Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 2115

Nelayan Batam Terancam Tidak Bisa Melaut Akibat Ancaman Buaya, Minta Perusahaan Bertanggung Jawab

0
Nelayan tengah memasang alat penangkap ikan.
batampos – Kejadian lepasnya sejumlah buaya dari penangkaran PT Perkasa Jagat Karunia (PJK) yang berkeliaran di perairan sekitar Batam semakin memperburuk kondisi para nelayan pesisir di Batam. Akibat ancaman keselamatan yang ditimbulkan oleh buaya-buaya tersebut, banyak nelayan yang kini tidak berani melaut. Mereka khawatir jika tetap melaut, nyawa mereka bisa terancam. Padahal, bulan Januari, terutama menjelang perayaan Imlek, adalah waktu penting bagi mereka untuk memperoleh hasil tangkapan khususnya ikan Dingkis yang menjadi sumber pendapatan utama.
Hasim, tokoh masyarakat pesisir Batam, mengungkapkan kekecewaannya kepada perusahaan yang dinilai bertanggung jawab atas insiden ini. Menurutnya, pihak perusahaan sama sekali tidak pernah turun tangan untuk menangani masalah tersebut. Padahal dampaknya sangat besar bagi nelayan.
“Pihak perusahaan tidak turun ke lapangan untuk mencari buaya yang lepas. Malahan, nelayan yang diminta untuk menangkap buaya yang lepas dengan upah Rp 1 juta untuk yang hidup dan Rp 500 ribu untuk yang mati. Sementara itu, nelayan kami bertaruh nyawa untuk menangkap buaya-buaya ini agar tidak ada korban jiwa, dan agar anak-anak mereka bisa aman bermain di pinggir laut,” ujarnya, Minggu (19/1).
Selain itu ia menilai perusahaan tersebut tidak transparan dan enggan bertanggung jawab atas kerugian yang dialami oleh nelayan.
“Perusahaan hanya mengakui ada lima ekor buaya yang lepas, tetapi saya yakin lebih dari 50 ekor yang lepas. Ini sudah sangat merugikan nelayan, yang seharusnya bisa melaut untuk mencari ikan, terutama menjelang Imlek. Sekarang nelayan kita tak berani untuk turun ke laut, ” tegas Hasim.
Hasim (kiri), tokoh masyarakat pesisir Batam.
Situasi ini semakin memperburuk kondisi para nelayan yang tergantung pada hasil laut untuk menyambung hidup mereka. Mereka kini terancam kehilangan kesempatan untuk memperoleh penghasilan pada bulan yang seharusnya menjadi waktu panen bagi mereka. Selain itu, banyak nelayan yang kini merasa tertekan dengan tanggung jawab besar untuk menangkap buaya yang lepas, sementara mereka sendiri juga khawatir akan keselamatan mereka.
“Nelayan tidak hanya takut melaut, mereka juga takut akan keselamatan anak-anak mereka di pinggir laut. Kami meminta pihak perusahaan untuk bertanggung jawab, terutama untuk nelayan yang berada di tiga kecamatan pesisir Batam ini,” tegasnya.
Masyarakat pesisir Batam, yang juga terdampak, berencana untuk mengorganisir sekitar 3.000 orang untuk mendatangi perusahaan tersebut jika masalah buaya yang lepas tidak segera ditangani. Hasim menyatakan bahwa aksi tersebut bertujuan untuk menuntut perusahaan agar segera bertanggung jawab atas kejadian ini dan memberikan solusi yang memadai bagi nelayan yang kesulitan.
“Kami tidak bisa tinggal diam jika perusahaan tidak bertanggung jawab. Kami akan datang langsung ke perusahaan untuk menuntut mereka memberikan solusi yang jelas. Ini sudah menyangkut keselamatan nelayan dan kelangsungan hidup mereka,” ujar Hasim dengan tegas. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Nelayan Batam Terancam Tidak Bisa Melaut Akibat Ancaman Buaya, Minta Perusahaan Bertanggung Jawab pertama kali tampil pada Metropolis.

27 Ekor Buaya Telah Ditangkap, Masyarakat Batam Diminta Tetap Waspada

0
Tim gabungan kembali tangkap buaya di sekitar pulau Bulan. Foto Polsek Bulang untuk Batam Pos

batampos – Pulau Batam tengah digemparkan oleh insiden lepasnya puluhan buaya hasil penangkaran milik PT Perkasa Jaga Karunia (PJK). Hingga kini, sebanyak 27 ekor buaya telah berhasil ditangkap sejak kejadian jebolnya kandang penangkaran di Pulau Bulan, Kecamatan Bulang, pada Senin (13/1). Meski begitu, masyarakat tetap diminta waspada karena masih ada buaya yang diduga berkeliaran di perairan sekitar.

Jebolnya kandang penangkaran disebabkan oleh hujan deras yang memicu banjir hebat. Awalnya, pihak PT PJK melaporkan hanya lima ekor buaya yang lepas. Namun, penyisiran lapangan oleh aparat dan masyarakat menunjukkan jumlah yang jauh lebih banyak. Hingga Minggu (19/1), total buaya yang telah ditangkap mencapai 27 ekor.
Penangkapan terbaru terjadi di dekat galangan kapal PT KTU di kawasan Sagulung. Seekor buaya besar berhasil ditangkap oleh warga dan pekerja setempat. Aksi ini sempat direkam dalam video yang kini viral di media sosial.
 “Cukup besar buayanya dan berhasil kita tangkap,” ujar seorang warga dalam video tersebut. Proses penangkapan ini mendapatkan apresiasi dari Kapolsek Bulang, IPTU Adyanto Syofyan, yang memastikan laporan penangkapan sudah disampaikan kepada pihak PT PJK.
Meskipun demikian, kekhawatiran masyarakat belum sepenuhnya reda. Keberadaan buaya yang berkeliaran di perairan menimbulkan keresahan, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar Pulau Bulan. Mardi, seorang warga Pulau Buluh, mengungkapkan ketakutannya.
 “Kami sangat khawatir dengan buaya-buaya ini. Harapannya, pihak terkait bisa segera menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.
Camat Bulang, Ramadhan, turut meminta PT PJK untuk bertanggung jawab penuh atas insiden ini. Ia menekankan pentingnya langkah cepat dan serius untuk memastikan keselamatan warga serta mencegah kejadian serupa di masa depan. “Kami tidak ingin hal ini menjadi ancaman berkepanjangan bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, operasi penangkapan buaya masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari aparat kepolisian, masyarakat, dan pihak perusahaan. Proses ini membutuhkan kewaspadaan tinggi mengingat kondisi geografis perairan yang luas dan sulit dijangkau.
Menurut IPTU Adyanto Syofyan, patroli rutin dan pengawasan ketat akan terus dilakukan hingga semua buaya yang lepas berhasil ditangkap. “Kami berusaha semaksimal mungkin untuk melindungi warga. Namun, kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat beraktivitas di sekitar perairan,” ujarnya.
Insiden ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya manajemen risiko dalam penangkaran hewan buas. Pakar lingkungan meminta pihak penangkaran memperbaiki sistem keamanan kandang agar kejadian serupa tidak terulang. Selain itu, mereka juga menyoroti perlunya koordinasi yang lebih baik antara perusahaan dan pemerintah daerah dalam menangani situasi darurat.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk melaporkan setiap penampakan buaya kepada aparat setempat. Kesigapan warga dan koordinasi yang baik dianggap menjadi kunci keberhasilan dalam penanganan insiden ini.  (*)
Reporter: Eusebius Sara

Artikel 27 Ekor Buaya Telah Ditangkap, Masyarakat Batam Diminta Tetap Waspada pertama kali tampil pada Metropolis.

Titik Kerusakan Jalan di Batuaji, Sagulung, dan Marina Terus Bertambah

0
Kondisi kerusakan jalan di Batuaji dan Sagulung. F.Eusebius Sara/Batam Pos

batampos – Kerusakan jalan yang semakin parah di sejumlah ruas utama di Batuaji, Sagulung, dan Marina, Kelurahan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang, menjadi sorotan masyarakat. Jalan-jalan berlubang yang membahayakan pengendara ini semakin bertambah selama musim hujan. Penyebab utamanya adalah lalu lintas kendaraan berat, terutama truk pengangkut material tanah yang terus beroperasi di wilayah tersebut.

Kerusakan terparah terlihat di jalan utama menuju Pelabuhan Sagulung. Lubang besar mengintai pengendara sepanjang ruas jalan ini, mengancam keselamatan pengguna jalan. Awalnya, jalan ini beraspal mulus, tetapi padatnya aktivitas kendaraan proyek dan kendaraan berat perusahaan galangan kapal membuatnya rusak berat. Warga sekitar merasa tidak nyaman dan resah dengan kondisi tersebut. Beberapa kecelakaan fatal telah terjadi di lokasi ini, menelan korban jiwa.
“Sudah sering terjadi kecelakaan, bahkan ada yang meninggal. Kami berharap jalan ini segera diperbaiki agar tidak ada lagi korban berikutnya,” ujar Indra, warga Seibinti, Sagulung.
Kondisi serupa juga terjadi di jalan R. Suprapto, Batuaji. Kerusakan terparah terlihat di depan kawasan Sentosa Perdana (SP) Plaza dan perumahan Puskopkar. Jalan yang semula beraspal kini dipenuhi lubang dan bergelombang. Aspal yang terkelupas semakin memperparah situasi, membuat pengendara yang kurang berhati-hati berisiko mengalami kecelakaan fatal.
Tidak ketinggalan, jalan Marina City yang baru saja diperlebar dan diaspal oleh Pemerintah Provinsi Kepri kini kembali mengalami kerusakan parah. Kerusakan ini terlihat mulai dari depan Harris Resort Hotel hingga gerbang Marina City dari arah Tanjungriau. Hal serupa juga terjadi di Jalan Ahmad Dahlan, Seitemiang, yang kini kondisinya sangat memprihatinkan.
Kerusakan ini diduga kuat disebabkan oleh aktivitas truk pengangkut tanah yang menggunakan jalan utama sebagai akses lalu lintas. Truk dengan muatan berat secara perlahan mengikis dan merusak lapisan aspal. Kini, hampir sepanjang ruas jalan tersebut dipenuhi lubang besar yang dalam, membuat perjalanan sangat berbahaya.
Aktivitas truk pengangkut tanah ini tidak hanya menyebabkan kerusakan jalan, tetapi juga memicu kekhawatiran warga. Beberapa pengendara mengeluhkan truk yang sering kebut-kebutan di jalan raya, meningkatkan risiko kecelakaan. Kondisi jalan yang tidak rata dan tergenang air saat hujan memperburuk situasi.
“Kalau sudah hujan, jalan jadi semakin rusak karena tergenang air, dan kendaraan berat terus berlalu lalang. Inilah yang membuat kondisi jalan semakin parah,” ujar Agus, salah satu warga setempat.
Keluhan warga telah sampai ke pemerintah. Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, mengakui kerusakan jalan yang signifikan di sejumlah wilayah tersebut. Ia menyatakan bahwa perbaikan jalan telah masuk dalam agenda pemerintah dan dijadwalkan akan dilakukan tahun ini.
Warga berharap agar perbaikan ini dapat segera direalisasikan sebelum jumlah korban akibat kecelakaan di jalan yang rusak semakin bertambah. Selain itu, warga juga menginginkan pengawasan ketat terhadap aktivitas kendaraan berat yang melintasi jalan-jalan utama.
Kerusakan jalan yang terus bertambah tidak hanya merugikan pengendara, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. Pemerintah diharapkan segera mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki infrastruktur jalan demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat. (*)
Reporter: Eusebius Sara

Artikel Titik Kerusakan Jalan di Batuaji, Sagulung, dan Marina Terus Bertambah pertama kali tampil pada Metropolis.

Tim Damkar Selamatkan Kucing Terjebak di Selokan

0
Petugas menyelamatkan kucing terjebak di selokan jalan Permaisuri, Tanjunguban pada Sabtu (18/1/2025). F.Damkar Tanjunguban untuk Batam Pos.

batampos– Petugas Damkar Tanjunguban menyelamatkan kucing terjebak di selokan di jalan Permaisuri, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara pada Sabtu (18/1/2025).

Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi mengungkapkan, awalnya pembeli makanan di stan makanan dekat kedai kopi mendengar suara kucing.

Setelah dicari, suara kucing berasal dari selokan. Selokan itu tertutup besi.

Sejumlah warga dibantu pedagang mencoba mengangkat besi penutup selokan.

Tapi besi penutup selokan tidak berhasil diangkat.

BACA JUGA: Sarang Lebah Kerap Dilempari Siswa, Guru di Bintan Minta Bantuan Damkar

Akhirnya, warga membuat status dan memposting kejadian itu di media sosial.

“Banyak ngetag Damkar, petugas kita menscreen shoot postingan tersebut dan meneruskan ke grup,” kata Panyodi.

Panyodi mengatakan, evakuasi dilakukan setelah petugas regu piket menerima informasi.

Petugas turun ke lapangan dan menemukan selokan sudah dipenuhi air pasang.

“Kucingnya tenggelam, hanya bagian kepala masih terlihat,” ujar Panyodi.

Petugas sempat kesulitan saat mengangkat besi penutup selokan, namun proses evakuasi kucing berjalan lancar.

“Besi penutup selokan agak keras saat mau diangkat,” kata Panyodi

Setelah besi penutup selokan berhasil dibuka, petugas mengangkat kucing ke atas.

Kucingnya kemudian diamankan di kantor Damkar.

“Setelah membaik, kita lepaskan atau diserahkan ke orang yang berminat merawatnya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Tim Damkar Selamatkan Kucing Terjebak di Selokan pertama kali tampil pada Kepri.

Tak Sesuai Dengan Fasilitas, Kenaikan Rencana Tarif Masuk Pelabuhan SBP Diprotes

0
Calon penumpang saat masuk menggunakan pas Pelabuhan SBP Tanjungpinang, Minggu (19/1). Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Tarif masuk atau pas Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Kepri bakal mengalami kenaikan. Kenaikan harga pas tersebut berlaku per 1 Febuari 2025 mendatang, baik untuk calon penumpang domestik maupun internasional.

Kenaikan tarif masuk ini menuai protes oleh anggota DPRD Kepri. Pasalnya, kenaikan tarif sebesar dinilai terlalu tinggi. Ditambah lagi, belum banyaknya fasilitas yang dapat dinikmati para calon penumpang, terutama untuk penyandang disabilitas.

BACA JUGA: Disebabkan Penyesuaian Tarif dan Libur Akhir Tahun, Permohonan Paspor Meningkat 

Untuk pas pelabuhan domestik mengalami kenaikan sebesar Rp5 ribu, dari Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu per orang. Untuk pelayaran internasional, pas pelabuhan untuk WNI yang semulanya Rp40 ribu, akan menjadi Rp75 ribu per orang. Sementara pas masuk WNA dari Rp60 ribu menjadi Rp100 ribu per orang.

Surat rencana kenaikan tarif Pelabuhan SBP Tanjungpinang itu ditandatangani oleh General Manager Pelindo Regional 1 Cabang Tanjungpinang, Tonny Hendra Cahyadi.

“Kita sudah diskusikan dengan teman-teman DPRD Kepri dapil Tanjungpinang, pada umumnya kami sepakat menolak. Mengingat ini merupakan pelabuhan lintas kabupaten kota,” kata Rudy Chua, anggota Komisi II DPRD Kepri, Minggu (19/1).

Penolakan tarif masuk pelabuhan ini, memiliki sejumlah pertimbangan. Yakni, Kenaikan tersebut dinilai terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan fasilitas yang ada di Pelabuhan satu-satunya di Kepri tersebut.

Selain itu, kenaikan tarif tidak dilakukan sosialisasi oleh Pelindo Regional 1 Cabang Tanjungpinang kepada masyarakat. Bahkan, dasar usulan kenaikan yang pernah diajukan beberapa tahun lalu dan ditolak, tidak bisa dijadikan alsan telah melakukan sosialisasi.

“Kenaikan ini terlalu tinggi 50 persen sampai 88 persen, ditengah kondisi beban ekonomi masyarakat akibat kenaikan harga pasca PPN12 persen,” tegasnya.

Rudy menambahkan, bahwa pelabuhan sbp merupakan pelabuhan penghubung kabupaten kota di Kepri yangg merupakan wilayah kerja Provinsi. “Dan bebannya akan ditanggung oleh masyarakat. Kita juga akan menyampaikan agar Gubernur menyampaikan penolakan ke Menteri terkait,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

 

Artikel Tak Sesuai Dengan Fasilitas, Kenaikan Rencana Tarif Masuk Pelabuhan SBP Diprotes pertama kali tampil pada Kepri.

Pemerintah Buka Opsi Batasi Koalisi Parpol di Pilpres, Sikapi Putusan MK soal Presidential Threshold

0
Menko Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra. (Instagram Yusril Ihza Mahendra)

batampos – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumhamipas) Yusril Ihza Mahendra memastikan Pemerintah menaati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait penghapusan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold 20 persen kursi DPR. Dia menyatakan Pemerintah dan DPR akan merevisi Pasal 222 dalam Undang-Undang Pemilu.

“Jadi MK sendiri sudah membuat panduan yang lima itu disebut dengan Constitutional Engineering, dan dengan sendirinya pemerintah akan mempodomani Constitutional Engineering itu dalam menyusun amendemen terhadap Pasal 222 dan penambahan pasal-pasal baru terkait dengan Pilpres, dengan mengacu kepada lima panduan yang dibuat oleh Mahkamah Konstitusi itu,” kata Yusril kepada wartawan, Minggu (19/1).

Dia menjelaskan, MK telah memutuskan mekanisme persyaratan pengusungan capres dan cawapres pada Pilpres 2029. Salah satunya, tidak boleh ada partai politik atau koalisi mendominasi pengusungan calon.

“Misalnya calonnya partai politik serta pemilu misalnya 30, terus 29 gabung (koalisi), berarti kan calonnya cuma dua. Atau 30 diborong semua. Itu kata MK jangan sampai mendominasi, tapi kalau dibebaskan semua ya enggak mungkin juga ada 30 pasangan kan,” ucap Yusril.

Lebih lanjut, Yusril mengutarakan pemerintah tengah memikirkan cara untuk menaati putusan MK dengan membuka opsi adanya aturan batas maksimum dalam mengusung calon.

“Jadi ya seperti apa kita pikirkan lah caranya, misalnya lah mungkin ya, boleh bergabung partai-partai tapi misalnya maksimum bergabung itu 20 persen. Jadi kalau begitu kan maksimal ada, kalau semua partai bergabung berarti kan cuma ada lima pasangan misalnya,” pungkas Yusril. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Pemerintah Buka Opsi Batasi Koalisi Parpol di Pilpres, Sikapi Putusan MK soal Presidential Threshold pertama kali tampil pada News.

Pekerja Subkon PLN Tewas Terjatuh Usai Tiang yang Dipanjatnya Roboh

0
Kerabat dan rekan korban datang ke RSJKO EHD Tanjunguban, Jumat (17/1/2025) malam, setelah menerima kabar terkait kejadian menimpa korban. F.Kiriman Luyo untuk Batam Pos.

batampos– Seorang pekerja subkon perusahaan listrik negara (PLN) meninggal setelah tiang yang dipanjatnya roboh.

Peristiwa ini terjadi di jalan raya Kilometer (Km) 77, Kecamatan Teluk Sebong, Bintan pada Jumat (17/1/2025) sekitar pukul 15.17 WIB.

Manager PLN ULP Tanjunguban, Suherman Nainggolan kepada Batam Pos, Minggu (19/1/2025), membenarkan, korban merupakan pekerja subkon PLN.

Korban bernama Taufik, 35, pekerja PT. Haleyora Power.

BACA JUGA: Tiang Listrik PLN Roboh Usai Jaringan Tertimpa Pohon, Listrik di Desa Ekang Anculai, Bintan Padam

Suherman menjelaskan, informasinya korban dan rekannya menerima laporan dari warga soal kabel jatuh.

“Tapi bukan kabel PLN,” kata Suherman.

Saat itu, rekannya  memanjat tiang pertama, sementara korban memanjat tiang kedua.

“Posisinya memanjat tiang lebih kurang 4 atau 5 meter,” ujarnya.

Tiang yang dipanjat tiba-tiba roboh dan korban terjatuh.

“Informasinya, setelah kejadian alhamrhum masih sadar, di rumah sakit masih respon,” katanya.

Usai kejadian, korban dibawa istrinya ke rumah sakit. Hanya, rekannya tidak melaporkan kejadian itu kepada PLN dan PT. Haleyora Power.

“Setelah kejadian, kita kehilangan jejak. Teman-temannya hubungi, tapi tidak direspon,” katanya.

Suherman menjelaskan, korban bekerja sebagai petugas inspeksi. Tugasnya melakukan pendataan apabila terjadi gangguan pada jaringan dan melaporkan ke PLN.

“Tugasnya pendataan anomali gangguan jaringan dan dilaporkan ke kami untuk dievaluasi,” katanya.

Dia berharap kejadian seperti ini tidak terulang.

Oleh karena itu, Suherman mengimbau masyarakat yang mengalami gangguan jaringan listrik dapat menghubungi layanan resmi PLN di nomor 123 atau PLN Mobile.

“Aplikasi PLN Mobile bisa didownload di playstore. Kita bisa monitor mulai laporan yang dibuat apa sudah ditanggapi, lalu petugas sudah dalam perjalanan dan (apakah pekerjaan) sudah selesai,” pungkasnya.

Kapolsek Bintan Utara Kompol Nurman mengatakan, pihaknya masih melakukan pengumpulan bahan dan keterangan terkait kejadian ini.

“Masih pulbaket, nanti diinfokan,” ujarnya. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Pekerja Subkon PLN Tewas Terjatuh Usai Tiang yang Dipanjatnya Roboh pertama kali tampil pada Kepri.

Kehadiran SEZ Singapura-Johor: Peluang Baru bagi Pengembangan KEK Batam

0
Sebuah kawasan industri di Batam

batampos – Kota Batam memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai salah satu motor penggerak roda perekonomian Indonesia, khususnya di wilayah barat. Hal tersebut secara otomatis menjadikan KEK Batam sebagai penghubung Indonesia dengan pusat perdagangan global yang memperkuat integrasi ekonomi domestik guna mendorong konektivitas lintas wilayah.

Di mata dunia, KEK Batam dipandang sebagai rantai pasok global dan salah satu pusat industri maupun perdagangan yang kompetitif di Asia Tenggara.

Lokasinya yang strategis dekat dari Singapura menjadikannya alternatif bagi perusahaan multinasional untuk beroperasi dengan biaya lebih rendah.

Meski memiliki posisi strategis, KEK Batam menghadapi tantangan seperti persaingan dengan kawasan serupa di negara lain, yakni pembentukan Special Economic Zone (SEZ) Singapura-Johor.

Menepis pemberitaan dan kekhawatiran yang beredar, BP Batam secara gamblang mengatakan akan menyikapi dengan serius kehadiran SEZ Singapura-Johor, dimana langkah tersebut diperkirakan akan meningkatkan intensitas persaingan ekonomi antarnegara.

“BP Batam memandang hal ini sebagai peluang strategis untuk menciptakan potensi ekonomi baru yang dapat mendorong pengembangan wilayah secara lebih optimal,” ujar Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, pada Kamis (16/1/2025).

Lebih lanjut ia mengatakan, persaingan ini juga menjadi motivasi bagi BP Batam untuk terus meningkatkan daya saing KEK yang ada, melalui penguatan infrastruktur, penyempurnaan kebijakan, dan kolaborasi strategis dengan berbagai pihak guna menarik lebih banyak investasi.

Diketahui saat ini BP Batam tengah mengelola tiga KEK, antara lain KEK Nongsa dan KEK Batam Aero Technic (BAT) yang diresmikan pada tahun 2021, serta KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam yang diresmikan pada tahun 2024 silam.

“Selain itu, diversifikasi industri melalui KEK juga kami dorong agar Batam ke depannya fokus pada sektor-sektor strategis dengan potensi pertumbuhan ekonomi tinggi seperti animasi, kesehatan, ekonomi kreatif, teknologi, logistik, maupun energi terbarukan,”

“Promosi dan branding internasional pun terus kami giatkan baik melalui pameran, forum investasi, maupun forum bilateral untuk memperkuat citra Batam sebagai destinasi investasi yang unggul,” pungkas Tuty.

Artikel Kehadiran SEZ Singapura-Johor: Peluang Baru bagi Pengembangan KEK Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Kehadiran SEZ Singapura-Johor: Peluang Baru bagi Pengembangan KEK Batam

0
Sebuah kawasan industri di Batam

batampos – Kota Batam memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai salah satu motor penggerak roda perekonomian Indonesia, khususnya di wilayah barat. Hal tersebut secara otomatis menjadikan KEK Batam sebagai penghubung Indonesia dengan pusat perdagangan global yang memperkuat integrasi ekonomi domestik guna mendorong konektivitas lintas wilayah.

Di mata dunia, KEK Batam dipandang sebagai rantai pasok global dan salah satu pusat industri maupun perdagangan yang kompetitif di Asia Tenggara.

Lokasinya yang strategis dekat dari Singapura menjadikannya alternatif bagi perusahaan multinasional untuk beroperasi dengan biaya lebih rendah.

Meski memiliki posisi strategis, KEK Batam menghadapi tantangan seperti persaingan dengan kawasan serupa di negara lain, yakni pembentukan Special Economic Zone (SEZ) Singapura-Johor.

Menepis pemberitaan dan kekhawatiran yang beredar, BP Batam secara gamblang mengatakan akan menyikapi dengan serius kehadiran SEZ Singapura-Johor, dimana langkah tersebut diperkirakan akan meningkatkan intensitas persaingan ekonomi antarnegara.

“BP Batam memandang hal ini sebagai peluang strategis untuk menciptakan potensi ekonomi baru yang dapat mendorong pengembangan wilayah secara lebih optimal,” ujar Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, pada Kamis (16/1/2025).

Lebih lanjut ia mengatakan, persaingan ini juga menjadi motivasi bagi BP Batam untuk terus meningkatkan daya saing KEK yang ada, melalui penguatan infrastruktur, penyempurnaan kebijakan, dan kolaborasi strategis dengan berbagai pihak guna menarik lebih banyak investasi.

Diketahui saat ini BP Batam tengah mengelola tiga KEK, antara lain KEK Nongsa dan KEK Batam Aero Technic (BAT) yang diresmikan pada tahun 2021, serta KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam yang diresmikan pada tahun 2024 silam.

“Selain itu, diversifikasi industri melalui KEK juga kami dorong agar Batam ke depannya fokus pada sektor-sektor strategis dengan potensi pertumbuhan ekonomi tinggi seperti animasi, kesehatan, ekonomi kreatif, teknologi, logistik, maupun energi terbarukan,”

“Promosi dan branding internasional pun terus kami giatkan baik melalui pameran, forum investasi, maupun forum bilateral untuk memperkuat citra Batam sebagai destinasi investasi yang unggul,” pungkas Tuty.

Artikel Kehadiran SEZ Singapura-Johor: Peluang Baru bagi Pengembangan KEK Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Masyarakat Diminta Waspada Kemunculan Buaya

0
Polisi memasang plang imbauan buaya di Tanjungpinang Timur. F. Polsek Tanjungpinang

batampos– Guna menjaga situasi keamanan masyarakat dan menghindari adanya korban gigitan buaya, Polsek Tanjungpinang Timur memasang plang imbauan kemunculan buaya.

Pemasangan plang di dua titik lokasi yakni di Kelurahan Batu IX dan Waduk Jalan Srikaton Kampung Bangun Sari RT 03 RW 07 Kelurahan Pinang Kencana Tanjungpinang Timur, Sabtu (18/1).

Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Sugiono mengimbau masyarakat di Kecamatan Tanjungpinang Timur agar tidak berenang di sungai. Tidak membuang sisa makanan di area kemunculan buaya.

Selain itu, Sugiono menegaskan agar masyarakat berhati-hati dan tetap waspada jika beraktivitas di dekat perairan, terutama pada sore dan malam hari.

BACA JUGA: Buaya Muncul di Pesisir Pantai Resort di Bintan

“Imbauan ini perlu kami sampaikan dan ingatkan ke masyarakat. Mengingat di lokasi tersebut informasinya sering muncul buaya,” kata Sugiono.

Kapolsek menjelaskan, setelah melihat kondisi cuaca Tanjungpinang yang saat ini sering diguyur hujan, mengakibatkan banjir dan air sungai bisa meluap.

“Kami juga meminta masyarakat untuk tetap berhati-hati saat beraktivitas di perairan, mengingat di dua lokasi itu, dikabarkan banyak buaya yang sewaktu waktu dapat muncul,” jelasnya.

AKP Sugiono menambahkan, jika masyarakat melihat adanya kemunculan buaya di dua lokasi tersebut, agar tidak mengambil tindakan sendiri karena dapat membahayakan.

“Apabila buaya tersebut muncul kembali agar segera menghubungi Bhabinkamtibmas atau institusi terkait lainnya,” terangnya. (*)

Reporter: Yusnadi

 

Artikel Masyarakat Diminta Waspada Kemunculan Buaya pertama kali tampil pada Kepri.