Sabtu, 6 Juni 2026
Beranda blog Halaman 2143

BP Batam Pastikan Kelancaran Arus Mudik di Pelabuhan Sekupang

0
Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra turun langsung ke Pelabuhan Domestik Sekupang untuk memastikan kesiapan fasilitas dan pelayanan di pelabuhan tersebut, termasuk prosedur keselamatan pelayaran. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Menghadapi lonjakan pemudik menjelang Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriyah, Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra turun langsung ke Pelabuhan Domestik Sekupang, Jumat (28/3) pagi. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan fasilitas dan pelayanan di pelabuhan, termasuk prosedur keselamatan pelayaran.

Dalam peninjauan tersebut, Amsakar menekankan pentingnya standar operasional prosedur (SOP) pelayaran agar berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Ia juga memeriksa langsung empat kapal yang beroperasi di pelabuhan untuk memastikan seluruh armada dalam kondisi aman.

“Kami ingin memastikan SOP dalam pelayaran berjalan sesuai dengan regulasi yang ada,” ujar Amsakar.

Selain mengecek kondisi kapal, Amsakar juga memantau kecepatan kapal dan berkomunikasi langsung dengan ruang kapten untuk memastikan operasional berjalan sesuai dengan prosedur keselamatan.

“Kami memastikan jumlah penumpang tidak melebihi kapasitas yang telah ditentukan. Setiap kapal sudah berada pada batas jumlah maksimal penumpang. Hal ini penting untuk menjaga kenyamanan dan keamanan selama perjalanan,” tambahnya.

Berdasarkan prediksi, puncak arus mudik akan terjadi pada 28 dan 29 Maret 2025. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, BP Batam telah menyiapkan armada kapal tambahan guna memastikan tidak terjadi kepadatan berlebihan di pelabuhan.

“Hingga H-3, arus penumpang sudah setara dengan jumlah kapal yang tersedia. Berdasarkan data, diperkirakan ada lonjakan hingga 2.000 penumpang. Namun, kami memastikan jumlah armada masih cukup untuk menampung lonjakan tersebut,” jelas Amsakar.

Pada hari ini, terdapat penambahan 11 kapal, sehingga total kapal yang beroperasi mencapai 12 unit. Dengan penambahan ini, BP Batam optimistis arus mudik akan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Sementara itu, Direktur BUP BP Batam Dendi Gustinandar mengatakan bahwa Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam telah menyiapkan berbagai fasilitas dan layanan guna memastikan kelancaran arus penumpang.

“Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran Angkutan Laut Lebaran 2025, termasuk menyiapkan langkah mitigasi guna mengantisipasi lonjakan penumpang baik di sisi darat maupun laut,” ujar Dendi.

Selain itu, operator kapal juga telah menyiapkan tambahan armada dan melakukan penyesuaian jadwal keberangkatan, terutama pada rute-rute dengan permintaan tinggi seperti Tanjungpinang, Tanjung Batu, Tanjung Balai Karimun, dan Dumai.

“Ada 12 tambahan kapal untuk ekstra trip, sehingga arus mudik dapat berjalan lebih lancar,” tambahnya.

Dengan langkah-langkah antisipatif ini, BP Batam memastikan kesiapan pelabuhan dalam menghadapi arus mudik Lebaran 1446 Hijriyah, sehingga masyarakat yang hendak pulang kampung dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel BP Batam Pastikan Kelancaran Arus Mudik di Pelabuhan Sekupang pertama kali tampil pada Metropolis.

Api Menghanguskan 3 Hektare Lahan di Tanjunguban

0
Pemadam api yang dilakukan petugas di jalan Indunsuri, Gang Hang Jebat, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara pada Kamis (27/3/2025) sore. F.Damkar Tanjunguban untuk Batam Pos.

batampos– Petugas memadamkan api yang menghanguskan lahan seluas 3 hektare di jalan Indunsuri, Gang Hang Jebat, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara pada Kamis (27/3/2025) sore.

Kebakaran dilaporkan oleh warga dan sekuriti Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Engku Haji Daud (EHD) Tanjunguban.

Menurut Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi, warga melaporkan api bergerak menuju ke arah pemukiman warga, sementara sekuriti melaporkan asap tebal mengarah ke rumah sakit sehingga menimbulkan ketidaknyamanan.

BACA JUGA: Kebakaran Lahan Semak Belukar di Tanjunguban, Diduga Akibat Dibakar

Petugas yang menerima laporan bergegas ke lokasi kejadian.

Karena akses jalan untuk mobil yang terbatas membuat petugas gabungan harus berjalan kaki untuk memadamkan api di titik terjauh.

Setelah menghabiskan 9 ton air, api berhasil dipadamkan. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Api Menghanguskan 3 Hektare Lahan di Tanjunguban pertama kali tampil pada Kepri.

Polsek Sekupang Ungkap Kasus Pornografi, Pelaku Ditangkap di Toko Roti

0
Syamsuri Bin Darmawi (27) diamankan oleh pihak kepolisian setelah diduga merekam korban secara diam-diam saat sedang mandi.

batampos – Unit Reskrim Polsek Sekupang berhasil mengungkap kasus tindak pidana pornografi yang terjadi di sebuah kos-kosan di Ruko Marina City, Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam. Seorang pria berinisial SBD (27) diamankan oleh pihak kepolisian setelah diduga merekam korban secara diam-diam saat sedang mandi.

Kapolsek Sekupang, Kompol Benhur Gultom, melalui Kanit Reskrim IPTU Muhammad Ridho, S.H, menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan korban, Revi Cahya Widi Sulihatun, 25, yang menemukan alat perekam tersembunyi di dalam kamar mandi kos pada Minggu (23/3).

Peristiwa ini bermula ketika korban masuk ke kamar mandi kos pada Minggu, 23 Maret 2025, sekitar pukul 09.55 WIB. Saat sedang mandi, korban melihat lubang kecil di sebuah ember berwarna hitam yang berada di depannya.

“Karena curiga, korban mendekati ember tersebut dan menemukan kamera tersembunyi yang disambungkan dengan kabel cas dan powerbank, ” ujarnya, Jumat (28/3).

Mengetahui hal tersebut, korban segera mengenakan pakaian dan merekam kejadian tersebut menggunakan ponselnya. Tidak lama kemudian, pelaku mendatangi korban dan berpura-pura tidak mengetahui keberadaan alat perekam tersebut. Pelaku bahkan menawarkan diri untuk mencari tahu pemilik alat tersebut.

Namun, korban yang curiga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pemilik kos. Bersama pemilik kos, korban melakukan penggeledahan di kamar pelaku dan menemukan ember lain yang memiliki lubang serupa dengan yang ditemukan di kamar mandi.

“Atas kejadian tersebut, korban langsung melaporkan kasus ini ke Polsek Sekupang guna diproses lebih lanjut, ” tambahnya.

Setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Sekupang yang dipimpin oleh IPTU Muhammad Ridho, S.H melakukan penyelidikan dan berhasil melacak keberadaan pelaku. Pada Rabu, 26 Maret 2025, sekitar pukul 16.00 WIB, polisi mengamankan pelaku di sebuah toko roti di kawasan Simpang Basecamp, Batam.

Saat diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya dan menunjukkan bukti pembelian alat perekam tersebut melalui aplikasi belanja online. Setelah diamankan, pelaku beserta barang bukti dibawa ke Mapolsek Sekupang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu unit alat perekam merk YsxLite, satu buah kabel cas Android warna abu-abu, satu buah powerbank merk Lentiven, satu unit handphone Oppo A12, Model CPH2083, satu buah ember warna hitam dengan lubang yang sudah pecah menjadi empat bagian serta satu buah ember bekas cat warna putih dengan lubang

“Pelaku dijerat dengan Pasal 35 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi Jo Pasal 53 Ayat (1) KUHPidana, ” ujar. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Polsek Sekupang Ungkap Kasus Pornografi, Pelaku Ditangkap di Toko Roti pertama kali tampil pada Metropolis.

Pemko Batam Buka Seleksi Terbuka Pimpinan BAZNAS Periode 2025-2030

0

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengundang ulama, tokoh agama Islam, serta tenaga profesional terbaik di kota ini untuk mengikuti seleksi terbuka calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Batam periode 2025-2030. Pendaftaran berlangsung mulai 27 Maret hingga 11 Juni 2025.

Panitia Seleksi menetapkan beberapa persyaratan bagi peserta yang ingin mengikuti proses seleksi ini. Beberapa ketentuan umum yang harus dipenuhi antara lain: peserta harus merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), beragama Islam, bertakwa kepada Allah SWT, serta memiliki akhlak yang baik. Selain itu, usia minimal saat pendaftaran adalah 40 tahun, dalam kondisi sehat baik secara fisik maupun mental.

Calon juga tidak boleh menjadi anggota partai politik atau terlibat dalam aktivitas politik praktis. Mereka yang pernah dihukum atas tindak pidana dengan ancaman hukuman minimal lima tahun juga tidak diperkenankan mengikuti seleksi. Selain itu, calon pimpinan harus memiliki keahlian dalam bidang pengelolaan zakat, bersedia bekerja penuh waktu, serta tidak memegang jabatan lain yang berkaitan dengan pengelolaan zakat.

“Persyaratan tersebut adalah ketentuan umum. Sementara itu, untuk persyaratan khusus, kami lebih mengutamakan kandidat yang memiliki wawasan luas serta pengalaman dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah. Oleh karena itu, setiap calon pimpinan diharuskan menyusun gagasan orisinal mengenai strategi pengelolaan zakat di Kota Batam,” jelas Sekretaris Panitia Seleksi, Mahlil.

Berkas pendaftaran harus dikirim dalam bentuk fisik maupun digital paling lambat 11 Juni 2025. Berkas fisik dapat dikirim langsung ke Sekretariat Panitia Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Kota Batam, yang berlokasi di Bagian Kesejahteraan Rakyat Daerah Kota Batam, Jalan Engku Putri Nomor 01, Lantai 2 Kantor Wali Kota Batam.

Informasi lebih lanjut mengenai seleksi ini dapat diakses melalui berbagai media, termasuk situs resmi Pemko Batam di https://mediacenter.batam.go.id dan situs BAZNAS Kota Batam di https://kotabatam.baznas.go.id. Selain itu, panitia juga menyediakan layanan informasi melalui call center di nomor 0812 6053 0233 atau melalui email [email protected].

Daftar lengkap persyaratan dan berkas yang dibutuhkan dapat diakses melalui tautan berikut: https://drive.google.com/drive/folders/1HDnwfGzvIT6l4t3rCxD0JJDxOVlsZXZ8.

Artikel Pemko Batam Buka Seleksi Terbuka Pimpinan BAZNAS Periode 2025-2030 pertama kali tampil pada Metropolis.

Wali Kota Amsakar Serahkan Bin Container, Tegaskan Komitmen dalam Pengelolaan Sampah di Batam

0
Wali kota Batam, amsakar achmad, melihat bin container sampah yang diserahkan untuk delapan kecamatan di kota Batam untuk menangani persoalan sampah, usai seremoni penyerahan di tempat Pembuangan akhir (tPa) telaga Punggur, nongsa, kamis (27/3/2025).

batampos – Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kebersihan kota, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyerahkan sebanyak 40 unit bin container di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur, Nongsa, pada Kamis (27/3/2025). Langkah ini diambil untuk mengatasi lonjakan volume sampah yang biasanya meningkat menjelang Idulfitri.

“Sebanyak 40 bin container disalurkan ke delapan kecamatan di Batam, kecuali Bengkong yang sudah memiliki fasilitas yang memadai. Ini adalah langkah awal yang kami lakukan bersama DPRD Batam guna meningkatkan sistem pengelolaan sampah di kota ini,” jelas Amsakar saat acara berlangsung.

Selain mendistribusikan bin container, pemerintah juga menyalurkan alat berat seperti buldoser dan arm roll untuk memperlancar pengelolaan sampah di Batam. Amsakar menegaskan bahwa peran aktif camat, lurah, serta ketua RT dan RW sangat diperlukan dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama pasca-Lebaran, ketika volume sampah cenderung meningkat.

“Sampah selalu mengalami peningkatan sebelum dan setelah Idulfitri. Oleh karena itu, kami mengimbau camat, lurah, serta RT dan RW agar lebih proaktif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan,” tambahnya.

Meskipun penyerahan bin container ini merupakan solusi jangka pendek, Pemko Batam berkomitmen mencari pendekatan yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam mengatasi permasalahan sampah di kota ini.

“Kami telah menerima berbagai tawaran kerja sama dalam pengelolaan sampah. Pemerintah akan memastikan bahwa hanya pihak-pihak yang memiliki komitmen kuat yang akan terlibat,” ungkapnya.

Di samping itu, pemerintah juga akan melakukan perbaikan terhadap tempat pembuangan sementara (TPS) yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus menangani permasalahan kebersihan ini dan akan terus mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan,” lanjutnya.

Amsakar berharap, dengan adanya sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat, permasalahan sampah di Batam dapat segera terselesaikan. Ia juga mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sebagai salah satu upaya mengatasi permasalahan sampah secara kolektif.

Perwakilan Komisi III DPRD Batam, Suryanto, turut memberikan apresiasi terhadap langkah yang diambil oleh Wali Kota Batam.

“Kami sangat mendukung inisiatif Wali Kota Batam dalam menangani permasalahan sampah ini dan akan terus berkontribusi agar program ini berjalan dengan baik,” ujarnya. (*)

Artikel Wali Kota Amsakar Serahkan Bin Container, Tegaskan Komitmen dalam Pengelolaan Sampah di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

ASDP Tanjunguban Siapkan ‘Kantong’ Parkir

0
Hingga saat ini belum terlihat lonjakan arus mudik di pelabuhan ASDP Tanjunguban. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– ASDP Tanjunguban menyiapkan kantong-kantong parkir di sejumlah titik untuk mengatasi antrean kendaraan selama libur lebaran.

Lokasi parkir yang disiapkan antara lain di lapangan Gedung Nasional, Kampung Mentigi, area Pelabuhan Kota Sagara, Kampung Mentigi, dekat kantor Samsat.

Hal ini diungkapkan oleh Supervisi ASDP Tanjunguban, Sukma Nugraha, Kamis (27/3/2025).

BACA JUGA: Polisi Amankan Kendaraan Tak Bertuan, Hampir 1 Bulan Terparkir di Jembatan SP 2 Tarempa

Sukma mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi untuk mengatasi antrean kendaraan. Kendaraan akan diblok sesuai jadwal keberangkatan kapal.

“Kendaraan yang masuk pelabuhan sesuai tiket, sehingga tidak terjadi penumpukan antara kendaraan yang sudah punya tiket dan yang tidak punya tiket,” ujarnya.

Calon penumpang yang membawa kendaraan namun belum memiliki tiket akan diarahkan ke buffer zone untuk didata.

“Kami akan membantu penumpang yang mau register,” katanya.

Pihak ASDP Tanjunguban juga telah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Bintan untuk membantu mengurai kemacetan jika terjadi antrean kendaraan.

Hingga saat ini, Kamis (27/3/2025), Sukma mengatakan, belum terlihat lonjakan arus mudik di pelabuhan ASDP Tanjunguban.

“Belum ada tanda lonjakan. Biasanya sebelum lebaran dari Batam yang ramai, kalau dari sini ramainya saat arus balik,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet

Artikel ASDP Tanjunguban Siapkan ‘Kantong’ Parkir pertama kali tampil pada Kepri.

BP3MI Batam: 80 PMI dari Malaysia Akan Dipulangkan ke Daerah Asal

0
Pekerja Migran Indonesia (PMI) dideportasi dari Malaysia dan tiba di Pelabuhan Internasional Batam Center, Jumat (14/3).

batampos – Sebanyak 80 pekerja migran Indonesia (PMI) dipulangkan dari Malaysia dan tiba di Batam melalui Pelabuhan Stulang Laut menuju Pelabuhan Internasional Batam Center pada Kamis (27/3). Sebelum kembali ke kampung halaman masing-masing, mereka akan ditempatkan di shelter sementara.

Salah satu dari mereka adalah Sumiati, warga asal Tuban, Jawa Timur, yang telah bekerja sebagai asisten rumah tangga di Malaysia selama satu dekade. “Saya sudah lama bekerja di Malaysia sebagai pekerja rumah tangga,” ujar perempuan berusia 53 tahun tersebut.

Sumiati ditangkap oleh otoritas imigrasi Malaysia saat berada di luar rumah karena paspornya telah kedaluwarsa. “Saya ditahan petugas imigrasi Malaysia dan sudah berada di dalam tahanan selama delapan bulan,” ungkapnya.

Ia juga mengaku mengalami tindakan kekerasan dari petugas imigrasi perempuan selama masa penahanannya, yang membuatnya mengalami trauma. “Saat ditahan, saya mengalami kekerasan oleh petugas imigrasi perempuan,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Menurutnya, pemulangan ini merupakan bagian dari kebijakan pemutihan yang diterapkan di Malaysia. Ia mengaku bersyukur bisa kembali ke Indonesia, terutama menjelang perayaan Idulfitri. Namun, ia juga mendapat kesempatan untuk kembali bekerja di Malaysia melalui jalur resmi.

“Kebetulan saya dipulangkan saat menjelang Lebaran,” tambahnya.

Di sisi lain, petugas BP3MI Batam, Indra, menjelaskan bahwa pemulangan PMI dilakukan dalam dua tahap. “Hari ini ada 80 orang yang dipulangkan. Gelombang pertama terdiri dari 16 orang, sementara gelombang kedua mencakup 64 orang,” jelasnya.

Indra juga mengungkapkan bahwa sepanjang tahun ini, jumlah PMI yang telah dideportasi dari Malaysia telah melampaui seribu orang. Setibanya di Batam, mereka akan menjalani proses pendataan sebelum akhirnya dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

“Jumlah yang sudah dipulangkan cukup banyak, dan prosesnya dilakukan secara bertahap,” imbuhnya.

Sementara itu, Syahbandar Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Erik Mario Sihotang, menyebutkan bahwa para PMI tiba dalam dua gelombang dengan kapal berbeda. “Trip pertama tiba sekitar pukul 15.00, sedangkan trip kedua menyusul sekitar pukul 16.00,” tutupnya. (*)

Artikel BP3MI Batam: 80 PMI dari Malaysia Akan Dipulangkan ke Daerah Asal pertama kali tampil pada Metropolis.

Li Claudia: Normalisasi Sungai Baloi Segera Dilakukan

0
Wakil Wali Kota sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.

batampos – Kontroversi terkait penimbunan alur Sungai Baloi di sekitar Perumahan Kezia Residence dan Permata Baloi, Kelurahan Baloi Indah, Lubukbaja, terus menjadi perbincangan. Sorotan publik kini tertuju pada Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Lik Khai, yang diduga berada di balik aktivitas tersebut.

Penimbunan yang telah berlangsung selama sebulan terakhir menyebabkan penyempitan alur sungai secara signifikan. Dari lebar awal 25 meter, kini hanya tersisa sekitar 5 meter. Dampaknya, kapasitas sungai berkurang drastis, yang berkontribusi pada terjadinya banjir saat hujan deras. Aktivitas ini mencakup area sepanjang 400 meter dan menggunakan material tanah yang bercampur dengan sisa bangunan dari proyek Baloi Apartment milik pengembang PKP.

Sungai Baloi memiliki panjang total 6,51 kilometer dan merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Sukajadi. Keprihatinan warga terhadap penimbunan ilegal ini semakin meningkat setelah kasus tersebut ramai diperbincangkan di media sosial. Desakan agar pemerintah segera mengambil tindakan pun semakin kuat, terutama setelah dugaan keterlibatan Lik Khai mencuat ke publik.

Lik Khai dan Dugaan Keterlibatan

Lik Khai merupakan politisi dari Partai NasDem yang sebelumnya beberapa kali terpilih sebagai anggota DPRD Batam sebelum menjabat di DPRD Provinsi Kepri. Namun, dalam kasus ini, statusnya sebagai pejabat publik tak cukup untuk menghindarkannya dari sorotan.

Pada 23 Maret lalu, Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, beserta jajaran pemerintah kota melakukan inspeksi pertama ke lokasi. Namun, kunjungan ini justru memunculkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban tegas. Lik Khai yang hadir di lokasi membantah bahwa ia bertanggung jawab atas penimbunan, dengan mengklaim bahwa kegiatan tersebut adalah proyek dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) yang bertujuan membangun jalan inspeksi guna mendukung normalisasi sungai.

“Dalam proses normalisasi sungai, di kiri dan kanan saluran utama harus ada jalan inspeksi. Yang ada di belakang perumahan saya itu adalah jalan inspeksi dengan lebar sekitar 15 meter. Saya sudah berkoordinasi dengan CKTR dan Dinas Bina Marga, dan mereka menyetujui rencana ini,” ungkapnya.

Namun, klaim tersebut terbantahkan dua hari kemudian, tepatnya pada 25 Maret, saat Wakil Wali Kota sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, turun langsung ke lokasi.

Penegasan Li Claudia

Dalam inspeksi tersebut, Li Claudia dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada proyek pemerintah di kawasan tersebut. Ia memastikan bahwa penimbunan yang terjadi adalah inisiatif pribadi dan tidak memiliki izin resmi dari pihak berwenang.

“Fakta sudah jelas. Pelaku telah mengakui kesalahannya, dan normalisasi akan segera dilakukan,” ujarnya.

Li Claudia juga menegaskan bahwa proses hukum tetap akan berjalan meskipun pihak yang bersangkutan telah menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab. Sikap tegas ini menunjukkan bahwa kekuatan politik Lik Khai tidak mempengaruhi langkah hukum yang akan diambil.

Selain meninjau Sungai Baloi, inspeksi juga dilakukan terhadap proyek Baloi Apartment. Dalam kunjungan tersebut, ditemukan sejumlah pelanggaran terhadap Persetujuan Lingkungan (PL). Li Claudia langsung menginstruksikan pemilik proyek untuk membongkar bagian bangunan yang melanggar aturan dalam beberapa hari ke depan.

Klarifikasi dari Dinas Terkait

Pernyataan Lik Khai bahwa penimbunan dilakukan oleh Dinas Bina Marga juga terbantahkan. Kepala DBM-SDA Batam, Suhar, mengonfirmasi bahwa pihaknya tidak mengetahui adanya aktivitas penimbunan di lokasi tersebut.

Menurutnya, alat berat yang berada di lokasi awalnya dipinjamkan untuk kegiatan normalisasi sungai, bukan untuk penimbunan. Namun, di lapangan, operator alat berat mengaku mendapat perintah langsung dari Lik Khai untuk menimbun alur sungai.

“Saya diberi informasi oleh Satpol PP. Jika alat berat kami disalahgunakan, maka alat tersebut akan segera ditarik,” tegas Suhar.

Respons Publik dan Dampak Lingkungan

Fakta yang terungkap menegaskan bahwa aktivitas penimbunan ini bukan bagian dari kebijakan pemerintah, melainkan inisiatif pribadi Lik Khai. Bahkan, normalisasi sungai yang akan dilakukan ke depan juga disebut-sebut akan menggunakan dana pribadinya.

Hingga kini, belum diketahui secara pasti tujuan dari penutupan alur sungai ini. Namun, di tengah banyaknya kritik dan sorotan, Lik Khai akhirnya menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.

“Saya akan bertanggung jawab,” ujarnya singkat usai inspeksi kedua.

Pernyataan tersebut belum sepenuhnya meredakan kekecewaan masyarakat. Founder Akar Bhumi Indonesia (ABI), Hendrik Hermawan, menegaskan bahwa tindakan penimbunan sungai ini jelas melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Ketika sungai tersumbat, maka daerah sekitar akan mengalami banjir. Ini jelas merupakan bentuk pencemaran dan perusakan lingkungan,” katanya pada 26 Maret.

Hendrik juga menyoroti lemahnya pengawasan dari BP Batam terhadap proyek-proyek yang berdampak pada lingkungan. Ia menilai bahwa kasus di Sungai Baloi mencerminkan buruknya tata kelola lingkungan di Batam.

“Ini merupakan tindakan yang mencemari dan merusak lingkungan,” tegasnya. (*)

Artikel Li Claudia: Normalisasi Sungai Baloi Segera Dilakukan pertama kali tampil pada Metropolis.

TPP ASN Cair, Pegawai Pemkab Anambas Buru Uang Pecahan Baru, Uang Rp 300 Juta di BRK Syariah Ludes

0
Kepala Cabang BRK Syariah Anambas, Idham Khalid. f.ihsan

batampos– Antusias warga Anambas dalam menukarkan uang pecahan baru di Bank Riau Kepri (BRK) Syariah cabang Anambas menjelang lebaran sangat luar biasa.

Manajemen BRK Syariah sebelumnya telah menyiapkan uang pecahan baru dengan nominal Rp 300 juta yang bisa ditukarkan oleh warga.

“Tidak sampai satu minggu, uang-uang ini sudah habis. Mayoritas warga kita menukarkan uang pecahan Rp 5 ribu dan Rp 10 ribu,” ujar Kepala Cabang BRK Syariah Anambas, Idham Khalid kepada batampos diruang kerjanya, Rabu, (26/3).

Mayoritas yang menukarkan uang ini didominasi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pengusaha dengan niat ingin berbagi kepada anak-anak maupun sanak famili.

BACA JUGA: PNS Anambas Menjerit TPP Belum Disalurkan 5 Bulan, Sekda Sahtiar: Pembayaran Tunggu Anggaran Tersedia

“Sangat terbantu juga dengan keluarnya TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai). Jadi para pegawai langsung menukarkan uang pecahan baru untuk berbagi ke sanak famili,” tutur Idham.

Tidak hanya berbagi dengan sanak famili saja, biasanya para ASN dan Pengusaha ini juga memberikan sedekah kepada warga yang ikut berziarah kubur saat momen lebaran.

“Biasanya lebaran kedua itu banyak yang ziarah kubur. Nah, disana mereka yang diberikan kelebihan rezeki bersedekah kepada anak-anak maupun orang yang ada di makam. Itu tradisi disini,” terang Idham.

Untuk tahun ini, jumlah uang yang disediakan oleh BRK Syariah sedikit lebih menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Biasanya, setiap momen lebaran, pihak Bank mampu menyiapkan hampir Rp 400 juta uang pecahan baru.

“Karena kondisi (ekonomi) lagi melemah dan TPP pegawai sudah lama tak keluar, jadi pihak Batam hanya memberikan segitu (Rp 300 juta). Kita sebar ke Palmatak, Jemaja dan Siantan. Sebenarnya warga kalau mau nukar uang ke Bank Indonesia. Karena jarak jauh, kita hanya membantu saja agar warga bisa juga mendapatkan (uang baru),” pungkas Idham. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel TPP ASN Cair, Pegawai Pemkab Anambas Buru Uang Pecahan Baru, Uang Rp 300 Juta di BRK Syariah Ludes pertama kali tampil pada Kepri.

Keindahan Gerbang Lampu Colok Meriahkan Malam Ke 27 Ramadan di Dabo Singkep

0
Suasana Malam Tujuh Likur di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Rabu (26/3). F. Vatawari/BATAM POS

batampos– Kabupaten Lingga merupakan salah satu Daerah yang memiliki banyak tradisi budaya lokal. Salah satu dari tradisi budaya masyarakat muslim Kabupaten Lingga adalah peringatan malam ke 27 Ramadan atau dikenal dengan masyarakat setempat sebagai malam tujuh likur.

Adapun tradisi budaya dalam peringatan malam tujuh Likur oleh masyarakat Dabo Singkep, Kabupaten Lingga adalah dengan menampilkan gerbang yang dihiasi lampu colok (lampu minyak tanah) dengan berbagai bentuk yang memadukan antara nilai kesenian dan religi. Pemandangan ini menjadikan Susana malam Tujuh Likur di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga menjadi meriah pada Rabu (26/3).

BACA JUGA: Festival Lampu Cangkok Kembali Digelar, Hidupkan Tradisi dan Lestarikan Budaya Melayu di Bintan

Pantauan Batampos, hampir di setiap Desa mapuan Kelurahan yang ada di Dabo Singkep menyuguhkan keindahan Gerbang Lampu Colok yang dibuat dengan ide dan kreatifitas mereka masing-masing. Tidak hanya disuguhkan dengan keindahan gerbang lampu colok, setiap pengunjung yang datang untuk melihat pesona gerbang lampu colok ini juga disuguhkan dengan berbagai makanan khas Melayu oleh warga setempat.

Ribuan warga memadati jalan-jalan kota untuk menyaksikan pesona gerbang lampu colok yang ada di berbagai titik. Kendaraan roda dua dan empat ramai berkeliling, menciptakan atmosfer hangat kebersamaan di tengah malam penuh hikmah ini. Namun demikian, kondisi ini tidak menimbulkan kegaduhan dan semuanya berjalan damai dan aman.

Masdelima, salah seorang warga yang datang berkunjung untuk melihat keindahan Gerbang Lampu Colok di kelurahan Sungai Lumpur mengatakan dirinya sangat bahagia dan bersyukur karena masih diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk menikmati kemeriahan malam tujuh likur dengan berbagai macam keindahan bentuk dari hiasan gerbang lampu colok ini.

“Alhamdulillah, saya merasa sangat bahagia pad malam ini masih dapat melihat semarak malam tujuh likur. Mungkin saat ini banyak orang atau saudara kita lagi sibuk dengan aktivitas Mudik lebaran dengan lalulintas yang padat, namun kita di sini dapat menikmati kemeriahan malam tujuh likur dengan kegembiraan yang dibingkai dengan kebersamaan,” ujar Masdelima saat diwawancarai Batampos pada Rabu malam (26/3).

Selanjutnya, Arispita warga yang juga datang berkunjung untuk melihat keindahan gerbang lampu colok yang berada di Sekop Darat mengungkapkan, tradisi malam tujuh likur ini merupakan salah satu tradisi yang sangat kami rindukan. Tradisi ini juga menjadi penyebab kenapa kami berusasah payah untuk Mudik Lebaran di kampung halaman karena memang tradisi semacam ini sangat jarang kita temukan di Daerah lain.

“Momen ini menjadi sebuah momen yang kami rindukan dan kami nanti-nantikan saat kami berada di rantauan. Momen ini juga menjadi penyemangat buat kami yang berada di rantauan untuk Mudik Lebaran ke kampung halaman agar bisa menikmati kemeriahan malam Tujuh Likur bersama keluarga dan sanak saudara,” ungkap Arispita.

Arispita menambahkan, agar tradisi ini untuk terus dijaga dan dilestarikan. Hal ini dikarenakan tradisi malam tujuh likur menjadi salah satu warisan budaya dari para leluhur terdahulu dari generasi ke generasi.

“Saya berharap kita semuanya dapat tersusun menjaga dan melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan oleh leluhur kita dari generasi ke generasi ini agar terus berlanjut,” tambahnya.

Malam tujuh likur di Dabo Singkep bukan sekadar ritual tahunan, melainkan bukti harmoni antara budaya, keimanan, dan kebersamaan. Pesona lampu colok yang berkelap-kelip seakan mengajak semua untuk merenung bahwa tradisi tak pernah mati selama ia terus dijaga di hati masyarakat. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Keindahan Gerbang Lampu Colok Meriahkan Malam Ke 27 Ramadan di Dabo Singkep pertama kali tampil pada Kepri.