menjaga kebersihan lingkungan wisata. Sampah yang berserakan tidak hanya mengganggu keindahan, tetapi juga dapat mencemari lingkungan dan mengganggu kenyamanan pengunjung lainnya.

Kapolsek juga mengingatkan para orang tua untuk memperhatikan aktivitas anak-anak mereka saat berada di wahana permainan air atau di area pantai. Langkah ini penting untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan atau anak-anak yang terpisah dari orang tua.

Dengan berbagai langkah pengamanan dan himbauan yang diberikan, Polsek Galang berharap liburan Lebaran dapat dinikmati dengan aman, tertib, dan penuh kebahagiaan oleh seluruh masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Polsek Galang Intensifkan Pengawasan di Lokasi Wisata Selama Libur Lebaran pertama kali tampil pada Metropolis.

Lahan Resapan Air Ditimbun, Ancaman Banjir Bayangi Warga

0
Kawasan resapan air di Marina yang ditimbun. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Maraknya pembangunan di sejumlah wilayah Kota Batam, terutama di Batuaji, Sagulung, dan Marina Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, semakin menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Penimbunan lahan yang sebelumnya merupakan kawasan resapan air dan penyempitan aliran sungai dituding menjadi penyebab utama meningkatnya intensitas banjir belakangan ini.

Masyarakat di sejumlah kawasan tersebut menilai aktivitas pembangunan yang tidak mempertimbangkan aspek lingkungan harus segera dievaluasi ulang. Selain berdampak pada ekosistem, pembangunan tersebut juga dinilai sebagai pemicu utama terjadinya banjir dan genangan air, seperti yang terjadi di beberapa titik pemukiman.

Salah satu wilayah yang menjadi sorotan adalah kawasan Marina, termasuk Perumahan Beni Raya. Kawasan ini sempat mengalami banjir besar beberapa waktu lalu yang bahkan memerlukan penurunan tim evakuasi. Warga menilai pembangunan yang terlalu padat di sekitar lokasi pemukiman telah mengganggu aliran air dan merusak area resapan alami yang ada.

“Banyak sekali pembangunan di sini. Ada reklamasi, ada juga penimbunan kawasan sungai. Ini yang jadi masalah dengan banjir yang semakin parah dari waktu ke waktu,” ungkap Surya, warga Marina, kepada wartawan.

Tak hanya di Marina, proyek pematangan lahan di belakang pemukiman Kavling Plus Seitemiang juga menuai protes. Aktivitas penimbunan di lokasi tersebut bahkan sempat merusak jembatan dan akses jalan warga saat hujan deras mengguyur di awal Januari lalu. Hingga kini, proyek tersebut masih terus berjalan, dan masyarakat semakin menyoroti dampaknya terhadap lingkungan.

Menanggapi keluhan warga, pihak kelurahan setempat telah menyampaikan laporan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam untuk segera melakukan pengawasan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa proyek-proyek tersebut telah memiliki izin yang sesuai dan tidak menimbulkan kerusakan lingkungan lebih lanjut.

Warga berharap pemerintah kota bertindak cepat dan tegas dalam menyikapi persoalan ini. Mereka khawatir, jika kawasan resapan air terus berkurang, maka risiko bencana banjir akan semakin besar di masa depan. “Ini dampaknya luar biasa nanti kalau semua kawasan resapan air ditimbun. Mohon ini ditindaklanjuti,” kata Mame, warga Kavling Plus.

Selain di Marina, kondisi serupa juga dialami warga di wilayah Sagulung dan Batuaji. Di sana, banyak aktivitas pematangan lahan yang berlangsung intensif tanpa memperhatikan dampak lingkungan. Salah satunya adalah di Tanjunguncang, yang kini menjadi kawasan padat dengan proyek pemotongan bukit dan penimbunan pesisir untuk keperluan industri galangan kapal.

Warga mengeluhkan, pemukiman mereka kerap dilanda banjir, baik akibat hujan deras maupun saat air laut pasang. Air yang seharusnya mengalir ke laut justru kembali menggenangi kawasan pemukiman akibat tidak adanya jalur aliran yang memadai. “Banjir sekarang bukan cuma karena hujan, tapi juga karena air laut pasang. Rumah kami sering terendam,” keluh Ahmad, salah satu warga Tanjunguncang.

Dengan makin luasnya pembangunan tanpa perencanaan lingkungan yang matang, masyarakat mendesak agar pihak berwenang segera turun tangan. Mereka berharap ada regulasi yang ketat dan pengawasan langsung dari pemerintah agar pembangunan di Batam tidak menjadi bumerang yang merugikan warga. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Lahan Resapan Air Ditimbun, Ancaman Banjir Bayangi Warga pertama kali tampil pada Metropolis.

Ditreskrimsus Polda Kepri Libatkan Ahli ITB Selidiki Kerusakan Lingkungan di DAS Baloi

0
Polda Kepri

batampos – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri tengah menyelidiki dugaan pengrusakan lingkungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Baloi, Kecamatan Lubukbaja, Kota Batam. Polemik mencuat ke permukaan setelah ditemukan aktivitas penimbunan tanah di alur sungai yang melintasi kawasan Perumahan Kezia Residence dan Permata Baloi, Kelurahan Baloi Indah.

Penyempitan alur sungai secara drastis memicu reaksi keras dari masyarakat, terlebih setelah informasi mengarah pada keterlibatan seorang Anggota DPRD Provinsi Kepri dan pihak pengembang yang diduga berada di balik aktivitas ilegal tersebut.

Kasubdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Zamrul Aini, menyatakan pemanggilan keterangan sejumlah saksi dan pihak terkait telah dijadwalkan mulai 8 hingga 11 April mendatang.

Baca Juga: Tabir Penimbunan Sungai Baloi Terbuka, Lik Khai di Pusaran Masalah Lingkungan

“Untuk pemanggilan saksi dan pihak terkait sudah dikirimkan untuk tanggal 8 sampai 11 April pekan depan karena saat ini masih menghormati suasana Lebaran Idulfitri,” ujarnya, Jumat (4/4).

Menurut Zamrul, proses pemeriksaan akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari tingkat RT/RW, kelurahan, hingga kecamatan, dan akan berlanjut ke instansi terkait.

“Hal ini dilakukan untuk membangun kronologi kejadian secara menyeluruh dari akar hingga ke level kebijakan,” ujarnya.

Saat ini, penyidik Subdit Tipidter fokus pada pengumpulan bukti dugaan pengrusakan lingkungan yang terjadi di DAS Baloi.

Baca Juga: Bangunan Baloi Apartement Tak Sesuai PL, Li Claudia: Tolong Dirlahan Tindak

“Kami sedang mengumpulkan data dan akan dibantu oleh ahli lingkungan dari ITB untuk meninjau langsung kondisi di lapangan dan menilai sejauh mana kerusakan yang terjadi,” lanjutnya.

Selain itu, Ditreskrimsus juga telah menjalin koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam untuk menentukan titik koordinat lokasi yang terdampak.

Usai libur Lebaran, tim gabungan dijadwalkan melakukan survei lapangan guna memperkuat dugaan adanya pelanggaran terhadap peraturan lingkungan hidup.

Terpisah, berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, penimbunan di alur Sungai Baloi telah berlangsung selama sekitar satu bulan terakhir.

Baca Juga: Sungai di Baloi Ditimbun Secara Ilegal, Li Claudia Ultimatum Pembongkaran, Lik Khai: Saya Akan Bertanggung Jawab

Penimbunan menggunakan material berupa tanah yang bercampur dengan sisa bangunan dari proyek Baloi Apartment milik pengembang. Akibat aktivitas tersebut, lebar sungai yang awalnya sekitar 25 meter kini menyusut drastis menjadi hanya sekitar 5 meter.

Kondisi ini memicu kekhawatiran warga sekitar, mengingat daya tampung sungai yang menurun drastis menyebabkan banjir saat hujan deras melanda wilayah tersebut. Adapun Sungai Baloi sendiri memiliki panjang mencapai 6,51 kilometer dan merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai Sukajadi, yang memiliki peran penting dalam sistem drainase Kota Batam.

Polda Kepri menegaskan akan bertindak tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran terhadap ketentuan perlindungan lingkungan hidup. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Ditreskrimsus Polda Kepri Libatkan Ahli ITB Selidiki Kerusakan Lingkungan di DAS Baloi pertama kali tampil pada Metropolis.

Objek Wisata Bahari di Serbu Pengunjung

0
Pengunjung pantai pelawan saat menikmati wisata bahari di Karimun dengan membawa makanan. f,TRI

batampos– Pada hari ke-4 Idul Fitri 1446 H/2025 M, 4 objek wisata bahari diserbu pengunjung baik itu wisatawan lokal maupun luar daerah. Camat Tebing Khaidir mengungkapkan, untuk wilayahnya ada tiga objek wisata yaitu air terjun dan 2 objek wisata bahari pantai Pongkar dan pantai Ketam.

” Biasanya hari raya ke-3 sudah ramai dikunjungi wisatawan tiga objek wisata tersebut. Sebab, sudah menjadi tradisi pada hari pertama dan hari kedua biasanya silaturahmi keluarga maupun kerabat,” terangnya, Kamis (3/4).

Ketiga objek wisata tersebut, sudah menjadi tempat favorit bagi masyarakat maupun wisatawan luar daerah dan wisatawan manca negara untuk menikmati suasana alam yang masih asri. Baik itu dipegunungan maupun pantai yang ada dipesisir ujung pulau Karimun.

BACA JUGA: Rubber Fender di Pelabuhan Pantai Indah Kijang di Bintan, Hilang

” Kalau dibandingkan wilayah lain, memang pantai pongkar ini sangat menarik dengan pasir putihnya yang membentang luas dan paling indah adalah dapat melihat langsung gunung jantan yang berhiaskan batu granit,” ungkapnya.

Selain pantai pongkar dan pantai ketam, juga ada air terjun yang kondisi hutannya masih asli. Ini, menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk melakukan jelajah hutan. Kemudian, juga ada kolam renang yang tidak kalah menjadi serbuan masyarakat.

” Kebetulan, pas hari raya Idul Fitri berbarengan dengan sembahyang kubur orang tionghoa menjadi ramai tempat objek wisata di kecamatan Tebing ini,” ucapnya.

Sementara dipantai pelawan yang berada dikecamatan Meral Barat juga tidak kalah menjadi buruan masyarakat untuk menikmati suasana pantai. Dimana, rata-rata pengunjung membawa makanan bersama keluarga untuk menyantap makanan.

” Murah meriah bang, bawa keluarga. Kebetulan ada keluarga dari Jawa, sekalian liat-liat pantai pelawan. Sekarang sudah lebih baik ada pondok-pondok,” kata Evi warga Kolong Karimun. (*)

Reporter: Tri Haryono

Artikel Objek Wisata Bahari di Serbu Pengunjung pertama kali tampil pada Kepri.

Pantai Tanjungpinggir Dipadati Pengunjung, Polisi Imbau Warga Waspada dan Jaga Anak

0
Pantai Tanjungpinggir, Sekupang dipadati pengunjung. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Suasana libur Lebaran masih terasa di Pantai Tanjungpinggir, Sekupang. Meski langit mendung dan sesekali turun gerimis, antusiasme warga untuk berlibur bersama keluarga tak surut. Kawasan wisata ini dipadati pengunjung sejak pagi, H+4 Lebaran, Jumat (4/4).

Pantauan Batam Pos, di bibir pantai, anak-anak tampak ceria bermain pasir dan ombak, sementara para orang tua memantau dari kejauhan.

“Anak-anak senang main di sini, apalagi lokasinya dekat dari rumah,” ujar Mutia, seorang pengunjung asal Tiban.

Beberapa wisatawan tampak menggelar tikar dan menikmati bekal bersama keluarga di bawah rindangnya pohon dan angin laut. Sebagian lainnya sibuk mengabadikan momen liburan dengan berswafoto berlatar laut dan pasir pantai.

Meskipun cuaca tidak bersahabat, aktivitas wisata tetap berjalan. Petugas pantai aktif berkeliling mengingatkan pengunjung agar tidak berenang terlalu jauh ke tengah dan selalu memperhatikan keselamatan, terutama anak-anak.

“Kami imbau para pengunjung agar tidak terlalu ke tengah. Orang tua juga harus tetap menjaga anak-anaknya,” kata seorang petugas pantai.

Untuk mendukung kenyamanan dan keamanan masyarakat, Polsek Sekupang turut menggelar kegiatan Jumat Curhat di lokasi tersebut. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Sekupang, Kompol Benhur Gultom, dan dihadiri Bhabinkamtibmas dari seluruh kelurahan di Kecamatan Sekupang serta personel patroli.

Dalam sambutannya, Kapolsek menyampaikan bahwa kehadiran aparat kepolisian di lokasi wisata tidak hanya sebatas pengawasan, namun juga sebagai bentuk pendekatan humanis kepada masyarakat.

“Kami hadir bukan hanya untuk mendengarkan curhatan masyarakat, tapi juga memberikan edukasi terkait keamanan dan keselamatan di lokasi wisata. Ini adalah komitmen kami dalam membangun kedekatan dengan warga,” jelas Benhur.

Ia mengingatkan beberapa hal penting kepada masyarakat, antara lain agar orang tua tidak lengah saat anak-anak bermain di pantai, menjaga kebersihan lingkungan, tidak membawa barang-barang berharga secara berlebihan, serta mematuhi rambu dan imbauan petugas.

“Kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan sangat penting. Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Kita semua harus sama-sama menjaga agar kawasan wisata tetap aman dan nyaman,” tegasnya.

Kehadiran polisi mendapat sambutan baik dari pengunjung. Intan, salah seorang wisatawan asal Sekupang, merasa lebih tenang saat berlibur bersama keluarga karena adanya pengawasan dari aparat.

“Senang rasanya melihat polisi aktif mengingatkan kami secara langsung. Anak-anak jadi lebih aman bermain, dan kami sebagai orang tua juga lebih tenang,” ucapnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Pantai Tanjungpinggir Dipadati Pengunjung, Polisi Imbau Warga Waspada dan Jaga Anak pertama kali tampil pada Metropolis.

3 Kecamatan di Anambas Sudah Dialiri Listrik Selama 24 Jam, Warga Berharap Perekonimian Terus Berkembang

0
Kepala PLN Anambas, Ade Listrian saat meninjau ke mesin pembangkit listrik yang berada di Desa Nyamuk, Kecamatan Siantan Timur. Kini warga sudah bisa menikmati listrik selama 24 jam. f. pln untuk batampos

batampos– Warga di 3 Kecamatan yang ada di Anambas akhirnya bisa merasakan aliran listrik selama 24 jam. Ketiga kecamatan ini yakni Siantan Utara, Siantan Timur dan Jemaja Barat.

Sebelumnya warga hanya menikmati aliran listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) hanya 12 jam saja. Dimulai dari pukul 17.00 WIB sore hingga 06.00 WIB pagi.

“Alhamdulillah sudah 24 jam, dapat membantu warga kita dalam beraktifitas,” ujar Ariyadi, Kepala Desa Mubur, Kecamatan Siantan Utara kepada batampos, Kamis, (3/4).

BACA JUGA: Kapal Pengangkut Solar Terbakar, PLN Pastikan Distribusi Listrik di Subi Berjalan Normal

Kini, ia optimis bahwa perekonomian di Mubur khususnya Siantan Utara akan berkembang dengan dukungan listrik yang stabil.

“Anak-anak bisa belajar dengan tenang di malam hari, dan usaha di Desa kami jadi lebih lancar karena bisa menggunakan kulkas dan alat lainnya,” kata Aryadi dengan penuh harapan.

Ditempat terpisah, Kepala PLN Anambas, Ade Listrian mengatakan aliran listrik 24 jam mulai diberlakukan sejak 27 maret lalu dan sudah mendapat persetujuan dari PLN Unit Wilayah Riau-Kepri yang berada di Pekanbaru.

“Kita letakkan mesin di 3 kecamatan ini dengan daya yang luar biasa, agar warga bisa menikmati listrik tanpa kendala,” ujar Ade Listrian.

Ade menguraikan untuk Jemaja Barat mesin diletakkan di Desa Impol dengan daya 80 Kw, Siantan Utara mesin diletakkan di Desa Mubur dengan daya 650 Kw dan Siantan Timur mesin diletakkan di Desa Nyamuk dengan daya 320 Kw.

“Daya yang ada dimesin ini sesuai dengan jumlah rumah penduduk di masing-masing wilayah,” sebut Ade.

Menyalanya listrik selama 24 jam ini menunjukkan komitmen PLN dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat khususnya yang berada di daerah kepulauan.

“Kedepan kami berharap masyarakat lebih peduli lagi dalam menggunakan listrik setidaknya membayar tagihan secara tepat waktu,” pungkas Ade Listrian. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel 3 Kecamatan di Anambas Sudah Dialiri Listrik Selama 24 Jam, Warga Berharap Perekonimian Terus Berkembang pertama kali tampil pada Kepri.

1 Rumah di Kampung Baru Roboh, Kapolsek Dabo dan Warga Gotong Royong Bersihkan Puing Bangunan

0
Kapolsek Dabo Singkep AKP Zainur beserta personel Polsek Dabo dibantu Babinsa dan warga setempat melakukan Evakuasi reruntuhan Puing bangunan rumah warga Kampung Baru yang roboh pada Jumat (4/4). F. Vatawari/BATAM POS

batampos– Sebuah rumah milik salah seorang warga Kampung Baru RT 001 RW 003 Kecamatan Singkep Kabupaten Lingga ambruk. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 18.00 WIB pada Kamis (3/4). Saat kejadian rumah dalam kondisi kosong karena pemilik rumah sedang berada di Batam dan suaminya sedang bekerja.

Pantauan Batampos, di lokasi kejadian terlihat dinding bagian dapur rumah tersebut ambruk dan sebagian puing-puing beton masih tergantung akibat tersangkut pada besi bangunan.

Di lokasi kejadian terlihat Kapolsek Dabo Singkep, AKP Zainur beserta anggotanya, Babinsa dan warga setempat membantu melakukan evakuasi terhadap puing-puing dari reruntuhan bangunan tersebut.

BACA JUGA: Bupati, Wabup dan Sekda Karimun Open House di Rumah Dinas

Hendra Kusuma, Ketua RW 003 mengatakan insiden ini terjadi pada saat sore hari menjelang Magrib dimana pemilik rumah sedang tidak berada di rumahnya karena sebagian berada di Batam dan suaminya sedang bekerja.

“Kejadian ambruknya rumah ini terjadi pada saat sore hari menjelang Maghrib, sekitar pukul 18.00 WIB. Rumah tersebut dalam kondisi kosong tidak karena pemilik rumah sedang berada di Luar Daerah dan suaminya sedang bekerja,” ujar Hendra saat diwawancarai pihak Batampos pada Jumat (4/4).

Sementara itu, Kapolsek Dabo Singkep, AKP Zainur menjelaskan penyebab dari robohnya bangunan tersebut dikarenakan pondasi dari bangunan tersebut yang tidak kokoh dan posisi bangunan berada di atas bukit.

“Penyebabn robohnya bangunan ini bukan karena faktor alam, melainkan pondasi bangunan yang memang tidak kokoh menyebabkan pondasi tersebut patah dan letak bangunan berada di atas bukit,” ujar AKP Zainur.

Selanjutnya, Kapolsek Dabo mengatakan dalam insiden ini tidak ada korban jiwa karena memang pada saat kejadian rumah dalam keadaan kosong dan pemilik rumah sedang berada di luar Daerah.

“Dalam insiden ini memang tidak ada korban jiwa karena pada saat kejadian rumah dalam keadaan kosong karena pemilik rumah sedang tidak berada di tempat,” ungkapnya.

Kapolsek Dabo sudah berkoordinasi dengan pemilik rumah untuk proses pembangunan kembali rumah yang ambruk ini apakah nanti akan di kerjakan sendiri atau perlu bantuan dari pihak kepolisian khusunya dari Polsek Dabo dan warga setempat.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan pemilik rumah telerkait untun perbaikan rumah yang ambruk ini. Apakah nanti pemilik rumah akan melakukan sendiri atau nanti jika perlu bantuan dari anggota Polsek Dabo tinggal menghubungi saja dan kami akan siap membantu,” tutup AKP Zainur. (*)

Reporter: Vatawari

 

Artikel 1 Rumah di Kampung Baru Roboh, Kapolsek Dabo dan Warga Gotong Royong Bersihkan Puing Bangunan pertama kali tampil pada Kepri.

Buka Turnamen Sepakbola, Bupati Dorong Atlit Agar Bisa Bersinar Seperti Ramadhan Sananta

0
Bupati Anambas, Aneng melalukan tendangan pertama menandakan turnamen sepakbola Pemdes Ladan dimulai. f.ihsan

batampos– Bupati Anambas, Aneng mendorong atlit sepakbola setempat untuk bisa bersaing ditingkat nasional.

Hal ini dikatakan Aneng saat membuka turnamen sepak bola yang digelar Pemerintah Desa Ladan, Kamis, (3/4).

“Kita ketahui bersama anak Provinsi Kepri saat ini sudah ada masuk ke Timnas yakni Ramadhan Sananta. Dia asal Lingga, saya harap kedepan ada anak Anambas yang berhasil mengikuti jejak Ramadhan Sananta,” ujar Aneng dihadapan atlit sepakbola yang akan berlaga.

BACA JUGA: Jaring Bibit Atlit, AFK Anambas Turun ke Sekolah Sosialisasikan Rencana Turnamen Futsal Antarpelajar

Selain itu, politisi Demokrat ini mengapresiasi kekompakan dari masyarakat Desa Ladan yang bahu membahu menggelar turnamen sepak bola.

“Luar biasa, masyarakat sangat antusias menghadiri kegiatan ini. Saya berharap, masyarakat tetap selalu menjaga kekompakannya,” kata Aneng.

Sementara itu, Ketua Panitia, Alwin mengatakan turnamen ini digelar setiap setahun sekali menjelang hari jadi Desa Ladan.

“Terdapat 64 tim yang akan berlaga dengan durasi selama 32 hari,” ujar Alwin.

Selain sepak bola, pihaknya berencana akan menggelar turnamen voli yang bakal di laksanakan beberapa waktu kedepan.

“Total hadiah masih kita anggarkan, kira-kira lebih tinggi dari tahun kemarin. Tahun kemarin 26 juta, insya allah tak turun dari tahun kemarin,” kata Alwin.

Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, turnamen ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antarpemuda dan masyarakat setempat. Dengan semangat kebersamaan dan sportivitas, diharapkan turnamen tahun ini dapat berjalan dengan sukses hingga akhir. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

 

Artikel Buka Turnamen Sepakbola, Bupati Dorong Atlit Agar Bisa Bersinar Seperti Ramadhan Sananta pertama kali tampil pada Kepri.

Empat Remaja Tersesat di Hutan Telaga Biru Batam, Berhasil Ditemukan Selamat

0
Tim penyelamat saat menemukan para remaja yang tersesat di Hutan Telaga Biru. f.ist

batampos– Empat remaja dilaporkan tersesat di kawasan hutan Telaga Biru, Tiban, Kota Batam, Kamis (3/4) malam. Beruntung, keempatnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat setelah tim gabungan melakukan pencarian selama kurang lebih dua jam.

Informasi awal diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Batam pada pukul 19.20 WIB. Menanggapi laporan tersebut, Basarnas Batam langsung mengerahkan lima personel ke lokasi kejadian sesuai instruksi dari Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli.

Kepala Pos Basarnas Batam, Dedius, mengatakan proses pencarian melibatkan sinergi dari berbagai pihak, termasuk Ditpolairud Polda Kepri, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam, dan warga sekitar.

BACA JUGA: Kecelakaan Tunggal Terjadi di Depan Puri Selebriti 3, Joko Tewas

“Begitu menerima informasi adanya empat remaja yang tersesat di kawasan Telaga Biru, kami langsung bergerak cepat. Tim membawa sejumlah peralatan pendukung seperti GPS, senter, dan peralatan medis,” ujar Dedius.

Keempat remaja yang tersesat diketahui tengah bermain di sekitar area air terjun sebelum akhirnya kehilangan arah dan tidak bisa menemukan jalan keluar dari hutan. Mereka masing-masing adalah Reyhandsyah Gunawan (18), warga Bengkong Palapa, Arif Rahman Hakim (17), warga Sei Nayon, Rama Saputra (17), warga Sei Nayon, dan Muhammad Fahrin (17), warga Bengkong Abadi.

“Sekitar pukul 21.20 WIB, seluruh korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Mereka langsung kami evakuasi dan diberikan pertolongan pertama,” jelas Dedius.

Menurutnya, pencarian berlangsung cukup menantang karena medan yang gelap dan cukup terjal. Namun, berkat koordinasi yang baik antar tim serta bantuan warga setempat, operasi SAR bisa diselesaikan dengan cepat dan lancar.

Setelah proses evakuasi, keempat remaja tersebut dipastikan dalam kondisi sehat dan sudah kembali ke rumah masing-masing.

Basarnas mengimbau masyarakat, terutama anak muda, untuk selalu berhati-hati dan mempertimbangkan faktor keselamatan saat beraktivitas di alam terbuka, serta tidak lupa memberi tahu lokasi keberadaan mereka kepada keluarga atau teman terdekat. (*)

Reporter: Rengga

Artikel Empat Remaja Tersesat di Hutan Telaga Biru Batam, Berhasil Ditemukan Selamat pertama kali tampil pada Metropolis.

Libur Lebaran, Pulau Penyengat Dipadati Wisatawan

0
Wisatawan beramai-ramai mengunjungi Balai Adat di Pulau Penyengat untuk menikmati libur lebaran Idulfitri 2025, Kamis (3/4). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Objek wisata religi Pulau Penyengat, di Kota Tanjungpinang, Kepri dipadati oleh wisatawan saat libur lebaran Idul Fitri 2025. Para pengunjung silih berganti, untuk menghabiskan waktu di tempat bersejarah tersebut.

Para wisatawan yang hendak ke Pulau Penyengat, terlebih dahulu harus mengantre di Dermaga Pelantar Kuning untuk menaiki kapal pompong, yang merupakan transportasi satu-satunya menuju tempat itu.

Menurut wisatawan asal Kota Batam, Rahmat menyatakan bahwa ia sengaja datang ke Pulau Penyengat untuk bernostalgia. Sebab, ia mengaku sudah sekian lama tidak menikmati keindahan Pulau yang kaya akan sejarahnya itu.

BACA JUGA: Menteri Kebudayaan Fadli Zon Kunjungi Pulau Penyengat

“Kita selalu menyempatkan waktu ke sini (Pulau Penyengat). Selain untuk wisata, kami juga ingin mengenalkan anak-anak pada sejarah dan budaya Melayu yang kaya. Masjid di sini juga selalu membuat hati terasa tenang,” kata Rahmat, Kamis (3/4).

Lokasi yang menjadi pusat perhatian wisatawan di Pulau Penyengat, ialah Masjid Raya Sultan Riau Penyengat dan Balai Adat. Para wisatawan terlihat langsung melaksanakan salat dan bersantai di pondok-pondok, yang ada di halaman Masjid.

Kemudian Balai Adat, wisatawan dapat mengenakan pakaian adat Melayu serta mengenal lebih jauh tentang kebudayaan di ibu kota Provinsi Kepri tersebut.

Pulau Penyengat, hingga saat ini selalu menjadi destinasi favorit saat lebaran. Bahkan, mengunjungi Pulau Penyengat saat lebaran sudah dijadikan tradisi oleh sebagian orang.

“Sudah menjadi tradisi bagi keluarga kami untuk berziarah ke makam-makam dan beribadah di Masjid Sultan Riau. Suasana di sini selalu membuat kami merasa damai dan penuh makna,” pungkas Fitri, warga Tanjungpinang. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Libur Lebaran, Pulau Penyengat Dipadati Wisatawan pertama kali tampil pada Kepri.