Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2210

Tragedi Penembakan 5 PMI di Malaysia, BP3MI Ungkap Korban Berasal dari Aceh, Bukan Kepri

0
Ilustrasi penembakan. (Ardika/Antara)

batampos – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), memastikan lima Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban penembakan oleh aparat hukum Malaysia di perairan negara tersebut bukan berasal dari Kepri. Dari kelima orang itu, satu di antaranya tewas.

Kepastian ini diperoleh setelah tim dari BP3MI melakukan penelusuran terkait insiden yang menimpa seorang warga Aceh bernama Muhammad Hanafiah. Hanafiah dilaporkan tertembak di perairan Malaysia saat berusaha kembali ke Indonesia melalui jalur tidak resmi tanpa pemeriksaan imigrasi.

Dalam laporan resmi BP3MI Aceh yang diterima pada 26 Januari 2025, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur untuk memastikan kebenaran informasi ini.

KBRI Kuala Lumpur telah menerima informasi mengenai insiden ini pada Sabtu sebelumnya, namun hingga kini data lengkap korban masih dalam tahap pengumpulan oleh otoritas Malaysia. Imigrasi Malaysia berjanji akan memberikan pembaruan data pada 27 Januari 2025.

Sementara itu, tim BP3MI Aceh telah melakukan verifikasi langsung ke lapangan dengan mendatangi alamat keluarga korban di Kabupaten Aceh Timur. Kepala Desa Alue Bugeng, Azhari, membenarkan bahwa Hanafiah adalah warganya yang bekerja di Malaysia. Informasi ini juga diperkuat oleh pernyataan abang ipar korban, Muzakir, serta istri korban, Mawaddah.

Menurut keterangan Mawaddah, sang suami sempat menghubunginya pada 23 Januari 2025 malam. Korban sempat menyampaikan bahwa dia menghadapi masalah serius di Malaysia. Ia juga meminta agar istrinya tidak menghubungi dirinya terlebih dahulu.

Keesokan harinya, pada 24 Januari 2025 pagi, Hanafiah kembali menghubungi istrinya dan menyatakan niatnya untuk pulang ke Aceh. Pada pukul 14.00 WIB, ia mengirimkan pesan suara melalui WhatsApp, menyampaikan kondisinya sedang dalam bahaya.

Korban meminta istrinya untuk melaporkan kepada pihak kepolisian bahwa dia berada di dalam kapal sendirian dan meminta dijemput oleh aparat Indonesia di wilayah perairan Dumai.

Hanafiah juga mengirimkan lokasi keberadaannya di sekitar Pulau Carey, Malaysia, yang kemudian dikonfirmasi sebagai lokasi penangkapan lima orang korban lainnya dalam insiden yang sama. Kontak terakhir dengan Hanafiah terjadi pada Sabtu sore, sebelum nomor ponselnya tidak lagi aktif.

BP3MI Aceh telah menyampaikan perkembangan ini kepada keluarga korban dan terus berkoordinasi dengan KBRI Kuala Lumpur serta otoritas terkait di Malaysia. Mereka menegaskan, status korban baru akan dipastikan setelah adanya konfirmasi resmi dari pihak imigrasi Malaysia.

Menanggapi insiden ini, Ketua Jaringan Safe Migrant, Chrisanctus Paschalis Saturnus, meminta pemerintah Indonesia harus mengambil sikap tegas dengan meminta klarifikasi dari pemerintah Malaysia.

Dia juga menegaskan pentingnya keadilan bagi korban serta perlunya reformasi dalam tata kelola perlindungan PMI, termasuk pemberantasan sindikat mafia yang memperdagangkan pekerja migran secara ilegal.

“Kejadian seperti ini harus menjadi perhatian serius pemerintah. Selain memastikan keadilan bagi korban, perlu langkah konkret dalam memperbaiki sistem perlindungan dan pembersihan jaringan ilegal yang memperdagangkan pekerja kita,” ujar pria yang akrab di sapa Romo Paschal itu. (*)

 

 

Reporter: Arjuna

Artikel Tragedi Penembakan 5 PMI di Malaysia, BP3MI Ungkap Korban Berasal dari Aceh, Bukan Kepri pertama kali tampil pada News.

Harga Ayam Potong Naik Lagi, Sayuran Ikut Naik

0
Ilustrasi: Sejumlah warga sedang memilih daging ayam di Pasar Botania 2 Batamkota. F Cecep Mulyana/Batam Poss

batampos – Harga ayam potong di pasaran Batam kembali naik setelah sempat turun seminggu terakhir. Saat ini, harga ayam potong segar dijual Rp 38-40 ribu per kg, dari harga sebelumnya Rp 35 ribu per kg.

Di Pasar Botania Batamcenter, misalnya harga ayam potong segar dijual Rp 40 ribu per kilogram. Sedangkan untuk harga ayam potong ukuran kecil perekor dijual Rp 32 dari harga Rp 30 ribu per kg.

“Iya harga ayam naik lagi, baru dua hari naik,” ujar Zul pedagang ayam, Senin (27/1).

Baca Juga: Harga Sayur di Batam Merangkak Naik, Warga Khawatir Jelang Puasa dan Lebaran

Menurut dia, kenaikan harga ayam potong diduga terjadi karena masa liburan. Dan ada permintaan cukup tinggi selama masa liburan.

“Ya karena momen liburan, permintaan tinggi. Jadi harga ayam ikut naik,” tegasnya.

Di Pasar Mustafa Batamcenter harga ayam juga terpantau tinggi, hingga Rp 40 ribu. Namun menurut pedagang harga ayam ini sudah jauh turun dibanding tahun baru.

“Tahun baru sampai Rp 44 ribu, sekarang Rp 40 ribu. Memang sempat turun sebelumnya, tapi naik lagi,” ujar Ega, pedagang ayam.

Tak hanya ayam yang terpantau tinggi, harga sayur mayur terutama bayam dan kangkung turut naik di pasaran Batam. Dari harga sebelumnya Rp 8-10 ribu per kg, saat ini dijual Rp 25-30 ribu per kg.

Baca Juga: Jembatan Putus di Marina Belum Diperbaiki, Warga Berharap Solusi Permanen

“Harga bayam dan kangkung lagi naik drastis. Hampir 3 kali lipat dibanding biasa,” ujar Marwah, pedagang sayur mayur.

Menurut dia, karena tingginya harga dua jenis sayur itu, maka ia pun menjual perons bukan per kg. Hal itu menyesuaikan dengan permintaan pelangganya.

“Peminat sayur ini jadinya berkurang. Kalau pun beli itu tak banyak,” tegasnya.

Masih kata Marwah, melambungnya harga sayur mayur itu dikarenakan stok yang terbatas. Diduga karena hujan, maka banyak petani yang tak memetik hasil pertaniaanya.

“Stok memang terbatas, saya pun tak berani ambil banyak, karena takut harga mendadak turun. Ditambah sayur tak bisa distok banyak ,takut busuk,” imbuhnya.

Sementara, Kadis Ketahanan Pangan dan Pertaniaan Kota Batam, Mardanis belum bisa dikonfirmasi terkait harga ayam dan sayur yang tinggi. (*)

 

 

Reporter: Yashinta

Artikel Harga Ayam Potong Naik Lagi, Sayuran Ikut Naik pertama kali tampil pada Metropolis.

Neymar akan Kembali ke Santos, Klub Masa Kecilnya

0
Neymar Junior memiliki persyaratan fantastis kepada manajemen Al Hilal. (al hilal)

batampos – Setelah berbulan-bulan beredar spekulasi mengenai masa depannya, Neymar tampaknya segera kembali ke klub masa kecilnya, Santos, di Brasil.

Neymar sejauh ini masih tetap berada dalam daftar pemain klub Arab Saudi, Al Hilal. Namun pelatih tim Jorge Jesus mengatakan pada awal Januari bahwa level kebugaran penyerang asal Brasil tersebut tidak bisa kembali fit.

Sehingga dia tidak didaftarkan untuk bermain di Liga Arab Saudi, membuat Neymar hanya bisa bermain di Liga Champions Asia.

Akibatnya, Neymar sedang mencari kesempatan bermain yang baru dan tampaknya telah menemukannya dengan klub tempat ia memulai karier profesionalnya yaitu Santos.

Dilansir dari laman ESPN bahwa kontrak Neymar dengan Al Hilal kemungkinan besar akan diputus, namun detail akhir masih dinegosiasikan.

Kedua belah pihak diperkirakan akan bertemu pada awal pekan ini dengan harapan dapat mencapai kesepakatan.

Jika itu terjadi, Neymar akan menandatangani kontrak selama enam bulan, yang akan memiliki opsi untuk diperpanjang satu tahun lagi, dengan Santos.

Jika kesepakatan dengan Santos telah selesai, Neymar akan terbang ke Brasil minggu ini, dan dapat bermain untuk Santos paling cepat pada 5 Februari.

Dengan mengakhiri kontrak dengan Al Hilal, yang berlangsung hingga musim panas ini, pemain berusia 32 tahun ini akan kehilangan uang sekitar 65 juta dolar AS.

Sumber mengatakan bahwa dia dapat menutupi setidaknya sebagian dari kekurangan tersebut dengan menjadikan dirinya dan ayahnya, Neymar Santos Sr. sebagai bagian dari dana investasi yang mencakup saham di Santos.

ESPN melanjutkan bahwa Neymar masih bertekad untuk mendapatkan kembali uangnya dari Al Hilal dan kesepakatan apa pun yang melibatkan saham di Santos akan sangat sulit untuk dieksekusi dalam waktu dekat.

Jadi, meskipun pada prinsipnya skema untuk kembali ke Santos sudah ada, masih ada beberapa hal yang mengganjal.

Jika kembalinya Neymar ke Santos selesai, maka hal itu akan mengakhiri saga transfer yang mencakup kemungkinan Neymar menuju tim MLS, Chicago Fire FC.

Namun, preferensi Neymar adalah kembali ke Brasil untuk mendapatkan kembali kebugarannya dan mungkin merebut kembali tempatnya di tim nasional.

Neymar mengalami masa-masa sulit bersama Al Hilal setelah bergabung dengan klub Arab Saudi itu dari PSG pada musim panas 2023 dengan nilai transfer sebesar 97,6 juta euro.

Mantan bintang Barcelona ini mengalami robek ligamen anterior di lutut kirinya saat menjalani tugas internasional tak lama setelah bergabung dengan Al Hilal.

Dia kembali ke lapangan pada Oktober lalu, tetapi cedera hamstring membuatnya tidak bisa memberikan pengaruh yang lebih besar.

Dia hanya tampil dalam tujuh pertandingan liga dan piala dengan hanya mencetak satu gol dalam pertandingan penyisihan grup Liga Champions AFC melawan Nassaji Mazandaran pada 3 Oktober 2023.

Terlepas dari kesulitan yang dialaminya di Arab Saudi, Neymar tetap menjadi salah satu nama terbesar dalam olahraga ini berkat penampilannya bersama Lionel Messi dan Luis Suarez selama membela Barcelona dari tahun 2013 hingga 2017.

Pada saat itu, ia menjadi bagian dari tim yang memenangkan satu gelar Liga Champions, dua gelar LaLiga, dan tiga Copa del Rey.

Neymar memulai karier profesionalnya bersama Santos pada tahun 2009, membawa mereka menjuarai Copa Libertadores pada tahun 2011, ketika ia mencetak gol di leg kedua final, menang 2-1 atas Penarol.

Di level internasional, Neymar telah tampil 128 kali untuk Timnas Brasil, mencetak rekor Selecao dengan 79 gol. Ia merupakan bagian dari tim Brasil yang memenangkan medali emas di Olimpiade Musim Panas 2016, di mana Brasil menjadi tuan rumah. (*)

Artikel Neymar akan Kembali ke Santos, Klub Masa Kecilnya pertama kali tampil pada Olahraga.

Minim Penerangan, Jalan Baloi-Seraya Rawan Kecelakaan

0
Ilustrasi. Lampu penerangan jalan umum di Jalan Laksamana Bintan Sei Panas terlihat padam, Kamis (2/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Jalan utama yang menghubungkan kawasan Baloi Kolam-Seraya Atas dan Seraya Bawah, menjadi sorotan warga. Minimnya lampu penerangan jalan di area tersebut memicu kecelakaan, terutama pada malam hari.

Pada Minggu (26/1) malam, sebuah kecelakaan dikabarkan kembali terjadi di atas terowongan Seraya Atas sekitar pukul 23.20 WIB. Seorang pengendara motor dilaporkan mengalami luka ringan. Insiden ini menjadi salah satu dari beberapa kecelakaan yang terjadi dalam bulan ini di lokasi yang sama.

Kondisi jalan yang gelap gulita membuat pengendara hanya mengandalkan pencahayaan dari lampu kendaraan. Hal ini meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa melintas di jalur tersebut.

Baca Juga: Jembatan Putus di Marina Belum Diperbaiki, Warga Berharap Solusi Permanen

Keluhan mengenai situasi ini disampaikan oleh warganet di media sosial milik Batam Pos. Warga meminta pihak terkait segera mengambil tindakan.

“Mohon tempat itu diberi penerangan atau pembatas jalan yang layak. Dalam bulan ini sudah lebih dari dua korban,” tulis salah satu warga.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) Batam, Suhar, menyebut akan melakukan evaluasi dan kajian terhadap kebutuhan infrastruktur di kawasan tersebut.

Baca Juga: Bawa Kendaraan FTZ, Sejumlah Penumpang Roro Tidak Bisa Berangkat

“Nanti kami pasti akan evaluasi terkait kebutuhan di sana. Akan kami kaji dulu untuk kebutuhan di lokasi itu,” katanya, Senin (27/1).

Warga inginkan perbaikan berupa pemasangan lampu penerangan jalan dan pembatas segera dilakukan demi mengurangi potensi kecelakaan di area tersebut. (*)

 

 

Reporter: Arjuna

Artikel Minim Penerangan, Jalan Baloi-Seraya Rawan Kecelakaan pertama kali tampil pada Metropolis.

Ribuan Kendaraan BBM Solar Telah Mengantongi Fuel Card

0

batampos– Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Tanjungpinang, sebanyak 1.756 kendaraan BBM solar di Tanjungpinang, telah mengantongi Fuel Card.

Kabid Perdagangan Disdagin Tanjungpinang, Fransiska Desiani Sirait mengatakan pendaftaran ini terdiri dari kendaraan pribadi, kendaraan angkutan barang dan kendaraan umum.

Petugas SPBU di Tanjungpinang menunjukkan pembelian solar melalui Fuel Card. F. Mohamad Ismail

“Jumlah tersebut dari data KB Bank yang sudah mencetak Fuel Card,” kata Siska, Sabtu (24/1).

Siska menambahkan hingga saat ini, program Fuel Card untuk pengisian BBM Solar bersubsidi masih berlaku untuk masing- masing Kabupaten dan Kota. Hal ini bergantung di mana kendaraan tersebut terdaftar dalam Fuel Card berdasarkan alamat domisili yang dimiliki oleh pemilik kendaraan.

BACA JUGA: Nunggak BBM Hampir Rp 40 Juta, KM Anambas Bermadah 7 Hentikan Pelayaran Kampung Baru-Air Asuk

“Kami kasih dispensasi selama satu tahun untuk mutasi apabila memang kendaraannya di luar kota Tanjungpinang,” sebutnya

Keberadaan Tanjungpinang dan Bintan yang berada dalam satu daratan, sebut Siska, sering membuat para sopir kesulitan untuk mengisi solar saat tidak berada di wilayah domisili terdaftar. Saat ini memang belum ada regulasi yang membolehkan integrasi pengisian solar bersubsidi antar Kabupaten dan Kota.

“Tapi beberapa waktu lalu, ada surat dari Provinsi untuk rencana integrasi ini, tapi kami belum tahu bagaimana. Ya kita tunggu saja,” sebut Siska.

Kendati demikian, Siska memastikan pelaksanaan program Fuel Card memang memberikan dampak yang signifikan terhadap distribusi solar di Tanjungpinang. Terutama terhadap antrian truk yang sebelumnya mengular dan mengganggu lalu lintas.

“Kita lihat sendiri sekarang sudah jauh lebih kondusif, dugaan ada pelangsir juga bisa diminimalisir,” tegasnya. (*)

Reporter: Yusnadi

 

Artikel Ribuan Kendaraan BBM Solar Telah Mengantongi Fuel Card pertama kali tampil pada Kepri.

Harga Sayur di Batam Merangkak Naik, Warga Khawatir Jelang Puasa dan Lebaran

0
Warga saat membeli sayuran di Pasar Botania I Batamcentre. Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Harga sejumlah komoditas sayuran di Batam mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan harga ini membuat masyarakat resah, terlebih menjelang bulan puasa dan lebaran yang kemungkinan akan semakin meningkatkan permintaan.

Saat ini, harga kangkung di rata-rata pasar mencapai Rp30 ribu per kilogram, sedangkan timun dijual dengan harga bervariasi antara Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram, tergantung kondisi barang.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai. Cabai merah keriting dijual dengan harga Rp90 ribu per kilogram, cabai rawit mencapai Rp70 ribu per kilogram, sementara cabai rawit besar menyentuh angka Rp100 ribu per kilogram. Cabai hijau juga mengalami kenaikan, dengan harga Rp70 ribu per kilogram.

Baca Juga: Lapor Pak Walikota, Harga Santan di Batam Naik Hingga 100 Persen

Seorang warga Batam, Siti Rahmah, mengungkapkan kekhawatirannya terkait kenaikan harga ini.

“Rata-rata harga sayuran sudah mulai naik. Belum puasa saja sudah mahal, bagaimana nanti kalau sudah puasa, apalagi saat menjelang hari raya nanti,” kata dia, Senin (27/1).

Dari sisi pedagang, kenaikan harga ini disebabkan oleh menipisnya pasokan sayuran di Batam. Beberapa lahan pertanian yang menjadi pemasok utama mengalami gagal panen akibat bencana alam, sehingga produksi berkurang drastis.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Gustian Riau, telah mengambil langkah antisipasi untuk mengatasi lonjakan harga dan memastikan ketersediaan pasokan selama Ramadan dan Lebaran.

“Kami sudah meminta distributor untuk menyiapkan pasokan kebutuhan bahan pokok kepada pedagang dan konsumen, meskipun mereka libur saat hari raya. Kami telah berkoordinasi dengan asosiasi distributor untuk memastikan suplai ke semua tempat tetap berjalan,” kata dia.

Baca Juga: Buaya Lepas, Disbudpar Batam Ingatkan Pengelola Pantai Tingkatkan Pengawasan

Selain itu, Disperindag Batam juga memperluas kerja sama dengan beberapa daerah penghasil cabai, seperti Kabupaten Bener Meriah di Aceh, Bukittinggi, dan Kabupaten Lombok Timur di Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurut Gustian, faktor cuaca turut berperan dalam kenaikan harga ini.

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan produksi menurun, dan gelombang laut pasang selama pengiriman dari Medan menyebabkan keterlambatan pasokan ke Batam,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Harga Sayur di Batam Merangkak Naik, Warga Khawatir Jelang Puasa dan Lebaran pertama kali tampil pada Metropolis.

Jembatan Putus di Marina Belum Diperbaiki, Warga Berharap Solusi Permanen

0
Jembatan Marina yang patah perbaiki secara manual oleh masyarakat agar bisa dilalui sepeda motor. F.Eusebius

batampos – Jembatan di Marina, Kelurahan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang, yang putus total akibat hujan deras pada 13 Januari lalu, hingga kini belum mendapatkan perbaikan permanen. Jembatan tersebut merupakan jalur utama yang menghubungkan beberapa kawasan pemukiman, seperti Kavling Plus dan Kebun Marina, sehingga menjadi akses vital bagi warga sekitar.

Menurut Suyanto, salah satu warga setempat, akses jembatan yang rusak total ini sangat mengganggu aktivitas harian masyarakat.

“Kami sudah berinisiatif membuat jalan darurat menggunakan semenisasi di alur drainase, tapi itu hanya bisa dilewati kendaraan roda dua,” jelasnya, Senin (27/1).

Ia menambahkan, kendaraan roda empat sama sekali tidak bisa melintas, sehingga warga yang menggunakan mobil harus mencari jalur alternatif yang memakan waktu lebih lama.

Baca Juga: Lapor Pak Walikota, Harga Santan di Batam Naik Hingga 100 Persen

Junaidi, warga Kavling Plus, juga mengungkapkan kekhawatirannya. “Jembatan ini sangat penting bagi kami. Tidak hanya untuk mobilitas sehari-hari, tapi juga untuk transportasi darurat, seperti jika ada warga yang sakit atau kebutuhan mendesak lainnya. Kami berharap segera ada perbaikan permanen,” katanya.

Jembatan yang terletak di samping Kavling Plus ini menjadi salah satu akses strategis bagi masyarakat sekitar.

Kerusakan jembatan ini tidak hanya berdampak pada warga yang bermukim di sekitar area, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi. Banyak pedagang yang kesulitan mengantar barang dagangan mereka karena tidak ada jalur yang memadai untuk kendaraan roda empat.

“Kalau begini terus, kegiatan usaha kecil kami terhambat,” ungkap Sumarni, petani sayur di Marina.

Lurah Tanjungriau, Syamsuddin, mengaku telah berusaha mencari solusi atas permasalahan ini. Ia mengatakan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan instansi terkait untuk segera melakukan perbaikan permanen.

“Kami memahami betapa pentingnya jembatan ini bagi warga, jadi kami akan berupaya agar proses perbaikannya bisa dilakukan secepat mungkin,” ujarnya saat ditemui.

Baca Juga: Ujian Nasional Kembali Digelar Tahun 2025

Syamsuddin juga menyampaikan, meskipun ada keterbatasan anggaran, pihak kelurahan telah mengusulkan perbaikan jembatan ini sebagai prioritas utama. “Kami harap pemerintah kota atau instansi yang berwenang dapat segera memberikan respon, karena ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga keselamatan warga,” tambahnya.

Warga berharap perbaikan jembatan ini tidak hanya dilakukan sementara, tetapi secara permanen dengan kualitas yang baik agar tidak mudah rusak di masa mendatang. “Kalau hanya tambal sulam, nanti hujan deras berikutnya akan merusak lagi. Kami ingin solusi jangka panjang,” tegas Suyanto.

Di tengah keterbatasan, beberapa warga juga berinisiatif melakukan gotong royong untuk memperbaiki jalur sementara bagi sepeda motor. Namun, usaha ini tentu saja tidak cukup untuk mengatasi kebutuhan mobilitas yang lebih besar. “Kami hanya bisa melakukan perbaikan kecil. Selebihnya, kami sangat bergantung pada pemerintah,” ungkap Junaidi.

Hujan deras yang mengguyur daerah Batam belakangan ini memang kerap menyebabkan kerusakan infrastruktur, terutama di wilayah dengan drainase yang kurang memadai. Hal ini menjadi pengingat akan pentingnya perencanaan dan pemeliharaan infrastruktur yang lebih baik.

Warga Marina dan sekitarnya kini hanya bisa berharap agar pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki jembatan tersebut. Akses jalan yang memadai akan sangat membantu aktivitas mereka sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah itu. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Jembatan Putus di Marina Belum Diperbaiki, Warga Berharap Solusi Permanen pertama kali tampil pada Metropolis.

Sepakati Mahar Rp 193,3 Miliar, Newcastle Izinkan Pemain Bintangnya Hijrah

0
Miguel Almiron (kiri) dan pelatih Newcastle Eddie Howe (tengah). (AFP via Jawa Pos

batampos – Newcastle United melakukan transaksi keduanya di bursa musim dingin. Setelah melepaskan Loris Karius ke Schalke 04 pada 14 Januari, menurut jurnalis spesialis transfer Fabrizio Romano winger kanan Miguel Almiron sudah sepakat bergabung ke klub MLS Atlanta United FC.

Seperti diberitakan Give Me Sport pada Senin (27/1), Newcastle sepakat melego Almiron dengan harga USD 12 juta (Rp 193,93 miliar). Kabarnya pemain 30 tahun itu diikat selama 4 tahun oleh Atlanta United.

Negoisasi antara Newcastle dengan Atlanta United ini memang sempat alot. Sebab Newcastle ngotot menjual Almiron dengan harga sekitar GBP 20 juta (Rp 403, 54 miliar).

“Namun setelah pemain ikut mendesak klub agar dijual secepatnya, maka pihak klub sepakat. Uang penjualan Almiron akan digunakan memburu striker,” tulis Give Me Sport.

Almiron memang masih punya kontrak 18 bulan di Newcastle. Akan tetapi musim 2024-2025 ini, pemain Paraguay itu hanya bermain 412 menit. Dalam 14 pertandingan di semua kompetisi, Almiron hanya jadi starter 3 kali.

Newcastle memang awalnya bersikukuh jika Almiron tak akan dilepas di bawah harga GBP 20 juta (Rp 403, 54 miliar). Sebab saat membelinya di 2019, mereka menebus GBP 21 juta (Rp 423,74 miliar) dari Atlanta United.

Selama membela The Magpies, julukan Newcastle, pencapaian terbaik Almiron adalah mengantar tim tersebut ke final Piala Liga Inggris 2022-2023. Sayang di babak final mereka kalah 0-2 oleh Manchester United.

Dengan balik kucingnya Almiron ini, maka uang penjualan akan diproyeksikan membeli winger Besiktas Semih Kilicsoy. Kilicsoy yang masih berusia 19 tahun ini menjadi langganan starter Besiktas yang dilatih Emre Belozoglu.

Dalam 29 pertandingan di semua laga, Kilicsoy membuat 2 gol dan 6 umpan gol. Versi Transfermarkt banderol Kilicsoy berada di angka UER 15 juta (Rp 254,24 miliar). (*)

Artikel Sepakati Mahar Rp 193,3 Miliar, Newcastle Izinkan Pemain Bintangnya Hijrah pertama kali tampil pada Olahraga.

Bawa Kendaraan FTZ, Sejumlah Penumpang Roro Tidak Bisa Berangkat

0
Situasi di Pelabuhan ASDP Telaga Punggur Batam, Senin (27/1) terpantau ramai lancar. Foto: Azis Maulana

batampos – Libur panjang yang bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj dan Tahun Baru Imlek dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Batam untuk bepergian, salah satunya ke Pulau Bintan melalui Pelabuhan ASDP Telaga Punggur. Meski ramai, situasi pelabuhan tetap terpantau lancar dan terkendali, jauh berbeda dengan kepadatan saat libur Lebaran atau akhir tahun.

General Manager ASDP Batam, Hermin Welkis, mengatakan arus penumpang, baik pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat, relatif stabil selama periode libur panjang ini. Mayoritas penumpang telah memesan tiket secara daring, sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan di pelabuhan.

“Sejak akhir pekan lalu, arus penumpang kendaraan ramai tetapi tetap lancar. Setiap hari ada puluhan kendaraan yang menyeberang ke Tanjung Uban, Bintan, tetapi tidak sampai membludak,” ujar Hermin, Senin (27/1).

Baca Juga: Imlek 2025: BP Batam Optimalkan Fasilitas dan Koordinasi untuk Pastikan Kelancaran Arus Penumpang

Hermin juga menanggapi keluhan beberapa calon penumpang yang tidak dapat berangkat karena status kendaraan mereka termasuk dalam skema Free Trade Zone (FTZ). Ia menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap regulasi yang diatur oleh pemerintah, terutama terkait bea cukai untuk kendaraan FTZ.

“Calon penumpang perlu memahami aturan terkait kendaraan FTZ. Jangan sampai membeli tiket secara manual tanpa memastikan status kendaraan terlebih dahulu. Aturan terkait hal ini sudah dijelaskan secara rinci di layanan tiket daring kami,” jelasnya.

ASDP Batam mengimbau calon penumpang untuk memastikan status kendaraan dan melengkapi dokumen sebelum melakukan perjalanan. Informasi mengenai persyaratan kendaraan telah tersedia di aplikasi pembelian tiket daring, trip.ferizy.com.

“Dalam aplikasi tersebut, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Jika kendaraan tidak memenuhi persyaratan, maka tidak dapat memesan tiket. Namun, pemeriksaan akhir tetap dilakukan di pelabuhan. Khusus untuk cabang Batam, ada mekanisme pembayaran khusus seperti PPN yang harus dipenuhi,” tambah Hermin.

Baca Juga: Jelang Imlek, Rute ke Selatpanjang Ramai Penumpang dari Batam

ASDP Batam terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, seperti Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) dan kepolisian, untuk memastikan pengawasan di pelabuhan berjalan optimal.

“Kami menjalankan koordinasi dengan pihak terkait secara berkelanjutan untuk pengecekan dan pengawasan di pelabuhan,” kata Hermin. (*)

 

 

Reporter: Azis Maulana

Artikel Bawa Kendaraan FTZ, Sejumlah Penumpang Roro Tidak Bisa Berangkat pertama kali tampil pada Metropolis.

Penembakan PMI di Malaysia, Menteri Karding Minta Kemlu Dorong Pengusutan Hukum

0
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI), Abdul Kadir Karding. (Istimewa)

batampos – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dapat mendorong transparansi penegakan hukum terkait penembakan warga negara Indonesia (WNI) di Perairan Tanjung Rhu, Malaysia. Insiden penembakan oleh Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) mengakibatkan satu orang pekerja migran Indonesia (PMI) meninggal dunia.

“Kita minta Kemenlu untuk mendorong agar penegak hukum yang ada di sini (Malaysia) dibuka transparansinya. Jadi terang benderang proses proses ini, sehingga jauh lebih baik,” kata Karding di Malaysia, Senin (27/1).

Karding juga mengaku telah berkoordinasi dengan kedutaan hingga atase kepolisian setempat, untuk mengetahui kronologi terkait penembakan tersebut terjadi. Ia juga mengaku tengah berkoordinasi untuk bisa membawa satu jenazah yang tewas dalam peristiwa itu.

“Melakukan koordinasi dengan pihak-pihak setempat, agar kita bisa mendampingi penanganan jenazah maupun tengok di rumah sakit, yang sakit,” ujar Karding.

Karding juga mengaku pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak keluarga dari para korban. Hal ini untuk memitigasi hal-hal yang perlu disiapkan.

“Sehingga kita bisa mitigasi hal-hal apa saja yang kira-kira kita siapkan untuk nelindungi dan menjaga PMI kita ini,” tegas Karding.

Sebagaimana diketahui, Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) menembak lima WNI pekerja migran Indonesia (PMI) unprocedural pada Jumat, 24 Januari 2025 sekitar pukul 03.00 WIB di Perairan Tanjung Rhu, Malaysia. Akibat penembakan itu, satu orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka kritis, dan tiga lainnya terluka. (*)

Artikel Penembakan PMI di Malaysia, Menteri Karding Minta Kemlu Dorong Pengusutan Hukum pertama kali tampil pada News.