Kamis, 7 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2181

Dua Unit Damkar Dikerahkan, Kebakaran Hutan Lindung Batam Berhasil Dikendalikan

0
Kebaran di hutan Lindung Sungai Harapan, Sekupang berhasil dipadamkan. Foto Rengga

batampos – Kebakaran melanda kawasan Hutan Lindung Sungai Harapan, tepatnya di sekitar pemakaman umum Sei Temiang, Rabu (12/2) sekitar pukul 16.00 WIB. Api yang diduga berasal dari pembakaran sampah oleh oknum masyarakat dengan cepat membesar akibat cuaca panas dan angin kencang.

Petugas dari Pemadam Kebakaran, Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Unit II Batam dan Manggala Agni Daops XIII Batam langsung dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Dua unit mobil pemadam kebakaran juga diturunkan guna mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas.

Kepala KPHL Unit II Batam, Lamhot Sinaga, mengatakan bahwa gerak cepat tim pemadam berhasil mencegah api meluas ke area yang lebih besar.

“Kami mendapat informasi bahwa api berasal dari pembakaran sampah yang dilakukan oleh oknum masyarakat. Dengan cepat, tim melakukan pemadaman dan memastikan api tidak menyebar lebih luas. Luas area terbakar tak sampai satu hektare karena tim bergerak cepat mengatasi situasi,” ujar Lamhot.

Pantauan di lokasi, petugas berjibaku memadamkan api di tengah kondisi medan yang cukup sulit. Cuaca panas ditambah angin kencang membuat api dengan cepat merambat ke area ilalang dan semak-semak. Petugas harus bekerja ekstra untuk mengendalikan kobaran api agar tidak merembet ke kawasan hutan yang lebih dalam.

Hermansyah, Humas Manggala Agni Daops XIII Batam, menegaskan bahwa kondisi cuaca saat ini sangat rawan terhadap kebakaran. Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah atau ilalang secara sembarangan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah dan ilalang, terutama di musim kemarau dengan angin kencang seperti saat ini. Jika melihat adanya kebakaran lahan atau hutan, segera laporkan ke Manggala Agni Batam agar bisa ditangani sebelum meluas,” kata Hermansyah.

Setelah hampir dua jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.45 WIB. Petugas tetap melakukan penyisiran dan pendinginan di area bekas kebakaran guna mencegah potensi api kembali menyala.

Sementara itu Anwar, oknum masyarakat yang diamankan aparat kepolisian karena ketahuan membakar sampah di lokasi mengaku tak sengaja membakar sampah. “Saya pikir tak sampai besar seperti ini pak,” ujarnya saat dibawa ke kantor polisi. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Dua Unit Damkar Dikerahkan, Kebakaran Hutan Lindung Batam Berhasil Dikendalikan pertama kali tampil pada Metropolis.

Pengendara Motor Kecepatan Tinggi Jadi Penyebab Banyaknya Kecelakaan di Awal Tahun

0
Barang bukti sepeda motor yang mengalami kecelakaan di Simpang kara Batamcenter berada di gudang barang bukti Satlantas Polresta Barelang, Selasa (11/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kapolresta Barelang, Kombes Heribertus Ompusunggu mengatakan banyaknya kecelakaan diawal tahun ini disebabkan kelalaian pengendara sepeda motor. Pengendara motor kerap berkecepatan tinggi saat berada di jalanan.

“Kebanyakan pengendara sepeda motor karena mengejar waktu dengan kecepatan (tinggi),” ujarnya di Mapolresta Barelang.

Heribertus mengatakan selain berkecapatan tinggi, pengendara motor juga lalai dalam menggunakan helm. Sehingga, saat tabrakan banyak pengendara motor mengalami luka di kepala.

“Helm itu harus diikat, diklik. Karena hancur kepala mati ditempat,” katanya.

Heribertus mengaku pihaknya juga akan memperketat pengawasan terhadap angkutan truk barang. Ia menegaskan akan menilang truk barang yang tidak menggunakan terpal.

“Setiap angkutan, baik itu batu, pasir harus memiliki bak tertutup. Kalau tidak akan dikenakan denda tilang,” ungkapnya.

Heribertus menjelaskan sanksi tilang kepada truk angkutan tanpa terpal ini sesuai dengan Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

“Kalau ditemukan akan langsunv kita tindak dan tilang,” tutupnya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

 

Artikel Pengendara Motor Kecepatan Tinggi Jadi Penyebab Banyaknya Kecelakaan di Awal Tahun pertama kali tampil pada Metropolis.

Dipicu Masalah Lapak Duduk, Pemuda di Jodoh Tikam Teman

0
Deski, penikam teman diamankan polisi di Mapolsek Lubuk Baja. F.Noval untuk Batam Pos

batampos – Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja menangkap Deski Ramendo, Senin (10/2) malam. Pemuda 24 tahun ini nekat menikam temannya, DS, 28, menggunakan sebilah pisau di Pasar Buah Jodoh.

Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Noval Adimas Ardianto mengatakan penikaman ini berawal saat korban beristirahat bekerja. Ketika itu, korban mendatangi tempat pelaku yang juga tengah beristirahat bekerja

“Korban mendekati pelaku dan bergabung duduk untuk istrahat,” ujarnya.

Melihat kedatangan korban, pelakupun merasa istrihatanya terganggu. Hingga keduanya terlibat cek-cok. Pelaku kemudian mengeluarkan sebilah pisau dan menikam korban.

“Pelaku dan korban saling kenal. Keduanya cek-cok masalah lapak duduk, dan pelaku menikam sebanyak satu kali ke korban,” katanya.

Akibat tikaman tersebut, korban mengalami luka di bagian rahang pipi sebelah kiri. Kemudian korban melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Lubuk Baja.

“Pelaku kita tangkap di rumahnya di kawasan Tanjung Uma,” ungkap Noval.

Noval menambahkan pihaknya saat ini masih melakukan pencarian barang bukti berupa pisau yang digunakan pelaku untuk menikam korban.

“Pisau itu dibuangnya, dan masih dalam pencarian. Barang bukti lain ada pakaian korban yang berlumuran darah,” katanya.

Atas perbuatannya, Deski dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Dipicu Masalah Lapak Duduk, Pemuda di Jodoh Tikam Teman pertama kali tampil pada Metropolis.

Polisi Ingatkan Tak Lakukan Penimbunan Sembako, Ketahuan Bakal Ditindak

0
Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi. F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Polresta Tanjungpinang, Kepri mengingatkan kepada pengusaha dan warga setempat, untuk tidak melakukan penimbunan bahan pokok atau sembako jelang bulan ramadhan. Jika ketahuan, maka pelaku akan ditindak tegas.

Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi mengatakan bahwa saat ini pihaknya memang belum ada menerima laporan, terkait indikasi adanya penimbunan bahan-bahan pokok di Kota Gurindam tersebut.

“Akan kita tindak tegas oknum yang menimbun bahan pokok, baik dari gudang maupun distributor. Saat ini memang belum ada laporan,” kata Kapolresta, Selasa (11/2).

BACA JUGA: Tekan Inflasi, Distributor Sembako Tanjungpinang Diminta Bentuk Asosiasi

Walaupun sejauh ini belum menerima laporan terkait kelangkaan bahan pokok, Polresta Tanjungpinang tetap akan melakukan rapat koordinasi dengan pihak terkait. Hal ini, semata-mata untuk mencegah terjadinya kelangkaan bahan pokok, akibat penimbunan.

“Nanti kita akan rakor, agar tidak ada oknum yang bermain dan menimbun bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat,” tambahnya.

Rakor itu, kata dia akan dilakukan dengan Pemda untuk menyelenggarakan operasi pasar, serta melihat kondisi ketersediaan sembako di Tanjungpinang.

“Nanti akan kita lihat seperti apa kebutuhan dan kondisi ketersediaan di pasar. Kalau ada dugaan penimbunan pasti akan kita tindak tegas,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

 

Artikel Polisi Ingatkan Tak Lakukan Penimbunan Sembako, Ketahuan Bakal Ditindak pertama kali tampil pada Kepri.

38.510 Siswa di Batam Terima Bantuan Pendidikan PIP, Bantuan Langsung Masuk ke Rekening Siswa

0
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Tri Wahyu Rubianto. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos.

batampos – Sebanyak 38.510 siswa dari jenjang SD dan SMP di Kota Batam menerima bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Yang membedakan, kini bantuan tersebut langsung ditransfer ke rekening siswa yang dipegang oleh orang tua atau wali, sehingga menghindari potensi penyalahgunaan dana.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, menegaskan bahwa skema ini memastikan bantuan diterima secara utuh oleh siswa yang berhak.

“Sekolah hanya memberikan rekomendasi pencairan dana, tetapi penyaluran langsung ke rekening masing-masing siswa,” jelasnya, Rabu (12/2).

Berdasarkan data per Desember 2024, PIP disalurkan ke 620 sekolah di Batam. Bantuan diberikan satu kali dalam setahun dengan nominal yang bervariasi sesuai jenjang pendidikan.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), besar bantuan yang diterima siswa adalah siswa SD/SDLB/Paket A sebesar Rp450.000 per tahun, khusus siswa baru dan kelas akhir Rp225.000 per tahun.

SMP/SMPLB/Paket B sebesar Rp750.000 per tahun, khusus siswa baru dan kelas akhir Rp375.000 per tahun.

Tri menjelaskan bahwa sistem penyaluran langsung ke rekening siswa ini dibuat untuk menghindari adanya pemotongan atau penyalahgunaan dana.

“Tidak ada pihak lain yang bisa mengintervensi karena dananya langsung masuk ke rekening penerima,” katanya.

Selain itu, penyaluran PIP dilakukan melalui mekanisme yang jelas. Sekolah bertugas mendata siswa yang memenuhi kriteria, lalu mendaftarkannya ke dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Setelah diverifikasi, bantuan akan langsung dikirim ke rekening siswa.

Tri juga mengimbau sekolah agar aktif dalam mendata siswa yang berhak menerima PIP.

“Kami ingin memastikan semua siswa yang membutuhkan benar-benar mendapatkan bantuan ini,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel 38.510 Siswa di Batam Terima Bantuan Pendidikan PIP, Bantuan Langsung Masuk ke Rekening Siswa pertama kali tampil pada Metropolis.

Lewat Grup Telegram, 15 CPMI Ilegal Nyaris Diselundupkan ke Myanmar dan Malaysia

0
Ilustrasi. Polisi mengamankan pelaku dan korban calon PMI ilegal di salah satu lokasi. Foto. Ditreskrimum Polda Kepri.

batampos – Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepulauan Riau menggagalkan keberangkatan 15 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang hendak berangkat ke Myanmar dan Malaysia melalui Pelabuhan Internasional Harbour Bay, Batuampar.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Ade Mulyana, menjelaskan pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat terkait rencana keberangkatan CPMI secara ilegal melalui pelabuhan tersebut.

“Dari hasil penindakan, diketahui bahwa delapan orang hendak menuju Myanmar, sementara tujuh orang lainnya berencana ke Malaysia,” ujarnya, Rabu (12/2).

Baca Juga: Ribuan Warga Kepri Bekerja di Kamboja, Jadi Scammer dan Operator Judi Online

Kombes Ade mengungkapkan para CPMI yang akan berangkat ke Myanmar tergabung dalam sebuah grup Telegram yang diduga menjadi media komunikasi utama mereka.

“Mereka diarahkan melalui grup Telegram, tanpa adanya pengurus yang mendampingi, baik di Batam maupun di daerah asal. Semua arahan disampaikan melalui ponsel,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ade menjelaskan hingga saat ini belum ada tersangka yang ditetapkan. “Mereka berangkat secara mandiri. Tidak ada pengurus di sini atau di daerah asal. Semua diarahkan melalui ponsel. Namun, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab, mengingat nomor ponsel di Telegram tidak terlihat secara langsung,” tambahnya.

Hasil interogasi mengungkapkan bahwa delapan orang CPMI yang akan berangkat ke Myanmar diiming-imingi pekerjaan sebagai host live TikTok. Namun, mencurigakan karena nama grup Telegram yang mereka ikuti mengarah ke situs judi online.

“Mereka diberi informasi pekerjaan sebagai host live TikTok, tetapi nama grup Telegram tersebut mengindikasikan hal yang mencurigakan. Semua pengaturan perjalanan dan akomodasi diatur oleh admin grup,” jelas Ade.

Saat ini, dari 15 CPMI yang diamankan, 11 orang telah diperiksa melalui Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), sedangkan empat orang lainnya masih menjalani proses.

Para CPMI tersebut berasal dari berbagai daerah, di antaranya delapan orang yang hendak ke Myanmar berasal dari Batam, Jawa Barat, Jakarta, dan Bangka Belitung.

Sementara itu, tujuh orang yang berencana ke Malaysia terdiri dari empat orang asal Aceh dan tiga orang asal Blitar. Ade juga menyebutkan beberapa dari mereka sudah berpengalaman bekerja di Malaysia dengan sistem “passing”.

“Yang dari Blitar ini sudah sering ke Malaysia sebagai welder. Mereka bekerja dengan sistem passing, dan yang lainnya ikut karena tergiur ajakan tersebut,” kata Ade.

Polda Kepri terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap jaringan di balik pengiriman CPMI secara ilegal ini, serta mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam menerima tawaran pekerjaan di luar negeri melalui media sosial. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Lewat Grup Telegram, 15 CPMI Ilegal Nyaris Diselundupkan ke Myanmar dan Malaysia pertama kali tampil pada Metropolis.

Ribuan Warga Kepri Bekerja di Kamboja, Jadi Scammer dan Operator Judi Online

0
Ilustrasi.

batampos – Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kombes Imam Riyadi mengungkapkan ada sekitar 5.300 warga Kepulauan Riau (Kepri) diduga bekerja secara ilegal di Kamboja sebagai scammer dan operator judi online.

“Hasil koordinasi di Kamboja memperkirakan jumlah warga Kepri mencapai 5.300 orang yang bekerja sebagai scammer dan operator judi online,” ujar Imam, Rabu (12/2).

Imam menjelaskan Kamboja bukanlah negara penempatan resmi bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), sehingga dapat dipastikan keberangkatan mereka bersifat nonprosedural.

“Negara tidak menempatkan pekerja di sana, sehingga mereka berstatus nonprosedural,” tegasnya.

Menurut Imam, mayoritas perekrutan dilakukan melalui media sosial dan pesan berantai. “Rata-rata mereka direkrut melalui media sosial. Ada juga yang melalui teman yang sudah lebih dulu bekerja di Kamboja, kemudian mengajak teman-teman lainnya. Jadi semacam pesan berantai,” ungkapnya.

BP3MI bersama Polda Kepri terus melakukan upaya pencegahan. “Kami mengetahui pola ini dari berbagai pencegahan yang telah dilakukan,” tambah Imam.

Imam mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh janji gaji besar yang belum tentu sesuai kenyataan. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan pelayanan gratis bagi warga yang ingin bekerja secara prosedural di luar negeri.

“Hati-hati dengan iming-iming gaji besar. Belum tentu pekerjaan di sana sesuai yang dijanjikan. Jika ingin bekerja secara legal dan aman di luar negeri, kami siap melayani secara gratis,” imbaunya.

Baru-baru ini, BP3MI bersama Polda Kepri berhasil mencegah keberangkatan 15 orang yang hendak menuju Myanmar melalui Pelabuhan Harbour Bay.

Imam menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap risiko bekerja secara nonprosedural di luar negeri.

“BP3MI terus meningkatkan koordinasi dan pengawasan untuk mencegah keberangkatan ilegal serta melindungi warga Kepri dari potensi eksploitasi dan penipuan kerja di luar negeri,” katanya. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Ribuan Warga Kepri Bekerja di Kamboja, Jadi Scammer dan Operator Judi Online pertama kali tampil pada Metropolis.

Presiden Prabowo dan Erdogan Sepakat Dukung Kemerdekaan Palestina

0
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Rabu (12/2). (Setpres)

batampos – Presiden Prabowo Subianto mengaku turut membahas konflik Palestina saat bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Rabu (12/2). Ia memastikan, Indonesia dan Turki sepakat kemerdekaan Palestina menjadi solusi dari konflik yang terjadi.

“Di bidang hubungan internasional, kami menegaskan bahwa Indonesia dan Turki berpandangan tetap bahwa solusi untuk perdamaian di Palestina adalah kemerdekaan bagi Palestina dengan solusi dua negara, two state solution,” kata Prabowo usai pertemuan bilateral dengan Erdogan.

Pertemuan kedua pemimpin negara itu juga mendukung perdamaian konflik antara Suriah dan Ukraina.

“Kita juga mendukung perdamaian di Suriah dan Ukraina,” ucap Prabowo.

Sementara, Erdogan mengapresiasi sikap tegas Indonesia atas kemerdekaan Palestina. Ia berharap, kerja sama Indonesia dan Turki dalam mendukung kemerdekaan Palestina terus berlanjut.

“Saya mengapresiassi sikap bangsa Indonesia yang sangat tegas. Ke depan, dalam hal pembangunan kembali Palestina pascakonflik kita akan terus melanjutkan kerja sama dengan Indonesia,” pungkas Erdogan. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Presiden Prabowo dan Erdogan Sepakat Dukung Kemerdekaan Palestina pertama kali tampil pada News.

Batam Darurat Sampah, Penumpukan di Pinggir Jalan Kian Parah

0
Sampah menumpuk di sepanjang pingggir jalan menuju kawasan galangan kapal Seilekop. Foto. Eusebius sara/ Batam Pos

batampos – Persoalan sampah di Batam semakin sulit diatasi. Penumpukan sampah di pinggir jalan terus bermunculan, mencoreng estetika kota dan mengganggu kenyamanan warga. Sampah rumah tangga dan plastik berserakan di berbagai sudut kota, menimbulkan bau tak sedap serta mengancam kesehatan masyarakat.

Fenomena ini tampaknya semakin meluas, dengan titik-titik penumpukan baru yang terus muncul. Di beberapa lokasi, sampah yang sudah lama menumpuk dibiarkan tanpa penanganan, menambah kesan kumuh di jalan-jalan utama. Kondisi ini semakin diperparah dengan minimnya kesadaran warga dalam membuang sampah pada tempatnya.

Wilayah Batuaji dan Sagulung menjadi daerah yang paling terdampak. Warga dan pengendara yang melintasi jalan-jalan di sana mengeluhkan bau busuk yang menyengat serta banyaknya lalat yang beterbangan. Sampah yang membusuk bahkan mulai mengundang ulat, meningkatkan risiko penyebaran penyakit bagi masyarakat sekitar.

Di tengah situasi ini, petugas pengangkut sampah tampak kewalahan. Meskipun mereka terus bekerja keras mengangkut sampah dari tong-tong di permukiman, sampah yang menumpuk di pinggir jalan tampaknya belum dapat terakomodasi sepenuhnya. Kondisi ini menyebabkan sampah terus menumpuk tanpa ada solusi yang benar-benar efektif.

Aldi, salah satu petugas kebersihan yang ditemui di lapangan, mengakui bahwa menangani sampah di Batam saat ini menjadi tantangan besar. “Setiap kali diangkut, dalam sehari saja sampah sudah kembali menumpuk. Belum selesai satu titik, titik lain sudah penuh lagi,” ungkapnya. Menurutnya, jumlah sampah yang terus bertambah membuat upaya pembersihan seperti tidak ada habisnya.

Pemerintah kecamatan pun menyatakan bahwa mereka terus berupaya maksimal untuk menangani persoalan ini. Armada pengangkut sampah masih bekerja secara optimal, namun mereka juga menyoroti pentingnya kesadaran warga dalam membuang sampah secara tertib. “Kalau sampah diletakkan di depan rumah, semuanya bisa terangkut. Tapi kalau dibuang sembarangan ke pinggir jalan, ini akan menyulitkan petugas,” kata Camat Sagulung, M. Hafiz Rozie.

Namun, di sisi lain, warga juga mengeluhkan keterlambatan dalam pengangkutan sampah dari permukiman. Beberapa warga yang ditemui Batam Pos mengaku bahwa sampah di depan rumah mereka sering tidak diangkut tepat waktu, sehingga mereka terpaksa membuangnya ke pinggir jalan. Hal ini terjadi karena tong sampah di depan rumah mereka sudah penuh, dan mereka tidak punya pilihan lain.

Ummar, salah seorang warga Kavling Seroja, mengungkapkan bahwa armada pengangkut sampah sering datang terlambat, sehingga warga tidak tahu harus membuang sampah ke mana. “Kalau sampah di depan rumah sudah penuh dan tidak segera diangkut, kami terpaksa membuangnya ke pinggir jalan,” ujarnya.

Permasalahan sampah di Batam ini menjadi dilema yang membutuhkan solusi menyeluruh. Selain peningkatan kapasitas pengangkutan sampah, peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan juga sangat diperlukan. Kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya serta disiplin dalam mengikuti jadwal pengangkutan bisa menjadi langkah awal dalam mengatasi krisis sampah ini.

Pemerintah setempat diharapkan dapat segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi permasalahan ini sebelum semakin parah. Jika tidak segera ditangani, persoalan sampah ini tidak hanya akan merusak pemandangan kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan yang lebih serius. (*)

Reporter : Eusebius Sara

Artikel Batam Darurat Sampah, Penumpukan di Pinggir Jalan Kian Parah pertama kali tampil pada Metropolis.

Pemko Batam Akan Menata Pedagang Pasar Kaget

0
Salah satu pasar kaget di Marina. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam berencana menata pedagang pasar kaget yang semakin menjamur di sejumlah wilayah, terutama di Kecamatan Batuaji dan Sagulung. Langkah ini dilakukan melalui koordinasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mendata keberadaan pasar kaget yang kian tak terkendali.

Menurut Amad Elfasi, Kepala Bidang Pasar Disperindag Kota Batam, keberadaan pasar kaget yang tidak terorganisir menyebabkan dampak negatif bagi pasar tradisional yang dikelola pemerintah. “Kami sudah melakukan penataan di beberapa wilayah, seperti di Tanjungpiayu, Kecamatan Seibeduk. Pedagang pasar kaget yang sebelumnya berjualan sembarangan kini sudah direlokasi ke pasar rakyat atau pasar resmi,” ujarnya.

Salah satu penyebab lesunya pasar tradisional di Batam adalah maraknya pasar kaget yang muncul di berbagai lokasi, termasuk di persimpangan perumahan. Kondisi ini membuat masyarakat enggan berbelanja ke pasar resmi karena lebih memilih pasar kaget yang lebih dekat dan mudah diakses. Akibatnya, pasar tradisional yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi masyarakat perlahan kehilangan pembeli.

Di wilayah Marina, Pemko Batam pernah mendirikan Pasar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID II). Namun, pasar ini tidak berjalan sesuai harapan karena berbagai faktor, salah satunya adalah persaingan dengan pasar kaget yang semakin berkembang di sekitarnya.

Rencana pengoperasian Pasar Rakyat Wan Sri Beni, yang dibangun oleh Kementerian Keuangan RI pada tahun 2019, juga belum terealisasi. Pasar ini seharusnya menjadi pusat perdagangan baru di Marina, tetapi keberadaan pasar kaget di sekitar lokasi menjadi salah satu kendala utama dalam mengoptimalkan pasar tersebut.

Pemko Batam kini tengah menyusun strategi agar pedagang pasar kaget dapat dialihkan ke lokasi pasar resmi. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan ketertiban dan memastikan bahwa semua pedagang mendapatkan tempat yang layak untuk berjualan tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.

Keberadaan pasar kaget selama ini juga menimbulkan berbagai keluhan dari masyarakat. Salah satu permasalahan utama adalah kemacetan lalu lintas akibat lokasi pasar yang berada di tepi jalan utama. Salah satu contoh yang menjadi perhatian adalah pasar kaget di depan Perumahan Merlion, Batuaji, yang sering menyebabkan kepadatan kendaraan pada jam sibuk.

Selain itu, munculnya juru parkir liar yang tidak memiliki seragam resmi dan tidak memberikan karcis parkir juga menjadi masalah. Banyak warga mengeluhkan sistem parkir yang semrawut dan sering kali memakan badan jalan, sehingga mengganggu arus lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Santi, seorang warga Batuaji, mengungkapkan keresahannya terhadap keberadaan pasar kaget yang tidak tertata dengan baik. “Yang paling bikin resah itu amburadul. Sistem parkir sampai ke bahu jalan dan bikin macet. Sudah gitu yang kutip uang parkir gaya preman semua,” keluhnya.

Dengan adanya rencana penataan ini, Pemko Batam berharap dapat menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih tertib, memberikan kenyamanan bagi masyarakat, serta menghidupkan kembali pasar tradisional yang selama ini terdampak oleh maraknya pasar kaget. (*)

Reporter : Eusebius Sara

Artikel Pemko Batam Akan Menata Pedagang Pasar Kaget pertama kali tampil pada Metropolis.