Patrick Kluivert ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia. (BELGA MAG/AFP)
batampos – Rumor tentang bergabungnya Patrick Kluivert sebagai pelatih timnas Indonesia akhirnya menemui titik terang. Persatuan Sepakbola seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya mengumumkan peresmian sang pelatih pada Rabu (8/1).
Patrick Kluivert sendiri akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan dari Shin Tae-yong yang sudah mengabdi di Indonesia dalam lima tahun terakhir. Laga perdana Patrick Kluivert sendiri akan berlangsung melawan Australia pada Maret 2025 mendatang.
Pekerjaan berat tentunya harus dihadapi oleh sang pelatih asal Belanda tersebut. Soalnya ia akan menggantikan sosok STY yang sudah sangat membekas di benak pemain maupun suporter tim Garuda.
Demi menjalankan tugasnya dengan baik, Patrick Kluivert dipastikan akan membawa dua orang kepercayaannya. Alex Pastoor dan Danny Landzaat akan menjadi dua asisten pelatih ditambah dua pelatih asal Indonesia yang akan bergabung dalam staf kepelatihan.
Nama Alex Pastoor sendiri terbilang cukup mentereng. Ia pernah membawa tiga tim yang berbeda, yaitu Excelsior, Sparta Rotterdam, dan Almere City promosi ke Eredivisie. Sementara itu Danny Landzaat pernah bergabung di staf kepelatihan tim top liga Hungaria.
Meskipun sudah diperkenalkan secara resmi, namun banyak warganet yang bertanya-tanya tentang kapan Kluivert akan mengunjungi Indonesia. PSSI sendiri sudah menjadwalkan kunjungan pertama Kluivert ke Jakarta.
Patrick Kluivert rencannya akan datang ke Jakarta pada Sabtu (11/1) lusa. Agenda resmi pertamanya adalah diperkenalkan secara resmi oleh PSSI sebagai pelatih baru Indonesia sehari setelahnya, tepatnya pada Minggu (12/1). (*)
pegawai honorer yang lulus P3K sedang antri untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di RSUD M Sani. f.sandi
batampos– RSUD M Sani menyiapkan puluhan tenaga kesehatan (Nakes). Hal ini untuk memberikan pelayanan terhadap tenaga honorer yang dinyatakan lulus sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Pelayanan yang diberikan berupa pemeriksaan kesehatan umum untuk kelengkapan berkas administrasi yang dibutuhkan oleh P3K saat melakukan pendaftaran ulang.
Kabid Pelayanan RSUD M Sani, dr Dedi Abrianto yang dikonfirmasi Batam Pos, Rabu (8/1) mengatakan, pelayanan yang disiapkan oleh pihak RSUD M Sani untuk pemeriksaan kesehatan terhadap honorer yang lulus P3K. ”Kita sudah mulai melayani sejak Kamis (2/1) pekan lalu. Untuk memberikan pelayanan kesehatan yang cepat dan nyaman, maka kita siapkan 30 orang Nakes yang mengambil tempat aula RSUD,” ujarnya.
Sejak dibukanya pelayanan pemeriksaan kesehatan untuk P3K, lanjutnya, pihaknya sudah melayani pemeriksaan kesehatan khusus P3K sebanyak 460 orang. Dengan rata-rata per hari 150 orang lebih. Bahkan dalam dua hari terakhir, seperti Senin (6/1) dan Selasa (7/1) per harinya mencapai 190 orang. Dan untuk hari ini (Rabu, red) kemungkinan bisa mencapai 200 orang.
”Dengan banyaknya peserta P3K yang dilayani untuk pemeriksaan kesehatan, maka kita menerapkan sistim jadwal. Artinya, setiap P3K yang akan mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan terlebih dulu menyampaikan daftarnya kepada kita. Kemudian, kita buatkan jadwalnya. Dengan jadwal tersebut dapat ditentukan kapan bisa mendapatkan pelayanan,” ungkapnya .
Sebagai contoh, kata Dedi, ada daftar pegawai honorer yang lulus P3K yang dikirimkan suatu OPD kepada pihaknya dengan jumlah 50 orang. Daftar tersebut langsung dimasukkan dalam jadwal. Begitu seterusnya. Namun, pihaknya tetap melayani P3K yang tidak masuk dalam jadwal. Hanya saja, sifatnya harus menunggu selesainya pemeriksaan kesehatan P3K yang sudah masuk dalam jadwal.
”Perlu diketahui, pelayanan pemeriksaan kesehatan untuk lulusan P3K bukan hanya yang berasal dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun saja. Tapi, juga ada dari instansi vertikal. Seperti dari KSOP Kelas 1 Tanjungbalai Karimun dan Kantor Kemenag Kabupaten Karimun. Bahkan, saat ini juga ada yang berasal dari Selatpanjang, Kabupaten Meranti. Untuk itu, kita sarankan mendaftar terlebih dulu agar masuk dalam jadwal,” jelasnya.
Pemeriksaan kesehatan untuk lulusan P3K ini, sambung Dedi, sesuai yang dibutuhkan . Yakni, pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani. Serta pemeriksaan bebas Narkoba. Untuk biaya pemeriksaan sesuai dengan tarif yang berlaku sebesar Rp830 ribu. (*)
batampos – Trio Lionel Messi-Luis Suarez-Neymar alias MSN sempat meneror benua Eropa pada pertengahan 2010-an. Tiga pemain depan FC Barcelona tersebut memiliki kerja sama yang apik di lini depan El Barca dan sangat ditakuti oleh lawan-lawannya.
Berbagai gelar juara berhasil mereka dapatkan saat bermain bersama. Mulai dari Liga Spanyol, Piala Spanyol, hingga trofi Liga Champions tak luput dari genggaman mereka.
Sayangnya mereka bertiga kini sudah berpisah dan tidak lagi bermain di Camp Nou. Lionel Messi dan Luis Suarez sedang bertualang di Amerika Serikat bersama Inter Miami, sementara Neymar kini bermain di Arab Saudi bersama Al-Hilal.
Ketiganya juga tidak hanya kompak di lapangan, namun juga di luar lapangan. Beberapa kali wartawan asing mendapati ketiganya kerap menghabiskan waktu bersama di sela-sela kesibukan mereka masing-masing.
Kedekatan mereka bertiga membuat rumor reuni mereka bertiga mendadak ramai dibicarakan oleh penggemar sepak bola internasional. Pasalnya Neymar baru-baru ini menyatakan tidak menutup kemungkinan buat meninggalkan Al-Hilal, dan menyusul dua rekannya ke Inter Miami.
Melansir situs Miami Herald, Neymar mengaku tertarik buat menghidupkan kembali trio MSN yang dulu sempat berjaya di Eropa. Meskipun ia merasa bahagia di Al-Hilal, namun ia tidak menutup kemungkinan jika suatu saat akan menyusul keduanya ke Inter Miami.
“Tentu saja kembali bermain dengan Messi dan Suarez akan sangat luar biasa. Mereka adalah teman baik saya. Kami masih berbicara satu sama lain. Ini akan sangat menarik jika kami menghidupkan kembali trio MSN. Saya sangat senang di Al-Hilal, dan saya sangat senang di Arab Saudi, namun siapa yang tahu. Sepak bola adalah olahraga yang penuh kejutan,” ucap Neymar dalam sebuah sesi wawancara.
Rumor soal Neymar ke Inter Miami memang berhembus agak kencang. Miami Herald menyatakan jika Neymar baru-baru ini membeli sebuah rumah di pinggir pantai yang terletak di Bal Harbour, Florida yang hanya berjarak setengah jam dari pusat kota Miami.
Akhir pekan lalu Neymar juga sempat mengunggah sebuah foto di Instagram pribadinya. Ia mengunggah foto dirinya dan sang anak yang mengenakan seragam Inter Miami.
Kontrak Neymar di Al-Hilal sendiri kabarnya akan berakhir pada musim panas 2025. Selama bermain buat Al-Hilal, Neymar justru lebih sering absen karena cedera. Ia sempat absen lebih dari setahun lantaran menderita cedera ACL pada Oktober 2023.
Inter Miami sendiri saat ini dilatih oleh Javier Mascherano, yang juga merupakan eks rekan Neymar saat masih di FC Barcelona. Makanya rumor jika reuni trio MSN di Inter Miami terus berhembus kencang. (*)
Siswa SD di Kota Batam menikmati makanan bergizi gratis di sekolah. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos – Dalam persiapan pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Dinas Pendidikan Kota Batam mulai mendistribusikan formulir survei kepada orang tua siswa untuk mendata potensi alergi makanan pada anak-anak. Pendataan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi agar program MBG dapat berjalan lancar dan tepat sasaran, tanpa menimbulkan risiko kesehatan bagi siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, menyebutkan bahwa survei ini merupakan inisiatif dari Dinas Pendidikan Kota Batam, guna mendukung keberhasilan program MBG yang akan dimulai pada 13 Januari mendatang.
“Kami menyadari bahwa saat ini semakin banyak anak yang memiliki alergi terhadap makanan tertentu. Pendataan ini penting agar tim penyedia makanan bergizi dapat menyesuaikan menu berdasarkan kebutuhan setiap siswa. Ini adalah bagian dari antisipasi kami untuk memastikan keberhasilan program di lapangan,” jelas Tri, Kamis (9/1).
Tri Wahyu menegaskan bahwa seluruh sekolah diberikan waktu satu minggu untuk menyelesaikan survei tersebut. “Kami menargetkan seluruh sekolah sudah selesai mendata alergi makanan siswa dalam minggu ini. Data ini akan sangat berguna bagi tim BGN dan mitra mereka dalam penyediaan makanan yang aman dan sesuai bagi anak-anak,” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa survei ini juga mencakup siswa dengan kebutuhan khusus, seperti vegetarian. “Ada beberapa sekolah yang memiliki siswa vegetarian. Maka, menu makanan yang disediakan harus disesuaikan agar tetap memenuhi kebutuhan gizi mereka,” terangnya.
Kadisdik mengungkapkan bahwa tahap awal program MBG akan difokuskan di empat sekolah di wilayah Bengkong. Meski demikian, persiapan sudah dilakukan secara menyeluruh di seluruh sekolah.
“Kemarin saat rapat koordinasi bersama tim BGN, Polres, Kodim, dan Dinas Kesehatan, kami membahas bagaimana program ini nantinya bisa diterapkan secara menyeluruh. Oleh karena itu, pendataan awal ini menjadi acuan penting,” jelasnya.
Data yang diperoleh dari survei ini nantinya akan diserahkan kepada tim penyedia makanan bergizi (SPPG) di bawah Badan Gizi Nasional (BGN) dan mitranya. Hal ini untuk memastikan bahwa dapur penyedia makanan dapat menyesuaikan menu sesuai kondisi kesehatan siswa.
“Tim BGN tidak memiliki data detail terkait alergi siswa, sehingga kami memberikan informasi ini kepada mereka. Harapannya, makanan yang disiapkan benar-benar sesuai dan aman untuk semua siswa,” ungkap Tri Wahyu.
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Batam untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah. Dengan adanya pendataan ini, diharapkan kendala teknis dapat diminimalkan, sehingga program dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi kesehatan dan pertumbuhan siswa. (*)
Peserta pelatihan Barista membuat kopi di Balai Latihan Kerja Batam, Rabu (10/7).
batampos – Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Bandar Dunia Madani pada Agustus 2024 tercatat sebesar 7,68 persen.
Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,46 persen dibandingkan dengan TPT pada Agustus 2023 yang mencapai 8,14 persen. Meski penurunan ini menggembirakan, jumlah penganggur di Batam masih cukup signifikan.
Kepala Bidang Pembinaan Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam, Isra Wira Sanjaya, menyebutkan bahwa pengangguran di Batam tidak hanya diukur berdasarkan TPT.
“Kami di Disnaker tidak melihat hanya dari tingkat pengangguran terbuka, karena itu adalah ranah BPS. Kami lebih fokus pada jumlah pencari kerja terdaftar yang berhasil mendapatkan pekerjaan,” katanya, Kamis (9/1).
Menurut data BPS, angkatan kerja di Batam mencapai 940,72 ribu orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 69,83 persen atau 606,49 ribu orang telah bekerja, sedangkan 50,43 ribu orang masih menganggur. Walau TPT menunjukkan penurunan, masih terdapat sekitar 50 ribu orang yang belum mendapatkan pekerjaan.
Disnaker mencatat, jumlah pencari kerja terdaftar di Batam pada tahun 2024 sebanyak 24.690 orang. Dari jumlah tersebut, 17.329 orang telah berhasil ditempatkan di pekerjaan, meninggalkan sekitar 7 ribu orang yang masih menganggur.
Isra menyebut, bahwa pihaknya terus berupaya mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pelatihan kerja yang terus ditingkatkan.
Upaya ini terbukti efektif dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja di 2024 lalu, meskipun tantangan masih tetap ada. Sebagai tindak lanjut untuk tahun 2025, rencana untuk menggelar job fair kembali digalakkan dengan sistem pendaftaran yang lebih modern melalui platform online.
“Job fair akan kami selenggarakan untuk warga yang memiliki KTP Batam saja. Pendaftarannya akan dilakukan secara online, dan proses perekrutan akan dilakukan secara daring,” kata dia.
Sementara itu, BPS juga mencatat bahwa sektor jasa menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Batam, menyumbang 57,22 persen dari total angkatan kerja. Sektor manufaktur juga berkontribusi signifikan dengan 41,33 persen. Sebaliknya, sektor pertanian hanya menyumbang 1,45 persen dari total tenaga kerja di Batam.
Selain itu, sektor formal juga menunjukkan angka yang positif. Sekitar 72,03 persen pekerja Batam bekerja di sektor formal, dengan peningkatan 1,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menandakan adanya perbaikan dalam kualitas pekerjaan yang tersedia di Batam.
Tingkat pengangguran juga bervariasi berdasarkan tingkat pendidikan. Pekerja dengan latar belakang pendidikan rendah, seperti tamatan SD ke bawah, mencatatkan tingkat pengangguran tertinggi, yaitu sebesar 11,77 persen. Sementara itu, lulusan perguruan tinggi mencatatkan tingkat pengangguran terendah, yakni 5,33 persen.
Pencapaian ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara lapangan kerja untuk mereka yang memiliki pendidikan tinggi dan yang hanya memiliki pendidikan dasar. Hal ini mencerminkan peran vital pelatihan keterampilan dan pendidikan lanjutan dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja di Batam.
Sektor pendidikan tampaknya berperan dalam menentukan keberhasilan dalam mencari pekerjaan. Peningkatan jumlah lulusan perguruan tinggi seharusnya membuka peluang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan, meskipun tantangan dalam sektor ini masih ada.
BPS juga melaporkan penurunan signifikan pada tingkat pengangguran di kalangan lulusan SMK/MAK, yang turun 3,79 persen poin dibandingkan tahun lalu. Namun, tingkat pengangguran bagi lulusan perguruan tinggi justru mengalami kenaikan 2,00 persen poin, yang menjadi perhatian bagi pihak terkait.
Tantangan terbesar dalam mengatasi pengangguran di Batam adalah pencocokan antara kebutuhan tenaga kerja dengan keterampilan yang dimiliki oleh pencari kerja. Dinas terkait terus mendorong pelatihan kerja dan memastikan keterampilan yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Selain itu, penting untuk terus meningkatkan kerja sama antara pemerintah, perusahaan, dan lembaga pendidikan untuk menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dunia industri yang terus berkembang. Hal ini kemungkinan dapat mengurangi ketidaksesuaian antara kompetensi yang dimiliki oleh tenaga kerja dan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan.
Tak cuma itu saja, kebijakan yang mendukung pengembangan tenaga kerja lokal juga harus jelas, seperti meningkatkan keterampilan dan mendorong peluang kerja melalui investasi. (*)
Ilustrasi. Penyerahan SK PPPK Guru beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Anggota DPRD Kota Batam, Muhammad Yunus, mengusulkan agar proses perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dilakukan dengan klasifikasi yang lebih jelas dan tidak digabungkan antara tenaga honorer Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan honorer Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Pemisahan ini penting untuk menciptakan sistem yang lebih terstruktur, transparan, dan adil, terutama dalam perekrutan guru PPPK,” kata dia, Kamis (9/1).
Selama ini, proses seleksi PPPK guru dilakukan secara gabungan, yang kerap memicu kecemburuan di kalangan peserta. Hal ini disebabkan pengumuman hasil seleksi didasarkan pada peringkat nilai, bukan masa pengabdian.
“Harusnya tidak digabung. Mereka yang sudah lama mengabdi bersaing dalam kategori tersendiri, dan yang baru beberapa tahun juga dipisahkan. Kalau digabung terus, ya pasti terjadi keributan. Seharusnya diatur seperti Kategori 2 (K2) dulu,” ujar Yunus.
Ia berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan usulannya demi pengelolaan tenaga PPPK yang lebih efektif dan efisien. Selain itu, pemisahan kategori seleksi diyakini akan memberi peluang lebih besar bagi honorer maupun PPPK untuk berkembang sesuai standar kompetensi masing-masing.
Sementara itu, Kepala Bidang BKSDM Batam, M. Ikhsan, menjelaskan bahwa status honorer Pemko Batam dan honorer BOS sama. Oleh karena itu, kelulusan seleksi PPPK didasarkan pada peringkat nilai yang diolah oleh sistem Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Semua peserta, baik honorer Pemko maupun BOS, terdata di BKN. Hasil seleksi ditentukan melalui sistem peringkat nilai. Misalnya, jika formasi yang tersedia hanya 70, tetapi pendaftar ada 100 orang, maka 70 yang memiliki nilai tertinggi akan lolos,” jelas Ikhsan.
Ikhsan menambahkan bahwa pihaknya tidak memiliki wewenang untuk mengintervensi hasil seleksi karena seluruh pengolahan nilai dilakukan oleh BKN. BKSDM hanya bertugas mengumumkan hasil seleksi tersebut.
“Kami mengikuti aturan dari pemerintah pusat. Sesuai Undang-Undang Tahun 2023, tenaga honorer teknis, termasuk honorer BOS, diizinkan mengikuti seleksi PPPK. Kami masih menunggu Peraturan Pemerintah (PP) sebagai landasan pelaksanaan lebih lanjut,” ujarnya .
Dengan adanya usulan ini, Yunus berharap pemerintah pusat segera menindaklanjuti agar rekrutmen PPPK lebih transparan, adil, dan tidak menimbulkan polemik di masyarakat. (*)
batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam tahun 2024 mencapai 83,32. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 0,68 poin atau 0,82 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar 82,64.
Kepala BPS Kota Batam, Eko Aprianto, menjelaskan bahwa selama lima tahun terakhir (2020–2024), IPM Batam terus menunjukkan tren positif dengan rata-rata peningkatan sebesar 0,46 persen per tahun.
“Peningkatan ini tidak lepas dari perbaikan di ketiga dimensi utama yang membentuk IPM, yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak,” ujar Eko.
Dari dimensi umur panjang dan hidup sehat, Umur Harapan Hidup (UHH) saat lahir di Batam mencapai 75,19 tahun, meningkat 0,21 tahun dari tahun 2023.
“Artinya, bayi yang lahir di Batam pada 2024 memiliki harapan hidup hingga 75,19 tahun, menunjukkan perbaikan dalam kualitas layanan kesehatan,” kata dia.
Dimensi pengetahuan juga mencatat peningkatan signifikan. Harapan Lama Sekolah (HLS) penduduk usia 7 tahun naik dari 13,34 tahun menjadi 13,56 tahun. Sementara Rata-rata Lama Sekolah (RLS) untuk penduduk usia 25 tahun ke atas meningkat dari 11,19 tahun menjadi 11,21 tahun.
Selain itu, standar hidup layak yang diukur dari rata-rata pengeluaran riil per kapita juga tumbuh sebesar 3,57 persen, mencapai Rp 19,67 juta pada 2024. “Ini menunjukkan pemulihan ekonomi yang terus berlanjut setelah dampak pandemi COVID-19,” lanjutnya.
IPM Kota Batam yang kini berada di angka 83,32 menempatkan kota ini pada kategori pembangunan manusia cukup tinggi.
Sementara itu, Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, menegaskan pentingnya memahami IPM sebagai standar penilaian keberhasilan pembangunan suatu negara. IPM, menurutnya, merupakan indikator utama yang digunakan oleh PBB untuk menilai sejauh mana sebuah negara berhasil dalam membangun kualitas SDM.
“IPM ini memiliki tiga dimensi utama yang perlu dipahami. Pertama adalah dimensi kesehatan, yang diukur dari harapan hidup bayi dan tingkat kematian ibu serta anak. Kedua, pendidikan, yang dipantau dari rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah penduduk. Ketiga, standar hidup yang layak, yang dihitung dari pendapatan per kapita di suatu negara atau daerah,” katanya, Kamis (9/1)
Menurut dia, sektor industri dan investasi memiliki peran besar dalam meningkatkan IPM. Seiring dengan bertumbuhnya investasi, pendapatan per kapita di suatu daerah akan meningkat, yang pada gilirannya akan membawa dampak positif terhadap sektor kesehatan dan pendidikan.
“Contohnya adalah Batam. Ketika pertumbuhan ekonomi di Batam meningkat berkat masuknya investasi, pendapatan per kapita masyarakat juga meningkat, yang berpengaruh pada kualitas kesehatan dan pendidikan,” ujar dia.
Apindo Batam, lanjut Rafki, selama ini telah berperan aktif dalam mendukung berbagai kegiatan untuk meningkatkan kualitas SDM. Salah satunya adalah dengan memberikan pelatihan kepada tenaga kerja dan mendukung lembaga-lembaga kesehatan. Selama pandemi Covid-19, Apindo terlibat langsung dalam program vaksinasi dengan menyuntikkan sekitar 300 ribu vaksin kepada masyarakat Batam.
Meningkatkan daya beli masyarakat juga menjadi fokus utama Apindo. Daya beli tidak bisa hanya bergantung pada kenaikan upah minimum.
“Upah minimum itu hanya relevan untuk pekerja yang baru bekerja kurang dari satu tahun dan pekerja lajang. Jika ingin meningkatkan kesejahteraan, maka yang harus dilakukan adalah memperbaiki kemampuan dan keterampilan para pekerja,” katanya.
Menurutnya, penghasilan yang lebih tinggi dari upah minimum bisa didapatkan melalui peningkatan keahlian. Pekerja yang terus memperbarui kemampuan dan tidak puas dengan kondisi saat ini tentu akan memiliki peluang lebih besar untuk meraih kesejahteraan. Jika tidak, mereka akan kesulitan untuk sejahtera.
Dia mengamini bahwa IPM Batam saat ini relatif tinggi, bahkan lebih tinggi dibandingkan IPM nasional. Meski demikian, tantangan terbesar yang masih ada adalah kualitas SDM. Banyak pengusaha mengeluhkan bahwa kualitas SDM di Batam belum memenuhi harapan, baik dalam hal kompetensi teknis maupun soft skills.
“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Kita harus bersama-sama mendorong peningkatan kualitas SDM, terutama dalam hal sikap kerja, keahlian, dan kualitas lainnya. Kualitas SDM yang baik adalah kunci untuk menjawab tantangan dunia usaha yang semakin kompetitif,” ujar Rafki.
Untuk meningkatkan IPM, tidak bisa ada pengabaian terhadap sektor atau bidang tertentu. Peningkatan IPM harus merata di semua bidang. Kesehatan, pendidikan, dan pendapatan harus menjadi prioritas.
Kata Rafki, peningkatan IPM tidak bisa ditawar-tawar, dan itu adalah sebuah keharusan. Hal demikian merupakan tugas pemerintah untuk memastikan bahwa IPM terus meningkat.
“Jangan sampai IPM kita turun karena persaingan global dan tuntutan dunia kerja yang semakin tinggi,” kata dia.
Menurut Rafki, kinerja pemerintah juga dapat diukur dari keberhasilan dalam meningkatkan IPM. Jika IPM menurun, maka perlu dipertanyakan sejauh mana upaya pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Selain itu, Apindo Batam terus berupaya menarik lebih banyak investasi untuk mempercepat pembangunan daerah. Investasi adalah motor penggerak ekonomi, dan semua pihak harus terus berupaya menarik lebih banyak investasi agar Batam bisa terus berkembang dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Untuk itu, Apindo juga mendorong kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM. Kerja sama antara dunia usaha dan pemerintah sangat penting untuk menciptakan SDM yang kompeten dan siap bersaing di pasar global.
Rafki optimistis bahwa dengan terus memperbaiki kualitas SDM dan menarik lebih banyak investasi, IPM Batam akan terus meningkat, membawa kemajuan bagi masyarakat dan daerah. (*)
Ilustrasi. Kader Posyandu mengukur panjang dan menimbang bayi di Posyandu Mekar Sari RW 024 Tanjunguncang, Batuaji. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
batampos – Terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024 membawa perubahan besar dalam peran dan tugas Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Kini, Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada kesehatan ibu dan anak, tetapi mencakup fungsi yang jauh lebih luas.
Kepala Bidang Pembangunan Manusia dan Masyarakat (PMM) Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Pembangunan (Bapelitbang) Kota Batam, Nila Desmini Indriani, menyampaikan bahwa aturan baru ini secara resmi mengubah paradigma layanan Posyandu yang selama ini dikenal masyarakat.
“Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 memperluas fungsi Posyandu, tidak lagi terbatas pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi meliputi berbagai aspek kehidupan masyarakat,” ujar Nila, Kamis (9/1).
Aturan ini tertuang dalam Pasal 2, yang menyatakan bahwa Posyandu kini memiliki tugas yang lebih luas, termasuk membantu kepala desa dalam pemberdayaan masyarakat. “Tugas-tugas tersebut diatur berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencakup enam bidang,” terangnya.
Lanjutnya seperti bidang pendidikan yang membantu pendidikan anak usia dini lalu mengelola dan mengidentifikasi perpustakaan desa. Menyediakan alat peraga edukasi serta memperkuat literasi digital.
Bidang pekerjaan umum yaitu memastikan masyarakat mendapatkan akses air bersih. Mengidentifikasi kebutuhan pembangunan jalan desa.
Bidang perumahan rakyat yaitu mengidentifikasi penyediaan dan rehabilitasi rumah layak huni. Melakukan edukasi lingkungan sehat dan pemanfaatan pekarangan untuk pangan sehat.
Perlindungan Masyarakat (Trantibum Linmas) membantu penyuluhan dan rehabilitasi pascabencana. Melakukan pencegahan kekerasan, deteksi dini, dan patroli keamanan.
Mendata fakir miskin yang berhak mendapat bantuan sosial. Memfasilitasi penyaluran bantuan kesejahteraan keluarga. Bidang kesehatan yaitu meningkatkan kunjungan ke Posyandu.
Melakukan deteksi dini risiko kesehatan, pemantauan kepatuhan keluarga terhadap layanan kesehatan minimal, dan pengobatan penyakit seperti hipertensi, diabetes, TBC, hingga gangguan jiwa.
“Perubahan ini menjadikan Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat yang inklusif, mencakup seluruh usia dan berbagai kebutuhan. Sebelumnya, Posyandu hanya fokus pada anak, remaja, dan lansia. Namun sekarang, fungsinya lebih luas,” kata Nila
Dengan peran baru ini, masyarakat diharapkan aktif mendukung dan memanfaatkan layanan Posyandu yang kini menjadi pusat kegiatan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa. (*)
Bupati Bintan, Roby Kurniawan menyerahkan DPA ke Sekda Bintan, Ronny Kartika di aula kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu pada Rabu (8/1/2025) siang. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos– Bupati Bintan, Roby Kurniawan menyerahkan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) tahun 2025 ke seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di aula kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu pada Rabu (8/1/2025) siang.
Penyerahan DPA disejalankan penandatanganan Pakta Integritas dan Penandatanganan Perjanjian Kinerja.
Bupati Bintan, Roby Kurniawan meminta kepada pengguna anggaran untuk menggunakan anggaran dengan disiplin, teliti, efisien dan efektif.
“Belanjakan anggaran sesuai dengan prioritas dan fokus pada hasil,” katanya.
Roby juga meminta kepada seluruh OPD untuk meningkatkan transparansi anggaran dengan mengedepankan prinsip akuntabilitas.
“Tidak boleh ada korupsi dan menjaga sinkronisasai pembangunan pusat dan daerah,” kata Roby.
Pagu belanja APBD Kabupaten Bintan tahun anggaran 2025, dialokasikan sekitar Rp 1,368 triliun terdiri dari belanja operasional sekitar Rp 1,012 triliun, belanja modal sekitar Rp 213,71 miliar, belanja tidak terduga sekitar Rp 10,55 miliar dan belanja transfer sekitar Rp 129,79 miliar. (*)
Ilustrasi perantau yang mengalami homesick. (Freepik)
batampos – Homesick atau perasaan rindu rumah pada anak rantau adalah hal wajar.
Homesick dapat memunculkan berbagai emosi, seperti kesedihan, kekhawatiran, dan kemarahan yang semuanya
merupakan reaksi wajar.
Perasaan rindu rumah alias homesick biasanya terjadi pada bulan-bulan awal berpisah dengan keluarga. Namun jika tidak segera diatasi akan cenderung menghambat aktivitas belejar atau bekerja.
Dilansir dari choosingtherapy.com, proses mengatasi homesick tidak instan. Pemulihan dari rasa rindu rumah membutuhkan waktu dan usaha guna menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.
Berikut beberapa cara mengatasi homesick bagi anak rantau agar lebih betah jauh dari keluarga.
1. Katakan pada dirimu sendiri bahwa perasaan rindu rumah yang kamu alami adalah normal.
Pikirkan kembali tujuan awal merantau, kemudian terimalah perasaan itu dengan lapang dada. Lama-kelamaan, perasaan homesick akan mereda dengan sendirinya.
Dalam membantu mengelola perasaan tersebut, latihan kesadaran dan meditasi dapat menjadi cara yang efektif guna melatih penerimaan diri dan meningkatkan toleransi terhadap emosi yang sulit dihadapi.
2. Temukan jalan keluar yang positif
Setelah kamu memberi diri izin untuk merasakan dan mengungkapkan perasaan, langkah berikutnya adalah mencari cara menghadapinya.
Beberapa orang mungkin memilih kegiatan kreatif seperti seni, menulis, atau menari, sementara yang lain lebih tertarik pada aktivitas fisik seperti olahraga atau berpartisipasi dalam olahraga tim.
Beberapa orang lebih memilih bersosialisasi, sementara yang lain memilih menghabiskan waktu sendiri guna mengatasi perasaan negatif. Pilihlah cara yang paling sesuai bagimu.
Ketika perasaan negatif muncul, rasa tidak termotivasi bisa
membuatmu enggan melakukan hal yang bermanfaat. Cobalah
mendorong dirimu melakukan sesuatu yang positif, meski hanya
untuk beberapa menit.
3. Jelajahi lingkungan yang baru
Keluar dari zona nyaman merupakan langkah penting dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Meskipun terasa menakutkan, hal ini sangat penting bagi perkembanganmu.
Cobalah untuk mencari tempat, kegiatan, atau kelompok yang sesuai dengan minatmu, atau lakukan hal-hal yang kamu nikmati di rumah lamamu.
Membangun kebiasaan dengan lingkungan baru akan membuatmu merasa lebih nyaman. Hagedorn mencatat bahwa banyak mahasiswa internasional yang tinggal jauh dari rumah
dan menghadapi rasa rindu rumah.
Namun, mereka yang sukses adalah yang mampu menginvestasikan diri dalam kehidupan baru mereka, dengan bertemu orang baru dan terlibat dalam berbagai kegiatan.
4. Simpan barang yang mengingatkanmu pada rumah
Mempunyai benda-benda yang mengingatkanmu pada rumah, seperti foto, selimut, boneka binatang, atau benda-benda warisan keluarga, dapat membantu mengurangi stres yang muncul saat kamu berada jauh dari rumah.
Benda-benda ini biasanya menjadi sumber kenyamanan yang memudahkanmu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
Terapis menyebut benda-benda seperti ini sebagai benda transisi. Kamu bisa memilih satu atau lebih benda yang memiliki makna khusus bagimu yang membawa rasa aman dan
kenyamanan, lalu menyimpannya di dekatmu.
Ketika perasaan rindu atau kesedihan muncul, benda-benda tersebut bisa memberikan sedikit ketenangan dan membantumu merasa lebih terhubung dengan rumah.
5. Pertahankan kenangan lama dan bangun kenangan baru
Saat kamu pindah ke tempat baru, perasaan kehilangan sebagian dari kehidupan lama adalah hal yang biasa.
Kamu mungkin sering teringat kenangan masa lalu dan merasa rindu terhadap apa yang ditinggalkan. Memelihara kenangan tersebut bisa memberikan kenyamanan, tetapi sangat penting juga dalam menciptakan kenangan baru.
Proses membangun kenangan di tempat baru menjadi bagian dari perjalanan untuk bergerak maju. Kamu akan merasa telah membuat kemajuan dalam mengatasi rasa rindu rumah ketika kamu dapat menghargai kenangan lama sekaligus menciptakan
pengalaman baru yang berharga.
Hal ini menunjukkan bahwa kamu berhasil menyesuaikan diri dengan lingkungan baru tanpa melupakan apa yang sudah ditinggalkan.
6. Jaga kesehatan
Jika kamu merasa tertekan, cemas, kewalahan, atau mengalami masalah kesehatan fisik karena rasa rindu rumah, menjaga kesehatan tubuh menjadi hal yang sangat penting.
Ada kaitan erat antara caramu merawat tubuh dengan kesejahteraan emosionalmu. Mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga, dan cukup tidur adalah tiga aspek utama dalam perawatan diri yang harus diperhatikan.
Pertimbangkan apakah perubahan gaya hidup dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental dan fisikmu.
Untuk mempertahankan gaya hidup sehat, para ahli merekomendasikan berolahraga setidaknya 150 menit setiap minggu, tidur tujuh hingga delapan jam setiap malam, serta
mengonsumsi pola makan yang seimbang. Termasuk buah- buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan sumber protein yang baik.
7. Temukan cara untuk tetap terhubung
Merasa rindu rumah adalah hal yang wajar ketika kita pindah ke tempat baru. Guna mengatasi perasaan ini, selain menjaga hubungan dengan orang-orang terkasih, kita juga perlu membangun jaringan sosial baru.
Dengan bertemu orang-orang baru dan terlibat dalam aktivitas yang kita sukai, kita bisa menciptakan rasa memiliki dan kenyamanan di lingkungan baru.
Perlu diingat bahwa menjaga keseimbangan antara kehidupan sosial lama dan baru merupakan kunci.
Terlalu sering berkomunikasi dengan orang-orang di rumah lama bisa membuat kita semakin rindu. Sebaliknya, jika kita terlalu fokus pada kehidupan baru, maka kita mungkin akan merasa terisolasi. (*)