Rabu, 29 April 2026
Beranda blog Halaman 2192

Bahu Jalan di Singkep Pesisir Lingga Amblas Gegara Abrasi, Warga Bikin Tanggul Darurat

0
Bahu Jalan Lintas Singkep Pesisir tepatnya di Desa Lanjut amblas karena abrasi, Rabu (29/1). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Gelombang tinggi yang terjadi di perairan Kabupaten Lingga, Kepri menyebabkan abrasi pantai. Jalan di Desa Lanjut, Kecamatan Singkep Pesisir amblas, akibat abrasi tersebut.

Pantauan Batam Pos, Rabu (29/1) bahu jalan yang dekat dengan pantai tersebut mengalami kerusakan parah. Bahkan, sekitar 50 sentimeter bahu jalan telah ambles ke laut. Namun, warga sekitar telah memasang tanggul darurat, untuk mengantisipasi terjadinya abrasi lanjutan.

Kepala Desa Lanjut, Abu Samah mengatakan bahwa pihaknya bersama warga dan Kecamatan Singkep Barat, telah melakukan upaya, untuk mencegah terjadinya abrasi lanjutan. Upaya itu, dengan memasang tanggul darurat.

BACA JUGA: PT Timah Tbk Sosialisasikan Rencana Pemasangan Penahan Abrasi ke Warga

“Kami melakukan gotong royong seadanya untuk membuat tanggul darurat dari kayu dan pasir yang dimasukkan ke dalam karung,” kata Abu Samah, Rabu (29/1).

Ia menerangkan, bahwa tanggul darurat yang dibuat dengan kayu dan karung pasir tersebut hanya bersifat sementara. Sembari menunggu realisasi pembangunan jalan, yang diwacanakan oleh Pemerintah setempat.

Menurutnya, jalan lintas Singkep Pesisir yang menghubungkan ke Pelabuhan Jagoh tersebut memang rawan abrasi. Sebab, jalan tersebut kerap diterpa ombak besar, terutama saat musim angin utara.

“(Jalan Lintas Singkep Pesisir) memang rawan abrasi, terutama saat musim angin utara yang disertai gelombang kuat,” tambahnya.

Setiap tahun, jalan ini menjadi titik rawan bagi pengendara karena posisinya yang langsung menghadap ke laut lepas. Warga berharap perbaikan jalan dapat segera dilakukan secara permanen untuk memastikan kelancaran akses dan keselamatan pengendara di wilayah tersebut. (*)

Reporter: M Ismail

 

Artikel Bahu Jalan di Singkep Pesisir Lingga Amblas Gegara Abrasi, Warga Bikin Tanggul Darurat pertama kali tampil pada Kepri.

Kerusakan Jalan di Batuaji Makin Parah, Timbulkan Kemacetan dan Kecelakaan

0
Kondisi kerusakan jalan di Batuaji dan Sagulung. F.Eusebius Sara/Batam Pos

batampos – Kondisi sejumlah jalan di Batuaji semakin memprihatinkan. Lubang-lubang besar dan pecahan aspal yang berserakan semakin bertambah setiap waktu. Situasi ini menimbulkan keresahan bagi warga setempat dan pengguna jalan yang setiap hari harus berhadapan dengan risiko kecelakaan serta kemacetan panjang.

Dirman, seorang warga Batuaji, mengatakan bahwa jalan yang rusak bukan hanya menghambat arus lalu lintas, tetapi juga mengancam keselamatan pengendara. “Kecelakaan dan kemacetan sudah menjadi pemandangan sehari-hari di sini. Banyak pengendara yang jatuh akibat lubang di jalan, terutama saat hujan turun,” ujar Dirman.

Menurutnya, kepadatan kendaraan yang tinggi semakin memperparah kondisi tersebut. Pengendara kerap harus saling berebut ruang untuk menghindari jalan berlubang, yang sering kali berujung pada tabrakan.

Baca Juga: Polsek Sekupang Amankan Perayaan Imlek 2576 di Vihara dan Kelenteng

“Belum lama ini ada kecelakaan karena pengendara motor menghindari lubang lalu tersenggol mobil dari arah belakang,” tambahnya.

Kemacetan yang ditimbulkan akibat jalan rusak juga menjadi keluhan utama warga. Setiap jam sibuk, pengendara harus menghadapi antrean panjang yang memakan waktu lama.

“Jalan depan SP Plaza, turunan Bukit Daeng, depan Perumahan Puteri Tujuh, hingga Simpang Puteri Hijau hampir selalu macet. Kondisi ini makin parah terutama saat hujan atau ada kendaraan besar yang melintas,” kata Dirman.

Andika, warga lainnya, berharap agar pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan yang semakin rusak ini. “Dulu hanya ada beberapa lubang kecil, tapi sekarang hampir seluruh jalan berlubang. Kalau dibiarkan terus, situasi bisa semakin parah,” keluhnya.

Beberapa pengendara bahkan terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh untuk menghindari jalan-jalan yang rusak parah. Namun, pilihan ini pun tidak sepenuhnya efektif karena jalan alternatif juga mulai mengalami kerusakan akibat peningkatan volume kendaraan.

Baca Juga: Antisipasi Kemacetan, Satlantas Polresta Barelang Siaga di Pelabuhan RoRo Telaga Punggur

Menanggapi kondisi ini, Pemko Batam melalui Dinas Bina Marga menyatakan bahwa perbaikan jalan di Batuaji sudah masuk dalam agenda perbaikan tahun 2025. “Kami memahami keluhan masyarakat dan akan segera melaksanakan proyek perbaikan jalan secara menyeluruh,” ujar kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air kota Batam Suhar.

Meski demikian, banyak warga yang berharap perbaikan dapat dilakukan lebih cepat mengingat kondisi yang semakin memburuk. “Kalau bisa jangan tunggu 2025, karena setiap hari ada saja yang mengalami kecelakaan akibat jalan ini,” kata Andika.

Warga juga meminta agar perbaikan dilakukan dengan kualitas yang lebih baik agar tidak cepat rusak kembali. “Kami tidak ingin hanya tambal sulam. Kalau diperbaiki, harus yang benar-benar tahan lama,” tambah Ardi, seorang pengendara motor yang kerap melintasi jalan tersebut.

Untuk sementara, warga dan pengendara di Batuaji masih harus bersabar menghadapi jalan rusak ini. Harapan besar tertuju pada pemerintah agar segera merealisasikan janji perbaikan demi kelancaran dan keselamatan lalu lintas di wilayah tersebut. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Kerusakan Jalan di Batuaji Makin Parah, Timbulkan Kemacetan dan Kecelakaan pertama kali tampil pada Metropolis.

Wacana Serangga Jadi Menu MBG, Ini Kata Pakar

0
Makan Bergizi Gratis di SD Taquma Surabaya. (Novia Herawati/JawaPos.com)

batampos – Wacana serangga sebagai opsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diusulkan Badan Gizi Nasional, belakangan ini berhasil menyita perhatian dan menjadi perbincangan hangat di masyarakat.

Salah satunya oleh Ahli Gizi Universitas Airlangga (Unair) Lailatul Muniroh. Menurut dia, pemerintah perlu melakukan pertimbangan matang, sebelum benar-benar memasukkan serangga ke dalam daftar menu MBG.

”Sebelum membahas kandungan protein pada serangga dan ulat, yang harus kita pertanyakan, bagaimana kesungguhan pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tutur Lailatul kepada JawaPos.com, Rabu (29/1).

Dosen Gizi yang mengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, itu lantas mempertanyakan alasan di balik wacana ini. Apakah karena semata-mata kandungan protein serangga itu tinggi.

”Atau opsi serangga ini karena anggaran terbatas. Jangan sampai Makan Bergizi Gratis ini hanya sekadar menjalankan program, tanpa ada niatan memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” imbuh Lailatul Muniroh.

Adapun beberapa serangga yang bisa dikonsumsi menurut Singapore Food Agency (SFA). Yakni jangkrik, belalang, ulat sutera, ulat hongkong, lebah larva, kumbang tanduk.

Lalu kumbang tepung, semut, laron, belalang kayu, larva kumbang merah, serangga daun, kepik, cacing madu, kumbang rusa, larva kumbang bambu.

”Di daerah tertentu yang memang terbiasa konsumsi ulat dan serangga ya bisa saja (diterapkan jadi menu MBG), yang menjadi persoalan tidak semua daerah menganggap ulat dan serangga jadi edible food,” seru Lailatul.

Sebelumnya, dalam rangka menyesuaikan potensi di beberapa daerah, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana membuka opsi serangga menjadi bagian salah satu menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dadan menegaskan, serangga menjadi salah satu menu Makan Bergizi Gratis tidak skala nasional. Hanya diterapkan di beberapa daerah. Sebab, protein di daerah bergantung pada ketersediaan sumber daya lokal.

Badan Gizi Nasional tidak menetapkan standar menu nasional dalam program Makan Bergizi Gratis. Melainkan menetapkan standar komposisi gizi, di mana menunya bergantung pada potensi pangan lokal.

”Jangan diartikan lain ya, karena kalau di daerah yang banyak telur, ya telur lah mungkin mayoritas (menu MBG). Begitu juga daerah yang banyak ikan, ikan lah yang mayoritas, seperti itu,” tandas Dadan di Jakarta, Sabtu (25/1). (*)

Artikel Wacana Serangga Jadi Menu MBG, Ini Kata Pakar pertama kali tampil pada News.

Empat Ganda Campuran Indonesia Melaju ke Babak Kedua Thailand Masters 2025

0
Pasangan ganda campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja, pada Thailand Masters 2025, Rabu (29/1). (Dok. PBSI)

batampos – Empat pasangan ganda campuran Indonesia berhasil melaju ke babak kedua Thailand Masters 2025. Digelar di Nimibutr Stadium, Thailand, Rabu (29/1), ajang ini menjadi panggung bagi wakil Indonesia di sektor ganda campuran.

Total ada lima pertandingan yang melibatkan wakil Merah-Putih. Duel pertama mempertemukan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dengan Verrel Yustin Mulia/Pitha Haningtyas Mentari. Jafar/Felisha tampil solid dan memastikan kemenangan dengan skor 21-18, 21-17.

Laga sesama Indonesia lainnya menghadirkan Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja yang baru debut sebagai pasangan di bawah naungan PB Djarum. Mereka harus berhadapan dengan Rinov Rivaldy/Lisa Ayu Kusumawati, yang tergabung di Pelatnas PBSI.

Pertandingan berlangsung ketat bagi kedua wakil hingga tiga gim. Namun Rehan/Gloria akhirnya menang dengan skor 18-21, 22-20, 21-15.

Bagi Rehan, duel melawan Rinov/Lisa ditentukan dengan kesiapan. Hal ini karena semuanya sudah mengenal masing-masing cara bermain.

“Saya dan kak Gloria dan Rinov/Lisa sudah sama-sama tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing jadi menurut saya tadi siapa yang siap, mereka yang menang. Kami juga mungkin diuntungkan dengan kondisi lawan yang tidak 100% setelah ke semifinal di Indonesia Masters minggu lalu, ini juga jadi turnamen ketiga mereka,” ucap Rehan dirilis PBSI.

Lalu laga ketiga yang mempertemukan sesama Indonesia, Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil. Laga ini berlangsung sengit hingga harus diselesaikan pada gim ketiga.

Adnan/Indah memenangkan pertandingan atas Marwan/Aisyah dengan 18-21, 21-14, 15-21 dan memastikan langkah mereka ke babak kedua.

Berbeda dengan duel sesama Indonesia yang penuh ketegangan, para wakil yang menghadapi pasangan dari negara lain justru tampil dominan.

Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti melibas pasangan Macau, Leong Lok Chong/Ng Weng Chi, dengan skor 21-15, 21-3. Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah harus berjuang tiga gim sebelum akhirnya mengalahkan Tang Chun Man/Ng Tsz Yau dari Hong Kong dengan skor 21-16, 13-21, 21-16.

Amri Syahnawi kemudian menjelaskan kondisi pertandingan saat melawan Tang Chun Man/Ng Tsz Yau.

“Di gim pertama kami mencoba untuk menyerang duluan, adu pukulan, adu pola dan berhasil. Di gim kedua kami ingin melakukan cara yang sama tapi mereka terus menekan kami,” tutur Amri.

“Kami akhirnya mencoba bertahan sambil mencari cara untuk mempersiapkan gim ketiga. Kami yakin dan fokus dengan kemampuan kami. Latihan kami sudah baik, sudah maksimal jadi kami ingin menunjukkan kami bisa.” (*)

Artikel Empat Ganda Campuran Indonesia Melaju ke Babak Kedua Thailand Masters 2025 pertama kali tampil pada Olahraga.

Batam Targetkan 1,7 Juta Wisman Tahun Ini, Rancang 150 Event pariwisata

0
Wisman asal Korea Selatan tiba di Bandara Hang Nadim Batam, beberapa waktu lalu. Kunjungan wisman ke Kota Batam menunjukkan tren peningkatan.
F. Dokumentasi Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) optimis mampu mencapai target kunjungan 1,7 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2025.

Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, menyebut bahwa perkembangan sektor pariwisata Batam menunjukkan tren positif. Terlebih dengan peningkatan aktivitas pada momen-momen tertentu seperti perayaan Imlek.

“Fenomena saat ini sangat menggembirakan. Mal-mal penuh di mana-mana, menunjukkan antusiasme masyarakat dan wisatawan. Hal ini tentunya tidak terlepas dari upaya Batam yang terus berbenah, baik dalam infrastruktur maupun aminitas,” katanya, Rabu (29/1).

Ia menambahkan, peningkatan kualitas infrastruktur, fasilitas, serta layanan hotel dan restoran turut menjadikan Batam semakin menarik bagi para wisatawan.

Baca Juga: Masa Liburan, Mal di Batam Dipadati Pengunjung

“Kunjungan hotel dan restoran yang penuh ini adalah bukti nyata. Ini sangat luar biasa,” kata dia.

Sebagai bagian dari strategi menarik wisman, Disbudpar Batam telah merancang lebih dari 150 event pariwisata sepanjang tahun 2025. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kembalinya event Sea Eagle Boats di Belakangpadang, yang terakhir kali digelar tujuh hingga delapan tahun lalu.

“Sea Eagle Boats ini sangat marketable. Selain itu, ada juga Batam Golf Tournament seri kedua yang kami harapkan dapat menarik banyak tamu asing,” ujar Ardi.

Lalu, hampir setiap minggu akan ada atraksi berupa bazar dan kegiatan lainnya yang dirancang untuk memikat wisatawan.

Baca Juga: Ribuan Umat Padati Vihara Duta Maitreya di Hari Pertama Imlek

Keberhasilan Batam dalam menarik kunjungan wisman tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri. Kata Ardi, koordinasi dengan Pemprov berjalan sangat baik.

“Pemprov Kepri sangat mendukung upaya kami, terutama di bidang aksesibilitas dan aminitas. Batam menjadi indikator keberhasilan pariwisata Kepri, sehingga dukungan ini sangat penting,” ujarnya.

Pemko Batam optimis mampu mencapai target 1,7 juta kunjungan wisman tahun ini. Ardi ingin pariwisata terus menjadi sektor unggulan yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (*)

 

 

Reporter: Arjuna

Artikel Batam Targetkan 1,7 Juta Wisman Tahun Ini, Rancang 150 Event pariwisata pertama kali tampil pada Metropolis.

MAKI akan Laporkan Dugaan Korupsi dalam Penerbitan SHGB dan SHM di Laut ke Kejagung

0
Koordinator MAKI Boyamin Saiman. ANTARA Jatim/Dok Pribadi

batampos – Penerbitan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dan Sertifikat Hak Milik (SHM) di laut yang masuk daerah Tangerang, Banten mendapat sorotan dari Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI). Besok (30/1) mereka akan melaporkan dugaan korupsi atas penerbitan SHGB dan SHM tersebut kepada Kejaksaan Agung (Kejagung).

Koordinator MAKI Boyamin Saiman menyampaikan hal itu saat dikonfirmasi oleh JawaPos.com pada Rabu (29/1). ”Besok siang Kamis, 30 Januari 2025 kami ke Kejagung. Menyerahkan data, dokumen, informasi terkait kasus SHGB dan SHM lahan laut utara Kabupaten Tangerang,” terang dia. Boyamin memastikan, kedatangannya ke Kejagung sekaligus menyampaikan aduan secara resmi.

”Menyerahkan aduan resmi berupa Surat Pengaduan Dugaan Korupsi Dalam Penerbitan Hak atas Tanah Berupa SHGB dan SHM di wilayah laut Kabupaten Tangerang tahun 2023-2024. Hal ini penting untuk antisipasi dan memastikan apabila belum ada kepastian penyelidikan perkara tersebut oleh Kejagung,” ungkapnya.

Boyamin mengakui bahwa pihaknya sudah melaporkan hal sama kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Laporan kepada Kejagung dilakukan untuk memastikan seluruh penegak hukum bergerak cepat menangani dugaan perkara korupsi tersebut.

”Sebelumnya saya telah melapor kepada KPK, namun laporan kepada Kejagung tetap penting guna memastikan semua penegak hukum gerak cepat menangani dugaan perkara korupsi tersebut,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Boyamin menyatakan bahwa dirinya ingin memastikan kebenaran informasi yang diterima oleh MAKI. Yakni Kejagung telah melakukan penyelidikan kasus terbitnya SHGB dan SHM di laut Tangerang.

Menurut dia, telah beredar salinan surat Surat Perintah Penyelidikan Perkara Dugaan Korupsi Dalam Penerbitan Hak atas Tanah Berupa SHGB dan SHM di laut Kabupaten Tangerang yang diteken oleh direktur penyidikan JAM Pidsus Kejagung pada 21 Januari 2025.

”Langkah-langkah tersebut diatas guna pengawalan dan pengawasan yang akan digunakan sebagai dasar gugatan praperadilan apabila perkara mangkrak nantinya,” kata Boyamin. (*)

Artikel MAKI akan Laporkan Dugaan Korupsi dalam Penerbitan SHGB dan SHM di Laut ke Kejagung pertama kali tampil pada News.

Waspadai Angin Kencang dan Hujan Tiba-Tiba

0
Sejumlah pengendara menerobos hujan yang mengguyur Jalan Ahmad Yani Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar

batampos– Masyarakat diimbau agar waspada potensi terjadinya angin kencang (microburst) dan hujan secara tiba-tiba (shower rain) di wilayah Pulau Bintan terutama Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.

Prakirawan BMKG Tanjungpinang Arifah Dwi Yuliani, mengatakan prospek cuaca berdasarkan kondisi dinamika atmosfer, secara umum kondisi cuaca di Tanjungpinang dan Bintan beberapa hari ke depan, berpotensi berawan dan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang bersifat lokal tidak merata.

Arifah menjelaskan, aliran massa udara di wilayah Pulau Bintan secara umum diprediksi berhembus dari arah Utara menuju Timur Laut dengan kecepatan yang cukup kencang berkisar dari 5 hingga 30 km per jam.

BACA JUGA: Cuaca Ekstrem Selama Sepekan, 5 Rumah dan 2 Pelabuhan Hancur Dihantam Gelombang

Perkiraan pola angin ke depan masih terdapat belokan angin (shearline) di sekitar wilayah Kepri. Hal ini dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan di Pulau Bintan.

Sehingga beberapa hari ke depan, diperkirakan cuaca berada dalam kondisi labil sedang yang memberikan dampak pada pertumbuhan awan Cumulonimbus. Sehingga dapat menghasilkan hujan secara tiba-tiba (shower rain) yang disertai petir dan kilat serta angin kencang atau microburst.

BMKG Tanjungpinang mengimbau masyarakat agar waspada potensi munculnya awan Cumulonimbus yang dapat menimbulkan hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat.

“Waspada munculnya hujan ringan hingga sesekali lebat disertai angin kencang, terutama pada pagi, siang dan dinihari,” imbaunya, Rabu (29/1). (*)

Reporter: Yusnadi

Artikel Waspadai Angin Kencang dan Hujan Tiba-Tiba pertama kali tampil pada Kepri.

Tak Terbiasa Pakai Sendok, Disdik Batam Siapkan Wastafel di Sekolah untuk Siswa

0
Kepala Disdik Batam, Tri Wahyu Rubianto. (F.Arjuna)

batampos – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Kepulauan Riau, menginstruksikan seluruh satuan pendidikan di wilayah tersebut untuk menyiapkan wastafel (tempat cuci tangan) bagi siswa guna mendukung penerapan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebersihan siswa saat makan, terutama bagi mereka yang terbiasa makan dengan tangan tanpa menggunakan sendok dan garpu,” kata Kepala Disdik Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, Rabu (29/1).

Ia menyampaikan penyediaan fasilitas cuci tangan ini menjadi perhatian setelah pihaknya menemukan bahwa sebagian siswa tidak terbiasa menggunakan alat makan.

“Seluruh kepala sekolah sudah kami instruksikan untuk menyiapkan wastafel dan sabun cuci tangan. Kami menemukan ada anak-anak yang lebih nyaman makan menggunakan tangan langsung, sehingga kebersihan sebelum dan sesudah makan perlu diperhatikan,” ujarnya.

Selain kebiasaan makan dengan tangan, Disdik Batam juga mencatat banyak siswa penerima manfaat MBG yang tidak terbiasa mengonsumsi sayur dan makan di pagi hari.

Baca Juga: Perayaan Imlek di Vihara Dharma Murni Berjalan Aman dan Tertib

“Ada siswa yang tidak biasa sarapan. Walaupun mereka mendapat jatah makanan bergizi, beberapa memilih untuk tidak langsung mengonsumsinya karena belum terbiasa. Hal ini juga telah dikomunikasikan oleh orang tua kepada pihak sekolah,” jelas Tri.

Tri memastikan program MBG yang saat ini diterapkan di empat sekolah di Batam berlangsung dengan baik dan lancar. Saat ini, program ini masih dijalankan di SDN 003 Bengkong, SDN 006 Bengkong, SDN 010 Bengkong, dan SMPN 30 Batam.

“Keterbatasan dalam pelaksanaan MBG masih menjadi tantangan karena hingga saat ini, Batam baru memiliki satu unit dapur umum sehat yang beroperasi untuk menyediakan makanan bagi siswa,” ujarnya

Disdik Batam menargetkan program MBG dapat menjangkau 58 ribu siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK pada tahun 2025.

Baca Juga: Sebanyak 548 Sekolah di Batam Terima Rp236 Miliar Dana BOS Tahun 2025

Namun, Tri mengakui pada tahun ini penyaluran MBG belum mencakup seluruh siswa di Batam, mengingat keterbatasan infrastruktur pendukung seperti dapur umum sehat.

“Dalam rapat koordinasi dengan Gubernur, disampaikan bahwa pada tahun 2025, target pemerintah adalah 19 persen dari total jumlah penerima manfaat,” tambahnya.

Tri menjelaskan bahwa program MBG ke depan diproyeksikan dapat mencakup sekitar 300 siswa dari tingkat PAUD, TK, hingga SMA/SMK di Batam seiring dengan peningkatan fasilitas penunjang. (*)

 

 

Reporter: Azis Maulana

Artikel Tak Terbiasa Pakai Sendok, Disdik Batam Siapkan Wastafel di Sekolah untuk Siswa pertama kali tampil pada Metropolis.

BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir, Termasuk di Kepri

0
Ilustrasi hujan lebat. (Wahyu Putro A/Antara)

batampos – Angin Monsun Asia menjadi faktor dominan dan utama yang memicu terjadinya hujan di beberapa daerah Indonesia pada akhir Januari 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi situasi tersebut masih akan terjadi sampai awal Februari. Karena itu, mereka meminta masyarakat untuk mewaspadai terjadinya hujan lebat yang disertai petir.

Dalam keterangan resmi yang dikutip dari Jawapos.com pada Kamis (30/1), BMKG menyampaikan beberapa imbauan. ”Menghadapi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan hujan lebat yang disertai petir, berhati-hati terhadap jalanan licin yang berpotensi membahayakan keselamatan,” tulis BMKG.

Selain itu, mereka juga mengimbau masyarakat untuk siap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, yang bisa terjadi kapan saja.

”Tetap tenang dan siaga menghadapi perubahan cuaca ekstrem, serta pahami langkah evakuasi jika diperlukan. Informasi ini akan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan cuaca terbaru,” jelas BMKG.

Tidak hanya angin Monsun Asia, potensi terjadinya hujan meningkat karena Madden Julian Oscillation (MJO) yang kini berada di fase 3, La Niña yang lemah, serta gelombang atmosfer aktif. ”MJO diprediksi akan mempengaruhi wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Utara. Selain itu, gelombang atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan konvektif terpantau di berbagai daerah,” terang BMKG.

Lebih lanjut, BMKG memprediksi cuaca selama periode 28-30 Januari 2025 di Indonesia umumnya berawan hingga hujan ringan. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang-sangat lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang, berpotensi terjadi di beberapa wilayah sebagai berikut:

Hujan Sedang-Lebat:

Aceh, Riau, Kepulauan Riau (Kepri), Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Hujan Lebat-Sangat Lebat:

Sumatera Utara, Jambi, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Jakarta, Jawa Tengah, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara. (*)

 

Artikel BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir, Termasuk di Kepri pertama kali tampil pada News.

Untuk Pengadaan Buku, Ekskul, hingga Bayar Tenaga Honor

0

Tahun ini, Rp236 M Dana BOS Langsung Disalurkan ke 548 Sekolah di Batam