
batampos– Pasokan kelapa tua di Anambas dari hari ke hari kian menipis. Jumlah peminat tidak sebanding dengan stok yang ada saat ini.
Dengan situasi yang terjadi sekarang, membuat sejumlah pengusaha rumah makan membuat inovasi agar dapat menyajikan masakan bersantan untuk pelanggan.
“Iya santan susah sekarang kita dapatkan. Di pasar pun, kita tidak bisa beli dalam jumlah banyak,” ujar pemilik RM Bukit Tinggi, Uni kepada batampos, Selasa, (18/2).
BACA JUGA: Pasokan Kelapa Berkurang, Produksi Santan Sedikit, Harga Naik
Agar tetap menyajikan hidangan yang mengandung santan, ia terpaksa mengurangi jumlah produksi setiap harinya.
“Misalnya gini, pas belum susah santan kita produmsi ayam gulai ada 100 potong. Nah, dengan keadaan seperti ini kita kurangi, jadi 50 potong. Lauk rendang pun sama seperti itu juga,” tutur Uni.
Menurutnya dengan mengurangi jumlah produksi lebih efektif ketimbang bahan baku yang dikurangi. Hal ini untuk menjaga cita rasa masakan, agar tidak menjadi keluhan pelanggan.
“Kita jaga kualitas masakan yang disajikan. Kalau bahan bakunya kurang, tapi produksinya tetap sama, tentu rasanya kurang nikmat,” sebut Uni.
Sementara itu, seorang ibu rumah tangga, Vina juga sama mengeluhkan sulitnya mendapatkan santan. Dengan kondisi yang ada saat membuat ia mengurangi masakan bersantan.
“Di pasar, lapak jual santan kadang buka, kadang tutup. Artinya kan kelapa tua tidak tersedia. Terpaksa lah kita jarang masak yang bersantan,” keluh Vina.
Vina mengatakan kondisi ini tidak hanya terjadi di santan segar saja, santan beku atau yang sudah diawet kan juga susah didapatkan.
“Santan dalam kemasan, kayak santan Kara itu juga susah. Cari di warung-warung jarang ada yang jual. Liat di berita, katanya banyak pekerja di pabrik yang di berhentikan. Ga tau juga apa masalahnya,” tutur Vina.
Seperti diketahui, stok kelapa di Anambas mengalami kelangkaan sejak November 2024 lalu. Biasanya, pasokan kelapa diambil dari Natuna dan Pontianak serta beberapa pulau yang ada di Anambas.
Sedangkan untuk harga santan juga mengalami kenaikkan. Ketika waktu normal, harga santan berada di kisaran Rp 18 ribu per kg. Saat ini naik menjadi Rp 24 ribu per kg. (*)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Artikel Santan Sulit Didapatkan, Pengusaha Rumah Makan Kurangi Produksi Makanan Bersantan pertama kali tampil pada Kepri.






batampos – Sejumlah warga mengeluhkan tidak mengalirnya air di rumah mereka. Menanggapi hal tersebut, PT Air Batam Hilir (ABHi) menginformasikan bahwa telah dilakukan perbaikan kebocoran pipa DCIP DN 300mm di Simpang Lampu Merah KDA, Belian, pada Selasa, 18 Februari 2025, pukul 21.00 hingga 05.00 WIB.

