Sejumlah personel Polres Lingga diberikan pembinaan terkait kode etik profesi, Kamis (6/2). F. Humas Polres untuk BATAM POS
batampos– Para personel Polres Lingga menjalani pembinaan etika profesi Polri, hingga Parpol Nomor 7 tahun 2022. Pembinaan yang dilakukan oleh seksi Propam tersebut semata-mata untuk mengantisipasi terjadinya pelanggaran disiplin Personel.
Kasipropam Polres Lingga, Ipda Jenris Sihombing mengatakan pembinaan kode etik profesi dan sosialisasi peraturan tersebut sengaja dilakukan, agar dapat dijadikan pedoman bagi personel yang bertugas melayani masyarakat.
“Kita menekankan kepada seluruh personel yang mengikuti kegiatan sosialisasi ini, agar menjauhi dan melakukan pelanggaran sekecil apapun,” kata Jenris, Jumat (7/2).
Ia menegaskan, setiap anggota yang melakukan pelanggaran maupun tindak pidana akan dikenakan hukuman sidang disiplin atau sidang kode etik Profesi Polri. Hal ini sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polri.
“Ada personel yang telah diproses dan menjalani putusan sidang komisi kode etik profesi Polri dan tidak ada catatan pelanggaran ulang serta telah selesai melaksanakan masa pengawasan hukuman,” tegasnya.
Ia menambhakan, tujuan dilaksanakan sosialisasi tata cara penerbitan rehabilitasi personel dan pemulihan hak (RPPH) dan Rekomendasi Penilaian Status (RPS) ini agar setiap anggota Polri dapat menghindari segala bentuk pelanggaran.
“Seperti tindak pidana yang dapat merugikan anggota Polri itu sendiri,” pungkasnya. (*)
Dia mengatakan, meskipun belum ada warga menjadi korban serangan buaya tapi kemunculan buaya di tengah masyarakat sering terlihat.
Karena itu, dia melaporkan kemunculan buaya di tengah masyarakat ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan dan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
“Kita juga memasang spanduk larangan warga untuk melakukan aktivitas di laut,” tambahnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bintan, Ramlah mengatakan, kemunculan buaya khususnya di Kecamatan Tambelan sudah semakin mengkhawatirkan karena di tengah pemukiman masyarakat.
“Kita khawatir buaya muncul saat anak-anak lagi berenang di laut atau nelayan yang melakukan aktivitas mencari ikan, ini yang kita khawatirkan,” katanya.
Dia mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan BKSDA terkait kemunculan buaya di tengah masyarakat.
Sebagai langkah awal, dia mengatakan, pihaknya telah memasang spanduk imbauan sebagai langkah pencegahan dari serangan buaya.
“Kita juga akan rapat dengan melibatkan unsur terkait, dalam waktu dekat,” katanya.
Selain itu, dia mengatakan, saat ini pinaknya sedang mendata titik-titik kemunculan buaya di Bintan.
Dia mengatakan, saat ini populasi buaya diperkirakan banyak di Kecamatan Toapaya dan Gunung Kijang. Kemudian di Bintan Timur dan Tambelan, serta Teluk Bintan.
“Kita akan data berapa banyak kemunculan buaya pada akhir-akhir ini, selanjutnya kita akan koordinasi dengan BKSDA untuk mencari solusinya sehingga kemunculan buaya tidak menganggu aktivitas masyarakat,” pungkasnya. (*)
Bagus Bali Putra mendapatkan emas lima gram, sementara Susi dan Qatrun masing-masing memperoleh satu gram emas dari Astra Daihatsu melalui program Gebyar Servis Berhadiah 2024. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos
batampos – Astra Daihatsu menggelar program “Gebyar Servis Berhadiah 2024” sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan setia yang rutin melakukan servis kendaraan di bengkel resmi mereka.
Program ini merupakan bagian dari agenda nasional Astra Daihatsu, dengan hadiah utama berupa satu unit Daihatsu Ayla, sembilan sepeda motor, 135 gram emas, serta saldo AstraPay dengan total nilai Rp46,7 juta.
Kepala Cabang Astra Daihatsu Batam, Purnama YP, menyampaikan program ini bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada pelanggan yang telah mempercayakan perawatan kendaraannya kepada Astra Daihatsu.
“Harapannya, pelanggan kami bisa merasa nyaman dengan kendaraan Daihatsu dan semakin mudah dalam perawatannya,” ujarnya, Sabtu (8/2).
Di Batam, tiga pelanggan yang beruntung berhasil membawa pulang hadiah emas. Bagus Bali Putra mendapatkan emas lima gram, sementara Susi dan Qatrun masing-masing memperoleh satu gram emas.
Salah satu pemenang, Bagus Bali Putra, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya setelah mengikuti program ini.
“Saya awalnya hanya mengikuti servis seperti biasa dan diinformasikan oleh teknisi mengenai program ini. Saya sangat mengapresiasi pelayanan servis di Astra Daihatsu Batam yang sangat responsif, terutama saat kendaraan dalam keadaan darurat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Purnama YP menyampaikan pihaknya masih menunggu informasi dari kantor pusat Astra Daihatsu terkait penyelenggaraan program serupa pada 2025.
“Jika program ini kembali hadir, kami di Batam akan segera mensosialisasikan kepada cabang-cabang serta menginformasikan kepada publik dan pelanggan,” tambahnya.
Dengan adanya program ini, Astra Daihatsu berharap semakin banyak pelanggan yang merasakan manfaat dari servis berkala serta mendapatkan pengalaman berkendara yang lebih nyaman dan aman. (*)
batampos – BP Batam memastikan Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam tetap memberikan layanan terbaik kepada seluruh pasien, termasuk pasien berstatus BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, meski tengah berada dalam proses transisi pengelolaan.
Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, membantah tegas kabar yang menyebutkan bahwa RSBP tidak lagi melayani pasien BPJS.
“Kami sangat menyayangkan isu ini berkembang. RSBP Batam sampai saat ini tetap bekerja sama dengan BPJS dan masih menjadi rumah sakit rujukan,” katanya, Sabtu (8/2).
Ia mengungkapkan, sepanjang tahun 2024, pasien berstatus BPJS masih mendominasi total kunjungan di RSBP Batam. Berdasarkan data, pasien BPJS mencakup 76,35 persen kunjungan di Poliklinik Rawat Jalan, 85,39 persen di Rawat Inap, dan 76,75 persen di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Setiap orang, tanpa terkecuali, berhak memperoleh layanan medis yang memadai. Ini menjadi komitmen BP Batam. Jadi, tidak benar jika transisi pengelolaan RSBP mengganggu pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Tuty menjelaskan, BP Batam telah bekerja sama dengan Mayapada Healthcare dan Apollo Hospitals India untuk mengelola RSBP di masa mendatang. Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2024 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam.
“Tujuannya adalah mempercepat pembangunan ekonomi nasional, khususnya di wilayah Batam. Meski ke depan RSBP akan dioperasikan oleh Mayapada, pelayanan kepada masyarakat tetap sama seperti sebelumnya,” ujar dia.
Pola kerja sama dengan pihak ketiga bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan, sebagaimana BP Batam telah berhasil menerapkan model serupa di sektor pengelolaan bandara dan pelabuhan.
“Kerja sama ini berlandaskan komitmen agar pelayanan untuk masyarakat semakin baik,” katanya.
Sementara itu, BP Batam meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh kabar yang tidak berdasar terkait layanan RSBP Batam. (*)
Karo Ops Polda Kepri, Kombes Ulami Sudjaja dan Dirlantas Polda Kepri Kombes Tri Yulianto saat memberikan keterangan kepada pers terkait Operasi Keselamatan Seligi 2025. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos
batampos – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) akan menggelar “Operasi Keselamatan Seligi 2025”. Operasi ini dilakukan menyambut Idul Fitri 1446 H sekaligus merealisasikan komitmen Polda Kepri dalam menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik.
Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, mulai 10 Februari hingga 23 Februari 2025 dengan mengusung tema “Tertib Berlalu Lintas Guna Terwujudnya Asta Cita”
“Sebanyak 120 personel diterjunkan dalam operasi ini untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas, menekan angka kecelakaan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Karo Ops Polda Kepri, Kombes Ulami Sudjaja, Sabtu (8/2).
Ia menegaskan Polri memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas keselamatan berlalu lintas dan menekan angka fatalitas kecelakaan.
Ia juga mengingatkan agar seluruh personel bertugas dengan etika, pendekatan yang humanis, serta penuh tanggung jawab.
“Saya berharap dalam operasi ini, seluruh personel dapat mengedepankan etika dalam bertugas serta melaksanakan tindakan dengan ikhlas dan penuh rasa tanggung jawab,” katanya.
Sementara itu, Dirlantas Polda Kepri Kombes Tri Yulianto menyampaikan Operasi Keselamatan Seligi 2025 akan menargetkan pengemudi, kendaraan, jalan, dan lingkungan.
“Kami telah menyiapkan langkah-langkah strategis agar operasi ini berjalan efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas,”jelasnya.
Polda Kepri akan menerapkan beberapa strategi dalam operasi ini, di antaranya sosialiasi keselamatan berkendarakepada pengemudi angkutan umum.
Ramp Check bersama instansi terkait untuk pemeriksaan kesehatan pengemudi, serta tes alkohol dan narkoba. Koordinasi dengan dinas terkait dalam perbaikan jalan rusak, pemasangan rambu lalu lintas, serta pengawasan lokasi wisata yang diprediksi ramai saat Lebaran.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Polda Kepri berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan di jalan raya.
“Dengan kerja sama yang baik antara seluruh pihak terkait, kita berharap tercipta lalu lintas yang aman, tertib, dan nyaman selama arus mudik dan balik Idul Fitri 1446 H,” ujarnya.
Operasi Keselamatan Seligi 2025 diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas serta mencegah terjadinya kecelakaan selama periode mudik Lebaran. (*)
Tumpukan sampah terlihat di pinggir jalan Sagulung, tepatnya di arah menuju Kavling Baru. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos
batampos – Pemandangan tak sedap kembali terlihat di pinggir jalan Sagulung, tepatnya di arah menuju Kavling Baru dan juga beberapa lokasi lainnya. Tumpukan sampah yang berserakan di lokasi tersebut menimbulkan bau menyengat dan mengganggu pengendara yang melintas. Spanduk larangan membuang sampah yang sudah terpasang pun tampaknya tak diindahkan oleh masyarakat.
“Sudah diangkut kemarin oleh petugas, tapi tetap saja ada yang membuang sampah di sini,” ujar Ricky Malau, salah seorang warga Sagulung, Sabtu (8/2).
Menanggapi persoalan ini, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Eka Surianto, menyebut pihaknya terus berupaya menangani permasalahan sampah, termasuk yang berada di pinggir jalan.
Menurutnya, beberapa lokasi pembuangan sampah liar telah ditangani, seperti di Pasar Induk Jodoh yang kini tengah dibersihkan menggunakan alat berat.
“Kami tidak bisa hanya menyalahkan masyarakat, karena permasalahan sampah ini sangat kompleks. Kami tetap berupaya meminimalisir dengan berbagai langkah,” kata Eka.
Namun, ia menegaskan pengurangan tempat pembuangan sampah (TPS) liar tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah. Kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya juga menjadi faktor penting.
“Sampah selalu ada meskipun sudah diangkut. Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan,” tambahnya.
DLH Kota Batam saat ini menunggu tambahan armada truk pengangkut sampah yang direncanakan dalam anggaran tahun 2025. Sementara itu, pihaknya tetap berupaya semaksimal mungkin dengan keterbatasan armada yang ada saat ini.
Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, menegaskan pengelolaan sampah harus dilakukan secara komprehensif dan terencana.
Menurutnya, pengelolaan sampah akan difokuskan pada dua aspek utama, yakni di hulu dengan membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan di hilir melalui keterlibatan pihak ketiga atau swasta.
“Kami sedang menyusun konsep pengelolaan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat. Ini bukan hanya tugas DLH, tetapi tanggung jawab kita semua,” ujar Jefridin.
Ia juga meminta DLH untuk menyusun kebutuhan anggaran secara detail, termasuk sarana prasarana, tenaga kerja, dan operasional UPT agar pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif di masa mendatang.
Pendiri Akar Bhumi Indonesia, Hendrik Hermawan, menilai pemerintah kurang serius dalam menangani masalah persampahan di Batam. Menurutnya, persoalan sampah ini juga dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat, yang seharusnya menjadi perhatian utama pemerintah.
“Seperti yang kita lihat, tumpukan sampah ada di mana-mana. Kami memahami bahwa pemda tidak bisa bekerja sendiri dalam hal ini, tetapi sebagai instrumen utama, mereka harus lebih serius menangani permasalahan ini,” ungkapnya.
Hendrik berharap di era kepemimpinan kepala daerah yang baru, Pemerintah Kota Batam bisa lebih fokus dalam mengatasi permasalahan sampah.
“Kita tidak bisa terus-menerus menyalahkan pemerintah, tetapi media juga harus berperan dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya. (*)
batampos– Tercatat sebanyak 36 orang warga di Kabupaten Lingga, Kepri dinyatakan terinfeksi HIV-AIDS. Dari puluhan warga, pengidap penyakit menular tersebut kebanyakan dialami oleh laki-laki.
Puluhan warga itu diyakini terinfeksi HIV setelah menjalani skrining, yang dilakukan di Puskesmas dan Rumah sakit yang ada di Kabupaten Lingga. Saat ini, mereka sedang menjalani pengobatan rawat jalan di RSUD Dabo, RS Encek Mariam Daik dan Puskesmas Dabo Lama.
“Pada Desember 2024 jumlah pasien terinfeksi HIV-AIDS sebanyak 37 orang. namun diawal tahun 2025 tinggal 36 orang saja. Karena satu orang pindah domisili ke luar Daerah,” kata Kabid pencegahan dan pengendalian penyakit Dinkes Lingga, Wirawan Trisna Putra, Jumat (7/2).
Ia merincikan, kebanyakan dari pengidap HIV tersebut sebagian bekerja sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK), hingga wiraswasta. “Untuk pasien anak-anak ada berjumlah dua orang,” tambahnya.
Saat ini, Dinkes Lingga bekerjasama dengan Puskesmas dan Rumah Sakit terus melakukan screening kepada warga, untuk mendeteksi apakah ada pasien baru yang terinfeksi HIV-AIDS atau tidak.
Wirawan menjelaskan, selain melakukan Screening, Dinkes Lingga juga memberikan edukasi tentang bahaya dan tata cara penyebaran HIV-AIDS dengan melakukan sosialisasi dan seminar dan dibantu pihak Puskesmas dan Rumah Sakit.
Dinkes Lingga juga mengimbau kepada seluruh masyarakat kabupaten Lingga untuk selalu menjaga diri dan keluarga dari hal-hal yang dapat menyebabkan terinfeksi HIV/AIDS, karena dapat terinfeksi kepada semua kalangan
“Kita berupaya untuk memberikan Edukasi terkait bahaya dan cara penyebaran HIV/AIDS ini melalui sosialisasi dan Seminar,” pungkasnya. (*)
batampos– Sepanjang tahun 2024, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Anambas tidak mencatat adanya pergerakan investasi.
Padahal, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau menargetkan investasi di Anambas sebesar Rp 200 Miliar.
Sekretaris DPM-PTSP Anambas, Zaili menjelaskan tidak adanya investasi masuk disebabkan kondisi Anambas yang jauh membuat investor enggan mengembangkan bisnisnya di daerah perbatasan.
“Apalagi transportasi sulit, itu mungkin alasan tidak adanya investasi di tahun 2024,” kata Zaili saat ditemui diruang kerjanya, Jum’at, (7/2).
Meski tidak ada investasi, pihaknya mengungkapkan ada satu calon investor asal Afrika Selatan, Vander Rob yang telah melakukan survei di tiga lokasi untuk membangun objek wisata eco drive atau kawasan menyelam pada bulan Oktober lalu.
“Dia survei di Monjan, Padang Melang dan Pulau Garam,” tutur Zaili.
Saat ini pihaknya terus berkomunikasi dengan calon investor untuk meyakinkannya agar segera menanam investasinya di Anambas.
“Karena dia memang minat bangun usaha dibidang pariwisata di Anambas. Kami masih komunikasi,” ungkapnya.
Jika hal ini terealisasi, kata dia, akan membawa dampak positif bagi perekonomian salah satunya membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat.
“Kalau nilai investasi dia belum tahu berapa karena masih penjajakan. Tapi kalau regulasi untuk Penanaman Modal Asing (PMA) minimal Rp 1 miliar,” pungkas Zaili. (*)
Pegawai honorer sedang mengikuti apel pagi. f.sandi
batampos– Pemerintah Kabupaten Karimun telah menjalankan aturan dari Kementerian PAN RB sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menata status kepegawaian non ASN. Yakni, tidak lagi membayar dan mempekerjakan pegawai non ASN atau honor insentif.
Sekda Kabupaten Karimun, Djunaidy yang dikonfirmasi Batam Pos, Jumat (7/2) mengatakan, Pemerintah Kabupaten Karimun sudah menjalankan ketentuan yang diberlakukan oleh Kementerian PAN RB. ”Tenaga non ASN atau honorer insentif dan juga honorer insentif yang masa kerja kurang dari dua tahun tidak lagi dibayarkan gajinya dan tidak dianggarkan,” ujarnya.
Jumlahnya, tambah Djunaidy, lebih dari seribuan orang yang sudah dirumahkan dan tidak boleh dibayarkan gajinya. Karena, hal ini sudah ada ketentuan dari pemerintah pusat dan pemerintah harus menjalankan. Yakni, Surat Menteri PAN RB nomor B/5993/M.SM.01.00/2024 tanggal 12 Desember 2024 tentang Penganggaran Gaji bagi Pegawai Non-ASN.
”Sementara itu, sesuai dengan surat MenPAN RB Januari lalu bahwa tenaga honorer yang sudah lulus seleksi P3K tahap satu dan tenaga honorer yang sedang mengikuti seleksi P3K tahap dua serta tenaga honorer yang dinyatakan lulus seleksi P3K dengan kode R3 telah diperpanjang SK-nya sebagai tenaga honorer dan boleh menerima gaji yang dianggarkan di APBD sampai batas waktu tertentu,” jelasnya.
Batas waktu tertentu ini, sambung Edy sapaannya, ketika yang sudah lulus seleksi P3K tahap satu menerima NIP sebagai P3K, maka otomatis gajinya sebagai honorer dihentikan dan akan menerima gaji sebagai tenaga P3K. Begitu juga dengan yang sedang mengikuti seleksi P3K tahap dua diberlakukan sama.
”Termasuk juga dengan honorer yang lulus seleksi P3K tahap satu dengan kode R3. Kode ini berarti tenaga honorer tersebut lulus, namun formasinya tidak ada. Mereka tetap dipekerjakan dan dibiayai APBD sampai batas waktu tertentu. Dan untuk jumlah mereka (pegawai honorer yang lulus seleksi P3K dan yang sedang mengikuti seleksi tahap 2) yang sudah kita perpanjang SK-nya sebanyak 1.600 orang,” terang Edy. (*)
batampos – Salah satu aspek terpenting dalam perawatan sepada motor ialah mengganti oli secara teratur agar mesin selalu terlindungi dan performanya selalu dalam kondisi prima. Sayangnya, langkah ini sering diabaikan pemilik kendaraan.
Seiring waktu, oli di dalam ruang mesin akan terkontaminasi oleh partikel debu, kotoran, dan zat-zat kimia yang dihasilkan ketika mesin bekerja. Hal ini menyebabkan kemampuan pelumasan oli berkurang dan bisa mengakibatkan gesekan berlebih pada komponen mesin.
Johandi selaku Technical Service Manager PT Capella Dinamik Nusantara menyampaikan, “Perawatan rutin, terutama penggantian oli, adalah kunci utama untuk menjaga mesin sepeda motor tetap bekerja optimal. Sayangnya, banyak pemilik kendaraan yang sering menunda penggantian oli, padahal hal ini sangat berisiko bagi performa mesin.”
Berikut adalah beberapa efek yang bisa terjadi jika sering telat mengganti oli motor:
Penurunan kinerja mesin
Oli yang sudah terkontaminasi tidak mampu memberikan pelumasan optimal pada komponen mesin. Akibatnya, gesekan diantara komponen-komponen tersebut meningkat, menyebabkan penurunan kinerja mesin secara keseluruhan. Pengendara mungkin akan merasakan penurunan akselerasi, daya tarik, dan responsivitas mesin.
Overheat
Oli mesin juga berperan dalam menyerap panas yang muncul akibat kerja mesin, dari proses pembakaran hingga gesekan komponen di dalam mesin. Oli yang tidak mampu menahan suhu tinggi dapat mengakibatkan panas berlebih atau overheat pada mesin. Kondisi ini berpotensi merusak komponen mesin yang lebih sensitif dan memerlukan perbaikan yang mahal.
Ketahanan mesin berkurang
Gesekan berlebih yang disebabkan oleh oli yang tidak optimal dapat menyebabkan keausan pada komponen mesin seperti piston, ring piston, dinding silinder dan poros engkol yang merupakan komponen penting dalam sebuah rangkaian mesin.
Konsumsi BBM menjadi boros
Ketika oli tak rutin atau bahkan sering terlambat diganti dengan yang baru, mesin seperti dipaksa bekerja lebih berat tanpa perlindungan masksimal dari oli. Pada kondisi itu, gesekan antar komponen dan suhu mesin akan semakin tinggi.
Ketika mesin dipaksa bekerja lebih berat untuk mencapai performa terbaiknya, saat itulah proses pembakaran membutuhkan bahan bakar lebih banyak dibanding kondisi normalnya. Karena itu konsumsi bahan bakar menjadi boros.
Untuk menghindari efek negatif akibat sering telat mengganti oli, lakukanlah penggantian oli secara rutin dan teratur sesuai jadwal yang direkomendasikan pada buku pedoman kepemilikan sepeda motor. Biasanya, jarak tempuh atau waktu tertentu menjadi acuan untuk melakukan penggantian oli.
Perlu diketahui, setiap tipe motor memiliki interval yang berebeda dalam penggantian oli. Gunakanlah AHM Oil yang telah diformulasikan untuk mesin motor Honda. Jangan lupa juga, untuk membawa sepeda motor ke AHASS terdekat guna mendapatkan pemeriksaan dan perawatan rutin dari ahlinya.
“Dengan menjaga jadwal penggantian oli yang sesuai, kita dapat mencegah penurunan performa mesin dan konsumsi bahan bakar yang lebih boros. Kami di PT Capella Dinamik Nusantara sangat menganjurkan para pemilik sepeda motor Honda untuk selalu menggunakan AHM Oil yang dirancang khusus untuk mesin Honda, dan melakukan perawatan rutin di bengkel resmi AHASS. Ini penting untuk menjaga performa optimal sekaligus memperpanjang usia kendaraan.” Tutup Johandi.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan petugas AHASS jika merasa ada bagian sepeda motor yang tidak berfungsi dengan baik.