Selasa, 26 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2154

Diterjang Angin Kencang, Pohon di Tanjungpinang Tumbang Tutup Jalan

0
Para warga usai mengevakuasi pohon tumbang yang menutup akses Jalan Brigjen Katamso, Jumat (4/3). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Sebuah pohon tua yang ada di tepi Jalan Brigjen Katamso, Kota Tanjungpinang, Kepri tumbang pada (14/3). Pohon tersebut tumbang diduga akibat diterpa angin kencang dan hujan deras.

Kejadian ini diketahui terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Pohon tersebut tumbang dan menutup badan jalan. Kondisi ini membuat arus lalulintas kendaraan mengalami kemacetan.

“Kejadian waktu hujan lebat tadi, sekitar pukul 15.30 WIB. Saya memang kebetulan lewat, tiba-tiba pohonnya tumbang,” kata Syahrial, warga sekitar.

BACA JUGA: Polisi Membantu Evakuasi Pohon Tumbang di Kelurahan Gunung Lengkuas, Bintan

Selain menutupi akses jalan, menurutnya dahan dari pohon tersebut juga menimpa sebuah mobil, yang kebetulan melintas di Jalan Brigjen Katamso. Kendati demikian, mobil tersebut tidak mengalami kerusakan parah, usai dievakuasi oleh para warga sekitar.

“Memang saya lihat ada menimpa mobil warna silver, tapi tidak begitu parah. Mobilnya langsung pergi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjungpinang, Muhammad Yamin menyampaikan bahwa pihaknya langsung mendatangi lokasi, usai menerima laporan pohon tumbang.

Pohon yang menutupi badan jalan berhasil dievakuasi oleh warga dan petugas BPBD Tanjungpinang. Pohon tumbang tersebut, kata dia juga membuat arus lalu-lintas di lokasi terganggu dan macet.

“Sudah kita evaluasi, dibantu oleh warga. Memang sempat menutupi jalan. Informasi dari warga memang ada menimpa mobil,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Diterjang Angin Kencang, Pohon di Tanjungpinang Tumbang Tutup Jalan pertama kali tampil pada Kepri.

Wakil Bupati Lingga Safari Ramadan Ke Masjid Nurul Ikhlas Kecamatan Senayang

0
Wakil Bupati Lingga, Novrizal . f.Diskominfo Lingga/BATAM POS

batampos– Wakil Bupati Lingga, Novrizal didampingi Istri Feby Sarianty Novrizal bersama Rombongan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga melakukan kunjungan Safari Ramadhan di Kecamatan Senayang. Kali ini Safri Ramadan dilaksanakan di Masjid Nurul Ikhlas Kecamatan Senayang Kabupaten Lingga pada Kamis (13/3).

Dalam kesempatan ini yang turut hadir mendampingi Wakil Bupati Lingga adalah Tenaga Ahli Kabupaten Lingga bidang Kesra, Camat Senayang, Kepala OPD, PKK Kecamatan Senayang, Forkopimcam Senayang, tokoh agama dan tokoh masyarakat Senayang.

Seperti biasanya, pelaksanaan Safari Ramadan ini di isi dengan kegiatan Tausiah keagamaan menjelang berbuka puasa, pembagian paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan, buka puasa bersama dan sholat Maghrib berjamaah.

BACA JUGA: Lewat Momentum Safari Ramadan, Wabup Bayu Salurkan 2 Jenis Bantuan di Palmatak

Wakil Bupati Lingga, Novrizal dalam sambutannya tidak henti-hentinya mengajak kepada seluruh masyarakat di momen Bulan Suci Ramadan ini untuk terus meningkatkan ketaqwaan kepada dengan memperbanyak beribadah wajib dan Sunnah sesuai dengan kemampuan masing-masing.

“Kami tidak henti-hentinya mengajak kepada kita semua, khususnya untuk diri saya sendiri di momen Bulan Suci Ramadan ini untuk meningkatkan kualitas takwa kita kepada Allah SWT dengan memperbanyak ibadah,” ujar Novrizal, Kamis (13/3).

Wakil Bupati Lingga menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada masyarakat yang telah antusias menyambut baik kehadiran Pemkab Lingga dalam agenda Safari Ramadan ini.

“Saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada masyarakat yang sudah antusias menyambut baik kedatangan kami ini dalam agenda Safari Ramadan. Saya merasa sangat terharu, karena dengan penyambutan yang hangat dan baik ini, berarti sosok kami sebagai pemimpin di Kabupaten Lingga tetap ada di hati masyarakat,” ungkap Novrizal.

Novrizal menambahkan, Pemkab Lingga akan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Lingga tanpa tebang pilih agar dengan kepemimpinan kami masyarakat menjadi sejahtera.

“Kami dari Pemkab Lingga akan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Memang hal ini tidak semudah yang di ucapkan, namun kami akan terus berusaha agar masyarakat Kabupaten Lingga dengan kepemimpinan kami menjadi sejahtera. Namun demikian, untuk mencapainya kami juga sangat membutuhkan dukungan dan kerjasama dari masyarakat,” tambahnya. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Wakil Bupati Lingga Safari Ramadan Ke Masjid Nurul Ikhlas Kecamatan Senayang pertama kali tampil pada Kepri.

Ariyanto dan Januar Resmi jadi Anggota DPRD Kepri

0
Paripurna PAW Ariyanto dan Januar sebagai anggota DPRD Kepri menggantikan Nyanyang dan Ery Suandi, Kamis (13/3). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– DPRD Kepri resmi melantik Ariyanto Lu dan Januar Robet Silalahi sebagai anggota dewan dari partai Gerindra dan PDI-Perjuangan, melalui Pergantian Antara Waktu (PAW) pada Kamis (13/3).

Paripurna PAW tersebut berlangsung di Kantor DPRD Kepri, Dompak Tanjungpinang. Pengambilan sumpah dua orang anggota dewan yang baru itu dipimpin oleh Ketua Pengadilan Tinggi Kepri.

Ariyanto Lu dilantik sebagai anggota dewan menggantikan Nyanyang Haris Pratamura. Sedangkan Januar Robert menggantikan Ery Suandi. Pelantikan ini juga berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.4-1793 Tahun 2025.

BACA JUGA: KPU Tanjungpinang Lantik Dua PPS yang PAW

Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan mengatakan dengan dilantiknya Arianto dan Januar, maka jumlah anggota DPRD Kepri telah penuh menjadi 45 orang. Yang mana selama enam bulan belakangan ini, jumlah anggota DPRD Kepri hanya 43 orang, setelah ada dua orang mengundurkan diri untuk bertarung di Pilkada 2024 lalu.

“Semoga dilantiknya teman kami dapat lebih memperkuat kita. DPRD lebih solid dan bekerja untuk masyarakat,” kata Iman, usai Paripurna PAW di DPRD Kepri.

Ia menerangkan, berdasarkan dengan hasil rapat fraksi dan sesuai dengan asal partai. Ariyanto masuk dalam fraksi Gerindra, sementara Januar masuk dalam fraksi PDI Perjuangan DPRD Kepri.

Sementara untuk alat kelengkapan dewan (AKD) Ariyanto masuk dalam daftar sebagai anggota Komisi I dan anggota Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kepri. Kemudian untuk Januar, terdaftar sebagai anggota komisi IV dan anggota Banmus.

“Hal ini sebagaimana komposisi alat kelengkapan dewan yang telah ditetapkan sebelumnya. Jadi jumlah anggota DPRD Kepri sudah lengkap sebanyak 45 orang,” tambahnya.

Iman juga berharap, kedatangan Ariyanto dan Januar sebagai anggota dewan yang baru dapat memperkuat DPRD Kepri untuk bekerja melayani masyarakat. “Kepada ariyanto dan robet kami ucapkan selamat telah menjadi bagian keanggotaan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura menambahkan bahwa Ariyanto dan Januar diharapkan dapat lebih dekat dengan masyarakat, usai dilantik sebagai anggota DPRD Kepri.

“Semoga makin dekat dengan masyarakat dan Dapil nya, karena resmi menjadi anggota DPRD Kepri,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Ariyanto dan Januar Resmi jadi Anggota DPRD Kepri pertama kali tampil pada Kepri.

57 PMI Kembali Dideportasi dari Malaysia, Beberapa Diantaranya Ingin Kembali ke Malaysia

0
Sebanyak 57 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dideportasi dari Malaysia dan tiba di Pelabuhan Internasional Batam Center, Jumat (14/3).

batampos – Sebanyak 57 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dideportasi dari Malaysia dan tiba di Pelabuhan Internasional Batam Center pada Jumat (14/3) sekitar pukul 15.30 WIB. Mereka dipulangkan melalui jalur laut dari Pelabuhan Stulang Laut, Malaysia, karena menyalahi aturan administrasi keimigrasian.

Para PMI yang dideportasi terdiri atas 18 perempuan dan 39 laki-laki. Setibanya di Batam, mereka langsung dibawa ke selter Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau untuk menjalani pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Sebagian para PMI yang dideportasi hanya berpakaian celana pendek dan kaos serta sendal jepit. Hal itu karena para mereka baru keluar dari tahanan Malaysia kemudian langsung di bawa ke Pelabhhan untuk di deportasi

Petugas BP3MI Kepri, Indra, mengungkapkan bahwa para PMI ini dipulangkan langsung dari rumah detensi Malaysia tanpa melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Hal tersebut terlihat dari pakaian yang mereka kenakan.

“Kalau mereka memakai kaus dan celana pendek, biasanya itu tanda bahwa mereka langsung dideportasi dari rumah detensi ke pelabuhan tanpa singgah di KBRI terlebih dahulu,” ujarnya.

BP3MI bersama KBRI memberikan pendampingan kepada para PMI selama proses pemulangan. Indra menegaskan bahwa seluruh PMI dalam kondisi sehat saat tiba di Batam.

“ Sebelum dipulangkan ke kampung halaman masing-masing, mereka akan didata untuk memastikan penyebab deportasi,” sebut Indra.

Dikatakannya, mayoritas PMI yang dideportasi ini tidak memiliki izin tinggal yang sah di Malaysia. Karena itu mereka diamankan oleh otoritas setempat sebelum akhirnya dikembalikan ke Indonesia.

“Setelah ditahan di sana, mereka kemudian dideportasi ke Indonesia,” jelasnya.

Menariknya, beberapa PMI yang dideportasi mengaku tidak merasa trauma dan tetap berencana kembali ke Malaysia. Alasannya, mereka menilai penghasilan di negara tersebut jauh lebih besar dibandingkan di Indonesia.

“Rencana balik lagi, karena gaji disana besar. Di Indonesia kami tak jadi apa-apa,” imbuhnya. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel 57 PMI Kembali Dideportasi dari Malaysia, Beberapa Diantaranya Ingin Kembali ke Malaysia pertama kali tampil pada Metropolis.

Puluhan Miliar Sisa Anggaran Pilkada Kepri Bakal Dikembalikan Akhir Maret ini

0
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepri, Indrawan Susilo. F. Mohamad Ismail

batampos– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepri akan mengembalikan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran atau SiLPA Pilkada 2024, pada akhir maret 2025 mendatang. Sisa anggaran yang berasal dari dana hibah Pemprov Kepri tersebut, diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.

Ketua KPU Kepri, Indrawan Susilo mengatakan bahwa SiLPA memang diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah. Kendati demikian, pihaknya masih akan melakukan pengesahan sisa anggaran tersebut ke KPPN terlebih dahulu, guna memastikan angka SiLPA yang pasti.

“(Nilai SiLPA) belum bisa kita pastikan. Karena kita masih menunggu pengesahan di KPPN dan pengesahaan penggunaannya. Perkiraan kami mencapai puluhan miliar rupiah,” kata Indrawan, Kamis (13/3).

BACA JUGA: Keberadaan Kades Serat Masih Misterius, Hilang Sejak Jaksa Ungkap Penyelewengan Dana Desa

Ia menegaskan, target penyerahan sisa anggaran Pilkada 2024 akan dilakukan pada 20 Maret mendatang. SiLPA yang angkanya diperkirakan mencapai puluhan miliar tersebut akan diserahkan ke Pemprov Kepri, melalui Gubernur Ansar Ahmad.

SiLPA, kata dia merupakan dana hibah yang diterima oleh KPU Kepri, namun tidak terpakai saat penyelenggaraan Pilkada 2024 lalu. Adanya sisa anggaran hibah tersebut, diklaim dipicu oleh beberapa faktor. Satu diantaranya ialah disebabkan jumlah Paslon yang mendaftar berbeda, dengan perkiraan KPU.

“Calon yang rencananya enam, hanya dua yang daftar. Lalu, debat Paslon yang rencananya digelar sebanyak tiga kali, namun hanya terlaksana satu kali saja,” tambahnya.

Tidak hanya itu, perbedaan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) antara Pilkada 2024 dengan 2020 juga menjadi pemicu terjadinya SiLPA. Dimana, jumlah TPS pada Pilkada 2024, lebih sedikit dibandingkan Pilkada 2020.

“Efeknya petugas TPS juga berkurang, jadi honornya tidak terpakai. Begitu juga dengan logistik. Karena hanya dua pasangan calon, logistiknya juga lebih sedikit,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Puluhan Miliar Sisa Anggaran Pilkada Kepri Bakal Dikembalikan Akhir Maret ini pertama kali tampil pada Kepri.

Penikam Hakim Belum Terungkap, Kasat Reskrim: Tim Terus Bekerja

0
Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Debby Tri Andrestian. F.Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kasus penikaman yang dialami Hakim Pengadilan Agama Batam, Gusnahari sudah sepekan berlalu. Hingga kini, polisi belum mengungkap dan menangkap pelakunya.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Debby Tri Andrestian mengatakan pihaknya masih terus menyelidik dan mencari petunjuk yang mengarah kepada pelaku.

“Tim masih terus bekerja di lapangan,” ujarnya, Jumat (14/3)

Debby mengatakan pihaknya sudah mendapatkan sejumlah keterangan saksi, termasuk rekaman CCTv. Adapun petunjuk tersebut didapati dari gang blok D, Blok E serta blok G di Perumahan Cipta Garden, Sekupang.

“Keterangan saksi yang ada di lokasi, dan tetangga korban,” katanya.

Debby mengaku akan mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelaku yang diduga berjumlah 2 orang tersebut. “Mohon waktunya,” tegasnya.

Diketahui, penikaman ini terjadi pada Kamis (6/3) pagi, sekitar pukul 07.10 WIB. Saat itu, Gusnahari dihampiri orang tak dikenal (OTK) saat hendak memasuki mobil untuk berangkat bekerja.

“Saya teriak minta tolong, pelaku langsung pergi. Parang dimasukkan ke dalam jaket, yang menunggu pakai pakaian ojek,” ujar Gusnahari.

Ia berharap pihak kepolisian menangkap pelaku dan menghukumnyaa sesuai perbuatannya.

“Kita harap pelaku bisa terungkap, dan Mahkamah Agung juga minta ini diusut tuntas,” katanya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Penikam Hakim Belum Terungkap, Kasat Reskrim: Tim Terus Bekerja pertama kali tampil pada Metropolis.

Tak Dibangun, Amsakar Intruksikan Evaluasi Lahan Tidur

0
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

batampos – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan komitmennya menyelesaikan persoalan lahan tidur guna mempercepat pembangunan di Batam.

Hal ini disampaikan Amsakar usai menghadiri pelantikan Persatuan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di ruang Holding Lantai IV Kantor Wali Kota Batam, Jumat (14/3/2025) sore. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang lebih ketat terhadap pemanfaatan lahan agar Batam semakin berkembang sebagai pusat investasi.

Amsakar mengungkapkan bahwa BP Batam tengah menyusun Peraturan Kepala (Perka) terkait pemanfaatan lahan. Salah satu aturan yang dirancang adalah menaikkan kewajiban pembayaran awal bagi pemegang lahan.

“Saya tidak ingin ada lahan yang hanya dibayar 10 persen karena itu belum menunjukkan keseriusan berinvestasi. Minimal harus 50 persen,” tegasnya.

Selain itu, Amsakar meminta bagian pengelolaan pertanahan BP Batam untuk menelusuri pemegang lahan yang baru membayar 10 hingga 15 persen. Ia menegaskan bahwa pengusaha yang serius harus berani menambah modalnya.

Amsakar juga menegaskan bahwa lahan yang tidak dimanfaatkan dalam jangka waktu tertentu akan ditarik kembali.

“Jika dalam satu hingga dua tahun lahan tersebut tidak dimanfaatkan, kami akan menariknya kembali agar lebih produktif,” ujarnya.

Langkah ini, menurutnya, bertujuan agar lahan di Batam benar-benar digunakan untuk investasi dan pembangunan, bukan hanya dibiarkan terbengkalai.

Kebijakan ini juga sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto. Amsakar optimistis Batam dapat mencapai pertumbuhan ekonomi 9,5 hingga 10 persen, mengingat kota ini memiliki berbagai keunggulan sebagai kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone).

“Batam punya fasilitas khusus seperti bebas Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Barang Mewah (PBMn), dan bea masuk. Ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menarik investasi,” pungkasnya. (*)

Artikel Tak Dibangun, Amsakar Intruksikan Evaluasi Lahan Tidur pertama kali tampil pada Metropolis.

Tak Dibangun, Amsakar Intruksikan Evaluasi Lahan Tidur

0
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

batampos – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan komitmennya menyelesaikan persoalan lahan tidur guna mempercepat pembangunan di Batam.

Hal ini disampaikan Amsakar usai menghadiri pelantikan Persatuan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di ruang Holding Lantai IV Kantor Wali Kota Batam, Jumat (14/3/2025) sore. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang lebih ketat terhadap pemanfaatan lahan agar Batam semakin berkembang sebagai pusat investasi.

Amsakar mengungkapkan bahwa BP Batam tengah menyusun Peraturan Kepala (Perka) terkait pemanfaatan lahan. Salah satu aturan yang dirancang adalah menaikkan kewajiban pembayaran awal bagi pemegang lahan.

“Saya tidak ingin ada lahan yang hanya dibayar 10 persen karena itu belum menunjukkan keseriusan berinvestasi. Minimal harus 50 persen,” tegasnya.

Selain itu, Amsakar meminta bagian pengelolaan pertanahan BP Batam untuk menelusuri pemegang lahan yang baru membayar 10 hingga 15 persen. Ia menegaskan bahwa pengusaha yang serius harus berani menambah modalnya.

Amsakar juga menegaskan bahwa lahan yang tidak dimanfaatkan dalam jangka waktu tertentu akan ditarik kembali.

“Jika dalam satu hingga dua tahun lahan tersebut tidak dimanfaatkan, kami akan menariknya kembali agar lebih produktif,” ujarnya.

Langkah ini, menurutnya, bertujuan agar lahan di Batam benar-benar digunakan untuk investasi dan pembangunan, bukan hanya dibiarkan terbengkalai.

Kebijakan ini juga sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto. Amsakar optimistis Batam dapat mencapai pertumbuhan ekonomi 9,5 hingga 10 persen, mengingat kota ini memiliki berbagai keunggulan sebagai kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone).

“Batam punya fasilitas khusus seperti bebas Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Barang Mewah (PBMn), dan bea masuk. Ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menarik investasi,” pungkasnya. (*)

Artikel Tak Dibangun, Amsakar Intruksikan Evaluasi Lahan Tidur pertama kali tampil pada Metropolis.

Bareskrim Polri Bongkar Kasus Penyalahgunaan Tabung Gas, Beli LPG 12 Kg Nonsubsidi, Isinya LPG 3 Kg Subsidi

0

batampos – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri membongkar kasus penyalahgunaan tabung gas 3 kilogram (kg). Lima tersangka ditangkap dalam kasus tersebut. Ditaksir kerugian negara mencapai Rp 10 miliar.

Dittipidter Bareskrim Polri Brigjen Nunung Syaifuddin mengungkapkan bahwa penindakan terhadap tindak pidana penyalahgunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi itu terjadi di dua lokasi di Bogor, Jawa Barat, dan Tegal, Jawa Tengah.

“Penindakan yang dilakukan oleh tim penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri terkait dengan laporan-laporan penyalahgunaan LPG bersubsidi oleh beberapa tersangka,” ujarnya.

Penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh tim penyidik dari Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan pemindahan isi gas LPG subsidi 3 kg ke tabung 12 kg nonsubsidi. “Dari hasil penyelidikan yang dilakukan sejak awal Maret, kami berhasil menangkap lima tersangka yang terlibat dalam penyalahgunaan LPG subsidi ini,” paparnya.

Kelima tersangka memodifikasi regulator dan menggunakan es batu untuk menyuntikkan gas dari tabung 3 kg ke dalam tabung 12 kg. ”Kemudian, tabung yang telah disuntikkan ini dijual kepada masyarakat dengan harga yang tidak sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah,” jelasnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan di tiga lokasi tersebut termasuk lebih dari seribu tabung gas, alat suntik, timbangan elektronik, dan kendaraan yang digunakan dalam kegiatan ilegal tersebut.

Total kerugian yang ditimbulkan dari praktik penyalahgunaan ini diperkirakan mencapai lebih dari 10 miliar rupiah, yang mencakup selisih harga dan kerugian bagi konsumen yang menerima gas dengan kualitas yang tidak sesuai. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Bareskrim Polri Bongkar Kasus Penyalahgunaan Tabung Gas, Beli LPG 12 Kg Nonsubsidi, Isinya LPG 3 Kg Subsidi pertama kali tampil pada News.

Generasi Milenial di Anambas Ciptakan Usaha Es Kelapa Rainbow, Raup Keuntungan Rp 500 Ribu per hari

0
Generasi milenial di Taremoa Barat, Nevil dan Aldo dilapak Es Kelapa Rainbow miliknya sembari menunggu pembeli. f.ihsan

batampos– Momentum Ramadan dimanfaatkan generasi milenial untuk menciptakan peluang usaha.

Salah satunya yang digagas oleh Nevil dan Aldo, milenial di Tarempa Barat, Anambas.

Kedua lelaki ini mencoba membuka usaha minuman es kelapa Rainbow yang menyajikan dua varian yakni Melon dan Coco Pandan.

“Minuman ini bahannya kelapa murni, jeruk nipis dan sirup. Ini lah membuat rasanya ada manis dan asam,” ujar Nevil, Kamis, (13/3).

BACA JUGA: Ajak Pengusaha Muda Bergabung, HIPMI Anambas Komitmen Majukan Perekonomian Daerah

Nevil mengatakan usaha ini ia rintis sejak 2021 lalu berawal dari keinginannya untuk mengisi waktu Ramadan dengan kegiatan bermanfaat.

“Dari pada tidur-tidur pas puasa, mending jualan ada manfaatnya juga. Tahun 2021 ikut orang, sekarang jalan kan berdua sama Aldo (rekannya). Sudah 4 tahun juak ini,” kata Nevil.

Dalam sehari, es kelapa rainbow ini mampu terjual hampir 50 cup yang mana untuk harga per cup dijual Rp 12 ribu. Rata-rata omset per hari mencapai Rp 500 ribu.

Khusus hari Jum’at, ia membuat promo berkah yang mana harga es kelapa ini hanya dijual Rp 10 ribu per cup.

“Omset kita Rp 500 ribu per hari. Lumayan, modal tertutup juga,” sebut dia.

Lebih jauh ia mengatakan es kelap rainbow ini hanya dijual ketika bulan Ramadan tiba.

Alasannya tidak jual setiap saat karena ada kesibukan lain sehingga tidak fokus untuk berjualan.

“Mau sih buka setiap saat, cuma kami ni kalau diluar bulan Puasa kerja bongkar ikan. Tak ada waktu, untuk sementara jual pas bulan puasa aja,” kata Nevil.

Nevil mengajak generasi milenal yang ada di Anambas untuk menciptakan peluang usaha agar lapangan kerja tersedia.

Karena selama ini, sambungnya, milenial di Anambas kebanyakan usai lulus sekolah langsung ingin bekerja sebagai honorer di Pemerintah daerah setempat.

“Sekarang kan tidak bisa lagi kerja di Pemkab Anambas, makanya kita milenal yang ciptakan peluang usaha dan buka lapangan kerja. Jangan takut untuk memulai, sakit dahulu senang kemudian,” pungkas Nevil. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Generasi Milenial di Anambas Ciptakan Usaha Es Kelapa Rainbow, Raup Keuntungan Rp 500 Ribu per hari pertama kali tampil pada Kepri.