Kondisi rumah warga yang ambruk di Kampung Tenggel, Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, pada Selasa (14/1/2025) sekitar pukul 22.00 WIB. F.Kiriman Camat Assun Ani untuk Batam Pos.
batampos– Sebuah rumah di Kampung Tenggel, Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, ambruk.
Tiang penyanggah rumah panggung itu patah karena tidak dapat menahan beban disebabkan kondisi rumah yang sudah lama.
Camat Bintan Pesisir, Assun Ani mengatakan, rumah ambruk terjadi pada Selasa (14/1/2025) sekitar pukul 22.00 WIB.
Dia mengatakan, rumah tersebut milik seorang warga bernama Bahtiar, tapi sudah lama kosong.
Saat kejadian, rumah dihuni oleh pasangan suami istri lanjut usia (lansia), La Cina, 90 dan Nur, 85.
Begitu tiang penyanggah rumah patah dan lantai rumah ambruk, La Cina dan Nur terjatuh ke laut.
Mereka saat itu tertimpa puing-puing material rumah yang ambruk.
Akibat kejadian ini, kaki kanan La Cina mengalami luka robek. La Cina pun mendapat penanganan medis dari Puskesmas Desa Kelong.
Assun bersama anggota polisi dan pemerintah desa telah meninjau ke lokasi ambruknya rumah warga tersebut.
Menurutnya, bangunan rumah tersebut sudah tak layak dihuni sehingga dirobohkan.
“Takutnya ada anak-anak main di sana, malah roboh tertimpa,” katanya.
Assun mengatakan, keduanya sudah lama merantau dan tidak lagi mengenal sanak saudaranya di kampung.
“Pak La Cina dari Sulawesi, asli orang Buton. Kebetulan di sini banyak warga kita orang Buton, jadi selama ini mereka banyak diurus oleh warga sini,” katanya.
Penanganan selanjutnya terhadap keduanya, dia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.
“Kita dari pemerintah mau merawat mereka di rumah bahagia agar mereka dapat melanjutkan hidup lebih baik,” pungkasnya. (*)
Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad memberikan pemaparan saat menjadi narasumber pada podcast Batam Pos, Selasa (10/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos– Wali Kota Batam terpilih, Amsakar Achmad, menyatakan dukungannya atas rencana Apple untuk berinvestasi di Batam.
Kabar investasi ini muncul setelah beberapa informasi yang menyebutkan bahwa perusahaan teknologi raksasa tersebut sedang mempertimbangkan untuk membangun pabrik di Batam. Amsakar menyambut baik dan akan mendukung sepenuhnya jika rencana tersebut benar-benar terealisasi.
“Apapun ceritanya, kalau investor itu serius berinvestasi di Batam, dan kalau investasi itu bisa menggerakkan roda perekonomian, menaikkan pertumbuhan ekonomi, serta membuka lapangan kerja, kami pasti mendukung,” ujarnya, Kamis (16/1).
Kehadiran Apple sebagai investor akan menjadi langkah besar bagi pertumbuhan ekonomi Batam. Amsakar tahu betul reputasi Apple seperti apa. Jika benar perusahaan itu akan masuk ke Batam, ini adalah kabar baik.
Sebelumnya, Kepala Biro Humas dan Protokoler BP Batam, Ariastuty Sirait, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mendengar kabar mengenai potensi investasi ini. Namun, hingga kini belum ada permintaan resmi dari Apple atau mitra mereka kepada BP Batam.
“Kami sudah mendengar beberapa isu negosiasi terkait rencana investasi ini di Batam. Namun, sampai saat ini BP Batam belum menerima direct inquiry dari Apple ataupun subkontraktornya,” kata Tuty, Rabu (8/1) lalu.
Menurutnya, pembahasan kemungkinan masih berada di tingkat pusat antara Apple dan kementerian terkait. Meski demikian, BP Batam menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung jika rencana ini benar-benar direalisasikan.
“Pada prinsipnya, BP Batam menyambut baik dan siap menindaklanjuti rencana investasi tersebut apabila sudah ada informasi resmi kepada kami,” kata dia.
BP Batam optimistis, kehadiran pabrik Apple akan memberikan dampak positif yang signifikan, baik untuk perekonomian Batam. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah disebut menjadi kunci untuk memastikan keberhasilan proyek ini.
Apabila terealisasi, investasi Apple ini kemungkinan mampu menciptakan peluang baru bagi ribuan tenaga kerja lokal serta mengukuhkan posisi Batam sebagai pusat investasi strategis di kawasan Asia Tenggara. (*)
Satpolairud Polres Karimun saat mengevakuasi mayat pria tanpa identitas di Pulau Sungkop, Desa Tulang, Kecamatan Selat Gelam, Kabupaten Karimun.
batampos– Samad, nelayan tradisional asal Baran Abang, Kecamatan Buru pada Rabu (15/1) berencana akan menangkap ikan di sekitar Pulau Sungkop, Desa Tulang, Kecamatan Selat Gelam. Namun, sesampainya di lokasi tidak dapat melaksanakan aktivitas menangkap ikan disebabkan air surut dan sampan yang digunakan tidak bisa bergerak.
”Dari keterangan nelayan tadi, dia bahwa sampai di lokasi pulau tersebut (Sungkop red) pukul 15.00 WIB. Karena kondisi air laut surut dan sampan yang digunakan tidak bisa bergerak, maka dia main ke pantai. Dan rencananya jam 22.00 WIB baru akan bergerak. Sambil menunggu, Samad main ke tepi pantai, namun dari jarak sekitar 5 meter dia melihat ada kaki manusia,” ujar Kasi Pemerintahan Desa Tulang, Hermanto kepada Batam Pos, Jumat (17/1).
Malam harinya, lanjutnya, nelayan tadi tidak mendekat karena takut. Dan malam harinya pukul 22.00 WIB bergerak ke Pulau Stunak dan memberitahukan kepada warga disana tentang penemuan mayat di Pulau Sungkop. Warga di sana kemudian memberitahukan hal ini kepadanya dan meminta beberapa orang menggunakan pompong untuk mendatangi pulau tersebut.
”Saya posisi di Pulau Tulang, dengan pulau tempat penemuan mayat jauh. Yang dekat memang dari Pulau Stunak. Belasan warga saya minya ke sana untuk memastikan apakah benar adaayat atau tidak. Kemudian 2 orang warga, Arif dan Halimun yang menggunakan ponsel android untuk tetap koordinasi dengan saya. Setelah sampai di lokasi dan saya diberitahu oleh warga bahwa benar ada mayat yang sebagian besar sudah menjadi tulang belulang, maka saya langsung hubungi Bhabinkamtibmas, Babinsa dan juga rekan di BPBD Damkar serta Basarnas,” jelasnya.
Singkat cerita, kata Hermanto, warga menunggu di pulau tersebut sampai Kamis (16/1) dini hari untuk menjaga mayat yang ditemukan. Apalagi, di pulau tersebut tidak ada penghuninya, sehingga mau makan atau minum warga yang ke sana tidak ada. Tapi, karena sudah dia pesan untuk menjaga sampai tim evakuasi tiba di lokasi. Akhirnya, pada pukul 02.20 kapal Satpolairud dan Tim Basarnas tiba di lokasi pada pukul 02.00 WIB. Mayat langsung dibawa ke RSUD Muhammad Sani.
Kapolres Karimun, AKBP Robby Topan Manusiwa melalui Kasat Polairud, Iptu Sarianto secara terpisah membenarkan tentang penemuan mayat tanpa identitas. ”Mayay masih di RSUD Muhammad Sani dan rencananya akan dilakukan autopsi. Saat ini juga belum ada pihak yang mengklaim sebagai keluarga dari mayat,” terangnya.
Ketika ditanyakan apakah mayat yang ditemukan ini merupakan tekong atau ABK tekong speedboat asal Malaysia yang tenggelam beberapa waktu lalu, Sarianto menyatakan belum dapat dipastikan. ”Yang jelas ada rencana untuk dilakukan autopsi agar dapat diketahui,” terangnya. (*)
batampos – Dunia kerja modern menuntut baik perempuan maupun laki-laki setara. Produktivitas sesuai yang dibebankan perusahaan menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Dengan beban kerja di dunia modern sejumlah penelitian mencatat, pekerja perempuan ternyata cenderung lebih rentan stres hingga depresi di lingkungan kerja dibandingkan laki-laki.
Fenomena depresi di lingkungan kerja pada perempuan ini menarik perhatian para ahli psikologi dan kesehatan mental.
Para ahli psikologi dan kesehatan mental mendorong upaya untuk memahami faktor-faktor yang mendasarinya dan mencari solusi yang efektif.
Psikolog Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP Sanglah Denpasar Lyly Puspa Palupi S seperti dilansir Antara Rabu (15/1) mengatakan untuk sampai pada kondisi depresi, biasanya saat karyawan mengalami kondisi stres tak tertangani.
”Karyawan tidak mendapatkan coping stress atau manajemen stres yang baik, kemudian bisa berlanjut menjadi depresi atau masalah psikologis yang lain,” terang Lyly.
Kerentanan perempuan terhadap depresi di lingkungan kerja, masih kata Lyly, adalah masalah kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari beban ganda dan diskriminasi gender hingga perubahan hormonal dan stigma sosial.
”Memahami faktor-faktor ini adalah langkah awal untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan suportif bagi perempuan,” katanya.
Berikut beberapa faktor yang berkontribusi pada kerentanan perempuan terhadap depresi di lingkungan kerja:
1. Beban Ganda dan Peran Tradisional
Perempuan seringkali memikul beban ganda, yaitu tanggung jawab profesional di tempat kerja dan tanggung jawab domestik di rumah.
Peran tradisional sebagai pengurus rumah tangga dan pengasuh anak masih melekat kuat pada sebagian masyarakat, menambah tekanan bagi perempuan yang juga berkarir.
Tuntutan untuk menyeimbangkan kedua peran ini dapat menimbulkan stres berkepanjangan dan meningkatkan risiko depresi. Tekanan ini dapat berupa ekspektasi sosial, pembagian kerja yang tidak setara di rumah, atau kurangnya dukungan dari pasangan dan keluarga.
Beban ganda ini dapat memicu konflik peran, kelelahan emosional, dan perasaan bersalah karena merasa tidak mampu memenuhi semua tuntutan. Akibatnya, kesehatan mental perempuan menjadi taruhannya.
2. Diskriminasi dan Ketidaksetaraan Gender
Di banyak tempat kerja, perempuan masih menghadapi diskriminasi dan ketidaksetaraan gender. Hal ini dapat berupa perbedaan gaji untuk pekerjaan yang sama, kurangnya kesempatan promosi, pelecehan seksual, atau komentar-komentar seksis.
Pengalaman-pengalaman negatif ini dapat merusak kepercayaan diri, memicu stres, dan meningkatkan risiko depresi. Lingkungan kerja yang tidak inklusif dan tidak menghargai keberagaman juga dapat memperburuk kondisi ini.
Diskriminasi dan ketidaksetaraan gender menciptakan lingkungan kerja yang tidak sehat dan tidak adil bagi perempuan. Hal ini tidak hanya berdampak pada kesehatan mental individu, tetapi juga pada kinerja dan produktivitas secara keseluruhan.
3. Tekanan untuk Memenuhi Standar Ganda
Perempuan seringkali menghadapi standar ganda di tempat kerja. Mereka dituntut untuk bekerja sekeras laki-laki, tetapi juga diharapkan untuk tetap feminin dan menyenangkan.
Tekanan untuk memenuhi ekspektasi yang bertentangan ini dapat menimbulkan stres dan kebingungan. Perempuan mungkin merasa harus menyembunyikan emosi atau karakteristik tertentu agar diterima di lingkungan kerja yang didominasi laki-laki.
Tekanan ini dapat menyebabkan perempuan merasa tidak autentik dan tidak dihargai di tempat kerja. Hal ini juga dapat memicu perasaan cemas, rendah diri, dan depresi.
4. Perubahan Hormonal
Faktor biologis juga berperan dalam kerentanan perempuan terhadap depresi. Perubahan hormonal yang terjadi selama siklus menstruasi, kehamilan, dan menopause dapat memengaruhi suasana hati dan emosi.
Beberapa perempuan mengalami gejala pramenstruasi (PMS) yang parah, termasuk perubahan suasana hati, mudah marah, dan depresi. Perubahan hormonal yang terjadi selama masa transisi kehidupan juga dapat meningkatkan risiko depresi.
Perubahan hormonal ini dapat memengaruhi neurotransmiter di otak yang berperan dalam pengaturan suasana hati. Hal ini menjelaskan mengapa perempuan lebih rentan mengalami depresi pada periode-periode tertentu dalam hidupnya.
Stigma terkait kesehatan mental masih kuat di masyarakat, termasuk di lingkungan kerja.
Perempuan yang mengalami depresi mungkin enggan mencari bantuan karena takut dihakimi atau dikucilkan. Kurangnya dukungan dari atasan, rekan kerja, dan keluarga juga dapat memperburuk kondisi ini.
Lingkungan kerja yang tidak suportif dan tidak memahami masalah kesehatan mental dapat membuat perempuan merasa terisolasi dan putus asa.
Stigma dan kurangnya dukungan dapat menghambat pemulihan dan memperpanjang penderitaan perempuan yang mengalami depresi. Oleh karena itu, penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang terbuka dan suportif terhadap masalah kesehatan mental.
Bagi perusahaan dengan memahami faktor-faktor tersebut manajemen dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi diskriminasi, memberikan dukungan bagi perempuan yang menghadapi beban ganda, dan menciptakan budaya kerja yang inklusif dan menghargai keberagaman.
Sehingga dengan upaya bersama, dapat menciptakan dunia kerja yang lebih adil dan sehat mental bagi semua karyawan. (*)
Tim terpadu saat turun ke pangkalan mengecek ketersediaan gas elpiji 3 kilogram, beberapa waktu lalu. F.DKUPP Bintan untuk Batam Pos.
batampos– Stok gas elpiji 3 kilogram (Kg) di Bintan sudah kembali normal dan tercukupi setelah sebelumnya sempat mengalami kelangkaan.
“Laporan dari pangkalan sudah lebih, sudah cukup, bahkan ada kelebihan dari tabung,” ungkap Kabid Perdagangan di Dinas Koperasi, Usaha Mikor, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Bintan, Setia Kurniawan.
Dijelaskannya, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram beberapa hari lalu karena agen penyalur tidak mendapat kuota fakultatif.
Sehingga, lanjutnya, tidak ada pengiriman gas elpiji 3 kilogram pada libur Natal 25 Desember 2024 dan libur Tahun Baru 2025.
“Ditambah lagi pada hari Minggu juga tidak ada pengiriman, makanya hari Senin sempat terjadi kelangkaan” jelasnya.
Menyikapi kondisi itu, dia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan bagian ekonomi Setdakab Bintan, agen penyalur dan Pertamina.
“Jadi kita minta tambahan kuota fakultatif untuk menutupi kekurangan pasokan karena hari libur kemarin, namun kuota harian berjalan normal,” ujarnya.
Pertamina, katanya, telah mendorong pasokan fakultatif 3 loading order (LO) ke agen penyalur.
“Pasokan gas elpiji 3 kilogram sudah disalurkan,” katanya.
Sementara pelaku UMKM Gerai Marisa yang memproduksi kue jajanan pasar di Perumahan Tanjungpermai, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Hisan mengatakan, stok gas elpiji 3 kilogram di pangkalan yang ada di Kecamatan Seri Kuala Loban, sudah tercukupi.
“Alhamdulillah sudah lancar pasokan gas elpiji 3 kilogram,” ungkap Hisan. (*)
Ilustrasi: Petugas BP3MI mendata pekerja migran Indonesia yang baru tiba di pelabuhan Internasional Batam Center, Rabu (27/11). Para PMI ini dipulangkan dari Malaysia. f. Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Sebanyak 37 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sebelumnya ditahan di Depot Tahanan Imigresen (DTI) Pekan Nenas, Johor, Malaysia, dipulangkan melalui Pelabuhan Stulang Laut, Johor Bahru, menuju Pelabuhan Batam Center pada Kamis (16/1).
Proses pemulangan ini difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru dan BP3MI Kepri.
Kepala BP3MI Kepri, Kombes Imam Riyadi, para PMI tersebut dipulangkan karena terbukti overstay dan tidak memiliki dokumen lengkap.
“Kami akan mendata kembali permasalahan mereka dan melanjutkan pemulangan mereka ke daerah asal,” katanya, Kamis (16/1).
Setibanya di Pelabuhan Batam Center pukul 12.00 WIB, para PMI disambut oleh Tim Perlindungan BP3MI Kepri. Mereka kemudian diarahkan ke Rumah Ramah P4MI Batam untuk dilakukan pendataan lebih lanjut sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing.
Dari total 37 PMI yang dipulangkan, sebanyak 26 orang merupakan laki-laki, sementara 11 lainnya perempuan. Tidak terdapat anak-anak maupun PMI dalam kondisi rentan di antara mereka. Seluruh PMI juga dilaporkan dalam keadaan sehat.
“Selanjutnya, pemulangan sebanyak 37 PMI ini difasilitasi oleh BP3MI Kepri di Rumah Ramah P4MI Batam sebelum dipulangkan ke daerah asal,” kata Imam. (*)
batampos – Manchester United akhirnya meraup 3 poin setelah dalam 4 matchweek terakhir selalu gagal menang. Jumat (17/1) dini hari tadi, MU menang 3-1 atas Southampton di Old Trafford.
Poin absolut pada pekan ke-21 Liga Inggris ini berhasil mengatrol posisi The Red Devils dari posisi 13 naik naik satu strip ke posisi 12.
MU tertinggal lebih dahulu. Southampton mendapat keunggulan 1-0 usai bek Manuel Ugarte melakukan bunuh diri menit ke-43. MU membalikkan keadaan lewat tiga gol winger mudanya, Amad Diallo (82’, 90’, 90+4’).
“Tim ini dipenuhi pemain berkualitas. Kami harus lebih garang di final third dan kami menunjukkan kalau kami adalah tim yang lebih baik di lapangan di laga ini,” ujar Amad dalam wawancara dengan TNT Sports usaia pertandingan.
Amad Diallo benar-benar jadi bintang yang paling terang di pertandingan semalam. Tiga golnya ke gawang Southampton pada pekan ke-21 Premier League, Jumat (17/1) dinihari di Old Trafford membawa Manchester United menang dengan skor 3-1.
Southampton sempat unggul terlebih dahulu setelah eksekusi bola mati Soton menghasilkan gol bunuh diri dari pemain MU, Manuel Ugarte. Amad Diallo yang baru saja memperpanjang kontrak, membalikkan keadaan dengan memborong hattrick menjelang akhir babak kedua.
Tim tamu yang saat ini berada di bawah asuhan pelatih baru, Ivan Juric, memberikan perlawanan yang cukup menyulitkan bagi Bruno Fernandes dan kolega sejak laga dimulai.
Permainan agresif yang ditampilkan Southampton bersama Ivan Juric membuat mereka mencatat 10 kali pelanggaran yang berbanding 7 dengan MU. The Red Devils mampu mengatasi permainan agresif dan menekan dari tim tamu dengan bermain kolektif dan berusaha menguasai jalannya permainan.
Ditandai dengan 59% penguasaan bola oleh skuad Setan Merah yang berbanding 41% bagi skuad The Saints. MU juga unggul akurasi umpan sebesar 84% operan sukses yang mencapai rekan timnya.
Kemenangan MU atas Southampton membuat untuk sementara mereka naik satu strip ke peringkat 12 dengan catatan 21 kali bertanding, 7 kali menang, 5 kali imbang, dan 9 kali kalah. Total 26 poin yang sudah diraih berbeda 4 poin dengan Brentford yang duduk di peringkat 10 dengan 30 poin. Target Setan Merah untuk naik ke zona Eropa pun menjadi terbuka.
Amad Diallo jadi bintang utama di pertandingan ini berkat tiga gol yang ia cetak untuk menegaskan kemenangan telak atas tamunya. Tiga gol itu juga membuat dirinya berhak menerima bola pertandingan sebagaimana tradisi di pertandingan sepak bola pada umumnya.
Pencapaian ini semakin spesial karena ini adalah pertama kalunya ia mencetak sepanjang karirnya bersama MU. Beberapa waktu yang lalu dirinya juga memperpanjang kontrak dan masa baktinya sampai tahun 2030.
Akhir pekan ini, Manchester United akan kembali bertanding di Old Trafford untuk menjamu Brighton & Hove Albion. (*)
batampos – Gangguan aliran air bersih di kawasan Tiban, Batam, telah berlangsung lebih dari tiga hari, menyisakan keresahan di kalangan warga.
Selain aliran air yang tersendat, kualitas air yang mengalir juga jauh dari kata layak. Warna air kekuningan membuat banyak warga ragu untuk menggunakannya, bahkan sekadar untuk mandi sekalipun.
Ajun, warga Tiban Kampung, mengeluhkan kondisi ini yang dianggapnya sangat mengganggu aktivitas harian. “Jangankan buat kumur, mau mandi pun sanksi dengan kondisi air kuning seperti ini. Ini sudah masuk empat hari, kondisinya begini terus. Tidak ada kejelasan dari konsorsium air bersih,” katanya, Kamis (16/1).
Keluhan serupa juga disampaikan Ari, warga lainnya, yang menyatakan terpaksa membeli air galon untuk kebutuhan harian.
“Kita punya anak kecil, kalau airnya kuning begini tentu kami khawatir. Tolong ABH berbenah segera. Kalau ada gangguan seperti ini, harusnya ada pemberitahuan resmi lebih awal. Jangan sampai warga bingung dan khawatir seperti sekarang,” kata Ari.
Gangguan ini memicu pertanyaan warga terhadap kesiapan konsorsium pengelola air bersih di Batam, PT Air Batam Hilir (ABH). Mereka menilai kurangnya respons cepat dan komunikasi yang jelas dari pihak pengelola turut memperburuk situasi.
Menanggapi keluhan tersebut, Corporate Communications PT ABH, Ginda Alamsyah, menyebut bahwa gangguan tersebut disebabkan oleh tingginya tingkat kekeruhan air baku akibat hujan deras yang mengguyur Batam dalam beberapa hari terakhir.
“Itu karena pengaruh cuaca di Batam yang beberapa hari terakhir diguyur hujan terus-menerus sehingga mengakibatkan tingkat kekeruhan air meningkat. Kami mencatat tingkat kekeruhan mencapai 250 NTU (tingkat kekeruhan air),” katanya.
Menurut dia, air baku dengan kadar kekeruhan tinggi membutuhkan proses pengolahan yang lebih lama di Instalasi Pengolahan Air (IPA). Situasi ini turut memengaruhi kapasitas produksi air bersih yang didistribusikan ke pelanggan.
Pihaknya telah berupaya maksimal untuk memproduksi air bersih yang lebih layak. “Hari ini (Kamis), produksi kita sudah mulai naikkan. Sudah mulai ada produksi air yang lebih bagus dan jernih. Namun, perkiraan kapan air bisa benar-benar jernih dan normal kembali tidak bisa dipastikan karena banyak faktor, seperti cuaca dan proyek pembangunan,” tambahnya.
Kondisi di wilayah Patam Lestari bahkan lebih parah, dengan aliran air mati total selama beberapa hari terakhir. Warga di sana harus bertahan tanpa pasokan air bersih sama sekali, menambah beban dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Kondisi tersebut, lanjut Ginda, disebabkan tingkat kekeruhan air yang tinggi. Hal itulah yang menyebabkan ABH menurunkan kapasitas produksi di daerah tersebut.
“Kami tidak bisa memproduksi maksimal karena tingkat kekeruhan tinggi. Jadi, distribusi air di daerah Patam berhenti mengalir,” katanya.
Meski begitu, ia memastikan bahwa konsorsium sedang berupaya mengembalikan aliran air di wilayah tersebut. Kalau ini semua berjalan normal, besok kemungkinan sudah mampu mengalir semua ke pelanggan. (*)
Tanaman cabai petani sayur di Marina. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Mardanis, menyampaikan bahwa kebutuhan cabai hijau di Batam mencapai 5-7 ton setiap hari. Namun, produksi lokal hanya mampu memenuhi sekitar separuh dari kebutuhan tersebut, yakni sekitar 3 ton sampai dengan 3,5 ton per hari.
Sisanya harus didatangkan dari luar daerah seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh, dan Palembang (Sumatera Selatan).
“Kalau tidak ada produksi lokal, harga cabai hijau di Batam bisa setara dengan cabai merah, karena suplai dari luar cukup besar biayanya,” kata Mardanis, Kamis (16/1).
Ia mengungkapkan salah satu kendala utama adalah terbatasnya pengembangan cabai hijau di Batam, yang saat ini hanya sekitar lima hektare tiap tahun. Dari lahan itu, produksi harian hanya mencapai 50-100 kilogram. Menurutnya, perlu pengembangan hingga 50 hektare untuk mencapai produksi dua ton cabai hijau per hari agar kebutuhan lokal terpenuhi.
“Kalau hanya lima hektare, itu berat. Makanya, kami sudah menghitung, harus ada pengembangan hingga 50 hektare per tahun. Alternatif lain, bisa juga memanfaatkan pekarangan rumah warga dengan sistem polibek,” jelasnya.
DKPP mencatat ada sekitar 300 ribu kepala keluarga (KK) di Batam yang berasal dari Sumatera, di mana cabai hijau menjadi bahan pokok favorit mereka. Untuk itu, pengembangan cabai hijau dengan polybag dinilai strategis.
“Jika 50 ribu KK menanam masing-masing 20 pohon cabai hijau, hasilnya bisa setara dengan 50 hektare lahan,” tuturnya.
Namun, saat ini program penanaman polybag baru menjangkau satu atau dua kelompok di tiap kelurahan, dengan total hasil panen sekitar 300 kilogram. Mardanis menegaskan, langkah strategis ke depan adalah menganggarkan pengembangan khusus cabai hijau hingga 50 hektare setiap tahun.
“Kendala kita ada pada lahan, jumlah kelompok tani, dan anggaran. Kalau produksi tidak ditingkatkan, kebutuhan cabai hijau akan terus bergantung pada suplai dari luar,” tambahnya.
Sementara itu, untuk cabai merah, Batam sepenuhnya mengandalkan pasokan dari luar daerah seperti Jawa dan Mataram karena tidak ada produksi lokal. Mardanis berharap ada dukungan penuh untuk mengembangkan lahan cabai hijau dan cabai merah agar ketergantungan pada daerah lain dapat berkurang. (*)
Warga menunjukkan barang bukti diduga narkoba jenis sabu yang ditemukan di Pantai Air Lubang, Desa Pesisir Timur, Rabu, (15/1) kemarin. f.Bella Santika untuk Batam Pos
batampos – Satu bungkus plastik yang diduga berisikan narkoba jenis sabu terdampar di Pantai Air Lubang, Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan, Rabu, (15/1) sekitar pukul 17.30 WIB.
Sabu tersebut ditemukan oleh pelajar SD yang sedang menikmati alunan desiran ombak bersama sang kakak, Bella Santika.
Biasanya, setelah air pasang ia bersama sang adik selalu ke pantai untuk mencari barang-barang yang hanyut.
“Kebetulan waktu itu, adik kami liat ada bungkusan itu terdampar di atas tumpukan sampah. Lalu dia ambil,” kata Bella saat dikonfirmasi, Kamis, (16/1).
Ketika diambil, ia mengira barang itu berisikan teh. Sebab, ada gambar teh dan cangkir pada bungkusan berwarna hijau dengan tulisan huruf Tiongkok.
“Bungkus luarnya ada gambar teh. Kami kira teh. Didalamnya dilapisi plastik bening dengan nomor A-168, ternyata bukan bukan teh,” ujar Bella.
Karena waktu singkat, barang temuannya dibawa pulang. Dirumah, Bella lantas mencari tahu melalui internet dan aplikasi jual beli online (Shoppe).
“Di internet kami ketemu dalam bahasa asing. Barang tu mirip dengan yang kami temukan, digambar google ada wartawan dan polisi asing lagi jelaskan barang ini,” kata dia.
Setelah mengetahui barang yang ditemukan berupa narkoba, ia lalu berkordinasi dengan rekannya anggota Polres Anambas untuk melaporkan hal ini.
“Baru datang polisi ke tempat saya. Saya ada dimintai keterangan. Sudah saya jelaskan,” tutur Bella.
Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Anambas, AKP SM Simanjuntak membenarkan hasil temuan warga tersebut diduga berupa narkoba jenis sabu dengan berat 1 Kg.
“Pagi tadi kita sudah uji tes sementara pakai alat tes stik dan hasilnya mengarah kesitu (Sabu),” kata Simanjuntak.
Simanjuntak menegaskan untuk mengetahui secara pasti kandungan yang terdapat didalamnya, pihaknya telah mengirimkan sampel ke laboratorium milik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Kota Batam.