Jasad pria tanpa identitas yang ditemukan di Perairan Air Dapur, Kelurahan Galang Baru berhasil diidentifikasi pihak Kepolisian. Korban merupakan warga Batam berinisial S.
batampos – Jasad pria tanpa identitas yang ditemukan di Perairan Air Dapur, Kelurahan Galang Baru berhasil diidentifikasi pihak Kepolisian. Korban merupakan warga Batam berinisial S.
“Sudah teridentifikasi dari sidik jari. Korban sudah diserahkan ke pihak keluarga,” ujar Kapolsek Galang, Iptu Hendrizal, Minggu (15/2)
Hendrizal menjelaskan dari pemeriksaan awal tidak terlihat tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, saat ditemukan jasad sudah membengkak karena diduga sudah beberapa hari mengambang di perairan.
“Aduannya (orang hilang) ada di Polresta dan untuk pastinya (penyebab tewas), kita tunggu hasil autopsi dulu,” katanya.
Diketahui, jasad tersebut pertama kali ditemukan nelayan saat hendak mengangkat perangkap ikan. Saat ditemukan, korban menggunakan kaos.
“Nelayan yang menemukan. Saat menarik perangkap, ada jasad,” ungkapnya.
Diketahui, 2 jasad ditemukan di kawasan Galang dalam waktu 4 bulan belakangan. Sebelumnya, warga menemukan jasad pria yang bunuh diri tergantung di kawasan Hutan Bukit Karmel, Galang.
“Imbauan untuk masyarakat, jangan mengambil keputusan yang salah. Selalu ada jalan dan orang yang peduli terhadap kita,” tutupnya. (*)
Pabrikan otomotif asal Tiongkok, Geely, resmi memasarkan mobil listrik terbarunya, Geely EX2, di Batam. Peluncuran dilakukan melalui pameran otomotif yang digelar di K Square. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos
batampos – Pabrikan otomotif asal Tiongkok, Geely, resmi memasarkan mobil listrik terbarunya, Geely EX2, di Batam. Peluncuran dilakukan melalui pameran otomotif yang digelar di K Square.
Kehadiran kendaraan listrik berukuran kompak tersebut langsung menyedot perhatian publik, ditandai dengan tingginya pemesanan bahkan sebelum peluncuran resmi dilakukan.
Branch Manager Geely Wonder Batam, Billyan mengatakan minat masyarakat terhadap mobil listrik terbaru ini melampaui ekspektasi awal perusahaan. Hingga menjelang peluncuran, pemesanan unit telah mendekati 60 kendaraan.
“Untuk atensi di Kota Batam sendiri cukup bagus. Sebelum launching hari ini saja, mobilnya sudah terpesan hampir 60 unit. Jadi untuk pergerakan ke depannya, saya rasa akan lebih banyak lagi,” ujar Billyan, Sabtu, (14/2).
Melihat tren tersebut, manajemen optimistis mampu menambah sedikitnya 50 unit pemesanan selama masa pameran berlangsung.
Dengan demikian, total pesanan ditargetkan menembus 100 unit hingga akhir kegiatan.
Salah satu faktor utama yang menarik minat konsumen adalah kombinasi harga dan teknologi yang ditawarkan. Kendaraan listrik ini dipasarkan di kisaran Rp 200 jutaan, namun dibekali fitur yang umumnya tersedia pada kendaraan kelas menengah atas dengan harga di atas Rp 500 juta.
Sejumlah fitur unggulan yang disematkan antara lain sistem kamera 540 derajat yang memungkinkan pengemudi memantau kondisi sekitar kendaraan, termasuk area kolong mobil secara real time. Selain itu, interior kendaraan dilengkapi layar head unit berukuran 15,4 inci.
Geely juga menghadirkan fitur front trunk atau bagasi depan yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang penyimpanan tambahan. Pada unit pameran berwarna perak, ruang tersebut bahkan diperagakan mampu menampung berbagai barang, menunjukkan fungsi praktis kendaraan untuk mobilitas harian.
Dari sisi performa, kendaraan ini menggunakan baterai berkapasitas 40,8 kWh. Kapasitas tersebut dinilai cukup untuk kebutuhan mobilitas perkotaan, khususnya di wilayah Batam yang memiliki jarak tempuh relatif pendek antarwilayah.
Selama pameran berlangsung hingga 18 Februari 2026, dealer menawarkan program pre-booking dengan sejumlah insentif. Konsumen yang membeli secara tunai akan memperoleh gratis asuransi all risk selama satu tahun. Sementara pembelian melalui skema kredit mendapatkan subsidi potongan cicilan sebesar Rp 3 juta.
Program promosi tersebut hanya berlaku untuk pemesanan selama periode pameran.
Menjawab kekhawatiran konsumen terkait layanan purna jual, manajemen memastikan ketersediaan suku cadang dan layanan servis telah dipersiapkan.
“Ketersediaan spare part sudah siap. Jika konsumen membutuhkan perbaikan atau penggantian komponen, semuanya sudah bisa kami tangani,” kata Billyan.
Bagi masyarakat yang ingin melihat unit kendaraan secara langsung atau melakukan uji coba berkendara, showroom resmi dealer telah beroperasi di kawasan strategis, dekat Hotel Sydney Batam. (*)
18 awak kapal terdiri dari warga negara Thailand dan Indonesia yang ditangkap Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (MMEA) Negeri Pahang.
batampos – Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (MMEA) Negeri Pahang berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika seberat 1.572 ton. Barang haram ini didapati di dek dua kapal berbendera Thailand dan Indonesia di Perairan Timur Laut Kuantan.
Adapun kapal yang diamankan yakni kapal tanker Kamal Bangkok berbendera Thailand dan kapal kargo Sail Fish 09 berbendera Indonesia.
Direktur Maritim Pahang, Mazlan Mat Rejab, mengatakan dua kapal tersebut ditangkap pada Rabu (11/2). Dari pemeriksaan dua kapal ini diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan narkoba internasional.
“Kami meyakini sabu tersebut akan diedarkan ke pasar internasional,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa kasus tersebut sedang diselidiki lebih lanjut berdasarkan ketentuan Undang-Undang Narkoba Berbahaya Malaysia. Proses penyidikan dilakukan untuk mengungkap asal-usul barang terlarang tersebut, jaringan yang terlibat, serta kemungkinan keterkaitan dengan sindikat narkotika lintas negara.
“Penindakan ini merupakan komitmen aparat penegak hukum maritim Malaysia dalam memperkuat pengawasan perairan nasional serta menindak tegas segala bentuk kejahatan transnasional, khususnya penyelundupan narkotika yang berpotensi mengancam keamanan kawasan dan keselamatan masyarakat,” katanya.
Selain 2 kapal, petugas juga menyita sekitar 50.000 liter bahan bakar solar yang berada di kedua kapal tersebut. Kemudian 18 awak kapal terdiri dari warga negara Thailand dan Indonesia.
“Seluruh kru saat ini ditahan guna menjalani pemeriksaan intensif,” tutupnya. (*)
batampos – Koperasi Konsumen Karyawan (Kopkar) BP Batam bersiap memperluas unit usaha dengan membangun pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) guna meningkatkan kesejahteraan anggota melalui kenaikan Sisa Hasil Usaha (SHU).
Rencana tersebut disampaikan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 yang digelar di Hotel Harmoni One, Sabtu (14/2). Pengembangan usaha ini menjadi langkah konkret koperasi dalam memperkuat basis ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan pada unit usaha konvensional.
Ketua Umum Kopkar BP Batam, Chandra Syamsir, mengatakan, pembangunan pabrik AMDK diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan koperasi pada tahun-tahun mendatang.
“Satu lagi kita akan bangun pabrik kemasan air minum. Ini akan kita pasarkan bersama-sama dan diharapkan meningkatkan secara signifikan pendapatan untuk SHU tahun berikutnya,” katanya.
Selain ekspansi usaha, Kopkar juga menyiapkan transformasi digital layanan untuk memperluas akses anggota terhadap produk dan layanan koperasi. Melalui sistem berbasis aplikasi, anggota nantinya dapat mengakses laporan keuangan, melakukan transaksi, hingga mengajukan pinjaman secara daring.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, yang membuka RAT tersebut, mengapresiasi langkah koperasi dalam melakukan inovasi dan adaptasi di tengah tantangan ekonomi global.
Baginya, koperasi memiliki sejumlah tantangan mendasar, mulai dari tata kelola manajemen, kualitas sumber daya manusia, akses permodalan, kemasan produk, hingga pemasaran. Namun, Kopkar BP Batam dinilai telah mampu melampaui berbagai kendala tersebut.
“Koperasi Karyawan BP Batam sudah melampaui persoalan itu dan sedang melakukan transformasi untuk capaian yang lebih baik ke depan,” kata dia.
Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi digital agar koperasi mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan daya saing, terlebih pemerintah saat ini memberi perhatian besar terhadap penguatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi.
Amsakar berharap, Kopkar BP Batam dapat menjadi model koperasi modern di daerah maupun tingkat nasional.
RAT sebagai forum tertinggi koperasi juga menjadi sarana pertanggungjawaban pengurus kepada anggota sekaligus menetapkan rencana kerja ke depan. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur pimpinan BP Batam, perwakilan pemerintah daerah, serta mitra koperasi. (*)
Satlantas Polresta Barelang menindak 34 unit sepeda motor dalam kegiatan cipta kondisi (cipkon) yang digelar, Sabtu (15/2) malam. Puluhan motor tersebut kedapatan menggunakan knalpot brong serta tidak dilengkapi dokumen kendaraan. Foto. Yofi Yuhendri/ Batam Pos
batampos – Satlantas Polresta Barelang menindak 34 unit sepeda motor dalam kegiatan cipta kondisi (cipkon) yang digelar, Sabtu (15/2) malam. Puluhan motor tersebut kedapatan menggunakan knalpot brong serta tidak dilengkapi dokumen kendaraan.
Kegiatan ini menyasar sejumlah titik yang kerap dijadikan lokasi balap liar pada malam akhir pekan. Penindakan dilakukan sebagai respons cepat atas keluhan masyarakat yang merasa terganggu dengan kebisingan knalpot dan aktivitas balap liar.
Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Polresta Barelang, Iptu Yudhi Patra, mengatakan operasi rutin tersebut bertujuan menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polresta Barelang.
“Kegiatan ini rutin kita lakukan pada malam akhir pekan untuk menciptakan Kamseltibcarlantas serta mencegah terjadinya pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan penindakan melalui tilang elektronik (ETLE) mobile. Seluruh kendaraan pelanggar diamankan ke Mapolresta Barelang, sementara knalpot brong disita untuk dimusnahkan.
Selain penindakan, petugas juga memberikan edukasi kepada para pengendara agar lebih disiplin dan mematuhi aturan berlalu lintas.
“Kami mengimbau pengendara untuk bersama-sama menjaga ketertiban berlalu lintas sesuai aturan yang berlaku,” kata Yudhi.
Pengendara yang ditindak diberikan kesempatan mengambil kembali kendaraannya dengan syarat mengganti knalpot menggunakan standar pabrikan serta melengkapi dokumen kendaraan yang sah.
“Motor yang ditindak bisa diambil sesuai persyaratan. Sedangkan knalpot brongnya kita sita dan nantinya akan dimusnahkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, menambahkan bahwa kegiatan cipta kondisi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas.
“Harapan kami, tercipta situasi lalu lintas yang aman, nyaman, dan selamat menjelang Operasi Ketupat 2026,” tutupnya. (*)
Menjelang perayaan Imlek kawasan Simpang Martabak Har Nagoya terlihat semarak dengan lampion dan ornamen-ornamen Imlek, Jumat (13/2). Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 melalui kegiatan Night Party Nagoya Lantern Festival di Jalan Raya menjadi momentum percepatan penataan kawasan New Nagoya di. Kegiatan yang berlangsung 13-16 Februari itu memadukan perayaan budaya dengan agenda pembangunan infrastruktur dan ekonomi perkotaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, diwakili oleh Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, pada Sabtu (14/2). Festival ini diramaikan puluhan pelaku UMKM kuliner serta ribuan warga yang memadati kawasan Nagoya.
Mouris menyampaikan, bahwa Jalan Raya Nagoya akan direvitalisasi sebagai bagian dari implementasi Wilayah Penataan dan Pengembangan (WPP) Prioritas New Nagoya. Kawasan tersebut tidak lagi dipandang semata sebagai jalur transportasi, melainkan akan ditransformasikan menjadi ruang publik yang hidup dan berdaya saing.
“Kami ingin membangun kawasan Nagoya bukan sekadar koridor transportasi. Kawasan ini akan menjadi ruang publik yang produktif dan kompetitif secara internasional,” kata dia.
WPP New Nagoya dirancang tidak hanya untuk pembenahan fisik, tetapi juga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Integrasi antara infrastruktur, penyelenggaraan event, dan aktivitas UMKM diyakini dapat memperkuat posisi Batam sebagai destinasi wisata sekaligus pusat perdagangan regional.
Program penataan tersebut akan berfokus pada tiga pilar utama, yakni peningkatan konektivitas dan infrastruktur dasar, revitalisasi kawasan perdagangan dan UMKM, serta penguatan pariwisata perkotaan. Rencana teknisnya mencakup pembangunan drainase terpadu, penataan jalur pedestrian yang aman dan ramah wisatawan, serta aktivasi ruang publik melalui kegiatan budaya dan ekonomi kreatif.
“Semangat Imlek adalah kebersamaan dan optimisme. Energi ini yang dibutuhkan untuk mewujudkan New Nagoya sebagai wajah baru Batam yang modern dan inklusif,” kata Mouris.
Pada kesempatan yang sama, pemilik Nagoya Citywalk, Suhendro, menyatakan kesiapan pihaknya menjadi mitra strategis dalam implementasi WPP New Nagoya.
“Nagoya Citywalk siap menjadi bagian dari ekosistem New Nagoya. Dengan infrastruktur yang tertata dan ruang publik yang aktif, kawasan ini akan semakin kompetitif,” ujarnya.
Night Party Nagoya Lantern Festival sendiri menghadirkan beragam atraksi, antara lain bazaar kuliner, festival lampion, pertunjukan barongsai dan lion dance, fashion show bertema Imlek, serta berbagai hiburan lainnya yang menarik minat masyarakat dan wisatawan. (*)
Waduk Duriangkang, Badan Pengusahaan (BP) Batam pekan lalu melaporkan bahwa debit air di beberapa waduk mengalami penyusutan rata-rata 2 hingga 3 sentimeter per hari. Penurunan itu terjadi akibat minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos – Musim kemarau yang masih berlangsung di Kota Batam mulai memunculkan kekhawatiran serius akan ancaman krisis air bersih yang kian luas. Bahkan sebelum kemarau datang, sebagian warga sudah lebih dulu merasakan kesulitan air. Kini, dengan minimnya curah hujan yang memperparah kondisi waduk, kekhawatiran krisis air akan meluas
Sebagai daerah yang bergantung pada tampungan air hujan di sejumlah waduk, Batam menghadapi tekanan serius ketika curah hujan menurun dalam waktu panjang.
Badan Pengusahaan (BP) Batam pekan lalu melaporkan bahwa debit air di beberapa waduk mengalami penyusutan rata-rata 2 hingga 3 sentimeter per hari. Penurunan itu terjadi akibat minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga: Pemko dan BP Batam Kejar Distribusi Air ke Setiap Titik Bermasalah Jelang Imlek dan Ramadan
Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyebut pihaknya telah membahas situasi tersebut bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh agama.
“Kemarau ini masih berlangsung. Kemarin sudah rapat bersama Forkopimda dan para tokoh, dan disepakati untuk melaksanakan (Salat Istisqa),” ujar Amsakar.
Langkah tersebut diambil sebagai ikhtiar spiritual di tengah kondisi alam yang belum menunjukkan tanda-tanda hujan signifikan. Salat Istisqa merupakan salat sunnah yang dilakukan umat Islam untuk memohon turunnya hujan saat terjadi kekeringan.
Amsakar mengatakan usulan pelaksanaan salat tersebut juga datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam. Pemerintah pun menyambut baik dan tengah mempersiapkan pelaksanaannya dalam waktu dekat.
“Usulan Ketua MUI untuk melaksanakan Salat Istisqa sudah kami terima. Insyaallah akan segera kita laksanakan,” katanya.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Batam diperkirakan masih mengalami kondisi kemarau dengan potensi hujan yang relatif rendah hingga Maret mendatang.
Situasi ini membuat cadangan air baku di waduk perlu dijaga secara cermat agar tidak sampai mengganggu pasokan air bersih bagi masyarakat.
Amsakar berharap pelaksanaan Salat Istisqa menjadi momentum kebersamaan warga Batam dalam menghadapi musim kering ini.
“Salat Istisqa ini adalah ikhtiar kita memohon hujan. Insyaallah kalau jamaahnya lebih dari 40 orang, mudah-mudahan turunlah hujan nanti,” ujarnya. (*)
Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Batam, Syahbudi. Foto. Rengga Yuliandra/Batam Pos
batampos – Sebanyak 695 calon jemaah haji (JCH) Kota Batam mengikuti manasik haji tingkat kota sebagai bagian dari persiapan keberangkatan ke Tanah Suci pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Agung Raja Hamidah, Batam Kota, Sabtu (14/2).
Manasik ini menjadi tahapan penting untuk membekali jemaah dengan pemahaman tata cara pelaksanaan ibadah haji, baik secara teori maupun praktik.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Batam, Syahbudi, mengatakan pembinaan dilakukan secara bertahap. Sebelum tingkat kota, jemaah telah mengikuti empat kali manasik di tingkat kecamatan.
“Manasik ini untuk memastikan jemaah memahami teknis pelaksanaan ibadah sesuai tuntunan syariat. Harapannya, seluruh jemaah siap lahir dan batin,” ujarnya, Minggu (15/2).
Materi yang diberikan meliputi simulasi praktik ibadah, pemahaman Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina), hak dan kewajiban jemaah, serta pembinaan kesehatan.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Kepulauan Riau, Muhammad Syafi’i, mengatakan jemaah asal Kepri akan tergabung dalam tiga kelompok terbang, yakni Kloter 1, Kloter 2, dan Kloter 25.
Ia juga menekankan pentingnya konsep Tri Sukses Haji, yakni sukses penyelenggaraan, sukses ibadah, dan sukses memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Jemaah tidak hanya berangkat, tetapi juga diharapkan pulang membawa nilai kebaikan,” katanya.
Kegiatan tersebut dibuka Wali Kota Batam yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdako Batam, Heriman. Ia berpesan agar jemaah menjaga kesehatan, kekompakan, serta mendoakan daerah selama menjalankan ibadah.
Dengan pembekalan tersebut, ratusan calon jemaah haji Batam diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali sebagai haji yang mabrur. (*)
Pelni mengingatkan masyarakat agar tidak membeli tiket melalui media sosial karena rawan penipuan. F. Istimewa
batampos – Masyarakat diminta waspada terhadap maraknya penipuan penjualan tiket kapal melalui media sosial. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) (PELNI) menegaskan seluruh penawaran tiket yang beredar melalui akun pribadi maupun grup jual beli dipastikan merupakan penipuan.
Kepala Cabang PELNI Batam, Edwin Kurniawan, mengatakan pelaku kini menggunakan berbagai cara untuk meyakinkan korban. Mereka membuat akun menyerupai kanal resmi dengan memasang logo perusahaan, foto kapal, hingga testimoni palsu.
“Modusnya beragam. Ada yang menawarkan harga lebih murah dari tarif resmi, ada juga yang mengaku memiliki akses tiket untuk rute padat yang sebenarnya sudah habis,” ujarnya, Minggu (15/2).
Pelaku biasanya meminta korban mentransfer uang ke rekening pribadi dengan alasan biaya administrasi atau jasa pembelian tiket.
Menurut Edwin, modus tersebut memanfaatkan kepanikan calon penumpang yang khawatir kehabisan tiket.
“Kami tidak pernah memberikan mandat kepada pihak mana pun untuk melakukan transaksi tiket melalui kolom komentar maupun pesan langsung. Jika ada akun pribadi menawarkan tiket atas nama PELNI, itu dipastikan penipuan,” tegasnya.
Ia menambahkan, media sosial resmi PELNI hanya digunakan untuk penyampaian informasi dan layanan pelanggan, bukan untuk transaksi pembelian tiket.
Untuk menghindari kerugian, masyarakat diminta membeli tiket melalui kanal resmi, seperti aplikasi PELNI Mobile, situs resmi perusahaan, loket cabang di pelabuhan, serta mitra resmi seperti BRILink, Alfamart, dan Indomaret.
Budidaya ikan air tawar menggunakan metode bioflok di Batam. Produksi ikan air tawar di Kota Batam menunjukkan capaian signifikan hingga mencapai kisaran 10 ton. F. Dok. Batam Pos
batampos – Ketersediaan ikan air tawar di Kota Batam terbilang aman. Setiap hari, pembudidaya lokal mampu menghasilkan hingga 10 ton ikan konsumsi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dengan lele sebagai komoditas utama.
Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, mengatakan produksi lele mendominasi dibanding jenis ikan air tawar lainnya.
“Lele masih paling tinggi produksinya, rata-rata 5 sampai 8 ton per hari. Permintaannya juga paling besar,” ujarnya, Minggu (15/2).
Selain lele, ikan nila juga menjadi komoditas unggulan dengan produksi sekitar 2 ton per hari. Sementara itu, gurame menyusul meski volumenya lebih kecil.
Secara keseluruhan, produksi ikan air tawar Batam berkisar 7 hingga 10 ton per hari, tergantung masa panen dan kondisi permintaan pasar. Seluruh pasokan tersebut berasal dari pembudidaya lokal tanpa ketergantungan dari luar daerah.
Produksi tersebut ditopang kolam budidaya konvensional yang tersebar di sejumlah wilayah, serta sistem bioflok yang terus dikembangkan.
Sejak 2024, Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perikanan telah menyalurkan puluhan hingga ratusan unit bioflok kepada kelompok pembudidaya untuk meningkatkan produksi, terutama di lahan terbatas.