Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 2151

Pencari Besi Tua di Sekupang Hilang, Tim SAR Lakukan Pencarian

0
Basarnas saat mencari Sandy Suwardi, 42 yang dilaporkan hilang saat melakukan penyelaman manual di perairan Sekupang, Batam, tepatnya di depan galangan kapal Bandar Victory Shipyard, Senin (6/1). Foto: Basarnas untuk Batam Pos

batampos – Seorang warga bernama Sandy Suwardi, 42 dilaporkan hilang saat melakukan penyelaman manual di perairan Sekupang, Batam, tepatnya di depan galangan kapal Bandar Victory Shipyard, Senin (6/1).

Informasi ini diterima oleh Com Center Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjung Pinang (KPP TPI) pada pukul 12.30 WIB dari Yulisnawati, adik ipar korban, yang melaporkan bahwa korban terakhir terlihat pada pukul 06.00 WIB, sebelum akhirnya tidak muncul kembali ke permukaan.

Kepala Pos Basarnas Kota Batam, Dedius, mengatakan pihaknya langsung menurunkan enam orang personel untuk melakukan pencarian.

“Kami telah mengerahkan peralatan seperti Rigid Inflatable Boat (RIB) Basarnas Batam, drone thermal untuk pencarian udara, dan Aqua Ace untuk mendukung operasi di bawah air,” ungkap Dedius.

Upaya pencarian dilakukan di lokasi kejadian hingga petang hari, namun hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan.

“Pencarian akan terus dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku, dan kami berharap korban dapat segera ditemukan,” tambahnya.

Sandy Suwardi dilaporkan menyelam untuk mencari besi tua secara manual. Keluarga korban saat ini masih menunggu kabar dan berharap operasi pencarian membuahkan hasil.

Pihak Basarnas mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan korban agar segera melaporkannya. Operasi pencarian direncanakan dilanjutkan hingga beberapa hari ke depan dengan memperluas area pencarian. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Pencari Besi Tua di Sekupang Hilang, Tim SAR Lakukan Pencarian pertama kali tampil pada Metropolis.

Sampah Semakin Menggunung, Warga Minta TPS Dipindahkan

0
Tumpukan sampah di tepi jalan Bukit Senyum, Batuampar, Minggu (5/1). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Jalan Bukit Senyum, Batuampar semakin menggunung dan meluber ke badan jalan. Bahkan, bau busuk menyengat sudah tercium dari jarak puluhan meter.

“Sampah disini bukan habis, malah awal tahun semakin banyak,” ujar Ita, salah seorang warga.

Ia menilai aroma busuk di kawasan tersebut sangat menganggu kesehatan warga maupun para pekerja di perusahaan sekitarnya.

“Seharusnya lokasi pembuangannya bukan di tepi jalan umum atau di dekat perusahaan seperti ini. Harus dipindahkan,” katanya.

Pantauan Batam Pos, bak sampah yang disediakan di tepi jalan tersebut sudah rusak dan tak layak pakai. Selain itu, beberapa unit mobil angkutan sampah terlihat antre untuk membongkar sampah. (*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel Sampah Semakin Menggunung, Warga Minta TPS Dipindahkan pertama kali tampil pada Metropolis.

Usai Penerapan Opsen Pajak, Pemprov Kepri Beri Diskon PKB dan BBNKB

0
Kepala Bapenda Kepri, Diky Wijaya. Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Pajak kendaraan baru di Kepulauan Riau resmi naik per tanggal 5 Januari, setelah Pemrov Kepri memberlakukan opsen pajak (beban tambahan) sebesar 66 persen dari pajak kendaraan. Meski begitu, mulai tahun 2025 Pemrov Kepri juga memberikan insentif atau diskon pajak kendaraan bermotor hingga 39 persen.

Artinya, jumlah pajak kendaraan yang dibayarkan untuk tahun ini sama persis dengan tahun lalu. Sehingga masyarakat diminta tidak perlu khawatir dengan informasi kenaikan pajak, karena Pemrov Kepri sudah memberi insentif atau diskon.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kepri, Dr Diky Wijaya MSi mengatakan penyesuaian beban tambahan sesuai dengan UU HKPD nomor 01 tahun 2022. Yang mana setiap daerah harus menyesuaikan beban tambahan pada tarif pajak sebesar 66 persen, khusus kendaraan baru.

“Opsen pajak itu sudah berlaku dan jalan. Kami juga sudah lakukan sosialisasi dua bulan sebelum penerapan,” tegas Diky di Kantor Samsat Kepri Gedung Graha Kepri, Senin (6/1) siang.

Meski begitu, menurut Diky pada tahun 2024 lalu pemerintah daerah sudah menurunkan tarif pajak dari 1,5 persen menjadi 1,05 persen. Namun UU HKPD terdapat pengenaan beban tambahan sebesar 66 persen.

Sehingga jumlah pajak yang dibayarkan oleh pemilik kendaraan 1,05 persen ditambah dengan opsen pajak 66 persen.

“Tahun 2024, pajak kendaraan 1,5 persen turun jadi 1,05 persen, namun untuk kendraaan baru terdapt opsen pajak tambahan,” jelas Diky.

Dijelaskan Diky, guna meringankan beban masyarakat, Pemprov Kepri memberikan diskon Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sekitar 13,94 persen dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sekitar 39,75 persen. Hal itu sesuai dengan arahan Gubernur Kepri yang meminta Dispenda memberikan insentif pajak untuk masyarakat.

“Program tetap Pak Gubernur memberikan insentif atau diskon. Sehingga tidak ada kenaikan pajak yang dibayarkan pemilik kendaraan tahun ini,” tegas Diky.

Masih kata Diky, diskon pajak ini akan berlaku selama 6 bulan kedepan. Yang mana setelah 6 bulan akan dilakukan evaluasi. “Diskon selama 6 bulan kedepan, untuk kedepannya akan dikaji ulang,” pungkas Diky. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Usai Penerapan Opsen Pajak, Pemprov Kepri Beri Diskon PKB dan BBNKB pertama kali tampil pada Kepri.

Generasi Millenial Buka Sekolah Untuk Warga Agar Bisa Budidaya Kepiting Bakau dan Lebah Madu Kelulut

0
Aktifitas sekolah SUAR yang mengajarkan masyarakat untuk budidaya kepiting bakau dan lebah madu kelulut di Desa Langir. f.pinni untuk batampos

batampos – Manfaatkan waktu luang, sekelompok Generasi Millenial yang tergabung dalam Scalling Up Anamabs Rural Smallholder (SUAR) membuat program pemberdayaan masyarakat.

Program yang dibuat yakni sekolah budidaya kepiting bakau dan lebah madu tanpa sengat (Peket) atau yang dikenal kelulut.

Ketua SUAR, Bayu Aji menjelaskan program ini dirancang guna menciptakan sumber ekonomi alternatif untuk masyarakat dengan memanfaatkan dan mengelola potensi sumberdaya alam lokal yang ada di sekitar.

BACA JUGA: Tim Peneliti Teliti Pengembangan Ekowisata Mangrove di Kepri

“Ini juga bentuk komitmen kita terhadap lingkungan terutama ekosistem mangrove. Untuk menjaga kelestarian mangrove ini perlu dilakukan bersama masyarakat,” ujar Bayu Aji kepada batampos, Minggi, (5/1).

Saat ini, ada tiga kelompok yang dibina oleh SUAR. Sudah berjalan dengan optimal selama tiga bulan.

“Dua kelompok budidaya peket dan satu kelompok budidaya peket semua berada di Desa Langir,” jelas Bayu.

Dalam praktiknya, setiap kelompok mendapatkan pembelajaran dengan metode pembelajaran berbasis pengalaman langsung di lapangan.

“Sehingga masyarakat tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami langsung bagaimana praktik terbaik dilakukan,” tutur Bayu.

Disebutkannya juga, peserta tidak hanya belajar teknik budidaya, tetapi juga diajarkan manajemen usaha, seperti pencatatan hasil, pemasaran, dan penentuan harga, sehingga mereka bisa menjadi wirausahawan yang mandiri.

Oleh karena itu, Bayu berharap program ini bisa diterapkan secara berkelanjutan dengan mengajarkan apa yang dipelajari kepada orang lain.

Dan dapat merubah mindset masyarakat yang melihat ekosistem mangrove sebagai aset berharga yang harus dilindungi dan dilestarikan. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

 

Artikel Generasi Millenial Buka Sekolah Untuk Warga Agar Bisa Budidaya Kepiting Bakau dan Lebah Madu Kelulut pertama kali tampil pada Kepri.

Shin Tae-yong Out, Patrick Kluivert Masuk Daftar Calon Pelatih Timnas Indonesia

0
Patrick Kluivert dirumorkan menjadi pengganti Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia. (BELGA MAG/AFP)

batampos – Patrick Kluivert dirumorkan menjadi pengganti Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia. Perpisahan antara PSSI dan Shin Tae-yong ini disampaikan oleh Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI dalam konferensi pers Senin (6/1), di Menara Danareksa, Jakarta.

Patrick Kluivert merupakan pemain legendaris Belanda yang berposisi sebagai penyerang. Ia membela Der Oranje dari tahun 1994-2004. Catatan golnya cukup fantastis yakni 40 gol dari 79 laga. Sebuah rekor bagi Timnas Belanda sebelum dipecahkan oleh Robin van Persie di tahun 2013.

Di level klub, Kluivert juga pernah membela sejumlah tim top Eropa seperti Ajax Amsterdam, AC Milan, Barcelona, dan Newcastle. Total Kluivert mencetak 206 gol di 479 penampilan level klub.

Meski mentereng sebagai pemain, karier Kluivert di pinggir lapangan belum teruji benar. Seperti dikutip dari transfermarkt, sosok kelahiran 1 Juli 1978 ini mengawali kariernya di dunia kepelatihan saat masuk sebagai staf kepelatihan AZ Alkmaar sebagai pelatih striker di tahun 2008-2009.

Awal Januari 2010 Kluivert melanjutkan kariernya di klub Liga Utama Australia Brisbane Roar sebagai asisten manager Ange Postecoglou. Hanya bertahan 6 bulan, Kluivert kemudian kembali ke Belanda dan menjadi pelatih striker klub NEC Nijmegen dan bertahan selama 1 tahun saja.

Ia kemudian dipercaya menjadi pelatih FC Twente U21 dari 1 Juli 2011 hingga 30 Juni 2013. Di tengah statusnya sebagai pelatih tim muda FC Twente, Kluivert ditunjuk menjadi asisten manajer Timnas Belanda di bawah pimpinan Louis van Gaal di tahun 2012.

Bersama van Gaal, Kluivert berhasil membawa Timnas Belanda ke peringkat tiga Piala Dunia 2014 yang diselenggarakan di Brazil. Baru pada tahun Maret 2015 Kluivert mendapat kesempatan menjadi pelatih utama. Ia ditunjuk menjadi pelatih kepala Tim Nasional Curacao untuk dua periode yakni 5 Maret 2015 – 30 Juni 2016 dan 14 Mei 2021 – 31 Oktober 2021.

Bersama negara asal Kepulauan Karibia itu, Kluivert memainkan 14 laga dengan catatan 4 menang, 4 seri, dan 6 kalah. Kariernya kemudian berlanjut sebagai pelatih di level junior dan manajerial klub.

Ia sempat melatih Ajax Amsterdam U19 di tahun 2016. Lalu menjadi penasihat strategi Timnas Curacao dari Juli 2016 hingga Juni 2018. Mantan pemain Newcastle itu juga sempat menjadi Direktur Olahraga PSG dari 2016 sampai 2017.

Tahun 2018 hingga 2019 Kluivert pernah mendampingi Clarence Seedorf sebagai asisten pelatih Timnas Kamerun. Bersama Seedorf, Kluivert memainkan 12 laga Timnas Kamerun.

Juli 2019 Kluivert kembali ke Barcelona untuk menjadi manajer akademi. Ia memimpin akademi Barcelona selama dua tahun hingga Juni 2021.

Karier kepelatihannya yang terakhir yakni memimpin tim Liga Utama Turki Adana Demirspor di awal musim 2023/2024. Sayangnya kariernya di Turki berlangsung singkat, pada 4 Desember 2023 kedua belah pihak bersepakat untuk berpisah. Bersama Adana Demirspor, Kluivert memainkan 20 laga dengan torehan 8 kali menang, 6 seri, dan 6 kalah.

Saat ini Kluivert masih berstatus tanpa klub. Namanya disebut-sebut sebagai kandidat pelatih Timnas Indonesia pengganti Shin Tae-yong. Ketua Umum PSSI Erick Thohir tak menampik Kluivert masuk dalam kandidat pelatih Timnas Indonesia.

Meski begitu, pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN ini meminta publik untuk bersabar karena secara resmi pengumuman pelatih baru pengganti Shin Tae-yong akan disampaikan di tanggal 11 atau 12 Januari 2025 mendatang. (*)

Artikel Shin Tae-yong Out, Patrick Kluivert Masuk Daftar Calon Pelatih Timnas Indonesia pertama kali tampil pada Olahraga.

Dinkes Batam Tegaskan Belum Ada Laporan Kasus hMPV, di Batam

0
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi.

batamposHuman Metapneumovirus (hMPV), yang saat ini sedang mewabah di China dan mulai ditemukan di Malaysia, menjadi perhatian masyarakat Batam. Mengingat posisi Batam yang dekat dengan negara-negara tetangga, masyarakat meminta Dinas Kesehatan Kota Batam untuk memberikan penjelasan mengenai ancaman virus ini dan langkah antisipasi yang harus dilakukan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait kasus hMPV di Indonesia.

“Sebagian besar lonjakan kasus hMPV dilaporkan di China, terutama di wilayah utara dan di kalangan anak-anak di bawah usia 14 tahun. Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan memastikan bahwa belum ada laporan kasus hMPV,” ujar Didi, Senin (6/1).

Menurut Didi, hMPV merupakan virus yang menyerang saluran pernapasan dan memiliki gejala yang mirip dengan influenza, seperti demam, batuk, pilek, dan sesak napas. Virus ini umumnya tidak berbahaya bagi orang dewasa yang sehat, tetapi dapat berisiko serius bagi kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah.

“Kalau orang dewasa yang sehat, sebetulnya virus ini tidak terlalu berbahaya. Tetapi, anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah, seperti pasien yang sedang menjalani transplantasi atau menggunakan obat imunosupresan, perlu lebih berhati-hati,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan warga Batam untuk tetap menerapkan protokol kesehatan sebagai langkah pencegahan. “Bagi kelompok rentan, sebaiknya jika tidak perlu keluar rumah, ya tetap di rumah saja. Kalau harus keluar rumah, gunakan masker, dan selalu jaga kebersihan, termasuk mencuci tangan secara rutin,” tambahnya.

Meski belum ada laporan kasus di Indonesia, Didi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama mengingat Batam sering menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara, termasuk dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

“Kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan. Apalagi Batam merupakan kawasan yang sering menerima wisatawan dari negara-negara tetangga. Kami terus memantau perkembangan dan akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan jika ada indikasi penyebaran virus ini,” ujarnya.

Virus hMPV pertama kali ditemukan pada tahun 2001 dan merupakan salah satu penyebab umum infeksi saluran pernapasan akut. Dalam kondisi tertentu, virus ini dapat menyebabkan komplikasi seperti bronkiolitis atau pneumonia, terutama pada kelompok rentan.

Langkah Pencegahan yang Dihimbau Dinkes Batam diantaranya, menghindari kontak dengan orang yang sakit. Menggunakan masker saat keluar rumah, terutama di tempat ramai. Menerapkan etika batuk, seperti menutup mulut dengan tisu atau siku bagian dalam. Menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

“Terakhir, segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala gangguan pernapasan, ” tuturnya.

Dinas Kesehatan Kota Batam berkomitmen untuk terus memantau situasi dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat. Warga diimbau tidak panik, tetapi tetap waspada dan menjaga kesehatan diri serta keluarga. (*)

 

Reporter : Rengga Yuliandra

Artikel Dinkes Batam Tegaskan Belum Ada Laporan Kasus hMPV, di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Buruh Batam Terus Desak Pengesahan UMSK, Ancaman Mogok Kerja Jadi Pilihan Terakhir

0
buruh yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Batam (KRB) kembali menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Senin (6/1).

batampos – Tuntutan buruh di Batam untuk diaturnya Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) semakin menguat. Puluhan buruh yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Batam (KRB) kembali menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Senin (6/1). Aksi ini menjadi bagian dari serangkaian demonstrasi yang dimulai sejak Desember 2024 dan berlanjut hingga Januari 2025, dengan tujuan mendorong Gubernur Kepulauan Riau segera mengesahkan SK UMSK.

Buruh yang terdiri dari berbagai serikat pekerja, termasuk Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), menyatakan bahwa mereka akan terus menggelar aksi hingga tuntutan mereka dipenuhi. Ketua FSPMI Batam, Masrial, mengkritik keputusan Gubernur Kepri yang dinilai mengabaikan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan bahwa UMSK bisa ditetapkan tanpa harus ada kesepakatan antara buruh, pengusaha, dan pemerintah.

“Sikap Gubernur Kepri yang belum mengesahkan SK UMSK menunjukkan ketidaktegasan dalam memperjuangkan kesejahteraan buruh, meskipun keputusan MK sudah jelas,” tegas Masrial.

Menurut Masrial, keputusan MK sudah menggarisbawahi bahwa penetapan upah sektoral tidak bergantung pada kesepakatan tripartit antara pengusaha, pemerintah, dan serikat buruh. “MK sudah menyampaikan bahwa upah sektoral bisa ada. Tidak ada aturan yang menyatakan jika tidak ada kesepakatan maka gubernur tidak bisa mengesahkan. Di daerah lain, gubernur tetap berani mengambil keputusan meski tanpa kesepakatan bulat,” lanjutnya.

Masrial juga menyesalkan sikap Gubernur Kepulauan Riau yang memilih untuk mengembalikan rekomendasi UMSK, dengan alasan tidak ada kesepakatan antara pihak-pihak terkait. “Lagipula, sejak kapan buruh dan pengusaha bisa sepakat?” sindirnya.

Selain itu, Masrial mengkritik ketidakberanian pemerintah daerah dalam mengambil sikap tegas. “Kami tidak mengerti apakah pimpinan daerah abai terhadap masyarakat atau takut kepada pengusaha. Biasanya pengusaha takut pada pemerintah, sekarang malah sebaliknya, ” tuturnya.

FSPMI menuntut agar pengesahan UMSK untuk dua sektor yang dianggap penting bagi buruh, yaitu sektor dengan risiko menengah dan sektor dengan risiko berat. Kenaikan upah yang diusulkan sebesar 1,5 persen untuk sektor risiko menengah dan 2,5 persen untuk sektor risiko berat, di mana angka nominalnya berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp80 ribu.

“Meskipun nominalnya tidak besar, angka tersebut sangat berdampak bagi kelayakan hidup buruh, terutama di tengah melambungnya harga kebutuhan pokok,” ujar Masrial menambahkan.

Masrial menekankan bahwa pihaknya tidak akan berhenti berjuang sampai tuntutan mereka dikabulkan. “Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan masalah ini. Jika tidak, kami akan melakukan aksi Mogok Kerja massal,” tandasnya.

FSPMI bersama dengan serikat buruh lainnya berencana untuk duduk bersama untuk membahas langkah selanjutnya. “Kami akan menunggu dulu, nanti kami akan duduk dengan pimpinan serikat-serikat buruh yang ada di Kota Batam. Jika nanti sepakat, kami akan melaksanakan aksi tersebut,” tutupnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Buruh Batam Terus Desak Pengesahan UMSK, Ancaman Mogok Kerja Jadi Pilihan Terakhir pertama kali tampil pada Metropolis.

Batam Siapkan Dapur Umum untuk program Makan Bergizi Gratis

0
Siswa SD di Kota Batam menikmati makan gratis saat sekolah. (F. Cecep Mulyana / Batam Pos)

batampos – Untuk mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis, Kota Batam akan mengandalkan lima dapur umum. Empat dapur umum sudah terdaftar di BGN dan akan menjadi penyedia makanan bergizi mulai 13 Januari 2025.

“Empat dapur umum tersebut dimiliki oleh pihak swasta, berlokasi di kawasan bisnis Bengkong atau dekat Surgami,” ujar Tri.

Sementara itu, satu dapur umum lainnya dimiliki oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 0316/Batam. Meskipun belum terdaftar di BGN, dapur ini direncanakan akan diusulkan sebagai penyedia makanan bergizi untuk program tersebut.

“Ke depan, dapur Kodim akan menjadi salah satu pendukung program makan bergizi gratis di Batam,” katanya.

Saat ini, terdapat 181 dapur umum yang terdaftar di Indonesia, dengan empat di antaranya berada di Batam. Jumlah ini akan bertambah jika dapur milik Kodim 0316/Batam resmi terdaftar.

Peluncuran resmi program makan bergizi gratis tetap akan dimulai di SDN 010 Bengkong pada 13 Januari 2025. Setelah itu, program ini akan diperluas ke sekolah-sekolah lain sesuai kesiapan dapur umum.

“Jika ketersediaan dapur umum optimal, pelaksanaan program makan bergizi akan digelar di SDN 003 Bengkong, SDN 006 Bengkong, dan SMPN 30 Batam,” kata dia.

Para siswa SDN 010 Bengkong yang mengikuti uji coba mengaku senang menikmati menu bergizi yang disajikan pada jam istirahat. “Ini pengalaman yang menyenangkan bagi siswa, sekaligus persiapan sebelum pelaksanaan resmi,” tambah Tri.

Meski demikian, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DKCTR) Kota Batam, Azril Apriansyah, menyebutkan bahwa pembahasan terkait penyediaan dapur umum belum sepenuhnya selesai.

“Tadi pagi memang ada rapat, tetapi belum ada pembahasan lebih lanjut terkait tugas DKCTR dalam penyediaan dapur umum,” ujar Azril.

Pihaknya akan melakukan rapat lanjutan untuk membahas detail penyediaan dapur umum guna mendukung program ini.

Program makan bergizi nasional ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dan konsentrasi belajar siswa melalui asupan nutrisi yang memadai. (*)

 

 

Reporter: Arjuna

 

 

Artikel Batam Siapkan Dapur Umum untuk program Makan Bergizi Gratis pertama kali tampil pada Metropolis.

Pertempuran Heroik Raja Haji Fisabilillah, Menjadi Simbol Sejarah Hari Jadi Kota Tanjungpinang

0

Kota Tanjungpinang merupakan kota tua yang melegenda di Kepulauan Riau. Dalam catatan sejarah, Kota Tanjungpinang terlahir sejak 241 tahun silam atau pada 6 Januari 1784, setelah pertempuran heroik Raja Haji Fisabilillah menghancurkan penjajah kolonial.

***

Lanskap jalur perdagangan di Hulu Riau Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar

Kota tua Tanjungpinang yang terbilang nyaman, aman dan bersahabat ini, kini terbagi atas empat Kecamatan dan 18 Kelurahan. Kota Tanjungpinang yang terletak di pesisir Pulau Bintan ini memiliki luas total 239,50 Kilometer persegi.

Kota Tanjungpinang juga merupakan Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Kota ini terkenal dengan sebutan Kota Gurindam karena tidak terlepas dari keberadaan Pulau Penyengat yang legendaris itu.

Selain itu, di Pulau Penyengat yang tidak jauh dari Tanjungpinang ini, bersemayam para raja dan dua pahlawan nasional yakni Raja Haji Fisabilillah dan Raja Ali Haji yang menulis mahakarya Gurindam 12 yang melegenda itu.

Tak hanya terkenal sebagai Kota Gurindam, Kota Tanjungpinang juga terkenal dan melegenda sebagai pusat pertahanan zaman kerajaan dari penjajahan kolonial yang saat itu berbasis di Malaka.

Salah satu kawasan pertahanan di Tanjungpinang yang legendaris yakni Bukit Cermin. Kawasan ini berkaitan erat dengan era Kerajaan Riau Lingga tahun 1700 hingga 1784.

BACA JUGA: Slank Ajak Perangi Narkoba dan Koruptor

Pada zaman itu, di puncak bukit tertinggi di Tanjungpinang ini, dibangun sebuah cermin besar sebagai tempat pengintaian. Bukit ini pun menjadi bukit intai para Ribath atau penjaga perbatasan kerajaan.

Tugasnya tidak lain untuk memantau dan melihat kedatangan kapal-kapal yang tak dikenal terutama kapal-kapal asing penjajah masuk ke Hulu Riau.

Para penjaga perbatasan ini menggunakan cermin besar yang terletak di atas bukit paling tinggi di Tanjungpinang ini untuk menjangkau penglihatan hingga ke semenanjung pantai.

Selain itu, cermin besar tersebut digunakan sebagai alat pantul cahaya atau kode bagi pertahanan kerajaan ke Pulau Penyengat, Istana Kota Rebah di Hulu Riau sebagai Ibu Kota Tanjungpinang dan wilayah Sungai Carang.

Karena itu pula kawasan Bukit Cermin Tanjungpinang memiliki peran penting dalam sejarah sebagai kawasan pertahanan dan sebagai tempat pengintaian penjaga perbatasan kerajaan untuk memantau kedatangan kapal penjajah.

Dalam catatan sejarah, keberadaan Kota Tanjungpinang sebagai pusat pertahanan semakin diperhitungkan sejak terjadinya peristiwa Perang Riau antara Kerajaan Riau melawan penjajah kolonial pada tahun 1782 hingga 1784 di perairan Tanjungpinang (perairan Riau). Peperangan itu dipimpin langsung oleh Yang Dipertuan Muda Raja Haji Fisabilillah

Sebelum terjadinya perang di sekitar perairan Tanjungpinang dan Pulau Penyengat tersebut, penjajah kolonial memandang Raja Haji Fisabilillah sebagai tokoh sangat berbahaya. Sebab mempunyai pengaruh kuat di sepanjang Selat Malaka yang merupakan jalur strategis perdagangan ataupun pelayaran.

Namun punca peperangan itu terjadi karena penjajah melanggar kesepakatan. Raja Haji Fisabilillah sebelumnya telah bersepakat membuat perjanjian dengan penjajah. Di antara isi perjanjian adalah tentang harta rampasan yang harus dibagi dua.

BACA JUGA: Menhub Budi Karya Sumadi  Dukung Penuh Pengembangan Bandara Raja Haji Abdullah

Tanpa sepengetahuan dan izin dari Kerajaan Riau, pihak penjajah merampas kapal Betsy Inggris yang bermuatan 1.154 peti candu saat melintas di Selat Malaka dan kemudian dibawa ke Batavia (Jakarta).

Karena adanya pelanggaran kesepakatan itu, Raja Haji Fisabilillah yang merupakan kelahiran Hulu Riau Tanjungpinang tahun 1727 ini, menganggap penjajah kolonial tidak menghormati hak-hak Kerajaan Riau.

Raja Haji Fisabilillah juga menganggap tindakan penjajah merampas kapal berisi candu itu, telah melanggar kedaulatan Kerajaan Riau dan tanah kelahirannya.

Kemudian perjanjian yang pernah disepakati itu dikembalikan oleh Raja Haji Fisabilillah kepada pihak penjajah. Raja Haji Fisabilillah pun kembali ke kerajaan dan memperkuat bala tentaranya.

Raja Haji Fisabilillah sebagai panglima perang saat itu seakan telah mengetahui bahwa gerak gerik penjajah yang berbasis militer di Malaka, akan menyerang Tanjungpinang dan kerajaan.

Pimpinan tertinggi armada keamanan laut kerajaan ini kemudian mengumpulkan bala tentara di Pulau Bayan Tanjungpinang. Memerintahkan bala tentara untuk untuk bertempur di medan perang melawan kedatangan kapal tentara penjajah.

Sebelum pertempuran itu, Raja Haji Fisabilillah menunjukkan kehebatan dan kepiawaiannya serta pengalaman perang dalam mengatur strategi mempertahankan kerajaan dan tanah kelahirannya itu.

Sang panglima perang legendaris ini mengatur dan mempersiapkan benteng-benteng pertahanan di Tanjungpinang, Pulau Penyengat dan Teluk Keriting dan kawasan lainnya.

Bala tentara Raja Haji Fisabilillah yang telah siap untuk berjihad, tidak gentar dengan kedatangan kapal perang penjajah yang ingin menguasai Tanjungpinang dan sekitarnya.

Kemudian terjadilah pertempuran heroik yang dipimpin oleh Raja Haji Fisabilillah bersama bala tentara di sekitar perairan Tanjungpinang Pulau Penyengat. Peperangan itu mencapai puncaknya pada 6 Januari 1784.

Melalui pertempuran sengit nan heroik selama lebih kurang dua tahun, Kerajaan Riau yang dipimpin Raja Haji Fisabilillah, meraih kemenangan telak yang ditandai dengan hancurnya kapal penjajah bernama Malaka’s Wal Faren.

Hancur leburnya kapal komando penjajah itu, membuat pasukan Raja Haji Fisabilillah berhasil mendesak dan mengusir pasukan penjajah yang tersisa untuk mundur dari perairan Tanjungpinang.

Beberapa bulan setelah dari perang legendaris itu, Raja Haji Fisabilillah dan bala tentaranya langsung menuju Teluk Ketapang dan menyerang Malaka yang menjadi pusat pertahanan Belanda di Selat Malaka.

Namun dalam peperangan di Selat Malaka itu, pasukan penjajah yang berkekuatan enam kapal, 326 meriam dan 2130 prajurit, berhasil mengalahkan pasukan kerajaan. Sedangkan Raja Haji Fisabilillah sebagai panglima perang, syahid.

Kemudian, setelah Belanda berkuasa tahun 1785, Kota Tanjungpinang dijadikan sebagai basis atau pangkalan militer. Selanjutnya Kota Tanjungpinang berstatus Ibu Kota dan pusat pemerintahan dari Residentie Riouw en Onderhoriheden (Residen Riau).

Seiring berjalannya waktu, atas perjuangan heroik Raja Haji Fisabilillah melawan penjajah, pemerintah pusat akhirnya menobatkan panglima perang legendaris di Tanjungpinang itu sebagai Pahlawan Nasional pada Agustus 1997, berdasarkan keputusan Presiden nomor: 072/TK/1997.

Sementara itu, tepatnya 6 Januari 1784, pada pertempuran heroik Raja Haji Fisabilillah dan pasukannya yang berhasil menghancurkan pasukan penjajah, dijadikan sebagai Hari Jadi Kota Tanjungpinang.

Untuk menghormati jasanya sebagai pahlawan, nama Raja Haji Fisabilillah juga dinobatkan sebagai nama jalan, Bandar Udara dan Pangkalan Udara (Lanud) di Tanjungpinang serta nama jalan di Batam, Kepri.

Menurut Peneliti Sejarah BRIN Dedi Arman, penetapan Hari Jadi sebuah daerah atau kota biasanya merujuk ke sesuatu yang heroik. Contohnya peperangan di Tanjungpinang yang dipimpin oleh Raja Haji Fisabilillah.

Namun hal ini bukan berarti sebelumnya Kota Tanjungpinang itu tidak ada atau belum adanya penduduk. Penetapan Hari Jadi berdasarkan sesuatu yang heroik tersebut sah saja.

“Contohnya pertempuran heroik Raja Haji Fisabilillah di sekitar perairan Tanjungpinang dan Pulau Penyengat saat melawan penjajah pada 6 Januari 1784, dijadikan Hari Jadi Kota Tanjungpinang,” kata Dedi.

“Jadi Gedung Daerah di tepi laut, pelabuhan dan lainnya, belum ada saat itu. Setelah perang dan Belanda menguasai Tanjungpinang, baru ada pembangunan,” sambungnya.

Selain sebagai pusat pertahanan, ungkap Dedi, Kota Tanjungpinang juga telah dikenal sejak lama sebagai pusat perdagangan. Menjadi lalu lintas perdagangan pada zaman kerajaan Johor Riau sekitar tahun 1507.

“Dahulunya Bandar Riau di Tanjungpinang dikenal sebagai pusat perdagangan dan ekonomi di Kepulauan Riau,” jelasnya.

Keberadaan Kota Tanjungpinang semakin dikenal luas sejak Sultan Abdul Jalil Syah memerintahkan Laksamana Tun Abdul Jamil untuk membuka bandar perdagangan di Pulau Bintan.

Bandar perdagangan itu berada di Sungai Carang, Hulu Sungai Riau Tanjungpinang. Bandar yang baru tersebut menjadi Bandar yang terkenal ramai dan dinamakan Bandar Riau.

Keberadaan Bandar Riau membuat peranan Kota Tanjungpinang menjadi sangat penting sebagai kawasan penyangga dan pintu masuk lalu lintas perdagangan zaman kerajaan.

“Selain sebagai pusat perdagangan, Bandar Riau di Hulu Riau Tanjungpinang juga dikenal sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Johor Riau,” jelas Dedi.

Terkait penamaan Tanjungpinang, Dedi menjelaskan bahwa kota tua ini dinamakan Tanjungpinang karena terletak di sebuah tanjung atau tanah yang menjorok ke laut.

Zaman dahulu, jelas Dedi, Pulau Bintan banyak ditumbuhi pohon pinang. Tempat ini dulunya petunjuk bagi pelaut untuk masuk ke Sungai Bintan. Kemudian muncul nama Tanjungpinang, yang awalnya hanya sekitar daerah pelabuhan saat ini.

“Nama ini (Tanjungpinang) juga ada di dalam naskah Tuhfat al-Nafis karya Raja Ali Haji dan terdapat dalam Silsilah Melayu Bugis,” sebutnya.

Dedi menambahkan, salah satu kekhasan yang dimiliki oleh suatu kota tua adalah adanya kawasan Kota Lama termasuk Kota Lama di Tanjungpinang.

Kawasan Kota Lama yang mencakup Tepi Laut, Jalan Merdeka, Jalan Teuku Umar, Jalan Gambir dan Jalan Pos, kini cukup dikenal sebagai pusat bisnis, pusat informasi, wisata keluarga, hingga penyelenggaraan kegiatan budaya.

“Kota Lama ini sebagai pusat magnet baru, selain Pulau Penyengat yang sudah mendunia,” jelas Dedi.

Oleh sebab itu, Dedi berharap pemerintah daerah harus terus berupaya menghidupkan kembali gairah perekonomian, bisnis dan pusat budaya di Kota Lama Sehingga menjadi aset wisata sejarah di Tanjungpinang.

“Saat ini, promosi Kota Lama terus dilakukan untuk memperkuat identitas budaya dan sejarah serta meningkatkan kualitas hidup dan pendapatan masyarakat,” tutup Dedi. (*)

Reporter: Yusnadi Nazar

Artikel Pertempuran Heroik Raja Haji Fisabilillah, Menjadi Simbol Sejarah Hari Jadi Kota Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.

Imigrasi Batam Catat Lonjakan PNBP sebesar 372 Persen

0
Dua pemohon paspor merekam data di kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, beberapa waktu lalu. Pemohon paspor elektronik masih minim meski kuota yang disediakan cukup banyak.
F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Khusus TPI Batam menunjukkan komitmen tinggi dalam pelayanan publik dengan capaian luar biasa sepanjang tahun 2024. Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Batam, Hajar Aswad, mengungkapkan bahwa pihaknya berhasil merealisasikan anggaran sebesar Rp46,4 miliar atau 99,82 persen dari total anggaran tahun sebelumnya.

Tidak hanya itu, kontribusi terhadap Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp143,19 miliar, melampaui target awal sebesar Rp59,35 miliar dengan realisasi mencapai 372,55 persen.

Dalam pelayanan masyarakat, Kantor Imigrasi Batam mencatat peningkatan penerbitan paspor hingga 5 persen dibandingkan tahun 2023. Sebanyak 107.775 paspor diterbitkan, terdiri dari 59.057 paspor biasa dan 48.718 paspor elektronik.

Lalu, khusus tahun ini, Batam menjadi satu dari 13 kantor imigrasi yang mulai menerbitkan 100 persen paspor elektronik sejak 1 Desember 2024.

Sebagai wilayah strategis yang berbatasan dengan Malaysia dan Singapura, Batam menjadi fokus pengawasan untuk mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Sepanjang 2024, sebanyak 3.337 keberangkatan dicegah melalui pelabuhan dan Bandara Hang Nadim. Selain itu, 191 permohonan paspor ditunda karena diduga akan digunakan untuk bekerja secara non-prosedural.

Dalam penegakan hukum, Kantor Imigrasi Batam melakukan 447 tindakan administratif keimigrasian, 25 penindakan pro justitia, dan menolak kedatangan 47 warga negara asing (WNA). Kerja sama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) juga intens dilakukan melalui sosialisasi terkait dokumen keimigrasian.

Capaian ini semakin gemilang dengan sembilan penghargaan yang diterima, di antaranya Jusuf Adiwinata Award untuk kategori penundaan keberangkatan Pekerja Migran Indonesia Non-Prosedural terbanyak, serta penghargaan dari Konsulat Jenderal Jepang atas penangkapan WNA Jepang yang masuk dalam Blue Notice Interpol. Kantor ini juga diakui sebagai Unit Kerja Pelayanan Berbasis Hak Asasi Manusia (P2HAM) tahun 2024.

Kantor Imigrasi Batam terus menghadirkan inovasi, seperti pelayanan Imigrasi on Emergency (Pioneer) untuk pemohon yang tidak dapat datang ke kantor karena alasan kesehatan, Sistem Informasi Paspor (SIP) yang memungkinkan pemohon mengecek status paspor melalui WhatsApp, Layanan Paspor Terbit 1 Hari, yang memungkinkan penerbitan paspor selesai dalam sehari, Pojok Baca dan Manja, area tunggu dengan fasilitas makanan, minuman, dan bacaan, hingga Kolaborasi untuk Pelayanan Prima

“Semua capaian ini merupakan hasil kolaborasi lintas instansi dan dukungan masyarakat serta stakeholder,” ujar Hajar Aswad, Senin (6/1).

Ia juga mengapresiasi peran media dalam meningkatkan citra positif Kantor Imigrasi Batam.

“Kami akan terus konsisten memberikan pelayanan terbaik dengan profesionalisme dan integritas demi mendukung program strategis pemerintah,” katanya.

Dengan berbagai pencapaian dan inovasi, Kanim Batam membuktikan diri sebagai garda terdepan dalam pelayanan publik dan pengawasan keimigrasian di wilayah perbatasan. (*)

 

Reporter: Arjuna

Artikel Imigrasi Batam Catat Lonjakan PNBP sebesar 372 Persen pertama kali tampil pada Metropolis.