Sabtu, 2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2306

Kemendes Alokasikan Rp 16 Triliun dari Dana Desa untuk Swasembada Pangan

0

batampos – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan bahwa program Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan telah menjadi salah satu aksi prioritas Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal ke depan.

Menurutnya, dari 12 aksi prioritas yang akan dilakukan Kemendes PDT, ketahanan pangan lokal desa atau swasembada pangan berada di urutan kedua setelah Revitalisasi BUMDes dalam Mendukung program Makan Bergizi Gratis yang menjadi prioritas pertama.

“Dari 12 aksi itu sudah kami cantumkan swasembada pangan, aksi yang kedua yaitu ketahanan pangan di tingkat desa atau lumbung desa, itu sesuai dengan rencana pembangunan jangka panjang nasional,” Ungkap Yandri dalam Rapat Koordinasi Terbatas Bidang Pangan di Gedung Negara Grahadi, Komplek Kantor Gubernur Provinsi Jawa Timur, Selasa (7/1/2025).

Untuk mewujudkan aksi tersebut, pihaknya telah menandatangani Peraturan Menteri Desa Nomor 2 Tahun 2025 yang mencantumkan alokasi serendah-rendahnya 20 persen Dana Desa atau sekitar Rp 16 triliun dari Rp 71 Triliun di tahun 2025 dialokasikan untuk Ketahanan Pangan.

Dalam Peraturan Menteri tersebut, Desa diwajibkan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan menjadikan keberadaan BUMDes untuk mewujudkan perputaran uang di desa.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto

Lebih lanjut ia mengatakan, Permendesa ini akan dijabarkan lebih detail sebagai Petunjuk Teknis atau modul untuk memastikan 20 Persen Dana Desa untuk Ketahanan Pangan. Hal tersebut diharapkan Dana Desa yang telah dikucurkan dapat tepat sasaran, produktif dan dirasakan langsung oleh warga desa.

“Jadi jelas Pak, buat apa dana ketahanan pangan sekurang-kurangnya 20% dari dana desa itu digunakan. Jelas ini petunjuknya, sangat terang benderang, tidak ada celah kira-kira Kepala Desa untuk bermain, sehingga jangan sampai dana yang besar Rp16 triliun itu tidak ada jejaknya, Pak. Jadi selama ini kami pantau, kami evaluasi dana desa untuk ketahanan pangan itu dibagikan kepada masyarakat ini tidak lagi yang konsumtif tapi yang produktif,” ujar Yandri.

Namun begitu, ia menilai, yang tidak kalah penting adalah kolaborasi Kementerian dan Lembaga terkait serta stakeholder baik di tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan, hingga level desa dapat turut andil dalam merealisasikan program tersebut.

Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, Rakor ini dilakukan untuk memperkuat sinergitas antar Kementerian dan Lembaga serta pemerintah daerah untuk menyukseskan program Swasembada Pangan yang ditargetkan tahun 2027.

Menurutnya, Swasembada Pangan merupakan program prioritas yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Oleh karena itu, perlu adanya kolaborasi dan koordinasi yang intens antar Kementerian dan Lembaga dalam menyukseskan dan mempercepat program Swasembada pangan ini.

“Kita rapat koordinasi ini yang paling utama adalah bahwa kita harus merasa, meyakini dan menyadari bahwa kita ini satu tim, kepentingan merah putih di atas segala-galanya. Ibarat sepak bola, kita satu tim kesebelasan, kalau ada satu tim kesebelasan gol bunuh diri, kalah kita, karena kerja kita ini satu kesatuan,” ujar Zulhas.

Sebagai informasi, beberapa hal yang dibahas dalam rapat koordinasi ini yakni terkait jaringan irigasi Jawa Timur, distribusi pupuk bersubsidi, pendayagunaan penyuluh pertanian, pemberdayaan peternak lokal untuk Makan Bergizi Gratis, perbaikan budidaya ikan, ketersediaan dan harga pangan, penyediaan bibit unggul, ekonomi sirkular sampah dan limbah, dan rehabilitasi mangrove dan silvofishery.

Rapat terbatas ini bertujuan untuk menyatukan persepsi seluruh K/L terkait beserta pemimpin daerah dalam mewujudkan swasembada pangan yang ditargetkan terwujud pada 2027. Kerja sama dan kolaborasi yang kuat antarpihak diyakini dapat mewujudkan Indonesia bebas dari impor semua bahan pangan dan tercapainya swasembada pangan.

Turut mendampingi Mendes Yandri, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Samsul Widodo dan Staf Khusus Menteri Khoirul Huda dan Muhammad Afif Zamroni.

Sementara itu, anggota Kabinet Merah Putih yang hadir yakni Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Wakil Mendagri Bima Arya, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Sekjen Kemenhut Mahfudz, PJ Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, serta Bupati se-Jawa Timur. (*)

Artikel Kemendes Alokasikan Rp 16 Triliun dari Dana Desa untuk Swasembada Pangan pertama kali tampil pada News.

RS Raja Ahmad Tabib Kekurangan Dokter Jiwa untuk Layani MCU calon PPPK

0
Ruang tunggu di RS Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang, Kepri, Senin (6/1). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– RSUD Raja Ahmad Tabib Kota Tanjungpinang, Kepri mengkalim kekurangan dokter spesialis jiwa, untuk melayani ribuan pasien Medical Check Up (MCU) yang rata-rata merupakan calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK).

Ketersediaan dokter jiwa yang terbatas di Kepri membuat RS RAT Tanjungpinang tidak bisa menambah tenaga dokter jiwa yang melayani para pendaftar PPPK. Kendati demikian, pihak RS juga sudah meminta bantuan dokter jiwa dari RS Angkatan Laut.

“Karena memang terbatas, ini ada satu yang kita pinjam untuk membantu dari TNI AL,” kata Plt. Direktur RSUD Raja Ahmad Thabib, dr. Bambang Utoyo, Senin (6/1).

BACA JUGA: Pendaftar MCU Membeludak, RSUD Tanjungpinang Cuma Layani 100 Orang per Hari

Sejak 3 Januari kemarin, setidaknya terdapat 1.500 calon PPPK yang telah dan selesai menjalani pemeriksaan MCU di RS RAT Tanjungpinang tersebut. Mereka sudah terdaftar untuk menjalani MCU hingga 14 Januari mendatang.

“Sejauh ini sudah penuh hingga tanggal 14 Januari 2025. Hari Jumat dan Sabtu kita juga tetap buka, sudah mulai dari kemarin,” tambahnya.

Dirinya menjelaskan bahwa pemeriksaan kejiwaan memang membutuhkan proses yang lebih lama dibandingkan pemeriksaan fisik lain. Pemeriksaan MCU diperkirakan berlangsung selama tiga hingga empat jam.

Agar tidak mengganggu pelayanan, pihak rumah sakit juga memisahkan peserta MCU PPPK. Mereka mejalani MCU di lantai delapan, sedangkan pasien umum di lantai dasar rumah sakit.

“MCU itu pemeriksanya, tes urine untuk surat keterangan bebas narkoba, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan kejiwaan,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

 

Artikel RS Raja Ahmad Tabib Kekurangan Dokter Jiwa untuk Layani MCU calon PPPK pertama kali tampil pada Kepri.

Kuota Layanan e-Paspor di Batam Masih Banyak, Pengajuan Lewat M-Paspor

0
Paspor Biasa Republik Indonesia (Dok. Instagram @imigrasibogor)

batampos — Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I TPI Khusus Batam telah mengalihkan seluruh layanan pembuatan paspor ke format elektronik atau e-paspor mulai awal tahun 2025. Langkah ini sekaligus menandai penghentian penerbitan paspor biasa, sesuai arahan pemerintah pusat untuk mendorong penggunaan teknologi digital di bidang keimigrasian.

Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kanim Batam, Kharisma Rukmana, menyampaikan bahwa hingga saat ini, proses pengajuan e-paspor berjalan stabil tanpa perubahan signifikan. Semua permohonan dilakukan melalui aplikasi M-Paspor yang memberikan kemudahan bagi masyarakat.

“Kuota setiap harinya tetap sama dan untuk bulan Januari masih banyak tersedia,” kata dia, Selasa (7/1).

Adapun ketersediaan kuota harian untuk layanan e-paspor dapat diakses secara langsung melalui aplikasi M-Paspor.

Saat ini, Kanim Batam Center melayani hingga 200 pemohon per hari. Sementara Unit Layanan Paspor (ULP) Batam menyediakan 80 kuota harian. Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah proses administrasi dan menghemat waktu pemohon.

Pemohon e-paspor kini dapat memilih dua opsi masa berlaku, yaitu lima tahun dengan tarif Rp650 ribu atau sepuluh tahun seharga Rp950 ribu. Tarif baru ini berlaku sejak 17 Desember 2024, menggantikan tarif lama Rp650 ribu untuk masa berlaku sepuluh tahun.

Selain layanan reguler, Kanim Batam menyediakan jalur prioritas dengan kuota 50 pemohon harian bagi lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Kebijakan ini dirancang untuk memberikan pelayanan yang lebih inklusif bagi masyarakat.

Migrasi penuh ke e-paspor diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian. Dengan fitur keamanan berbasis biometrik, e-paspor memberikan perlindungan tambahan bagi pemegangnya, sekaligus mempermudah proses verifikasi di tingkat internasional.

Kanim Batam juga aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait prosedur pengajuan e-paspor serta keunggulannya dibandingkan paspor biasa.

“Kami ingin memastikan masyarakat memahami proses ini dan bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” ujar Kharisma.

Kanim Batam optimis mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan dokumen perjalanan. Kebijakan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung digitalisasi pelayanan publik. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Kuota Layanan e-Paspor di Batam Masih Banyak, Pengajuan Lewat M-Paspor pertama kali tampil pada Metropolis.

Kuota Layanan e-Paspor di Batam Masih Banyak, Pengajuan Lewat M-Paspor

0
Paspor Biasa Republik Indonesia (Dok. Instagram @imigrasibogor)

batampos — Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I TPI Khusus Batam telah mengalihkan seluruh layanan pembuatan paspor ke format elektronik atau e-paspor mulai awal tahun 2025. Langkah ini sekaligus menandai penghentian penerbitan paspor biasa, sesuai arahan pemerintah pusat untuk mendorong penggunaan teknologi digital di bidang keimigrasian.

Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kanim Batam, Kharisma Rukmana, menyampaikan bahwa hingga saat ini, proses pengajuan e-paspor berjalan stabil tanpa perubahan signifikan. Semua permohonan dilakukan melalui aplikasi M-Paspor yang memberikan kemudahan bagi masyarakat.

“Kuota setiap harinya tetap sama dan untuk bulan Januari masih banyak tersedia,” kata dia, Selasa (7/1).

Adapun ketersediaan kuota harian untuk layanan e-paspor dapat diakses secara langsung melalui aplikasi M-Paspor.

Saat ini, Kanim Batam Center melayani hingga 200 pemohon per hari. Sementara Unit Layanan Paspor (ULP) Batam menyediakan 80 kuota harian. Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah proses administrasi dan menghemat waktu pemohon.

Pemohon e-paspor kini dapat memilih dua opsi masa berlaku, yaitu lima tahun dengan tarif Rp650 ribu atau sepuluh tahun seharga Rp950 ribu. Tarif baru ini berlaku sejak 17 Desember 2024, menggantikan tarif lama Rp650 ribu untuk masa berlaku sepuluh tahun.

Selain layanan reguler, Kanim Batam menyediakan jalur prioritas dengan kuota 50 pemohon harian bagi lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Kebijakan ini dirancang untuk memberikan pelayanan yang lebih inklusif bagi masyarakat.

Migrasi penuh ke e-paspor diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian. Dengan fitur keamanan berbasis biometrik, e-paspor memberikan perlindungan tambahan bagi pemegangnya, sekaligus mempermudah proses verifikasi di tingkat internasional.

Kanim Batam juga aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait prosedur pengajuan e-paspor serta keunggulannya dibandingkan paspor biasa.

“Kami ingin memastikan masyarakat memahami proses ini dan bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” ujar Kharisma.

Kanim Batam optimis mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan dokumen perjalanan. Kebijakan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung digitalisasi pelayanan publik. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Kuota Layanan e-Paspor di Batam Masih Banyak, Pengajuan Lewat M-Paspor pertama kali tampil pada Metropolis.

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan Jatuh Pada 1 Maret 2025, Idul Fitri 30 Maret 2025

0
Ilustrasi ramadhan. (Freepik)

batampos – Pengurus Pusat Muhammadiyah telah menetapkan tanggal 1 Ramadhan 1446 Hijriah, menandai awal diwajibkannya ibadah puasa Ramadhan bagi umat Islam. Dalam penetapan yang dilakukan Muhammadiyah, 1 Ramadhan jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025.

Keputusan PP Muhammadiyah ini ditetapkan dengan menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang menjadi rujukan.

Metode ini menggantikan metode hisab hakiki wujudul hilal yang selama ini menjadi rujukan Muhammadiyah dalam menetapkan hari-hari penting di dalam Islam.

Muhammadiyah mulai meluncurkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sejak 1 Muharram 1446 Hijiriah atau 7 Juli 2024. Metode ini mengadopsi sistem kalender ‘Kriteria Turki 2016’ atau hasil forum Muktamar Kalender Islam Global yang digelar di Istanbul, Turki, pada tahun 2016 silam.

Sistem KHGT diyakini akan dapat mengurangi ketidakpastian yang kerap terjadi dalam penentuan hari besar dalam Islam.

Dengan menggunakan sistem kalender ini, akan dapat diketahui 1 Ramadhan, 1 Syawal, hingga Lebaran Idul Adha dari jauh-jauh hari.

Adapun lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah, bagi Muhammadiyah, jatuh pada Minggu, 30 Maret 2025, dengan jumlah hari bulan Ramadhan hanya sekitar 29 hari.

Selain itu, Muhammadiyah juga menetapkan 1 Zulhijjah 1446 H jatuh pada hari Rabu, 28 Mei 2025. Dengan demikian, 10 Zulhijjah 1446 H atau hari raya Idul Adha jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama sebagaimana tahun-tahun sebelumnya menggunakan metode rukyatul hilal dalam menentukan 1 Ramadhan atau hari-hari besar Islam lainnya.

Dengan metode ini, harus dilihat berdasarkan pantauan langsung posisi hilal untuk menentukan 1 Ramadhan atau 1 Syawal.

Oleh sebab itu, mendekati 1 Ramadhan atau 1 Syawal, biasanya Kementerian Agama akan melakukan pemantauan langsung posisi hilal. Supaya dapat ditentukan apakah sudah masuk 1 Ramadhan, 1 Syawal, atau hari-hari penting lainnya di dalam Islam.

Dan pemerintah biasanya melakukan sidang isbat untuk melakukan pembahasan dan mengambil kesimpulan. Baru setelah itu, Kemenag membuat ketetapan. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan Jatuh Pada 1 Maret 2025, Idul Fitri 30 Maret 2025 pertama kali tampil pada News.

Perpustakaan Jadi Sarana Rekreasi Edukatif Warga Binaan

0
Warna binaan membaca buku di perpustakaan Rutan Tanjungpinang. F. Dokumentasi Rutan Tanjungpinang

batampos– Perpustakaan di Rumah Tahanan (Rutan) Tanjungpinang menjadi salah satu fasilitas favorit. Perpustakaan ini menjadi sarana edukatif yang bermanfaat bagi warna binaan.

Dengan koleksi puluhan judul buku, perpustakaan ini menyediakan berbagai jenis bacaan, mulai dari novel, buku agama, hingga literatur motivasI.

Kepala Seksi Pelayanan Tahanan, Adittya Pratama, mengatakan perpustakaan ini merupakan salah satu upaya Rutan Tanjungpinang untuk memberikan sarana rekreasi edukatif yang bermanfaat bagi warga binaan.

BACA JUGA: Pengunjung Perpustakaan Daerah di Dominasi Pelajar

Warga binaan yang rutin mengunjungi perpustakaan sangat antusias karena adanya perpustakaan sebagai sarana menambah ilmu pengetahuan. Selain itu, perpustakaan ini membantu warga binaan merasa lebih tenang dan tetap terhubung dengan dunia luar melalui bacaan.

Perpustakaan ini tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang diskusi bagi warga binaan yang ingin berbagi wawasan dan pengalaman.

Dengan semakin tingginya minat warga binaan terhadap perpustakaan, diharapkan fasilitas ini dapat terus dikembangkan, baik dari segi koleksi buku maupun pelayanan lainnya.

“Melalui perpustakaan ini, kami berharap warga binaan dapat mengisi waktu luang dengan kegiatan positif sekaligus memperluas wawasan mereka,” kata Adittya, Sabtu (4/1).

Sementara itu, Kepala Rutan Tanjungpinang, Yan Patmos, mengatakan bahwa pembinaan literasi adalah salah satu fokus utama dalam rangka meningkatkan kualitas hidup warga binaan.

“Kami percaya bahwa literasi adalah fondasi penting untuk membantu warga binaan membangun kehidupan yang lebih baik. Dengan membaca, mereka bisa mendapatkan inspirasi, pengetahuan, dan harapan baru,” tegas Yan.

Melihat antusiasme yang tinggi, pihak Rutan berencana menambah jam operasional perpustakaan dan menyediakan program pendampingan membaca bagi mereka yang belum mahir membaca.

Keberadaan perpustakaan di Rutan Tanjungpinang tidak hanya menjadi bukti nyata komitmen pembinaan, tetapi juga menunjukkan bahwa di balik tembok tinggi rutan, ada semangat untuk berubah dan belajar.

“Dengan terus mengembangkan fasilitas ini, diharapkan perpustakaan dapat menjadi tempat yang memberikan harapan baru bagi setiap warga binaan,” jelas Yan. (*)

Reporter: Yusnadi

Artikel Perpustakaan Jadi Sarana Rekreasi Edukatif Warga Binaan pertama kali tampil pada Kepri.

Makan Gizi Gratis Belum Diberlakukan di Anambas, Masih Menunggu Kesiapan dari Pengelola yang Ditunjuk BGN

0
Sejumlah siswa di Anambas sedang melaksanakan apel pagi. Program makan bergizi gratis, hingga kini belum dilaksanakan di Kabupaten Anambas. f.ihsan

batampos – Pelaksanaan makan bergizi gratis di Kabupaten Anambas belum bisa terealisasikan.

Padahal Presiden Prabowo Subianto telah meluncurkan secara serentak program makan bergizi gratis mulai Senin, (6/1) ini.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Anambas, Tony Karnain mengungkapkan Anambas belum memulai makan bergizi disebabkan masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Menteri Pendidikan dan Badan Gizi Nasional (BGN).

Kemudian, Disdik juga lagi menunggu kesiapan dari Yayasan Pangan Intan Permata selaku pengelola makan gizi gratis untuk mendistribusikan ke siswa.

BACA JUGA:3.003 Pelajar Karimun Dapat Makan Bergizi dari BGN

“Mereka sudah survei ke lapangan, kita pun sudah memberikan data. Saat ini mereka sedang menunggu bahan pokok tiba dari Batam,” ujar Tony Karnain kepada batampos, Senin, (6/1).

Dijelaskannya, untuk tahap ini lokasi yang dipilih berada di Siantan Tengah dengan jumlah peserta sebanyak 3 ribu orang.

“Jadi dari pusat mengarahkan Anambas dibuat satu titik dulu. Dipilih lah, Siantan Tengah. Karena jumlah siswa tak capai 3 ribu, kita ambil juga siswa dari kecamatan terdekat,” terang Tony.

Kecamatan Siantan Tengah, kata dia, juga telah menyiapkan dapur umum untuk memproduksi makanan. Dapur umum yang disiapkan berada di kediaman mantan Ketua DPRD Anambas, Hasnidar.

Kendati demikian, ia belum bisa memastikan kapan program ini bisa mulai berjalan di Anambas.

“Intinya untuk dana dari pusat sudah ada dan berada di Yayasan tersebut. Tinggal menunggu barang datang, baru dijalankan program ini,” tutur Tony.

Sedangkan untuk budget makan gizi gratis ini per porsi dianggarkan Rp 15 ribu. Namun, anggaran itu tidak dihabiskan semua untuk makanan.

“Anggaran Rp 15 ribu, nah dibagi lagi ini. Bagian ya Rp 10 ribu untuk makanan, dan Rp 5 ribu untuk upah tukang masak sekalian operasional lah,” kata dia. (*)

 

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Makan Gizi Gratis Belum Diberlakukan di Anambas, Masih Menunggu Kesiapan dari Pengelola yang Ditunjuk BGN pertama kali tampil pada Kepri.

APINDO: Permendag 8/2024 Tegaskan Tidak Berdampak di Batam

0
Rafki Rasyid

batampos – Pemerintah sedang mengevaluasi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 Tahun 2024 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor, yang telah menuai kritik dari pelaku usaha nasional. Namun, Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, menegaskan bahwa aturan tersebut tidak berdampak signifikan di Batam.

Dia menjelaskan, Batam memiliki status sebagai kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ), sehingga peraturan terkait kebijakan impor seperti Permendag 8/2024 tidak memiliki pengaruh langsung terhadap wilayah ini. Industri tekstil yang beroperasi di Batam juga tidak bergantung pada pasar domestik, melainkan pada ekspor.

“Peraturan ini sebenarnya tidak ada pengaruhnya untuk Batam. Faktor utamanya karena Batam merupakan kawasan FTZ,” ujar Rafki, Selasa (7/1).

Selain itu, bahwa saat ini di Batam tidak ada lagi perusahaan tekstil yang beroperasi. Hal ini membuat isu dampak Permendag 8/2024 terhadap industri tekstil menjadi tidak relevan di wilayah tersebut. Produk tekstil yang diproduksi di Batam sebelumnya pun sebagian besar diarahkan untuk pasar ekspor.

Sementara itu, secara nasional, Permendag 8/2024 dianggap merugikan pelaku industri tekstil dalam negeri. Kebijakan tersebut diduga memperburuk situasi dengan maraknya impor produk tekstil ilegal yang membanjiri pasar Indonesia. Hal ini memicu persaingan yang tidak sehat dan mengancam keberlangsungan usaha lokal.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menggelar beberapa rapat evaluasi untuk menindaklanjuti persoalan ini. Rapat tersebut melibatkan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Daglu), Kementerian/Lembaga (K/L) terkait, serta pemangku kepentingan dari sektor industri.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa kebijakan perdagangan, termasuk Permendag 8/2024, bersifat dinamis dan harus disesuaikan dengan kebutuhan zaman. Ia juga membuka ruang dialog bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk memberikan masukan.

“Kita tidak boleh statis. Semua kebijakan perdagangan itu dinamis. Kami terbuka kepada masyarakat dan pelaku usaha untuk melakukan review bersama, mengidentifikasi apa yang kurang pas,” kata Budi.

Evaluasi ini juga melibatkan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Menurut Budi, hasil rapat koordinasi antar kementerian akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan pekan ini.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli turut mendesak agar Permendag 8/2024 dikaji ulang. Menurutnya, kebijakan tersebut menyulitkan industri tekstil nasional karena banjirnya produk impor murah yang diduga masuk secara ilegal.

Namun, di Batam, industri tetap bergerak sesuai kondisi pasar internasional, tanpa terpengaruh oleh regulasi tersebut. Status kawasan FTZ memberikan keistimewaan bagi Batam dalam mengelola perdagangan dan industrinya. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa dampak aturan ini tidak dirasakan di wilayah tersebut.

Pengusaha lokal pun mengingatkan bahwa Batam perlu terus menjaga daya saing globalnya, khususnya dengan memanfaatkan keunggulan sebagai FTZ. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel APINDO: Permendag 8/2024 Tegaskan Tidak Berdampak di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Tak Ada Modal Buat Merokok, Remaja Pengangguran Bobol Warung di Payalaman

0
IG, pelaku pencurian terekam cctv. f. polsek Palmatak

batampos – Warung kelontong milik Rudiman (33) yang terletak di kawasan Payalaman, Kecamatan Kute Siantan dibobol maling pada Senin, (6/1) sekitar pukul 01.24 WIB dini hari.

Maling tersebut masuk kedalam toko seorang diri dengan menggunakan jaket lengan panjang dan celana pendek berwarna biru. Aksinya terekam oleh kamera CCTV.

Dalam rekaman yang diterima batampos, sejumlah barang dagangan serta uang dilaci korban diambil lalu disembunyikan didalam jaket yang ia kenakan.

BACA JUGA: Lagi, Aksi Pencurian Kotak Infak di Kijang Terekam CCTv

“Kami tahu setelah buka warung pukul 06.00 WIB. Begitu buka laci, uang tak ada,” ujar Rudiman.

Mengetahui ada yang tidak beres, Rudiman lantas mengecek rekaman CCTV. Dari hasil rekaman, dipastikan warungnya telah dimasuki maling.

“Saya bawa bukti rekaman, terus lapor ke Polsek Palmatak,” ucap Rudiman.

Kapolsek Palmatak, Iptu Kristian kepada menyampaikan pihaknya telah mengamankan pelaku. Pelaku diketahui berisial IG (17) tahun yang tinggal di Batu Nyodong merupakan remaja pengangguran.

“Pelaku tidak bekerja. Dari penyidikan sementara, hasil curian dipakai untuk sehari-hari,” ujar Kristian.

Kristian merincikan barang yang diambil pelaku berupa uang sebanyak Rp 224 ribu dan 13 bungkus rokok bermacam merk dengan total kerugian korban hanya Rp 553 ribu.

“Hasil curian dipakai untuk sendiri dan jajan,” kata Kristrian.

Pelaku diketahui telah melancarkan aksinya selama dua kali dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang berbeda.

“Pelaku dikenakan pasal 362 KUH Pidana dengan ancaman kurungan penjara selama 5 tahun,” pungkas Kristian. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

 

Artikel Tak Ada Modal Buat Merokok, Remaja Pengangguran Bobol Warung di Payalaman pertama kali tampil pada Kepri.

PIS Raih Skor Tertinggi di Industri Shipping Nasional

0
ilustrasi

batampos – PT Pertamina International Shipping (PIS) mencatat pencapaian gemilang dengan meraih skor ESG (Environmental, Social, Governance) BBB dari MSCI (Morgan Stanley Capital International), lembaga penilaian internasional yang diakui secara global. Skor ini sekaligus merupakan yang tertinggi di sektor industri shipping nasional, menunjukkan komitmen PIS sebagai perusahaan logistik dan angkutan energi dalam mengelola risiko ESG jangka panjang.

MSCI ESG Ratings dirancang untuk mengukur ketahanan perusahaan terhadap risiko ESG yang relevan dalam jangka panjang. Penilaian ini dilakukan dengan membandingkan perusahaan secara relatif terhadap industrinya menggunakan skala AAA hingga CCC.
Dalam penilaian ini, MSCI menyoroti isu-isu utama berdasarkan model bisnis perusahaan, di mana PIS masuk dalam kategori oil and gas refining, marketing, transportation, and storage.

”Skor ESG ini menjadi bukti komitmen PIS dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan. PIS dalam hal ini menjadi pioneer di sektor industri angkutan laut energi nasional, membuktikan bahwa pertumbuhan bisnis bisa berjalan beriringan dengan komitmen untuk menjaga lingkungan,” ujar Direktur Perencanaan

Bisnis, Eka Suhendra, dalam keterangan tertulis dikutip Ming­gu (5/1).

Penilaian ESG oleh MSCI ini meliputi tiga aspek utama, yakni; Lingkungan (Environment) yang berupa Keanekaragaman hayati dan penggunaan lahan, emisi karbon, serta limbah beracun. Sosial (Social): Hubungan dengan komunitas (community relations), kesehatan, dan keselamatan. Serta, Tata Kelola Perusahaan (Governance) yang termasuk Tata kelola perusahaan dan perilaku korporasi.

PIS berhasil mencatat skor tinggi di beberapa area penting, yakni di community relations dan pengelolaan limbah serta emisi beracun. Prestasi ini mencerminkan keberhasilan PIS dalam menjaga keseimbangan antara operasional bisnis dan tanggung jawab sosial serta lingkungan.

Eka menjelaskan, PIS sendiri memiliki inisiatif dan program unggul untuk sektor lingkungan, sosial, dan tata kelola. Untuk aspek lingkungan misalnya, beberapa program seperti green shipping , ballast water system, pemanfaatan bahan bakar ramah lingkungan dan energi baru terbarukan menjadi unggulan untuk percepatan NZE 2050.

Sementara pada aspek community relations di antaranya kita memiliki program CSR BerSEAnergi untuk Laut, yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat pesisir, literasi kelautan bagi anak-anak di usia sekolah. Serta untuk dukung biodiversity, juga ada konservasi hiu paus di Papua dan badak bercula satu yang dilakukan oleh Pertamina Energy Terminal (PET), anak usaha PIS. Program-program ini dilaksanakan dengan melibatkan komunitas dan pemerintah setempat.

”Dari sisi tata kelola, PIS turut mendorong kepatuhan korporasi terhadap regulasi, pemenuhan transparansi, hingga penegakan perilaku anti-korupsi,” kata Eka.

Sebagai salah satu perusahaan pelayaran terkemuka di Indonesia, PIS berkomitmen untuk terus memperkuat keberlanjutan di setiap aspek operasionalnya.

”Dengan pencapaian ini, PIS berharap dapat menjadi inspirasi bagi pelaku industri lainnya untuk turut berkontribusi dalam menciptakan dampak positif bagi lingkungan, masyarakat, dan tata kelola perusahaan di Indonesia,” tutup Eka. (*)

Artikel PIS Raih Skor Tertinggi di Industri Shipping Nasional pertama kali tampil pada News.