Rabu, 6 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2182

Kemenkes Tetap Targetkan 100 Juta Pemeriksaan Kesehatan Gratis Tahun Ini

0
Menkes Budi Gunadi Sadikin saat meninjau Cek Kesehatan Gratis (CKG) perdana di Puskesmas Manukan Kulon, Surabaya, Senin (10/2). (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

batampos – Pemerintah terus melakukan efisiensi dalam penggunaan anggaran negara, termasuk di sektor kesehatan. Meskipun mengalami pemangkasan, Kementerian Kesehatan tetap berkomitmen untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Salah satu program prioritas yang tengah dijalankan adalah pemeriksaan kesehatan gratis, dengan target akhir 280 juta jiwa dalam lima tahun ke depan.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa penghitungan anggaran program ini awalnya didasarkan pada 80% dari total sasaran, yaitu sekitar 220 juta jiwa. Namun, setelah penyesuaian anggaran, jumlah yang dapat terakomodasi saat ini sekitar 120 juta jiwa.

“Kita waktu menghitung anggaran untuk cek kesehatan gratis ini, kita ngitungnya 80% dari sasaran, yaitu sekitar 220 juta jiwa. Saya orangnya realistis, karena memang anggaran ini banyak sekali kebutuhannya dari Bapak Presiden dan Ibu Menteri Keuangan. Jadi, saya udahlah gapapa dulu,” ujar Budi di Surabaya, Senin (10/2).

Menurutnya, target penuh 280 juta jiwa tidak bisa langsung dicapai dalam satu tahun. Oleh karena itu, ia menargetkan setidaknya 100 juta orang dapat menjalani pemeriksaan kesehatan pada tahun ini.

“Sekarang yang masih aman anggaran kita adalah 120 juta, karena dipotong. Tapi saya juga realistis, apakah iya di tahun pertama bisa langsung 280 juta? Kan belum tentu. Ya mungkin kalau sudah bisa 100 juta aja setahun saya sudah senang, karena ini kan produk banyak sekali,” jelasnya.

Budi menegaskan bahwa program pemeriksaan kesehatan ini merupakan salah satu program kesehatan terbesar yang pernah dijalankan pemerintah. Program ini mencakup berbagai aspek kesehatan masyarakat, mulai dari pencegahan stunting bagi 25 juta orang, imunisasi untuk 70 juta anak, hingga program makan bergizi gratis yang menyasar sekitar 85 juta jiwa.

Saat pandemi COVID-19, pemerintah berhasil melakukan vaksinasi terhadap 200 juta penduduk. Oleh karena itu, target pemeriksaan kesehatan 280 juta jiwa dianggap realistis untuk dicapai dalam kurun waktu lima tahun.

“Menurut saya, mungkin dalam lima tahun bisa full 250 jutaan. Kalau tahun ini sudah bisa 100 juta saja yang dicek kesehatannya, saya sudah senang sekali. Kan datanya nanti masuk, kita bisa lihat, bisa rubah perilakunya,” katanya.

Lebih lanjut, Budi menekankan bahwa kesadaran akan kesehatan harus menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, bukan sekadar tanggung jawab pemerintah.

“Kesehatan itu harus jadi milik kita, nggak bisa dipaksa oleh pemerintah,” tuturnya. (*)

Artikel Kemenkes Tetap Targetkan 100 Juta Pemeriksaan Kesehatan Gratis Tahun Ini pertama kali tampil pada News.

Ditunjuk Jadi Stafsus Menhan, Ini Tugas Deddy Corbuzier

0
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin melantik beberapa stafsus dan seorang asisten khusus, termasuk diantaranya Deddy Corbuzier. (Biro Infohan Setjen Kemhan)

batampos – Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo atau lebih dikenal publik dengan panggilan Deddy Corbuzier baru saja dilantik menjadi staf khusus (stafsus) menteri pertahanan (menhan) bidang komunikasi sosial dan publik pada Selasa (11/2). Kepada Deddy, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan sejumlah tugas sesuai dengan bidang tersebut.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal (Kabiro Infohan Setjen) Kemhan Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas menyampaikan bahwa pertimbangan Menhan Sjafrie menunjuk Deddy sebagai salah satu stafsus adalah kapasitas dan kepakarannya. Menurut Frega, Deddy adalah salah satu pakar komunikasi publik saat ini.

”Diharapkan nantinya dengan peran Bapak Deddy akan berkontribusi dalam memperkuat literasi pertahanan serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam bela negara,” ungkap Frega.

Jenderal bintang satu TNI AD itu menyatakan bahwa arahan dan pesan yang disampaikan oleh Menhan Sjafrie kepada Deddy sudah sangat jelas. Yakni terkait dengan penguatan komunikasi sosial dan publik. Dengan pengaruh luas di media, termasuk media sosial, Deddy diharapkan mampu berkontribusi besar untuk Kemhan.

”Yang jelas terkait dengan penguatan komunikasi sosial dan publik dimana Pak Deddy diharapkan dapat berkontribusi dalam membantu sosialisasi kebijakan Kemhan sampai tingkat bawah di masyarakat,” kata dia.

Frega pun menjelaskan bahwa pengangkatan Dedy sebagai stafsus bersama empat orang lainnya merujuk aturan yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 140 Tahun 2024 tentang Organisasi Kementerian Negara. Dalam Bab IX tentang Staf Khusus, pasal 69 mencantumkan bahwa menteri bisa mengangkat paling banyak lima orang stafsus.

”Staf khusus diangkat oleh menteri koordinator atau menteri setelah mendapat persetujuan presiden. Jadi, setiap kementerian memang memiliki kewenangan untuk mengangkat staf khusus, termasuk Kementerian Pertahanan,” jelasnya.

Sebelumnya, Deddy sudah menyandang pangkat letkol tituler yang diberikan kepada dirinya saat Presiden Prabowo Subianto bertugas sebagai menhan. Tidak hanya itu, Deddy juga dijadikan sebagai duta Komponen Cadangan (Komcad) ketika Prabowo sebagai menhan memulai rekrutmen dan melantik para komcad. (*)

Artikel Ditunjuk Jadi Stafsus Menhan, Ini Tugas Deddy Corbuzier pertama kali tampil pada News.

Ubah Stigma Kampung Aceh, BNNP Kepri Luncurkan ‘Kampung Wisata Dunia Kopi’

0
Ilustrasi: Pembongkaran lapak sabu oleh Satresnarkoba Polresta Barelang di Kampung Aceh, Keluarahan Mukakuning. (F. Yofi Yuhendri/Batam Pos)

batampos – Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau (BNNP Kepri) berupaya menekan angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayahnya.

Langkah konkret yang diambil adalah mencanangkan Kelurahan Mukakuning sebagai ‘Kelurahan Bersih dari Narkoba (Bersinar)’ serta mengubah stigma negatif Kampung Aceh menjadi ‘Kampung Wisata Dunia Kopi’.

“Peresmian program ini akan dilakukan pada Kamis, 13 Februari 2025, dengan dihadiri langsung oleh Kepala BNN RI, Komjen Pol Marthinus Hukom,” kata Kepala BNNP Kepri Brigjen Pol Hanny Hidayat, Selasa (11/2).

Kampung Aceh selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan rawan peredaran narkoba di Batam. Untuk mengubah citra tersebut, BNN sebagai leading sector berkomitmen menggandeng berbagai stakeholder guna mengembangkan kawasan ini menjadi pusat wisata berbasis kopi.

Baca Juga: Pertamina: Pengecer LPG 3 Kg di Batam Akan Dilegalkan sebagai Sub Pangkalan

“Untuk mewujudkan komitmen ini, saya telah menyusun road map dan grand design serta menginstruksikan seluruh jajaran di BNNP Kepri, termasuk bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat serta bidang pemberantasan dan rehabilitasi , untuk bergerak bersama,” ujar Hanny.

Program Kampung Wisata Dunia Kopi tidak hanya berfokus pada perubahan fisik kawasan, tetapi juga mengedepankan strategi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat.

BNNP Kepri bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat, seperti tim penggerak PKK, tokoh lintas agama, majelis taklim, serta patron-patron sosial, dalam memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba.

Selain itu, BNNP Kepri juga menginisiasi pembentukan Satgas anti narkoba, program ketahanan keluarga anti narkoba, serta pelatihan pengembangan soft skill bagi anak-anak dan remaja di wilayah tersebut.

“BNNP Kepri juga aktif melakukan sosialisasi mengenai bahaya narkoba, baik melalui tokoh agama maupun figur publik, agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima oleh masyarakat,” tambah Hanny.

Baca Juga: PKL Semakin Ramai, Jalan Marina City Sering Macet di Jam Sibuk

Dengan hadirnya Kampung Wisata Dunia Kopi, diharapkan kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai zona rawan narkoba dapat bertransformasi menjadi kawasan produktif, berakhlak, dan bersih dari narkoba.

“BNNP Kepri akan terus berkolaborasi dengan seluruh stakeholder terkait untuk mendukung dan memastikan keberhasilan program ini,” kata Hanny.

Program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, menciptakan lapangan pekerjaan baru, serta menjadikan Kampung Aceh sebagai destinasi wisata yang menarik di Batam. (*)

 

 

Reporter: Azsi Maulana

Artikel Ubah Stigma Kampung Aceh, BNNP Kepri Luncurkan ‘Kampung Wisata Dunia Kopi’ pertama kali tampil pada Metropolis.

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2024 Naik 3 Poin jadi Skor 37, TII Sebut Setara dengan Argentina

0
Ilustrasi korupsi

batampos – Transparency International Indonesia (TII) mengungkapkan bahwa indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia mengalami peningkatan. Kini, IPK Indonesia berada pada skor 37 dengan ranking 99.

Deputi Transparency International Indonesia, Wawan Heru Suyatmiko mengakui IPK Indonesia terdapat kenaikan 3 poin, dari 2023 yang berada pada skor 34.

“Ini CPI Indonesia sepanjang 2024 ada dengan skor 37 ranking 99. Artinya apa? Artinya terjadi peningkatan 3 poin dari tahun 2023 ke 2024, dari 34 ke 37,” kata Wawan dalam siaran secara daring, Selasa (11/2).

Wawan mengungkapkan, terdapat negara di dunia yang memiliki skor IPK yang sama dengan Indonesia.

“Kita bersama dengan Argentina, kebetulan Argentina ini bagian dari BRICS, bagian dari G20 yang kita sebutkan tadi bahwa masyarakat ekonomi global pun ada angkanya di bawah rata-rata dan ini jadi catatan,” ucap Wawan.

“Selain itu, ada Ethiopia, Maroko, dan Lesotho. Sehingga skor 30 ini menjadi catatan yang sangat penting,” sambungnya.

Sementara, Wawan menyebut mayoritas IPK di negara-negara ASEAN mengalami penurunan. Menurutnya, Singapura mengalami kenaikan, dari skor 83 ke 84. Sementar, Malaysia stagnan pada skor 50.

Selain itu, Timor Leste dari skor 43 ke 44, naik satu poin. Vietnam turun satu poin, dari skor 41 ke 40.

“Indonesia, kita naik dari 34 ke 37. Thailand turun satu poin dari 35 ke 34,” urai Wawan.

Sementara, Laos mengalami kenaikan 5 poin yang cukup drastis, dari skor 28 ke 33. Filipina turun dari skor 34 ke 33. Kamboja turun dari skor 22 ke 21. Terakhir, Myanmar turun dari skor 20 ke 16.

Lebih lanjut, Wawan tak memungkiri beberapa negara di Asean mengalami penghambatan dari upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi.

“Hal ini ditandai dengan tadi yang naik ada beberapa Indonesia dan Singapura, tetapi Malaysia stagnan, rata-rata kenaikannya juga, Timor Leste dan Vietnam mendekati rata-rata global dan Asia Facific,” pungkasnya. (*)

 

Artikel Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2024 Naik 3 Poin jadi Skor 37, TII Sebut Setara dengan Argentina pertama kali tampil pada News.

Ramp Door Pelabuhan Roro Jagoh Rusak, Perbaikan Tunggu APBD Lingga

0
Foto Kondisi Fisik Ramp Door Pelabuhan Roro Jagoh, Kabupaten Lingga pada Selasa (11/2). F. Vatawari/BATAM POS

batampos– menanggapi pemberitaan yang menyebar tentang rusaknya Ramp Door di pelabuhan penyeberangan Roro Jagoh Kabupaten Lingga, Kepala Dinas Perhubungan (DISHUB) Kabupaten Lingga memberikan tanggapan tentang perencanaan perbaikan pada Pelabuhan Roro Jagoh.

Hendri Aprizal, Kepala DISHUB Lingga mengatakan dari pihak DISHUB sudah menurunkan anggota untuk melakukan survei dilokasi Pelabuhan Penyebrangan Roro Jagoh.

“Kami sudah menurunkan anggota untuk melakukan Survei pada Ramp Door yang rusak di pelabuhan penyeberangan Roro Jagoh. Memang kondisi saat ini rusak parah dan membahayakan bagi penumpang yang membawa mobil dan sepeda motor,” ujar Hendri Aprizal saat dikonfirmasi padi Senin (11/2).

BACA JUGA: Sopir Keluhkan Ramp Door Pelabuhan Jagoh Lingga yang Masih Rusak

Hendri mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan perencanaan untuk perbaikan Ramp Door tersebut. Konsultan dan PPTK untuk melakukan peninjauan dan membuat perencanaan.

“Saat ini kami sedang menyusun perencanaan untuk perbaikan Ramp Door tersebut. Konsultan dan PPTK sudah kami turunkan sekitar satu Minggu yang lalu untuk melakukan peninjauan terhadap Ramp Door tersebut,” ucapnya.

Pihak DISHUB Lingga masih menunggu APBD Kabupaten Lingga tahun 2025 untuk merealisasikan perbaikan pada Ramp Door pelabuhan Roro Jagoh.

“Untuk pengerjaan fisik perbaikan Ramp Door pelabuhan Roro Jagoh, kamis masih menunggu APBD Kabupaten Lingga tahun 2025. Karna memang saat ini kita masih keterbatasan dengan Anggaran,” kata Hendri.

Hendri menambahkan untuk ketahanan Ramp Door dengan kondisi fisik saat ini masih bisa dipergunakan dengan mengurangi muatan pada mobil angkutan ekspedisi.

“Dengan kondisi fisik Ramp Door Pelabuhan Roro Jagoh saat ini, masih bisa digunakan seperti aktivitas biasanya. Hanya saja untuk muatan pada mobile ekspedisi angkutan barang sedikit dikurangi jumlahnya,” tambah Hendri.

Kadishub menghimbau agar seluruh pihak yang menggunakan jasa Pelabuhan Penyebrangan Roro Jagoh untuk saling menjaga fasilitas yang ada sehingga tidak dapat dipergunakan dengan maksimal.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat kabupaten lingga agar sama-sama kita menjaga fasilitas yang sudah ada di pelabuhan Roro Jagoh. Khususnya bagi rekan-rekan mobile ekspedisi angkutan barang muatannya harus sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan,” tutupnya. (*)

Reporter: Vatawari

 

Artikel Ramp Door Pelabuhan Roro Jagoh Rusak, Perbaikan Tunggu APBD Lingga pertama kali tampil pada Kepri.

Kisah Bripka Joko Hadi, Polisi yang Jadi Penggali Kubur Gratis bagi Warga Miskin

0
Bripka Joko Hadi Aprianto, anggota Polsek Samarinda Ulu. (Polresta Samarinda)

batampos – Bripka Joko Hadi Aprianto, anggota Polsek Samarinda Ulu, Polresta Samarinda, dikenal bukan hanya sebagai polisi, tetapi juga sebagai penggali kubur gratis bagi warga kurang mampu di Samarinda, Kalimantan Timur.

Dedikasi dan kepeduliannya terhadap masyarakat telah membuatnya diusulkan sebagai kandidat Hoegeng Awards 2025, sebuah penghargaan untuk polisi dengan pengabdian luar biasa.

Usulan ini datang dari Hendy Saputra, seorang warga Samarinda yang mengenal Bripka Joko saat memandunya dalam perjalanan umrah.

“Pak Joko itu seorang polisi, tapi masyarakat lebih mengenalnya sebagai penggali kubur dan relawan. Orangnya ramah, mudah bergaul, dan selalu membantu orang lain,” ujar Hendy, Senin (10/2/2025).

Profesi penggali kubur sudah dilakukan Bripka Joko sejak kelas 2 SMP, jauh sebelum ia menjadi polisi.

“Ayah saya seorang polisi tamtama dengan tujuh anak. Gajinya saat itu tidak seberapa, jadi saya mencari tambahan dengan menjadi penggali kubur,” tuturnya.

Saat itu, ia mendapat upah Rp 20.000 hingga Rp 35.000 per pemakaman. Pada tahun 2005, atas dorongan sang ayah, ia mendaftar menjadi polisi dan lulus pendidikan. Meski begitu, ia tetap melanjutkan pengabdiannya sebagai penggali kubur.

Dalam lima tahun terakhir, ia bahkan dipercaya sebagai ketua pemakaman di daerahnya, bertanggung jawab atas pengelolaan lahan, pembayaran tim penggali, dan pemakaman warga kurang mampu.

“Saya mengelola tanah kuburan milik Pemkot Samarinda dan juga mewakafkan tanah warisan dari ayah saya untuk pemakaman warga,” ungkapnya.

Bripka Joko tidak memungut biaya dari keluarga yang tidak mampu, meski tetap harus membayar tim penggali kubur.

“Kalau warga mampu, mereka kadang memberi sukarela, bisa Rp 300 ribu, Rp 500 ribu, hingga Rp 1 juta. Tapi untuk warga kurang mampu, saya gratiskan sepenuhnya,” jelasnya.

Meski sering mengeluarkan uang pribadi, ia tidak merasa rugi.

“Kalau dihitung duniawi, saya rugi. Tapi hadiahnya bukan kipas angin, hadiahnya surga,” katanya sambil tersenyum.

Bripka Joko menolak berbagai penghargaan dan kesempatan sekolah perwira demi perjuangan memperoleh tanah wakaf untuk pemakaman warga.

“Tahun 2014, saya dapat penghargaan, saya tolak. Saya berharap mendapatkan tanah wakaf kuburan. Tahun 2023, saya dapat penghargaan dari wali kota, saya tolak lagi. Tahun 2024, saya didatangi Kapolri dan ditawari sekolah perwira gratis, tapi saya tetap meminta tanah wakaf,” tegasnya.

Baginya, kebutuhan warga lebih penting dibandingkan kenaikan pangkat atau penghargaan pribadi.

“Kalau saya mau berpikir untuk diri sendiri, saya bisa ambil kesempatan sekolah perwira. Tapi ini soal kebutuhan warga. Kasihan mereka kalau lahan makin sempit,” tutupnya. (*)

Artikel Kisah Bripka Joko Hadi, Polisi yang Jadi Penggali Kubur Gratis bagi Warga Miskin pertama kali tampil pada News.

Balap Liar Jadi Atensi Polisi

0

Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang akan meningkatkan penindakan di lokasi rawan balap liar. Penindakan dilakukan secara acak atau random.

Gelar Operasi Keselamatan, Polisi Sosialisasikan Penggunaan Lajur Kiri Bagi Pengendara Motor

0
Ilustrasi. Pengendara kenderaan bermotor roda dua dan empat saat melintas di Simpang Kara Batamcentre. Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Operasi Keselamatan Seligi 2025 sudah berlangsung selama dua hari. Selama operasi ini, polisi masih melakukan sosialisasi kepada pengendara.

“Dua hari ini kegiatan sosialisasi,” ujar KBO Satlantas Polresta Barelang, Ipda Yudi Patra, Selasa (11/2).

Yudi menjelaskan sosialisasi yang dilakukan terdiri dari penggunaan lajur kiri untuk pengendara sepeda motor, pengendara dilarang menggunakan ponsel, dan kendaraan dilarang menggunakan knalpot brong.

Kemudian kendaraan yang tidak standar pabrikan atau menambah panjang rangka atau merubah spektek, dan kendaraan sirine yang menggunakan sirine atau rotator, strubo bukan peruntukan.

Baca Juga: Antisipasi Balap Liar dan Kenakalan Remaja, Polsek Sagulung dan Batuaji Gencarkan Patroli

Selain itu, sosialisasi terkait TNKB kendaraan yang tidak sesuai aturan, penggunaan helm SNI dan harus dikaitkan, kendaraan pribadi yang digunakan travel liar, kendaraan penumpang yang digunakan sebagai kendaraan mudik, dan kendaraan penumpang yang tidak laik jalan.

“Kita juga sosialisasi di tempat wisata agar melengkapi sarana parkir untuk pengunjung,” kata Yudi.

Diketahui, Operasi Keselamatan Seligi 2025 berlangsung selama 14 hari, yakni dari tanggal 10-23 Februari. Dalam operasi ini polisi menargetkan 40 persen pembinaan dan sosialisasi, lalu 20 persen penindakan hukum bagi pelanggar.

“Operasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas,” ungkapnya.

Baca Juga: Santunan Kecelakaan di Kepri Naik Rp23,5 Miliar, Jasa Raharja Optimistis Angka Kecelakaan Menurun

Yudi berharap selama operasi dan sosialisasi ini tingkat kesadaran pengendara untuk mematuhi aturan berlalulintas akan semakin meningkat.

“Dengan patuhnya pengendara dengan aturan, kita harapkan angka kecelakaan di Batam dapat berkurang,” tutupnya. (*)

 

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel Gelar Operasi Keselamatan, Polisi Sosialisasikan Penggunaan Lajur Kiri Bagi Pengendara Motor pertama kali tampil pada Metropolis.

Motor Bidan Hilang di Parkiran Pegawai, RSJKO EHD di Tanjunguban Langsung Perbaiki Cctv

0
Area parkir kendaraan khusus pegawai RSJKO EHD di Tanjunguban. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Hilangnya sepeda motor bidan di area parkir pegawai RSJKO Engku Haji Daud (EHD) di Tanjunguban menjadi catatan dan perhatian manajemen rumah sakit.

Pihak rumah sakit pelat merah langsung melakukan perbaikan Cctv yang rusak.

Hal ini dikarenakan saat kejadian, tidak terekam Cctv.

“Kita sudah memanggil teknisi untuk melakukan perbaikan Cctv. Ada 16 titik Cctv yang segera diperbaiki dan lagi on proses,” ungkap Wadir Keuangan RSJKO EHD di Tanjunguban, Emil.

BACA JUGA: Motor Bidan Hilang di Parkiran Pegawai RSJKO EHD Kepri di Tanjunguban

Selain perbaikan Cctv, dia mengatakan, sekuriti rumah sakit telah disiagakan di dekat lokasi area parkir kendaraan.

“Kita telah menempatkan sekuriti di depan musala, dekat area parkir, mereka standby pagi, siang, sore dan malam,” katanya.

Kemudian, pihak rumah sakit juga akan memagar untuk keluar masuk kendaraan di area parkir kendaraan.

Dia juga telah menindaklanjuti kejadian ini dengan memanggil korban.

Dari keterangan yang diperoleh, kendaraan tidak dikunci stang saat diparkir di area parkir.

Kemudian, kendaraan tersebut merupakan kendaraan dari Natuna.

“Tidak bisa diklaim asuransinya karena motor dari Natuna. Kata yang bersangkutan, kalau hilangnya di Natuna, bisa diklaim,” ujarnya.

Terkait kasusnya, dia mengatakan, pihak rumah sakit telah menyerahkan ke pihak Kepolisian.

Diberitakan sebelumnya, sepeda motor Honda Beat bidan bernama Reni Darnita, hilang di area parkir khusus pegawai, Minggu (2/2/2025).

Kejadian ini diketahui, saat korban selesai kerja dan hendak pulang ke rumah. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Motor Bidan Hilang di Parkiran Pegawai, RSJKO EHD di Tanjunguban Langsung Perbaiki Cctv pertama kali tampil pada Kepri.

WNA Cina Diciduk, Ketahuan Masuk Bintan Secara Ilegal

0
Jajaran Ditjen Imigrasi Kepri menunjukkan tersangka ZQ dan barang bukti di kantor Imigrasi Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar

batampos– Kantor Imigrasi Tanjungpinang menahan Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok Cina inisial ZQ, atas dugaan pelanggaran keimigrasian. ZQ diketahui masuk ke perairan Bintan, Indonesia secara ilegal.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Kepri Ujo Sujoto, menyampaikan berkas perkara kasus pelanggaran keimigrasian ini telah dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Negeri Bintan.

“Kami akan menyerahkan tahap II, yaitu tersangka dan barang bukti ke Kejari Bintan” katanya, Selasa (11/2).

BACA JUGA: Rumah di Desa Kelong, Bintan Ambruk, Pasangan Lansia, La Cina dan Nur Jatuh ke Laut

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Tanjungpinang Adityo Agung Nugroho, menjelaskan ZQ awalnya berencana ke Amerika Serikat secara ilegal meminta bantuan penyelundup Thailand.

ZQ kemudian berangkat dari Tiongkok Cina menuju Thailand. Namun saat tiba di Thailand, ZQ ditolak oleh penyelundup di Thailand, karena tidak bisa berbahasa Inggris.

ZQ kemudian membeli kapal kecil di Thailand. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Langkawi, Malaysia dengan tujuan akhir Taiwan.

Dalam perjalanannya, ZQ masuk ke wilayah Indonesia secara ilegal melalui perairan Malaysia. Saat ditangkap pihak Imigrasi Tanjungpinang, ZQ sedang mengisi bahan bakar di sekitar Pulau Cempedak, Bintan.

Sebelumnya, ZQ sempat singgah di beberapa pulau tanpa terpantau oleh warga, hingga akhirnya laporan masyarakat di Pulau Cempedak mengungkap keberadaannya.

Satu unit sampan nelayan dan perahu milik ZQ juga telah diamankan pihak Imigrasi Tanjungpinang sebagai barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut.

ZQ diduga melanggar Pasal 119 ayat (1) dan Pasal 113 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. ZQ terancam hukuman penjara maksimal lima tahun dan denda hingga Rp500 juta.

“Saat ini ZQ telah ditahan di Rutan Tanjungpinang,” tegas Adityo. (*)

Reporter: Yusnadi

Artikel WNA Cina Diciduk, Ketahuan Masuk Bintan Secara Ilegal pertama kali tampil pada Kepri.