Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2174

28 Orang Dilatih Jadi Barista dan Tata Rias di Bintan

0
Sekda Bintan, Ronny Kartika berbincang dengan peserta pelatihan kewirausahaan barista dan tata rias di Awandari Resort Hotel, Senin (17/2/2025). F.Fandi untuk Batam Pos.

batampos– Dispora Bintan melaksanakan pelatihan kewirausahaan barista dan tata rias yang diikuti 28 orang peserta di Awandari Resort Hotel, Senin (17/2/2025).

Kepala Dispora Bintan, Alfeni Harmi menyebut, awalnya ada 400 pendaftar yang ingin mengikuti pelatihan ini.

400 orang tersebut diseleksi sehingga diperoleh 14 peserta barista dan 14 peserta tata rias yang mengikuti pelatihan.

BACA JUGA: Jadi Pilihan untuk Transit, Onyx Hotel & Villa Tawarkan Konsep Penginapan Tersembunyi yang Nyaman bagi Wisatawan

Seluruh peserta mengikuti pelatihan selama 2 hari. Mereka mendapat alat rias dan alat barista lengkap dengan meja dan kursi.

Sekda Bintan, Ronny Kartika mengharapkan, pelatihan ini dapat mengasah dan meningkatkan keahlian putra-putri Bintan sehingga mereka dapat mengembangkan usaha. (*)

Reporter: Slamet

Artikel 28 Orang Dilatih Jadi Barista dan Tata Rias di Bintan pertama kali tampil pada Kepri.

Pelaku Usaha Harapkan BP Batam Percepat Solusi Logistik dan Iklim Investasi

0
Amsakar dan Li Claudia saat kampanye di Putra Jaya Tanjunguncang.

batampos – Dunia usaha menaruh harapan besar kepada duet Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra yang akan memimpin BP Batam secara ex officio sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafky Rasyid, menilai kepemimpinan mereka berpeluang membawa perubahan signifikan dalam kebijakan investasi dan infrastruktur.

“Kami tentu berharap kebijakan BP Batam di bawah kepemimpinan Pak Amsakar dan Bu Li Claudia lebih berpihak kepada investasi, terutama dalam menyelesaikan persoalan logistik yang selama ini menjadi kendala utama,” kata Rafky di Sekupang, Selasa (19/2).

Menurutnya, salah satu hambatan terbesar bagi investor di Batam adalah biaya logistik yang masih tinggi akibat ketergantungan pengiriman barang melalui Singapura. Banyak calon investor yang akhirnya mengurungkan niat berinvestasi karena tingginya biaya kontainer.

“Kita bisa lihat bagaimana Kepala BP sebelumnya, Pak Rudi, membangun pelebaran jalan. Itu kebijakan yang sangat bagus. Namun, tantangan berikutnya adalah bagaimana menekan cost of logistics agar investasi lebih kompetitif,” ujarnya.

Keputusan ex officio yang memasukkan Wakil Wali Kota sebagai bagian dari BP Batam juga merupakan langkah yang berbeda dibandingkan dengan masa sebelumnya, yang hanya melibatkan Wali Kota Batam.

“Ini diharapkan akan semakin memperbaiki kinerja BP Batam ke depan,” ujarnya.

Rafky optimistis kepemimpinan Amsakar yang berpengalaman dalam birokrasi, dipadukan dengan latar belakang Li Claudia Chandra sebagai pebisnis, akan memperkuat investasi di Batam.

“Kami optimistis, dengan pengalaman Pak Amsakar di birokrasi dan latar belakang Bu Li Claudia di dunia usaha, akan ada keseimbangan kebijakan antara regulasi dan kepentingan bisnis,” ungkap Rafky.

(*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Pelaku Usaha Harapkan BP Batam Percepat Solusi Logistik dan Iklim Investasi pertama kali tampil pada Metropolis.

Pengelolaan Sampah di Batam, DLH Akui Keterbatasan Anggaran dan Armada

0
Tumpukan sampah di pinggir jalan Brigjen Katamso, sebelum perumahan Putera Jaya, Kelurahan Tanjunguncang, Batuaji. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos.

batampos – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam, Herman Rozie, menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya mengatasi permasalahan sampah di Batam meski menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan anggaran dan sarana pendukung. Hal itu disampaikannya dalam diskusi bersama mahasiswa dan akademisi yang digelar pada Selasa, (18/2).

Herman menjelaskan bahwa pengelolaan sampah di Batam membutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Ia menyadari banyak kritik yang muncul, terutama dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau Kepulauan (Unrika), namun ia berharap kritik ini dapat menjadi dorongan positif bagi semua pihak untuk berperan aktif dalam mencari solusi.

“Sebagai generasi muda, wajar saja mereka khawatir, ini soal sense of belonging,” ujarnya.

Menurut Herman, salah satu tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah adalah anggaran. Pada 2024, retribusi sampah yang dipungut dari masyarakat mencapai Rp38 miliar, namun dana tersebut masuk ke kas daerah dan tidak langsung dikelola oleh DLH.

“Uang itu baru bisa digunakan tahun berikutnya setelah melalui proses anggaran,” jelasnya.

Sementara itu, anggaran DLH tahun lalu mencapai Rp60 miliar, yang sebagian besar digunakan untuk membayar gaji 1.043 petugas satgas, pemeliharaan sarana, dan pengadaan kendaraan operasional.

Herman juga menyoroti tantangan dalam operasional kendaraan pengangkut sampah yang terus bekerja hingga malam hari. Meskipun dilakukan perawatan ringan, usia kendaraan yang semakin tua menjadi kendala tersendiri.

“Sopirnya berganti, mobilnya tetap jalan terus,” katanya.

Selain kendala anggaran, Herman juga menyoroti masalah lahan untuk Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Menurutnya, sejak 2018 pihaknya telah mengajukan permintaan lahan untuk TPS di berbagai kecamatan, namun hingga kini belum ada kejelasan.

“Kami siap menjalankan kebijakan jika diberikan lahan yang sesuai dengan regulasi, karena lahan untuk TPS harus memiliki status legal atau ‘clear and clean’,” terangnya.

Menanggapi kritik mahasiswa yang mempertanyakan efektivitas pengelolaan sampah, Herman menegaskan bahwa DLH telah melakukan berbagai upaya, termasuk sosialisasi kepada masyarakat. Namun, ia mengakui bahwa mengubah pola pikir masyarakat terhadap pengelolaan sampah bukanlah hal yang mudah.

“Kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah masih menjadi tantangan besar. Kami terus berupaya memberikan edukasi agar masyarakat lebih peduli,” ujarnya.

Herman berharap mahasiswa dan akademisi dapat berperan lebih aktif dalam mencari solusi konkret untuk permasalahan sampah di Batam, bukan hanya sebatas memberikan kritik.

“Sebagai generasi muda, mari kita bersama-sama mencari solusi terbaik untuk kota ini,” tutupnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua GMNI Kota Batam menyampaikan bahwa persoalan sampah di Batam bukan sekadar fenomena, melainkan telah menjadi bagian dari identitas kota, yang terlihat jelas di tengah pesatnya pembangunan.

Menurutnya, kritik yang disampaikan bertujuan untuk mengingatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan fungsi dan tanggung jawabnya dalam menangani masalah ini.

GMNI juga menyoroti masalah kurangnya Tempat Pembuangan Sampah (TPS), yang sering menjadi keluhan warga. Mereka menilai meski sudah ada sosialisasi terkait pengelolaan sampah, namun hasilnya belum memberikan solusi konkret.

Sebagai alternatif, GMNI mendukung pendirian bank sampah untuk mempermudah pengelolaan sampah dan mendesak DLH menyediakan TPS yang layak, bukan sekadar bin kontainer. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Pengelolaan Sampah di Batam, DLH Akui Keterbatasan Anggaran dan Armada pertama kali tampil pada Metropolis.

Laptop Ringan, Baterai Tahan Lama, Cek Ya …

0

batampos – Pada era digital saat ini, produktivitas kita sangat bergantung pada perangkat kerja yang andal. Bagi para profesional yang sering berpindah tempat, menghadiri rapat, menyusun dokumen, hingga menyiapkan laporan keuangan, memiliki laptop ringan dengan daya tahan baterai panjang adalah sebuah keharusan.

Di pasaran, tersedia berbagai pilihan laptop ringan dengan desain, fitur, dan performa yang beragam. Namun, satu faktor esensial yang tidak boleh diabaikan adalah masa aktif baterai. Laptop dengan baterai tahan lama memastikan pekerjaan tetap lancar tanpa perlu sering mencari colokan listrik, sehingga mendukung mobilitas dan efisiensi kerja.

Jadi, berapa lama idealnya daya tahan baterai untuk laptop kerja? Simak selengkapnya.

Dua faktor krusial di atas, yakni bobot yang ringan dan masa aktif baterai panjang coba dijawab ASUS lewat laptop ringan terbarunya yakni seri ASUS Zenbook A14 UX3407.

Laptop tipis yang baru saja mendarat di pasaran Indonesia tersebut sanggup memenuhi dua aspek esensial yang kita butuhkan. Ringan dengan bobot hanya 899gram dan baterai awet hingga 19 jam.

 

Laptop Ringan dengan Material Dasar Ceraluminum

Sebagai sebuah laptop tipis ultraportable, laptop ringan ASUS Zenbook 14 UX3407 menggunakan materi khusus yang ditemukan oleh ASUS, yang disebut dengan Ceraluminum. Material yang dikembangkan selama lebih dari empat tahun ini merupakan gabungan dari kata ceramic dan aluminum.

Berbahan dasar aluminum yang dioksidasi, Ceraluminum menggabungkan keunggulan kedua sifat dasar material tersebut. Yakni sifat ringan dan kuat milik aluminium, dengan sifat daya tahan anti-gores yang baik dari material keramik.

Berbeda dengan pelapis tradisional, Ceraluminum adalah lapisan teroksidasi yang tumbuh dari aluminium ketika aluminium direndam dalam wadah elektrolit yang berisi air murni dan mineral dan diberi aliran listrik. Proses tersebut menjadikan Ceraluminum sebagai bagian unik dari aluminium, memastikan bahwa material tersebut 100% dapat didaur ulang dan ramah lingkungan.

Setiap bagian Ceraluminum juga unik karena arus listrik yang digunakan selama proses produksi menciptakan pola yang berbeda-beda. Hal ini menjadikan setiap potongan Ceraluminum menjadi sebagai karya seni tersendiri, dengan warna yang artistik, tanpa perlu dicat.

Dua varian warna ASUS Zenbook A14, yang akan tersedia di pasaran Indonesia, yakni Zabriskie Beige dan Iceland Gray, merupakan murni hasil dari proses oksidasi aluminum. Tidak ada pemberian pewarna tambahan pada proses produksinya, dan menjadikan laptop ringan ASUS Zenbook A14 menjadi salah satu laptop AI yang paling ringan di dunia, dengan bobot hanya 899 gram yang sekaligus ramah lingkungan .

Masa Aktif Baterai Hingga 19 Jam

Menjawab pertanyaan di atas, yakni kebutuhan atas laptop ringan dengan masa aktif baterai yang panjang, ASUS menghadirkan laptop ringan ASUS Zenbook A14 UX3407. Secara bentuk, laptop ringan ini sepintas sama seperti laptop tipis premium ASUS lainnya. Ia memiliki ketebalan hanya 1,59 cm di sudut tertebalnya dan 1,34cm saja di sisi tertipisnya.

Meski tipis, laptop AI yang satu ini masih mampu menyimpan baterai berkapasitas 48WHrs di dalamnya. Baterai 48WHrs sendiri memang bukan baterai paling besar. Seri ASUS Vivobook Pro 14X OLED menawarkan baterai berkapasitas 63WHrs. Adapun varian ASUS Vivobook Pro 16X OLED menawarkan baterai badak, berkapasitas 96WHrs yang menawarkan masa aktif seharian, meskipun menggunakan GPU discrete performa tinggi.

Yang membuat baterai 48WHrs milik ASUS Zenbook A14 UX3407 panjang umur adalah penggunaan prosesor Qualcomm® Snapdragon® X X1 26 100 Processor yang punya 8 core dan 8 thread. Prosesor ini sangat hemat energi namun memiliki chip Neural Processing Unit (NPU) Qualcomm® Hexagon™ yang memiliki performa hingga 45TOPS.

Qualcomm® sendiri dikenal sebagai produsen prosesor untuk smartphone dan tablet yang menawarkan kinerja tinggi namun dengan penggunaan daya yang hemat. Dibandingkan dengan prosesor berteknologi x86 yang biasa digunakan pada PC desktop dan laptop kerja pada umumnya, prosesor berbasis arsitektur ARM yang biasa dipakai di smartphone dan tablet yang secara natural punya efisiensi daya yang jauh lebih tinggi.

Dengan optimasi yang dilakukan ASUS, dengan baterai berkapasitas 48WHrs pada ASUS Zenbook A14 UX3407 sanggup membuat laptop ringan ini dapat digunakan secara non stop hingga 19 jam pemakaian sebelum baterainya benar-benar habis, tergantung aplikasi yang dipakai, metode multitasking yang dijalankan dan juga tingkat kecerahan layar yang diatur.

Kalaupun digunakan secara intensif non stop, dengan aplikasi office dan terhubung ke Internet pada tingkat kecerahan layar 50%, laptop ringan ini masih sanggup menawarkan masa aktif baterai di atas 12 jam. Artinya, kalau Anda bekerja lembur dari jam 9 pagi di kantor lalu baru beranjak pulang ke rumah jam 9 malam, ASUS Zenbook A14 Anda masih ada baterainya begitu Anda sampai rumah dan langsung lanjut kerja lagi. Artinya, inilah laptop kerja yang ideal untuk Anda. (*)

Artikel Laptop Ringan, Baterai Tahan Lama, Cek Ya … pertama kali tampil pada Lifestyle.

Dinkes Kepri Targetkan 400 Ribu Warga Manfaatkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

0
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Mochammad Bisri. 

batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri menargetkan sekitar 400 ribu warga atau 20 persen dari total penduduk di wilayah tersebut untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis (PKG).

Kepala Dinkes Kepri, Mochammad Bisri, mengatakan seluruh puskesmas di wilayah Kepri telah siap melayani PKG bagi masyarakat. Program ini dapat menjangkau lebih banyak warga agar kesehatan masyarakat Kepri semakin terjaga.

“Total penduduk se-Kepri lebih dari dua juta jiwa. Target kami kalau bisa mencapai 20 persen sudah bagus, itu sekitar 400 ribu orang. Semua puskesmas sudah melayani PKG. Kemarin yang menyusul di minggu kedua itu Karimun, sedangkan di Batam sudah berjalan di seluruh puskesmas,” ujar dia, Rabu (19/2).

Meski demikian, ia mengakui target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat lebih tinggi, yakni 40 persen dari total penduduk. Namun, Bisri menilai angka tersebut cukup sulit dicapai mengingat keterbatasan fasilitas dan tenaga medis yang tersedia di puskesmas.

“Saya masih menghitung kemampuan kita secara real. Karena kalau dihitung secara normal dengan kondisi saat ini, ada puskesmas yang memiliki penduduk hingga 53 ribu orang, itu baru selesai dalam lima tahun jika dalam sehari hanya bisa melayani 40 orang maksimal,” katanya.

Saat ini, puskesmas di Kepri melayani pemeriksaan kesehatan gratis untuk sekitar 30 hingga 40 orang setiap harinya. Antusiasme masyarakat terhadap program ini cukup tinggi, tetapi upaya sosialisasi terus dilakukan untuk memastikan lebih banyak warga mengetahui layanan ini.

Menurut Bisri, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui informasi mengenai PKG. Oleh karena itu, Dinkes Kepri terus menggalakkan sosialisasi melalui berbagai media agar cakupan layanan ini semakin luas.

“Makanya saya minta di setiap puskesmas dipasang spanduk informasi mengenai PKG. Selain itu, promosi juga dilakukan melalui berbagai media sosial seperti Instagram dan TikTok. Setiap hari kami selalu melakukan promosi agar informasi ini tersebar luas,” ujar Bisri.

Selain itu, dirinya juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan ini dengan segera. Masyarakat yang ingin mendapatkan PKG hanya perlu mendaftar melalui aplikasi Satu Sehat dan membawa KTP saat datang ke puskesmas terdekat.

Program PKG ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dengan memberikan akses pemeriksaan gratis yang mudah dijangkau. Dengan adanya program ini, masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya dan melakukan pemeriksaan secara rutin.

Dinkes Kepri juga akan terus memantau perkembangan program ini dan melakukan evaluasi berkala untuk meningkatkan efektivitas layanan. Jika diperlukan, mereka akan mencari solusi agar target yang ditetapkan dapat tercapai dengan maksimal. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Dinkes Kepri Targetkan 400 Ribu Warga Manfaatkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis pertama kali tampil pada Kepri.

Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Selama Ramadan, Tiga Dapur Umum Sudah Beroperasi

0
Ilustrasi. Murid SDN 03 Bengkong saat menikmati makanan bergizi gratis. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam tetap akan berjalan selama bulan Ramadan yang diperkirakan jatuh pada 1 Maret 2025, meskipun dengan skema penyaluran yang berbeda. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, memastikan bahwa program ini tidak akan terhenti dan tetap memberikan makanan bergizi kepada seluruh siswa.

“Jadi nanti anak-anak masuk sekolah, kemudian pulang membawa makanan yang tahan untuk disantap pada saat buka puasa bagi yang Muslim,” ujar Tri, Rabu (19/2).

Untuk menyesuaikan dengan bulan Ramadan, makanan yang diberikan kepada siswa Muslim akan berupa makanan yang tidak mudah basi atau bersifat kering. Pendistribusian akan dilakukan menjelang jam pulang sekolah menggunakan kemasan paper food atau tanpa food tray.

Sementara itu, bagi siswa yang tidak menjalankan puasa, pihaknya telah mempertimbangkan opsi agar mereka tetap dapat menikmati MBG tanpa menimbulkan ketidaknyamanan bagi siswa lainnya.

“Sesuai juknis begitu. Namun kita masih menunggu arahan lebih lanjut dari Badan Gizi Nasional, ” tambahnya.

Saat ini, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai dapur MBG di Batam mencapai dua unit dan akan bertambah menjadi tiga dapur seiring dengan pengoperasian dapur baru pada hari ini. Ketiga dapur tersebut adalah Dapur mitra BGN milik Yayasan SIAP di Komplek Golden City, Bengkong. Dapur mitra Badan Gizi Nasional (BGN) milik Yayasan Darus Sholihin di Perumahan Anggrek Mas 1, Kelurahan Taman Baloi dan Dapur mitra BGN milik Yayasan Yonkenedia di Panbil.

“Insya Allah akan jalan lagi 1 dapur di hari ini yakni Dapur mitra BGN milik Yayasan Yonkenedia di Panbil. Sehingga total menjadi tiga dapur, ” ucap Tri.

Menurut perhitungan kebutuhan dari tim MBG, setiap dapur mampu melayani maksimal 3.500 siswa. Dengan target 20 dapur yang diharapkan beroperasi di tahun 2025, program ini diproyeksikan dapat melayani sekitar 57 ribu siswa atau 19 persen dari penerima manfaat di Batam.

Tri Wahyu Rubianto menegaskan bahwa kendali penuh terhadap dapur-dapur MBG berada di bawah wewenang BGN melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pemerintah Kota Batam juga telah mengajukan usulan lahan ke BGN melalui Pemprov Kepri untuk pembangunan dapur umum tambahan yang akan mendukung distribusi makanan secara lebih optimal.

“Kendalinya sepenuhnya dilakukan oleh BGN melalui SPPG. Pemerintah Kota Batam telah mengajukan usulan lahan ke BGN melalui Pemprov Kepri agar dapat dibangun menjadi dapur umum. Lahan-lahan tersebut nantinya akan diverifikasi oleh BGN,” jelasnya.

Tri Wahyu Rubianto juga menambahkan bahwa koordinasi terus dilakukan agar mitra BGN lainnya dapat memenuhi persyaratan operasional MBG di Batam. Dengan adanya optimalisasi ini, diharapkan program MBG dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak siswa yang membutuhkan di Kota Batam, terutama selama bulan Ramadan. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Selama Ramadan, Tiga Dapur Umum Sudah Beroperasi pertama kali tampil pada Metropolis.

Karimun Dapat Alokasi 23.294 KL Solar Subsidi untuk Nelayan

0
Kapal nelayan tradisional di Karimun yang menjadi prioritas untuk mendapatkan minyak solar subsidi untuk aktivitas penangkapan ikan. f.sandi

batampos– Pemerintah pusat melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) telah mengalokasikan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi untuk kapal-kapal nelayan tradisional di Karimun dan juga kapal nelayan dengan GT di bawah 30 ton. Alokasi BBM solar subsidi untuk tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu.

”Alhamdulillah, tahun ini kita dapat alokasi BBM solar subsidi sebanyak 23.294 kilo liter (KL). Jumlah alokasi solar subsidi tahun ini sedikit lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang jumlahnya belasan kilo liter saja,” ujar Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri di Kabupaten Karimun, Faizal kepada Batam Pos, Selasa (18/2).

BACA JUGA: Tongkang Pengangkut Solar Terdampar di Pantai Laboh Lingga

Adanya peningkatan atau bertambahnya alokasi BBM solar subsidi untuk nelayan di Karimun, katanya, disebabkan data kapal yang membutuhkan subsidi minyak solar itu sendiri. Karena, sebelum alokasi solar diberikan, terlebih dulu data kapal-kapal nelayan harus dimasukkan ke Kementerian Perikanan dan Keluatan. Setiap tahunnyua lebih dari 150 kapal yang menggunakan solar subsidi.

”Dari data yang ada, 29.294 KL soilar subsidi ini dapat diperoleh nelayan tradisional dan kapal-kapal ikan dengan ukuran di bawah 30 GT di 10 titik yang ada di Kabupaten Karimun. Artinya, tidak
hanya tersedia di perairan Pulau Karimun saja. Tapi, juga bisa diperoleh di Moro dan Kundur. Namun, yang paling besar alokasi untuk menjual BBM solar subsidi itu di SPBB laut di perairan Pulau Karimun dengan alokasi 8 ribu KL lebih,” paparnya.

Dikatakannya, kapal nelayan ttrradisional sampai dengan ukuran di bawah 30 GT yang ingin mendapatkan solar subdisi harus mengikuiti aturan yang sudah ditentukan. Pertama sekali mengajukan permohonan kepada Kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri di Kabupaten Karimun. Setelah itu, dari dinas mengeluarkan rekomendasi dan menunjukan agen atau pangkalan mana tempat pengambilan minyaknya.

”Tahun lalu, mulai dari Januari sampai dengan Desember jumlah rekomendasi yang kita keluarkan untuk nelayan yang membutuhkan minya solar subsidi sebanyak 1.945 rekomendasi. Dalam satu bulan rata-rata mengeluarkan lebih dari 150 surat rekomendasi. Untuk pembelian minyakl solar subsidi juga dibatasi. Rata-rata 10 ton atau KL dalam setiap pembelian dan maksimal sampai 20 ton,” ungkapnya. (*)

Reporter: Sandi

Artikel Karimun Dapat Alokasi 23.294 KL Solar Subsidi untuk Nelayan pertama kali tampil pada Kepri.

Rawan Terjadi Pelemparan Barang Terlarang, Kalapas Batam Tingkatkan Pengawasan di Area Brandgang

0
Kepala Lapas Kelas IIA Batam, Yugo Indra Wicaksi bersama warga Lapas. (istimewa)

batampos – Kepala Lapas Kelas IIA Batam, Yugo Indra Wicaksi, terus berupaya mengenali situasi dan lingkungan di Lapas Batam. Sebagai langkah awal, Kalapas Yugo memberikan perhatian khusus terhadap kondisi lingkungan sekitar lapas yang dinilainya cukup rawan terhadap upaya penyelundupan barang terlarang.

Menurut Kalapas, salah satu permasalahan utama yang menjadi fokusnya adalah posisi lapas yang lebih rendah dibandingkan lingkungan sekitarnya. Hal ini membuka peluang bagi pihak luar untuk melemparkan barang-barang terlarang ke dalam lapas. Oleh karena itu, upaya antisipasi perlu segera dilakukan untuk mengatasi potensi risiko tersebut.

“Saya sudah melihat dan memang ada peluang terjadinya pelemparan barang dari luar ke dalam lapas. Itu yang harus kita antisipasi. Jika ada yang melempar, barang tersebut kemungkinan besar akan jatuh di area brandgang, yaitu jalur kosong di sekitar tembok lapas yang berfungsi sebagai zona pengamanan,” ujar Yugo.

Sebagai langkah pencegahan, Kalapas mengerahkan 130 pegawai lapas untuk meningkatkan pengawasan di area brandgang. Selain itu, ia juga menggagas program kegiatan kemandirian bagi warga binaan yang ditempatkan di area tersebut. Tujuan dari program ini adalah agar warga binaan turut berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

“Kami akan menempatkan berbagai kegiatan kemandirian di area brandgang agar lebih terpantau. Dengan begitu, jika ada upaya pelemparan barang dari luar, warga binaan yang berada di sana juga bisa membantu dalam pengawasannya,” tambahnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Rawan Terjadi Pelemparan Barang Terlarang, Kalapas Batam Tingkatkan Pengawasan di Area Brandgang pertama kali tampil pada Metropolis.

Sepanjang Januari 2025, 115 Kendaraan Terdaftar Parkir Berlangganan

0
Petugas Dinas Perhubungan Kota Batam menunjukan stiker parkir berlangganan untuk roda dua dan roda empat. Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam terus berupaya meningkatkan program parkir berlangganan sebagai solusi untuk menciptakan sistem parkir yang lebih tertib dan terkelola dengan baik. Hingga Januari 2025, sebanyak 115 kendaraan telah mendaftar untuk mengikuti program parkir berlangganan.

Perincian pendaftaran parkir berlangganan pada Januari 2025 menunjukkan bahwa dari total 115 kendaraan, 1 unit merupakan kendaraan roda dua, 88 unit roda empat, dan 26 unit roda enam. Selain itu, sebanyak 68 kendaraan yang terdaftar adalah milik pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam, yang terdiri dari 66 kendaraan roda empat dan 2 kendaraan roda enam.

Kepala Dishub Batam, Salim, menyebut bahwa meskipun tahun 2025 baru berjalan sebulan, antusiasme masyarakat terhadap program parkir berlangganan cukup tinggi. Program ini diyakini dapat membantu masyarakat dalam memperoleh kemudahan parkir, sekaligus memberikan dampak positif terhadap pengelolaan area parkir di kota Batam.

Program stiker parkir berlangganan akan terus dilanjutkan pada tahun 2025. Dishub Batam menargetkan penjualan stiker parkir berlangganan dengan total nilai sebesar Rp2,5 miliar. Target ini mencakup 500 lembar stiker untuk roda dua, 3.412 lembar untuk roda empat, dan 500 lembar untuk roda enam, dengan total nilai mencapai Rp2.547.200.000.

“Target ini meningkat dibandingkan dengan tahun 2024,” kata Salim, Rabu (19/2).

Dengan adanya peningkatan target ini, ia harap dapat tercapai pemasukan yang lebih besar serta memperluas cakupan layanan parkir berlangganan di Batam.

Pada tahun 2024, meskipun targetnya belum tercapai sepenuhnya, program stiker parkir berlangganan tetap memberikan kontribusi yang signifikan. Pendapatan yang berhasil dihimpun dari program ini mencapai sekitar Rp752 juta. Rinciannya, 146 lembar stiker untuk roda dua, 854 lembar untuk roda empat, dan 271 lembar untuk roda enam.

Untuk mendukung pencapaian target tahun 2025, Dishub Batam juga mengalokasikan anggaran khusus untuk pelayanan retribusi parkir berlangganan, yang akan diperuntukkan bagi kendaraan dinas pemerintah. Langkah ini diharapkan dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam program parkir berlangganan yang disediakan oleh pemerintah.

“Dengan adanya program ini, kami berharap masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Kami juga mengajak warga untuk ikut berperan dalam menciptakan sistem parkir yang lebih teratur dan terkelola dengan baik,” kata dia.

Program parkir berlangganan ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi pemilik kendaraan, tetapi juga bertujuan untuk menciptakan sistem parkir yang lebih tertib dan terdata. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir parkir liar dan memastikan penggunaan ruang parkir yang lebih efisien.

Pendaftaran parkir berlangganan berlaku di seluruh lokasi parkir yang dikelola oleh juru parkir resmi, kecuali untuk kawasan-kawasan yang dikenakan pajak seperti pelabuhan, pusat perbelanjaan, dan bandara. Dengan demikian, program ini dapat memberikan solusi parkir yang lebih terstruktur, baik untuk kendaraan pribadi maupun dinas.

Selain mempermudah masyarakat dalam mendapatkan tempat parkir, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan daerah yang berasal dari retribusi parkir berlangganan. Dengan sistem yang lebih transparan, diharapkan pengelolaan parkir di Batam akan semakin efisien dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Ke depan, Dishub Batam akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program parkir berlangganan ini. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif terhadap pengelolaan parkir di Batam. Pemerintah juga akan terus berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam berbagai sektor, termasuk transportasi dan parkir. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Sepanjang Januari 2025, 115 Kendaraan Terdaftar Parkir Berlangganan pertama kali tampil pada Metropolis.

Polisi Lalu Lintas Gelar Operasi Keselamatan Angkutan Kota

0
Kanit Patroli Satlantas Polresta Tanjungpinang Ipda Maldine berbincang dengan sopir angkutan kota di Jalan Merdeka Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar

batampos– Satlantas Polresta Tanjungpinang menggelar operasi keselamatan pengemudi dan penumpang angkutan kota di Jalan Merdeka Tanjungpinang, Selasa (18/2). Operasi itu guna memastikan kelayakan jalan angkutan kota di Tanjungpinang.

Kanit Patroli Satlantas Polresta Tanjungpinang Ipda Maldine Ikhtiarsyah, mengatakan operasi keselamatan ini bertujuan untuk menguji kelayakan angkutan kota atau angkutan umum.

Dalam operasi keselamatan tersebut, Satlantas Polresta Tanjungpinang bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Tanjungpinang dan Jasa Raharja mengecek lampu, kesehatan mesin mobil angkutan kota serta kelengkapan surat kendaraan.

BACA JUGA: Sopir Online dengan Sopir Angkutan Umum Akhirnya Berdamai

“Tujuannya untuk mengecek lampu-lampu dan kesehatan mesin, kami juga melihat surat-surat berkendara para sopir sebagai bentuk kepedulian untuk selalu membawa kelengkapan berkendara,” kata Maldine kepada Batam Pos.

Operasi keselamatan ini, jelas Madine, dilaksanakan sejak pada 10 Februari 2025 hingga 23 Februari 2025. Operasi ini sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berkendara di jalan raya.

“Kami juga berikan teguran agar masyarakat atau pengendara patuh dalam berkendara, sehingga tidak membahayakan pengendara lain maupun penumpang,” jelasnya.

Maldine menambahkan, selain menggelar operasi keselamatan, Satlantas Polresta Tanjungpinang juga memberikan pelayanan dan pengecekan kesehatan gratis kepada pengendara dan warga sekitar.

“Kami juga buka posko untuk pengecekan kesehatan bagi pengendara maupun pengunjung pasar yang melintas di Jalan Merdeka,” terangnya.

Sementara itu, salah seorang sopir angkutan kota di Tanjungpinang yakni Heru, mengatakan ia bersama rekan sopir lainnya, sangat terbantu dengan adanya pengecekan kelengkapan serta pengecekan kesehatan.

“Alhamdulillah, kami dapat cek kesehatan juga. Terus dapat obat gratis,” katanya. (*)

Reporter: Yusnadi

Artikel Polisi Lalu Lintas Gelar Operasi Keselamatan Angkutan Kota pertama kali tampil pada Kepri.