batampos– BP Batam kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan infrastruktur dengan menggelar rapat koordinasi pembangunan jalan pada Jumat (17/1) kemarin.
Bertempat di Gedung Marketing Centre, acara ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan membahas rencana strategis pembangunan infrastruktur jalan sepanjang tahun 2025.
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, yang memimpin rapat tersebut, menegaskan bahwa pengembangan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas utama. Hal ini dilakukan untuk mendukung terciptanya iklim investasi yang lebih baik di Batam.
“Tahun ini, pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas strategis. Kami ingin memastikan kesiapan infrastruktur yang dapat mendukung masuknya investasi baru,” ujar dia.
Dalam rapat tersebut, ia memaparkan sembilan ruas jalan yang menjadi fokus pembangunan pada 2025. Total panjang ruas jalan yang akan dibangun mencapai lebih dari 14 kilometer, meliputi:
1. Jalan Prambanan – 0,85 kilometer
2. Jalan Kuda Laut – 0,6 kilometer
3. Jalan Ahmad Yani (Simpang Kabil-Batamindo) – 3,8 kilometer
4. Jalan R Suprapto (Simpang Batamindo-DAM Mukakuning) – 1,6 kilometer
5. Jalan Letjend Suprapto (Ruas DAN Mukakuning) – 1,5 kilometer
6. Jalan Gajah Mada (Flyover Sungai Ladi-Simpang Laluan Madani) – 1,4 kilometer
7. Jalan Kartini (Temiang-Simpang Marina City) – 3,8 kilometer
8. Jalan Engku H Tua (Simpang PIH-Simpang DPRD) – 0,6 kilometer
9. Jalan Lumba-Lumba (Akses Pelabuhan Pelni Batuampar) – 0,6 kilometer.
Rapat koordinasi pembangunan jalan oleh BP Batam. f.BP Batam untuk Batam Pos
Rudi menambahkan, pelaksanaan proyek ini membutuhkan dukungan dari seluruh komponen masyarakat dan pemerintah daerah. Pihaknya juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait rencana tersebut agar pelaksanaannya berjalan lancar tanpa kendala.
“Kita harus mempersiapkannya dengan matang sebelum proyek dimulai. Semoga dengan dukungan bersama, pembangunan ini bisa terealisasi dengan maksimal,” katanya.
Rudi juga menegaskan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur menjadi kunci untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Batam. Sebagai kawasan strategis, kesiapan infrastruktur adalah modal utama untuk menarik investasi dan menciptakan kondisi yang kondusif bagi para investor.
“Mari bersama-sama kita dukung pembangunan ini demi mewujudkan Batam yang lebih maju,” kata Rudi. (*)
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya (kanan) didampingi Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, saat meninjau stand ekraf di acara Mega Imlek Festival 2025 di Mega Mall Batam Centre, Sabtu (18/1). f.ist
batampos– Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa Kota Batam memiliki potensi besar untuk menjadi sentra ekonomi kreatif di Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam pidatonya saat menghadiri pembukaan Mega Imlek Festival 2025 di Mega Mall Batam Centre, Sabtu (18/1).
“Batam adalah kota dengan potensi yang luar biasa. Dengan 17 subsektor ekonomi kreatif yang lengkap, Batam dapat menjadi model pengembangan ekraf berbasis kolaborasi dan inovasi. Ini adalah momentum bagi kita semua untuk menjadikan Batam sebagai salah satu motor penggerak ekonomi kreatif nasional,” ungkap Teuku Riefky Harsya dalam sambutannya.
Menteri menambahkan bahwa acara seperti Mega Imlek Festival 2025 tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga platform strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.
“Melalui acara ini, kita tidak hanya mempromosikan produk unggulan lokal, tetapi juga menciptakan ruang kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan komunitas. Ini adalah langkah konkret dalam menjadikan ekonomi kreatif sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia,” jelasnya.
Festival yang berlangsung dari 15 Januari hingga 2 Februari 2025 ini, menampilkan berbagai produk unggulan dari subsektor ekraf, seperti kuliner, kerajinan, hingga seni budaya. Menteri Ekraf turut mengapresiasi para peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam, dan Lembaga Seni Budaya He Le.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, yang mewakili Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menegaskan bahwa Batam siap menjadi pusat pengembangan ekonomi kreatif nasional.
“Kami memiliki seluruh subsektor ekraf, mulai dari kuliner, seni budaya, hingga desain produk. Bahkan, kami telah menandatangani MoU (nota kesepahaman) sebagai Kota Kreatif dan pernah menjadi tuan rumah Bekraf Festival,” ujarnya.
Adapun, Mega Imlek Festival 2025 mendapat dukungan dari berbagai pihak, seperti Pemerintah Kota Batam, Timezone, Harris Waterfront, dan Santika Hotel. Dukungan ini, menurut Menteri, adalah bukti nyata bahwa ekonomi kreatif dapat berkembang melalui sinergi yang kuat antara pemerintah dan sektor swasta.
Salah satu daya tarik festival ini adalah ragam produk yang ditawarkan. Mulai dari makanan tradisional khas Imlek hingga produk modern seperti parfum dan hampers, acara ini menunjukkan bahwa kreativitas masyarakat Batam mampu bersaing di tingkat nasional.
“Kita perlu terus mengembangkan acara seperti ini, tidak hanya untuk meningkatkan perekonomian lokal, tetapi juga untuk memperkuat identitas kreatif Indonesia di mata dunia. Batam memiliki semua syarat untuk menjadi sentra ekonomi kreatif, dan saya yakin kita bisa mencapainya bersama,” tutup Menteri Teuku Riefky Harsya.
Dengan semangat kolaborasi yang ditunjukkan dalam Mega Imlek Festival 2025, diharapkan Batam semakin dikenal sebagai kota yang memadukan kekayaan budaya dan inovasi dalam mengembangkan ekonomi kreatif. (*)
Penyerahan simbolis jersey tim oleh Ketua Gemaju, Donny Wahyudi kepada perwakilan tim yang berlaga. f.Arjuna
batampos– Liga sepak bola Gemaju Super League (GSL) resmi dibuka pada Sabtu, (18/1). Event dibuka langsung oleh Ketua Generasi Emas untuk Indonesia Maju (Gemaju), Donny Wahyudi.
Liga ini akan mempertemukan 16 tim dari berbagai pulau sekitar Batam, dengan pertandingan pembuka yang dijadwalkan antara Tanjung Gundap FC dan Belongkeng FC pada 28 Januari mendatang.
Menurut Donny Wahyudi, tujuan utama dari GSL adalah untuk menjaring bakat-bakat sepak bola dari masyarakat pulau yang selama ini kurang mendapat perhatian.
“Kami memang menyasar kepada pulau-pulau sekitar Batam. Tujuannya untuk mencari bakat-bakat terpendam yang mungkin masih kurang tersentuh oleh berbagai pihak,” katanya.
Lebih lanjut, Gemaju juga telah membuka komunikasi dengan tim-tim luar negeri untuk memberikan peluang bagi pemain berbakat dari Batam dan sekitarnya agar dapat berlatih dan bertanding di tingkat internasional.
“Dengan adanya GSL, kami berharap talenta-talenta muda dari daerah pesisir Batam bisa mendapatkan kesempatan lebih besar untuk berkembang dan berkompetisi di level yang lebih tinggi,” katanya.
Liga ini sepenuhnya diselenggarakan oleh Gemaju dengan dukungan sponsor dari sektor swasta, corporate social responsibility (CSR), serta pemerintah. Dalam acara tersebut, Sekretaris Jenderal Gemaju, Ali Akbar, menyebut bahwa 16 tim yang akan berlaga berasal dari berbagai pulau, antara lain Pulau Bulang, Pulau Gundap, Pulau Setokok, Pulau Belongkeng, Pulau Teluk Lengung, Pulau Tebing Tinggi, Pulau Temoyong, Pulau Seraya Sekupang, dan masih banyak lagi.
“GSL ini menjadi wadah bagi pesepak bola muda dari pulau-pulau untuk berkembang lebih jauh,” kata Ali.
Meskipun sudah mencoba berkomunikasi dengan PSSI, pihaknya mengaku belum mendapatkan respons. Sehingga GSL menjadi alternatif bagi para pemain muda yang mungkin tidak mengetahui liga-liga lain. (*)
Toko yang menjual ornamen Imlek mulai dipadati pembeli seiring semakin mendekatnya perayaan Imlek. f.azis
batampos– Menjelang perayaan Imlek, suasana kawasan Nagoya, Lubuk Baja, mulai dipenuhi nuansa khas Imlek berbagai toko telah memamerkan ornamen perayaan, seperti hampers, angpao, lampion, hingga jeruk khas Imlek yang melambangkan keberkahan.
Di Komplek Pasar Bumi Indah, Toko Sempurna Jaya milik Herline menjadi salah satu pusat perhatian.
Toko ini menawarkan aneka hampers dengan harga mulai dari Rp100 ribu. Hampers, yang juga dikenal sebagai parcel, berisi berbagai makanan khas Tionghoa, wine, abalon, hingga sarang burung walet.
“Pelanggan dapat memesan isi hampers sesuai keinginan. Biasanya, permintaan mulai ramai tiga hingga empat hari sebelum Imlek,” ujar Herline, Sabtu (18/1).
Selain hampers, jeruk khas Imlek juga tersedia dengan harga mulai Rp100 ribu per kotak, berisi 14 hingga 50 buah. Jeruk ini menjadi simbol keberkahan dan hanya tersedia menjelang Imlek.
Sementara itu, pusat perbelanjaan di kawasan Nagoya pun ramai dikunjungi. Para pengunjung terlihat antusias membeli angpao, lampion, dan aksesori khas Imlek.
Menurut Wati, seorang pekerja di salah satu gerai, harga yang ditawarkan sangat bervariasi, menyesuaikan kebutuhan pelanggan.
Wakil Ketua III DPRD Batam, Hendra Asman, turut memberikan pandangannya terkait perayaan Imlek tahun ini yang bertepatan dengan tahun Shio Ular.
“Tahun Ular ini diyakini sebagai tahun yang baik, terutama bagi mereka yang bershio Tikus. Saya pribadi merasa tahun ini penuh energi positif, dan saya berharap masyarakat juga merasakan semangat baru,” ujarnya.
Hendra menjelaskan, tradisi menyambut Imlek dimulai sejak malam sebelum hari H, yang dikenal sebagai Sachakme. Pada malam spesial ini, keluarga Tionghoa biasanya berkumpul untuk makan malam bersama. Hidangan seperti dingkis (ikan khas Imlek), tahu, daun bawang, dan jeruk menjadi menu wajib, melambangkan doa dan harapan baik.
“Malam itu kami mengenakan pakaian merah sebagai bentuk rasa syukur. Setelah makan, anak-anak akan memberikan hormat kepada orang tua dengan bersujud sambil menyerahkan angpao. Sebaliknya, orang tua juga memberikan angpao kepada anak-anak sebagai simbol doa dan keberkahan,” tambahnya.
Hendra juga menekankan makna warna merah, yang dipercaya membawa keberuntungan dan berkah.
Dalam budaya Tionghoa, tradisi berbagi angpao memiliki makna mendalam. Orang yang belum menikah atau sedang berduka biasanya tidak memberikan angpao.
“Angpao bukan soal isi, tetapi doa dan harapan. Doanya adalah kesehatan, panjang umur, dan rezeki yang melimpah,” jelasnya.
Makna mendalam juga terdapat pada setiap hidangan yang disajikan, seperti ikan dingkis*.
“Uniknya, ikan dingkis saat Imlek selalu bertelur, melambangkan keberuntungan. Sementara itu, jeruk melambangkan kesempurnaan hidup,” ujar Hendra.
Perayaan Imlek di Batam tahun ini tidak hanya menjadi ajang belanja dan bersilaturahmi, tetapi juga sarat makna budaya yang mengakar kuat. (*)
Gregoria Mariska Tunjung pemain badminton tunggal putri Indonesia. (Dok. PBSI)
batampos – Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, memastikan tiket ke babak semifinal India Open 2025 usai mengalahkan andalan tuan rumah, Pusarla Venkata Sindhu, pada Jumat (17/1).
Pertandingan yang berlangsung di Sports Complex, New Delhi, ini berakhir dengan skor 21-9, 19-21, 21-17.
Gregoria, unggulan keempat turnamen sekaligus peringkat lima dunia, langsung menunjukkan dominasi di gim pertama. Ia memulai laga dengan keunggulan impresif, memimpin 5-0 dan menutup interval dengan skor 11-5.
Tanpa memberi kesempatan PV Sindhu bangkit, Gregoria menuntaskan gim pertama dengan skor telak 21-9.
Namun, di gim kedua menjadi tantangan bagi Gregoria yang sempat unggul 9-3, Sindhu perlahan bangkit dan berhasil menyamakan skor menjadi 9-9.
Kejar-mengejar angka terus terjadi hingga Sindhu akhirnya merebut gim kedua dengan kemenangan tipis 21-19.
Gim penentuan pun berlangsung sengit, Grego sempat tertinggal 2-4 di awal laga tetapi mampu membalikkan keadaan menjadi 11-9 saat interval.
Pertarungan ketat terjadi selepas jeda dengan kedua pemain saling kejar-mengejar angka. Namun, Grego akhirnya berhasil menutup pertandingan dengan kemenangan 21-17.
Kemenangan ini juga memperbaiki rekor pertemuan Gregoria melawan Sindhu. Kini, ia mencatatkan empat kemenangan dari total 14 pertemuan.
Berhasil menyingkirkan wakil India, Gregoria akan menghadapi tantangan besar di babak semifinal. Ia akan bertemu dengan unggulan pertama sekaligus pemain nomor satu dunia, An Se Young wakil tunggal putri Korea.
Performa impresif Gregoria di India Open 2025 ini menunjukkan perkembangan luar biasa dan menjadi sinyal positif bagi tunggal putri Indonesia. (*)
Memiliki arsitektur khas Melayu nan megah, Masjid Agung Al Hikmah yang telah berusia hampir 200 tahun ini, masih tegak berdiri kokoh. Kini menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi masyarakat Muslim di Tanjungpinang.
***
Masjid Agung Al Hikmah yang berlokasi di kawasan Kota Lama Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos
Masjid Agung Al Hikmah adalah Masjid yang populer di Tanjungpinang. Berlokasi di kawasan Kota Lama, Masjid dengan luas bangunan 35 x 30 meter persegi ini, dahulunya terkenal dengan sebutan Masjid Keling.
Namun kini Masjid Keling hanya tinggal nama dan sejarah. Bentuk fisiknya tidak lagi berbekas. Sekitar tahun 1956, Masjid Keling dibangun kembali dengan bangunan baru. Kemudian berubah nama menjadi Masjid Raya Al Hikmah. Kini statusnya menjadi Masjid Agung Al Hikmah.
Dalam catatan sejarah, Masjid Agung Al Hikmah merupakan salah satu Masjid tua di Tanjungpinang. Masjid yang memiliki warisan sejarah ini, dibangun oleh komunitas etnis India yang singgah untuk berdagang di Tanjungpinang sekitar tahun 1800-an.
Masjid Agung Al Hikmah atau Masjid Keling dibangun oleh komunitas perantau benua Asia yaitu etnis India atau Orang Keling yang singgah ke Tanjungpinang, pada awal abad 19 silam.
Awalnya, kedatangan etnis India ke Tanjungpinang ini bukan untuk menetap. Namun para perantau datang ke Tanjungpinang untuk berdagang. Para perantau yang terdiri dari Muslim India ini, kemudian bersepakat untuk mendirikan satu masjid.
Maka berdirilah Masjid Keling yang terbuat dari kayu kapur atau kayu merah. Masjid Keling dibangun dengan arsitektur berbentuk panggung, meskipun letaknya sedikit jauh dari lautan.
Sejak kedatangannya, keberadaan Orang Keling bertahan cukup lama di Tanjungpinang. Namun sebagian kecil Orang Keling yang merupakan pedagang itu, meninggalkan Tanjungpinang di pertengahan tahun 1950-an.
Kebanyakan pedagang memilih bermigrasi ke Singapura atau Medan Sumatera Utara. Namun, ada pula sebagian kecil Orang Keling memilih menetap di Tanjungpinang dan berbaur hingga menikah dengan penduduk Tanjungpinang.
Menurut Peneliti Sejarah BRIN Dedi Arman, keberadaan Masjid Agung Al Hikmah atau Masjid Keling telah ada sejak tahun 1834. Saat itu, Masjid Keling ini letaknya berdekatan dengan kelenteng atau Vihara Bahtera Sasana.
“Pada tahun 1834, belum ada gereja di Tanjungpinang. Kemudian seorang pendeta asal Belanda datang ke Tanjungpinang dan sudah melihat keberadaan Masjid Keling ini,” ungkap Dedi, Jumat (17/1).
Menurut Dedi, pada peta tahun 1860, terdapat tiga bangunan rumah ibadah di lokasi yang berdekatan di kawasan Kota Lama Tanjungpinang yakni Masjid Keling, Geraja GPIB atau Gereja Ayam dan Vihara Bahtera Sasana.
Sejarah keberadaan Masjid Agung Al Hikmah, kata Dedi, erat kaitannya dengan komunitas perantau dari Anak Benua India (India Subcantinetnt ) di Tanjungpinang. Perantau ini terdiri dari orang Keling, Coromandel, Benggali atau Bengal, Bombai dan Sikh. Kedatangan etnis India ini ke Tanjungpinang untuk berdagang kain, roti, rempah-rempah dan obat-obatan.
“Jadi semua perantau yang berasal dari Anak Benua India ini disebut Orang Keling dan akrab disapa Bai yang bermakna saudara,” jelas Dedi.
Setelah beberapa waktu menetap di Tanjungpinang, beberapa Orang Keling Muslim pun bersepakat membangun satu rumah ibadah. Saat itu, ritual ibadah masih menggunakan ritual islam ala India.
Saat ini, bentuk bangunan asli Masjid Keling tidak lagi berbekas. Kini di atas bangunan Masjid Keling, berdiri Masjid Agung Al Hikmah dan telah tiga kali mengalami renovasi sejak tahun 1956.
Dedi menjelaskan, setelah dilakukan penambahan dan perombakan hingga renovasi, Masjid yang memiliki satu menara yang menjulang tinggi ini, dapat menampung lebih kurang 3000 hingga 4000 jamaah.
Kini, sambung Dedi, Masjid Agung Al Hikmah dibangun dengan arsitektur khas dan bercorak Melayu dengan atap berbentuk limas yang memiliki tiga tingkatan yang mengerucut ke atas.
Di tingkatan kedua terdapat kubah kecil yang diletakkan di setiap sudut atap. Sedangkan di bagian paling atas, terdapat satu kubah besar yang dikelilingi empat kubah kecil. Di halaman Masjid, berdiri menara dengan tinggi lebih kurang 40 meter.
Area dalam Masjid Agung Al Hikmah, terdapat sebuah mimbar yang terbuat dari kayu jati dan bercorak khas Melayu. Dinding dalam bagian atas juga dihiasi tulisan kaligrafi yang kental dengan nuansa Islami.
“Menara masjid ini menjadi ikon Tanjungpinang sebagai kota Melayu yang menjunjung tinggi adat istiadat yang Islami,” sebutnya.
Masjid Agung Al Hikmah juga menjadi saksi bisu perkembangan Islam di Tanjungpinang. Hingga saat ini, Masjid dengan kubah berwarna kombinasi hijau dan kuning ini, masih digunakan untuk beribadah sehari-hari.
Masjid Agung Al Hikmah juga aktif sebagai tempat menimba ilmu, aktif mengadakan pengajian rutin, majelis taklim, tempat pemotongan hewan kurban saat Hari Raya Iduladha hingga kegiatan sosial lainnya.
“Masjid ini juga menjadi destinasi wisata religi oleh pengunjung dari berbagai daerah,” ujar Dedi.
Dengan segala cerita dan keunikannya, Masjid Agung Al Hikmah adalah bukti nyata dari sejarah, budaya dan spiritual masyarakat Tanjungpinang. Selama hampir dua abad, Masjid ini telah menjadi saksi sejarah perkembangan Islam dan kehidupan sosial di Tanjungpinang.
“Keindahan arsitektur bercorak Melayu dan nilai sejarahnya, serta perannya dalam kehidupan masyarakat, menjadikannya salah satu warisan sejarah yang patut dijaga dan dilestarikan oleh generasi mendatang,” tutup Dedi Arman. (*)
Booth Wonderful Indonesia di event Travex 2025 di Persada Johor International Convention Centre. F.Ahmadi Sultan
batampos – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membawa 18 pelaku industri pariwisata untuk berpartisipasi dan mempromosikan pariwisata Indonesia melalui Travel Exchange (Travex) 2025 yang berlangsung di Johor Bahru, Malaysia.
Travex 2025 yang diselenggarakan bersama dengan Asean Tourism Forum (ATF) 2025 diselenggarakan pada 15-120 Januari 2025. Menghadirkan 323 pembeli dari 42 negara, dan 100 perwakilan media internasional dari 35 negara peserta. Termasuk dari Indonesia.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini menjelaskan sebagai forum bisnis bagi para pelaku usaha pariwisata antara negara ASEAN, Travex menjadi kesempatan baik bagi Indonesia untuk meningkatkan ragam promosi pariwisata Indonesia di mancanegara.
“Bursa pariwisata ini diharapkan dapat menjadi sarana transfer knowledge atau tourism update yang bermanfaat bagi kemajuan industri pariwisata, sekaligus menjadi ruang bagi pelaku industri pariwisata untuk menarik pasar internasional yang dalam hal ini pasar ASEAN,” kata Made di sela-sela acara Travex, Rabu (15/1).
Pasar ASEAN sampai saat ini masih sangat potensial untuk dioptimalkan. Tercatat jumlah kedatangan wisatawan dari negara-negara ASEAN dalam sebelas bulan pada 2024 mencapai 4.303.773 wisatawan. Melihat jumlah tersebut, partisipasi Indonesia di ajang Travex ATF 2025 menjadi upaya strategis dalam mewujudkan target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di tahun 2025 sebanyak 14,6 juta-16 juta kunjungan.
Indonesia menjadi salah satu negara ASEAN yang rutin mengikuti ATF 2025. Membawa kampanye Wonderful Indonesia, Kementerian Pariwisata membawa seluruh mitra untuk menawarkan destinasi wisata yang ada di Tanah Air ke seluruh dunia. Termasuk agen travel dan asosiasi dari Batam turut hadir selama penyelenggaraan.
“Wonderful Indonesia yang diampu oleh Kementerian Panwisata itu selalu hadir di Travex untuk ATF. Jadi, kami merasa ASEAN ini sebagai sebuah wilayah yang sangat dipandang, Indonesia juga sekarang ini lagi naik daun,” kata Ni Made Ayu Marthini.
Ni Made mengatakan bahwa alasan pariwisata ASEAN selalu diminati turin mancanegara karena selalu muncul hal baru. Hal tersebut juga terjadi di Indonesia yang membuat turis penasaran.
Travex menjadi salah satu agenda utama dari ajang ASEAN Tourism Forum (ATF). Melalui Travex, para peserta yang terdiri dari ASEAN NTOs, ASEAN Tourism Industries, TA/TO, Airlines, Hoteliers, F&B Companies, Themed Attractions, dan lainnya diberikan ruang pertemuan dalam konsep buyers dengan seller melalui sistem PSA (pra-schedule appoinment).
Travex kali ini, Kemenpar memfasilitasi pengadaan paviliun Wonderful Indonesia bertemakan Rumah Joglo yang diisi oleh 18 pelaku industri yang berasal dari DMO, DMC, TA/TO, dan representatif perhotelan atau hospitality mewakili Jakarta, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kepulauan Riau, dan Jawa Barat.
Selain sesi business to business (B2B), Paviliun Wonderful Indonesia menyediakan sejumlah layanan yang dapat diakses oleh para pengunjung mulai dari layanan informasi pariwisata, mini survei dan kuesioner, serta menyediakan ragam kopi khas Indonesia.
“Kita harapkan potensi transaksi business to business di Paviliun Wonderful Indonesia selama Travex 2025 dapat mencapai Rp68 miliar,” kata Made.
Diketahui, terdapat 221 booth yang menjajakan destinasi wisata dan juga penginapan kepada lebih dari 300 buyers dari 32 negara. Ini diharapkan dapat meningkatkan pariwisata di seluruh negara ASEAN. (*)
batampos– Wakil Wali Kota Batam terpilih, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa permasalahan air bersih akan menjadi prioritas utama pemerintahannya bersama Wali Kota Batam terpilih, Amsakar Achmad, setelah resmi dilantik.
Hal ini disampaikan Li Claudia kepada wartawan, pada Kamis (16/1) kemarin. “Masalah air di Batam akan menjadi prioritas utama setelah kami dilantik bersama Pak Amsakar. Memang kondisi air di Batam saat ini masih kurang memadai, dengan banyak keluhan dari masyarakat,” katanya.
Ia mengakui bahwa permasalahan air bersih di Batam menjadi sorotan utama masyarakat. Namun, pihaknya belum dapat bertindak lebih jauh sebelum masa pelantikan.
“Masalah ini harus segera diselesaikan, tetapi kami tidak bisa bertindak terburu-buru sebelum dilantik,” kata Li Claudia.
Setelah pelantikan, pihaknya akan mempelajari lebih mendalam perjanjian antara BP Batam dan Moya; perusahaan pengelola air di Batam. Pemerintah daerah akan memastikan semua ketentuan dalam perjanjian tersebut berjalan sesuai harapan masyarakat.
“Jika ditemukan adanya masalah atau ketidaksesuaian dalam perjanjian yang sudah ada, kami tidak akan ragu untuk mencari solusi alternatif,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa kemungkinan mencari mitra pengelola baru akan dipertimbangkan jika perjanjian dengan Moya tidak memberikan hasil yang memuaskan.
Menurut Li Claudia, langkah-langkah yang diambil nantinya akan berfokus pada memastikan masyarakat Batam mendapatkan akses terhadap air bersih yang layak.
“Kami akan berusaha untuk memastikan kualitas air yang lebih baik bagi warga Batam ke depan,” ujar dia.
Batam saat ini menghadapi tantangan besar dalam hal penyediaan air bersih. Kondisi infrastruktur dan pengelolaan air yang belum optimal menjadi salah satu penyebab utama keluhan dari masyarakat. Li Claudia memastikan hal ini akan menjadi fokus utama pemerintahannya.
“Kondisi air di Batam memang belum optimal, dan kami akan berusaha keras untuk memperbaikinya. Masyarakat berhak mendapatkan air yang bersih dan cukup,” ujarnya.
Ia juga berharap agar langkah-langkah konkret untuk mengatasi masalah air dapat segera diambil setelah pelantikan. Dukungan masyarakat juga diperlukan untuk memastikan upaya ini berjalan dengan baik.
“Dengan niat baik dan kerja keras, kami optimis dapat memberikan solusi nyata bagi masyarakat Batam. Semoga kami dapat segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi permasalahan air yang telah menjadi keluhan selama ini,” katanya. (*)
Polisi memantau pesisir pantai resort pascakemunculan buaya di Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Rabu (15/1/2025) lalu. F.Prasojo untuk Batam Pos.
batampos– Seekor buaya yang muncul di pesisir pantai salah satu resort di Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Rabu (15/1/2025) lalu, belum berhasil ditemukan.
Kapolsek Gunung Kijang, Iptu Jul Ilham meminta pengelola resort untuk mengingatkan pengunjungnya agar tidak melakukan aktivitas di pantai.
“Kita minta pengunjungnya hati-hati dan waspada, jangan main-main di pantai apalagi berenang,” katanya.
batampos– Apple Inc dikabarkan tengah mempertimbangkan rencana untuk membangun pabrik AirTag di Batam. Hal itu pun dibenarkan oleh Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) RI, Faisol Riza.
Dia mengungkapkan, bahwa perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat tersebut telah melakukan kunjungan ke Batam untuk meninjau potensi investasi tersebut.
Amsakar Achmad
“Setahu saya mereka (Apple) sudah datang ke Batam dan melihat kemungkinan untuk membantu pabrik AirTag. Kita tunggu saja kelanjutannya,” ujar Faisol, Kamis (18/1) lalu di Batam.
Meski demikian, lanjutnya, Apple masih berada pada tahap awal pembahasan terkait proses Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk produk-produknya. Pembahasan ini juga akan berdampak pada peredaran iPhone 16 di pasar Indonesia.
“Mereka (Apple) menyampaikan ke kami, belum tahu pastinya seperti apa. Namun, mulai tahun 2025/2026 diperkirakan sudah bisa mulai produksi,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan bahwa pihaknya belum menerima komunikasi langsung dari Apple terkait rencana pembangunan pabrik AirTag tersebut.
“Sejauh ini belum ada pembicaraan langsung atau direct inquiry ke BP Batam mengenai hal itu. Namun, komunikasi dengan pihak kementerian sudah ada,” katanya, Sabtu (18/1).
Meski belum ada komunikasi formal, dia memastikan BP Batam siap mendukung penuh rencana investasi ini. “Kami tentu akan jemput bola. Jika benar ada rencana ini, kami akan melakukan apapun yang diperlukan agar investasi tersebut dapat masuk ke Batam,” tambahnya.
Tuty menyebut, BP Batam telah berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan regulasi jika Apple memutuskan untuk menanamkan investasinya di wilayah tersebut.
Sebelumnya, Wali Kota Batam terpilih, Amsakar Achmad, menyatakan dukungannya terhadap investasi ini. Menurutnya, kehadiran Apple akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian lokal.
“Apapun ceritanya, kalau investor seperti Apple memang serius berinvestasi di Batam, kami pasti akan mendukung. Investasi ini akan menggerakkan roda perekonomian, menaikkan pertumbuhan ekonomi, dan membuka banyak lapangan kerja baru,” ujar dia.
Kata Amsakar, langkah mendatangkan investor seperti Apple sangat penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Batam. Pihak terkait perlu memastikan bahwa investasi seperti ini benar-benar terealisasi, karena dampaknya sangat besar bagi masyarakat.
Batam sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan industri strategis di Indonesia yang menarik perhatian banyak investor internasional. Lokasinya yang strategis di dekat Singapura menjadikan Batam sebagai hub industri dan logistik utama di kawasan Asia Tenggara.
Meski begitu, proses perwujudan investasi ini diperkirakan tidak akan mudah. Sejumlah aspek, seperti regulasi TKDN dan persiapan infrastruktur, masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan terlebih dahulu.(*)