Rabu, 8 April 2026
Beranda blog Halaman 2118

Pemerintah Buka Opsi Batasi Koalisi Parpol di Pilpres, Sikapi Putusan MK soal Presidential Threshold

0
Menko Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra. (Instagram Yusril Ihza Mahendra)

batampos – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumhamipas) Yusril Ihza Mahendra memastikan Pemerintah menaati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait penghapusan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold 20 persen kursi DPR. Dia menyatakan Pemerintah dan DPR akan merevisi Pasal 222 dalam Undang-Undang Pemilu.

“Jadi MK sendiri sudah membuat panduan yang lima itu disebut dengan Constitutional Engineering, dan dengan sendirinya pemerintah akan mempodomani Constitutional Engineering itu dalam menyusun amendemen terhadap Pasal 222 dan penambahan pasal-pasal baru terkait dengan Pilpres, dengan mengacu kepada lima panduan yang dibuat oleh Mahkamah Konstitusi itu,” kata Yusril kepada wartawan, Minggu (19/1).

Dia menjelaskan, MK telah memutuskan mekanisme persyaratan pengusungan capres dan cawapres pada Pilpres 2029. Salah satunya, tidak boleh ada partai politik atau koalisi mendominasi pengusungan calon.

“Misalnya calonnya partai politik serta pemilu misalnya 30, terus 29 gabung (koalisi), berarti kan calonnya cuma dua. Atau 30 diborong semua. Itu kata MK jangan sampai mendominasi, tapi kalau dibebaskan semua ya enggak mungkin juga ada 30 pasangan kan,” ucap Yusril.

Lebih lanjut, Yusril mengutarakan pemerintah tengah memikirkan cara untuk menaati putusan MK dengan membuka opsi adanya aturan batas maksimum dalam mengusung calon.

“Jadi ya seperti apa kita pikirkan lah caranya, misalnya lah mungkin ya, boleh bergabung partai-partai tapi misalnya maksimum bergabung itu 20 persen. Jadi kalau begitu kan maksimal ada, kalau semua partai bergabung berarti kan cuma ada lima pasangan misalnya,” pungkas Yusril. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Pemerintah Buka Opsi Batasi Koalisi Parpol di Pilpres, Sikapi Putusan MK soal Presidential Threshold pertama kali tampil pada News.

Pekerja Subkon PLN Tewas Terjatuh Usai Tiang yang Dipanjatnya Roboh

0
Kerabat dan rekan korban datang ke RSJKO EHD Tanjunguban, Jumat (17/1/2025) malam, setelah menerima kabar terkait kejadian menimpa korban. F.Kiriman Luyo untuk Batam Pos.

batampos– Seorang pekerja subkon perusahaan listrik negara (PLN) meninggal setelah tiang yang dipanjatnya roboh.

Peristiwa ini terjadi di jalan raya Kilometer (Km) 77, Kecamatan Teluk Sebong, Bintan pada Jumat (17/1/2025) sekitar pukul 15.17 WIB.

Manager PLN ULP Tanjunguban, Suherman Nainggolan kepada Batam Pos, Minggu (19/1/2025), membenarkan, korban merupakan pekerja subkon PLN.

Korban bernama Taufik, 35, pekerja PT. Haleyora Power.

BACA JUGA: Tiang Listrik PLN Roboh Usai Jaringan Tertimpa Pohon, Listrik di Desa Ekang Anculai, Bintan Padam

Suherman menjelaskan, informasinya korban dan rekannya menerima laporan dari warga soal kabel jatuh.

“Tapi bukan kabel PLN,” kata Suherman.

Saat itu, rekannya  memanjat tiang pertama, sementara korban memanjat tiang kedua.

“Posisinya memanjat tiang lebih kurang 4 atau 5 meter,” ujarnya.

Tiang yang dipanjat tiba-tiba roboh dan korban terjatuh.

“Informasinya, setelah kejadian alhamrhum masih sadar, di rumah sakit masih respon,” katanya.

Usai kejadian, korban dibawa istrinya ke rumah sakit. Hanya, rekannya tidak melaporkan kejadian itu kepada PLN dan PT. Haleyora Power.

“Setelah kejadian, kita kehilangan jejak. Teman-temannya hubungi, tapi tidak direspon,” katanya.

Suherman menjelaskan, korban bekerja sebagai petugas inspeksi. Tugasnya melakukan pendataan apabila terjadi gangguan pada jaringan dan melaporkan ke PLN.

“Tugasnya pendataan anomali gangguan jaringan dan dilaporkan ke kami untuk dievaluasi,” katanya.

Dia berharap kejadian seperti ini tidak terulang.

Oleh karena itu, Suherman mengimbau masyarakat yang mengalami gangguan jaringan listrik dapat menghubungi layanan resmi PLN di nomor 123 atau PLN Mobile.

“Aplikasi PLN Mobile bisa didownload di playstore. Kita bisa monitor mulai laporan yang dibuat apa sudah ditanggapi, lalu petugas sudah dalam perjalanan dan (apakah pekerjaan) sudah selesai,” pungkasnya.

Kapolsek Bintan Utara Kompol Nurman mengatakan, pihaknya masih melakukan pengumpulan bahan dan keterangan terkait kejadian ini.

“Masih pulbaket, nanti diinfokan,” ujarnya. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Pekerja Subkon PLN Tewas Terjatuh Usai Tiang yang Dipanjatnya Roboh pertama kali tampil pada Kepri.

Kehadiran SEZ Singapura-Johor: Peluang Baru bagi Pengembangan KEK Batam

0
Sebuah kawasan industri di Batam

batampos – Kota Batam memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai salah satu motor penggerak roda perekonomian Indonesia, khususnya di wilayah barat. Hal tersebut secara otomatis menjadikan KEK Batam sebagai penghubung Indonesia dengan pusat perdagangan global yang memperkuat integrasi ekonomi domestik guna mendorong konektivitas lintas wilayah.

Di mata dunia, KEK Batam dipandang sebagai rantai pasok global dan salah satu pusat industri maupun perdagangan yang kompetitif di Asia Tenggara.

Lokasinya yang strategis dekat dari Singapura menjadikannya alternatif bagi perusahaan multinasional untuk beroperasi dengan biaya lebih rendah.

Meski memiliki posisi strategis, KEK Batam menghadapi tantangan seperti persaingan dengan kawasan serupa di negara lain, yakni pembentukan Special Economic Zone (SEZ) Singapura-Johor.

Menepis pemberitaan dan kekhawatiran yang beredar, BP Batam secara gamblang mengatakan akan menyikapi dengan serius kehadiran SEZ Singapura-Johor, dimana langkah tersebut diperkirakan akan meningkatkan intensitas persaingan ekonomi antarnegara.

“BP Batam memandang hal ini sebagai peluang strategis untuk menciptakan potensi ekonomi baru yang dapat mendorong pengembangan wilayah secara lebih optimal,” ujar Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, pada Kamis (16/1/2025).

Lebih lanjut ia mengatakan, persaingan ini juga menjadi motivasi bagi BP Batam untuk terus meningkatkan daya saing KEK yang ada, melalui penguatan infrastruktur, penyempurnaan kebijakan, dan kolaborasi strategis dengan berbagai pihak guna menarik lebih banyak investasi.

Diketahui saat ini BP Batam tengah mengelola tiga KEK, antara lain KEK Nongsa dan KEK Batam Aero Technic (BAT) yang diresmikan pada tahun 2021, serta KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam yang diresmikan pada tahun 2024 silam.

“Selain itu, diversifikasi industri melalui KEK juga kami dorong agar Batam ke depannya fokus pada sektor-sektor strategis dengan potensi pertumbuhan ekonomi tinggi seperti animasi, kesehatan, ekonomi kreatif, teknologi, logistik, maupun energi terbarukan,”

“Promosi dan branding internasional pun terus kami giatkan baik melalui pameran, forum investasi, maupun forum bilateral untuk memperkuat citra Batam sebagai destinasi investasi yang unggul,” pungkas Tuty.

Artikel Kehadiran SEZ Singapura-Johor: Peluang Baru bagi Pengembangan KEK Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Kehadiran SEZ Singapura-Johor: Peluang Baru bagi Pengembangan KEK Batam

0
Sebuah kawasan industri di Batam

batampos – Kota Batam memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai salah satu motor penggerak roda perekonomian Indonesia, khususnya di wilayah barat. Hal tersebut secara otomatis menjadikan KEK Batam sebagai penghubung Indonesia dengan pusat perdagangan global yang memperkuat integrasi ekonomi domestik guna mendorong konektivitas lintas wilayah.

Di mata dunia, KEK Batam dipandang sebagai rantai pasok global dan salah satu pusat industri maupun perdagangan yang kompetitif di Asia Tenggara.

Lokasinya yang strategis dekat dari Singapura menjadikannya alternatif bagi perusahaan multinasional untuk beroperasi dengan biaya lebih rendah.

Meski memiliki posisi strategis, KEK Batam menghadapi tantangan seperti persaingan dengan kawasan serupa di negara lain, yakni pembentukan Special Economic Zone (SEZ) Singapura-Johor.

Menepis pemberitaan dan kekhawatiran yang beredar, BP Batam secara gamblang mengatakan akan menyikapi dengan serius kehadiran SEZ Singapura-Johor, dimana langkah tersebut diperkirakan akan meningkatkan intensitas persaingan ekonomi antarnegara.

“BP Batam memandang hal ini sebagai peluang strategis untuk menciptakan potensi ekonomi baru yang dapat mendorong pengembangan wilayah secara lebih optimal,” ujar Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, pada Kamis (16/1/2025).

Lebih lanjut ia mengatakan, persaingan ini juga menjadi motivasi bagi BP Batam untuk terus meningkatkan daya saing KEK yang ada, melalui penguatan infrastruktur, penyempurnaan kebijakan, dan kolaborasi strategis dengan berbagai pihak guna menarik lebih banyak investasi.

Diketahui saat ini BP Batam tengah mengelola tiga KEK, antara lain KEK Nongsa dan KEK Batam Aero Technic (BAT) yang diresmikan pada tahun 2021, serta KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam yang diresmikan pada tahun 2024 silam.

“Selain itu, diversifikasi industri melalui KEK juga kami dorong agar Batam ke depannya fokus pada sektor-sektor strategis dengan potensi pertumbuhan ekonomi tinggi seperti animasi, kesehatan, ekonomi kreatif, teknologi, logistik, maupun energi terbarukan,”

“Promosi dan branding internasional pun terus kami giatkan baik melalui pameran, forum investasi, maupun forum bilateral untuk memperkuat citra Batam sebagai destinasi investasi yang unggul,” pungkas Tuty.

Artikel Kehadiran SEZ Singapura-Johor: Peluang Baru bagi Pengembangan KEK Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Masyarakat Diminta Waspada Kemunculan Buaya

0
Polisi memasang plang imbauan buaya di Tanjungpinang Timur. F. Polsek Tanjungpinang

batampos– Guna menjaga situasi keamanan masyarakat dan menghindari adanya korban gigitan buaya, Polsek Tanjungpinang Timur memasang plang imbauan kemunculan buaya.

Pemasangan plang di dua titik lokasi yakni di Kelurahan Batu IX dan Waduk Jalan Srikaton Kampung Bangun Sari RT 03 RW 07 Kelurahan Pinang Kencana Tanjungpinang Timur, Sabtu (18/1).

Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Sugiono mengimbau masyarakat di Kecamatan Tanjungpinang Timur agar tidak berenang di sungai. Tidak membuang sisa makanan di area kemunculan buaya.

Selain itu, Sugiono menegaskan agar masyarakat berhati-hati dan tetap waspada jika beraktivitas di dekat perairan, terutama pada sore dan malam hari.

BACA JUGA: Buaya Muncul di Pesisir Pantai Resort di Bintan

“Imbauan ini perlu kami sampaikan dan ingatkan ke masyarakat. Mengingat di lokasi tersebut informasinya sering muncul buaya,” kata Sugiono.

Kapolsek menjelaskan, setelah melihat kondisi cuaca Tanjungpinang yang saat ini sering diguyur hujan, mengakibatkan banjir dan air sungai bisa meluap.

“Kami juga meminta masyarakat untuk tetap berhati-hati saat beraktivitas di perairan, mengingat di dua lokasi itu, dikabarkan banyak buaya yang sewaktu waktu dapat muncul,” jelasnya.

AKP Sugiono menambahkan, jika masyarakat melihat adanya kemunculan buaya di dua lokasi tersebut, agar tidak mengambil tindakan sendiri karena dapat membahayakan.

“Apabila buaya tersebut muncul kembali agar segera menghubungi Bhabinkamtibmas atau institusi terkait lainnya,” terangnya. (*)

Reporter: Yusnadi

 

Artikel Masyarakat Diminta Waspada Kemunculan Buaya pertama kali tampil pada Kepri.

Komisi II DPRD Siap Panggil Disperindag, Kebijakan Fuel Card Batam Dinilai Tidak Tepat Sasaran

0
Pengurusan fuel card sudah bisa dilakukan. (F. Cecep Mulyana / Batam Pos)

batampos– Peluncuran Fuel Card oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam sebagai alat kontrol pembelian BBM subsidi jenis Pertalite menuai kontroversi. Kebijakan ini dinilai memberatkan masyarakat dan mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak, termasuk Komisi II DPRD Kota Batam.

Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Mangihut Rajagukguk, mengungkapkan bahwa penerapan Fuel Card untuk subsidi Pertalite hanya berlaku di Kota Batam, sementara kota-kota lain belum menerapkan kebijakan serupa.

“Setelah kami cek, hanya di Batam kebijakan ini diberlakukan untuk Pertalite subsidi. Di kota-kota lain, tidak ada aturan seperti ini,” ujar Mangihut, Sabtu (18/1).

BACA JUGA: 25 Ribu Kendaraan Terdaftar, Fuel Card 5.0 Siap Diterapkan di Batam Maret 2025

Selain itu, masyarakat harus membayar biaya administrasi sebesar Rp 25 ribu setiap bulan, yang menurut Mangihut sangat memberatkan. Ia menegaskan bahwa Pertamina, sebagai penyedia BBM, juga tidak menyetujui kebijakan tersebut.

“Kami sudah bertemu dengan pihak Pertamina, dan mereka menyatakan tidak ada aturan seperti itu. Dalam waktu dekat, kami akan memanggil Disperindag untuk memberikan penjelasan,” tegasnya.

Mangihut juga mempertanyakan keterbatasan pilihan bank yang bekerja sama dalam penerapan Fuel Card. Saat ini, hanya Bank Sumut, Bank Bukopin, dan CIMB Niaga yang dapat digunakan.

“Kenapa tidak melibatkan bank nasional atau Bank Riau Kepri? Pilihan bank yang terbatas ini tentu menyulitkan masyarakat,” katanya.

Ia juga menyebut bahwa asosiasi SPBU di Batam menganggap metode ini memberatkan operasional mereka.

“Kami di Komisi II DPRD tidak setuju dengan adanya potongan administrasi. Disperindag perlu mengkaji ulang kebijakan ini,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Protes juga datang dari masyarakat, seperti yang disampaikan oleh Hendra Wahyudi , warga Batam Kota . Menurutnya, kebijakan ini justru menambah kerumitan karena sebelumnya sudah ada sistem barcode “Subsidi Tepat” dari Pertamina.

“Ini gimana ceritanya ada lagi yang baru Fuel Card. Sekarang kalau mau beli BBM subsidi, harus tunjukkan dua hal barcode dan Fuel Card. Ribet sekali,” kata dia.

Ia juga keberatan dengan biaya bulanan Rp 25 ribu yang harus dibayar, sementara saat ini pembayaran BBM sudah bisa dilakukan dengan berbagai metode seperti debit, QRIS, dan dompet digital.

“Kenapa tidak disatukan saja dengan program Pertamina, misalnya lewat aplikasi MyPertamina? Lebih sederhana,” usulnya.

Sebelumnya, pada Kamis (15/1) , Disperindag Kota Batam bersama Bank Sumut melakukan uji coba perdana Fuel Card 5.0 di SPBU Cakrawala, Batuampar.

Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan bahwa kebijakan ini bertujuan memastikan distribusi BBM subsidi lebih tepat sasaran dan mencegah penyelewengan.

“Kami sudah mencetak 23.372 kartu dari 25.398 kendaraan yang terdaftar. Targetnya, akan ada 210.000 kartu yang dikeluarkan melalui kerja sama dengan Bank Sumut, CIMB Niaga, dan Bank Bukopin,” jelas Gustian.

Ia menambahkan, percepatan sosialisasi dilakukan agar seluruh SPBU di Kota Batam siap menerapkan sistem ini pada Februari 2025. Proses pendaftaran kendaraan masyarakat juga akan melibatkan pihak kelurahan dan kecamatan.

“Kami berharap dengan kerja sama ini, masyarakat dapat segera menggunakan kartu Fuel Card untuk pembelian BBM subsidi secara lebih terkontrol,” katanya (*)

Reporter: Azis

Artikel Komisi II DPRD Siap Panggil Disperindag, Kebijakan Fuel Card Batam Dinilai Tidak Tepat Sasaran pertama kali tampil pada Metropolis.

Diskominfo Tanjungpinang Dapat Anggaran Rp10,034 Miliar

0
Pimpinan OPD di Pemko Tanjungpinang saat menerima Daftar Pelaksanaan Anggaran, Jumat (17/1). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Sebanyak 33 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang, Kepri menerima Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), dengan total anggaran sebesar Rp1,03 Triliun.

APD yang menerima anggaran paling besar di tahun 2025 ini ialah Dinas Pendidikan (Disdik), yakni senilai Rp251,274 miliar. Dengan disusul oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) sebesar Rp147,861 miliar.

Kemudian BLUD RSUD Rp80,908 miliar, Dinas PUPR Rp72,056 miliar, Dinas Perkim Rp31.578 miliar, Satpol PP Rp22,799 miliar, BPBD Rp4,297 miliar, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Rp9,475 miliar, Dinas Sosial Rp8,882 miliar.

BACA JUGA: Serahkan DPA 2025 ke OPD di Bintan, Roby: Tidak Boleh Ada Korupsi

Selanjutnya Disnaker Rp8,579 miliar, DP3APM Rp11,508 miliar, DLH Rp24,936 miliar, Disdukcapil Rp10,311 miliar, Dishub Rp41,628 miliar, Diskominfo Tanjungpinang Rp10,034 miliar, DPMPTSP Rp8.095 miliar, Dispora Rp11,366 miliar, Disbudpar Rp 14.056 Miliar, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Rp6.998 miliar.

DP3 Rp13.280 miliar, Disperindag Rp9,077 miliar, Sekretariat Kota Tanjungpinang Rp55,264 miliar, Sekretariat DPRD Tanjungpinang Rp39,757 miliar, Bappelitbang Rp17,375 miliar, BPKAD Rp19,087 miliar, BP2RD Rp12,496 miliar, Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Rp6,921 miliar

Sementara Inspektorat Daerah Rp14,399 miliar, Kecamatan Rp13,123 miliar, Kecamatan Tanjungpinang Barat Rp15,461 miliar, Kecamatan Tanjungpinang Timur Rp17,958 miliar, Kecamatan Bukit Bestari Rp16,951 miliar dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Rp8,625 miliar.

Sekda Tanjungpinang, Zulhidayat mengatakan, bahwa sejumlah pengadaan saat ini belum bisa dimulai karena adanya Surat Edaran bersama dari Kemendagri dan Kemenkeu. Terutama pengadaan untuk barang dan jasa.

“Tapi untuk pengadaan rutin itu sudah mulai jalan, misalnya musrenbang, sebentar lagi MTQ, pengadaan listrik kantor,” kata Zulhidayat ditemui usai pembagian DPA.

Ia pun berharap kepada seluruh OPD untuk segera menyelesaikan administrasi setelah menerima DPA. Kepala OPD juga diminta untuk menjalankan program prioritas. “Seperti penyelarasan antara program daerah dan nasional,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Diskominfo Tanjungpinang Dapat Anggaran Rp10,034 Miliar pertama kali tampil pada Kepri.

Jaksa Kirim Baban Subhan Ke Rutan Tanjungpinang, Masa Penahanan Bakal Ditambah 40 Hari

0
Tersangka korupsi Puskesmas Sisel, Bambang Subhan (tiga dari kanan) bersama 4 tersangka lainnya foto bersama sebelum masuk kedalam Rutan Tanjungpinang. f.kejari Anambas

batampos – Penahanan tersangka kasus korupsi Puskesmas Siantan Selatan (Sisel), Baban Subhan dipindahkan oleh jaksa dari Rutan Polres Anambas ke Rutan Kelas I Tanjungpinang, Kamis, (16/1) kemarin.

Proses pemindahan Baban menggunakan kapal ferry MV Seven Star Island dan dikawal ketat oleh Jaksa dibantu dengan personil dari Polres Anambas.

“Ya benar sudah kita kirim ke Rutan Tanjungpinang. Di Rutan Polres kita cuma titipkan saja,” ujar Kepala Seksi Intelijen (Kastel) Kejari Anambas, Bambang Wiratdany, Jum’at, (17/1) sore.

BACA JUGA: Diduga Ikut Terlibat Korupsi Pembangunan Puskesmas Sisel, Baban Subhan Ditahan Jaksa

Meski dipindahkan ke Rutan Tanjungpinang, berkas perkara Baban belum sepenuhnya rampung. Saat ini, penyidik sedang mendalami perkara dan tidak menutup kemungkinan ada penambahan tersangka.

“Masa penahanan dia (Baban) bisa kita perpanjang selama 40 hari untuk kepentingan penyidikan,” tegas Bambang.

Selain Baban Subhan, jaksa turut mengirim 4 tersangka perkara Pidana Umum (Pidum) ke Rutan Tanjungpinang.

Keempat tersangka yang dipindahkan ini telah rampung surat dakwaan. Dalam waktu dekat bakal segera disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Natuna.

“Yang empat ini tinggal sidang saja. Sudah kita daftarkan perkara di PN Natuna,” tutur Bambang.

Adapun 4 tersangka ini yakni Sani dan Abjidil Ikram masing-masing perkara persetubuhan gadis kembar di Jemaja.

Kemudian, Sahtiar tersangka penipuan dan penggelapan pada proses rekrutmen pekerja di PT GDSK.

Terakhir, Rusdianto tersangka judi online yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual balon di kawasan Pasar Inpres Tarempa. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Jaksa Kirim Baban Subhan Ke Rutan Tanjungpinang, Masa Penahanan Bakal Ditambah 40 Hari pertama kali tampil pada Kepri.

Pasar Sekilo di Bintan akan Disulap jadi Gedung Serba Guna

0
Bangunan Pasar Sekilo di Kecamatan Seri Kuala Lobam tampak tidak terawat dan rusak setelah tidak beroperasi sejak Maret 2019. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Pasar Sekilo di Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Bintan akan disulap menjadi gedung serba guna.

“Proses ahli fungsi dari Pasar Sekilo menjadi gedung serba guna telah kita lalui,” kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Bintan, Asy Syukri.

Sebelum melakukan ahli fungsi dari pasar ke gedung serba guna, kata Syukri, pihaknya menyurati Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI.

“Dari kementerian meminta kita melakukan kajian dengan melibatkan akademisi,” ujarnya.

BACA JUGA: Di Pasar Sore Bincen Sepi Pembeli, PKL Jualan Lagi di Trotoar

Kajian yang dilakukan akademisi mulai mengambil keterangan dari masyarakat di sekitar pasar, pedagang, ketua RT dan RW hingga tokoh masyarakat.

“Usulan dari masyarakat menginginkan pasar dijadikan gedung serba guna,” katanya.

Hasil kajian, katanya, diserahkan ke Bupati Bintan.

Setelah ditetapkan menjadi gedung serba guna, dia mengatakan, bangunannya direnovasi.

“Lapak-lapak akan dibongkar, kemudian akan dibuat panggung. Soal anggaran, kita sudah bahas dengan Dinas Perkim, bahkan kita usulkan anggaran renovasi ke provinsi,” kata dia.

Dia berharap, setelah menjadi gedung serba guna, bangunan tersebut bisa digunakan untuk kegiatan masyarakat seperti resepsi pernikahan dan lainnya.

“Kita setting juga agar bisa digunakan untuk aktivitas olahraga seperti voli, badminton dan takraw,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Pasar Sekilo di Kecamatan Seri Kuala Lobam dibangun dengan anggaran Rp 2,48 miliar.

Setelah diresmikan pada November 2018, lima bulan kemudian atau sekitar Maret 2019, Pasar Sekilo di Desa Teluk Sasah tersebut tak lagi beroperasi. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Pasar Sekilo di Bintan akan Disulap jadi Gedung Serba Guna pertama kali tampil pada Kepri.

BP Batam Gelar FGD Penguatan Sistem Pengawasan

0

batampos – Direktorat Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam menginisiasi Focus Group Discussion (FGD) terkait Pengawasan Peredaran Makanan dan Kosmetik di wilayah KPBPB Batam, Kamis, (16/1/2025).

Digelar di Hotel Aston Nagoya, FGD ini dihadiri peserta dari Bea dan Cukai, BP Bintan, BP Karimun, BP Tanjungpinang, pelaku usaha dan importir di KPBPB Batam.

Adapun narasumber yaitu Kepala BPOM Kepri, Musthofa Anwari; Kepala Sub Direktorat Efisiensi Proses Bisnis Impor Lembaga National Single Window, Delfiendra dan Kepala Sub Direktorat Ekonomi Intelkam Polda Kepri, Kompol Yudha Suryawardana.

Kepala Sub Direktorat Perdagangan BP Batam, Rully Syah Rizal mengatakan pengawasan peredaran makanan, minuman, obat, dan kosmetik menjadi perhatian penting di wilayah KPBPB. Mengingat, kawasan ini memiliki letak geografis yang strategis dan beragam insentif yang memungkinkan masuknya barang-barang impor tanpa melalui prosedur bea masuk biasa.

“Kami ingin memperkuat sinergi pengawasan terhadap peredaran makanan dan kosmetik, guna menjamin kualitas dan keamanan produk dan barang-barang konsumsi yang ada di KPBPB Batam,” ungkap Rully.

Selain penguatan koordinasi pengawasan bersama stakholder terkait seperti BPOM dan Bea Cukai, BP Batam juga mendorong langkah-langkah strategis lainnya untuk menjamin kualitas dan keamanan produk yang beredar di KPBPB Batam. Pertama, digitalisasi sistem pengawasan agar distribusi produk dapat diawasi secara real-time. Kedua, peningkatan fasilitas laboratorium di Batam guna mempercepat pengujian produk.

Ketiga, sosialisasi dan edukasi masyarakat tentang pentingnya produk yang aman dan legal. Dan keempat, pemberian sanksi yang tegas untuk memberikan efek jera kepada pelaku pelanggaran.

“Tentu upaya yang dilakukan harus didukung oleh regulasi yang berlaku dan regulasi khusus KPBPB yang mengatur kawasan perdagangan bebas yang bertujuan memastikan bahwa produk yang beredar di KPBPB Batam aman bagi masyarakat,” ujar Rully.

Ia juga berharap melalui FGD ini para pelaku importir bisa memperoleh update kebijakan/regulasi yang menangani kegiatan ekspor dan impor. “Karena ada pemberlakuan surat keterangan impor atau izin BPOM berlaku juga di KPBPB, sehingga dalam pengurusan perizinan bisa lebih akurat lagi,” pungkas Rully. (*)

Artikel BP Batam Gelar FGD Penguatan Sistem Pengawasan pertama kali tampil pada Metropolis.