Senin, 13 April 2026
Beranda blog Halaman 2117

Ujian Nasional Kembali Digelar Tahun 2025

0
Siswa baru SMKN 1 Batam mengikuti kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).

batampos – Ujian Nasional (UN), yang kini disebut Tes Kompetensi Akademik (TKA), akan digelar untuk tingkat SMA, SMK, dan MA pada November 2025,

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, menyatakan pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Kemendikdasmen untuk mempersiapkan pelaksanaan ujian. Kota Batam sendiri memiliki 160 SMA/SMK, meskipun data Madrasah Aliyah belum tersedia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’ti, menyebutkan bahwa TKA dirancang untuk mengevaluasi kemampuan siswa secara komprehensif. Khusus tingkat SMA, hasil TKA juga bisa menjadi pertimbangan penerimaan di perguruan tinggi.

Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), pelaksanaannya dijadwalkan pada 2026.

“Tahun ini pelaksanaan ujian difokuskan untuk tingkat SMA. Untuk SD dan SMP baru akan digelar tahun depan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, Senin (27/1).

Mengenai teknis pelaksanaan Ujian Nasional yang kini berganti nama menjadi Tes Kompetensi Akademik (TKA), Tri Wahyu menyebut pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

“Kami masih menunggu juknis dari Kemendikdasmen. Setelah juknis diterima, akan segera dilakukan koordinasi dengan pihak sekolah untuk mempersiapkan pelaksanaan ujian,” tambahnya.  (*)

 

Reporter : AZIS MAULANA

Artikel Ujian Nasional Kembali Digelar Tahun 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

Jelang Imlek, Harga Bahan Pokok Naik 

0
Badai, salah seorang pedagang menyiapkan pesanan pembeli di Pasar KUD Tanjungpinang, Selasa (20/12). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos– Jelang Imlek, harga sejumlah bahan pokok di Tanjungpinang terpantau naik dan masih cukup tinggi. Kenaikan harga itu dipengaruhi faktur cuaca butuh yang terjadi akhir-akhir ini.

Sejumlah bahan pokok seperti cabai keriting sebelumnya sempat menembus Rp96 ribu per kilogram. Kini, harga pasaran berkisar Rp82 ribu per kilogram. Sedangkan cabai nano, mencapai harga Rp105 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp90 ribu per kilogram. Harga kacang panjang kini seharga Rp22 ribu per kilogram. Sebelumnya seharga Rp14 ribu hingga Rp16 ribu per kilogram.

Kabid Stabilisasi Harga Dinas Perdagangan dan Perindustrian Tanjungpinang Riyanto, mengatakan harga bahan pokok cukup tinggi diakibatkan oleh cuaca buruk.

BACA JUGA: Penasehat INTI Kepri Alex Eng : Ajak Masyarakat Karimun Rayakan Imlek dengan Suka Cita

“Bukan akibat adanya oknum pemain harga di pasaran,” tegasnya, Minggu (26/1).

Cuaca yang cukup ekstrem belakangan ini, kata Riyanti, membuat distribusi pangan terganggu, sehingga sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan harga.

Menurutnya, Tanjungpinang bukan daerah penghasil sehingga membuat dampak terganggunya distribusi ini langsung dirasakan masyarakat dan pedagang. Tingginya harga komoditas pangan di Tanjungpinang telag berlangsung sejak akhir tahun 2024 lalu.

Riyanto menyebut akibat hasil panen yang tidak maksimal di Pulau Jawa, pedagang akhirnya mendatangkan cabai dari daerah lain seperti Mataram, Aceh, dan Medan, sehingga membutuhkan biaya pengiriman yang lebih besar.

“Selain pengiriman yang jauh, faktor cuaca dan gagal panen juga mempengaruhi harga saat ini,” sebut Riyanto.

Kendati demikian, dari hasil pantauan di lapangan saat ini, beberapa komoditas pangan mulai mengalami penurunan harga, meskipun secara rata-rata masih cukup tinggi.

“Kami terus melakukan pemantauan rutin di lapangan agar tidak terjadi permainan harga oleh pedagang,” terangnya. (*)

Reporter: Yusnadi

 

Artikel Jelang Imlek, Harga Bahan Pokok Naik  pertama kali tampil pada Kepri.

Temui Raja Malaysia Sultan Ibrahim, Prabowo Disambut Upacara Kenegaraan

0
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Raja Malaysia, Yang di Pertuan Agong, Sultan Ibrahim di Istana Negara Malaysia, Senin (27/1). (Istimewa).

batampos – Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Raja Malaysia, Yang di Pertuan Agong, Sultan Ibrahim. Kedatangan Prabowo disambut upacara kenegaraan di Istana Negara Malaysia, Senin (27/1).

Prabowo tiba pukul 10.00 pagi waktu setempat dengan mengenakan pakaian setelan beskap hitam khas Melayu beserta kain tradisional dan peci hitam.

Upacara yang digelar di Lapangan Parade Istana Negara itu diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan kedua negara, diikuti dengan tembakan meriam tanda penghormatan sebanyak 21 kali.

Setelah upacara tersebut, Prabowo menghadiri audiensi dengan Sultan Ibrahim di Dewan Seri Maharaja, di mana ia juga dianugerahi Darjah Kerabat Johor Yang Amat Dihormati I (The Most Esteemed Order of the Johor Royal I). Sultan Ibrahim juga menyelenggarakan jamuan kenegaraan bagi Prabowo dan delegasinya.

Kunjungan kenegaraan ini mencerminkan ikatan persahabatan yang kuat dan istimewa antara Malaysia dan Indonesia, sekaligus merupakan kunjungan kenegaraan pertama kepala negara dari luar negeri ke Malaysia sejak pelantikan Sultan Ibrahim sebagai Raja Malaysia.

Di Kuala Lumpur pada hari yang sama, Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim untuk bertukar pandangan mengenai kerja sama bilateral dan isu-isu regional dan internasional yang menjadi kepentingan bersama di Twin Tower Petronas.

Sebelum berkunjung ke Kuala Lumpur, Prabowo berkunjung ke New Delhi, India. Di sana ia juga melakukan pembicaraan yang intensif dengan Presiden dan PM India. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Temui Raja Malaysia Sultan Ibrahim, Prabowo Disambut Upacara Kenegaraan pertama kali tampil pada News.

Tradisi Ziarah Marhom di Kompleks Makam Bukit Batu, Bintan Buyu Diikuti Ratusan Masyarakat dari Berbagai Daerah

0
Masyarakat mengikuti ziarah marhom Bukit Batu di Kompleks Pemakaman Marhum Bukit Batu, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan pada Senin (27/1/2025). F.Kiriman Rudy untuk Batam Pos.

batampos– Ratusan masyarakat dari berbagai daerah melaksanakan ziarah Marhom Bukit Batu di Kompleks Pemakaman Marhum Bukit Batu, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan pada Senin (27/1/2025).

Ketua Zuriat Bintan, Awang Ali sekaligus ketua penyelenggara jedah budaya ziarah Marhom Bukit Batu menuturakan, tradisi ziarah marhom rutin dilakukan setiap tahun setiap tanggal 27 Rajab bertepatan dengan peringatan Isra Mikraj.

Ali menceritakan tradisi marhom dimulai sekitar tahun 1940an. Kala itu, beberapa orang pemuda setempat diculik oleh para tentara Jepang.

BACA JUGA: Ziarah Makam Datuk Julung Jadi Tradisi Warga Kampung Rekoh, Bintan di Setiap Peringatan Tahun Baru Islam

Warga lantas bernazar apabila anak-anak mereka pulang dengan selamat, mereka akan membuat kenduri di makam Marhom Bukit Batu.

“Alhamdulillah anak-anak mereka kembali ke kampung dengan selamat, berdekatan tanggal 27 Rajab. Sejak itu, warga mengadakan kenduri dan ziarah marhom,” jelasnya.

Dalam tradisi marhom,  masyarakat berbaur dengan hangat di kompleks Makam Bukit Batu.

Mereka datang dengan membawa pulut kuning dan bunga telor yang sudah dihias berwarna warni.

“Biasanya bunga telor yang dibawa jumlahnya ganjil, 7, 9 dan 11,” ujarnya.

Selanjutnya, warga akan meletakkan pulut kuning dan bunga telor lalu duduk menghadap makam.

Setelah memanjatkan doa dan memohon kepada Allah SWT untuk diberi keselamatan, kesehatan dan kelancaran rejeki, mereka akan makan bersama.

“Setelah berdoa, kita makan bersama dan membagi-bagikan pulut kuning dan telor ke pengunjung agar berkahnya dirasakan semua,” ujarnya.

Tradisi ini, kata Ali, diharapkan menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat tali silaturahmi antarawarga. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Tradisi Ziarah Marhom di Kompleks Makam Bukit Batu, Bintan Buyu Diikuti Ratusan Masyarakat dari Berbagai Daerah pertama kali tampil pada Kepri.

Arus Mudik Imlek Didominasi Dari Batam

0
Arus penumpang pelabuhan Tanjungbalai Karimun didominasi penumpang dari Batam. f,TRI

batampos– Arus mudik Imlek 2025, sudah terasa dipelabuhan domestik maupun international Tanjungbalai Karimun. Para calon penumpang baik itu yang akan berangkat maupun tiba, sudah terjadi peningkatan dibandingkan hari-hari biasa. Termasuk ke luar negeri Singapura dan Malaysia.

” Ada peningkatan 10 persen, tapi hanya penumpang yang tiba di pelabuhan Tanjungbalai Karimun saja. Sedangkan, penumpang yang berangkat ke berbagai daerah normal,” terang Kepala terminal pelabuhan Tanjung Balai Karimun yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Subholding PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Tanjung Balai Karimun Raja Heri, Senin (27/1).

Penumpang yang tiba di pelabuhan Tanjungbalai Karimun, didominasi penumpang yang berasal dari Batam. Sedangkan, penumpang yang berangkat maupun tiba tujuan Malaysia dan Singapura tidak ada peningkatan pada arus mudik imlek.

BACA JUGA: Penasehat INTI Kepri Alex Eng : Ajak Masyarakat Karimun Rayakan Imlek dengan Suka Cita

” Tujuan Harbourbay Batam ada penambahan trip keberangkatan. Cukup ramai penumpang dari batam, sedangkan tujuan Selat Panjang, Tanjung Samak, Bengkalis, Dumai maupun Pekanbaru seperti biasa semua penumpang dapat diberangkatkan. Termasuk hari ini puncaknya, (Selasa),” ujarnya.

Sedangkan, tujuan Malaysia maupun Singapura tetap normal seperti hari-hari biasanya. Sementara ditanya apakah pada hari Rabu (29/1) nanti Imlek kapal tetap beroperasi. Ia mengungkapkan, untuk operasional kapal keberbagai tujuan tetap beroperasi seperti biasanya.

” Alhamdulillah, kita (Subholding PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Tanjung Balai Karimun) sebagai pengelola terminal telah mempersiapkan fasilitas untuk para calon penumpang yang akan berangkat maupun tiba. Agar, saat menunggu kapal lebih nyaman,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Pos KSOP Pelabuhan Sri Tanjung Gelam (STG) Karimun Achmad Zaliansyah saat dikonfirmasi mengungkapkan, untuk arus mudik Imlek kali ini dipelabuhan STG tidak terjadi lonjakan penumpang. Artinya, aktivitas para penumpang antar pulau baik yang berangkat maupun tiba dari pulau-pulau seperti hari-hari biasa.

” Normal, walaupun libur panjang tidak ada kenaikan jumlah penumpang,” tuturnya.

Pantauan dilapangan, suasana pelabuhan Tanjungbalai Karimun terlihat cukup ramai yang tiba dari kota Batam untuk berlibur Imlek bersama keluarga yang ada di Tanjungbalai Karimun.

” Jumpa orangtua sama keluarga. Kebetulan dapat cuti seminggu, pulang kampunglah jumpa orangtua sama keluarga disini,” kata Sonya yang baru tiba dari Jakarta.(*)

Reporter: Tri Haryono

Artikel Arus Mudik Imlek Didominasi Dari Batam pertama kali tampil pada Kepri.

Lapor Pak Walikota, Harga Santan di Batam Naik Hingga 100 Persen

0
Ilustrasi: Santan dijual di pasar

batampos –  Harga santan di Batam terus meroket dalam dua bulan terakhir, dengan kenaikan hingga 100 persen dari harga sebelumnya. Di Pasar Botania, harga santan murni kini mencapai Rp35.000 per kilogram, melonjak dari harga normal Rp18.000 per kilogram. Sementara santan campur naik dari Rp10.000 menjadi Rp20.000 per kilogram. Bahkan, untuk santan encer, yang kualitasnya lebih rendah, harganya kini Rp14.000 per kilogram.

Ida, pedagang santan di Pasar Botania, menjelaskan bahwa kenaikan harga terjadi secara bertahap. Awalnya santan campur naik menjadi Rp14.000 per kilogram, lalu Rp16.000, Rp18.000, hingga akhirnya mencapai Rp20.000 per kilogram. Menurutnya, penyebab utama lonjakan harga ini adalah keterbatasan pasokan kelapa, yang berdampak langsung pada harga santan.

Fenomena serupa juga terjadi di Pasar Mustafa Batam Center dan Pasar Summerland Nongsa, di mana harga santan terpantau tinggi. Kondisi ini memukul berbagai sektor, termasuk kuliner. Ujang, pemilik warung makan masakan Padang, mengaku terjepit karena kenaikan modal. “Dua bulan lalu santan murni hanya Rp18.000 per kilogram, sekarang sudah Rp35.000. Modal jadi membengkak,” keluhnya. Ia juga mempertanyakan mengapa di daerah kepulauan seperti Batam, kelapa justru menjadi barang mahal.

Tak hanya pelaku usaha, ibu rumah tangga seperti Lastri di Batamcenter juga mengeluhkan kenaikan harga yang drastis. “Biasanya naik cuma pas hari-hari besar, paling tinggi Rp25.000 per kilogram. Sekarang sudah tembus Rp35.000,” ujarnya.

(*)

Reporter : Yashinta

Artikel Lapor Pak Walikota, Harga Santan di Batam Naik Hingga 100 Persen pertama kali tampil pada Metropolis.

Harga Cabai Lokal di Lingga Capai Rp 100 Ribu Per Kg

0
Harga cabai lokal di Pasar Dabo Lingga melambung tinggi, Senin (27/1). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Harga cabai di Pasar Dabo, Kabupaten Lingga, Kepri melambung tinggi jelang tahun baru Imlek 2025. Kenaikan harga untuk sejumlah jenis cabai itu, sudah mulai terjadi sejak dua pekan belakangan ini.

Di Pasar tersebut, harga cabai merah dan cabai rawit hasil panen petani lokal dijual dengan harga Rp100 ribu per kilogram. Beberapa pekan lalu, cabai lokal tersebut masih diangka Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram.

“Lebih kurang dari dua minggu lalu sudah naik. Kalau cabe dari luar (daerah Lingga) naik, ya lokal juga mengalami kenaikan,” kata Juheli (42) pedagang cabai lokal di Pasar Dabo, Senin (27/1).

BACA JUGA: Disperindag Klaim Harga Cabai Tinggi di Kepri Gegara Gagal Panen

Kendati demikian, Juheli mengaku permintaan cabai rawit dan merah lokal ini juga masih tinggi. Sebab, cabai yang ditanam di tanah Bunda Tanah Melayu itu memiliki rasa dan tingkat kepedasan yang berbeda, dengan cabai asal daerah lain.

“Rasanya juga berbeda. Masih banyak yang minat, karena rasanya juga beda. Kualitasnya juga beda, cabai lokal lebih tahan lama,” tambahnya.

Sementara harga cabai asal Jambi yang dijual di Pasar Dabo tersebut, berbeda cukup jauh dibandingkan harga cabai lokal. Saat ini, cabai merah tersebut dijual senilai Rp75 ribu per kilogram, begitu pula dengan cabai rawit.

Harga cabai Jambi itu sudah mengalami kenaikan sejak awal Januari 2025 lalu. Sebelumnya, harga cabai tersebut hanya senilai Rp30 ribu per kilogramnya.

“Dari tahun baru memang sudah naik. Kurang tahu karena apa, dari sananya (Jambi) memang sudah mengalami kenaikan,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

 

Artikel Harga Cabai Lokal di Lingga Capai Rp 100 Ribu Per Kg pertama kali tampil pada Kepri.

Lapor Pak, 38 Buaya telah Tertangkap, Perburuan masih Dilanjutkan !

0
Tim gabungan saat menangkap buaya di sekitar Pulau Bulan. Foto Polsek Bulang untuk Batam Pos

batampos – Perburuan terhadap buaya yang lepas dari lokasi penangkaran PT JPK di Pulau Bulan terus dilakukan. Hingga saat ini, tim perburuan telah berhasil menangkap 38 ekor buaya. Dari jumlah tersebut, dua ekor ditemukan dalam kondisi mati akibat kelaparan. Semua buaya yang tertangkap memiliki tanda potongan pada sirip, menandakan bahwa mereka berasal dari penangkaran.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), Tommy Steven Sinambela, mengatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keamanan lingkungan sekitar. “Pencarian akan terus dilakukan hingga ada keputusan lebih lanjut dari tim dan Pemerintah Kota Batam,” ujar Tommy.

Menurut laporan awal dari PT JPK, terdapat 39 ekor buaya yang lepas dari penangkaran. Namun, meski angka ini menjadi acuan, Tommy menyebutkan bahwa pencarian tidak akan dihentikan sampai semua area dinyatakan aman. “Kami masih menunggu hasil koordinasi. Selama belum ada instruksi untuk berhenti, pencarian tetap berlanjut,” tambahnya.

Selain di Pulau Bulan, pencarian kini meluas hingga ke pulau-pulau lain di sekitar Batam. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemungkinan buaya menyebar ke wilayah lain. Tim gabungan dari BBKSDA, pemerintah setempat, dan masyarakat terus dikerahkan dalam operasi ini.

Camat Bulang, Ramadhan, meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap segala kemungkinan. Ia mengimbau warga agar lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di wilayah perairan. “Kita tidak tahu di mana buaya-buaya ini berada. Masyarakat harus selalu waspada demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Kapolsek Bulang, Iptu Adyanto Syofyan, juga menyampaikan imbauan serupa. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan bagi warga yang melaut atau berlayar. “Jangan lengah. Jika menemukan tanda-tanda keberadaan buaya, segera laporkan kepada pihak berwenang,” tegasnya.

Insiden ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama bagi nelayan yang sehari-harinya menggantungkan hidup di laut. Banyak warga memilih mengurangi aktivitas di perairan hingga situasi dinyatakan aman.

Sementara itu, PT JPK selaku pemilik penangkaran buaya berjanji akan bertanggung jawab penuh atas kejadian ini. Perusahaan juga telah memperketat pengawasan di area penangkaran untuk mencegah insiden serupa terjadi lagi di masa mendatang.

Tim gabungan kini berupaya mempercepat proses pencarian, meski tantangan yang dihadapi cukup besar. Medan yang sulit dan luasnya wilayah perairan menjadi kendala utama. Meski begitu, Tommy optimistis bahwa seluruh tim akan bekerja maksimal untuk menyelesaikan tugas ini.

Pihak BBKSDA menekankan pentingnya kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat. “Kita semua berharap situasi segera terkendali. Mari bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” kata Tommy. (*)

Reporter : Eusebius Sara

Artikel Lapor Pak, 38 Buaya telah Tertangkap, Perburuan masih Dilanjutkan ! pertama kali tampil pada Metropolis.

Jelang Imlek, Rute ke Selatpanjang Ramai Penumpang dari Batam

0
Aktivitas di Pelabuhan Sekupang, Batam, menjelang perayaan Imlek 2025. (F. Arjuna / Batam Pos)

batampos – Menjelang perayaan Imlek tahun 2025 ini, arus penumpang di Pelabuhan Sekupang, Batam, mengalami peningkatan ketimbang hati biasanya. Salah satu rute favorit yang menjadi tujuan utama para pemudik adalah Selatpanjang, Riau.

Santy, seorang penumpang yang ditemui di pelabuhan, mengaku pulang kampung ke Selatpanjang untuk merayakan Imlek bersama keluarga.

“Saya asli sana (Selatpanjang), cuma sekarang tinggal di Batam ikut suami. Hari ini pulang dulu ke Selatpanjang, Imlek di sana. Keluarga kita masih ramai di sana,” katanya, Senin (27/1).

Menurut Santy, suasana Imlek di Selatpanjang selalu meriah dan menjadi daya tarik tersendiri bagi warga perantauan untuk pulang kampung.

Terkait harga tiket, ia menyebut tarif kapal masih dalam batas normal, sekitar Rp200 ribu lebih. “Saya lupa berapa persisnya, soalnya yang belikan tiket itu adik saya. Tapi harganya tetap normal, kok. Enggak naik harga tiketnya,” tambahnya.

Peningkatan jumlah penumpang ini turut diantisipasi oleh pihak pengelola transportasi laut. Humas Dumai Express Group, Asmadi, mengatakan bahwa mereka telah menambah armada kapal untuk mengakomodasi lonjakan penumpang.

“Menjelang Imlek ini, tentu ada peningkatan penumpang ketimbang hari biasanya di Pelabuhan Sekupang. Kami pun menambah ekstra keberangkatan dan kapal. Untuk hari ini saja ada enam kapal, dan ditambah lagi dua kapal,” ujar dia.

Jadwal keberangkatan kapal dimulai sejak pagi hingga siang hari, dengan rute favorit yang paling diminati antara lain Selatpanjang dan Bengkalis di Riau, serta Tanjungbalai Karimun dan Tanjungbatu di Kepri.

Direktur BUP BP Batam, Dendi Gustinandar, menyampaikan berbagai persiapan telah dilakukan. Termasuk peningkatan layanan fasilitas terminal, penambahan jadwal operasional, serta pengawasan ketat terhadap infrastruktur pelabuhan.

“Kami memastikan semua fasilitas seperti ruang tunggu, ponton, dan jalur akses penumpang dalam kondisi optimal,” ujar Dendi.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, BP Batam telah menambah jumlah petugas di seluruh pelabuhan yang berada di bawah pengelolaan BUP. Penambahan ini bertujuan untuk menjamin kelancaran operasional dan memberikan pelayanan terbaik selama periode libur Imlek.

Kemudian, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, BP Batam memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi dua hari sebelum Tahun Baru Imlek, yang jatuh pada Sabtu, 25 Januari. Selain itu, arus balik diprediksi meningkat pada hari pertama dan kedua setelah Imlek.

“Kami memprediksi lonjakan penumpang sebesar 35 persen di Terminal Domestik dan 45 persen di Terminal Internasional dibandingkan hari biasa,” kata Dendi. (*)

 

Reporter: Arjuna

 

Artikel Jelang Imlek, Rute ke Selatpanjang Ramai Penumpang dari Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Warga Bukit Kabung Lingga Keluhkan Jalan Rusak Parah Belasan Tahun Tak Diperbaiki

0
Warga sekitar melintasi jalan yang rusak padah di Bukit Kabung Kabupaten Lingga, Senin (27/1). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Warga Bukit Kabung di Kelurahan Sungai Lumpur, Kabupaten Lingga mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah. Bahkan, jalan tersebut sudah mengalami kerusakan selama lebih dari 10 tahun dan tidak kunjung diperbaiki.

Warga yang rutin melintasi jalan ini menggunakan sepeda motor pun terpaksa was-was. Pasalnya, tekstur jalan yang penuh dengan kubangan itu memang tidak lagi layak untuk digunakan, lantaran dapat membahayakan nyawa mereka.

“Kondisinya (jalan) seperti ini, memang tidak layak digunakan. Hampir sepanjang jalan di Bukit Kabung ini berlubang. Ditambah lagi, ada tebing disebelah kiri jalan,” kata Tam, warga di Bukit Kabung, Senin (27/1).

BACA JUGA: Warga Belat, Keluhkan Jalan Rusak Akibat Kendaraan Berat

Keberadaan jalan rusak itu nyaris merenggut nyawa warga, yang melintas menggunakan sepeda motor. Tidak lama ini, seroang warga sekitar hampir jatuh ke dalam jurang, usai kendaraannya tidak terkendali saat tertabrak lubang di jalan itu.

Tidak hanya itu, rusaknya jalan di Bukit Kabung itu membuat mobil ambulan tidak dapat masuk menuju permukiman. Kondisi ini juga menuai keluhan, jika sewaktu-waktu ada warga yang membutuhkan pertolongan medis.

“Belum lagi jika ada warga di tempat kami yang sakit dan butuh ambulan untuk membawa ke rumah sakit jalan tersebut tidak bisa di lalui oleh mobil ambulan karena sempit dan berlubang,” tambahnya.

Warga pun merasa kecewa terhadap Pemerintah Kabupaten Lingga, yang seperti menganaktirikan warga Bukit Kabung. Sebab, warga menilai jalanan di wilayah lain sudah mulus.

“Jalan lain bagus dan mulus, tetapi di tempat kami jalanan sudah berlobang dan sempit. Jika di lewati dengan kendaraan seperti berjalan di real kereta api,” tegasnya.

Warga berharap, Pemerintah dapat memperbaiki jalan yang mengalami kerusakan parah tersebut. “Semoga dapat diperbaiki sesegera mungkin karena mengingat jalan di daerah kami sudah lebih dari 10 tahun tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

 

Artikel Warga Bukit Kabung Lingga Keluhkan Jalan Rusak Parah Belasan Tahun Tak Diperbaiki pertama kali tampil pada Kepri.