Rabu, 15 April 2026
Beranda blog Halaman 2170

Masih Banyak Warga Batam yang Gunakan Lajur Kanan dan Langsung Crossing

0
Sejumlah pengendara sepeda motor melintas di Jalan Sudirman, Batam Centre, Rabu (8/1). Pengendara sepeda motor diwajibkan menggunakan lajur kiri jalan, F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pengendara motor yang melintas di jalan lajur 5 masih banyak yang menyalahi aturan. Selain menggunakan lajur kanan, pengendara yang melalui u-turn masih terbiasa langsung crossing dari lajur paling kanan ke lajur paling kiri.

“Seperti ini sangat berbahaya, rawan kecelakaan. Apalagi kalau ada yang kecepatan tinggi,” ujar Wahyu, salah seorang pengendara.

Menurut dia, pemerintah maupun pihak kepolisian harus meningkatkan sosialisasi hingga memasang rambu di sepanjang jalan.

“Ini rambu saja tidak ada. Seharusnya ada juga petugas yang mengarahkan,” katanya.

Baca Juga: Pemko Batam Siapkan Bantuan untuk Korban Bencana Alam

Sementara KBO Satlantas Polresta Barelang, Ipda Yudi Patra meminta kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan berlalu lintas agar ditingkatkan.

“Sosialisasi sudah sering kita lakukan. Tinggak kesadaran masyarakat ditingkatkan,” katanya.

Kanit Turjawali Satlantas Polresta Barelang, Iptu Yelvis Oktaviano mengatakan pengendara sepeda motor wajib menggunakan lajur kiri. Aturan ini sesuai Pasal 108 UU nomor 22 tahun 2009 terkait angkutan lalu lintas jalan.

“Lajur kanan jalan raya itu hanya digunakan kendaraan berkecepatan tinggi dan mutar arah,” ujarnya.

Baca Juga: Hujan Tak Ganggu Aktivitas Transportasi Laut di Pelabuhan Pancung Sekupang

Untuk itu, Yelvis mengimbau pengendara motor untuk tetap mematuhi aturan demi keselamatan diri sendiri dan pengendara lainnya.

“Selain sepeda motor, imbauan kepada kendaraan roda empat atau lebih jika berkecapatan rendah juga menggunakan lajur kiri,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel Masih Banyak Warga Batam yang Gunakan Lajur Kanan dan Langsung Crossing pertama kali tampil pada Metropolis.

Pemko Batam Siapkan Bantuan untuk Korban Bencana Alam

0
Yudi menunjukkan rumahnya yang tertimpa longsor di RT 01 RW 03 Kampung Bawean, Sei Panas, Senin (13/1). f.yofi

batampos – Pemerintah Kota Batam akan menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah. Bantuan ini akan diberikan melalui anggaran Bantuan Tak Terduga (BTT) sesuai dengan tingkat kerusakan yang dialami warga akibat bencana alam, termasuk banjir dan longsor.

“Sesuai arahan pimpinan, semua bencana di Kota Batam harus segera ditangani, terutama untuk rumah yang mengalami kerusakan berat,” ujar Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, Selasa (14/1)

Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan akibat tanah longsor. Longsor tidak hanya menyebabkan kerusakan berat dan ringan pada rumah, tetapi juga memutus akses jalan di beberapa lokasi.

“ Sementara itu, banjir yang melanda sejumlah titik bersifat sementara karena air surut setelah hujan reda,” katanya.

Untuk warga terdampak banjir, pihak kelurahan telah mengungsikan mereka ke lokasi yang lebih aman.

Pemerintah Kota Batam memastikan bahwa bantuan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Wali Kota (Perwako).

“Tim akan turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi tingkat kerusakan. Bantuan akan disalurkan, termasuk santunan bagi keluarga korban yang meninggal dunia akibat bencana,” jelas Sekda.

Selain bantuan langsung, akses jalan yang terdampak longsor juga menjadi prioritas perbaikan. Contohnya, longsor di kawasan Tiban Koperasi telah mengakibatkan beberapa warga di Blok S mengungsi untuk menghindari potensi longsor susulan.

Dinas terkait diminta segera menangani perbaikan jalan dan memastikan warga mendapat perlindungan yang memadai.

“Saya instruksikan agar seluruh syarat administrasi yang diatur dalam Perwako segera disiapkan sehingga bantuan dapat diberikan tanpa hambatan kepada warga terdampak,” tambah Sekda.

Dengan langkah-langkah ini, Pemerintah Kota Batam berkomitmen menangani dampak bencana alam secara cepat dan efektif, memastikan warga yang terdampak mendapatkan bantuan serta dukungan yang mereka butuhkan. (*)

 

 

Reporter: Azis Maulana

 

Artikel Pemko Batam Siapkan Bantuan untuk Korban Bencana Alam pertama kali tampil pada Metropolis.

Imigrasi Batam Tolak Penerbitan 191 Paspor yang Terindikasi PMI Ilegal

0
Ilustrasi. Para calon PMI ilegal yang diselamatkan oleh Ditpolairud Polda Kepri.

batampos – Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Batam menunda atau menolak penerbitan sebanyak 191 paspor sepanjang tahun 2024. Penundaan ini dilakukan karena dokumen tersebut terindikasi akan digunakan oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural atau ilegal.

Sebagai langkah pencegahan, Imigrasi Batam juga berhasil menggagalkan keberangkatan 3.337 orang yang diduga akan menjadi PMI ilegal. Pencegahan ini dilakukan di Pelabuhan Citra Tri Tunas, Batamcenter, Sekupang, serta Bandara Hang Nadim.

“Kami terus memperketat pengawasan terhadap pembuatan paspor untuk mencegah perjalanan PMI ilegal dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang semakin marak,” ungkap Kepala Kantor Imigrasi Batam, Hajar Aswad, Rabu (15/1).

Hajar menjelaskan bahwa letak geografis Batam yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura menjadikannya wilayah yang rawan terhadap praktik TPPO.

Hal ini mendorong Imigrasi Batam untuk memperketat sistem pembuatan paspor sekaligus meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait.

“Kami telah bekerja sama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kepri untuk memberikan sosialisasi dan pembekalan terkait dokumen keimigrasian kepada calon PMI secara berkala,” tambahnya.

Sebagai upaya penyebaran informasi keimigrasian, Imigrasi Batam juga melaksanakan program Desa Binaan Imigrasi. Program ini melibatkan perangkat desa di Kelurahan Batam Center, Kelurahan Tiban, serta Pondok Pesantren Abdul Dhohir di Sekupang.

“Melalui program ini, kami berharap masyarakat lebih memahami pentingnya prosedur resmi dalam pengurusan dokumen keimigrasian,” jelas Hajar.

Selain upaya pencegahan PMI ilegal, Imigrasi Batam mencatat peningkatan penerbitan paspor pada tahun 2024. Sebanyak 107.775 paspor diterbitkan, terdiri dari 59.057 paspor biasa dan 48.718 paspor elektronik.

“Jumlah ini meningkat lima persen dibandingkan dengan tahun 2023, di mana kami hanya menerbitkan 102.339 paspor yang terdiri dari 76.541 paspor biasa dan 25.798 paspor elektronik,” ungkapnya.

Hajar berharap masyarakat Batam terus mendukung upaya pemerintah dalam memberantas TPPO dan PMI nonprosedural dengan menaati prosedur resmi pengurusan dokumen perjalanan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur dengan tawaran pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Pastikan perjalanan ke luar negeri dilakukan melalui jalur resmi,” ujarnya. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Imigrasi Batam Tolak Penerbitan 191 Paspor yang Terindikasi PMI Ilegal pertama kali tampil pada Metropolis.

Hujan Tak Ganggu Aktivitas Transportasi Laut di Pelabuhan Pancung Sekupang

0
Aktivitas penumpang di Pelabuhan Pancung Sekupang, Rabu (15/1). Rute Sekupang–Belakangpadang merupakan salah satu jalur transportasi laut utama bagi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau sekitar Batam. Foto: Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Hujan deras yang mengguyur Kota Batam sejak beberapa hari terakhir tak memengaruhi aktivitas transportasi laut di Pelabuhan Pancung Sekupang. Kapal pompong yang melayani rute Sekupang–Belakang Padang dan sebaliknya tetap beroperasi normal seperti biasa, meski cuaca di wilayah perairan cenderung hujan disertai angin.

Salah satu warga Belakangpadang, Yudi mengaku tidak terlalu khawatir dengan kondisi cuaca hujan disertai angin. Menurutnya, situasi seperti ini sudah sering terjadi dan menjadi hal biasa bagi masyarakat yang kerap menggunakan transportasi laut.

“Ini sudah sering terjadi. Kami tetap naik kapal pompong seperti biasa. Apalagi setiap kapal pompong sudah dilengkapi dengan life jacket sesuai kapasitas penumpang, jadi tidak terlalu khawatir,” katanya, Selasa (15/1).

Namun, tidak semua warga memiliki keberanian yang sama. Iwan, warga Batam yang hendak menuju Belakangpadang, memilih untuk menunda perjalanan jika cuaca terlalu buruk. Baginya, keselamatan adalah yang utama.

“Kalau hujan lebat disertai angin kencang, biasanya saya tunggu dulu sampai cuaca lebih baik. Tak berani naik pompong kalau kondisi terlalu ekstrem,” ungkapnya.

Para penambang pompong di Pelabuhan Pancung Sekupang memastikan layanan tetap berjalan aman dengan mematuhi standar keselamatan yang ada. Mereka juga mengimbau penumpang untuk selalu menggunakan life jacket saat menyeberang, terutama di tengah cuaca yang tidak bersahabat.

“Alhamdulillah sejauh ini gak ada masalah, memang beberapa hari ini cuaca hujan dan angin jerapah melanda wilayah Batam namun itu tak menganggu aktifitas kita di pelabuhan, ” ujar Ali, salah seorang penambang pancung.

Hal senada dikatakan penambang pancung lainnya, Isak. Ia mengaku tetap memantau kondisi cuaca sebelum berlayar. Jika cuaca dianggap terlalu ekstrem, maka keberangkatan kapal akan ditunda demi keselamatan bersama.

“Kami selalu memeriksa situasi cuaca terlebih dahulu. Kalau hujan lebat disertai badai, kami lebih memilih untuk menunda keberangkatan sementara waktu,” jelasnya.

Rute Sekupang–Belakangpadang merupakan salah satu jalur transportasi laut utama bagi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau sekitar Batam. Meski hujan sering terjadi selama musim penghujan, aktivitas di pelabuhan tetap berjalan lancar dengan pengawasan ketat dari operator kapal. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Hujan Tak Ganggu Aktivitas Transportasi Laut di Pelabuhan Pancung Sekupang pertama kali tampil pada Metropolis.

Sudah 3 Hari Air Tak Ngalir ke Daerah Tiban, Fiska: Saya Mandi Pakai Air Galon

0
ilustrasi

batampos– Sejumlah warga Tiban, Sekupang, menghadapi krisis air bersih yang telah berlangsung selama tiga hari terakhir. Gangguan ini sangat menghambat aktivitas sehari-hari, seperti mandi, mencuci, dan memasak. Hingga kini, belum ada kepastian dari pihak terkait mengenai kapan pasokan air akan kembali normal.

Rifki, salah seorang warga Perumahan Tiban Airis, mengatakan bahwa pasokan air mulai mati sejak Selasa dini hari (14/1) sekitar pukul 01.00. Ia mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama bagi keluarga yang memiliki anak kecil.

“Semalam memang ada mobil tangki yang datang untuk mendistribusikan air, tapi tidak semua rumah kebagian. Sampai sekarang tidak ada pengumuman kapan air hidup lagi. Kami harus mandi pakai air galon. Bahkan untuk mencuci pakaian saja susah,” ungkap Rifki, Rabu (15/1).

Hal serupa dirasakan Fiska, warga Perumahan Akasia. Ia menjelaskan bahwa air di wilayahnya sudah mati sejak Senin malam (13/1). Krisis ini membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan dasar.

“Ini sudah tiga hari air mati. Saya sampai mandi pakai air galon karena tidak ada pilihan lain. Kami benar-benar tidak tahu kapan air akan normal lagi. Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari,” keluhnya.

BACA JUGA: Ada Perbaikan Pipa DN 800mm di Simpang Punggur, Suplai Air Bersih Terganggu, Cek Wilayah Terdampak …

Fiska menambahkan, dirinya berharap Air Batam Hilir (ABH) sebagai pengelola layanan air bersih di Batam segera memberikan solusi. Ia menegaskan bahwa air adalah kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda.

“Bagaimana kami mau beraktivitas kalau air mati? Anak-anak juga sangat terganggu. Kami hanya ingin ada solusi cepat dari pemerintah,” tambah Fiska.

Sementara itu, melalui akun resminya, ABH menyampaikan bahwa gangguan ini berdampak pada beberapa kawasan seperti Patam Lestari, Woodland, Akasia, Sekupang, Tanjung Riau, Tiban Palem Nirwana, Rhabayu, Kavling Tiban 2-3, Irene, CGM, Masyeba Permai, Delta Villa, Green Boulevard, Tiban Koperasi, Tiban Housing, Bukit Permai, dan sekitarnya.

ABH menjelaskan bahwa gangguan ini terjadi akibat penurunan drastis kualitas air baku di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) Sei Harapan. Hal ini disebabkan oleh tingginya intensitas hujan di daerah tangkapan air Waduk Sei Harapan, yang menyebabkan tingkat kekeruhan air (NTU) meningkat signifikan.

“Semenjak beberapa hari hujan ini, NTU (tingkat kekeruhan air) naik, sehingga kurang baik jika didistribusikan ke pelanggan. Saat ini baru 50 persen kemampuan dari IPA Harapan dapat mendistribusikan air. Jika dipaksakan dengan menambahkan klorin terlalu banyak, hal itu tidak baik untuk kulit dan kesehatan. Jadi, distribusi dilakukan perlahan sambil menunggu tingkat NTU bahan baku air menurun,” tulis ABH dalam keterangan resminya. (*)

Reporter: Rengga

Artikel Sudah 3 Hari Air Tak Ngalir ke Daerah Tiban, Fiska: Saya Mandi Pakai Air Galon pertama kali tampil pada Metropolis.

PURI Raup Omset Rp332 Miliar atas Penjualan Apartemen The Monde City

0
Club House Apartemen The Monde City.

batampos – PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) berhasil meraup total omset sebesar Rp332 Miliar lebih sampai akhir tahun 2024 atas penjualan proyek Apartemen The Monde City Batam.

Menurut Direktur PT Puri Karya Bersama, Tanri Rusli, total omset tersebut hanya berasal dari penjualan 4 Tower Phase 1 The Monde City, belum termasuk total omset atas penjualan proyek lain.

Sebagaimana diketahui pada tahun 2020, berbekal dana hasil IPO sebesar Rp30.38 miliar, PURI telah melakukan pembelian sebidang tanah SHGB seluas kurang lebih 4.3 hektar melalui entitas anak, PT Puri Karya Bersama.

Tanah tersebut digunakan untuk membangun 10 Tower Apartemen The Monde City dengan target total omset sebesar Rp1,5 triliun. Pembangunan dan penjualan The Monde City sendiri terbagi menjadi beberapa phase, yang mana, pada tahun 2025 ini, PURI fokus merampungkan Phase 1 yang terdiri atas 4 Tower dengan jumlah 1.264 unit serta target omset sebesar Rp514 miliar.

Letak The Monde City yang strategis berlokasi di Pasir Putih, Batam Center berdekatan dengan lokasi wisata, pasar tradisional, kantor pemerintahan, padat penduduk, serta bersebelahan dengan Sekolah Mondial, menjadikannya sebagai investasi properti dengan return yang menjanjikan.

“The Monde City, yang berlokasi di Batamcenter, dirancang sebagai hunian modern dengan lebih dari 50 fasilitas dalam 7 kategori, termasuk kuliner, olahraga, hiburan anak-anak, hingga kesehatan dan kecantikan. Setiap tower memiliki 25 lantai dengan 312 unit per tower,” ujar Tanri Rusli.

Bahkan, kata Tan Rusli pada tahun 2021, The Monde City juga memenangkan penghargaan sebagai Best Affordable Condo Development pada ajang Indonesia Property Award yang diadakan oleh Property Guru.

Kota Batam sendiri berada di Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone) menjadikannya sebagai wilayah incaran para investor. Batam adalah wilayah yang ramah investasi terutama di bidang properti, sehingga tidak heran apabila Batam menjadi kota dengan tingkat ekonomi tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau.

Adapun PURI merupakan Developer pertama kebanggaan Kota Batam yang berhasil mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2020.

“Selain karena nilai proyek The Monde City itu sendiri yang menjanjikan, kinerja membanggakan tersebut juga tidak luput dari fakta bahwa lokasi proyek tersebut terletak di jantung Kota Batam. Sehingga PURI melihat adanya prospek yang menjanjikan atas proyek-proyek PURI di Kota Batam,” kata Tanri Rusli. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel PURI Raup Omset Rp332 Miliar atas Penjualan Apartemen The Monde City pertama kali tampil pada Metropolis.

Mantan Ketua KPU RI Arief Budiman Ngaku Dicecar 29 Pertanyaan Oleh Penyidik KPK

0
Mantan Ketua KPU RI Arief Budiman usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) Anggota DPR RI periode 2019-2024 dan perintangan penyidikan.

batampos – Mantan Ketua KPU RI Arief Budiman telah selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) Anggota DPR RI periode 2019-2024 dan perintangan penyidikan, yang menjerat Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Harun Masiku. Arief menyatakan, materi pemeriksaan yang didalami penyidik KPK tidak jauh berbeda saat pertama kasus ini bergulir, pada 2020 lalu.

“Keterangannya sama seperti lima tahun lalu. BAP-nya lima tahun lalu, sama persis nggak ada yang baru. (Ditanya) 29 pertanyaan,” kata Arief usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (15/1).

Arief enggan menjelaskan lebih lanjut terkait materi pemeriksaan yang didalami penyidik KPK terhadap dirinya. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik terkait kasus suap PAW DPR yang saat ini tengah didalami KPK.

“Tanya sama penyidiknya aja deh, saya sih keterangannya tidak ada yang ditambahkan tetap sama,” ucap Arief.

Di sisi lain, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto telah diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik KPK, pada Senin (13/1). Meski berstatus tersangka, KPK tidak langsung menahan Hasto saat menjalani pemeriksaan pertama.

Pemeriksaan terhadap Hasto itu merupakan penjadwalan ulang yang seharusnya diperiksa, pada Senin (6/1) lalu. Hasto Kristiyanto menyandang status tersangka kasus dugaan suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) Anggota DPR RI periode 2019-2024 dan perintangan penyidikan Harun Masiku.

Selain Hasto, KPK juga menetapkan Donny Tri Istiqomah yang merupakan orang kepercayaan Hasto dalam kasus dugaan pemberian suap. Sementara, Donny belum diagendakan untuk hadir sebagai tersangka. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Mantan Ketua KPU RI Arief Budiman Ngaku Dicecar 29 Pertanyaan Oleh Penyidik KPK pertama kali tampil pada News.

Kejagung Amankan Barang Bukti Rp 21 Miliar dari Mantan Ketua PN Surabaya Rudi Suparmono

0
Rudi Suparmono, tersangka kasus dugaan suap hakim pembebas Ronald Tannur, keluar dari Gedung Kejaksaan Agung. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

batampos –Mantan Ketua Pengadilan Negeri Surabaya (PN Surabaya) Rudi Suparmono diduga menerima sejumlah uang dalam kasus suap putusan bebas Gregorius Ronald Tannur. Dari hakim tinggi Pengadilan Tinggi Sumatera Selatan (Sumsel) itu, penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) mengamankan barang bukti uang dengan jumlah lebih dari Rp 21 miliar.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar menyampaikan, uang yang diduga mengalir sampai ke tangan Rudi berasal dari terdakwa Lisa Rachmat dan Meirizka Widjaja. Uang tersebut diberikan untuk mengatur perkara Ronald Tannur. Mulai menentukan susunan majelis hakim, ketua majelis hakim, hingga memastikan putusan bebas untuk Ronald Tannur.

”Bahwa upaya terdakwa Lisa Rachmat untuk mengurus majelis hakim yang akan menangani perkara Ronald Tannur disampaikan kepada terdakwa Meirizka Widjaja melalui pesan WhatsApp yang tertulis Gien, sekiranya kamu bisa kasih aku 250 nya kapan aku mau kasih tuk memilih. Namun karena terdakwa Meirizka Widjaja belum tersedia uang, terdakwa Lisa Rachmat menalangi terlebih dahulu,” terang Harli pada Selasa (14/1) malam.

Pada 1 Juni 2024, Lisa Rachmat menyerahkan amplop berisi SGD 150 ribu dalam pecahan SGD 1.000 kepada Erintuah Damanik yang saat itu menjadi hakim ketua dalam perkara Ronald Tannur. Amplop tersebut diserahkan di Gerai Dunkin Donuts Bandara Ahmad Yani Semarang.

Dua minggu kemudian, Erintuah Damanik menyerahkan dan membagi uang tersebut kepada Mangapul dan Heru Hanindyo sebagai hakim anggota. Adapun rincian pembagian uang tersebut SGD 38 ribu untuk Erintuah Damanik, SGD 36 ribu untuk Mangapul, dan SGD 36 ribu untuk Heru Hanindyo.

”Dalam pembagian tersebut, diduga RS (Rudi Suparmono) yang saat itu telah pindah tugas menjadi ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mendapat bagian sebesar SGD 20 ribu melalui terdakwa Erintuah Damanik dan sebesar SGD 10 ribu untuk S selaku panitera pengganti,” jelas Harli.

Selain itu, Rudi diduga menerima uang lain dari Lisa sebesar SGD 43 ribu. Dalam penggeledahan di rumah Lisa di Surabaya, penyidik menemukan amplop putih dengan tulisan Big SGD Diambil 43.000 P. Rudi PN SBY Milih Hkm Ketua PN. SBY Ronald.

Uang itu diduga kuat diberikan kepada Rudi untuk memilih majelis hakim perkara Ronald Tannur. Secara keseluruhan, Lisa dan Meirizka telah mengeluarkan uang Rp 3,5 miliar untuk mengurus perkara Ronald Tannur di PN Surabaya.

Kemarin, penyidik juga menggeledah dua rumah Rudi di Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat dan Palembang, Sumsel. Dari Palembang, penyidik mengamankan satu unit telepon genggam. Di Cempaka Putih, penyidik mengamankan barang bukti satu unit telepon genggam dan uang tunai berbagai pecahan mata uang yang disimpan dalam tiga koper dan satu tas di mobil B 1611 RSP atas nama Nelsi Susanti (Istri Rudi). Berikut rinciannya.

  1. Uang rupiah sebesar Rp 501.441.000
  2. Uang rupiah sebesar Rp 382.000.000
  3. Uang rupiah sebesar Rp 653.403.000
  4. Uang rupiah sebesar Rp 192.000.000
  5. USD 328.600 jika dikonversikan senilai Rp 5.257.600.000
  6. USD 52.500 jika dikonversikan senilai Rp 840.000.000
  7. USD 7.500 jika dikonversikan senilai Rp 120.000.000
  8. SGD 595.726 jika dikonversikan senilai Rp 7.148.712.000
  9. SGD 77.200 jika dikonversikan senilai Rp 926.400.000
  10. SGD 426.700 jika dikonversikan senilai Rp 5.120.400.000

”Sehingga total barang bukti uang yang ditemukan penyidik jika dikonversikan jumlahnya adalah sekitar Rp 21.141.956.000,” jelas Harli. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Kejagung Amankan Barang Bukti Rp 21 Miliar dari Mantan Ketua PN Surabaya Rudi Suparmono pertama kali tampil pada News.

Buaya Masih Banyak Berkeliaran, Masyarakat Resah

0
Dua ekor buaya yang berhasil ditangkap.

batampos – Pulau Bulan masih jadi sorotan setelah munculnya sejumlah buaya di berbagai lokasi di wilayah tersebut. Keberadaan reptil buas ini viral di media sosial, memicu kekhawatiran warga sekitar, terutama yang tinggal di daerah pesisir dan sering beraktivitas di perairan.

Salah satu video yang viral memperlihatkan beberapa ekor buaya berkeliaran di perairan Gerating. Video tersebut direkam oleh seorang penumpang pancung boat yang melintas. Selain itu, warga Pulau Buluh juga melaporkan penampakan buaya di sekitar pelabuhan mereka, menambah keresahan masyarakat setempat.

Kapolsek Bulang, Iptu Adyanto Syofyan, mengonfirmasi bahwa peristiwa ini bermula dari banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada Senin dini hari. Banjir yang diakibatkan oleh hujan deras merusak kandang penangkaran buaya milik PT Perkasa Jaya Karunia (PJK) di Kelurahan Baru Legong, Kecamatan Bulang. Akibatnya, sejumlah buaya lepas dari penangkaran.

“Buaya yang lepas dari lokasi penangkaran memiliki ciri khusus, yakni terdapat potongan pada siripnya. Hingga saat ini, lima ekor buaya yang memiliki tanda tersebut telah berhasil ditangkap,” ujar Iptu Adyanto. Selain itu, tim juga menangkap tiga ekor buaya liar lainnya yang ditemukan di sekitar lokasi.

Tim gabungan yang terdiri dari polisi, petugas penangkaran, dan relawan masyarakat terus bekerja keras untuk menangkap buaya-buaya yang masih berkeliaran. Mereka juga berkoordinasi dengan pihak penangkaran untuk memastikan tidak ada lagi buaya yang lolos dari pengawasan.

Camat Bulang, Ramadan, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika melihat buaya di sekitar mereka. “Kami meminta masyarakat untuk tidak mendekati buaya jika melihatnya. Segera hubungi petugas agar dapat ditangani dengan aman,” kata Ramadan.

Meskipun beberapa buaya telah berhasil ditangkap, warga tetap merasa cemas. Salah satu warga, Arif, mengaku khawatir untuk beraktivitas di sungai atau laut. “Biasanya saya memancing di sore hari, tapi sekarang saya takut. Buaya ini bisa muncul kapan saja,” ujar Arif.

PT Perkasa Jaya Karunia menyatakan akan memperbaiki kerusakan kandang mereka dan memperketat pengamanan di lokasi penangkaran. Mereka juga berkomitmen untuk membantu proses penangkapan buaya yang lepas.

Fenomena ini mengingatkan pentingnya pengawasan dan pengelolaan penangkaran hewan berbahaya, terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana alam seperti banjir. Pemerintah daerah diharapkan dapat memperketat regulasi terkait penangkaran agar kejadian serupa tidak terulang.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih berupaya menangkap buaya yang tersisa. Warga Pulau Bulan diimbau untuk terus waspada dan berhati-hati, terutama di sekitar perairan. Keamanan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden ini. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Buaya Masih Banyak Berkeliaran, Masyarakat Resah pertama kali tampil pada Metropolis.

Roby Serahkan Bantuan 20 Kapal untuk Nelayan Bintan

0
Bupati Bintan, Roby Kurniawan menaiki kapal yang akan diserahkan untuk nelayan di Sungai Kecil Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Selasa (14/1/2025). F.Kiriman Andi untuk Batam Pos.

batampos– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan menyerahkan bantuan 20 unit kapal untuk nelayan.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Bintan, Roby Kurniawan untuk dua kelompok nelayan di Sungai Kecil, Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Selasa (14/1/2025).

“Semoga bantuan ini dapat meningkatkan hasil tangkapan nelayan dan meningkatkan ekonomi serta kesejahteraan nelayan,” ujar Roby.

BACA JUGA: HAB ke79, Kemenag Kepri Gelar Upacara hingga Beri Bantuan Buat Kaum Dhuafa dan Anak Yatim

Dia berpesan kepada nelayan penerima bantuan agar menjaga kapal yang sudah diberikan dengan sebaik-baiknya.

Bantuan hibah sarana perikanan tangkap ini bersumber dari APBD Perubahan Bintan TA 2024.

Kelompok Nelayan pertama yakni KUB Maju Bersama yang berasal dari Desa Sebong Lagoi menerima bantuan hibah berupa 10 unit Kapal Fiber penangkap ikan 1 GT.

Sementara KUB Sekera Bersatu yang berasal dari Kecamatan Bintan Utara menerima bantuan hibah berupa 10 unit Kapal Fiber Ketinting. (*)

Reporter: SLamet

Artikel Roby Serahkan Bantuan 20 Kapal untuk Nelayan Bintan pertama kali tampil pada Kepri.