Sabtu, 25 April 2026
Beranda blog Halaman 2190

Amnesty Internastional Kritik 100 Hari Kerja Prabowo-Gibran Soal HAM

0

batampos – Kondisi Hak Asasi Manusia (HAM) pada 100 hari pertama Pemerintahan Prabowo-Gibran cenderung mengkhawatirkan. Sebab, tidak mengalami kemajuan berarti dan melanjutkan kemunduran sebelumnya.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid menjelaskan,
salah satu bentuk pelanggaran HAM yang dominan terlihat pada pemerintahan baru adalah kekerasan dan pembunuhan di luar hukum oleh aparat. Menurutnya, tren ini merupakan kelanjutan dari kasus-kasus yang terjadi pada 2024, saat kekerasan aparat dan impunitasnya mencapai level endemik di institusi seperti Polri dan TNI.

Berdasarkan catatan Amnesty International Indonesia, dari 21 Oktober hingga 30 Desember 2024, terdapat setidaknya 17 kasus pembunuhan di luar hukum oleh aparat Polri maupun TNI dengan jumlah korban 17 orang warga sipil.

“Munculnya kasus-kasus pembunuhan di luar hukum menunjukkan pemerintahan baru tidak memiliki niat yang serius untuk memutus rantai kekerasan aparat dan enggan untuk memutus mata rantai impunitas di tubuh kepolisian dan TNI,” kata Usman dalam keterangannya, Jumat (24/1).

Usman menyebut, data ini termasuk sekelompok personel TNI AD yang menyerang warga pada sebuah desa di Deli Serdang, Sumatra Utara, yang menewaskan seorang warga sipil dan melukai beberapa orang lainnya pada November lalu.

Di bulan yang sama, di Kota Semarang, Jawa Tengah, lanjut Usman, seorang polisi menembak pelajar hingga tewas dan dua temannya luka-luka. Kepolisian di Semarang pun sempat membuat narasi palsu bahwa korban adalah anggota geng tawuran.

Pembunuhan di luar hukum oleh aparat terus terjadi pada 2025. Bahkan, pada awal Januari lalu, seorang pengusaha rental mobil di Tol Tangerang-Merak ditembak mati oleh anggota TNI. Sebanyak tiga anggota TNI diduga terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut.

“Tahun 2025 diawali kombinasi mematikan kelalaian polisi melindungi warga dari aksi penyalahgunaan senjata api oleh aparat TNI yang berujung pembunuhan di luar hukum. Itu hanya satu dari rangkaian pembunuhan di luar hukum yang terjadi tiap tahun. Ini menegaskan awal buruk penegakan HAM bagi pemerintahan baru,” ungkap Usman.

Insiden-insiden ini menimbulkan ketakutan dan trauma mendalam di kalangan warga. Apalagi tanpa transparansi dan akuntabilitas yang memadai dari mekanisme hukum.

“Pelaku harus diadili melalui proses hukum yang obyektif dan memenuhi rasa keadilan lewat mekanisme peradilan umum,” cetus Usman.

Usman juga menyesalkan, institusi Polri dan TNI selalu memakai istilah oknum jika anggotanya terlibat kasus-kasus pidana atau pelanggaran HAM. Ia menyebut, istilah oknum cenderung dipakai untuk menghindari tanggung jawab institusi.

Seharusnya, institusi memiliki tanggung jawab atas segala tindakan yang dilakukan oleh anggotanya di lapangan, terlebih jika mereka menggunakan senjata api untuk melakukan tindak pidana pembunuhan atau pelanggaran HAM lainnya.

Parahnya, dalam kasus penembakan bos rental, TNI terkesan membela anggotanya yang jelas melanggar HAM dengan mengatakan anggotanya terpaksa membela diri dengan menembak karena dikeroyok tanpa didukung bukti. Rekonstruksi perkara oleh kepolisian tidak menemukan ada pengeroyokan sebelum penembakan.

“Jelas penembakan tersebut di luar tugas kedinasan anggota TNI AL. Upaya membela anggota yang terlibat adalah pelanggengan impunitas yang mengakar di institusi TNI. Pimpinan TNI juga menolak seruan agar anggotanya diadili di peradilan umum meski terlibat tindak pidana umum. Ini memperkuat budaya impunitas di TNI,” urai Usman.

Tak hanya itu, kata Usman, Pemerintah Prabowo-Gibran juga masih melakukan kriminalisasi terhadap kebebasan berekspresi. Mirip periode pemerintahan Jokowi, Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dipakai untuk kriminalisasi suara kritis.

Usman juga menyinggung program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bermasalah, justru diatasi dengan mengekang kebebasan berekspresi untuk memastikan orang-orang yang mengkritisi program tersebut mendapatkan efek jera.

Ia menyebut, petugas di Lombok Timur merampas kamera milik jurnalis TV yang hendak meliput di Unit Dapur MBG Desa Rumbuk pada 15 Januari 2025 dan menghapus video liputan. Peristiwa serupa juga terjadi terhadap jurnalis media daring dilarang meliput kegiatan MBG di Sekolah Menengah Pertama di Kota Ternate, Maluku Utara, 7 Januari lalu.

Bahkan, seorang pelajar di Kota Bogor juga dipanggil sekolah dan terpaksa membuat video permintaan maaf, karena merekam porsi MBG milik temannya yang baginya tidak layak dan telah viral di media sosial.

Lebih parahnya lagi, pelanggaran-pelanggaran ini senada dengan komentar-komentar pejabat pemerintah maupun pendengung yang menghardik suara kritis yang menyoroti masalah yang ada di program MBG. Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, misalnya, melabeli pihak-pihak yang mengkritik MBG ‘sok tahu’ dan berkata bahwa ketika menjadi pejabat mereka berpotensi ‘menjadi maling juga’.

Usman menyesalkan pendengung pro pemerintah yang berkomentar sinis menanggapi keluhan murid sekolah lewat video bahwa menu ayam MBG yang dia terima kurang enak, dengan melontarkan kekerasan verbal kepada siswa yang kritis, yang berpotensi menimbulkan kekerasan psikis terhadap anak. Hal ini jelas melanggar UU Perlindungan Anak Tahun 2014 yang menjamin anak untuk menggunakan haknya dalam menyampaikan pendapat.

“Komentar-komentar pejabat publik semacam inilah yang membuat petugas-petugas di lapangan merasa mendapatkan angin segar untuk membungkam kebebasan berekspresi karena menganggap perilaku mereka diwajarkan, bahkan oleh pejabat tinggi,” pungkas Usman. (*)

Artikel Amnesty Internastional Kritik 100 Hari Kerja Prabowo-Gibran Soal HAM pertama kali tampil pada News.

Warga Bengkong Keluhkan Pencurian Tabung Gas yang Marak

0
Ilustrasi pencurian tabung gas

batampos – Warga Bengkong Laut mengeluhkan maraknya aksi pencurian tabung gas di pemukiman warga. Hal ini disampaikan warga saat kegiatan Jumat Curhat Kamtibmas bersama Polsek Bengkong, Jumat (24/1).

“Untuk situasi di RT 01/RW 11 Bengkong Laut masih ada terjadi pencurian seperti tabung gas,” ujar Awi, Ketua RT 01.

Diketahui, aksi pencurian tengah marak dialami warga Bengkong. Pelaku yang mengendarai motor sempat terekam CCTv rumah warga.

Dalam rekaman tersebut terlihat dua pelaku berkeliling perumahan dan masuk ke rumah yang sepi. Pelaku kemudian menggasak barang milik warga yang diletakkan di teras rumah.

Baca Juga: Kasus Penganiayaan Balita di Sagulung, Ini Kata Ayah Korban

“Kami meminta kepada Polsek Bengkong untuk terus melakukan patroli di wilayah ini untuk menjaga situasi aman,” kata Awi.

Sementara Kapolsek Bengkong, Iptu Doddy Basyir meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia mengakui saat ini kasus pencurian tengah marak.

“Pastikan rumah aman, seperti pagar yang terkunci. Kalau parkir motor masukan ke dalam dan gunakan kunci ganda,” katanya.

Baca Juga: Jalan Rusak dan Sampah Meluber di Kawasan Pelabuhan Sagulung Bikin Pengendara Resah

Doddy juga meminta masyarakat untuk mengaktifkan pos siskamling. Menurut dia, dengan adanya pos ini dapat mempersempit gerak dan mengurungkan niat pelaku.

“Keamanan lingkungan bukan hanya tugas polisi saja, tapi kita bersama. Karena personel polisi juga terbatas. Maka pengaktifan siskamling ini sangat penting,” tutupnya. (*)

 

 

Reporter: Yofi Yuhendri

 

Artikel Warga Bengkong Keluhkan Pencurian Tabung Gas yang Marak pertama kali tampil pada Metropolis.

Industri MRO dan Kedirgantaraan Batam Cerah

0

Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Pusat Pe-ngembangan KPBPB dan KEK, terus berupaya memperkuat ekosistem maintenance, repair, and overhaul (MRO) di Batam dengan mengimplementasikan Rencana Induk Bandara Hang Nadim.

Anggaran Perawatan Lampu Jalan di Karimun Terbatas

0
Dinas Perkim Kabupaten Karimun sedang melakukan perbaikan lampu jalan di Pulau Karimun. f.sandi

batampos– Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Karimun kini tak lagi mengelola lampu jalan yang ada di seluruh Kabupaten Karimun. Melainkan, hanya mengelola lampu jalan yang ada di Pulau Karimun.

Kepala Dinas Perkim Kabupaten Karimun, Muhammad Zulfan yang dikonfirmasi Batam Pos, Kamis (23/1) mengatakan, sudah masuk tahun kedua pada tahun ini pengelola dan perawatan lampu jalan untuk luar Pulau Karimun, seperti di Pulau Kundur, Moro dan Buru dikelola oleh masing-masing kecamatan.

”Kami hanya mengelola dan merawat lampu jalan yang ada di Pulau Karimun saja. Sedangkan, di luar Pulau Karimun dikelola dan biaya perawatannya pada setiap kecamatan. Hal ini merupakan kebijakan pemerintah. Mengingat wilayah Kabupaten Karimun yang terdiri dari pulau-pulau, sehingga kalau dari dinas langsung yang turun ke pulau-pulau akan menimbulkan biaya operasional yang tidak sedikit,” jelasnya.

BACA JUGA: Lampu Jalan Banyak Mati, Perkim Tanjungpinang Klaim Kekurangan Teknisi

Dengan demikian, katanya, untuk tahun ini anggaran pengelolaan dan perawatan lampu jalan di OPD yang di pimpinnya sekitar Rp200 sampai Rp300 juta saja. Anggaran ini diperuntukkan mengelola lampu jalan jika ada yang rusak dan pemindahan tiang lampu jalan. Dan, biasanya kerusakan lampu jalan itu pada materialnya saja, sedangkan, untuk lampu jalannya sendiri jarang rusak.

”Anggaran sebesar itu hanya untuk perawatan dan perbaikan lampu jalan yang ada di daerah non FTZ. Karena, untuk kawasan FTZ sudah ada Baadan Kawasan FTZ yang menglola lampu jalan. Dan, untuk tahun ini belum ada rencana penambahan pemasangan tiang dan lampu jala baru, meski masih banyak daerah yang perlu penerangan jalan. Hal ini disebabkan keterbatasan anggaran,” ungkapnya.

Dikatakannya, kondisi lampu jalan yang masih banyak terpasang di Pulau Karimun dan di luar Pulau Karimun ini masih model lama. Sehingga, kalau rusak materialnya sulit dicari. Ditempat sini (Karimiun, red) tidak ada jual lagi. melainkan, haru pesan di Pekanbaru atau di Batam jika masih ada. Memang, pihaknya berencana akan mengganti lampu jalan secara bertahap dengan model lampu LED. Sehingga, kalau rusak materialnya gampang dicari. (*)

Reporter: Sandi

Artikel Anggaran Perawatan Lampu Jalan di Karimun Terbatas pertama kali tampil pada Kepri.

Pabrik Hilirisasi Timah Rp1 Triliun Dibangun di Batam, Siap Ekspor ke Pasar Global

0
Groundbreaking PT BTS yang dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, beserta para petinggi perusahaan. (foto: Arjuna Batam Pos)

batampos – PT Batam Timah Sinergi (BTS) resmi melakukan groundbreaking pembangunan pabrik hilirisasi timah di Batam, Jumat (24/1). Total investasi proyek tersebut ditaksir lebih dari Rp1 triliun.

Pabrik ini akan mengolah logam timah menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah. Groundbreaking ini menandai langkah maju Batam, kota industri, dalam mengembangkan lini hilirisasi pertambangan.

Didukung oleh PT Prima Dredge Team, perusahaan ini akan memanfaatkan lahan seluas enam hektare di kawasan industri Sei Lekop, Batam, untuk memproduksi senyawa kimia timah dalam bentuk cair. Beberapa produk yang akan dihasilkan meliputi Stannic Chloride, Dimethyl Tin Dichloride (DMTCL), dan Methyl Tin Mercaptide. Total kapasitas produksi pabrik ini diperkirakan mencapai 16.000 metrik ton per tahun, menjadikannya produsen terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok.

Pemilihan Batam sebagai lokasi pembangunan pabrik bukan tanpa alasan. Manajemen perusahaan memilih Bandar Dunia Madani sebab menawarkan sejumlah keunggulan, mulai dari infrastruktur yang memadai, ketersediaan energi listrik yang stabil, tenaga kerja berkualitas, hingga status kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ) yang memungkinkan 90 persen hasil produksi diekspor ke berbagai negara.

Dalam proses produksinya, PT BTS akan menjalankan tiga tahap utama. Tahap pertama adalah produksi Stannic Chloride dari timah ingot dan klorin. Selanjutnya, proses kedua melibatkan produksi Dimethyl Tin Dichloride (DMTCL) dari timah ingot, methyl chloride, dan Stannic Chloride. Tahap terakhir adalah produksi Methyl Tin Mercaptide melalui reaksi DMTCL dengan 2-Ethylhexyl Thioglycolate (2EHTG) dan amonia.

Keunggulan teknologi yang diterapkan di pabrik ini terletak pada sistem otomatisasi yang akan memastikan efisiensi dan konsistensi kualitas produk. Dengan teknologi ini, PT BTS optimistis mampu bersaing di pasar global dan memenuhi kebutuhan industri kimia di berbagai negara.

Saat ini, PT BTS telah mendapatkan 93 persen Letter of Intent (LOI) atau surat pernyataan minat dari target produksi bulanan mereka. Permintaan tersebut datang dari berbagai negara seperti Tiongkok, India, Amerika Serikat, Vietnam, Thailand, dan beberapa negara di benua Eropa.

Pabrik ini diperkirakan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2026 mendatang. Proyek tersebut tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan di Batam dan memperkuat posisi Indonesia di kancah industri hilirisasi timah secara global.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, turut hadir dalam acara groundbreaking tersebut. Ia memastikan komitmen pemerintah dalam mendorong hilirisasi berbagai komoditas mineral strategis di Indonesia, termasuk Batam.

“Kita ingin fokus pada hilirisasi, dan pemerintah siap mendukung agar kita bisa memperoleh manfaat yang maksimal dari sumber daya alam yang kita miliki,” katanya.

Dia menyebut, Indonesia memiliki 28 komoditas unggulan, termasuk timah dan nikel, yang siap untuk didorong dalam proses hilirisasi. Menurut Todotua, Batam memiliki posisi strategis karena dekat dengan Selat Malaka dan Singapura, menjadikannya lokasi ideal untuk investasi di sektor industri manufaktur dan teknologi.

“Batam saat ini juga sedang dalam proses pengembangan untuk menjadi pusat industri semikonduktor dan pusat data center,” ujar Todotua.

Direktur Utama PT BTS, Bambang Triadi Gunawan, menyebut pabrik ini nantinya akan melakukan pengolahan logam timah menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah.

“Kita ingin fokus pada hilirisasi, dan pemerintah siap mendukung agar kita bisa memperoleh manfaat yang maksimal dari sumber daya alam yang kita miliki,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Timah Drageteams, Soehasono, membeberkan tujuan utama pembangunan pabrik ini. Perusahaan ingin mengurangi ketergantungan Indonesia pada ekspor bahan mentah.

“Kita selama ini menjual bahan baku ke luar negeri, padahal kita bisa mengolahnya di dalam negeri untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi. Dengan dukungan pemerintah, kami berharap dapat merealisasikan visi ini,” katanya.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki cadangan timah terbesar kedua di dunia, sehingga peluang untuk mengembangkan industri berbasis timah sangat besar. Pria yang akrab disapa Ahua ini berharap dukungan pemerintah terus berlanjut sehingga industri hilirisasi timah di dalam negeri dapat berkembang seperti yang telah dilakukan dalam sektor nikel dan bauksit.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap proyek ini. Batam dan wilayah sekitarnya, seperti Karimun, memiliki potensi besar untuk menjadi pusat industri berbasis sumber daya alam.

“Kami akan mendukung penuh proyek ini demi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kepri,” katanya. (*)

 

 

Reporter: Arjuna

Artikel Pabrik Hilirisasi Timah Rp1 Triliun Dibangun di Batam, Siap Ekspor ke Pasar Global pertama kali tampil pada Metropolis.

Bunda PAUD Lantik Pengurus Himpaudi Bintan 

0
Bunda PAUD Bintan Hafizha Rahmadhani menyalami pengurus Himpaudi Bintan di aula kantor Kecamatan Bintan Timur di Kijang, Kamis (23/1/2025). F.Diskominfo Bintan untuk Batam Pos.

batampos– Pengurus Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Bintan masa bhakti 2025-2029 dilantik.

Pelantikan dilakukan oleh Bunda PAUD Bintan Hafizha Rahmadhani di aula kantor Kecamatan Bintan Timur di Kijang, Kamis (23/1/2025).

Hafizha mengapresiasi kepengurusan yang baru dilantik.

Menurutnya, ini menjadi momen penting dalam melanjutkan roda organisasi Himpaudi Bintan.

BACA JUGA: DPC PP Paud Bintan Studi Tiru ke Batam, Elyza Riani Sebut Paradigma Pembelajaran Anak Usia Dini Harus Dinamis

Karena, organisasi ini merupakan wadah para pendidik anak usia dini yang memegang peranan strategis dalam mencetak generasi masa depan yang berkualitas.

Dia berharap amanah yang dipercayakan dapat dijalankan dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab untuk memajukan pendidikan anak usia dini di Bintan.

“Saya yakin dan percaya, di bawah kepengurusan dan semangat yang baru, Himpaudi Bintan akan semakin berperan aktif khususnya dalam perkembangan dunia pendidikan anak-anak Bintan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Bunda PAUD Lantik Pengurus Himpaudi Bintan  pertama kali tampil pada Kepri.

Kepolresta: 36 Buaya Berhasil Diamankan

0
Tim gabungan saat menangkap buaya di sekitar Pulau Bulan. Foto Polsek Bulang untuk Batam Pos

batampos – Kapolresta Barelang, Kombes Heribertus Ompusunggu meninjau lokasi penangkaran buaya milik PT PJK di Pulau Bulan, Jumat (24/1) siang. Peninjauan turut dilakukan Tim Terpadu Penanggulangan Buaya dan KSDA Batam.

Heribertus mengatakan kegiatan ini dilakukan setelah adanya laporan kerusakan pada fasilitas penangkaran yang berpotensi menimbulkan bahaya bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Perbaikan terhadap tempat penangkaran yang jebol akibat hujan selama tiga hari berturut-turut juga telah dilaksanakan,” ujarnya.

Heribertus menambahkan dengan lepasnya buaya dari penangkaran tersebut telah upaya penangkapan terhadap buaya yang lepas dengan bantuan Tim Terpadu, Polsek Bulang, TNI, PT PJK, dan asyarmakat sekitar.

“Hingga saat ini, sebanyak 36 ekor buaya berhasil diamankan kembali ke penangkaran, sementara 3 ekor lainnya masih berada di alam bebas,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Heribertus meningatkan pentingnya kerja sama antara pihak kepolisian, pemerintah daerah, dan perusahaan dalam menangani kerusakan fasilitas ini.

“Langkah cepat dan sinergi antar pihak sangat penting untuk memastikan keamanan masyarakat dan kelestarian lingkungan di sekitar lokasi penangkaran,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di sekitar Pulau Bulan. “Apabila melihat atau menemukan buaya, segera laporkan kepada Tim Terpadu agar dapat segera diamankan,” tutupnya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Kepolresta: 36 Buaya Berhasil Diamankan pertama kali tampil pada Metropolis.

Dua Remaja Terekam CCTV Curi Sendal Saat Sholat Jum’at di Masjid Agung Tarempa

0
Salah satu remaja melancarkan aksi pencurian sendal di Masjid Agung Baitul Ma’mur Tarempa. f.warga

batampos-Dua Remaja Terekam CCTV Curi Sendal Saat Sholat Jum’at di Masjid Agung Tarempa- Dua orang remaja melancarkan aksinya mencuri sendal milik jama’ah Masjid Agung Baitul Ma’mur Tarempa, Jum’at, (24/1).

Aksi pencurian ini terjadi ketika para jama’ah sedang menunaikan ibadah sholat Jum’at.

Dalam rekaman CCTV, dua remaja ini berbagi tugas. Remaja berbaju merah bertugas mengambil sendal. Sedangkan remaja satu lagi menunggu di sepeda motor untuk memudahkannya kabur.

BACA JUGA: Empat Kali Bobol Toko, Pencuri Akhirnya Ditangkap Warga

Seorang Jama’ah, Effen mengatakan peristiwa ini baru pertama kali terjadi di Masjid Agung Tarempa.

Pelaku, kata dia, mengincar sendal yang paling bagus. Dengan modus menukar sendal yang sudah jelek dengan sendal yang bagus.

“Laporan tadi ada tiga jama’ah yang kehilangan sendalnya. Mengincar sendal, kalau sepatu tidak,” kata Effen.

Menurutnya, pencurian sendal memang bukan hal yang wajar lagi ketika sedang beribadah di Masjid. Namun, ia meminta agar pelaku untuk tidak kembali mencuri.

“Kami himbau kepada pelaku untuk kembalikan sendal. Dan jangan berbuat lagi,” pungkas Effen. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

 

Artikel Dua Remaja Terekam CCTV Curi Sendal Saat Sholat Jum’at di Masjid Agung Tarempa pertama kali tampil pada Kepri.

Tenggelam di Kolam Bekas Galian, Bocah Ditemukan Tidak Bernyawa

0

batampos– Seorang anak bernama Alfiansyah (12) tenggelam saat asik bermain bersama teman-temanya di kolam bekas galian kawasan Perumahan Geisya Jalan Panglima Dompak Batu 9 Tanjungpinang, Jumat (24/1).

Salah seorang warga Yan, mengatakan korban tenggelam saat berenang bersama beberapa teman lainnya di kolam bekas galian sekitar pukul 16.30 WIB. Mendengar informasi korban tenggelam, beberapa warga langsung berusaha mencari korban. Namun korban belum dapat ditemukan.

Tim SAR diturunkan saat mencari bocak tenggelam. f.yusnadi

“Korban tenggelam saat berenang bersama kawan-kawannya,” ungkapnya.

Yan mengakui jika lokasi kolam bekas galian di perumahan ini, seringkali digunakan oleh anak-anak setempat untuk bermain bola dan berenang.

“Mereka (termasuk korban) sering main di sini. Kolam ini dalamnya kurang lebih 3 meter,” ungkapnya.

Di lokasi kejadian, orang tua korban tampak histeris saat mendengar anaknya tenggelam di kolam bekas galian. Orang tua korban berharap korban segera ditemukan.

Humas SAR Tanjungpinang Ardila Azizi, mengatakan setelah mendapatkan informasi, pihaknya segera ke lokasi guna melakukan penyelamatan korban tenggelam.

“Benar ada situasi yang membahayakan. Ada korban anak tenggelam di kolam bekas galian,” sebut Ardila.

BACA JUGA: 1 Orang Thailand, Awak KIP Mintra PT Timah Tenggelam

Ketua Tim Pencarian SAR Tanjungpinang Harminto, mengatakan korban ditemukan tenggelam dan berada di kedalaman lebih kurang 2 meter.

“Posisi dari pinggir tidak jauh, tapi korban ini ditemukan di tengah kolam dalam keadaan meninggal, sekitar pukul 18.00 WIB” ungkapnya.

Dalam proses pencarian, petugas SAR sempat mengalami kesulitan karena tingginya lumpur yang berada di kolam bekas galian tersebut.

“Korban nyangkut di lumpur,” sebut Harminto.

Setelah ditemukan, petugas langsung mengevakuasi korban tenggelam ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Thabib untuk pemeriksaan lebih lanjut. (*)

Reporter: Yusnadi

Artikel Tenggelam di Kolam Bekas Galian, Bocah Ditemukan Tidak Bernyawa pertama kali tampil pada Kepri.

Kasus 2 Pelajar Selundupkan Sabu Melalui Bandara, Jadi Kurir Terbang ke Lombok dan Samarinda

0
Kepala BC Batam, Zaky Firmansyah memberikan keterangan pers terakit penangkapan dua pelajar asal Aceh yang membawa sabu 3,1 kilogram, Rabu (22/1). F.cecep Mulyana

batampos – Dua pelajar F, 21, dan A, 17 yang ditangkap membawa sabu 3,1 kilogram melalui Bandara Internasional Hang Nadim direkrut oleh seorang pria berinisial W. Pria ini merupakan bandara sabu asal Aceh dan memiliki jaringan Internasional.

“Dua pelaku ini menjadi kurir terbang. Untuk tersangka F sudah 3 kali, dan tersangka A pertama kali,” ujar Kepala BC Batam, Zaky Firmansyah.

Dalam membawa sabu tersebut, kedua tersangka diupah Rp 60 juta perkilogramnya. Sebelum tertangkap, keduanya mengambil sabu tersebut di wilayah Kepri.

“Sabunya dari Kepri dan akan dibawa ke Samarinda,” kata Zaky.

Kepada petugas, F mengaku sudah 2 kali lolos membawa barang haram tersebut. Dengan tujuan Lombok, Nusa Tenggara Barat dan Samarinda, Kalimantan Timur.

“Sebelumnya bukan melaui Batam,” tegas Zaky.

Zaky menambahkan untuk mengelabui pemeriksaan petugas, kedua tersangka membungkus sabu tersebut menggunakan kertas karbon. Kemudian memasukkannya ke daam koper.

“Tujuannya agar barang ini tidak terdeteksi mesin x-ray. Tetapi kita menenemukan bungkusan yang mencurigakan,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Undang-Undang narkotika nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dan maksimal hukuman mati. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Kasus 2 Pelajar Selundupkan Sabu Melalui Bandara, Jadi Kurir Terbang ke Lombok dan Samarinda pertama kali tampil pada Metropolis.