Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 232

Kemarau Tak Kunjung Usai, Warga Singkep Barat Tunaikan Salat Istisqa Berjemaah

0
Unsur Kecamatan Singkep Barat bersama TNI-Polri dan masyarakat melaksanakan Salat Istisqa di Masjid Al-Islamiyah, Kelurahan Raya, Jumat (13/2). F. Facebook Kecamatan Singkep Barat.

batampos – Kemarau berkepanjangan yang melanda Kabupaten Lingga selama hampir tiga bulan terakhir berdampak pada meningkatnya kebakaran hutan dan lahan serta mulai mengeringnya sejumlah sumber air di desa-desa.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kecamatan Singkep Barat bersama masyarakat menggelar Salat Istisqa atau salat meminta hujan di Masjid Al-Islamiyah, Kelurahan Raya, Jumat (13/2/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Singkep Barat, Susy Yenti, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk ikhtiar bersama agar hujan segera turun dan kemarau panjang dapat berakhir.

“Hari ini Alhamdulillah kita sudah melaksanakan Salat Istisqa. Kami berharap kemarau berkepanjangan ini segera berakhir,” ujar Susy saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, dampak kemarau tidak hanya memicu kebakaran hutan dan lahan hampir setiap hari, tetapi juga menyebabkan sejumlah sumber air mulai mengering. Bahkan, saat terjadi kebakaran di wilayah Singkep Barat, petugas sempat kesulitan mencari sumber air untuk pemadaman.

Salat Istisqa tersebut diikuti unsur kecamatan, TNI-Polri, perangkat kelurahan, serta masyarakat setempat. Pemerintah kecamatan juga telah mengimbau desa-desa lain di wilayah Singkep Barat untuk melaksanakan kegiatan serupa secara serentak.

“Untuk desa lain, kami sudah memberikan surat imbauan agar melaksanakan Salat Istisqa secara bersama-sama,” ungkapnya.

Susy menegaskan, selain berdoa, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.

“Ini bentuk ikhtiar kita sebagai manusia. Di sisi lain, kita juga harus menjaga lingkungan agar terhindar dari bencana seperti kebakaran,” pungkasnya. (*)

Artikel Kemarau Tak Kunjung Usai, Warga Singkep Barat Tunaikan Salat Istisqa Berjemaah pertama kali tampil pada Kepri.

Jalan S Parman Seibeduk Banyak Lubang, Lampu Jalan juga Sering Padam

0
Jalan S. Parman dari arah Mukkuning menuju kantor Camat Sei Beduk dan Polsek Sei Beduk rusak dan berlubang. F. M Sya’ban

batampos – Kondisi Jalan S Parman dari arah Panbil menuju Piayu kembali dikeluhkan warga. Selain berlubang dan bergelombang, ruas jalan tersebut juga minim penerangan jalan umum (PJU), sehingga dinilai membahayakan pengguna, terutama pada malam hari.

‎Jalan S Parman yang berada di wilayah Sei Beduk itu merupakan akses utama bagi pekerja yang tinggal di Piayu dan bekerja di kawasan industri Batamindo atau Muka Kuning, kawasan industri terbesar di Kota Batam.

‎Setiap hari, ribuan kendaraan melintas di jalur tersebut, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.

‎Namun, kondisi jalan yang sempit, berlubang, dan minim lampu penerangan membuat pengguna jalan merasa tidak nyaman dan khawatir akan keselamatan mereka.

‎Aulia, warga Pancur yang ditemui Batam Pos pada Jumat (13/2) pagi, mengaku sering merasa takut saat melintas pada malam hari karena banyak lampu jalan yang tidak berfungsi.

‎“Kalau balik malam itu lampu jalan mati. Kadang kami takut balik malam-malam, apalagi kita perempuan,” ujarnya.

‎Keluhan serupa disampaikan Mas’ud, warga lainnya. Ia menyebut kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung lama tanpa perbaikan menyeluruh.

‎“Bayangkan, lubang dan jalan bergelombang sudah kami hafal, saking lamanya tidak diperbaiki. Kalau pun diperbaiki itu hanya sebatas tambal saja,” katanya.

‎Menurut warga, tambal sulam yang dilakukan selama ini belum mampu menyelesaikan persoalan secara permanen. Saat hujan turun, lubang kerap tertutup genangan air sehingga berpotensi membahayakan pengendara roda dua.

‎Rifandi Malik, Camat Sei Beduk, Kota Batam, menyampaikan bahwa Jalan S Parman dari arah Panbil menuju Piayu direncanakan akan mengalami peningkatan pada tahun ini.

‎“Iya, ada peningkatan tahun ini dari Dinas Bina Marga,” ujarnya.

‎Namun saat ditanya mengenai waktu pelaksanaan dan teknis pengerjaan, Rifandi mengaku belum mengetahui secara pasti.

‎“Itu masih menunggu informasi dari dinas. Saya belum tahu pasti prosesnya. Perkiraan saya mungkin setelah puasa,” katanya.

‎Terkait kondisi penerangan jalan umum (PJU) yang kerap dikeluhkan warga karena minim dan gelap pada malam hari, Rifandi mengatakan pihak kecamatan telah menyampaikan laporan dan akan berkoordinasi lebih lanjut.

‎“Lampu jalan pasti kita koordinasikan dulu, sudah kita laporkan dan sampaikan. Kalau tahun ini fokusnya peningkatan jalan. Untuk PJU belum ada program peningkatan, hanya perbaikan rutin,” jelasnya.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Kota Batam, Merta Dinata, yang baru menjabat sekitar sepekan, memastikan penanganan jalan rusak di ruas S Parman Panbil–Piayu akan dilakukan tahun ini.

‎“Untuk jalan rusak, penanganan tahun ini, Pak,” ujarnya singkat kepada Batam Pos, Jumat (13/2) siang melalui pesan WhatsApp.

‎Namun saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai teknis pelaksanaan serta jadwal pasti pengerjaan, Merta belum memberikan jawaban.(*)

Artikel Jalan S Parman Seibeduk Banyak Lubang, Lampu Jalan juga Sering Padam pertama kali tampil pada Metropolis.

Imlek 2026, Ini Restoran dan Hotel di Batam dengan Menu Spesial

0
F. instagram.com/duckkitchen.id/

batampos – Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan tradisi makan malam bersama keluarga besar. Momen ini menjadi simbol persatuan, kebersamaan, serta harapan akan keberuntungan di tahun yang baru.

Menyambut Imlek 2026, sejumlah hotel dan restoran di Batam menghadirkan paket makan malam dan menu khas Chinese yang cocok dinikmati bersama keluarga.

Berikut lima tempat di Batam yang bisa menjadi pilihan untuk merayakan Tahun Baru Imlek 2026:

1. Aston Batam Hotel & Residence

Hotel ini menghadirkan konsep all you can eat street food Chinese dengan beragam pilihan menu, mulai dari hidangan utama hingga dessert. Lokasinya berada di Jalan Sriwijaya No.1, Kampung Pelita, Lubuk Baja, Batam.

2. Radisson Golf & Convention Center Batam

Radisson menawarkan makan malam spesial Imlek dengan sajian khas seperti yu sheng, bebek panggang, hingga aneka dimsum. Suasana perayaan dirancang meriah dan hangat untuk keluarga. Berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Sukajadi, Batam Kota.

3. Baba Restaurant

Restoran seafood ini menyediakan berbagai hidangan Chinese yang cocok untuk santap bersama keluarga. Selain menu yang lengkap, tersedia juga hiburan untuk menambah semarak perayaan. Terletak di Jalan Ahmad Yani, Taman Baloi, Batam Kota.

4. Haidilao Hot Pot

Bagi pecinta hot pot, tempat ini bisa menjadi pilihan untuk makan malam Imlek bersama keluarga. Konsep makan bersama dengan kuah pilihan menambah kehangatan suasana. Berlokasi di Jalan Pembangunan, Batu Selicin, Lubuk Baja, Batam.

5. Duck Kitchen

Restoran yang berada di pusat perbelanjaan ini menawarkan berbagai menu Chinese food yang cocok untuk santap keluarga. Tersedia di Grand Batam Mall dan Nagoya Hill Mall.

Makan malam bersama saat Tahun Baru Imlek bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan doa untuk keberuntungan di tahun yang baru.

Masyarakat disarankan melakukan reservasi lebih awal untuk memastikan ketersediaan tempat dan paket makan malam saat perayaan Imlek. (*)

Artikel Imlek 2026, Ini Restoran dan Hotel di Batam dengan Menu Spesial pertama kali tampil pada Metropolis.

Sengketa Izin Parkir Gratis di K-Square Selesai, Dishub Pastikan Masuk PAD Lewat Skema Parkir Mandiri

0
Parkir K Square. f M syahban/ batam pos

batampos – Polemik pengelolaan parkir gratis di kawasan K-Square akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat dipersoalkan karena belum mengantongi izin resmi, pihak pengelola kini telah mengajukan permohonan pengelolaan parkir ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam. Retribusi parkirnya dipastikan akan masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Dishub Kota Batam, Leo, mengatakan pihaknya telah menerima surat permohonan dari pengelola K-Square pada Rabu (11/2). Sebelumnya, ia sempat menyampaikan di sejumlah media bahwa belum ada pengajuan resmi dari pengelola terkait pelaksanaan parkir di lahan tersebut.

“Baru tanggal 11 Februari mereka mengajukan surat untuk pengelolaan parkir di sana. Secara administrasi kalau sudah memohon, nanti kami akan turun ke lokasi,” ujar Leo kepada Batam Pos, Jumat (13/2).

Persoalan ini mencuat setelah adanya sorotan dari sejumlah pihak terkait legalitas pengelolaan parkir di K-Square. Di sisi lain, pihak pengelola menyebut pemanfaatan lahannya telah mendapatkan persetujuan dari BP Batam.

Leo menegaskan, izin pemanfaatan lahan memang menjadi kewenangan BP Batam, namun untuk izin pengelolaan parkir berada di bawah kewenangan Dishub Kota Batam.

“Masalah izin lahan urusan ke BP Batam, tapi izin parkir ke Dishub. Dan sekarang mereka sudah melakukan itu semua,” katanya.

Ia menjelaskan, dalam sistem pengelolaan parkir terdapat mekanisme yang mengatur alur perizinan dan kewajiban pajak. Untuk pajak parkir, izinnya melalui PTSP dengan rekomendasi dari Dishub. Sementara untuk pengelolaan parkir mandiri di area tertentu, cukup melalui mekanisme penetapan parkir mandiri oleh Dishub.

Menurut Leo, K-Square masuk dalam kategori parkir mandiri karena tidak menggunakan portal otomatis maupun juru parkir. Pengelola mengatur sistemnya sendiri, namun tetap berkewajiban menyetor retribusi ke kas daerah.

“Dari Dishub akan mengeluarkan berita acara bahwa itu parkir mandiri. Nanti ada petugas dari pengelola di situ dan ada PAD retribusi yang harus dibayarkan,” ujarnya.

Setelah pengajuan diterima, Dishub akan menurunkan tim untuk melakukan pengecekan lapangan serta menghitung potensi retribusi yang dapat disetor setiap bulan. Hasil peninjauan tersebut akan dituangkan dalam berita acara dan ditetapkan secara resmi melalui tanda tangan Kepala Dishub.

“Nanti tim turun, buat berita acara, kemudian ditetapkan sebagai titik parkir mandiri dengan ketentuan berapa PAD retribusinya per bulan. Wajib mereka bayar setiap bulan,” tegasnya.

Dengan pengajuan resmi yang telah masuk sejak 11 Februari lalu, Dishub memastikan pengelolaan parkir di K-Square kini dalam proses administrasi yang sah dan retribusinya akan masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah Kota Batam.(*)

Artikel Sengketa Izin Parkir Gratis di K-Square Selesai, Dishub Pastikan Masuk PAD Lewat Skema Parkir Mandiri pertama kali tampil pada Metropolis.

Kebakaran Lahan di Marok Kecil Hanguskan 6 Hektare Kebun Karet

0
Petugas Damkar memadamkan api yang melahap kebun karet milik warga Desa Marok Kecil, Kecamatan Singkep Selatan, Kamis (12/2). F. Damkar Lingga untuk Batam Pos.

batampos – Kebakaran melanda perkebunan karet milik warga di Desa Marok Kecil, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, Kamis (12/2). Sekitar 6 hektare lahan kebun karet dilaporkan hangus terbakar dalam insiden tersebut.

Kepala Desa Marok Kecil, Rusdi, membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar pada Kamis siang.

“Iya, sekitar 6 hektare kebun getah milik warga hangus terbakar,” ujar Rusdi, Jumat (13/2).

Menurutnya, kebakaran terdeteksi sekitar pukul 14.00 WIB setelah warga melihat kepulan asap tebal disertai kobaran api yang semakin membesar tidak jauh dari kawasan permukiman.

Melihat api kian tak terkendali, warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran (Damkar) Unit Dabo Singkep.

Sejumlah warga bahkan sempat mengeluarkan perabotan rumah tangga sebagai langkah antisipasi jika api merambat hingga ke permukiman.

“Ada warga yang sudah mengeluarkan barang-barang dari rumah karena khawatir api menyebar,” jelasnya.

Petugas Damkar dibantu TNI-Polri serta masyarakat setempat berjibaku memadamkan api selama beberapa jam.

Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 18.00 WIB. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materi akibat kebakaran diperkirakan cukup besar.

Penyebab kebakaran hingga kini masih belum diketahui secara pasti. (*)

Artikel Kebakaran Lahan di Marok Kecil Hanguskan 6 Hektare Kebun Karet pertama kali tampil pada Kepri.

Gentengnisasi akan Diterapkan di Batam, Pemko Segera Susun Aturan Teknis PBG

0
Amsakar Achmad. f Istimewa

batampos – Program gentengisasi yang digaungkan Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, dipastikan akan ditindaklanjuti di daerah, termasuk Kota Batam.

‎Pemerintah Kota (Pemko) Batam tengah menyiapkan langkah konkret berupa penyusunan aturan teknis terkait Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

‎Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pihaknya segera membuat regulasi untuk mendukung implementasi program tersebut di tingkat daerah.

‎“Dalam waktu dekat nanti kita buat aturan untuk keluar PBG,” ujar Amsakar.

‎Menurutnya, kebijakan ini akan diintegrasikan dalam mekanisme penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung agar sejalan dengan arahan pemerintah pusat. Salah satu poin yang akan dibahas adalah ketentuan penggunaan material atap bangunan.

‎Amsakar menyebut, Pemko Batam juga akan berkoordinasi dengan tim Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) guna membahas aspek teknis dan tata ruang sebelum aturan diberlakukan.

‎“Salah satunya kan tim PKKPR, kami akan membahas,” katanya.

‎Ia menegaskan, rencana tersebut akan mengarah pada penggantian atap rumah warga yang masih menggunakan seng menjadi genteng.

‎Kebijakan ini dimaksudkan untuk penataan kawasan permukiman agar lebih tertata dan sesuai dengan arah pembangunan yang diinginkan pemerintah pusat.

‎“Kalau ada nanti direncananya itu ada seng, ya kita minta diubah,” tegasnya.

‎Saat ditanya apakah kebijakan ini akan berlaku untuk seluruh rumah atau hanya bangunan baru, Amsakar menyatakan hal tersebut masih akan dibahas lebih lanjut bersama tim terkait.

‎“Nanti dibahas pada saat pembahasan PKKPR sebelum bangunan gedungnya dikeluarkan,” ujarnya.

‎Dengan adanya rencana ini, Pemko Batam memastikan setiap penerbitan PBG ke depan akan mempertimbangkan ketentuan baru tersebut. Namun, detail teknis pelaksanaannya masih menunggu hasil pembahasan internal pemerintah daerah.(*)

Artikel Gentengnisasi akan Diterapkan di Batam, Pemko Segera Susun Aturan Teknis PBG pertama kali tampil pada Metropolis.

Pedagang Ancam Naikkan Harga Daging Sapi Jadi Rp170 Ribu per Kg Jelang Idul Fitri 2026

0
Warga membeli daging sapi di salah satu kios Pasar Bintan Center, Tanjungpinang. Pedagang berencana menaikkan harga menjadi Rp170 ribu per kilogram jelang Idul Fitri 2026. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Asosiasi Peternak dan Pedagang Sapi Kota Tanjungpinang menyatakan akan menaikkan harga daging sapi segar menjadi Rp170 ribu per kilogram menjelang Idul Fitri 2026.

Kebijakan tersebut direncanakan menyusul ketentuan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang menetapkan harga acuan penjualan daging sapi sebesar Rp140 ribu per kilogram.

Ketua Asosiasi Peternak dan Pedagang Sapi Tanjungpinang-Bintan, Thamrin, mengatakan harga Rp140 ribu per kilogram dinilai tidak memberikan keuntungan bagi pedagang di daerah.

“Ketersediaan aman. Tapi kalau Bapanas tetap berkeras harus Rp140 ribu, saya mundur memenuhi kebutuhan. Tidak mau meneruskan risiko,” ujar Thamrin, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, dengan harga jual Rp150 ribu per kilogram saja, pedagang masih belum memperoleh keuntungan yang layak. Apalagi sebagian besar pasokan sapi untuk Pulau Bintan didatangkan dari Lampung dengan biaya distribusi yang cukup tinggi.

“Kalau Rp150 ribu tidak ada untung. Kalau Rp170 ribu pun untungnya tipis, karena ongkosnya tidak main-main. Itu yang tidak dihitung,” katanya.

Thamrin menilai kebijakan harga acuan seharusnya mempertimbangkan kondisi masing-masing daerah, terutama wilayah kepulauan seperti Tanjungpinang dan Bintan yang memiliki biaya logistik lebih besar.

Saat ini, ia mengaku memiliki 17 ekor sapi di kandang dan dalam waktu dekat akan mendatangkan tambahan 11 ekor dari Lampung untuk memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran.

Meski demikian, pihaknya masih menunggu kebijakan lanjutan dari Bapanas terkait fleksibilitas harga jual di daerah.

Selain itu, ia juga menyoroti minimnya penjualan jeroan yang berdampak pada perputaran modal pedagang.

“Kami juga minta ada jaminan soal harga. Sekarang jeroan kurang laku, otomatis modal yang harus dikeluarkan juga tinggi,” pungkasnya. (*)

Artikel Pedagang Ancam Naikkan Harga Daging Sapi Jadi Rp170 Ribu per Kg Jelang Idul Fitri 2026 pertama kali tampil pada Kepri.

Garuda dan Citilink Pangkas Harga Tiket Ekonomi Hingga 18 Persen, Ini Tanggal Pembelian

0
Pesawat Garuda Indonesia tengah diparkir di bandara Soekarno-Hatta. (f.bloomberg)

batampos – Kabar baik bagi masyarakat yang bersiap mudik Lebaran 2026. Garuda Indonesia bersama anak usahanya, melakukan penyesuaian harga tiket penerbangan kelas ekonomi guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama masa mudik.

Dalam hal ini, Garuda Indonesia telah menyesuaikan harga tiket untuk pembelian melalui seluruh kanal penjualan mulai 10 Februari hingga 29 Maret 2026.

Adapun periode penerbangan yang mendapatkan insentif berlaku pada 14–29 Maret 2026. Kebijakan ini mengacu pada PMK Nomor 4 Tahun 2026, KP-DJPU 27 Tahun 2026, dan KM 43 Tahun 2026. Sementara itu, Citilink memberlakukan penyesuaian harga tiket kelas ekonomi efektif sejak 11 Februari 2026.

Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Untoro menyampaikan kebijakan ini diharapkan memperluas aksesibilitas layanan transportasi udara dengan segmentasi pasar yang saling melengkapi dalam Garuda Indonesia Group.

“Kami mendukung langkah Pemerintah dalam menghadirkan kebijakan stimulus yang terkoordinasi dan berdampak langsung bagi masyarakat. Kebijakan ini menegaskan pentingnya konsolidasi kebijakan secara strategis untuk memperkuat peran maskapai nasional sebagai penyedia layanan publik, khususnya pada periode peak season Lebaran,” ujar Thomas dalam keterangannya, Jumat (13/2/2026).

Dia membeberkan, penyesuaian harga tiket Lebaran 2026 diproyeksikan berada pada kisaran 17–18 persen. Penurunan ini didukung kombinasi insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 100 persen, serta penyesuaian Passenger Service Charge (PSC) dan fuel surcharge.

Thomas menambahkan, proyeksi pertumbuhan volume penumpang pada Lebaran 2026 menunjukkan tren positif. Hal ini diharapkan dapat mendorong optimalisasi kapasitas dan jaringan penerbangan Garuda Group, dengan tetap mengedepankan standar keselamatan serta kualitas layanan.

Pihaknya berharap kebijakan ini dapat menjadi fondasi berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem aviasi nasional. “Sinergi antara Pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan menjadi kunci agar sektor penerbangan memperkuat peran sentralnya sebagai penggerak konektivitas, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tutupnya.(*)

Artikel Garuda dan Citilink Pangkas Harga Tiket Ekonomi Hingga 18 Persen, Ini Tanggal Pembelian pertama kali tampil pada News.

PELNI Batam Tambah KM Ngapulu Perkuat Angkutan Lebaran 2026

0
Kapal Pelni sedang berlayar. f. istimewa

batampos

– PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menyiapkan penguatan armada untuk Angkutan Lebaran 2026 dengan menambah operasional KM Ngapulu guna mendukung layanan rutin KM Kelud pada rute dari dan menuju Batam.

Kepala Cabang Pelni Batam, Edwin Kurniansyah, mengatakan penambahan kapal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran.

“Selain KM Kelud, pada masa Angkutan Lebaran 2026 direncanakan ada tambahan KM Ngapulu yang akan membantu layanan di Batam,” ujar Edwin, Jumat (13/2).

Menurut dia, langkah ini juga mempertimbangkan tingginya mobilitas penumpang pada momen hari besar keagamaan, sebagaimana terjadi pada periode sebelumnya.

Berdasarkan Sertifikat Keselamatan Kapal Penumpang (SKKP) yang berlaku, KM Kelud memiliki kapasitas normal 2.607 penumpang dan kapasitas dispensasi 3.457 penumpang.

Sementara itu, KM Ngapulu memiliki kapasitas normal sekitar 2.000 penumpang lebih dan kapasitas dispensasi yang dapat menampung hingga mendekati 3.000 penumpang, sesuai ketentuan yang berlaku.

Secara nasional, kuota diskon tarif untuk Angkutan Lebaran 2026 mengikuti anggaran yang diberikan pemerintah sebesar Rp42,3 miliar atau potongan 30 persen dari tarif dasar kelas ekonomi.

Program diskon tersebut berlaku untuk seluruh ruas kapal penumpang Pelni dengan periode keberangkatan 11 Maret hingga 5 April 2026.

Kebijakan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran, sekaligus menjaga daya beli masyarakat serta kelancaran transportasi laut di berbagai wilayah Indonesia.

Edwin menambahkan, pada Angkutan Lebaran 2025 lalu, rute Batam–Belawan (Sumatra Utara) tercatat sebagai lintasan terpadat dengan jumlah penumpang mencapai 25.692 orang.

“Sementara rute sebaliknya, Medan–Batam, mencatatkan 21.592 penumpang dan menjadi rute terpadat kedua. Karena itu, penguatan armada ini penting untuk mendukung kelancaran arus mudik,” katanya.

Dengan tambahan KM Ngapulu pada Lebaran 2026, Pelni Batam berharap kapasitas angkut penumpang semakin optimal, khususnya untuk rute-rute padat dari dan menuju Batam. (*)

Artikel PELNI Batam Tambah KM Dorolonda Perkuat Angkutan Lebaran 2026 pertama kali tampil pada Metropolis.

Keluarga Korban Apresiasi Gerak Cepat Kepoliain Ungkap dan Tangkap Pelaku Curas Lansia di Lubukbaja

0
Penangkapan pelaku curas. f. Humas polsek Lubukbaja untuk Batam pos

batampos – Pengungkapan cepat kasus pencurian dengan kekerasan terhadap lansia di Lubuk Baja mendapat apresiasi dari pihak keluarga korban. Anton Hasanudin, anak dari Etty Suhanti (75), menyampaikan rasa terima kasih atas kesigapan aparat kepolisian yang berhasil menangkap pelaku hanya dalam hitungan jam setelah laporan dibuat.
“Kami sekeluarga berterima kasih kepada Polsek Lubuk Baja yang bergerak cepat. Harapan kami, pelaku mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatannya,” ujar Anton, Jumat (13/2/2026).

Seperti diketahui, Etty menjadi korban pencurian dengan kekerasan di rumahnya di Kampung Dalam, Kelurahan Baloi Indah, Rabu (11/2) pagi. Korban mengalami lebam dan pembengkakan di bagian mata kanan setelah dipukul dari belakang hingga sempat tak sadarkan diri.

Pelaku berinisial DD diketahui merupakan teman anak korban yang kerap datang bertamu. Dengan modus berpura-pura meminta dibuatkan kopi dan menyuruh korban membeli rokok, pelaku memanfaatkan kelengahan korban sebelum akhirnya memukul dan merampas gelang emas seberat 60 gram yang dikenakan korban.

Kapolsek Lubuk Baja, Deni Langie, menjelaskan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan. “Tim melakukan olah TKP dan penyelidikan, termasuk memeriksa rekaman CCTV. Kurang dari enam jam, pelaku berhasil kami amankan di kawasan Aviari, Batu Aji,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan, gelang emas korban telah dijual kepada seseorang berinisial IB yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Uang hasil penjualan sebesar Rp22.550.000 turut diamankan sebagai barang bukti.

Meski pelaku telah ditangkap, Kapolsek menegaskan penyelidikan tidak berhenti sampai di situ. Polisi masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain serta menelusuri rekam jejak dan sepak terjang pelaku, termasuk dugaan apakah pernah melakukan aksi serupa di lokasi lain.
“Kami akan terus mengembangkan kasus ini. Termasuk memburu penadah dan menelusuri apakah ada korban lain,” tegasnya.

Saat ini pelaku ditahan dan dijerat Pasal 479 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman maksimal sembilan tahun penjara. Polisi juga kembali mengimbau masyarakat, khususnya warga lanjut usia, agar lebih waspada terhadap tamu yang datang dengan berbagai modus, meski sudah dikenal sekalipun.(*)

Artikel Keluarga Korban Apresiasi Gerak Cepat Kepoliain Ungkap dan Tangkap Pelaku Curas Lansia di Lubukbaja pertama kali tampil pada Metropolis.