Pengunjung memadati Grand Batam Mall. f. Iman Wachyudi/batam pos
batampos – Masa liburan, sejumlah pusat perbelanjaan di Batam dipadati pengunjung. Warga memilih menghabiskan waktu di mal, terutama karena cuaca yang tak menentu dalam beberapa hari terakhir.
Hujan yang turun secara tiba-tiba membuat banyak orang mengurungkan niat untuk berlibur ke tempat wisata alam dan beralih ke pusat perbelanjaan yang menawarkan kenyamanan dan beragam hiburan.
Pantauan di Mega Mall Batam Center, Rabu (29/1), tampak padat dengan pengunjung lokal maupun wisatawan asing. Sejak siang, area perbelanjaan mulai dipenuhi pengunjung yang datang bersama keluarga maupun teman. Tak hanya di area toko ritel, pusat kuliner dan tempat bermain anak juga dipadati pengunjung.
Salah satu pengunjung, Rosma mengaku memilih mal sebagai tempat rekreasi bersama keluarga karena faktor kenyamanan dan fasilitas yang lengkap. Apalagi saat ini masih musim penghujan.
“Kalau ke pantai atau tempat wisata luar ruangan, takut hujan tiba-tiba turun. Kalau di mal, lebih nyaman. Anak-anak bisa bermain di wahana permainan, kami bisa belanja dan makan bersama,” ujarnya saat ditemui di Mega Mall Batam Center.
Menurut dia, karena ramainya pengunjung ia cukup kesulitan mendapatkan parkir. Ia pun harus berkeliling hingga dua kali, dan akhirnya menemukan tempat parkir.
“Parkiran penuh, jadi mutar-mutar dulu baru dapat tempat parkir,” imbuhnya.
Situasi serupa juga terjadi di Grand Batam Mall, di mana lonjakan pengunjung berimbas pada kepadatan di area parkir. Banyak pengunjung yang harus berkeliling lebih lama untuk mendapatkan tempat parkir.
“Grand Batam dari lantai dasar sampai yang atas full, ramai banget,” ujar Elis.
Dikatakanya, Grand Batam salah satu mall yang kerap ia kunjungi bersama keluarga. Hal itu dikarenakan fasilitas yang lengkap serta terdapat berbagai ritel pakaian bermerek yang ia suka.
“Semua ada disini, makanan banyak, yang jual pakaian juga banyak. Wahana permainan anak juga ada,” ujarnya.
Sementara, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardi Winata mengatakan musim liburan berdampak terhadap traffik kunjungan ke Mall. Dimana pengunjung tak hanya dari warga lokal namun juga wisatawan.
“Alhamdulillah, dimasa liburan sangat berdampak pada perekonomian, tak hanya dipusat perbelanjaan, namun juga UMKM, yang meningkat daya belinya,” tegas Ardi. (*)
Mbah Pariani menunjukkan tembok rumahnya jebol di daerah Jibut, Kecamatan Teluk Sebong, Bintan, Rabu (29/1/2025). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos– Dutha Maulana, 14, meninggal dunia setelah menabrak tembok rumah warga hingga jebol di daerah Jibut, Kecamatan Teluk Sebong, Bintan, Selasa (28/1/2025).
Pelajar SMPN 24 Bintan itu dikenal sebagai anak yang baik serta rajin membantu orangtua.
Seorang warga, Amin tidak menyangka kecelakaan yang dialami korban.
Menurutnya, korban merupakan sosok anak yang baik dan rajin membantu orangtua.
“Mereka warga Rekoh, tapi keluarganya ada usaha laundry di Simpang Lagoi. Kalau pulang sekolah, korban sering terlihat mengantarkan pakaian yang sudah dilaundry,” kata warga Desa Ekang Anculai itu saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (29/1/2025) pagi.
Menurut informasi yang diperolehnya, sepeda motor yang dikendarai korban melaju dari arah Simpang Lagoi, Kelurahan Kota Baru hendak menuju ke daerah Jibut.
“Katanya mau latihan voli bersama temannya di Jibut. Mungkin buru-buru,” katanya.
Saat melintas jalanan menurun dan menikung, sepeda motor korban hilang kendali dan keluar aspal.
Sepeda motor itu “terbang” dan menghantam tembok rumah warga hingga jebol.
Sementara warga yang rumahnya jebol, Mariyani menuturkan, insiden kecelakaan tunggal terjadi sekitar pukul 15.00 WIB lewat.
Saat itu pria yang akrab disapa Mbah Pariani lagi berada di ruang tengah rumah. Mba Pariani kaget mendengar suara keras.
Mba Pariani beranjak keluar rumah untuk mencari tahu kejadian tersebut.
“Saya keliling rumah, loh tahunya ada sepeda motor sudah jengking,” katanya.
Mbah Pariani melihat korban tergeletak di dalam salah satu ruangan di rumahnya.
“Sudah sama batako-batakonya di dalam,” kata Mbah Pariani.
Mbah Pariani langsung mengabarkan kejadian itu ke ketua RT setempat.
Mbah Pariani menduga korban masih sadarkan diri sesaat setelah insiden itu.
“Masih bisa batuk-batuk gitu,” kata Mbah Pariani.
Tidak lama setelah kejadian, keluarga korban datang ke lokasi dan membawa korban ke rumah sakit. Diduga korban meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. (*)
Vihara Ngo Hu Niu Niu yang diburu warga untuk mengabadikan foto melalui telepon pintar, momen tahun baru imlek 2025 cukup meriah.f.TRI HARYONO/BATAMPOS
batampos– Momen tahun baru Cina atau sering disebut tahun baru imlek 2025, momen yang ditunggu oleh warga Tionghoa untuk memeriahkannya. Salah satu vihara Ngo Hu Niu Niu berada jalan Kamgkung kecamatan Meral yang sudah menjadi tradisi tahunan untuk memasang ornamen-ornamen imlek yang didominasi warna merah. Ribuan lampu lampion dipasang mulai pintu masuk hingga sekitar vihara tersebut.
” Serulah bang, tiap tahun kita datang untuk mengambil momen foto. Sambil menunggu kembang api yang siap dinyalakan oleh panitia,” kata Sima salah seorang warga Karimun sambil mengabadikan foto ditelepon pintarnya, Selasa (28/1) malam.
Pantauan dilapangan, suasana disekitar vihara cukup meriah dengan dipadati masyarakat Tionghoa maupun masyarakat biasa untuk menyaksikan berbagai aktraksi mulai dari barongsai, tarian dan nyanyian dan sebagaianya.
Vihara Ngo Hu Niu Niu yang cukup megah tersebut, terlihat bersinar dimalam hari dengan lampu-lampu lampion yang telah hidup. Selain itu ada juga sport-sport untuk sesi pemotoan seperti dinegeri tirai bambu, secara bergantian warga mengabadikan foto melalui telepon pintar baik bersama keluarga maupun pasangannya.
” Ibadah dulu bang malam ini. Nanti, baru pulang kerumah saat pergantian tahun saya bersama keluarga makan bersama yaitu makan mie,” kata Apui sambil membawa peralatan sembayangnya.
Sementara pada hari Rabu (29/1), warga Tionghoa ada yang melakukan open house untuk menerima masyarakat bersilaturahmi dengan tuan rumah. Salah satunya, Bidin yang sudah menjadi tradisi setiap tahun baru imlek melakukan open house untuk masyarakat umum maupun karyawannya dirumah pribadinya.
” Tahun ular kayu dalam kalender Tionghoa yang melambangkan kebijaksanaan, intuisi dan transformasi yang memberikan energi pertumbuhan positif, kreativitas dan harmoni. Semoga semakin tumbuh ekonomi di Karimun, seiring dengan pemimpin baru,” harap Bidin.(*)
batampos – Menyambut libur Imlek, empat personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Barelang disiagakan di Pelabuhan Roro Telaga Punggur, Nongsa, Rabu (29/01/2024). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan serta mencegah penumpukan kendaraan di dalam maupun luar area pelabuhan.
Pengaturan lalu lintas dilakukan sejak pintu masuk gerbang Pelabuhan Roro. Komandan Pos Lalu Lintas Pelabuhan Roro 903, Bripka Hendrix, memimpin langsung pengamanan ini bersama tiga rekannya: Bripka Hendra, Bripka Rudi, dan Bripka Bayu.
Menurut Bripka Hendrix, libur Imlek selalu menjadi momen puncak kepadatan di Pelabuhan Roro Telaga Punggur. Banyak warga Batam yang berlibur ke Tanjung Uban, Bintan, dan Tanjung Pinang dengan membawa kendaraan pribadi.
“Kemarin malam ombak cukup kuat, sehingga kapal tidak bisa berlayar selama dua trip. Akibatnya, sekitar 100 kendaraan harus menginap di pelabuhan,” ungkapnya.
Untuk itu, pihak Satlantas terus berupaya memastikan arus kendaraan tetap lancar agar pelabuhan terbebas dari kemacetan
batampos – Menyambut perayaan Imlek, Telkomsel menghadirkan kejutan spesial bagi pelanggan setianya melalui paket eksklusif Surprise Deal. Promo ini memungkinkan pelanggan menikmati pengalaman digital tanpa batas dengan kuota besar dan beragam manfaat hiburan.
Melalui Surprise Deal kali ini, pelanggan dapat menikmati kuota internet 80GB hanya dengan Rp 100.000, yang dapat digunakan kapan saja. Selain itu, pelanggan juga mendapatkan bebas biaya langganan WeTV VIP Mobile dan Catchplay+, sehingga dapat menikmati berbagai konten hiburan premium secara gratis.
GM Consumer Business Telkomsel Regional Sumbagteng, Fahmy Rojali, menyatakan, “Melalui paket eksklusif Surprise Deal ini, Telkomsel ingin memberikan nilai lebih bagi pelanggan dalam merayakan Imlek dengan akses internet optimal. Dengan akses internet yang andal serta hiburan berkualitas, kami berharap pelanggan dapat menikmati momen kebersamaan dengan keluarga dan orang terdekat dengan lebih maksimal.”
Periode aktivasi paket eksklusif Surprise Deal ini hanya berlaku satu hari, Rabu, 29 Januari 2025, sehingga pelanggan dapat segera mengaktifkan paketnya sebelum periode promo berakhir. Aktivasi dapat dilakukan dengan mudah melalui beberapa pilihan kanal, yaitu Aplikasi MyTelkomsel, Website tsel.id/vasd, call center 188, atau melalui Outlet penjualan terdekat.
Sebagai tambahan, pelanggan juga dapat menikmati promo #CashbackNampol untuk pembelian paket Surprise Deal Internet khusus pelanggan PraBayar menggunakan metode pembayaran seperti DANA, GoPay, SPayLater, ShopeePay, BRI Direct Debit, BNI Direct Debit, OVO, Kredivo, Debit Instan Mandiri, LinkAja, dan Telkomsel SmartPay. (*)
Seorang pengepul menimbang ikan dingkis tangkapan hasil nelayan di Pulau Si Ali , Senin (27/1). Para nelayang di pulau tersebut banyak yang berburu ikan dingkis karena menjelang imlek harga ikan tersebut lumayang mahal. F Cecep Mulyana/Batam Pos
Perburuan ikan dingkis telah menjadi tradisi tahunan bagi nelayan di Batam dan sekitarnya. Awal Januari, laut menjadi saksi perjuangan para nelayan mencari ikan rezeki, yang akan mencapai puncaknya menjelang perayaan Imlek, 29 Januari.
FISKA JUANDA, Batam
Tidak seperti perburuan ikan lainnya yang mengandalkan alat modern, perburuan dingkis dilakukan dengan cara tradisional. Para nelayan hanya menggunakan kayu, jaring, dan bubu sebagai alat tangkap.
Namun, hasilnya tidak bisa diprediksi. Untung-untungan. Ada kalanya bubu penuh dengan ikan dingkis, namun tidak jarang juga pulang dengan tangan kosong.
Meski penuh ketidakpastian, nelayan tetap antusias menanti momen ini. Ikan dingkis memang memiliki daya tarik tersendiri, terutama saat mendekati Imlek. Harga ikan ini melambung hingga Rp400 ribu per kilogram, terutama jika ikan tersebut bertelur. Ukuran telur dan besar kecilnya ikan menjadi penentu harga yang membuat para nelayan berlomba-lomba mencari tangkapan terbaik.
Menariknya, ikan dingkis sebenarnya bertelur tiga kali dalam setahun. Namun, masa menjelang Imlek selalu menjadi waktu yang istimewa. “Ikan dingkis ini seperti berkah di kala Imlek. Kalau dapat banyak, rezeki nelayan juga banyak,” kata Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Atmadji.
Tradisi perburuan ikan dingkis bukan sekadar soal ekonomi, tetapi juga sarat akan nilai-nilai budaya. Suara gelak tawa nelayan, gemuruh ombak, hingga cerita-cerita yang dibagikan di atas perahu menjadi warna yang melengkapi suasana. Semangat dan doa terus mereka panjatkan agar bubu yang terangkat dari dasar laut membawa banyak rezeki.
“Semalam (kemarin) tak dapat, hari ini begini. Air keruh pula. Belum ada dapat seekor dingkis pun,” kata salah seorang nelayan yang ditemui Batam Pos di Perairan Pulau Pecong, Jali.
Dia mengatakan, isu buaya juga membuatnya agak merasa was-was. Sehingga, dia tak sendirian untuk memanen dingkis. “Sama anak,” ucapnya singkat.
Hal yang senada diucapkan oleh Tayib. Isu buaya juga membuatnya agak takut-takut. Meskipun begitu, panen dingkis adalah sebuah keharusan. Harga dingkis, kata Tayib sekitar 27 Dolar Singapura per kilogramnya atau setara Rp300 ribuan.
“Mau tak mau panen. Tak tak sebanyak semalam (kemarin),” ujarnya.
Dia mengatakan, ikan dingkis dipanennya Minggu (26/1) seberat 30 kilogram. Ikan tersebut didapatnya dari 4 kelong dimilikinya. “Keberuntungan lagi tak bagus,” tuturnya diiringi gelak tawa.
Namun, keberuntungan di hari Senin (27/1), tak menjadi alasan baginya tak memanen dingkis esok harinya. Waktu panen dingkis masih ada sekitar 2 hari lagi.
Tayib optimis, esok atau lusa, ikan dingkis didapatnya agak jauh lebih banyak dan besar. Sikap optimistis bukan tanpa alasan. Berdasarkan pengalamannya bertahun-tahun, ikan dingkis akan jauh lebis besar dan banyak didapat di H-1 dan hari H imlek.
“Telur-telurnya bisa lebih besar. Semoge saje,” ucap dengan dialek melayu yang cukup kental.
Bagi masyarakat Tionghoa, ikan dingkis diolah untuk berbagai jenis makanan khas Imlek. Masyarakat Melayu pesisir juga memiliki olahan khas, salah satunya ikan dingkis asam pedas.
Kak Tien, begitulah panggilan akrab perempuan yang batampos temui di Pulau Pecong. Dia mengatakan, ada tiga cara umum dalam mengolah ikan dingkis.
“Lengse (di goreng dengan minyak yang minim), bakar dan asam pedas,” ucapnya.
Tiga cara pengolahan ikan dingkis ini, sama-sama sedapnya. Dia mengatakan, ikan dingkis di kala Imlek agar berbeda di banding periode lainnya. “Ikannya tak terlalu amis, dan punya telur-telur yang lezat,” ujarnya.
Batam Pos berkesempatan menyicipi olahan ikan dingkis khas Kak Tien, yang menyimpan cita rasa autentik masyarakat pesisir. Siang itu, aroma asap dari pemanggangan ikan sudah menguar bahkan sebelum ikan matang.
Kak Tien dengan cekatan membakar ikan dingkis yang baru saja ditangkap dari kelong. “Ini cuma bumbu sederhana, perasan jeruk sama garam saja,” katanya sembari membolak-balik ikan di atas bara.
Begitu ikan matang, warna cokelat keemasan dengan sedikit gosong di tepinya tampak menggoda. Saat dicicipi, sensasi smoky berpadu dengan legitnya ikan segar langsung menyeruak. Meski hanya dengan bumbu sederhana, rasa ikan dingkis bakar ini sungguh maknyos.
“Bumbu tak perlu banyak, yang penting ikan segar,” ujar Kak Tien sambil tersenyum.
Selain dibakar, Kak Tien juga menghidangkan ikan dingkis masak lengse. Teknik memasak lengse ini khas Pulau Pecong, yakni dengan menggoreng ikan menggunakan sedikit minyak. Hasilnya, tekstur ikan menjadi pas, tidak terlalu kering, tetapi tetap lembut.
Saat suapan pertama, rasa manis dan gurih ikan dingkis terasa dominan. Ditambah sambal asam khas Pulau Pecong, hidangan sederhana ini menjadi luar biasa. Nasi panas, sambal asam, dan ikan lengse ini sudah lebih dari cukup untuk bikin kenyang bahagia. Makanan ini tak hanya tentang rasa, tetapi juga tentang pengalaman, cerita, dan kehangatan tradisi pesisir yang akan selalu diingat.
Namun, makan ikan dingkis saat Imlek, kata Tien pahit. Istilah ini bukan merujuk ke rasa. Tapi, bagi masyarakat melayu istilah ini merujuk akan harga ikan dingkis. “Pahitt. Harganya mahal, bagus dijual. Paling kita makan seekor atau dua ekor je. Selebihnya jual, nanti makan dingkis pas tak Imlek saje,” ucapnya.
Ikan Dingkis menjadi komoditas paling menjanjikan di kala Imlek. Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Atmadji. “Nilai ekspornya luar biasa jelang Imlek, jika dibandingkan bulan lainnya,” ucap Yudi.
Yudi mengatakan, berdasarkan data Dinas Perikanan Batam di tahun 2024, periode Januari hingga Maret nilai ekspor ikan dingkis mencapai Rp16,4 miliar. “Periode penjualan ikan dingkis memang saat di Januari, Februari dan Maret,” ujarnya.
Data Dinas Perikanan Batam menunjukkan, pada Januari 2024 sebanyak 7.540 kilogram ikan dingkis diekspor ke Singapura. Angka itu melonjak menjadi 23.145 kilogram di Februari, dan mencapai 1.091.404 kilogram pada Maret.
Sementara di bulan lainnya, seperti April dan Mei rata-rata ekspor sekitar 6ribuan kilogram ikan dingkis. “Juni sama Desember di ekspor 3.500 sampai 4.000 kilogram ikan dingkis,” tuturnya.
Komoditas dingkis, menjadi salah satu andalan eskpor sektor perikanan di Januari dan Maret. Sehingga hal ini membuat nelayan mendirikan ratusan kelong dingkis. “Jumlah ini bisa bertambah. Sebab, untuk membangun satu kelong biayanya mulai dari Rp10 jutaan. Sementara untungnya lumayan. Sebab, sekali buat kelong bisa tahan hingga 4 atau 5 tahun,” ucap Yudi.
Saat musim dingkis, menjadi berkah tersendiri bagi nelayan di Batam. Akibat dingkis, beberapa nelayan bisa menunaikan hajatnya, naik haji, sekolahkan anak, umrah atau menabung.
“Tapi di musim kali ini, agak takut-takut juga para nelayan. Buaya menjadi ancaman. Banyak nelayan tak sendirian, mereka bawa anak atau sanak saudaranya,” ucap Yudi.
Sebab, untuk panen dingkis ini harus menyelam, demi memastikan ikan sudah masuk perangkap bubu. Sementara, isu buaya agak membuat nelayan khawatir untuk panen dingkis.
“Apalagi air keruh, pasti tak kelihatan apa yang ada di dalam air,” tuturnya.
Dia berharap panen dingkis ini berjalan normal. Sehingga, masyarakat nelayan bisa memanen maksimal dingkis-dingkis yang penuh berkah tersebut. (*)
batampos – Insiden penembakan terhadap warga negara Indonesia (WNI) di perairan Tanjung Rhu, Malaysia, pada Jumat (24/1), mendapat kecaman dari berbagai lembaga di Indonesia. Sebab, aksi penembakan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) yang menewaskan satu orang dan empat orang lainnya luka-luka merupakan tindakan yang tidak mengedepankan prinsip hak asasi manusia (HAM).
“Mengecam tindakan tidak manusiawi yang dilakukan oleh petugas Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APPM) terhadap pekerja migran Indonesia,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Pelayanan dan Kepatuhan Hak Asasi Manusia (HAM), Kemen HAM, Munafrizal Manan kepada wartawan, Rabu (29/1).
Manan menyebut, tindakan penembakan oleh petugas APPM yang berakibat pada satu orang PMI tewas, satu orang mengalami kondisi kritis, dan tiga orang lain mengalami luka-luka, merupakan tindakan yang tidak menghormati nilai dan prinsip HAM.
Karena itu, Kemen HAM mendesak pertanggungjawaban hukum yang transparan dan imparsial oleh aparat penegak hukum Malaysia terhadap petugas APPM yang telah melakukan tindakan tidak manusiawi tersebut.
Selain itu, mendorong Komisi Hak Asasi Manusia Malaysia (SUHAKAM), untuk secara proaktif, profesional, dan independen melakukan pemantauan atas tindakan tidak manusiawi yang dilakukan oleh petugas APPM terhadap PMI atas dasar hak asasi untuk semua atau human rights for all.
Kemen HAM juga mendorong Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia untuk secara proaktif berkomunikasi dan berkoordinasi dengan lembaga SUHAKAM mengenai tindakan tidak manusiawi terhadap PMI, karena Komnas HAM RI dan SUHAKAM menjalin Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) di bidang HAM.
“Mendorong Komnas HAM RI untuk segera membahas peristiwa tindakan tidak manusiawi yang dialami oleh pekerja migran Indonesia tersebut dalam Forum Institusi Hak Asasi Manusia Nasional se-Asia Tenggara (the South East Asia National Human Rights Institution Forum/SEANF) dimana Komnas HAM RI dan SUHAKAM menjadi anggotanya,” pungkasnya. (*)
Petugas melakukan pemeriksaan terhadap salah seorang calon PMI ilegal di Pelabuhan Batam Centre, Minggu (26/1). F.Imam untuk Batam Pos
batampos – Badan Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Kepri berhasil menggagalkan keberangkatan 14 Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal. Para PMI ini berangkat tanpa dilengkapi dokumen yang lengkap.
Kepala BP3MI Kepri, Kombes Imam Riyadi mengatakan pengungkapan ini dilakukan di Pelabuhan Batam Center dan Harbour Bay, yakni pada tanggal 25 dan 26 Januari lalu.
“Dua hari berturut-turut. PMI ini bermodus jalan-jalan ke Malaysia,” ujarnya.
Ia menjelaskan pencegahan keberangkatan PMI ilegal ini berawal dari kegiatan monitoring Pengawasan, Pelayanan dan Pencegahan oleh Tim Pelindungan BP3MI Kepri. Dari kegiatan tersebut didapati syarat dan dokumen bekerja yang tidak lengkap.
“Kemudian kita lakukan penundaan keberangkatan terhadap penumpang dan sosialisasikan bahaya bekerja secara unprosedural ke luar negeri,” katanya.
Adapun 14 CPMI ilegal tersebut diantaranya 8 orang berasal dari Jawa Timur, 4 orang dari Nusa Tenggara Barat (NTB), 1 orang dari Yogyakarta, dan 1 orang dari Aceh.
Dengan adanya keberangkatan secar ilegal ini, kata Imam, pihaknya berkoordinasi dengan Polda Kepri untuk penyelidikan adanya unsur Tinda Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
“Kita juga koordinasi dengan BP3MI Jawa Timur, NTB, Yogyakarta dan Aceh untuk pemulangan PMI ke daerah asal,” tutupnya. (*)
Pasangan ganda putra Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin saat tampil di Thailand Masters 2025. (Dok. PBSI)
batampos – Rombongan ganda putra Indonesia berhasil mengamankan tiket melaju ke babak kedua Thailand Masters 2025 yang dihuni oleh tiga wakil. Sementara tiga wakil ganda putri harus kehilangan satu pasangan yang gugur di babak pertama.
Hari pertama Thailand Masters 2025 yang berlangsung di Nimibutr Stadium, Patumwan, Selasa (28/1) sudah rampung digelar. Sejumlah wakil Indonesia telah berjuang dengan maksimal.
Tiga wakil ganda putra Indonesia tampil gemilang di babak pertama, menyapu bersih kemenangan dan melangkah dengan percaya diri ke babak berikutnya.
Pasangan Rahmat Hidayat/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan membuka kemenangan lewat permainan dominan melawan wakil tuan rumah, Neuaduang Mangkornloi/Songpon Sae-ma, dengan skor 21-15, 21-12.
Tak lama kemudian, duet Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin berhasil menyingkirkan pasangan India, Viplav Kuvale/Viraj Kuvale, hanya dalam dua gim langsung, 21-10, 21-13.
Pasangan selanjutnya, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana juga tampil mengesankan, menaklukkan wakil Malaysia, Chia Weijie/Lwi Sheng Hao, dengan skor identik, 21-15, 21-12.
Di sektor ganda putri juga tak kalah sengit. Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti memulai langkah mereka dengan kemenangan telak atas pasangan Thailand, Pranpriya Pannarai/Sirapat Tepnarong, 21-9, 21-8.
Selanjutnya, Meilya Trias Puspitasari/Rachel Allessya Rose juga berhasil lolos setelah melalui laga dramatis melawan pasangan Tiongkok, Keng Shu Liang/Wang Zi Meng. Mereka bangkit dari kekalahan di gim pertama dan akhirnya menang 21-23, 21-13, 21-13.
Namun, pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi harus mengakhiri perjalanan mereka lebih awal. Setelah bertarung sengit melawan wakil Taiwan, Hsu Ya Ching/Sung Yu-Hsuan, mereka kalah dengan skor 21-23, 21-9, 15-21.
Di samping itu, hari pertama juga ada sejumlah pertandingan kualifikasi. Ada tiga wakil Indonesia yang berjuang dari fase tersebut.
Moh. Zaki Ubaidillah telah mengamankan posisi di babak pertama usai memenangkan dua pertandingan di kualifikasi atas Jia Wei Joel Koh (Singapura) 16-21, 21-9, 21-13 dan Eogene Ewe (Malaysia) 21-11, 21-11.
Sayangnya jejak Ubed tidak diikuti oleh Henrikho Wibowo yang harus menelan kekalahan di kualifikasi dari Zhu Xuan Chen dari Tiongkok, 10-21, 16-21.
Di nomor tunggal putri, Bilqis Prasista juga mengalami kekalahan dari wakil tuan rumah, Tidapron Kleebyeesun 11-21, 14-21 yang membuat langkahnya terhenti di kualifikasi.
Berikut hasil lengkap wakil Indonesia di hari pertama Thailand Masters 2025.
WD: Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Pranpriya Pannarai/Sirapat Tepnarong (Thailand) 21-9, 21-8
WD: Meilya Trias Puspitasari/Rachel Allessya Rose vs Keng Shu Liang/Wang Zi Meng (Tiongkok) 21-23, 21-13, 21-13
WD: Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi (Indonesia) vs Hsu Ya Ching/Sung Yu-Hsuan (Taiwan) 21-23, 21-9, 15-21
MD: Rahmat Hidayat/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan vs Neuaduang Mangkornloi/Songpon Sae-ma (Thailand) 21-15, 21-12
MD: Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin vs Viplav Kuvale/Viraj Kuvale (India) 21-10, 21-13
MD: Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana vs Chia Weijie/Lwi Sheng Hao (Malaysia) 21-15, 21-12
batampos – Polda Kepri mengerahkan 499 personel dalam pengamanan libur panjang Isra Mi’raj 1446 Hijriah dan Tahun Baru Imlek. Pengamanan akan berlangsung hingga akhir pekan nanti.
“Sebagai antisipasi, kami telah menyiapkan personel di berbagai titik strategis untuk memastikan kelancaran dan keamanan aktivitas masyarakat selama libur panjang,” ujar Kabid HumasPolda Kepri, Kombes Zahwani Pandra Arsyad.
Pandra mengatakan pengamanan libur panjang Isra Mi’raj dan Imlek ini bertujuan untuk meminimalisir potensi ambang gangguan menjadi gangguan nyata. Hal ini selaras dengan peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
“Dengan persiapan yang matang dan pengerahan personel yang memadai, Polda Kepri berharap perayaan Isra Mi’raj dan Imlek di wilayah Kepri dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, meskipun diprediksi terjadi peningkatan aktivitas masyarakat karena potensi long weekend,” katanya.
Adapun 499 personel yang dikerahkan pengamanan tersebut meliputi personel untuk patroli cipta kondisi (cipkon), personel siaga, personel tugas rutin Satker, dan personel piket fungsi Mako Polda Kepri.
“Selain itu, disiagakan pula personel Polres jajaran yang difokuskan pada pengamanan peringatan Isra Mi’raj di masjid atau musala, pengamanan perayaan Imlek di vihara atau klenteng, dan pengamanan lokasi tempat wisata,” ungkap Pandra.
Selama libur panjang ini, Pandra juga mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga ketertiban umum, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan, seperti tindak kriminal maupun bencana alam.
“Kami mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan bersama, termasuk melaporkan hal-hal yang mencurigakan kepada petugas kepolisian,” tutupnya. (*)