Pemerintah Diminta Mengkaji Kebutuhan Riil Gas Melon untuk Rumah Tangga dan UMKM, Ombudsman Kepri Temukan Pengecer Elpiji 3 Kg Masih Marak di Batam
Cek Kesehatan Gratis di Hari Ulang Tahun, Berikut Cara Daftar

batampos – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluncurkan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis Hari Ulang Tahun (PKG Hari Ulang Tahun) mulai Februari. Program ini memungkinkan masyarakat yang sedang berulang tahun mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di puskesmas, laboratorium, atau fasilitas kesehatan terdekat lainnya.
Untuk mengikuti program ini, kalian perlu mendaftar melalui aplikasi SatuSehat. Tujuh hari sebelum ulang tahun (H-7), kalian akan menerima formulir skrining kesehatan di aplikasi tersebut.
Pastikan sudah memiliki akun SatuSehat agar bisa mengisi formulir dan memilih tanggal pemeriksaan. Setelah itu, kalian akan mendapatkan kode tiket yang digunakan untuk mengakses layanan kesehatan gratis.
Selain melalui aplikasi, pemberitahuan juga akan dikirimkan melalui WhatsApp pada H-30, H-7, H-1, dan hari ulang tahun. Jika belum mendapat notifikasi, kalian tetap bisa mendaftar langsung di fasilitas kesehatan dengan membawa kartu identitas dan ponsel untuk mengakses SatuSehat.
Pada hari pemeriksaan, datanglah ke FKTP yang sudah dipilih dengan membawa KTP, kode tiket, dan hasil skrining mandiri. Setelah diperiksa, hasilnya bisa dicek kembali di aplikasi SatuSehat. Pemeriksaan ini bertujuan untuk membantu masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan.
Jika mengalami kendala saat mendaftar, kalian bisa menghubungi chatbot WhatsApp Kemenkes di 081278878812. Program ini merupakan langkah pemerintah untuk memberikan layanan kesehatan yang lebih mudah diakses masyarakat.
Jadi, jika ulang tahun kalian sudah dekat, jangan lupa manfaatkan kesempatan ini untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis! (*)
Artikel Cek Kesehatan Gratis di Hari Ulang Tahun, Berikut Cara Daftar pertama kali tampil pada News.
Rumah Warga Sungai Lumpur Dibobol Maling, Uang Tunai Jutaan Rupiah Raib

batampos– Sebuah rumah di wilayah Kelurahan Sungai Lumpur, Kabupaten Lingga, Kepri dibobol maling. Akibat kejadian tersebut, uang tunai senilai jutaan rupiah raib digondol pelaku, yang diduga merupakan seorang pelajar SMP.
Aksi pencurian tersebut diketahui terjadi pada Kamis (6/2) kemarin. Kala itu, pemilik rumah bernama Tari sempat memergoki pelaku yang sedang berada di dalam rumah miliknya tersebut.
“Saya lihat dia sudah di dalam rumah. Dia (pelaku) ngakunya mau sembunyi dari guru, saat saya mau nelpon orang tua, pelaku ambil handphone saya dan membuangnya. Lalu dia kabur,” kata Tari, Jumat (7/2).
BACA JUGA: Pencuri Berhasil Bawa Kabur 4 Tabung Gas
Tari pun langsung mengecek barang-barang berharga yang ada di dalam kamarnya. Saat itulah, ia mendapati bahwa uang tunai yang tersimpan rapih telah raib dan diduga dibawa kabur oleh pelaku.
Aksi pencurian di rumah itu, bukanlah pertama kali terjadi. Beberapa waktu lalu rumahnya juga dibobol oleh maling. Pelaku masuk dengan cara merusak jendela dekat pintu utama rumah tersebut.
“Saat kejadian rumah saya memang tidak ada orang, orang tua juga sedang berada di luar kota. Sudah dua kali, total uang yang dicuri hampir Rp2 juta,” tambahnya.
Ia mengaku merasa khawatir, jika sewaktu-waktu pelaku kembali beraksi saat rumah tersebut ditinggal sepi. Untuk pelakunya, kata Tari masih berusia anak-anak, dan diduga merupakan pelajar SMP di dekat lokasi kejadian.
“Rumah saya sering menjadi tongkrongan siswa yang cabut untuk merokok ketika saya tidak ada,” sebutnya.
Tari menambahkan setelah dua kali kejadian rumahnya dimasuki maling, Tari langsung menghubungi pihak yang berwajib untuk menangkap pelaku.
“Setelah kejadian itu, saya langsung menghubungi pihak berwajib untuk menindak lanjuti kasus ini. Karena jika dibiarkan, akan banyak rumah warga Sungai Lumpur yang akan menjadi korban,” pungkasnya. (*)
Reporter: M Ismail
Artikel Rumah Warga Sungai Lumpur Dibobol Maling, Uang Tunai Jutaan Rupiah Raib pertama kali tampil pada Kepri.
Rumah Warga Sungai Lumpur Dibobol Maling, Uang Tunai Jutaan Rupiah Raib

batampos– Sebuah rumah di wilayah Kelurahan Sungai Lumpur, Kabupaten Lingga, Kepri dibobol maling. Akibat kejadian tersebut, uang tunai senilai jutaan rupiah raib digondol pelaku, yang diduga merupakan seorang pelajar SMP.
Aksi pencurian tersebut diketahui terjadi pada Kamis (6/2) kemarin. Kala itu, pemilik rumah bernama Tari sempat memergoki pelaku yang sedang berada di dalam rumah miliknya tersebut.
“Saya lihat dia sudah di dalam rumah. Dia (pelaku) ngakunya mau sembunyi dari guru, saat saya mau nelpon orang tua, pelaku ambil handphone saya dan membuangnya. Lalu dia kabur,” kata Tari, Jumat (7/2).
BACA JUGA: Pencuri Berhasil Bawa Kabur 4 Tabung Gas
Tari pun langsung mengecek barang-barang berharga yang ada di dalam kamarnya. Saat itulah, ia mendapati bahwa uang tunai yang tersimpan rapih telah raib dan diduga dibawa kabur oleh pelaku.
Aksi pencurian di rumah itu, bukanlah pertama kali terjadi. Beberapa waktu lalu rumahnya juga dibobol oleh maling. Pelaku masuk dengan cara merusak jendela dekat pintu utama rumah tersebut.
“Saat kejadian rumah saya memang tidak ada orang, orang tua juga sedang berada di luar kota. Sudah dua kali, total uang yang dicuri hampir Rp2 juta,” tambahnya.
Ia mengaku merasa khawatir, jika sewaktu-waktu pelaku kembali beraksi saat rumah tersebut ditinggal sepi. Untuk pelakunya, kata Tari masih berusia anak-anak, dan diduga merupakan pelajar SMP di dekat lokasi kejadian.
“Rumah saya sering menjadi tongkrongan siswa yang cabut untuk merokok ketika saya tidak ada,” sebutnya.
Tari menambahkan setelah dua kali kejadian rumahnya dimasuki maling, Tari langsung menghubungi pihak yang berwajib untuk menangkap pelaku.
“Setelah kejadian itu, saya langsung menghubungi pihak berwajib untuk menindak lanjuti kasus ini. Karena jika dibiarkan, akan banyak rumah warga Sungai Lumpur yang akan menjadi korban,” pungkasnya. (*)
Reporter: M Ismail
Artikel Rumah Warga Sungai Lumpur Dibobol Maling, Uang Tunai Jutaan Rupiah Raib pertama kali tampil pada Kepri.
Perburuan Buaya Penangkaran Mulai Berkurang, Masyarakat Diminta Waspada Buaya Liar

batampos – Upaya perburuan buaya yang lepas dari penangkaran PT PJK di Pulau Bulan mulai berkurang. Tim gabungan yang dikerahkan untuk menangkap buaya yang terlepas sejak awal Januari lalu telah berhasil menangkap kembali 39 ekor buaya. Namun, jumlah pasti buaya yang lepas masih belum terkonfirmasi secara pasti.
Meskipun sebagian besar buaya telah ditangkap kembali, masyarakat tetap diminta untuk waspada. Kawasan perairan Pulau Bulang dan Sagulung merupakan habitat alami buaya liar, yang sering kali muncul di area pemukiman. Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri, terutama bagi warga yang beraktivitas di sekitar alur sungai.
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian khusus adalah alur Sungai Seilangkai. Kepala Resort BKSDA Mukakuning Rempang Batam, Yon Romby, menegaskan bahwa sungai ini memang habitat buaya liar. Oleh karena itu, pihak berwenang telah memasang plang peringatan agar warga tidak mendekati bantaran sungai tanpa keperluan mendesak.
Selain itu, masyarakat yang bermukim di sepanjang sungai juga diimbau untuk tidak membuang sisa makanan, terutama daging atau darah, yang dapat mengundang buaya mendekat. Kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko konflik antara manusia dan buaya, mengingat predator tersebut memiliki insting berburu yang tajam terhadap bau darah.
Baca Juga: Menyandera dan Menyudut Rokok, 3 Warga Ditetapkan Tersangka
Kapolsek Sagulung, Iptu Rohandi Tambunan, juga menyampaikan hal yang sama. Ia mengingatkan agar warga, terutama para pemancing dan mereka yang sering beraktivitas di sekitar sungai, lebih berhati-hati. “Mencegah lebih baik. Ini bukan hanya soal buaya penangkaran yang kabur, tetapi juga tentang buaya liar yang memang habitatnya di sini,” ujarnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa pemukiman di sepanjang alur Sungai Seilangkai cukup rawan terhadap ancaman buaya. Tidak adanya pagar pembatas di sekitar pemukiman membuat buaya bisa masuk dengan mudah, sehingga membahayakan keselamatan warga.
Sunardi, seorang warga Perumahan Sagulung Raya, berharap adanya solusi dari pemerintah, seperti pembangunan pagar pengaman di sepanjang aliran sungai. “Kalau ada pagar, setidaknya lebih aman. Sekarang kami khawatir kalau tiba-tiba ada buaya masuk ke lingkungan rumah,” katanya.
Baca Juga: Nek Awe: Ikon Perlawanan Sejati Rempang
Sementara itu, terkait perburuan buaya yang lepas dari penangkaran, tim gabungan masih terus melakukan pencarian. Ketua DPRD Kepri, Iman Setiawan, yang belum lama ini meninjau lokasi penangkaran PT PJK, menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada angka pasti mengenai jumlah buaya yang melarikan diri.
“Laporan dari perusahaan hanya 39 ekor, tapi. Itu serta merta kita yakini. Kita berharap perusahaan benar-benar serius membereskan persoalan ini. Pastikan semua buaya yang lepas kembali ditangkap, ” ujarnya.
Ketidakjelasan data ini menimbulkan kekhawatiran, mengingat buaya yang lepas bisa saja masih berkeliaran di sekitar perairan Batam. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang berbatasan langsung dengan habitat alami buaya.
Dengan kondisi ini, upaya mitigasi dan edukasi kepada masyarakat sangat diperlukan. Selain langkah preventif seperti pemasangan pagar dan plang peringatan, diperlukan koordinasi antara pemerintah, BKSDA, serta pihak penangkaran untuk memastikan tidak ada lagi insiden serupa di masa mendatang. (*)
Reporter: Eusebius Sara
Artikel Perburuan Buaya Penangkaran Mulai Berkurang, Masyarakat Diminta Waspada Buaya Liar pertama kali tampil pada Metropolis.
RSBP Tetap Layani Pasien BPJS

batampos – BP Batam melalui Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait membantah kabar yang menyebutkan bahwa RSBP tidak lagi melayani pasien berstatus BPJS.
Pihaknya memastikan bahwa RSBP Batam akan tetap memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pasien, termasuk pasien dengan status BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan.
“Kami sangat menyayangkan isu ini bisa berkembang. RSBP Batam sampai saat ini tetap bekerjasama dengan BPJS dan masih menjadi rumah sakit rujukan,” ujar Ariastuty, Jumat (7/2/2025).
Ia mengungkapkan bahwa pasien berstatus BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan masih mendominasi dari total keseluruhan kunjungan ke RSBP sepanjang tahun 2024.
Dengan rincian Poliklinik Rawat Jalan 76,35 persen; Rawat Inap 85,39 persen dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) 76,75 persen.
“Setiap orang, tanpa terkecuali, berhak untuk memperoleh layanan medis yang memadai. Ini yang menjadi komitmen BP Batam. Jadi tidak benar adanya jika transisi pengelola RSBP mengganggu pelayanan,” tambahnya.
Ariastuty juga menerangkan bahwa BP Batam telah bekerjasama dengan Mayapada Healthcare dan Apollo Hospitals India untuk pengelolaan RSBP ke depannya.
Kerjasama ini pun tak terlepas dari keputusan pemerintah pusat sebagaimana yang tertuang dalam tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2024 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam dengan tujuan untuk mempercepat pembangunan ekonomi nasional, khususnya di wilayah Batam.
“Walaupun nantinya akan dioperasikan oleh Mayapada, tapi pelayanan tetap sama seperti sebelumnya. Sama halnya dengan bandara dan pelabuhan, kerja sama yang kami lakukan didasari dengan komitmen agar pelayanan untuk masyarakat semakin lebih baik,” jelas Ariastuty. (*)
Artikel RSBP Tetap Layani Pasien BPJS pertama kali tampil pada Metropolis.
100 Hari Kerja Kabinet Merah Putih: Ini Deretan Menteri yang Mendapat Sentimen Negatif dari Publik

batampos – Selain kinerja positif para menteri di Kabinet Merah Putih, Indonesia Social Insight (IDSIGHT) juga memotret kinerja para pembantu Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang mendapat sentimen negatif dari publik.
Keempat menteri itu adalah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro; Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi; Menteri HAM Natalius Pigai; Menteri ESDM Bahlil Lahadalia; Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto; Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait; Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
“Dari 55 nama menteri/kepala badan yang masuk dalam penilaian, Mendikti Saintek Satryo Soemantri Brodjonegoro mendapat penilaian paling buruk,” ungkap Direktur Komunikasi IDSIGHT Johan Santosa.
Dalam proses transisi pemecahan dan pembentukan kementerian baru, nama Satryo Soemantri Brodjonegoro menyedot perhatian publik ketika terjadi demonstrasi. ASN Kemendikti Saintek menudingnya sebagai figur pemimpin yang arogan dan semena-mena memecat bawahan.
Pada saat bersamaan kalangan dosen berstatus ASN menuntut janji pemerintah untuk mencairkan tunjangan kinerja (tukin) yang sudah tertahan selama bertahun-tahun. “Rentetan masalah tersebut memberikan penilaian buruk yang paling tinggi dari publik (78,8%),” ujar Johan.
Adapun IDSIGHT melakukan riset dengan mencuplik konten media sosial yang dibuat pada pertengahan Januari 2025. Riset dilakukan dengan pengumpulan data dari empat platform media sosial, yaitu Instagram, Twitter/X, Facebook Fanpage, dan Tiktok.
Berdasarkan laporan Data Digital Indonesia 2024 yang dirilis oleh We Are Social, keempat platform tersebut paling banyak digunakan dan menjadi favorit oleh masyarakat Indonesia dari rentang usia 14-64 tahun.
Data yang diambil dengan mencakup konten dari akun resmi media sosial yang dimiliki menteri/kepala badan atau akun yang dibuat oleh komunitas fanbase yang aktif membagikan konten pejabat bersangkutan. Jika tidak tersedia, data diambil dari konten kementerian/badan.
Pengukuran kinerja dilakukan dengan analisis sentimen yang memberikan nilai positif, netral, dan negatif tanggapan publik terhadap konten/postingan yang dibuat tersebut. Analisis dibantu dengan mesin in-depth social media analytics yang bisa membaca isi percakapan dengan memahami emosi manusia.
Lebih jauh Johan mengatakan, menteri berikut yang mendapat sentimen negatif adalah Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi. Pemicunya terkait keresahan publik selama beberapa tahun terakhir terhadap maraknya judi online. Akibatnya aparat kepolisian melakukan “bersih-bersih” dengan menangkap sejumlah pegawai Kementerian Komunikasi dan Informatika (sekarang Komunikasi dan Digital/Kemenkomdigi).
Budi Arie Setiadi meskipun sudah tidak lagi menjabat menteri di sana, namun figurnya dianggap warganet yang bertanggung jawab atas peredaran judol. “Posisinya sebagai ketua umum relawan Projo menambah tingginya penilaian buruk (71,6%) dari kalangan yang sejak awal memang kontra terhadap garis politik Jokowi,” lanjut Johan.
Nama-nama lain yang mendapat penilaian buruk antara lain Menteri HAM Natalius Pigai (68,5%); Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (65,2%); Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto (57,8%); dan Menteri PKP Maruarar Sirait (55,2%).
Kontroversi terhadap Maruarar Sirait dengan sejumlah isu seperti maraknya penyelewengan dan tidak tepat sasarannya penggunaan dana desa serta tanda tanya publik soal program 3 juta rumah. “Hal yang sama dialami oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (54,6%) yang sempat menentang pembongkaran pagar laut di Tangerang,” jelas Johan.
Berikutnya ada Menteri Olahraga Dito Ariotedjo (53,6%), Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (52,3%), dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq (51,7%). Belakangan nama Widiyanti Putri disebut-sebut sebagai menteri dengan kekayaan yang fantastis dalam laporan harta penyelenggara negara (LHKPN) kepada KPK.
Sementara itu kontroversi di dunia olahraga dan karut-marut persoalan lingkungan memberi penilaian buruk, sekaligus menjadi tantangan bagi Prabowo-Gibran dalam menjalankan roda pemerintahan dan menjaga kepercayaan publik.
“Muncul desakan publik agar dilakukan reshuffle terhadap sejumlah menteri yang dinilai buruk, atau setidaknya Presiden Prabowo melakukan evaluasi secara terbuka atas kinerja para menterinya,” pungkas Johan. (*)
Artikel 100 Hari Kerja Kabinet Merah Putih: Ini Deretan Menteri yang Mendapat Sentimen Negatif dari Publik pertama kali tampil pada News.
Sambut Cap Go Meh, Masyarakat Pulau Buluh Usulkan Tambahan Lampu Penerangan

batampos – Menjelang perayaan Cap Go Meh yang akan berlangsung beberapa hari ke depan, masyarakat Pulau Buluh mengusulkan penambahan lampu penerangan di sekitar pemukiman mereka. Hal ini dikarenakan pada malam perayaan nanti, diperkirakan akan ada banyak pengunjung yang datang, baik dari dalam maupun luar pulau.
Usulan tersebut disampaikan oleh warga dalam kegiatan Jumat Curhat yang diselenggarakan oleh Polsek Bulang pada Jumat (7/2/2025).
Dalam kegiatan ini, warga berkesempatan untuk berdialog langsung dengan jajaran kepolisian mengenai berbagai isu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Salah satu usulan yang mencuat adalah permintaan untuk memperbanyak lampu penerangan di jalan menuju vihara.
“Saya ingin memberi saran saja, Pak. Biasanya pada malam perayaan Cap Go Meh, banyak warga yang berjualan di sisi kiri dan kanan jalan menuju vihara. Kalau bisa kita upayakan bersama lampu penerangan yang lebih banyak,” ujar Ali, warga yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Baca Juga: Seminar Akademik Universitas Terbuka Batam Diikuti Oleh 700 Lulusan UT
Menurutnya, penerangan yang cukup sangat penting demi kenyamanan dan keamanan pengunjung serta pedagang yang berjualan di sekitar vihara. Dengan banyaknya orang yang akan datang, risiko gangguan keamanan seperti pencurian atau kecelakaan kecil akibat minimnya pencahayaan juga dapat diminimalkan.
Kapolsek Bulang, Iptu Adyanto Syofyan, dalam arahannya menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima informasi dari pengurus vihara terkait perayaan Cap Go Meh tahun ini yang bertepatan dengan usia emas vihara yang ke-100 tahun.
Perayaan tersebut akan digelar pada 11 dan 12 Februari 2025 dan diperkirakan akan menarik banyak jemaat serta tamu dari luar Pulau Buluh.
“Mari bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah kita ini. Tanpa dukungan dari bapak-bapak semua, tentu kami tidak bisa maksimal dalam menjaga kamtibmas,” ujar Iptu Adyanto.
Terkait permintaan lampu penerangan, Iptu Adyanto menyatakan bahwa pihaknya akan mencoba menyampaikan usulan tersebut kepada pengurus vihara agar bisa ditindaklanjuti. Ia menekankan pentingnya kenyamanan dan keamanan bagi seluruh warga serta pengunjung yang akan datang meramaikan perayaan tersebut.
“Kami akan coba sampaikan kepada pengurus vihara agar dipasang atau ditambah lampu penerangan di area tersebut. Dengan demikian, kenyamanan dan keamanan pengunjung, penjual, serta pembeli dapat lebih baik lagi. Harapan kita, tidak ada kejadian yang kurang baik nantinya,” tambahnya.
Baca Juga: Pemko Batam Wajibkan OPD Lakukan Rasionalisasi Anggaran Sebelum 10 Februari
Kegiatan Jumat Curhat ini merupakan program rutin mingguan yang dilaksanakan oleh Polsek Bulang. Program ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi serta menyerap langsung aspirasi warga terkait berbagai isu yang berkaitan dengan keamanan lingkungan mereka.
Dalam kesempatan tersebut, selain membahas persoalan penerangan, warga juga menyampaikan berbagai harapan agar lingkungan mereka tetap aman dalam pengawasan aparat kepolisian setempat. Polsek Bulang pun mengapresiasi keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah mereka.
Dengan adanya dialog yang terbuka antara masyarakat dan kepolisian, diharapkan upaya bersama dalam menjaga ketertiban selama perayaan Cap Go Meh dapat berjalan dengan baik. Warga pun berharap agar usulan mereka terkait penerangan dapat segera direalisasikan demi kelancaran dan kenyamanan perayaan yang semakin dekat. (*)
Reporter: Eusebius Sara
Artikel Sambut Cap Go Meh, Masyarakat Pulau Buluh Usulkan Tambahan Lampu Penerangan pertama kali tampil pada Metropolis.
Hasil Uji Lab 3 Paket Misterius Yang Ditemukan Warga Positif Sabu-sabu, Polisi Jadwalkan untuk Pemusnahan Barang Bukti

batampos – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Batam telah menyerahkan hasil uji laboratorium terhadap 3 paket misterius diduga narkoba yang dijumpai warga Anambas kepada Polres Anambas.
Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasatres Narkoba) Polres Anambas, AKP SM Simanjuntak mengungkapkan hasil dari BPOM menunjukkan paket tersebut positif mengandung narkotika jenis sabu.
“Sudah positif, beberapa hari yang lalu sudah keluar hasilnya,” ujar Simanjuntak kepada batampos, Kamis, (6/2).
BACA JUGA: Tak Jera Masuk Penjara, Pria Baruh Baya Ini Nekat Edarkan Sabu di Tarempa
Ia mengatakan tidak semua sabu yang dibawa ke BPOM Batam, melainkan hanya sampelnya saja. Untuk sisanya, saat ini ada di gudang milik Satres Narkoba Polres Anambas.
“Yang dibawa sampelnya saja. Setelah hasil ini keluar, kita jadwalkan untul pemusnahan sabu yang ditemukan warga,” jelasnya.
Sampai sekarang, petugas masih kesulitan untuk menelusuri pemilik paket sabu misterius ini.
Yang uniknya, 3 paket sabu ini ketika dijumpai warga memiliki bungkus serupa bertuliskan Chinese Pin Wei serta berkode A-168 dengan total berat 3 Kilogram.
Adapun lokasi penemuan paket sabu ini berada di pantai Desa Nyamuk yang dijumpai oleh Juanaidi pada 14 Januari.
Lalu, penemuan kedua di Pantai Air Lubang, Desa Pesisir Timur yang dijumpai oleh pelajar SD berinsial SA (8) pada 15 Januari.
Terakhir, paket misterius ini ditemukan oleh Nelayan bernama Doni Damara saat melaut di Pantai Mentalak, Desa Batu Belah pada 20 Januari. (*)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Artikel Hasil Uji Lab 3 Paket Misterius Yang Ditemukan Warga Positif Sabu-sabu, Polisi Jadwalkan untuk Pemusnahan Barang Bukti pertama kali tampil pada Kepri.
Istana: Yang Tidak Seirama dengan Presiden akan Dievaluasi

batampos – Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, angkat bicara terkait mulai ramainya isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih, belakangan ini. Hal ini setelah sejumlah lembaga survei merilis hasil kinerja para menteri atau pembantu Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Hasan menegaskan, hanya Presiden Prabowo yang mengetahui adanya perombakan kabinet atau tidak.
“Ya yang paling tahu soal reshuffle itu di republik ini hanya pak Presiden. Jadi ini kan sepenuhnya kewenangan pak Presiden. Soal kapan waktunya, siapa orangnya, itu betul-betul hanya presiden yang tahu,” kata Hasan Nasbi di Jakarta, Jumat (7/2).
Menurutnya, di luar itu hanya bisa menerka-nerka. Ia juga mengaku tidak tahu pasti kapan Presiden Prabowo akan melakukan perombakan kabinet.
“Yang diluar ini kan cuma menerka-nerka aja. Kita juga tidak punya informasi yang cukup mengenai kapan itu akan dilaksanakan dan siapa orangnya, kita tidak punya informasi soal itu. Itu betul-betul kewenangannya presiden,” tegas Hasan.
Hasan mengungkapkan, Presiden Prabowo selalu mengingatkan kepada para pembantunya untuk bekerja dengan benar. Hal itu tidak hanya berlaku bagi satu atau dua menteri, tetapi terhadap seluruh menteri dan kepala lembaga Kabinet Merah Putih.
Namun, ia memahami bahwa pihak yang tidak seirama dengan Presiden Prabowo akan dievaluasi.
“Jadi, ini peringatan yang berlaku umum. Jadi siapapun itu yang tidak mau seirama gerak langkahnya bersama presiden, ya nanti akan mendapatkan evaluasi dari presiden,” pungkasnya. (*)
Sumber: JP Group
Artikel Istana: Yang Tidak Seirama dengan Presiden akan Dievaluasi pertama kali tampil pada News.
