Rabu, 8 April 2026
Beranda blog Halaman 2147

PLN Batam Terus Tambah Kapasitas Pembangkit untuk Ketahanan Energi Batam

0

batampos – PT PLN Batam dan PT Maxpower Indonesia resmi menandatangani amandemen kontrak untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) sewa di Batam, yang meningkatkan kapasitas dari 50 MW menjadi 150 MW.

Direktur Utama PT PLN Batam M. Irwansyah Putra menyampaikan bahwa perkembangan ekonomi digital yang pesat di Indonesia telah mendorong lonjakan investasi dalam infrastruktur digital, khususnya di Kota Batam.

“Pembangunan data center saat ini menjadi kebutuhan banyak negara dan perusahaan, mengingat perlunya lahan, sumber listrik, dan air untuk membangun sistem penyimpanan data digital,” ujarnya.

Dia menuturkan dalam penandatanganan amandemen ini, Maxpower Indonesia akan menambah kapasitas pembangkit tambahan sebesar 100 MW, yang terbagi menjadi dua lokasi: 60 MW di Sagulung dan 40 MW di Sekupang. Capacity Factor (CF) ditetapkan sebesar 70% dan heatrate rata-rata 9.431 Btu/kWh.

Dia berharap agar proses pembangunan dan rekonstruksi dapat berjalan dengan cepat dan sesuai rencana.

“Dengan reputasi yang baik, kami yakin ini akan menjadi daya tarik bagi investor data center untuk merelokasi bisnisnya ke Kota Batam,” tambahnya.

Penandatanganan amandemen kontrak ini menegaskan komitmen PT PLN Batam dan PT Maxpower Indonesia dalam mendukung pembangunan dan pengembangan data center di Batam, serta memberikan kepastian pasokan tenaga listrik bagi pelanggan data center. Hal ini pun diperkuat dengan keberhasilan PT PLN Batam menyediakan cadangan daya listrik sebesar 20% pada momen krusial pegantian tahun 2025.

“Dengan langkah ini, diharapkan Batam akan semakin menjadi pusat pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, sejalan dengan kebutuhan yang terus meningkat akan infrastruktur digital yang handal,” pungkasnya.

Acara ini juga menyoroti pentingnya penyediaan listrik yang andal sebagai fondasi utama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital di batam untuk menunjang pengembangan teknologi, riset, pendidikan, industri kreatif, dan pariwisata. (*)

Artikel PLN Batam Terus Tambah Kapasitas Pembangkit untuk Ketahanan Energi Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Akibat Cuaca Ekstrem, Sejumlah Titik Lampu Merah di Tanjungpinang Mati

0
Kondisi arus lalulintas saat traffic light simpang Pamedan Tanjungpinang tidak berfungsi, Senin (13/1). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Sejumlah titik traffic light atau lampu merah yang ada di Kota Tanjungpinang, Kepri tidak berfungsi alias mati. Kondisi ini membuat pengendara harus was-was, saat melintas di persimpangan lampu merah tersebut.

Pantauan Batam Pos, traffic light di simpang empat Pamedan Tanjungpinang sudah tidak berfungsi sejak Minggu kemarin. Kondisi itu, membuat arus lalulintas kerap semrawut.

“Sudah kita umumkan di sosial media, memang (traffic light) lagi ada trouble atau gangguan,” kata Kepala Bidang (Kabid) Lalulintas Dinas Perhubungan Tanjungpinang, Savran, Senin (13/1).

BACA JUGA: Terjebak Cuaca Buruk, Ribuan Warga Anambas Tertahan di Tanjungpinang dan Batam Pasca Libur Nataru

Selain di simpang Pamedan, traffic light di simpang Kota Piring Batu 8 dan Tugu Tangan Batu 11 Tanjungpinang juga tidak berfungsi. Traffic light di Kota Piring tidak berfungsi, disebabkan tiang yang ambruk akibat longsor.

Tiga traffic light tersebut diklaim sedang tahap perbaikan. Kendati demikian, Dinas Perhubungan Tanjungpinang tidak bisa memastikan sampai kapan lampu lalulintas tersebut selesai diperbaiki.

“Alatnya tinggal dipasang, tapi terkendala cuaca. Kalau kita pasang sekarang, nanti masuk air dan terjadi korsleting dan beresiko,” tambahnya.

Ia mengaku, perbaikan traffic light memang terkendala dengan faktor cuaca. “Jadi cuaca sudah teduh (normal) akan kita pasang alatnya,” pungkasnya.

Sementara menurut Darwin, seorang pengendara Jalan Ahmad Yani Tanjungpinang menyampaikan bahwa tidak berfungsinya traffic light simpang Pamedan membuat arus lalulintas menjadi semerawut.

Ditambah lagi, simpang tersebut sangat padat dilintasi pengendara, baik saat pagi maupun sore hari. Selain itu, kata dia tidak ada petugas terkait yang mengatur lalu-lintas di tempat tersebut.

“Jika dibiarkan gitu terus, takutnya nanti ada kecelakaan, semoga lah cepat diperbaiki oleh pihak terkait,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Akibat Cuaca Ekstrem, Sejumlah Titik Lampu Merah di Tanjungpinang Mati pertama kali tampil pada Kepri.

Tiang Lampu Merah Ambruk Gegara Longsor, Jalan DI Panjaitan Jadi Satu Lajur

0
Kondisi lalu-lintas Jalan D.I Panjaitan simpang empat Kota Piring usai lampu lalu-lintas ambruk karena longsor, Minggu (12/1). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Jalan D.I Panjaitan tepatnya di simpang empat traffic light Kota Piring, menuju Jalan WR Supratman menjadi satu lajur. Hal disebabkan tiang lampu merah yang ambruk, karena longsor di area trotoar.

Kepala Bidang Lalulintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang, Syafran mengatakan akses jalan satu lajur ini hanya berlaku di jalur menuju Jalan WR Supratman dan D.I Panjaitan batu 8.

“Jadi karena itu kita berlakukan satu jalur saja,” kata Syafran, Minggu (12/1).

BACA JUGA: Pohon Tumbang Ditiga Titik, Akibatkan Listrik Black Out dan Jalan Terputus

Ia menerangkan, pemberlakuan satu lajur ini untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan di kawasan tersebut. Ditambah lagi, lampu merah di tempat tersebut telah ambruk pada Jumat malam.

Ia pun meminta kepada masyarakat yang melintas agar berhati-hati, terutama saat melewati jalan tersebut. Pemberlakuan itu diperkirakan akan berlangsung hingga jalur itu dipastikan aman sepenuhnya untuk pengendara.

“Ini sudah kita berlakukan sejak malam kemarin, ketika tiang lampu merah tumbang,” pungkasnya.

Kejadian tiang lampu merah ambruk, diketahui terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Tiang lampu merah itu roboh, disebakan terjadinya longsor di area tempat tiang tersebut berdiri.

“Kejadian sekitar abis magrib, pukul 18.30. disebabkan tanah tempat tiang itu longsor,” kata Lurah Melayu Kota Piring, Andika.

Ia menerangkan, tiang lampu merah tersebut robah saat arus lalulintas dalam kondisi sepi. Tidak ada korban dalam insiden tersebut.

“Saat ini kita bersama Dishub masih mengevaluasi. Agar akses jalan dapat dibuka. Saat ini pengendara dialihkan ke jalan lain,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

 

Artikel Tiang Lampu Merah Ambruk Gegara Longsor, Jalan DI Panjaitan Jadi Satu Lajur pertama kali tampil pada Kepri.

Kru IKP Cinta yang Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Meral

0
Tim Sar Gabungan mengevakuasi mayat WN Thailand yang dilaporkan hilang akibat tenggelamnya KIP mitra PT Timah pada Jumat (10/1) malam. f.satpolair

 batampos– Satu orang warga negara asing (WNA) asal Thailnad, Winai Homthani, 48 yang dilaporkan hilang akibat tenggelamnya Kapal Isap Produksi (IKP) Cinta di Perairan Poyo, Kecamatan Kundur Barat pada Jumat (10/1) malam, Minggu (112/1) ditemukan meninggal. mayatnya terapung-apung di Perairan Kecamatan Meral.

”Saya dapat kiriman video dari kawan yang sedang berada di laut. Di dalam video tersebut  memang terlihat ada mayat terpung dengan posisi telungkup. Kawan yang kirim video bilang suruh kasih tau atau informasikan  kepada pihak berwajib,” ujar seorang warga, Fadilah kepada Batam Pos.

Kapolres Karimun, AKBP Robby Topan Manusiwa melalui Kasat Polairud, Iptu Sarianto yang dikonfirmasi Batam Pos menyebutkan, sesuai dengan video yang beredar tersbeut, maka pihaknya bersam Tim Sar Gabungan langung menuju ke lokasi yang disebutkan. ”Setelah menuju ke lokasi memang ditemukan sesosok mayat pria,” paparnya.

Kemudian, lanjutnya, dilakukan evakuasi ke darat dan dibawa ke RSUD M Sani. Dari hasil pencocokan dengan dengan rekan-rekan kru KIP Cinta memang benar bahwa yang ditemukan meninggal tersebut adalah kru kapal yang dilaporkan hilang pasca tenggelamnya KP mitra PT Timah.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI tanjungbalai Karimun, Zulmanur Arif yang dikonfirmasi Batam Pos secara terpisah menyebutkan, sudah memonitor peristiwa tenggelamnya KIP Cinta dan salah seorang krunya ditemukan meninggal dunia. ”Sudah termonitor sama kita. Untuk pelaporan ke Kedutaan Thailand di Indonesuia dilakukan oleh instnasi yang menanganinya. Sedangkan, dari Imigrasi nanti akan menindaklanjuti terkait pencabutan izin tinggalnya saja,” terangnya.

Sesuai berita di Batam Pos, KIP Cinta yang merupakan kapal isap untuk melakukan penambangan timah yang merupakan mitra dari PT Timah tenggelam pada Jumat (10/1) pukul 21. 47 WIB di Perairan Poyo, Kecamatan Kundur Barat. Hal ini disebabkan cuaca buruk yang terjadi pada malam tersebut.

Di dalam KIP Cinta terdapat 16 orang kru kapal termasuk kapten kapal. Tiga kru kapal merupakan diantaranya WNA asal Thailand. 15 orang kru berhasil selamat dari musibah tenggelamnya KIP Cinta yang disebabkan cuaca buruk. Sedangkan, satu orang dilaporkan hilang pada saat kejadian.

Berdasarkan keterangan pengawas operasi, Syahrudin kepada Tim Sar Gabungan bahwa pada Jumat (10/1) pukul 17.50 WIB kapal masih beroperasi seperti biasa. Namun, pada pukul 18.00 WIb operasional kapal dihentikan disebbakan cauaca buruk.

Pukul 21.47 WIB ombak semakin besar dan kapal mulai miring ke kanan. Tidak lama kemudian, kapten kapal mengarahkan agar semua kru memakai life jacket. osisi kapal semakin miring dan mengalami puncak kemiringan yang akhirnya tenggelam. Semua kru tetrjun ke laut. Namun, saat dilakukan evakuasi satu orang kru hilang atas nama Winat Homthani. (*)

Reporter: Sandi

Artikel Kru IKP Cinta yang Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Meral pertama kali tampil pada Kepri.

Pemko Batam Bantu Korban Longsor di Tiban

0
Longsoir di Tiban Koperasi, 5 rumah terdampak. (F. Fiska Juanda / Batam Pos)

batampos – Dinas Sosial (Dinsos) Pemerintah Kota Batam membantu korban longsor yang melanda kawasan Tiban, Senin (13/1). Bantuan awal berupa sembako, pakaian layak pakai, dan peralatan rumah tangga telah disalurkan kepada warga terdampak.

“Ini masih tahap awal. Nantinya akan kami bahas lebih lanjut untuk memberikan bantuan lanjutan,” ujar Kepala Dinas Sosial Batam, Leo Putra usai meninjau korban tanah longsor di Tiban Koperasi, Sekupang, Senin (13/1/2025).

Selain bantuan, Dinsos juga mendirikan dapur umum tak jauh dari lokasi longsor untuk mendukung kebutuhan warga. Leo menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait agar pemulihan pascabencana berjalan dengan lancar.

Hingga saat ini, tercatat lima rumah terdampak longsor, meski data pastinya masih terus diperbarui. “Ada beberapa rumah yang masih tertimbun. Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan,” jelasnya.

Ketua RT04/RW07 Tiban Koperasi, Heriawan, menyebut longsor terjadi sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Ia mengonfirmasi total lima rumah terdampak, dengan tiga di antaranya mengalami kerusakan parah.

“Dari kejadian ini, kami berhasil mengevakuasi sembilan orang. Namun, dua korban meninggal dunia, sementara beberapa lainnya masih dalam pencarian,” ungkap Heriawan.

Sementara itu pantauan di lokasi, proses evakuasi masih terus berlangsung. Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta relawan terus berjibaku mengevakuasi korban tanah longsor yang terjadi di Perumahan Tiban Koperasi Blok S, Kecamatan Sekupang.

Pantauan di lokasi, tebing bukit setinggi 50 meter yang berada di belakang perumahan runtuh, menimbun sejumlah rumah di bawahnya. Material longsor berupa tanah basah, batu, dan pohon tumbang memenuhi area, menyulitkan upaya evakuasi.

Alat berat dikerahkan untuk mempercepat pembersihan material longsor. Namun, medan yang licin dan sempit menjadi kendala besar bagi tim evakuasi.

Salah satu rumah yang tertimbun dihuni oleh pasangan suami istri, yang hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim evakuasi. (*)

 

Reporter: Rengga Y

Artikel Pemko Batam Bantu Korban Longsor di Tiban pertama kali tampil pada Metropolis.

Banjir di Kelurahan Buliang, Aktivitas Warga Lumpuh

0
Banjir di kelurahan Buliang, Kecamatan Batuaji. f.eusebius sara

batampos– Banjir besar melanda Kelurahan Buliang, Kecamatan Batuaji akibat hujan deras yang terus mengguyur selama empat hari terakhir. Air meluap ke pemukiman warga dan jalan raya, menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu hingga Senin siang.

Genangan air yang tinggi membuat warga harus berjibaku membersihkan rumah mereka. “Air masuk ke rumah sejak tadi malam, perabotan banyak yang basah,” kata Eko, salah satu warga setempat. Ia bersama warga lainnya terlihat sibuk menguras air dan menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan.
Di jalan raya, banjir mengakibatkan arus lalu lintas terganggu. Banyak kendaraan mogok karena genangan air yang tinggi, sehingga memicu antrean panjang. “Jalanan penuh air, motor saya mogok di tengah jalan,” ujar seorang pengendara yang terjebak banjir.
Salah satu penyebab utama banjir ini adalah sistem drainase yang tidak mampu menahan derasnya aliran air hujan. Puluhan titik banjir ditemukan di Kelurahan Buliang, dengan kondisi paling parah terjadi di Perumahan Kodim. Jembatan yang menuju perumahan tersebut terendam air, membuat akses warga terputus.
Tidak hanya di Perumahan Kodim, pemukiman warga di sekitar Jalan Maruk hingga Kantor Kelurahan Buliang juga ikut terdampak. Beberapa rumah terendam air hingga lutut, menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit. “Ini banjir terparah yang pernah kami alami,” ungkap salah satu warga.
Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah untuk mengatasi masalah banjir yang terus berulang ini. “Drainase perlu dinormalisasi, banyak bangunan liar yang memakan saluran air,” ujar Eko. Ia juga menekankan pentingnya penataan lingkungan agar banjir tidak terus menjadi bencana rutin.
Hingga siang hari, genangan air belum juga surut. Sebagian warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman, sementara yang lain tetap bertahan di rumah mereka sambil menunggu bantuan. Tim relawan dan pemerintah daerah telah mulai bergerak membantu warga yang terdampak.
Kondisi banjir ini juga menjadi perhatian masyarakat luas di Kota Batam. Pemerintah Kota Batam diharapkan segera turun tangan dengan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan ini. Normalisasi drainase dan pengendalian tata ruang dianggap menjadi prioritas utama.
Banjir yang melanda Kelurahan Buliang menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan bencana harus dilakukan lebih serius. Jika tidak segera ditangani, masalah ini berpotensi semakin buruk di masa depan, terutama di musim penghujan seperti sekarang. (*)
Reporter: Eusebius Sara

Artikel Banjir di Kelurahan Buliang, Aktivitas Warga Lumpuh pertama kali tampil pada Metropolis.

Hujan Deras Jebolkan Kandang Penangkaran, 5 Buaya Lepas di Pulau Bulan

0
Penampakan buaya yang terlepas itu.

batampos – Hujan deras yang mengguyur wilayah Batam selama empat hari terakhir telah mengakibatkan jebolnya pagar kandang penangkaran buaya milik PT PJK di Kelurahan Batu Legong, Kecamatan Bulang, Senin (12/1) dini hari. Kejadian ini memicu kekhawatiran masyarakat sekitar, terutama setelah salah satu buaya yang lepas tertangkap kamera ponsel warga dengan ukuran yang cukup besar.

Camat Bulang, Ramadhan, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan perusahaan untuk memastikan jumlah buaya yang keluar dari kandang penangkaran. “Kami meminta pihak perusahaan segera mengatasi hal ini demi keamanan dan kenyamanan masyarakat, terutama di sekitar pulau. Jangan sampai keberadaan buaya-buaya ini membahayakan masyarakat dan nelayan,” ujarnya.

Dari informasi yang diterima, Kapolsek Bulang, Iptu Adhi, membenarkan bahwa sedikitnya lima ekor buaya berhasil keluar dari kandang penangkaran. “Buaya yang terlepas akibat jebolnya kandang karena banjir besar ini masih diduga berada di sekitar kawasan perusahaan,” jelasnya.

Pihak kepolisian bersama perusahaan kini sedang berupaya keras untuk menangkap kembali buaya-buaya tersebut.

Meski buaya-buaya tersebut masih berada di sekitar lokasi penangkaran, masyarakat dan nelayan dihimbau untuk tetap waspada. “Kami meminta masyarakat untuk menghindari kawasan yang rawan serta melaporkan segera jika melihat buaya di sekitar area pemukiman,” tambah Iptu Adhi.

Seorang warga setempat, Arman (38), mengaku khawatir dengan keberadaan buaya yang lepas tersebut. “Biasanya kami mencari ikan di sekitar sini. Kalau buaya sebesar itu berkeliaran, jelas sangat berbahaya,” katanya.

Hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir memang telah menyebabkan sejumlah kerusakan di wilayah Bulang. Selain kandang penangkaran buaya, beberapa titik jalan juga dilaporkan tergenang banjir yang cukup tinggi.

Demi mengurangi risiko, masyarakat sekitar diminta untuk membatasi aktivitas di area dekat lokasi penangkaran. Selain itu, pihak perusahaan akan bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk memberikan informasi terkini mengenai perkembangan situasi. (*)

 

Reporter : Eusebius Sara

Artikel Hujan Deras Jebolkan Kandang Penangkaran, 5 Buaya Lepas di Pulau Bulan pertama kali tampil pada Metropolis.

Longsor di Kampung Seraya Bawah, 7 Rumah Terdampak

0
Longsor di Kampung Seraya Bawah. f.arjuna

batampos– Longsor melanda Kampung Seraya Bawah, RT05/RW01, Blok C, Kota Batam, pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, Senin (13/1).

Material longsor menutupi sebagian jalan setapak di kawasan pemukiman padat penduduk. Beberapa pohon pisang tumbang, dan dinding beton penahan tanah di area tersebut mengalami kerusakan parah.

Salah seorang warga setempat, Arif, mengungkapkan bahwa ada tujuh rumah yang terdampak akibat longsor tersebut. (*)

Reporter: Arjuna

BACA JUGA: Proses Evakuasi Korban Longsor di Tiban Koperasi masih Berlangsung

“Rumah yang paling parah sampai hancur rata. Ada sekitar 50 motor yang juga terkena dampak. Tapi alhamdulillah, enggak ada korban jiwa,” katanya.

Arif menambahkan, sebelum longsor terjadi, terdengar suara retakan tanah yang cukup keras. “Jam 3 lewat itu, subuh, sebelum longsor ada suara semacam retakan,” katanya.

Diduga, longsor terjadi akibat tanah yang labil dan curah hujan tinggi belakangan ini. Kampung Seraya Bawah, yang terletak di area berbukit, memang dikenal sebagai salah satu kawasan rawan longsor di Batam.

“Sejak kejadian tadi pagi, aparat TNI sudah turun ke lokasi untuk membantu warga membersihkan sisa-sisa longsor,” ujar dia. (*)

Artikel Longsor di Kampung Seraya Bawah, 7 Rumah Terdampak pertama kali tampil pada Metropolis.

Hujan, Pasar Malam Banjir, Air Masuk Hingga ke Rumah Warga

0
jalan Teluk Air banjir hingga satu lutut orang dewasa, f,WARGA

batampos– Hujan terus menerus selama dua hari ini, berdampak terhadap banjir dipasar malam. Dimana, pasar malam tersebut sebagai tempat kuliner yang menjadi primadona warga karimun. Salah satu warga pasar malam Azeng mengungkapkan, terjadinya banjir diakibatkan air hujan yang turun tidak tertampung keparit. Sehingga, meluap ke rumah warga disekitar pasar malam.

” Abis air masuk ke rumah. Walan, hampir setengah lutut orang dewasa,” keluhnya, Minggu (12/12).

Untuk itu dirinya berharap kepada pemkab karimun agar serius menangani parit yang ada dipasar malam. Sebab, pada tahun lalu sempat terjadi pembongkaran parit didekat rumah saya. Namun, tidak diselesaikan dan ditinggal begitu saja.

BACA JUGA: Bencana Akibat Hujan Deras Melanda Kepri, Banjir, Tanah Longsor, dan Angin Kencang Terjadi di Berbagai Wilayah

” Kacaulah, parit sudah dibongkar tapi tidak dikerjakan. Inilah dampaknya,” ucapnya.

Sementara itu Lurah Tanjungbalai Kota Erwari Syahwaluddin ketika dikonfirmasi membenarkan, bahwa ada beberapa titik yang terkena banjir. Seperti, dipasar malam, jalan pramuka, kampung mande teluk air, turunan dekat klenteng bukit senang.

” Sudah kita inventalisir semuanya. Insyallah, tidak ada korban jiwa, tapi puluhan rumah warga ada yang terkena banjir. Cukup parahnya diwilayah Teluk Air,” jawabnya.

Terpisah, anggota DPRD Karimun Ery Januardin langsung turun kelokasi banjir untuk meninjau kondisi rumah warga yang terkena banjir.

” Tenggelam gas kampung kami. Untuk aje ade pak dewan turun, macam mane ini pak dewan,” kata salah seorang warga.

Sedangkan, informasi yang dihimpun pelabuhan Tanjungbalai Karimun juga tidak luput terkena banjir yang cukup menganggu aktivitas para calon penumpang yang tiba dari luar daerah.

” Setumit kaki banjir. Tembok KSOP roboh juga, untuk tidak ada korban jiwa,” kata Wak Ye.(*)

Reporter: Tri Haryono

Artikel Hujan, Pasar Malam Banjir, Air Masuk Hingga ke Rumah Warga pertama kali tampil pada Kepri.

Simpang 4 Kota Piring Rawan Longsor, Pengendara Diimbau Gunakan Jalan Alternatif

0
Simpang 4 Kota Piring Jalan DI Panjaitan Tanjungpinang rawan longsor. F. Yusnadi Nazar

batampos– Tanah longsor hingga kerusakan gorong-gorong di simpang empat Kota Piring Jalan DI Panjaitan Tanjungpinang menyebabkan tumbangnya tiang lampu lalu lintas.

Akibat kerusakan gorong-gorong dan tidak berfungsinya lampu lalu lintas, menyebabkan terjadinya penyempitan jalan hingga sempat menyebabkan kemacetan di jalan simpang empat Kota Piring.

“Pas kami antar anak sekolah tadi macet panjang, masih bisa lewat tapi lama menunggu,” kata Anaz, salah seorang pengendara di Tanjungpinang, Senin (13/1).

BACA JUGA: Lokasi Longsor di Pinggir Jalan Lampu Merah Kota Piring hanya Diberi Garis Dilarang Melintas

Saat ini, perbaikan gorong-gorong serta perbaikan pipa PDAM yang rusak tersebut, menyebabkan lampu lalu lintas di persimpangan tersebut belum dapat difungsikan.

“Nanti sore pas jam pulang kerja, kemungkinan macet panjang lagi karena jalannya sempit” tambahnya.

Terpisah, Kadis Kominfo Tanjungpinang Teguh Susanto, mengatakan pemerintah mengimbau masyarakat dan pengendara untuk waspada dan berhati-hati jika melintas di simpang empat Kota Piring.

Jalan tersebut masih bisa dipergunakan, namun hanya satu lajur hingga rentan terjadi kemacetan. Pengendara bisa menggunakan jalan alternatif lain menuju ke Batu 9 Tanjungpinang melalui Jalan Raja Haji Fisabilillah Batu 8 atas.

“Jalan DI Panjaitan, pas di simpang empat hanya digunakan satu lajur saja. Karena ada proses perbaikan oleh Dinas PUPR, pada gorong-gorong di sisi sebelah kiri jalan,” jelasnya.

Sementara itu, akses dari Batu 5 menuju Batu 9 dapat dilalui melalui Jalan Raja Haji Fisabilillah, tepatnya melalui jalan samping Mapolresta Tanjungpinang.

“Meski saat ini satu lajur di simpang Kota Piring sudah dibuka, kami tetap menyarankan agar pengendara menghindari kawasan tersebut guna mengurangi risiko kemacetan dan bahaya longsor,” tambah Teguh.

Sebelumnya diketahui, tiang lampu lalu lintas di simpang empat Jalan DI Panjaitan Tanjungpinang, tumbang saat hujan mengguyur Tanjungpinang, Jumat (10/1) lalu.

Akibat tiang lampu lalu lintas tumbang ke ruas jalan, membuat arus lalu-lintas menuju Jalan WR Supratman dan jalan menuju Batu 9 Tanjungpinang, sempat ditutup sementara. (*)

Reporter: Yusnadi

Artikel Simpang 4 Kota Piring Rawan Longsor, Pengendara Diimbau Gunakan Jalan Alternatif pertama kali tampil pada Kepri.