Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 2102

BLINK BP Batam Permudah Warga Perpanjangan UWT

0
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait

batampos– BP Batam Layanan Keliling (BLINK) hadir lagi di tengah masyarakat untuk mempermudah proses perpanjangan Uang Wajib Tahunan (UWT).

Pada Selasa (21/1) ini, layanan tersebut menyambangi warga Perumahan Muka Kuning Indah I, yang dengan antusias memanfaatkan kemudahan yang ditawarkan. Sejak pagi, warga telah berbondong-bondong mendatangi lokasi pelayanan untuk memperpanjang UWT mereka.

Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, menyampaikan bahwa BLINK merupakan wujud komitmen BP Batam dalam memberikan kemudahan kepada masyarakat, khususnya dalam pengurusan perizinan berusaha (NIB) dan perpanjangan UWT.

BACA JUGA: Sudah Bayar UWTO, Alokasi Lahan Isunya Dibatalkan, Manajemen Perusahaan Lapor ke Bareskrim

“Sesuai arahan Kepala BP Batam, Bapak Muhammad Rudi, selain untuk memberikan edukasi, kehadiran BLINK diharapkan mampu mempermudah urusan masyarakat,” katanya.

Selain di Perumahan Muka Kuning Indah I, layanan BLINK juga menjangkau warga Perumahan Sarmen Raya, Bengkong. Dalam upaya proaktifnya, petugas BLINK bahkan mendatangi rumah seorang warga yang tengah terbaring sakit untuk membantu proses perpanjangan UWT setelah menerima permohonan sebelumnya.

Ketua RW 05 Sarmen Raya, Jasman, menyampaikan apresiasinya atas pelayanan ini. “Saya selaku Ketua RW sangat berterima kasih kepada BP Batam yang telah mengadakan kegiatan layanan perpanjangan UWT di perumahan Sarmen Raya, sehingga urusan warga kami menjadi lebih mudah dan cepat selesai,” katanya.

BP Batam terus berupaya meningkatkan layanan bagi masyarakat dengan menghadirkan BLINK di berbagai lokasi strategis di Batam. Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan layanan ini guna memperlancar proses perizinan yang dibutuhkan. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel BLINK BP Batam Permudah Warga Perpanjangan UWT pertama kali tampil pada Metropolis.

Kasus PMK Tak Ada Ditemukan di Karimun

0
Karimun belum ditemukan kasus PMK terhadap hewan ternak. f,TRI

batampos– Belum lama ini di beberapa daerah terjadi kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau Foot and Mouth Disease (FMD) penyakit hewan yang sangat menular dan menyerang semua hewan berkuku belah atau genap seperti sapi, kerbau, babi, kambing, domba termasuk hewan liar seperti gajah, rusa dan sebagainya.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Karimun Sukrianto Jaya Putra ketika dikonfirmasi apakah sudah terdapat kasus PMK di kabupaten Karimun. Ia mengatakan, hingga saat ini belum ditemukan kasus PMK terhadap hewan-hewan ternak milik masyarakat.

BACA JUGA: Kasus PMK Belum Ditemukan di Bintan, Peternak Diminta Menjaga Kesehatan Hewan Ternak

” Alhamdulillah, belum dapat informasi dari peternak hewan sapi maupun kambing. Mudah-mudahan tidak adalah, semua hewan yang datang dari luar Karimun tetap dilakukan pemeriksaan terdahulu,” terangnya, Senin (20/1).

Namun demikian, kata Sukri lagi pihaknya juga bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Kepri akan melakukan vaksinasi yang direncanakan pada awal bulan Februari mendatang. Vaksinasi tersebut, hanya terbatas untuk dipulau Karimun saja.

” Tapi status daerah kita (Karimun) terduga PMK. Makanya, sudah dilakukan antisipasi semuanya,” ujarnya.

Maka demikian, pihaknya terus melakukan antisipasi dan pencegahan melalui penyuluhan kepada pemilik peternak. Meminimalisir pergerakan lalu lintas ternak antar kecamatan dan desa kelurahan khusunya ternak sapi, kerbau, kambing, domba dan babi.

” Insyallah, amanlah. Memang tidak cukup banyak disini, peternak sapi dan kambing. Paling penting, saling memberikan informasi agar segera diantisipasi cepat apabila ada hewan yang sakit,” ucapnya.

Sementara Yasminto salah seorang peternak kambing menuturkan, hingga saat ini hewan ternaknya tidak ada masalah.

” Kalau dilihat sih, kambing-kambing saya sehat-sehat saja. Tiap hari dibersihkan kandangnya, biar tidak terjangkit penyakitkan,” katanya.(*)

Reporter: Tri Haryono

Artikel Kasus PMK Tak Ada Ditemukan di Karimun pertama kali tampil pada Kepri.

Pelajar Tetap Masuk Sekolah hingga Jelang Lebaran

0
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan soal rencana kebijakan pemerintah terkait libur sekolah di bulan Ramadan. (Zalzilatul Hikmia/Jawa Pos)
JawaPos.com – Pemerintah secara resmi menerbitkan surat edaran terkait libur sekolah selama Ramadan 1446 Hijriah. Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, serta Menteri Dalam Negeri itu tertuang dalam Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan Tahun 144M6 Hijriah/ 2025.
Dalam aturan itu disebutkan para siswa belajar di rumah selama sepekan pertama bulan Ramadan, yakni pada 27 dan 28 Februari, serta 3 Maret hingga 5 Maret 2025.
“Kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat sesuai penugasan dari sekolah/ madrasah/ satuan pendidikan keagamaan,” tulis surat edaran tersebut, dikutip Selasa (21/1).
Kemudian, para siswa mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah/madrasah/satuan pendidikan dari 6 Maret hingga 25 Maret 2025. Selain kegiatan pembelajaran, para pelajar diharapkan melaksanakan kegiatan yang bermanfaat selama Ramadan.
Kegiatan tersebut untuk meningkatkan iman dan takwa, akhlak mulia, kepemimpinan, dan kegiatan sosial yang membentuk karakter mulia, dan kepribadian utama.
“Bagi peserta didik yang beragama Islam dianjurkan melaksanakan kegiatan tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, kajian keislaman, dan kegiatan lainnya yang meningkatkan iman, takwa, dan akhlak mulia,” tulis huruf b angka 1.
Sementara, bagi peserta didik yang beragama selain Islam, dianjurkan melaksanakan kegiatan bimbingan rohani dan kegiatan keagamaan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing- masing.
Surat edaran itu juga menyebutkan, libur lebaran atau Idul Fitri bagi sekolah/madrasah/satuan pendidikan keagamaan akan berlangsung selama dua pekan. Libur sekolah saat Idul Fitri akan berlangsung pada 26 hingga 28 Maret 2025 serta 2, 3, 4, 7, dan 8 April 2025.
“Selama libur ldul Fitri, peserta didik diharapkan melaksanakan silaturahmi dengan keluarga dan masyarakat untuk meningkatkan persaudaraan dan persatuan,” tulis surat edaran itu.
Lebih lanjut, kegiatan pembelajaran di sekolah/madrasah/satuan pendidikan keagamaan dilaksanakan kembali pada 9 April 2025. Dalam surat edaran itu, pemerintah daerah diminta menyiapkan perencanaan kegiatan pembelajaran selama Ramadan untuk dipedomani oleh sekolah.
Selain itu, Pemerintah daerah juga diminta menyelaraskan waktu pelaksanaan kegiatan pembelajaran di sekolah selama Ramadan.
Sementara, kantor wilayah Kementerian Agama di tingkat provinsi dan kabupaten/kota diminta menyiapkan perencanaan kegiatan pembelajaran selama Ramadan untuk dipedomani madrasah/satuan pendidikan keagamaan. Kantor wilayah Kementerian Agama juga diminta menyelaraskan waktu pelaksanaan kegiatan pembelajaran di madrasah/satuan pendidikan keagamaan selama Ramadan.
“Orang tua/wali membimbing dan mendampingi peserta didik dalam melaksanakan ibadah. Memantau peserta didik pada saat melaksanakan kegiatan belajar mandiri,” bunyi surat edaran itu. (*)
Sumber: JP Group

Artikel Pelajar Tetap Masuk Sekolah hingga Jelang Lebaran pertama kali tampil pada News.

Jalan Depan RS Aini di Batuaji Sudah Bisa Digunakan Kembali

0
Jalan dekat RS Mutiara Aini sudah kembali bisa dilalui. f. Eusebius Sara

batampos– Akses jalan di depan Rumah Sakit Aini, Kelurahan Buliang, Kecamatan Batuaji, Kota Batam, kini sudah dapat dilalui kembali. Setelah sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat hujan deras yang mengguyur pada awal pekan lalu, Pemerintah Kota Batam telah melakukan penimbunan sebagai perbaikan sementara. Namun, jalan tersebut belum diaspal ulang dan masih berupa timbunan tanah.

Kerusakan jalan ini awalnya disebabkan oleh intensitas hujan yang sangat tinggi, yang mengakibatkan banjir parah di sekitar wilayah Batuaji, termasuk kawasan Kodim. Muklis, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa banjir mencapai ketinggian hampir setinggi badan orang dewasa. “Air dari kawasan Kodim meluap ke sini. Selasa siang banjir masih tinggi, lalu aspal jalan mulai amblas, dan pada Rabu sore seluruh badan jalan jebol,” katanya.

BACA JUGA: Akses Jalan Depan RS Aini Batuaji Masih Ditutup, Perbaikan Belum Rampung

Sebelum perbaikan dilakukan, arus lalu lintas di kawasan tersebut terpaksa dialihkan melalui jalan alternatif di depan ruko yang berada di seberang jalan. Kini, arus lalu lintas kembali normal, meskipun pengendara harus berhati-hati karena jalan masih berupa tanah timbunan. Yanti, warga setempat, berharap perbaikan dapat segera dilanjutkan hingga pengaspalan agar jalan kembali mulus seperti semula.

Kerusakan jalan ini diperparah oleh aktivitas penggalian kabel di sekitar lokasi retakan awal. Rudi Gunawan, anggota Karang Taruna Batuaji, menjelaskan bahwa penggalian tersebut membuat kondisi jalan yang menjadi jalur drainase air semakin rapuh. “Awalnya hanya retakan kecil, tapi penggalian kabel memperburuk situasi hingga jalan amblas seluruhnya,” ujar Rudi.

Suhardi, tokoh masyarakat setempat, meminta pemerintah untuk mengevaluasi dan mengawasi penggalian jaringan kabel agar tidak merusak jalan atau saluran drainase. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang di masa depan. “Kalau penggalian tidak dikontrol, dampaknya seperti ini. Masyarakat yang dirugikan,” tegasnya.

Perbaikan sementara dimulai dengan pembersihan material tanah dan pepohonan oleh Dinas Pertamanan Pemko Batam. Selanjutnya, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air akan melanjutkan proses perbaikan secara menyeluruh. Sekretaris Kecamatan Batuaji, Anwaruddin, menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk percepatan perbaikan jalan tersebut.

Ketua RT 01 RW 14 Kelurahan Buliang, Sujadmiko, juga berharap perbaikan rampung sebelum hujan deras kembali mengguyur. “Kalau hujan besar datang lagi, kerusakan bisa semakin meluas. Harapannya segera selesai agar aktivitas warga tidak terganggu,” ujarnya.

Akses jalan ini merupakan jalur vital bagi masyarakat sekitar, terutama untuk menuju fasilitas kesehatan seperti RS Aini. Pemko Batam diharapkan dapat mempercepat perbaikan jalan agar warga dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman. (*)

Reporter: Eusebius Sara

 

 

Artikel Jalan Depan RS Aini di Batuaji Sudah Bisa Digunakan Kembali pertama kali tampil pada Metropolis.

Belum Diketahui Pasti Jumlah Buaya yang Lepas, Tim Sudah Berhasil Tangkap Kembali 34 Ekor Buaya

0
Pekerja perusahaan penangkaran buaya di Pulau Bulan sedang memperbaiki pagar kawat yang jebol. F.Istimewa

batampos– Pulau Bulan dan sekitarnya masih diselimuti ketegangan akibat insiden lepasnya buaya dari lokasi penangkaran milik PT PJK. Hingga Selasa (21/1), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Seksi Konservasi Wilayah II Batam melaporkan bahwa 34 ekor buaya telah berhasil ditangkap. Penangkapan ini melibatkan tim gabungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat.

Kepala BBKSDA, Tommy Steven Sinambela, menyebutkan bahwa dalam penangkapan terakhir, dua ekor buaya berhasil diamankan. “Semalam satu ekor, dan subuh tadi satu ekor lagi. Totalnya sudah 34 ekor yang berhasil ditangkap, kebanyakan buaya berukuran besar,” ujar Tommy.

Proses penangkapan dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan keamanan masyarakat dan satwa tersebut.

Tommy juga menegaskan bahwa pihaknya masih fokus pada perburuan buaya yang lepas. Evaluasi lebih lanjut, termasuk tindakan terhadap perusahaan, akan dilakukan setelah arahan dari pemerintah pusat. Namun, ia mengakui bahwa proses pengeringan kolam penangkaran untuk menghitung jumlah buaya yang tersisa terkendala cuaca buruk. “Musim hujan membuat air kolam belum kering sepenuhnya, sehingga kami belum bisa memastikan berapa jumlah buaya yang lepas,” katanya.

Kapolsek Bulang, Iptu Adyanto Syofyan, turut mengerahkan anggotanya dalam operasi penangkapan ini. Ia memastikan bahwa pihaknya bekerja sama erat dengan BBKSDA untuk menangkap semua buaya yang lepas. “Kami terus berupaya maksimal demi keselamatan masyarakat. Setiap buaya yang ditemukan akan segera diamankan dan dikembalikan ke penangkaran,” tegasnya.

BACA JUGA: Sudah 32 Ekor Buaya yang Terlepas dari Penakaran PT PJK di Pulau Bulan Ditangkap Kembali

Insiden ini memicu kekhawatiran serius di kalangan masyarakat Pulau Bulan. Banyak warga mengurangi aktivitas melaut karena takut serangan buaya. Azman, seorang nelayan setempat, mengungkapkan bahwa rasa takut membuat mereka terburu-buru menyelesaikan pekerjaan di perairan. “Buaya-buaya itu sudah hampir dua minggu tidak makan. Pasti jadi lebih ganas,” ujar Azman.

Camat Bulang, Ramadhan, juga menyoroti keresahan warga. Ia meminta pihak perusahaan segera menyelesaikan masalah ini agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman. “Perusahaan harus bertanggung jawab. Jangan sampai masyarakat jadi korban,” kata Ramadhan.

Meski ada sayembara dengan hadiah uang tunai bagi siapa saja yang berhasil menangkap buaya, tawaran ini tidak banyak mendapat respons dari warga. Menurut mereka, risiko menangkap buaya terlalu tinggi dibandingkan dengan hadiahnya. “Ini buaya, bukan kucing. Sebelum dapat uang, kaki bisa hilang duluan. Kami tidak berani,” kata Suhardi, warga Pulau Bulan.

Perburuan buaya bahkan meluas hingga ke pulau-pulau terluar untuk memastikan semua buaya yang lepas dapat diamankan. Namun, hingga kini, jumlah pasti buaya yang kabur masih menjadi misteri karena kolam penangkaran belum sepenuhnya kering. Hal ini mempersulit upaya penghitungan buaya yang tersisa.

Kapolsek Bulang menyatakan bahwa pihaknya juga memasang spanduk himbauan di berbagai lokasi untuk mengingatkan masyarakat agar tetap waspada. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di area perairan jika tidak mendesak,” tambahnya.

Selain itu, banyak warga yang menolak berpartisipasi dalam penangkapan buaya karena minimnya perlengkapan keselamatan yang memadai. Mereka berharap pemerintah atau perusahaan menyediakan peralatan yang lebih aman jika memang masyarakat diminta terlibat.

Insiden lepasnya buaya ini tidak hanya mengancam keselamatan masyarakat, tetapi juga berdampak pada perekonomian lokal. Banyak nelayan memilih berhenti melaut, terutama di malam hari, karena khawatir dengan keberadaan buaya.

Dalam jangka panjang, masyarakat berharap ada evaluasi serius terhadap pengelolaan penangkaran buaya. “Ke depan, perusahaan harus memastikan penangkaran lebih aman, agar kejadian seperti ini tidak terulang,” kata Ramadhan.

Hingga kini, tim gabungan terus melanjutkan operasi penangkapan. Masyarakat diminta tetap waspada dan segera melapor jika melihat keberadaan buaya di sekitar permukiman atau perairan. “Keselamatan warga adalah prioritas utama kami,” pungkas Iptu Adyanto. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Belum Diketahui Pasti Jumlah Buaya yang Lepas, Tim Sudah Berhasil Tangkap Kembali 34 Ekor Buaya pertama kali tampil pada Metropolis.

Atasi Ancaman Buaya, Dinas Perikanan Batam Bentuk Satgas Perlindungan Nelayan

0
Penampakan buaya yang terlepas itu.

batampos– Sudah lebih dari sepekan sejak buaya-buaya dari penangkaran PT Perkasa Jagat Karunia (PJK) di Pulau Bulan terlepas pada 13 Januari akibat jebolnya kandang.

Hingga kini, reptil buas tersebut masih berkeliaran di perairan Batam, menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Tak sedikit pula nelayan yang takut untuk melaut akibat peristiwa ini.

BACA JUGA: Sudah 32 Ekor Buaya yang Terlepas dari Penakaran PT PJK di Pulau Bulan Ditangkap Kembali

Tim gabungan yang terdiri dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Seksi Konservasi Wilayah II Batam dan instansi terkait terus melakukan operasi penangkapan guna mengamankan buaya-buaya yang berkeliaran. Kepala BBKSDA Riau, Tommy Steven Sinambela, menyatakan bahwa hingga 20 Januari, sebanyak 32 ekor buaya telah berhasil diamankan.

“Kami melakukan penangkapan dengan sangat hati-hati agar tidak membahayakan warga maupun satwa itu sendiri,” kata dia.

Di sisi lain, keresahan warga Batam semakin meningkat, terutama di kalangan nelayan yang khawatir saat beraktivitas di laut. Kepala Dinas Perikanan Batam, Yudi Admajianto, mengimbau para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak pergi melaut seorang diri.

“Banyak laporan dari masyarakat yang khawatir saat memasang bubu karena ada buaya lepas. Oleh karena itu, kami mengimbau agar nelayan tidak beraktivitas sendirian dan selalu saling mengawasi,” kata dia.

Untuk mempercepat proses penanganan, pemerintah telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus guna memastikan buaya-buaya tersebut segera ditangkap dan aktivitas nelayan bisa kembali normal.

Hingga kini, operasi penangkapan masih terus dilakukan di berbagai titik perairan Batam yang diduga menjadi lokasi keberadaan buaya. Warga diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada pihak berwenang jika melihat satwa liar tersebut. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Atasi Ancaman Buaya, Dinas Perikanan Batam Bentuk Satgas Perlindungan Nelayan pertama kali tampil pada Metropolis.

PT Duta Gadai Mandiri Resmi Beroperasi , Tawarkan Layanan Cepat dan Aman

0
PT Duta Gadai Mandiri siap beroperasi di Batam.

batampos – PT Duta Gadai Mandiri, perusahaan gadai swasta, siap meresmikan operasionalnya pada Selasa (21/1) di kawasan Botania I, Belian, Batamkota. Direktur PT Duta Gadai Mandiri, Philip, menjelaskan bahwa perusahaannya telah resmi mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepulauan Riau. Dengan izin ini, perusahaan dipastikan beroperasi secara legal dan diawasi, sehingga masyarakat tak perlu khawatir akan praktik gadai ilegal.

“Kehadiran kami menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan dana secara cepat. Setelah peresmian besok, kami langsung mulai beroperasi,” ujar Philip, Senin (20/1).

Pada tahap awal, PT Duta Gadai Mandiri menawarkan beberapa jenis layanan gadai, di antaranya gadai BPKB kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor, serta barang elektronik seperti ponsel, laptop, televisi, dan tablet.

Sebagai penawaran khusus pada hari pembukaan, perusahaan memberikan bunga hanya 5 persen untuk gadai elektronik. Selain itu, pelanggan juga dapat meminjam dana tanpa dikenakan potongan biaya administrasi.

“Kami memastikan barang jaminan yang dititipkan kepada kami akan disegel dan disimpan di dalam brankas, sehingga keamanan barang tetap terjamin,” tambah Philip.

Philip juga mengungkapkan alasan memilih lokasi di kawasan Botania I, Belian, sebagai lokasi operasional perusahaan.

“Populasi penduduk di sini cukup padat, dan ekonomi masyarakatnya terus berkembang. Kehadiran kami menjadi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan dana segar dengan proses yang cepat dan mudah,” jelasnya.

Dengan dukungan izin resmi dari OJK dan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, PT Duta Gadai Mandiri berharap dapat menjadi mitra terpercaya bagi masyarakat Batam yang membutuhkan solusi keuangan secara cepat dan aman. (*)

 

Reporter : AZIS MAULANA

Artikel PT Duta Gadai Mandiri Resmi Beroperasi , Tawarkan Layanan Cepat dan Aman pertama kali tampil pada Metropolis.

Beban Belanja Pegawai Melebihi Kuota, Jadi Penyebab Pemkab Anambas Nunggak Gaji Honorer Selama Sebulan

0
Anggota Komisi I DPRD Anambas, Hino Faisal (baju safari hitam) saat berbicara di rapat membahas gaji honorer yang belum disalurkan. f.ihsan

batampos – Gaji tenaga honorer pada 2024 lalu, masih menyisakan tunggakan selama satu bulan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Anambas.

Hal ini mendapat perhatian serius dari anggota Komisi I DPRD Anambas, Hino Faisal. Saat ditemui, Hino menerangkan belum dibayarnya gaji honorer disebabkan kondisi kas daerah yang tidak memadai.

“Kuota APBD kita ini hampir 40 persen digunakan untuk belanja pegawai. Artinya sudah melibihi dari batas yang ditentukan hanya 30 persen,” ujar Hino usai kordinasi dengan Bupati Anambas, Senin, (20/1).

BACA JUGA: Diskominfo Tanjungpinang Dapat Anggaran Rp10,034 Miliar

Akibat permasalahan ini, ia telah mendorong Pemkab Anambas untuk segera mencari jalan agar hak honorer dapat disalurkan.

“Hasil rapat dengan Bupati saat ini usulan bayar gaji sudah dilakukan ditinjau oleh Inspektorat dan sudah diaudit oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Semua sudah selesai tinggal tunggu uang ada. Kemungkinan Maret baru bayar,” terang Hino.

Alasan Pemkab Anambas membayar sisa gaji honorer ini karena sedang menunggu transfer Dana Alokasi Umum (DAU) dari Kementrian Keuangan (Kemenkeu).

Sementara itu, untuk pembayaran gaji pegawai non ASN (ex honorer) sejak Januari 202t ini belum bisa memastikan kapan bisa disalurkan.

Sebab, Pemkab Anambas bersama Komisi I DPRD Anambas sedang mencari petunjuk teknis (juknis). Mengingat, pegawai non ASN ini tidak memiliki SK dalam bekerja.

“Jadi Pemkab Anambas hingga saat ini masih menunggu regulasi terkait dengan mekanisme pembayaran gaji, baik itu Peraturan Pemerintah kah atau regulasi lainnya,” pungkas Hino. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

 

Artikel Beban Belanja Pegawai Melebihi Kuota, Jadi Penyebab Pemkab Anambas Nunggak Gaji Honorer Selama Sebulan pertama kali tampil pada Kepri.

Polisi Ungkap Jaringan Narkoba Antarnegara di Bintan, Ada Senpi dari Malaysia

0
Kapolres Bintan, AKBP Yunita Stevani menunjukkan senpi diselundupkan dari Malaysia saat pres rilis pengungkapan kasus narkoba di Mapolres Bintan, Bintan Buyu, Senin (20/1/2025) siang. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Polisi mengungkap jaringan narkoba antarnegara.

Lima warga negara Indonesia (WNI) berinisial BA, 37, RA, 25, NF, 23, DF, 33, dan YA,  dan satu warga negara asing (WNA) asal Malaysia berinisial MY, 38, ditangkap.

Dalam mengungkap kasus ini, polisi menemukan satu pucuk senjata api.

Kapolres Bintan, AKBP Yunita Stevani mengatakan, enam orang pelaku ditangkap di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan, Rabu (1/1/2025) sekitar pukul 00.45 WIB.

Saat itu, petugas menerima informasi adanya narkoba asal Malaysia tiba di Bintan dari Batam.

BACA JUGA: Terseret Kasus Narkoba, Dua Wanita Ditangkap Polisi

Polisi kemudian mengeledah para pelaku.

Sebuah mobil Honda Brio warna putih dengan pelat BP 1840 AO ikut digeledah.

Di dalam mobil, petugas menemukan satu senjata api (senpi) jenis CZ75BD buatan Republik Cheko dan 9 butir peluru.

Senpi ditemukan di dalam tas dan jaket yang dipakai pelaku WNA asal Malaysia berinisial MY.

Petugas juga menemukan narkoba jenis sabu seberat 31,8 gram, 13,12 gram heroin, 0,34 gram ekstasi, 2,16 gram happy five, dan 5,88 gram ganja.

Dari pemeriksaan sejauh ini, katanya, berdasarkan keterangan pelaku MY, senpi diselundupkan dari Malaysia. Pemesan senpi merupakan warga Tanjungpinang, berinisial C.

“Pemesannya langsung (kontak) ke bosnya di Malaysia, tidak melalui pelaku. Pelaku hanya sebagai perantara yang mengantarkan senpi dengan dijanjikan upah 5.000 ringgit Malaysia,” jelasnya.

Terkait penyelundupan narkoba, katanya, para pelaku masuk dalam jaringan narkoba antar negara.

Pelaku MY, katanya, sudah menyundupkan narkoba dari Malaysia sebanyak dua kali.

“Yang pertama sedang kita dalami, sementara yang kedua, pelaku MY menyelundupkan empat jenis narkoba, kecuali ganja, ganja dibawa pelaku warga negara Indonesia,” jelasnya.

Menurut para pelaku, katanya, mereka menyewa mobil dari Batam dengan tujuan Bintan.

Rencananya, mereka akan mengonsumsi narkoba di wilayah pesisir pantai di Bintan.

“Informasinya mau mereka gunakan, mau pesta, pengakuannya mau dipakai di pantai,” katanya.

Dia mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus penyelundupan narkoba dan kepemilikan senjata api tersebut.

Untuk para pelaku disangkakan pasal 114 ayat 2, pasal 112 ayat 2 dan atau pasal 111 ayat 1 juncto pasal 132 ayat 1 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan pasal 62 undang-undang nomor 5 tahun 1997 tentang psikotropika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Kemudian, pelaku WNA asal Malaysia, yang membawa senpi disangkakan pasal 1 ayat 1 undang undang darurat nomor 12 tahun 1951. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Polisi Ungkap Jaringan Narkoba Antarnegara di Bintan, Ada Senpi dari Malaysia pertama kali tampil pada Kepri.

Dapur Umum MBG Baru Beroperasi di Bengkong

0
Kepala Disdik Batam, Tri Wahyu Rubianto. (F.Arjuna)

batampos– Pemko Batam melalui Dinas Pendidikan terus berupaya mengoptimalkan program Mandatori Bergizi Gratis (MBG) demi meningkatkan gizi anak-anak sekolah. Namun, hingga kini, jumlah dapur umum yang beroperasi untuk mendukung program ini masih terbatas. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengungkapkan bahwa saat ini hanya satu dapur umum MBG yang sudah beroperasi, yakni di Kecamatan Bengkong.

“Sampai hari ini belum ada penambahan jumlah dapur umum MBG. Jadi, dapur masih satu yang beroperasi di Bengkong. Dengan demikian, sekolah yang melayani penerima manfaat juga belum bertambah dari yang sebelumnya,” ujar Tri Wahyu, Selasa (22/1).

Ia menambahkan bahwa empat dapur umum lain yang direncanakan untuk mendukung program MBG masih dalam tahap persiapan. Proses ini meliputi penyediaan perlengkapan, peralatan, dan alat distribusi yang dibutuhkan.

“Saat ini mereka sedang menyiapkan perlengkapan, peralatan, dan alat delivery. Setelah semuanya siap, Badan Gizi Nasional (BGN) akan menugaskan kepala satuannya untuk memulai operasional dapur umum tersebut,” jelasnya.

BACA JUGA: Tantangan Program MBG di Batam: Kekurangan 15 Dapur Umum Sehat

Tri Wahyu juga menyebut bahwa dapur umum MBG di lokasi lain, termasuk yang berada di kawasan Kodim, belum mulai beroperasi sama sekali.

“Bahkan dapur umum di Kodim, yang juga berada di bawah tanggung jawab BGN, sampai saat ini belum beroperasi sama sekali,” katanya.

Program MBG yang menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat bertujuan menyediakan makanan bergizi gratis bagi anak-anak sekolah di berbagai wilayah. Namun, keterbatasan dapur umum menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan program ini.

“Untuk saat ini, fokus kami adalah memastikan semua dapur umum yang direncanakan segera beroperasi agar manfaatnya bisa dirasakan oleh anak-anak di seluruh kecamatan di Kota Batam,” tambahnya.

Dinas Pendidikan berharap proses persiapan dapat segera selesai dalam waktu dekat sehingga dapur umum di kecamatan lain bisa mulai melayani penerima manfaat. Dengan operasional dapur yang lebih banyak, diharapkan program MBG dapat menjangkau lebih banyak anak-anak sekolah, terutama di wilayah yang membutuhkan asupan gizi tambahan. (*)

Reporter: Azis

Artikel Dapur Umum MBG Baru Beroperasi di Bengkong pertama kali tampil pada Metropolis.