Kamis, 25 Juni 2026
Beranda blog Halaman 2177

Pelajar Takut Berteduh di Halte, Ini Penyebabnya

0
Bangunan Halte di SMA Negeri 1 Singkep yang tidak dipergunakan oleh Siswa-siswi, Senin (14/4). F. Vatawari/BATAM POS

batampos – Pembangunan halte di depan SMA Negeri 1 Singkep menjadi polemik di kalangan masyarakat Dabo Singkep Kabupaten Lingga. Pasalnya, walaupun halte itu sudah jadi, tapi warga masih enggan menggunakannya sebagai tempat menunggu bus atau jemputan. Alasannya karena halte itu terlalu condong ke jalan, warga jadinya takut.

Pantauan batampos di lapangan, saat jam pulang sekolah tidak terlihat satu orang siswa-siswi SMA Negeri 1 Singkep yang menggunakan bangunan Halte tersebut untuk berteduh sambil menunggu jemputan.

Bahkan pihak Batampos melihat siswa lebih memilih berdiri panas-panas di samping pagar sekolahan untuk menunggu jemputan dari orang tua mereka karena mereka merasa khawatir untuk berteduh di halte tersebut.

BACA JUGA: Pelajar SMA Negeri 1 Singkep Takut Gunakan Halte untuk Tunggu Bus

Saat dikonfirmasi oleh pihak Batampos, salah seorang siswi SMA Negeri 1 Singkep yang tidak mau namanya disebutkan menyakatan, dirinya lebih baik menunggu jemputan di samping pagar sekolah ketimbang harus menunggu di Halte yang baru di bangun.

“Saya lebih memilih menunggu jemputan di sini saja (pinggir pagar sekolah) dari pada harus berjalan sedikit jauh ke Halte yang baru di bangun itu. Saya juga khawatir kalau harus berteduh di Halte itu karena posisinya berada persis di pinggir jalan,” ungkap salah satu Siswi, Senin (14/4)

Kekhawatiran mereka ini bukan tidak beralasan, pasalnya bangunan Halte ini dibangun persis di bibir jalan aspal yang memakan bahu jalan serta tepat berada di tikungan jalan.

Jika ada kendaraan yang lepas kendali saat melintasi tikungan tersebut, sudah barang tentu membahayakan siapa saja yang duduk berteduhh di Halte tersebut karena posisinya persis di bibir jalan. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Pelajar Takut Berteduh di Halte, Ini Penyebabnya pertama kali tampil pada Kepri.

Polisi Bongkar Kos-Kosan Narkoba di Batam

0

batampos – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri kembali membongkar sebuah bangunan kos-kosan yang digunakan sebagai sarang penyalahgunaan narkoba di kawasan Ruli Kampung Madani, Simpang Dam, Kelurahan Muka Kuning, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Rabu (16/4).

Pembongkaran dilakukan sekitar pukul 10.25 WIB oleh tim terpadu yang terdiri dari personel Polri, Satpol PP, dan Ditpam. Kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin oleh Kanit 3 Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Kepri, AKP Suardi.

“Kamar kos tersebut sebelumnya sudah pernah digunakan oleh empat tersangka penyalahgunaan narkoba yang berhasil kami amankan,” ujar Dirresnarkoba Polda Kepri, Kombes Pol Anggoro Wicaksono.

Empat tersangka tersebut adalah Firman alias Man, Hamdan alias Pudan, Adi Safari alias Kobra, dan Fajrin alias Him. Mereka ditangkap di satu unit kamar dalam kos-kosan tersebut yang berlokasi di RT 005 RW 014 Kampung Madani.

Anggoro menegaskan bahwa pembongkaran ini bukan hanya bagian dari penegakan hukum, tetapi juga merupakan sinyal tegas kepada jaringan narkoba agar tidak menjadikan wilayah pemukiman sebagai basis peredaran narkotika.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku narkoba, apalagi yang mencoba bersembunyi di balik kawasan pemukiman padat. Batam harus bersih,” tegasnya.

Turut hadir dalam kegiatan pembongkaran ini antara lain Danramil 01/Batam Timur, Kapten Inf Samjos Sirait; Kapolsek Sei Beduk, Iptu Alex Yasral; Kanit Patroli Polsek Sei Beduk, Iptu Jontoni Daman Gultom; serta perwakilan RT setempat.

Proses pembongkaran selesai sekitar pukul 10.42 WIB dalam kondisi aman dan kondusif. (*)

Artikel Polisi Bongkar Kos-Kosan Narkoba di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Lapor Pak Wali…Dermaga Kota Rebah Rusak Parah Akibat Tak Dirawat

0
Kondisi dermaga Kota Rebah Tanjungpinang kini mengalami kerusakan parah, Selasa (15/4). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Ponton di dermaga tempat wisata Kota Rebah, Kota Tanjungpinang, Kepri dipastikan mengalami kerusakan parah, akibat tidak pernah dilakukan perawatan. Dinas Perhubungan (Dishub) Tanjungpinang menyebut, perawatan terakhir kali dilakukan pada 2018 lalu.

Dermaga tersebut diketahui dibangun untuk memudahkan wisatawan yang datang ke tempat wisata Kota Rebah, melalui jalur laut. Namun saat ini, dermaga tersebut tidak lagi dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Terlebih lagi, dari hasil peninjauan Dishub Tanjungpinang, terdapat banyak kerusakan dan hilangnya fasilitas di Dermaga Sei Carang tersebut. Fasilitas yang hilang seperti pipa railing pagar trestle, hingga atap di ruang tunggu dan jembatan menuju ponton sudah berlubang dan ambruk.

BACA JUGA: Ponton di Dermaga Kota Rebah Tanjungpinang Rusak Parah

“Lalu lampu sepanjang trestle juga sudah banyak yang hilang, bahkan ponton saat ini sudah terendam ke dalam sungai,” kata Kabid Pelayaran dan Udara Dishub Tanjungpinang, Tri Putranto,

Ia menerangkan, bahwa Dishub Tanjungpinang sebelumnya sudah melakukan pemeliharaan dermaga, menggunakan APBD 2018 lalu. Kendati demikian, pihaknya tetap akan melakukan perbaikan, agar dermaga tersebut sapat digunakan kembali.

“Sebelumnya Dishub juga telah usulkan pemeliharaan. Termasuk di tahun 2024 ini, namun tetap kita serahkan ke TAPD,” pungkasnya.

Dermaga Wisata Kota Rebah selama ini memang menjadi salah satu lokasi favorit warga untuk bersantai, memancing, atau sekadar menikmati matahari terbenam. Kerusakan ponton tersebut, membuat para pemancing terpaksa mencari lokasi lain.

“Biasanya kita memang mancing diatas ponton tersebut. Karena rusak ya kita geser, cari ke tempat yang lebih aman,” tambah Suhairi, warga sekitar.

Menurutnya, kerusakan terhadap ponton dermaga Kota Rebah tersebut disebabkan kondisi bangunan yang sudah tua, hingga minimnya perawatan. Ia pun berharap pemerintah setempat dapat turun tangan melakukan perbaikan.

“Apalagi Ini salah satu ikon wisata Kota Rebah. Sayang kalau dibiarkan rusak seperti ini,” sebutnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Lapor Pak Wali…Dermaga Kota Rebah Rusak Parah Akibat Tak Dirawat pertama kali tampil pada Kepri.

JEC Resmikan Pusat Layanan Mata Anak Terpadu Pertama di Indonesia

0

batampos — Dalam rangka memperingati Hari Anak Balita Nasional 2025, JEC Eye Hospitals and Clinics memperkenalkan kembali Children’s Eye & Strabismus Center (CESC) di RS Mata JEC @ Kedoya. Hadir dengan konsep one-stop service, CESC menjadi pusat layanan kesehatan mata anak pertama di Indonesia yang menawarkan penanganan terpadu, mulai dari pemeriksaan, diagnosis, hingga terapi dan rehabilitasi dalam satu lokasi.

Langkah ini diambil JEC sebagai respons atas tingginya angka gangguan penglihatan pada anak-anak di Indonesia dan dunia. International Agency for the Prevention of Blindness (IAPB) mencatat, sebanyak 90 juta anak dan remaja di seluruh dunia hidup dengan gangguan penglihatan. Sementara itu, data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa 10 persen anak usia sekolah di Indonesia mengalami masalah penglihatan.

Tak hanya itu, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mengungkapkan, sebanyak 0,6 persen anak Indonesia di atas usia 1 tahun mengalami disabilitas penglihatan, dan dari jumlah tersebut, 11,7 persen di antaranya memerlukan alat bantu penglihatan.

Dr. Gusti G Suardana, SpM(K), Ketua Servis Pediatric Ophthalmology and Strabismus JEC Eye Hospitals & Clinics menyampaikan, gangguan mata yang tidak dideteksi dan ditangani sejak dini dapat berdampak jangka panjang pada perkembangan anak.
“Gangguan penglihatan bukan hanya soal penglihatan saja, tapi memengaruhi kualitas hidup, kemampuan belajar, hingga perkembangan sosial anak. Terlebih, sistem penglihatan anak berkembang pesat hingga usia 8 tahun. Jika gangguan tidak tertangani sebelum periode itu, hasilnya bisa kurang maksimal bahkan permanen,” jelas Dr. Gusti.

Fasilitas Lengkap & Teknologi Modern untuk Anak

Menempati seluruh lantai 4 RS Mata JEC @ Kedoya, CESC JEC hadir dengan desain interior yang ramah anak. Mulai dari warna dinding, ornamen lucu, ruang tunggu yang nyaman hingga berbagai permainan anak dihadirkan untuk menciptakan suasana menyenangkan saat anak menjalani pemeriksaan.

Tak hanya itu, CESC JEC didukung oleh teknologi diagnostik terkini, di antaranya:
• RetCam Screening: untuk deteksi dini Retinopati Prematuritas (ROP) pada bayi prematur
• Autorefraktometer Pediatrik: pemeriksaan refraksi tanpa membutuhkan respons verbal dari anak
• Synoptophore Test: untuk mengukur sudut strabismus (mata juling) dengan presisi

Fasilitas ini menjadi sangat penting mengingat Indonesia berada di posisi kelima dunia untuk kasus persalinan prematur sebanyak 657.700 kasus per tahun. Data dari 21 fasilitas kesehatan di Indonesia mencatat, 32 dari 216 bayi prematur mengalami ROP. Jika tidak terdeteksi sejak dini, ROP berisiko menyebabkan kebutaan permanen.

Sementara itu, kelainan refraksi menjadi gangguan mata anak yang paling umum. Data IAPB menyebut, jumlah anak dengan rabun jauh diprediksi meningkat dari 165 juta jiwa pada 2021 menjadi 275 juta jiwa pada 2050. Di Indonesia sendiri, tercatat ada 3,6 juta anak dengan kelainan refraksi, dan sekitar 35-40 persen di antaranya merupakan anak usia sekolah.

Layanan Komprehensif: Terapi Hingga Rehabilitasi Visual

Sebagai pusat layanan kesehatan mata anak terlengkap di Indonesia, CESC JEC menyediakan berbagai layanan multidisiplin, seperti:
• Terapi ambliopia (mata malas) melalui terapi oklusi (penutup mata) atau tetes atropin
• Penanganan strabismus/mata juling, mulai dari latihan otot mata, terapi prisma hingga operasi bila diperlukan
• Operasi katarak kongenital, glaukoma kongenital, dan tumor mata anak
• Terapi visual untuk gangguan neurologis seperti Cortical Visual Impairment
• Rehabilitasi visual untuk anak dengan penglihatan rendah (low vision) atau kebutaan

Tak hanya fokus pada penanganan medis, CESC JEC juga menyediakan layanan psikologi anak dan keluarga. “Pendampingan psikologis sangat penting, apalagi bagi anak dengan gangguan mata berat dan kronis. Dukungan orang tua dan lingkungan terdekat berperan besar dalam proses pemulihan dan adaptasi anak,” jelas Dr. Hasiana Lumban Gaol, SpM, Subspesialis Pediatric Ophthalmology and Strabismus di JEC.

Komitmen JEC: Jaga Kesehatan Mata Anak Sejak Dini

Sejak beroperasi pada 2012, Children’s Eye & Strabismus Center JEC telah menangani lebih dari 24 ribu pasien anak dengan mayoritas kasus berupa gangguan refraksi, ambliopia, dan strabismus. Didukung oleh enam dokter spesialis mata anak, berbagai subspesialisasi, serta dua psikolog anak, layanan ini terus berkembang untuk menjangkau lebih banyak anak Indonesia.

“Dengan peningkatan kualitas layanan di CESC JEC, kami berharap lebih banyak anak Indonesia bisa mendapatkan deteksi dan penanganan gangguan penglihatan sedini mungkin. Karena kesehatan mata bukan hanya soal melihat, tapi menyangkut kualitas hidup, proses belajar, dan tumbuh kembang anak ke depannya,” tutup Dr. Gusti. (*)

Artikel JEC Resmikan Pusat Layanan Mata Anak Terpadu Pertama di Indonesia pertama kali tampil pada News.

Harga Emas 24 Karat Tembus Rp1,8 Juta per Gram, Namun Masih Sepi Peminat

0
Warga saat memilih perhiasan emas di toko mas dayat menjelang hari raya Idul Fitri lalu. Saat ini harga emas 24 karat mencapai Rp1,8 juta per gram.
f, TRI HARYONO/BATAMPOS

batampos – Beberapa hari lalu, harga emas 24 karat mencetak rekor dengan menyentuh angka Rp1,8 juta per gram. Namun, lonjakan harga tersebut ternyata tidak terlalu berdampak pada penjualan emas di Kabupaten Karimun.

Salah satu pedagang emas, Dayat, mengungkapkan bahwa meski sudah dua pekan berlalu sejak Hari Raya Idulfitri 1446 H/2025 M, penjualan perhiasan emas masih lesu.

“Masih ada yang beli, tapi sepi. Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, setelah Lebaran masih ramai. Sekarang banyak warga justru menjual perhiasan emasnya, padahal harga emas cukup tinggi. Emas 22 karat saja harganya sudah Rp1,240 juta per gram,” ujarnya, Selasa (15/4).

Kondisi ini berbanding terbalik dengan suasana menjelang Idulfitri lalu. Saat itu, antusiasme masyarakat untuk membeli atau menukar perhiasan emas cukup tinggi.

“Rata-rata yang laku itu perhiasan emas seperti cincin, kalung, dan gelang sebelum Lebaran,” tuturnya.

Sepinya transaksi jual beli emas di pertengahan April ini diduga disebabkan oleh kondisi ekonomi masyarakat yang sedang lesu. Perputaran uang di Karimun pun tidak sebaik beberapa tahun lalu. Ditambah lagi, pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang terjadi di salah satu perusahaan di Pulau Burung dan Sungai Guntung turut memengaruhi daya beli masyarakat. Sekitar 3.700 orang terdampak PHK tersebut.

“Biasanya, karyawan dari sana (Pulau Burung dan Sungai Guntung) tiap akhir pekan sempat belanja emas di Karimun. Sekarang sudah tidak ada lagi. Wisatawan mancanegara dari Singapura dan Malaysia juga makin jarang ke sini,” tambahnya.

Ia berharap Bupati dan Wakil Bupati Karimun dapat membuat terobosan baru untuk menggerakkan roda ekonomi daerah, agar dapat memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha, termasuk pedagang emas.

“Harapan kami, ekonomi Karimun bisa segera pulih seperti lima tahun lalu. Sudah beberapa tahun ini memang terasa berat,” harapnya.

Sementara itu, pantauan di lapangan menunjukkan bahwa transaksi di beberapa toko emas di Karimun masih tampak sepi pengunjung.

“Jual sedikit saja, untuk persiapan anak sekolah. Maklumlah, sekarang ekonomi sulit, Bang,” kata Lia, salah seorang warga Karimun. (*)

Reporter: Tri Haryono

Artikel Harga Emas 24 Karat Tembus Rp1,8 Juta per Gram, Namun Masih Sepi Peminat pertama kali tampil pada Kepri.

Lagi, Karimun Raih Anugerah KLA Predikat Pratama

0
Bupati Karimun Iskandarsyah saat memimpin rapat rapat verifikasi lapangan hybrid evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2025.
f.Dis PP, KB, PP dan PA Karimun untuk Batam Pos

batampos – Bupati Karimun, Iskandarsyah, bersama Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, memimpin rapat verifikasi lapangan hybrid evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2025, yang digelar di Ruang Rapat Cempaka Putih, Senin (14/4).

Dalam kesempatan itu, Bupati Iskandarsyah menyampaikan bahwa sejak tahun 2018 hingga 2023, Kabupaten Karimun secara konsisten telah menerima anugerah Kabupaten Layak Anak dengan Predikat Pratama.

“Tentunya, ini bukan hal yang mudah karena membutuhkan kerja sama semua pihak. Untuk mewujudkan Kabupaten Karimun yang Layak Anak, maka Pemerintah Daerah (Pemda) harus merancang, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi kebijakan pemenuhan hak anak serta perlindungan khusus anak yang mengacu pada 24 indikator substantif dan kelembagaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, dari 24 indikator tersebut, semua pihak diharapkan dapat saling mendukung mulai dari tingkat kabupaten hingga kelurahan/desa, serta menjalin kerja sama dengan instansi vertikal, dunia usaha, media massa, dan forum anak untuk pengumpulan data evaluasi KLA tahun 2024–2025.

“Dalam pengembangan KLA di Kabupaten Karimun, Pemda telah berkomitmen mendukung pembangunan yang ramah anak. Komitmen ini diwujudkan melalui penyusunan kebijakan, perencanaan program, dan pelaksanaan kegiatan pembangunan di semua sektor, termasuk penyelenggaraan pelayanan publik dan pembinaan aparatur sebagai ujung tombaknya,” jelasnya.

“Kabupaten Karimun juga berpartisipasi dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat, yakni mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) melalui program KLA ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Pemenuhan Hak Anak pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas PP, KB, PP dan PA) Karimun, Opet Dahlia, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan rapat koordinasi Gugus Tugas KLA bersama stakeholder terkait.

“Ketua tim Gugus Tugas KLA berada di Baperlitbang, yang mengoordinasikan semua stakeholder terkait KLA. Nah, posisi Dinas PP, KB, PP dan PA Karimun di sini sebagai sekretaris gugus tugas. Artinya, kami bertugas mengumpulkan data dari masing-masing OPD maupun instansi yang terlibat, termasuk instansi vertikal seperti Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, Bapas, Kepolisian, dan lainnya,” jelasnya. (*)

 

Reporter: Tri Haryono

Artikel Lagi, Karimun Raih Anugerah KLA Predikat Pratama pertama kali tampil pada Kepri.

Puluhan Tahun Tidak Nikmati Listrik, Kini Warga Desa Parit Sudah Nikmati Listrik 24 Jam

0
Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Bupati Karimun Iskandarsyah didampingi General Manager PLN UID Riau dan Kepulauan Riau, Khairullah saat mendengarkan paparan dari manajemen PLN tentang listrik 24 jam di desa Parit f,DISKOMINFO UNTUK BATAMPOS

batampos – Pulau Parit, yang berhadapan langsung dengan ibu kota Kabupaten Karimun, kini sudah dapat menikmati listrik selama 24 jam, setelah puluhan tahun dinanti. General Manager PLN UID Riau dan Kepulauan Riau, Khairullah, mengungkapkan bahwa upaya PLN dalam melistriki Pulau Parit merupakan pekerjaan yang tidak mudah, mengingat kondisi geografis yang menantang serta berbagai keterbatasan.

“Alhamdulillah, dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, akhirnya tahun ini masyarakat Pulau Parit dan sekitarnya sudah menikmati listrik PLN selama 24 jam,” terangnya, Senin (15/4), di hadapan Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad dan Bupati Karimun Iskandarsyah.

Pulau Parit merupakan desa yang berada di Kecamatan Selat Gelam, dengan luas wilayah sekitar 18 kilometer persegi. Mata pencaharian masyarakatnya didominasi oleh nelayan. Selain itu, ada juga petani, ASN, serta pekerja swasta. Beroperasinya listrik 24 jam ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Saya berpesan kepada masyarakat agar dapat menggunakan listrik secara bijak. Sehingga misi PLN untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan mendorong kegiatan ekonomi masyarakat dapat terwujud,” pesannya.

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menegaskan bahwa kehadiran listrik 24 jam di Desa Parit merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam pemerataan pembangunan di wilayah pesisir. Pemerintah akan terus berupaya mewujudkan Kepri yang terang benderang dan merata di seluruh kabupaten/kota.

“Listrik 24 jam yang kita resmikan hari ini merupakan hasil kolaborasi dengan PLN dalam rangka mengejar capaian pelayanan listrik 24 jam secara menyeluruh di Kepri. Saat ini, sudah ada 8 kecamatan di Kepri yang menikmati listrik 24 jam: 4 kecamatan di Kabupaten Lingga, 3 kecamatan di Kabupaten Anambas, dan 1 kecamatan di Kabupaten Karimun,” tuturnya.

Sedangkan Bupati Karimun, Iskandarsyah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PLN yang telah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sebelumnya listrik hanya hidup beberapa jam, kini bisa hidup 24 jam nonstop. Hal ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat ke depannya.

“Semoga bisa mendongkrak perekonomian masyarakat di Desa Parit. Dengan hidupnya listrik 24 jam, masyarakat bisa berbuat lebih banyak untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ucapnya. (*)

Reporter: Tri Haryono

Artikel Puluhan Tahun Tidak Nikmati Listrik, Kini Warga Desa Parit Sudah Nikmati Listrik 24 Jam pertama kali tampil pada Kepri.

Program Kepri Terang Mendekati Tuntas, Rasio Elektrifikasi Kepri Tembus 98,19 Persen

0

batampos-Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyatakan komitmennya untuk menuntaskan program Kepri terang. Menurutnya tahap demi tahap, apa yang menjadi target sudah tercapai. Karena saat ini, rasio elektrifikasi di Kepri sudah tembus pada angka 98,19 persen.

“Rasio elektrifikasi atau jumlah rumah tangga di Provinsi Kepri yang telah dialiri listrik hingga awal April 2025 ini telah mencapai 98,19 persen,” ujar Gubernur Ansar, Rabu (16/4) di Tanjungpinang.

Ditegaskannya, dengan capaian ini, masih ada sekitar 1,81 persen lagi rumah tangga di provinsi ini yang belum dialiri listrik. Lebih lanjut katanya, kedepan ini yang akan menjadi fokus Pemprov Kepri untuk menyelesaikannya. Namun demikian, setelah ini masih ada program lanjutan tentunya.

“Rasio elektrifikasi sebesar 98,19 persen itu meningkat 4,47 persen sejak tahun 2020 lalu. Diawal kepemimpinan kami, dimulai 93,72 persen tahun 2020, menjadi 94,50 persen tahun 2021, 96,32 persen tahun 2022, dan 97,99 tahun 2023,” paparnya.

Disebutkannya, di tahun ini, sebanyak 155 pulau di Kepri telah dialiri listrik PLN, 31 pulau berlistrik dari bantuan pemerintah (non PLN). Program percepatan pemerataan listrik melalui Program Kepri Terang telah memangkas jumlah pulau berpenghuni yang belum dialiri listrik.

“Tahun 2025 ini, bersisa 38 pulau berpenghuni dari sebanyak 118 pulau berpenghuni belum dialiri listrik pada tahun 2020,” tegasnya.

Disebutkannya, terdapat satu desa yang belum dialiri listrik, yakni Desa Lalang (Kabupaten Lingga) yang merupakan hasil pemekaran wilayah. Dikatakannya juga, pada tahun ini, tidak ada lagi sistem isolated PLN, yakni sistem pembangkit listrik yang berdiri sendiri (tidak terhubung dengan jaringan listrik utama PLN yang beroperasi 7 jam.

“Saat ini di Kepri terdapat 110 sistem isolated PLN. Sebanyak 41 sistem di antaranya beroperasi selama 24 jam, dan 69 sistem beroperasi 14 jam. Hingga kini, tinggal 3 ibu kota kecamatan yang listriknya beroperasi selama 14 jam. Jumlah itu jauh menurun dibanding tahun 2020 yang berjumlah 11 ibukota kecamatan,” paparnya.

Masih kata Ansar, empat tahun Program Kepri Terang berjalan (2021-2024), sebanyak 21 pulau telah dibangun genset atau solar home sistem/SHS, dan sebanyak 59 desa/pulau telah dibangun jaringan listrik. Melaui Program Kepri Terang pula telah dilaksanakan sebanyak 12.764 bantuan pasang baru listrik (BPBL). Baik melalui anggaran APBD, APBN, CSR, atau berupa SHS.

Mantan Bupati Bintan ini juga mengatakan, pada tahun 2021, total rumah tangga mendapat bantuan pasang baru listrik berjumlah 4524 rumah tangga, sebanyak 1739 rumah tangga di tahun 2022, 2895 rumah tangga di tahun 2023, dan 3.606 rumah tangga di tahun 2024.

“Pembangunan sarana tenaga listrik di pulau berpenghuni (berjumlah 38 pulau) menjadi prioritas,” tegas Gubernur Ansar.

Ditambahkannya, prioritas lainnya adalah meningkatkan jam nyala di 69 sistem isolated PLN menjadi 24 jam. Ia berharap, dengan meningkatnya pelayanan listrik akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Selain itu, tentunya juga akan mempercepat pembangunan daerah-daerah di Provinsi Kepri.

“Utamanya adalah di tiga ibu kecamatan yang masih beropeasi selama 14 jam. Kami optimis pemerataan listrik terwujud dimasa kepemimpinan kami saat ini,” tutup Ansar. (*)

Reporter: Jailani

Artikel Program Kepri Terang Mendekati Tuntas, Rasio Elektrifikasi Kepri Tembus 98,19 Persen pertama kali tampil pada Kepri.

Satukan Visi Membangun Batam, BP Batam Permudah Perizinan

0
Kepala BP Batam Amsakar Achmad memberi kata sambutan. F. Humas BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menggelar pertemuan tatap muka bersama para pelaku usaha dan asosiasi di Kota Batam di Ruang Balairungsari, Kantor BP Batam, Rabu (16/4). Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha demi mewujudkan Batam sebagai kawasan investasi yang unggul, aman, dan kondusif.

Kegiatan ini digelar dalam rangka menyosialisasikan Program Kerja BP Batam 2025–2029 sekaligus membangun ruang dialog terbuka antara pimpinan BP Batam dan para pelaku usaha. Hadir langsung Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, para deputi, serta jajaran Forkopimda Kepri dan Kota Batam.
Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa BP Batam tidak hanya hadir sebagai regulator, tetapi juga sebagai mitra strategis dunia usaha. Ia mengajak seluruh pihak untuk membangun kolaborasi yang kuat demi menjadikan Batam sebagai magnet investasi nasional.
“Kita semua punya tanggung jawab yang sama, membawa perubahan bagi Batam agar tumbuh lebih hebat dan dahsyat. Mari kita bangun energi bersama agar Batam menjadi daerah investasi yang aman, nyaman, dan kompetitif,” kata Amsakar dalam sambutannya.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, para deputi, serta jajaran Forkopimda Kepri dan Kota Batam. F. Humas BP Batam untuk Batam Pos

Amsakar menekankan, BP Batam akan menerapkan perencanaan partisipatif yang melibatkan tenaga profesional, dunia usaha, hingga masyarakat, sebagai bagian dari komitmen transparansi dan pembangunan berkelanjutan. Ia juga menggarisbawahi pentingnya mempercepat proses perizinan yang selama ini menjadi keluhan utama para pelaku usaha.

Dalam kesempatan yang sama, Amsakar menyampaikan langkah konkret yang sedang diambil BP Batam, termasuk penghapusan berbagai dokumen persetujuan teknis (Pertek) yang dinilai mempersulit proses perizinan.
Langkah ini diperkuat dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 21 Tahun 2025 tentang penyederhanaan pelayanan di kawasan perdagangan bebas Batam. Kini, proses yang sebelumnya memakan waktu hingga dua bulan ditargetkan rampung dalam waktu kurang dari satu bulan—bahkan lebih cepat jika data dan dokumen lengkap.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa pihaknya terus membuka ruang komunikasi seluas-luasnya dan tidak ingin lagi mendengar keluhan soal rumitnya birokrasi. “Kami hadir bukan untuk mempersulit, tapi untuk menyelesaikan. Jika ada kendala, jangan sungkan sampaikan. Kami ingin pengusaha nyaman menjalankan usaha di Batam,” ungkapnya.
Li juga menekankan pentingnya menciptakan kepercayaan dan persepsi positif terhadap Batam sebagai daerah tujuan investasi. Menurutnya, kemajuan dunia usaha akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi, terbukanya lapangan kerja, dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
Forum silaturahmi ini juga menjadi ajang BP Batam menyampaikan transformasi pelayanan, termasuk integrasi pengelolaan lahan dan penyederhanaan proses PPKPR (Persetujuan Pemanfaatan Ruang), serta penguatan sistem pelayanan berbasis transparansi, kepastian waktu, dan efisiensi.
Selain membahas regulasi, BP Batam juga mendorong kontribusi pelaku usaha melalui program tanggung jawab sosial (CSR) untuk mempercepat pembangunan yang inklusif. “Kalau Batam aman, nyaman, dan tertata, semua akan diuntungkan. Termasuk pelaku usaha itu sendiri,” kata Amsakar.
Silaturahmi ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Batam, menandakan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap visi besar pembangunan Batam. Dengan sinergi yang semakin erat antara regulator dan dunia usaha, BP Batam optimistis akan tercipta lompatan pertumbuhan yang signifikan.
“Target kita bukan hanya percepatan izin. Tapi juga pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, iklim investasi yang sehat, dan Batam yang semakin kompetitif di level nasional dan regional,” ujar Li. (*)
Reporter: FISKA JUANDA

Artikel Satukan Visi Membangun Batam, BP Batam Permudah Perizinan pertama kali tampil pada Metropolis.

Satukan Visi Membangun Batam, BP Batam Permudah Perizinan

0
Kepala BP Batam Amsakar Achmad memberi kata sambutan. F. Humas BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menggelar pertemuan tatap muka bersama para pelaku usaha dan asosiasi di Kota Batam di Ruang Balairungsari, Kantor BP Batam, Rabu (16/4). Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha demi mewujudkan Batam sebagai kawasan investasi yang unggul, aman, dan kondusif.

Kegiatan ini digelar dalam rangka menyosialisasikan Program Kerja BP Batam 2025–2029 sekaligus membangun ruang dialog terbuka antara pimpinan BP Batam dan para pelaku usaha. Hadir langsung Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, para deputi, serta jajaran Forkopimda Kepri dan Kota Batam.
Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa BP Batam tidak hanya hadir sebagai regulator, tetapi juga sebagai mitra strategis dunia usaha. Ia mengajak seluruh pihak untuk membangun kolaborasi yang kuat demi menjadikan Batam sebagai magnet investasi nasional.
“Kita semua punya tanggung jawab yang sama, membawa perubahan bagi Batam agar tumbuh lebih hebat dan dahsyat. Mari kita bangun energi bersama agar Batam menjadi daerah investasi yang aman, nyaman, dan kompetitif,” kata Amsakar dalam sambutannya.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, para deputi, serta jajaran Forkopimda Kepri dan Kota Batam. F. Humas BP Batam untuk Batam Pos

Amsakar menekankan, BP Batam akan menerapkan perencanaan partisipatif yang melibatkan tenaga profesional, dunia usaha, hingga masyarakat, sebagai bagian dari komitmen transparansi dan pembangunan berkelanjutan. Ia juga menggarisbawahi pentingnya mempercepat proses perizinan yang selama ini menjadi keluhan utama para pelaku usaha.

Dalam kesempatan yang sama, Amsakar menyampaikan langkah konkret yang sedang diambil BP Batam, termasuk penghapusan berbagai dokumen persetujuan teknis (Pertek) yang dinilai mempersulit proses perizinan.
Langkah ini diperkuat dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 21 Tahun 2025 tentang penyederhanaan pelayanan di kawasan perdagangan bebas Batam. Kini, proses yang sebelumnya memakan waktu hingga dua bulan ditargetkan rampung dalam waktu kurang dari satu bulan—bahkan lebih cepat jika data dan dokumen lengkap.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa pihaknya terus membuka ruang komunikasi seluas-luasnya dan tidak ingin lagi mendengar keluhan soal rumitnya birokrasi. “Kami hadir bukan untuk mempersulit, tapi untuk menyelesaikan. Jika ada kendala, jangan sungkan sampaikan. Kami ingin pengusaha nyaman menjalankan usaha di Batam,” ungkapnya.
Li juga menekankan pentingnya menciptakan kepercayaan dan persepsi positif terhadap Batam sebagai daerah tujuan investasi. Menurutnya, kemajuan dunia usaha akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi, terbukanya lapangan kerja, dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
Forum silaturahmi ini juga menjadi ajang BP Batam menyampaikan transformasi pelayanan, termasuk integrasi pengelolaan lahan dan penyederhanaan proses PPKPR (Persetujuan Pemanfaatan Ruang), serta penguatan sistem pelayanan berbasis transparansi, kepastian waktu, dan efisiensi.
Selain membahas regulasi, BP Batam juga mendorong kontribusi pelaku usaha melalui program tanggung jawab sosial (CSR) untuk mempercepat pembangunan yang inklusif. “Kalau Batam aman, nyaman, dan tertata, semua akan diuntungkan. Termasuk pelaku usaha itu sendiri,” kata Amsakar.
Silaturahmi ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Batam, menandakan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap visi besar pembangunan Batam. Dengan sinergi yang semakin erat antara regulator dan dunia usaha, BP Batam optimistis akan tercipta lompatan pertumbuhan yang signifikan.
“Target kita bukan hanya percepatan izin. Tapi juga pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, iklim investasi yang sehat, dan Batam yang semakin kompetitif di level nasional dan regional,” ujar Li. (*)
Reporter: FISKA JUANDA

Artikel Satukan Visi Membangun Batam, BP Batam Permudah Perizinan pertama kali tampil pada Metropolis.