Kamis, 9 April 2026
Beranda blog Halaman 2106

Pasangan Suami Istri di Batam Divonis 5 Tahun Penjara Karena Terbukti Lakukan TPPU Narkotika

0
Muhammad Ikram dan Nurhidayanti, pasangan suami istri terdakwa kasus TPPU Narkoba saat sidang di PN Batam, Kamis (12/12). F. Yashinta

batampos – Pasangan suami istri, M Iqram dan Nurhidayanti dijatuhi pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 3 miliar oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Batam, Kamis (23/1). Keduanya dinilai terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari narkotika senilai Rp 1 miliar lebih.

Selain menjatuhkan pidana pokok dan denda, majelis hakim yang dipimpin Yuanne juga merampas barang bukti yang disita dari pasangan ini, seperti mobil, emas hingga perlengkapan elektronik.

Dalam amar putusan, hakim Yuanne menjelaskan bahwa perbuatan kedua terdakwa tidak ada alasan pemaaf dan pembenar. Karena terbukti melanggar Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

“Majelis hakim sependapat dengan jaksa, yang menyatakan terdakwa terbukti bersalah. Karena itu terdakwa harus dihukum sesuai dengan perbuatannya,” ujar Yuanne.

Baca Juga: 6 Pekerja Kasus Penyelundupan Lobster Dituntut 16-18 Bulan

Menurut Yuanne, hal memberatkan perbuatan terdakwa karena melakukan pencucian uang dari hasil kejahatan narkotika. Hal meringankan kedua terdakwa menyesali dan bersikap sopan.

“Menjatuhkan pidana terhadap M Iqram dan Nurhadiyanti dengan masing-masing 5 tahun dan denda Rp 3 miliar, yang apabila tak dibayar maka diganti pidana 4 bulan,” tegas Yuanne.

Tak hanya itu, hakim Yuanne juga menjelaskan beberapa barang bukti yang diduga dibeli dari uang hasil kejahatan narkoba seperti mobil, perhiasaan, barang elektronik dirampas untuk negara.

Atas putusan itu, kedua terdakwa yang didampingi penasehat hukum Vierki Siahaan dari LBH Suara Keadilan sempat tegas banding. Namun sesaat kemudian menyatakan pikir-pikir.

“Kami pikir-pikir yang mulia,” ujar pasangan suami istri ini. Begitu juga dengan JPU Arfian pikir-pikir atas putusan.

Baca Juga: Pengungkapan Ditres Narkoba dalam 2 Bulan, Ungkap 22 Kasus, Tangkap 35 Pelaku

Sebelumnya, Muhammad Ikram dan Nurhidayanti, pasangan suami istri dituntut 6 tahun penjara dan denda Rp 3 miliar saat sidang di Pengadilan Negeri Batam. Mereka berdua dinilai jaksa penuntut umum (JPU) Arfian terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam tindak pidana kejahatan narkoba.

Diketahui, Muhammad Ikram dan Nurhidayanti, didakwa dalam perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) hasil kejahatan narkoba. Uang sebesar Rp 1,020 miliar diduga upah yang diterima Ikram menjadi kurir antar jemput sabu dari Malaysia, yang kemudian oleh Nurhidayati ditukar dalam bentuk ringgit dan ditabung di salah satu bank Malaysia.

Tak hanya itu, dari uang hasil kejahatan narkoba, pasangan ini menggunakan uang untuk biaya pernikahan, membeli mobil, membeli emas, perlengkapan elektronik rumah, hingga menukar uang Rp 1 miliar lebih dalam bentuk ringgit dan ditabung di bank Malaysia.

Diketahui, uang berjumlah miliar rupiah didapat Ikram sebagai kurir narkoba dari OPL ke Batam. Setiap kali transaksi, Ikram bisa menerima upah ratusan juta, tergantung dari berapa jumlah sabu yang dijemput. Terakhir kali, Ikram menjemput 50 kilogram sabu dan diupah ratusan juta. Perbuatan Ikram terungkap oleh Tim Ditnarkoba Polda Kepri tahun lalu. (*)

 

Reporter: Yashinta

Artikel Pasangan Suami Istri di Batam Divonis 5 Tahun Penjara Karena Terbukti Lakukan TPPU Narkotika pertama kali tampil pada Metropolis.

Kejagung Tangani Ratusan Kasus Korupsi Sejak Oktober Tahun Lalu

0
Ilustrasi: Gedung Kejagung.(Dok.Jaksa Agung)

batampos – Tidak hanya Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara atau Datun, Kejaksaan Agung (Kejagung) juga membeber capaian kinerja Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus). Sejak Oktober tahun lalu, mereka sudah menangani ratusan kasus. Termasuk diantaranya kasus yang menyeret Gregorius Ronald Tannur dan tiga mantan hakim Pengadilan Negeri Surabaya (PN Surabaya) sampai kasus Duta Palma.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar menyampaikan bahwa, pihaknya membeber hasil kerja Pidsus Kejagung menjelang seratus hari kerja Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka genap seratus hari pada 28 Januari 2025 mendatang. Secara keseluruhan ada ratusan perkara yang mereka tangani dalam tiga bulan.

”Tahap penyelidikan 403 perkara, tahap penyidikan 420 perkara, tahap penuntutan 667 perkara, tahap eksekusi 53 perkara, banding 136 perkara, kasasi 78 perkara, dan peninjauan kembali 12 perkara,” terang Harli.

Dari ratusan kasus tersebut, Kejagung mencatat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) sampai 31 Desember 2024 sudah mencapai Rp 199,1 miliar. Selain itu, Kejagung sudah menyita beberapa aset dari kasus-kasus yang mereka tangani. Misalnya kasus perkara Duta Palma. Penyitaan yang dilakukan oleh Kejagung mencakup berbagai aset.

”Penyitaan tanah atau kebun dengan luas 221.870,901 hektar dengan rincian yang telah disita seluas 182.791,901 hektar dan yang diblokir seluas 39.979 hektar. Uang tunai dengan rincian Rp 6,3 triliun, SGD 12,8 juta, USD 1,8 juta, AUD 13.700, 2.005 Yuan, 2 juta Yen, 5,6 juta Won, dan 300 Ringgit Malaysia,” jelasnya.

Dalam kasus tersebut, Kejagung juga sudah menyita 31 kapal jenis tug boat dan tongkang serta satu unit helikopter.
”Pimpinan Kejaksaan Republik Indonesia memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Adhyaksa di manapun berada dan semoga capaian kinerja ini dapat dijadikan introspeksi dan evaluasi pada 2025 untuk berkinerja lebih baik dan memberikan bermanfaat kepada masyarakat,” terang Harli. (*)

Artikel Kejagung Tangani Ratusan Kasus Korupsi Sejak Oktober Tahun Lalu pertama kali tampil pada News.

DPRD Batam Minta Kebijakan PPDB Lebih Fleksibel, Ketimpangan Penduduk Jadi Tantangan

0
Wakil Ketua III DPRD Batam, Hendra Asman. (F.)

batampos – Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Batam dinilai masih menyisakan berbagai permasalahan, terutama terkait dengan ketimpangan jumlah penduduk di beberapa wilayah. Perlu juga kebijakan yang lebih fleksibel dan tidak diterapkan secara merata di seluruh kelurahan

Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua III DPRD Batam, Hendra Asman. Ia meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Batam harus lebih proaktif dalam menangani persoalan PPDB.

Menurutnya, sistem PPDB di Batam perlu dievaluasi karena keterbatasan sekolah yang masih menjadi kendala di tengah pesatnya pertumbuhan penduduk. Evaluasi dan terobosan baru dinanti supaya memastikan semua anak mendapatkan akses pendidikan yang layak.

“Kita tentu mendorong seluruh lapisan masyarakat agar anak-anak bisa bersekolah. Namun, PPDB di Batam ini sudah sepatutnya dievaluasi. Jumlah sekolah yang tersedia masih terbatas, sedangkan pertumbuhan penduduk sangat luar biasa,” katanya, Kamis (23/1).

Baca Juga: Disperindag dan Perbankan Menjawab Polemik Fuel Card

Soal ketimpangan jumlah penduduk di beberapa wilayah di Batam itu terbukti karena ada daerah dengan tingkat kepadatan tinggi, sementara yang lain relatif stabil. Menurutnya, kebijakan PPDB saat ini masih belum sepenuhnya mempertimbangkan perbedaan tersebut.

“PPDB ini bukan berarti buruk, tapi perlu dikaji kembali. Saya mendukung pemerintah pusat untuk mengambil beberapa sampel dan mengujinya bersama. Kebijakan ini tidak boleh diterapkan secara pukul rata,” kata Hendra.

Banyak masyarakat yang telah menyampaikan keluhan terkait sistem PPDB saat ini, sehingga diperlukan perhatian serius dari pihak terkait. Jadi, dia ingin ada terobosan baru yang dapat memberikan kesempatan bagi anak-anak yang berhak mendapatkan prioritas dalam penerimaan sekolah.

“Ini menjadi catatan penting bagi kita semua. Rapor merah PPDB memang terjadi, masyarakat sudah banyak yang menyampaikan keluhan kepada kami,” ujarnya.

Sebagai solusi, Hendra mendorong Disdik Batam untuk lebih aktif berkomunikasi dengan pemerintah pusat guna menyampaikan situasi faktual yang terjadi di lapangan. Ia menilai sistem PPDB tidak dapat diterapkan secara seragam di semua wilayah.

“PPDB tidak boleh diberlakukan sama di semua kelurahan. Disdik harus benar-benar memahami kondisi di Batam dan bertindak lebih proaktif,” ujarnya.

Baca Juga: Pengawasan Ketat, Pendaftaran IMEI Menurun Drastis di Batam

Saat ini, Disdik Batam tengah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan PPDB yang selama ini dinilai belum optimal. Berbagai permasalahan seperti kelebihan jumlah siswa dan penambahan rombongan belajar (rombel) yang melebihi ketentuan menjadi sorotan utama.

Kepala Disdik Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengakui bahwa Batam masih dihadapkan pada sejumlah permasalahan dalam pelaksanaan PPDB. Lonjakan jumlah siswa dan kelebihan rombongan belajar di sekolah negeri menjadi tantangan utama yang sulit dihindari.

“Minat dan pola pikir orang tua yang tinggi untuk menyekolahkan anak di sekolah negeri masih menjadi faktor utama. Selain itu, tagline bahwa sekolah negeri diperuntukkan bagi siswa kurang mampu juga tidak berjalan sebagaimana mestinya,” katanya.

Salah satu masalah yang paling krusial, adalah rasio jumlah siswa dalam satu rombel yang melebihi ketentuan, terutama di sekolah negeri. Keterbatasan jumlah sekolah yang ada semakin memperumit kondisi ini.

Pihaknya tengah mencermati isu penghapusan sistem zonasi yang sedang dikaji oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

“Seluruh hasil evaluasi PPDB zonasi di Batam sudah kami sampaikan kepada Mendikdasmen,” ujar Tri.

Mengenai persiapan PPDB yang akan segera berlangsung, saat ini pihaknya masih dalam tahap awal. Teknis penerimaan belum dibahas secara mendalam karena masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat terkait sistem zonasi.

Baca Juga: Kemasan dan Branding Produk Jadi Fokus PLUT Batam Tingkatkan UMKM Lokal

Kemudian, sistem zonasi dalam PPDB yang diterapkan sejak 2017 telah menimbulkan berbagai persoalan di Batam, terutama terkait domisili calon peserta didik. Kebijakan ini mengatur jarak tertentu bagi peserta didik yang ingin masuk ke sekolah negeri di sekitar tempat tinggal mereka.

Namun, aturan ini justru menimbulkan polemik baru, di mana banyak orang tua yang berpindah domisili demi mendapatkan akses ke sekolah negeri favorit.

“Banyak orang tua yang meminta surat domisili baru di dekat sekolah hanya untuk memenuhi persyaratan zonasi PPDB,” ujar dia.

Dalam skema saat ini, penerimaan siswa SD melalui jalur zonasi mendapatkan kuota terbesar, yaitu 80 persen, sedangkan afirmasi 15 persen, dan perpindahan orang tua 5 persen. Sementara itu, untuk tingkat SMP, zonasi mencakup 65 persen, afirmasi 15 persen, perpindahan orang tua 5 persen, dan jalur prestasi 15 persen.

“Kami sering menghadapi kendala karena adanya perpindahan domisili yang dilakukan hanya untuk memenuhi persyaratan masuk sekolah negeri tertentu,” ujar Tri. (*)

 

 

Reporter: Arjuna

Artikel DPRD Batam Minta Kebijakan PPDB Lebih Fleksibel, Ketimpangan Penduduk Jadi Tantangan pertama kali tampil pada Metropolis.

Jelang 100 Hari Pemerintahan Prabowo-Gibran: Tingkat Kepuasan Tinggi, Namun Banyak yang Perlu Perbaikan

0
Presiden Prabowo Subianto di dampingi Wakil Presiden Gibran Rakabumi Raka saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Presiden, Jakarta, Rabu (6/11/2024). (Fedrik Tarigan/ Jawa Pos)

batampos – Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka akan memasuki hari ke-100 masa kerja pada Selasa (28/1) mendatang. Menjelang momen tersebut, Lembaga Survei Nasional merilis hasil survei untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan dalam 100 hari pertama. Survei ini melibatkan 1.200 responden dengan margin of error 2,87 persen.

Hasil survei menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran cukup tinggi, mencapai 87,5 persen. Beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya tingkat kepuasan ini antara lain program Pemeriksaan Kesehatan Gratis, 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta pelatihan kompetensi guru.

Peneliti Lembaga Survei Nasional Fishya Amina menjelaskan, meskipun program seperti Makan Bergizi Gratis, pembangunan lumbung pangan nasional, dan pemberantasan korupsi menjadi bagian dari agenda pemerintahan, tingkat kepuasan terhadap program tersebut belum optimal.

“Makanan Bergizi Gratis misalnya, hanya mendapatkan tingkat kepuasan sebesar 79,3 persen, membangun lumbung pangan nasional mendapatkan 77,6 persen, dan pemberantasan korupsi mendapat tingkat kepuasan terendah yaitu 69,9 persen,” ujarnya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (23/1).

Meski hasil survei cukup menggembirakan, sejumlah pengamat memberikan catatan penting untuk pemerintahan Prabowo-Gibran.

Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Neni Nur Hayati mengingatkan, bahwa tingkat kepuasan dapat berubah jika kebijakan pemerintah tidak selaras dengan aspirasi masyarakat.

Isu seperti wacana kenaikan PPN hingga 12 persen dan pelemahan KPK yang dilakukan pemerintahan sebelumnya bisa menjadi tantangan serius.

“Terlebih, komunikasi publik Prabowo yang sering melempar isu dan menariknya kembali, seperti terkait isu pengampunan koruptor, dapat memengaruhi tingkat kepuasan masyarakat,” ucapnya

Sementara itu, Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Jerry Sumampow menyoroti bahwa popularitas menteri tidak selalu mencerminkan kinerja mereka. Sebagai contoh, Menteri BUMN Erick Thohir lebih dikenal karena isu di dunia sepak bola ketimbang kebijakan BUMN.

“Contohnya, popularitas Menteri BUMN Erick Thohir tinggi bukan karena BUMN, namun, justru karena polemik sepak bola Indonesia Patrick Kluivert dan Shin Taeyong. Terlepas dari hal tersebut, terdapat juga popularitas yang positif, seperti yang diperoleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, karena berani membuat terobosan yang langsung dirasakan oleh publik,” katanya.

Pakar Komunikasi Politik Gun Gun Heryanto menekankan persepsi yang dibangun di masyarakat melalui kepuasan publik harus sejalan dengan konsep functioning government, salah satu indeks penting dalam demokrasi.

Salah satu indikasi bahwa pemerintah sudah berfungsi semestinya adalah terbentuknya RPJMN dan adanya roadmap dari masing-masing kementerian.

“Jangan sampai 100 hari terlalu asik melihat kepuasan publik, namun nilai dasar basis demokrasi seperti functioning government menjadi luput,” tambahnya.

Secara rinci, terdapat 14 faktor utama yang memengaruhi tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, yakni :

1. Pemeriksaan Kesehatan Gratis (88,2%)
2. 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (87,9%)
3. Pelatihan kompetensi guru (86,9%)
4. Peningkatan kesejahteraan melalui sertifikasi (86,7%)
5. Penuntasan TBC (80,7%)
6. Penghapusan hutang UMKM (79,5%)
7. Pemberantasan pinjaman online ilegal dan judi online (79,3%)
8. Makan Bergizi Gratis (79,3%)
9. Pengamanan pasar dalam negeri (78,1%)
10. Pembangunan lumbung pangan nasional (77,6%)
11. Pelaksanaan Pilkada 2024 (75,1%)
12. Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (74,7%)
13. Pembangunan rumah untuk rakyat kecil (70,2%)
14. Pemberantasan korupsi (69,8%).

Artikel Jelang 100 Hari Pemerintahan Prabowo-Gibran: Tingkat Kepuasan Tinggi, Namun Banyak yang Perlu Perbaikan pertama kali tampil pada News.

PT Duta Gadai Mandiri Resmi Beroperasi di Batam, Tawarkan Solusi Cepat dan Aman

0
Peresmian PT Duta Gadai Mandiri, perusahaan gadai swasta di kawasan Botania, Kelurahan Belian, Batamkota.

batampos – PT Duta Gadai Mandiri, perusahaan gadai swasta, secara resmi memulai operasionalnya di kawasan Botania, Kelurahan Belian, Batamkota. Peresmian ini ditandai dengan acara grand opening yang berlangsung Selasa (21/1).

Direktur PT Duta Gadai Mandiri, Philip, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak, terutama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepulauan Riau, yang telah memberikan izin resmi kepada perusahaan.

“Dengan peresmian PT Duta Gadai Mandiri di Batam, kami sangat bersyukur atas dukungan semua pihak, terutama OJK Kepri, yang telah memberi kami kesempatan untuk berkarya. Kami optimis dapat menjadi pilihan kompetitif dalam menyediakan modal usaha bagi masyarakat,” ujar Philip.

Pada tahap awal operasionalnya, PT Duta Gadai Mandiri menawarkan berbagai layanan gadai, termasuk gadai BPKB kendaraan bermotor seperti mobil dan sepeda motor, serta barang elektronik seperti ponsel, laptop, televisi, dan tablet. Menariknya, pelanggan dapat meminjam dana tanpa dikenakan potongan biaya administrasi.

Philip juga menekankan pentingnya keamanan barang jaminan yang diserahkan pelanggan. “Kami memastikan semua barang jaminan akan disegel dan disimpan di dalam brankas, sehingga keamanannya tetap terjamin,” jelasnya.

Pemilihan lokasi di kawasan Botania I, menurut Philip, didasarkan pada potensi besar wilayah tersebut. “Populasi di sini cukup padat, dan ekonomi masyarakatnya terus berkembang. Kehadiran kami diharapkan menjadi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan dana segar dengan proses cepat dan mudah,” tambahnya.

Dengan mengantongi izin resmi dari OJK dan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, PT Duta Gadai Mandiri optimistis dapat menjadi mitra terpercaya bagi masyarakat Batam. Perusahaan ini hadir dengan solusi keuangan yang cepat, aman, dan kompetitif, sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal.

Kehadiran PT Duta Gadai Mandiri memberikan harapan baru bagi masyarakat yang memerlukan akses pendanaan dengan proses yang praktis dan transparan, seiring dengan komitmen perusahaan untuk mendukung kebutuhan finansial masyarakat secara profesional. (*)

 

 

Reporter: Azis Maulana

Artikel PT Duta Gadai Mandiri Resmi Beroperasi di Batam, Tawarkan Solusi Cepat dan Aman pertama kali tampil pada Metropolis.

Pasokan Kelapa Berkurang, Produksi Santan Sedikit, Harga Naik

0

batampos– Pasokan kelapa tua di Anambas semakin hari kian menipis. Kekosongan ini sudah berlangsung sejak November tahun lalu.

Dampaknya membuat pengusaha santan terpaksa mengurangi jumlah produksi setiap harinya.

Aktivitas kios santan milik Edi terlihat sepi. Pasokan kelapa tua di Anambas semakin menipis, harga santan mengalami kenaikkan. f.ihsan

“Kita biasa produksi santan 500 biji per hari. Sekarang cuma 300 biji. Itu diluar dari santan pesanan pesta acara,” ujar pengusaha santan, Edi saat ditemui di Pasar Inpres Tarempa, Kamis, (23/1).

Bahkan ia pernah memproduksi santan cuma dengan 100 biji dalam satu hari. Hal terpaksa dilakukan untuk menjaga ketersediaan santan di Tarempa.

BACA JUGA: Harga Santan Meroket, Pedagang Resah

Selain jumlah produksi yang menurun, harga santan pun ikut merangkak naik dari Rp 18 ribu per kg kini menjadi Rp 24 ribu.

“Kalau tidak naik, rugi kita bang. Untuk gaji karyawan dan operasional bisa rugi. Kita pernah juga tekor karena ukuran kelapa yang tak sesuai,” keluh Edi.

Biasanya, untuk takaran santan 1 kg hanya memerlukan 4 butir kelapa tua. Sekarang, menjadi 7 butir.

“Karena ukuran kelapa sekarang kecil, tak sesuai. Jelas rugi, untuk satu butir kelapa Rp 2.500 ribu,” sebutnya.

Untuk kelapa tua, ia datangkan dari sekitar pulau yang di Anambas, Kaliman dan Midai, Kabupaten Natuna.

“Sekarang yang antar ke kita tak banyak. Cuma dari pulau di Anambas aja. Kalau dari Midai dan Kalimantan sudah lama tak kirim ke sini,” kata Edi.

Kelapa dari Midai dan Kalimantan tidak dikirim ke Anambas, kata dia, disebabkan petani setempat lebih memilih memasukkan hasil panennya ke Perusahaan.

“Perusahaan apa saya kurang paham. Itu informasi yang saya terima dari agen yang disana. Jadi kita optimalkan kelapa yang ada aja,” kata dia. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Pasokan Kelapa Berkurang, Produksi Santan Sedikit, Harga Naik pertama kali tampil pada Kepri.

Wamen Kebudayaan Giring Ganesha Miliki Harta Rp 10,85 Miliar, Tapi Punya Utang

0

0

batampos – Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha telah menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Mantan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu memiliki total harta kekayaan sejumlah Rp 10.853.129.571 atau Rp 10,85 miliar.

Giring melaporkan harta kekayaannya pada 15 Januari 2025 saat awal menjabat Wamen Kebudayaan. Melansir pada laman elhkpn.kpk.go.id, pada Kamis (23/1), Giring tercatat memiliki harta berupa satu bidang tanah dan bangunan yang berlokasi di Jakarta Selatan senilai Rp 7 miliar.

Giring juga tercatat memiliki harta berupa alat transportasi dan mesin, di antaranya mobil Toyota Kijan Innova 2021, Rp 283 juta; mobil Mercedes Benz C 250 2016, Rp 470 juta; mobil KIA EV6 2024, Rp 1.335.000.000; motor Honda Beat 2024, Rp 17.700.000. Total harta berupa kendaraan milik Giring mencapai Rp 2.105.700.000.

Selain itu, Giring juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya sejumlah Rp 1.345.000.000, surat berharga Rp 643.281.900, kas dan setara kas Rp 209.147.671.

Seharusnya Giring mempunyai harta Rp 11.303.129.571. Namun, Giring tercatat memiliki utang sebesar Rp 450 juta.

Sehingga total harta milik mantan vokalis group band Nidji itu seluruhnya mencapai Rp 10.853.129.571 atau Rp 10,85 miliar. (*)

Artikel Wamen Kebudayaan Giring Ganesha Miliki Harta Rp 10,85 Miliar, Tapi Punya Utang pertama kali tampil pada News.

Perburuan Buaya Lepas Masih Berlanjut, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

0
Tim gabungan kembali tangkap buaya di sekitar pulau Bulan. Foto Polsek Bulang untuk Batam Pos

batampos – Peristiwa lepasnya buaya dari lokasi penangkaran PT PJK di Pulau Bulan masih menjadi sorotan utama masyarakat dan tim gabungan pemburu buaya. Hingga saat ini, sebanyak 35 ekor buaya telah berhasil ditangkap kembali.

Namun, ancaman tetap mengintai karena pihak perusahaan belum bisa memastikan berapa jumlah total buaya yang berhasil keluar dari penangkaran.

Proses penghitungan jumlah buaya yang lepas mengalami kendala karena hujan yang terus berlangsung. Pengeringan kolam penangkaran untuk memastikan jumlah buaya di dalamnya belum dapat dilakukan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa masih ada buaya yang berkeliaran di perairan sekitar Batam, terutama di lokasi yang berdekatan dengan habitat alami buaya tersebut.

Kepolisian setempat, telah mengeluarkan himbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada. Masyarakat diminta menghindari aktivitas di perairan yang menjadi habitat buaya, terutama di wilayah-wilayah yang telah ditandai sebagai daerah rawan. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan perairan Dapur 12 dan alur Sungai Seilangkai.

Baca Juga: Pelajar Selundupkan 3,1 Kilogram Sabu, Ditangkap saat di Bandara Hang Nadim

Kapolsek Sagulung, Iptu Rohandi Tambunan, menegaskan pentingnya mengurangi aktivitas di dekat sungai, terutama bagi anak-anak. Ia juga mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk tidak membuang sisa makanan, darah, atau daging ke sungai, karena hal tersebut dapat memancing kehadiran buaya. Larangan ini ditujukan untuk meminimalkan risiko serangan buaya terhadap manusia.

“Tingkatkan mewaspadai, tim memang masih bekerja untuk mengatasi persoalan ini, namun kita semua harus waspada,” ujar Rohandi.

Tidak hanya di wilayah Sagulung, Kapolsek Bulang, Iptu Adyanto Syofyan, juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di pulau-pulau kecil dan nelayan di sekitar perairan Batam untuk selalu waspada. Ia meminta agar masyarakat segera melaporkan jika melihat keberadaan buaya. Langkah cepat dan koordinasi dengan pihak berwenang diharapkan dapat mencegah insiden yang tidak diinginkan.

Tim gabungan pemburu buaya, yang terdiri dari berbagai pihak termasuk Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), terus bergerak secara intensif. Kepala BBKSDA, Tommy Steven Sinambela, menyatakan bahwa pencarian telah diperluas hingga ke pulau-pulau lain di sekitar Batam. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada buaya yang lolos dari pengawasan.

Pencarian buaya ini tidak hanya dilakukan di sekitar lokasi penangkaran, tetapi juga di perairan yang menjadi jalur penyebaran buaya. Tim pemburu menggunakan berbagai metode, termasuk patroli air dan pemasangan perangkap. Namun, upaya ini tidak mudah mengingat kondisi perairan yang luas dan cuaca yang sering kali tidak mendukung.

Baca Juga: Fuel Card Hanya Berlaku di Batam, Menyulitkan atau Menyelamatkan?

Sementara itu, masyarakat Pulau Batam dan sekitarnya masih menunjukkan kekhawatiran terhadap keselamatan mereka. Banyak warga yang mengurangi aktivitas di sekitar sungai atau perairan terbuka. Beberapa nelayan bahkan memilih untuk sementara waktu tidak melaut, terutama di lokasi yang dianggap rawan, demi menghindari kemungkinan serangan buaya.

Selain perburuan, pihak berwenang juga berencana meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait langkah-langkah pencegahan dan penanganan jika terjadi pertemuan dengan buaya. Edukasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat lebih siap menghadapi situasi darurat, sekaligus mengurangi potensi konflik antara manusia dan buaya di habitat yang sama.

Hingga kini, pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan BBKSDA terus bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini. Masyarakat diminta untuk tetap tenang, waspada, dan mematuhi arahan dari pihak berwenang. Harapan besar disematkan pada upaya tim gabungan untuk segera menangkap sisa buaya yang masih berkeliaran, sehingga rasa aman dan nyaman dapat kembali dirasakan oleh warga Batam dan sekitarnya.(*)

 

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Perburuan Buaya Lepas Masih Berlanjut, Masyarakat Diminta Tetap Waspada pertama kali tampil pada Metropolis.

Rapor Merah PPDB Batam

0

Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Batam dinilai masih menyisakan berbagai permasalahan, terutama terkait ketimpangan jumlah penduduk di beberapa wilayah. Dibutuhkan kebijakan yang lebih fleksibel dan tidak diterapkan secara merata di seluruh kelurahan.

Pedagang Pernak-pernik Imlek Keluhkan Turunnya Daya Beli Masyarakat

0
Toko penjual pernak-pernik Imlek yang terletak di Jalan Gambir Tanjungpinang, Rabu (22/1). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Penjualan pernak-pernik jelang perayaan Imlek 2025 di Kota Tanjungpinang, Kepri dikeluhkan oleh pedagang. Para pedagang menilai, daya beli pernak-pernik tahun ini menurun, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Satu diantara toko penjual pernak-pernik yang mengalami hal tersebut terletak di Jalan Gambir Tanjungpinang. Padahal, kawasan tersebut diketahui tempat tujuan utama warga untuk membeli perlengkapan Imlek.

Pemilik toko, Nasri menyebut bahwa tingkat penjualan pernak-pernik Imlek tahun ini menurun hingga 40 persen, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kendati demikian, ia tetap menjual dagangannya dengan harga pasaran.

BACA JUGA: Jelang Imlek, Vihara Dharma Shanti Tanjunguban Berbenah

“Lampion kecil dijual mulai Rp30.000, sementara ukuran besar sekitar Rp120.000. Angpao dihargai mulai Rp10.000 per paket isi enam lembar,” kata Nasri, Rabu (22/1).

Ia juga mengakui, bahwa pembeli yang datang ke tokonya untuk membeli pernak-pernik jauh lebih sedikit dari tahun sebelumnya. “(Pembeli) sedikit tahun ini, biasanya beli ampo dan lampion saja,” tambahnya.

Sementara menurut pengunjung toko, Wati menyampaikan ia tetap membeli pernak-pernik untuk merayakan Imlek, walaupun harganya mengalami sedikit kenaikan. Ia mengaku membeli lampion, untuk mempercantik ruang tamu rumahnya.

“Lampion kecil saya beli dua untuk menghias ruang tamu, harganya Rp30.000 per buah. Meski mahal, suasana Imlek harus tetap ada,” sebutnya.

Kemudian pengunjung lainnya, Herman menyampaikan hanya membeli angpao dan stiker stiker bergambar shio naga, yang nantinya akan ditempelkan ke pintu depan rumahnya.

“Rasanya nggak lengkap kalau Imlek tanpa dekorasi. Jadi, walaupun sekarang lebih hemat, tetap harus ada,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

 

Artikel Pedagang Pernak-pernik Imlek Keluhkan Turunnya Daya Beli Masyarakat pertama kali tampil pada Kepri.