Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 229

Polresta Barelang Tanamkan Budaya Tertib Lalu Lintas Lewat Polisi Sahabat Anak

0
Satlantas Polresta Barelang edukasi tertib berlalulintas kepada murid TK. F. Humas Polresta

batampos – Upaya membangun kesadaran tertib berlalu lintas terus digencarkan Polresta Barelang melalui berbagai pendekatan humanis. Salah satunya dengan menggelar kegiatan Polisi Sahabat Anak (PSA) kepada siswa TK Muslem Binus International School dalam rangka Operasi Keselamatan Seligi 2026, Kamis (12/02).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut diikuti para siswa taman kanak-kanak dengan penuh semangat. Dalam suasana edukatif dan menyenangkan, personel Satuan Lalu Lintas memperkenalkan dasar-dasar keselamatan di jalan raya, mulai dari pengenalan rambu hingga praktik sederhana yang mudah dipahami anak-anak.

Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, menjelaskan bahwa program Polisi Sahabat Anak merupakan metode pendekatan humanis Polri dalam membangun kedekatan dengan generasi muda. Materi disampaikan melalui metode interaktif, simulasi, dan dialog ringan yang disesuaikan dengan usia anak-anak agar lebih efektif dan membekas.

Dalam sesi praktik, anak-anak diajarkan tahapan menyeberang jalan dengan prinsip “lihat kanan, lihat kiri, dan lihat kanan kembali”. Mereka juga dikenalkan pentingnya menggunakan fasilitas penyeberangan seperti zebra cross sebagai bentuk disiplin dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
Selain itu, personel Satlantas mengenalkan fungsi helm dan sabuk pengaman. Anak-anak diberikan pemahaman bahwa keselamatan berkendara harus menjadi prioritas, serta peran orang tua sangat penting dalam memastikan keamanan anak saat berada di jalan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Operasi Keselamatan Seligi 2026 yang sedang berlangsung di wilayah hukum Polresta Barelang. Operasi tersebut mengedepankan langkah preemtif dan preventif guna meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Sementara itu, Kapolresta Barelang, Anggoro Wicaksono, mengimbau seluruh masyarakat Kota Batam untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban saat ada razia. Ia menegaskan bahwa budaya tertib berlalu lintas harus dimulai dari lingkungan keluarga.
“Kami mengajak para orang tua untuk menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya. Gunakan helm, patuhi rambu, lengkapi surat-surat kendaraan, dan utamakan keselamatan. Edukasi sejak dini seperti ini akan lebih kuat jika didukung perilaku orang tua di rumah,” tegasnya.

Melalui kegiatan Polisi Sahabat Anak, diharapkan tertanam budaya disiplin berlalu lintas sejak usia dini sehingga anak-anak tumbuh menjadi generasi yang sadar hukum dan berkontribusi menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas di Kota Batam. Polresta Barelang pun berkomitmen terus menghadirkan program edukatif serupa sebagai wujud pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. (*)

Artikel Polresta Barelang Tanamkan Budaya Tertib Lalu Lintas Lewat Polisi Sahabat Anak pertama kali tampil pada Metropolis.

Menapaki Tahun Kuda Api 2026: Harmoni Energi, Keberanian, dan Keseimbangan Hidup

0
Ilustrasi Tahun Kuda Api

batampos – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 menandai hadirnya Tahun Kuda Api, sebuah simbol yang sarat makna tentang energi, keberanian, dan semangat untuk terus bergerak maju. Dalam filosofi Tionghoa, kuda melambangkan kebebasan, ketangguhan, serta daya juang yang tinggi, sementara elemen api merepresentasikan vitalitas, transformasi, dan cahaya kehidupan.

Perpaduan keduanya menghadirkan harapan akan pertumbuhan yang dinamis, berani melangkah ke depan, namun tetap dijalani dengan kesadaran dan kebijaksanaan.

Di tengah dinamika kehidupan modern yang bergerak cepat, semangat Kuda Api mengajak manusia untuk tidak sekadar berlari, melainkan melangkah dengan tujuan yang jelas. Tahun ini menjadi pengingat bahwa kemajuan sejati tidak hanya diukur dari kecepatan dan pencapaian, tetapi juga dari kemampuan menjaga keseimbangan antara ambisi dan ketenangan batin, serta keharmonisan dengan lingkungan sekitar.

Filosofi Kuda Api juga membawa pesan inspiratif tentang keberanian untuk membuka ruang bagi pertumbuhan baru. Kuda dikenal sebagai simbol daya hidup yang kuat, terus bergerak maju dengan ketangguhan, namun tetap peka terhadap arah dan medan yang dilalui.

Dalam konteks kehidupan masa kini, semangat ini mendorong setiap individu untuk berani bermimpi lebih besar, mengambil langkah dengan keyakinan, serta menyalakan kembali energi positif dalam menjalani perubahan. Api yang menyertainya bukanlah api yang membakar tanpa kendali, melainkan nyala semangat yang memberi terang, menghangatkan, dan menuntun transformasi menuju kehidupan yang lebih bermakna.

Lebih dari sekadar simbol keberanian, Tahun Kuda Api dimaknai sebagai momentum untuk mengambil keputusan besar yang menentukan arah kehidupan ke depan. Energi yang hadir perlu diarahkan dengan kebijaksanaan, agar setiap langkah menjadi investasi yang lebih seimbang, berkelanjutan, dan bernilai bagi diri sendiri maupun keluarga.

Nilai ini tercermin dalam upaya menjalani kehidupan yang lebih tertata, dengan ruang untuk beristirahat, berefleksi, dan kembali pada ketenangan sebagai bagian dari kualitas hidup.

“Spirit Tahun Kuda Api mengajarkan kita untuk bergerak maju dengan keberanian, namun tetap berpijak pada kesadaran dan arah yang jelas. Ini adalah momentum untuk mengambil keputusan dengan keyakinan, sekaligus menata kehidupan agar lebih seimbang dan bermakna dalam jangka panjang,” ujar Paramitha, Marketing Communication Villa Panbil.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat yang dihadirkan Villa Panbil, kawasan hunian yang memaknai Imlek 2026 sebagai momentum refleksi dan pembaruan hidup.
Dikelilingi lanskap hijau yang asri dan suasana yang menenangkan, Villa Panbil merefleksikan filosofi Kuda Api sebagai langkah berani yang diambil dengan keyakinan, menghadirkan ruang hidup yang selaras dengan alam, seimbang, dan berkelanjutan. Memaknai rumah sebagai tempat kembali, bertumbuh, dan memulai babak kehidupan yang baru.

Tentang Villa Panbil

Villa Panbil merupakan salah satu unit bisnis dari Panbil Group yang menghadirkan kawasan hunian premium dengan konsep hidup sehat, tenang, dan menyatu dengan alam.
Berlokasi di jantung kota Batam, Villa Panbil menawarkan pengalaman tinggal yang berbeda melalui desain rumah yang modern, ruang hijau yang luas, serta fasilitas lingkungan yang mendukung gaya hidup nyaman dan berkelanjutan.

Dirancang sebagai oasis kawasan hunian ekslusif di tengah kota, Villa Panbil menjadi pilihan ideal bagi keluarga yang mendambakan hunian berkualitas yang menghadirkan kenyamanan dan keharmonisan alam. (*/adv)

Artikel Menapaki Tahun Kuda Api 2026: Harmoni Energi, Keberanian, dan Keseimbangan Hidup pertama kali tampil pada Metropolis.

Valentine Dilarang? Ini Daftar Negara yang Membatasi Perayaannya

0
Ilustrasi Valentine. (Freepik)

batampos – Tanggal 14 Februari selalu diperingati sebagai Hari Valentine di banyak negara. Hari tersebut sebagai momen kasih sayang.

Berbagai acara dilakukan untuk membuat Hari Valentine tampak spesial dan berarti bagi pasangan. Namun, ada beberapa negara yang menerapkan larangan atau pembatasan.

Berikut daftar negara yang membatasi perayaan Hari Valentine dilansir dari libertynewsbd.com;

1. Iran
Pemerintah Iran secara resmi melarang produksi, distribusi, dan promosi barang yang berkaitan dengan Hari Valentine.

Alasan utamanya adalah pandangan bahwa perayaan tersebut merupakan pengaruh budaya Barat yang tidak sesuai dengan nilai budaya Islam di Iran.

2. Pakistan
Keputusan Pengadilan Tinggi Islamabad melarang perayaan Valentine di tempat umum. Bahkan melarang media mempromosikan acara terkait Hari Valentine.

3. Uzbekistan
Negara ini secara resmi mendorong warganya untuk tidak merayakan Hari Valentine. Sejak 2012, otoritas pendidikan mengeluarkan arahan yang melarang perayaan ini di lingkungan sekolah.

4. Malaysia
Tidak ada undang-undang yang melarang Valentine, tetapi otoritas Islam mengeluarkan fatwa yang melarang umat Muslim merayakannya.

Pemerintah dan badan keagamaan melakukan kampanye anti Valentine untuk menekan hari tersebut membawa dampak negatif terhadap moral masyarakat muda.

Beberapa negara lain juga tidak merayakan Hari Valentine secara umum:

– Afghanistan (Perayaan tidak umum karena norma konservatif masyarakat)

– Brunei (Perayaan publik dianggap bertentangan dengan hukum syariah)

– Qatar (Perayaan publik jarang terlihat karena norma budaya atau agama)

– Somalia & Mauritania (Hari Valentine tidak menjadi tradisi umum masyarakat)

Menurut laporan legalclarity.org, alasan utama pelarangan umumnya berkaitan dengan faktor agama, nilai budaya lokal, serta penolakan terhadap pengaruh budaya Barat yang dianggap tidak sejalan dengan norma masyarakat setempat.

Perayaan Hari Valentine bersifat relatif dan sangat bergantung pada kebijakan pemerintah, otoritas agama, serta konteks sosial budaya di masing-masing negara. (*)

 

Artikel Valentine Dilarang? Ini Daftar Negara yang Membatasi Perayaannya pertama kali tampil pada News.

Disnakertrans Kepri Segera Periksa Dugaan 200 TKA Jadi Buruh Kasar di KEK Nongsa

0
Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya. F Cecep Mulyana

batampos – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepri memastikan akan segera memeriksa dugaan 200 Renaga Kerja Asing (TKA) yang dipekerjakan sebagai buruh kasar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa, Batam.

Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya, mengatakan saat ini pihaknya tengah menyiapkan Surat Perintah Tugas (SPT) sebagai dasar pemeriksaan lapangan.

“Itu yang nantinya kita mau periksa. Tapi sebentar lagi sedang dibuat SPT-nya,” katanya, Kamis (12/2).

Baca Juga: Limbah B3 Tumpah, Polda Kepri Selidiki Dugaan Pencemaran Laut Dangas

Ia menegaskan, pemeriksaan akan dilakukan dalam waktu dekat. “Sesegera mungkin,” lanjutnya.

Diky menambahkan, Disnakertrans Kepri saat ini juga tengah melakukan pengecekan terhadap tenaga kerja asing di wilayah Tanjung Sauh. Hasil sementara menunjukkan tidak ditemukan pelanggaran.

“Sekarang kami masih mengecek yang di wilayah Tanjung Sauh. Yang di Tanjung Sauh clear on clear, aman, RPTKA-nya semua sesuai,” kata dia.

RPTKA (Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing) merupakan dokumen wajib yang harus dimiliki perusahaan sebelum mempekerjakan TKA. Dokumen tersebut memuat jabatan, jumlah, serta jangka waktu penggunaan tenaga kerja asing dan menjadi dasar penerbitan izin kerja.

Baca Juga: Kasus Pencabulan Siswa di Batam, Polisi Selidiki Potensi Korban Lainnya

Pemeriksaan di KEK Nongsa dilakukan menyusul mencuatnya informasi terkait dugaan TKA yang bekerja tidak sesuai dengan jabatan sebagaimana tercantum dalam dokumen perizinan. Disnakertrans Kepri memastikan akan menindaklanjuti temuan di lapangan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (*)

Artikel Disnakertrans Kepri Segera Periksa Dugaan 200 TKA Jadi Buruh Kasar di KEK Nongsa pertama kali tampil pada Metropolis.

Limbah B3 Tumpah, Polda Kepri Selidiki Dugaan Pencemaran Laut Dangas

0
Limbah minyak hitam di Pantai Dangas.

batampos – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau menyelidiki dugaan pencemaran lingkungan akibat tumpahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di perairan Sekupang. Penyelidikan dilakukan menyusul laporan kerusakan ekosistem laut yang diduga berdampak pada aktivitas perikanan masyarakat setempat.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri Komisaris Besar Polisi Silvester Simamora membenarkan proses penyelidikan tersebut. Menurut dia, penyidik telah memanggil pihak perusahaan yang diduga terkait untuk dimintai keterangan awal.

“Iya benar kami tengah melakukan penyelidikan dan telah memanggil pihak perusahaan terkait untuk dimintai keterangan,” kata Silvester, Kamis, (12/2).

Ia belum merinci perkembangan pemeriksaan maupun materi penyelidikan yang sedang berjalan.

Baca Juga: Kasus Pencabulan Siswa di Batam, Polisi Selidiki Potensi Korban Lainnya

Secara terpisah, dua perusahaan, PT Mutiara Haluan Samudra dan PT Jagat Prima Nusantara, telah dipanggil Subdirektorat IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri pada Senin, 9 Februari 2026, untuk memberikan klarifikasi.

Kuasa hukum kedua perusahaan, Erlan Jaya Putra, membenarkan pemanggilan tersebut. Ia menyebut pemeriksaan masih dalam tahap klarifikasi awal guna menggali kronologi peristiwa tumpahan limbah yang diduga merugikan sekitar 7.000 nelayan di kawasan Dangas.

“Pemeriksaan masih sebatas klarifikasi. Penyidik ingin mengetahui kronologis kejadian yang sebenarnya,” ujar Erlan, Selasa, 10 Februari 2026.

Menurut Erlan, penyidik mendalami kecelakaan kapal LCT Mutiara Garlib Samudera termasuk penyebab insiden dan bagaimana limbah B3 dapat tumpah ke laut. Klarifikasi dilakukan untuk memastikan duduk perkara secara utuh.

Ia menyatakan hingga saat ini penyidik belum menyimpulkan adanya unsur tindak pidana. Perkara masih berada pada tahap penyelidikan awal.

“Belum ada kesimpulan tindak pidana. Ini masih penyelidikan dan klarifikasi awal,” katanya.

Baca Juga: Parkiran Semrawut, Penumpang KM Kelud Terjebak Antrean Panjang di Pelabuhan Bintang 99

Erlan juga memperkirakan penyidik akan memanggil berbagai pihak terkait, termasuk nelayan terdampak serta instansi pemerintah yang berhubungan langsung dengan kejadian tersebut, guna memastikan objektivitas penanganan perkara.

Di sisi lain, pihaknya menyatakan mendukung proses penegakan hukum yang dilakukan kepolisian, termasuk jika nantinya ditemukan adanya pelanggaran hukum.

“Kami mendukung proses hukum. Silakan penyidik menilai secara objektif,” ujarnya.

Penyelidikan ini menjadi sorotan karena potensi dampak lingkungan dan ekonomi yang ditimbulkan. (*)

Artikel Limbah B3 Tumpah, Polda Kepri Selidiki Dugaan Pencemaran Laut Dangas pertama kali tampil pada Metropolis.

Ririn Warsiti: Evaluasi Menyeluruh Pendidikan di Kepri

0
Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Ririn Warsiti. Istimewa

batampos – Penguasaan bahasa Inggris pelajar sekolah menengah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih jauh dari memadai. Data Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 mencatat nilai rata-rata Bahasa Inggris pelajar Kepri hanya 26,85, tertinggal dari rata-rata nasional yang mencapai 37,43. Capaian itu menjadikan Bahasa Inggris sebagai salah satu mata pelajaran dengan performa terendah di provinsi tersebut.

Anggota Komisi IV DPRD Kepri yang membidangi pendidikan, Ririn Warsiti, menilai hasil tersebut sebagai alarm serius bagi kualitas pendidikan daerah. Menurut dia, kemampuan bahasa Inggris saat ini bukan lagi sekadar mata pelajaran tambahan, melainkan kompetensi dasar yang menentukan akses pelajar terhadap pendidikan tinggi di luar negeri maupun peluang beasiswa global.

“Kita terlalu lama mengajarkan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran, bukan sebagai keterampilan komunikasi,” ujar Ririn.

Ia menilai rendahnya capaian tersebut dipengaruhi sejumlah faktor. Di antaranya metode pembelajaran yang masih berorientasi pada teori dan hafalan, minimnya praktik berbahasa dalam proses belajar, serta keterbatasan kualitas dan pemerataan guru bahasa Inggris. Selain itu, paparan bahasa Inggris di lingkungan sosial yang masih rendah membuat siswa kesulitan mengembangkan kemampuan berbahasa secara alami.

Ririn mengingatkan, dampak lemahnya penguasaan bahasa Inggris tidak hanya dirasakan saat masih duduk di bangku sekolah. Banyak perguruan tinggi dan lembaga pemberi beasiswa luar negeri mensyaratkan skor kemampuan bahasa Inggris tertentu sebagai prasyarat utama seleksi.

Karena itu, Komisi IV DPRD Kepri mendorong pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembelajaran bahasa Inggris. Langkah tersebut mencakup peningkatan kompetensi guru, penerapan metode pembelajaran yang lebih komunikatif dan aplikatif, serta penguatan program pendukung di sekolah.

“Tanpa perbaikan yang serius dan terarah, Kepri berisiko tertinggal dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat nasional dan global,” tegasnya. (*)

Artikel Ririn Warsiti: Evaluasi Menyeluruh Pendidikan di Kepri pertama kali tampil pada Kepri.

Bocah 5 Tahun Asal Sulawesi Hebohkan Kancah Biliar Internasional

0
Fajar Alamri. (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)

batampos – Usianya masih lima tahun, tapi prestasinya sudah menghebohkan kompetisi olahraga biliar tingkat internasional. Namanya, Fajar Alamri, bocah kelahiran Kabupaten Toli-Toli, Provinsi Sulawesi Tengah pada 25 Oktober 2020.

Tinggi meja biliar di arena Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK Jakarta, sampai seukuran lehernya. Dibantu pijakan kecil, dia memanjat meja biliar untuk menyodok bola, satu persatu, hingga seluruh bola masuk tepat di lubang sasaran.

Tepuk tangan dan sorak penonton menggema, memenuhi arena Carabao International Open (CIO) 2026 yang digelar pada 4–8 Februari 2026. Dia tidak gentar, sebagai peserta termuda, dia bahkan baru pertama kali mengikuti kompetisi skala internasional.

Fajar tampil di kategori Junior International, berhadapan dengan lawan-lawan berusia 12 hingga 15 tahun. Selisih umur yang cukup jauh. Turnamen CIO 2026 diikuti 341 peserta dari 31 negara.

Tubuh mungil memegang erat stik biliar, matanya fokus menatap tajam bola sasaran. Berdiri tegak di atas pijakan untuk menyodok bola tepat sasaran. Namun, langkahnya terhenti di babak eliminasi kedua dengan kekalahan tipis.

Dia menangis. Wajar untuk bocah yang masih mengenyam pendidikan anak usia dini di kampungnya. Tetapi, keberaniannya telah mencuri perhatian warga Indonesia, dan dunia internasional.

“Kalahnya hill-hill, last game,” kata Sang Ayah, Jafar Alamri kepada Antara, Rabu (11/2).

Biliar bukan dunia asing bagi Fajar. Ia adalah putra dari Jafar Alamri, atlet biliar berprestasi asal Tolitoli yang juga memiliki usaha rumah biliar. Dari sanalah segalanya bermula.

“Umur tiga tahun dia sudah mulai ambil bola, ambil stik, nyodok-nyodok,” kata Jafar.

Baru sekitar enam bulan terakhir, dia mulai berlatih lebih fokus. Bakatnya terlihat jelas, daya ingat cepat, pemahaman arah bola, dan ketenangan yang tak biasa bagi anak seusianya.

Orang tuanya tidak menargetkan Fajar menjadi atlet, walaupun bakat dan minat sang anak sangat besar di olahraga biliar.

Di kampung halamannya, Kelurahan Baru, Kecamatan Baulan, Fajar bahkan pernah turun di turnamen lokal. Tanpa kelas usia, ia bergabung dengan pemain dewasa. Hasilnya mengejutkan, Fajar sempat menembus delapan besar, bahkan mengalahkan pemain dewasa.

Menurut Jafar, biliar bukan hanya soal teknik memasukkan bola. Mental bertanding adalah pelajaran utama yang ingin ia tanamkan sejak dini. Dia ingin anaknya tetap berlatih di kampung, karena sekolah masih menjadi prioritas utama.

Fajar merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Selama ini, seluruh proses latihan dilakukan langsung oleh sang ayah. Ke depan, Jafar berencana terus mengikutkan putranya dalam berbagai kejuaraan.

“Fokus utamanya bukan semata prestasi, melainkan pembentukan mental. Yang paling penting buat saya melatih mentalnya dulu,” katanya menegaskan.

Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraha Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sulawesi Tengah (Sulteng) turut bangga dengan altet cilik dari Tolitoli itu. Fajar diproyeksikan akan mendapatkan pembinaan dari pelatih profesional, sebagai aset masa depan olahraga biliar Sulteng.

“Saya berpikir ini bisa menjadi generasi masa depan untuk Sulteng,” ujar Ketua POBSI Sulteng Andi Limbunan.

Dia berharap ke depan jika POBSI memiliki pelatih berstandar nasional di Sulawesi Tengah. Sehingga bakar Fajar bisa diarahkan dengan benar, bahkan potensinya bisa jauh lebih besar dibanding atlet-atlet Sulteng saat ini.

Menurut dia, kasus Fajar menjadi contoh pentingnya pembinaan atlet usia dini. Selama ini, sebagian besar atlet biliar di Sulteng berkembang tanpa pelatihan formal. Sebagian besar atlet lahir secara otodidak, tanpa adanya pelatih berstandar nasional.

“Prestasi kita naik-turun seperti detak jantung. Tidak ada coaching, tidak ada mentor yang memoles. Di PON Papua kita dapat medali, tapi di PON Aceh kita tidak bicara banyak,” ungkapnya.

CIO 2026 merupakan salah satu turnamen biliar terbesar di Asia. Ajang itu menghadirkan tiga event internasional sekaligus: Carabao International Open, Carabao Junior Open, dan Carabao International Celebrity Billiard. Turnamen itu juga mencatatkan Rekor MURI sebagai kejuaraan biliar multikategori dengan peserta terbanyak di satu lokasi.(*)

Artikel Bocah 5 Tahun Asal Sulawesi Hebohkan Kancah Biliar Internasional pertama kali tampil pada Olahraga.

Kasus Pencabulan Siswa di Batam, Polisi Selidiki Potensi Korban Lainnya

0
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian. F.Cecep Mulyana

batampos – Kasus dugaan pencabulan terhadap siswa lelaki di lingkungan sekolah kembali mengguncang Batam. Dua perkara terpisah yang terjadi di wilayah Batuaji dan Bengkong kini tengah ditangani serius oleh Satreskrim Polresta Barelang.

Dalam kedua kasus tersebut, korban diduga lebih dari satu orang dan pelaku merupakan pria dewasa.

Kasus pertama terjadi di salah satu SMK di Batuaji. Terduga pelaku telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hingga Kamis (12/2), penyidik masih terus mendalami keterangan saksi serta mengumpulkan alat bukti guna memperkuat konstruksi perkara.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, M. Debby Tri Andrestian, menegaskan proses hukum berjalan hati-hati dan profesional. “Penyelidikan masih terus berjalan. Terduga pelaku sudah kami amankan. Saat ini kami fokus pada pemeriksaan saksi dan pendalaman fakta,” ujarnya.

Baca Juga: Amsakar Keluarkan SE, Warga Dilarang Bakar Sampah di Ruang Terbuka

Sejauh ini, sedikitnya empat saksi telah diperiksa dalam kasus dugaan pencabulan siswa SMK tersebut. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap dengan pendekatan ramah anak, mengingat para korban merupakan siswa lelaki yang masih berada di bawah umur dan membutuhkan perlindungan khusus.

Sementara itu, Kapolresta Barelang, Anggoro Wicaksono, sebelumnya mengungkapkan adanya indikasi jumlah korban dalam kasus Batuaji bisa mencapai sekitar sepuluh siswa.
“Kemungkinan korban bertambah masih kami dalami. Semua informasi sedang diverifikasi,” kata Anggoro dalam keterangan pers sebelumnya.

Kasus kedua terjadi di salah satu SMP di wilayah Bengkong. Dalam perkara ini, laporan resmi yang diterima kepolisian awalnya berasal dari satu korban. Namun, penyidik kini mendalami kemungkinan adanya korban lain dengan pola kejadian serupa.

Menurut Debby, penyidik telah memeriksa pelapor, orang tua korban, serta pihak sekolah yang pertama kali menerima pengaduan. Laporan awal disampaikan korban kepada pihak sekolah sebelum akhirnya orang tua membawa perkara tersebut ke ranah hukum.

“Pelaku sebagai terlapor sedang dalam pengembangan. Kasus ini masih dalam penyelidikan,” tegasnya. Ia memastikan bahwa proses penanganan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur hukum.

Baca Juga: Pencabulan Anak Marak, Status KLA Batam Terkoyak

Dua kasus ini mempertegas pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kekerasan seksual terhadap anak di lingkungan pendidikan, termasuk terhadap siswa lelaki yang kerap luput dari perhatian publik. Aparat kepolisian menegaskan komitmennya untuk menuntaskan setiap laporan, sekaligus menjaga kerahasiaan identitas korban demi melindungi kondisi psikologis mereka.

Polresta Barelang mengimbau orang tua, tenaga pendidik, serta masyarakat untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak dan tidak ragu melapor jika menemukan indikasi tindakan serupa. Respons cepat dan keberanian melapor dinilai menjadi langkah krusial dalam mencegah bertambahnya korban serta memutus mata rantai kejahatan seksual di lingkungan sekolah.(*)

Artikel Kasus Pencabulan Siswa di Batam, Polisi Selidiki Potensi Korban Lainnya pertama kali tampil pada Metropolis.

RSBP Batam Laksanakan Tindakan Penyakit Jantung Bawaan Tanpa Bedah Terbuka

0

batampos – Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) mencatatkan tonggak penting dalam layanan kesehatan di Kepulauan Riau dengan melaksanakan tindakan intervensi penyakit jantung bawaan (PJB) pada pasien anak dan dewasa secara perdana di Kepri pada tahun 2026. Tindakan ini dilakukan melalui metode tanpa bedah terbuka (noninvasif) dengan pendampingan tim dokter tamu dalam program proctorship.

Sebanyak enam pasien dewasa dengan penyakit jantung bawaan menjalani tindakan intervensi yang dilakukan oleh tim dokter tamu bersama tim medis RSBP Batam. Seluruh pasien telah melalui proses skrining medis yang ketat dan ditangani sesuai standar keselamatan pasien.

Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSBP Batam, dr. Muhammad Yanto, menyampaikan bahwa layanan ini memiliki perbedaan mendasar dibandingkan layanan yang telah ada sebelumnya di wilayah Kepulauan Riau.

“Untuk kelainan jantung bawaan pada anak, sebelumnya sudah dilakukan di rumah sakit swasta karena ditangani oleh dokter spesialis anak konsultan jantung. Perbedaannya, di RSBP Batam tindakan ini dilakukan oleh dokter spesialis jantung konsultan penyakit jantung bawaan yang mampu melakukan intervensi noninvasif mulai dari pasien anak hingga dewasa. Ini merupakan yang pertama di Kepulauan Riau,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Radityo Prakoso, Sp.JP(K), FIHA, salah satu dokter tamu, menyoroti tingginya beban penanganan penyakit jantung bawaan di pusat rujukan nasional.

“Di Jakarta saja terdapat sekitar 6.000 bayi yang masih mengantre untuk penanganan penyakit jantung bawaan. Dengan keterbatasan kapasitas layanan, tidak semua pasien dapat tertangani secara optimal, bahkan sebagian meninggal sebelum mendapatkan jadwal tindakan,” ungkapnya.

Menurutnya, kehadiran layanan intervensi PJB di daerah melalui fasilitas cath lab seperti di RSBP Batam menjadi alternatif penting agar pasien tidak sepenuhnya bergantung pada pusat rujukan nasional.

Sementara itu, Ketua Kelompok Staf Medis (KSM) Kardiologi, Afdalun Hakim, SpJP, menjelaskan bahwa angka kejadian penyakit jantung bawaan di Indonesia berkisar antara 8 hingga 10 kasus per 1.000 kelahiran hidup. Namun, jumlah dokter dan fasilitas yang mampu menangani PJB masih sangat terbatas.

“Kondisi ini membuat sebagian peran penanganan turut dibantu oleh lembaga dan yayasan sosial, termasuk Yayasan Jantung. Karena itu, penguatan layanan PJB di rumah sakit daerah menjadi sangat penting,” jelasnya.

Selain tindakan medis, kegiatan ini juga menekankan transfer knowledge kepada dokter dan tenaga kesehatan internal RSBP Batam agar layanan penyakit jantung bawaan dapat dikembangkan secara mandiri dan berkelanjutan di daerah.

Lebih lanjut, peran dan dukungan pimpinan BP Batam, khususnya Deputi Bidang Pelayanan Umum, menjadi faktor penting yang memungkinkan kegiatan ini terlaksana, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Dukungan tersebut memperkuat komitmen RSBP Batam untuk tetap mengedepankan pelayanan sosial kepada masyarakat, meskipun rumah sakit dikelola dalam kerangka badan usaha.

Seluruh rangkaian kegiatan ini mencerminkan komitmen RSBP Batam terhadap nilai PRIMA (Profesional, Responsif, Inovatif, Mahir, dan Akurat): profesional dalam pelayanan medis, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, inovatif dalam pengembangan layanan, mahir melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta akurat dalam seleksi dan penanganan pasien.

Dengan pelaksanaan tindakan perdana ini, RSBP Batam diharapkan dapat menjadi rujukan regional dalam penanganan penyakit jantung bawaan pada anak dan dewasa, sekaligus berkontribusi dalam memperluas akses layanan serta menurunkan risiko keterlambatan penanganan di wilayah Kepulauan Riau. (*)

Artikel RSBP Batam Laksanakan Tindakan Penyakit Jantung Bawaan Tanpa Bedah Terbuka pertama kali tampil pada Metropolis.

RSBP Batam Laksanakan Tindakan Penyakit Jantung Bawaan Tanpa Bedah Terbuka

0

batampos – Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) mencatatkan tonggak penting dalam layanan kesehatan di Kepulauan Riau dengan melaksanakan tindakan intervensi penyakit jantung bawaan (PJB) pada pasien anak dan dewasa secara perdana di Kepri pada tahun 2026. Tindakan ini dilakukan melalui metode tanpa bedah terbuka (noninvasif) dengan pendampingan tim dokter tamu dalam program proctorship.

Sebanyak enam pasien dewasa dengan penyakit jantung bawaan menjalani tindakan intervensi yang dilakukan oleh tim dokter tamu bersama tim medis RSBP Batam. Seluruh pasien telah melalui proses skrining medis yang ketat dan ditangani sesuai standar keselamatan pasien.

Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSBP Batam, dr. Muhammad Yanto, menyampaikan bahwa layanan ini memiliki perbedaan mendasar dibandingkan layanan yang telah ada sebelumnya di wilayah Kepulauan Riau.

“Untuk kelainan jantung bawaan pada anak, sebelumnya sudah dilakukan di rumah sakit swasta karena ditangani oleh dokter spesialis anak konsultan jantung. Perbedaannya, di RSBP Batam tindakan ini dilakukan oleh dokter spesialis jantung konsultan penyakit jantung bawaan yang mampu melakukan intervensi noninvasif mulai dari pasien anak hingga dewasa. Ini merupakan yang pertama di Kepulauan Riau,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Radityo Prakoso, Sp.JP(K), FIHA, salah satu dokter tamu, menyoroti tingginya beban penanganan penyakit jantung bawaan di pusat rujukan nasional.

“Di Jakarta saja terdapat sekitar 6.000 bayi yang masih mengantre untuk penanganan penyakit jantung bawaan. Dengan keterbatasan kapasitas layanan, tidak semua pasien dapat tertangani secara optimal, bahkan sebagian meninggal sebelum mendapatkan jadwal tindakan,” ungkapnya.

Menurutnya, kehadiran layanan intervensi PJB di daerah melalui fasilitas cath lab seperti di RSBP Batam menjadi alternatif penting agar pasien tidak sepenuhnya bergantung pada pusat rujukan nasional.

Sementara itu, Ketua Kelompok Staf Medis (KSM) Kardiologi, Afdalun Hakim, SpJP, menjelaskan bahwa angka kejadian penyakit jantung bawaan di Indonesia berkisar antara 8 hingga 10 kasus per 1.000 kelahiran hidup. Namun, jumlah dokter dan fasilitas yang mampu menangani PJB masih sangat terbatas.

“Kondisi ini membuat sebagian peran penanganan turut dibantu oleh lembaga dan yayasan sosial, termasuk Yayasan Jantung. Karena itu, penguatan layanan PJB di rumah sakit daerah menjadi sangat penting,” jelasnya.

Selain tindakan medis, kegiatan ini juga menekankan transfer knowledge kepada dokter dan tenaga kesehatan internal RSBP Batam agar layanan penyakit jantung bawaan dapat dikembangkan secara mandiri dan berkelanjutan di daerah.

Lebih lanjut, peran dan dukungan pimpinan BP Batam, khususnya Deputi Bidang Pelayanan Umum, menjadi faktor penting yang memungkinkan kegiatan ini terlaksana, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Dukungan tersebut memperkuat komitmen RSBP Batam untuk tetap mengedepankan pelayanan sosial kepada masyarakat, meskipun rumah sakit dikelola dalam kerangka badan usaha.

Seluruh rangkaian kegiatan ini mencerminkan komitmen RSBP Batam terhadap nilai PRIMA (Profesional, Responsif, Inovatif, Mahir, dan Akurat): profesional dalam pelayanan medis, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, inovatif dalam pengembangan layanan, mahir melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta akurat dalam seleksi dan penanganan pasien.

Dengan pelaksanaan tindakan perdana ini, RSBP Batam diharapkan dapat menjadi rujukan regional dalam penanganan penyakit jantung bawaan pada anak dan dewasa, sekaligus berkontribusi dalam memperluas akses layanan serta menurunkan risiko keterlambatan penanganan di wilayah Kepulauan Riau. (*)

Artikel RSBP Batam Laksanakan Tindakan Penyakit Jantung Bawaan Tanpa Bedah Terbuka pertama kali tampil pada Metropolis.