Ade Angga menyampaikan keterangan pers terkait hasil Pilgub Kepri 2024.
batampos – Ketua Tim Pemenangan Ansar Ahmad-Nyanyang Haris Pratamura (Sayang), Ade Angga memastikan kemenangan pasangan Ansar-Nyanyang di Pilgub Kepri 2024. Ade menegaskan bahwa Ansar-Nyanyang unggul dari kandidat nomor urut 2, Muhammad Rudi-Aunur Rafiq.
“Bismillahirrahmanirrohim insha Allah pasangan Sayang memenangkan Pilkada Kepri 2024,” kata Ade, di Markas Koalisi (Mako) Sayang, Batam, Rabu (27/11/2024).
Ade meneruskan, kendati demikian, para pendukung dan relawan Sayang tidak boleh berpuas diri terlebih dahulu. Lantaran perjalanan Ansar-Nyanyang ini masih panjang.
“Melalui mimbar ini kami sampaikan kepada seluruh parpol, kita belum boleh bereuforia terlalu tinggi,” ucap Ade.
Lebih lanjut, Ade meyakini, dalam masa penghitungan sampai dengan masa pleno KPU, ia memastikan tidak akan ada satu suara pun yang tidak tercatat. Ia memastikan akan menjaga sampai dengan satu suara pun.
“Kami juga memastikan bahwa tidak akan ada 1 suara pun yang hilang dari quick count,” ucapnya.
Maka dari itu, Ade menerangkan bahwa saat ini dirinya bersama dengan para relawan pendukung Sayang wajib bersyukur. Menurutnya, kemenangan ini menjadi kerja keras bagi kita semua.
“kita patut bersyukur kepada Allah SWT, berkat kerja keras, hasil ini merupakan hasil yang terbaik untuk Provinsi Kepri,” tandasnya. (*/adv)
Pasangan Calon Walikota Batam dan Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad-LiClaudia Chandra bersam tim pemanangan memberikan keterangan di rumah pemenangan Asli di Batamcenter, Rabu (27/11). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam nomor urut 02, Amsakar Achmad-Li Claudia Chandra (ASLI), optimistis memimpin hasil Pilkada Batam berdasarkan hitung cepat atau quick count sementara.
Dalam konferensi pers di Rumah Pemenangan ASLI, Sei Panas, Rabu (27/11) sore, pasangan ini mengklaim memperoleh lebih dari 60 persen suara dari total 80 persen hasil penghitungan suara yang telah masuk.
Atas itu, Amsakar menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh masyarakat Batam atas dukungan yang diberikan. “Atas nama pasangan ASLI, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada warga Batam, terutama atas kontribusi tulus mereka dalam proses demokrasi ini,” ujarnya.
Menurut dia, keberhasilan ini tidak lepas dari peran besar partai pengusung, relawan, anggota DPRD dan DPR RI, serta berbagai elemen masyarakat seperti petani, nelayan, dan buruh yang terus mendukung di sepanjang kampanye. Ia juga mengajak semua pihak untuk bersatu demi masa depan Batam.
“Kami ingin menekankan, kontestasi ini hanya bagian dari tahapan demokrasi. Saatnya kita memasuki babak baru. Jangan ada lagi faksi dan friksi. Kita semua harus bersama-sama membangun Batam menjadi lebih hebat,” kata Amsakar.
Meski hasil sementara menunjukkan keunggulan ASLI, ia menegaskan pentingnya menjaga kondusifitas kota. “Menjadi pemenang memang penting, tapi menjaga kedamaian kota ini jauh lebih penting,” lanjutnya.
Ketika ditanya soal komunikasi dengan rivalnya, Nuryanto, ia menyebut hubungan baik mereka tetap terjaga. Perbedaan dalam Pilkada tidak seharusnya menciptakan jarak antar kandidat. Amsakar bahkan sempat bercanda, mengakui telah mencoba menghubungi Nuryanto usai pencoblosan untuk berkelakar.
“Saya dan Cak Nur (Nuryanto) bersahabat baik. Kami tinggal di kawasan yang sama, dan komunikasi tetap berjalan. Saya ingin bilang, ‘Cak Nur, jangan lupa pilih nomor 2′, kira-kira begitu. Bisa jadi Cak Nur pun akan berbicara sama. Tapi mungkin beliau lagi sibuk, tak sempat mengangkat (telfon),” katanya sambil tertawa.
Sementara itu, Li Claudia turut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Batam, baik yang memilih maupun tidak memilih pasangan ASLI. Dia juga memberikan apresiasi khusus kepada kelompok, khususnya para emak-emak yang aktif mendukung selama masa kampanye. Ia meminta doa agar pasangan ASLI selalu sehat untuk melayani masyarakat dengan maksimal.
“Kami akan bekerja untuk semua masyarakat Batam tanpa perbedaan. Kami mengabdi setulus hati,” katanya.
Ketua Tim Pemenangan ASLI, Iman Sutiawan menyebut, meski hasil quick count menunjukkan keunggulan, tugas tim belum selesai. Dia mengingatkan pendukung ASLI agar tidak terlena dalam euforia.
“Kami masih mengawal proses penghitungan suara hingga selesai dan diumumkan secara resmi oleh KPU. Ini adalah tanggung jawab besar. Kami akan terus memastikan kemenangan ini terjaga hingga penetapan resmi,” kata dia.
Di sisi lain, Iman mengapresiasi kerja keras seluruh elemen yang terlibat, mulai dari tim koalisi hingga relawan yang bekerja tanpa henti. Kemenangan adalah milik bersama, dan dia meyakini Batam menjadi lebih baik di bawah kepemimpinan Amsakar-Li Claudia. (*)
Petugas BP3MI mendara pekerja migran Indonesia yang baru tiba di pelabuhan Internasional Batam Center, Rabu (27/11). Para PMI ini dipulangkan dari Malaysia. F Cecep Mulya na/Batam Pos
batampos – Wawan, seorang pria tua yang duduk di kursi roda, tidak mampu membendung tangis saat bertemu dengan Miftahul, seorang pria muda, di Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter, Rabu (27/11). Keduanya adalah ayah dan anak kandung yang telah berpisah selama 7 tahun.
Perpisahan mereka bermula pada tahun 2018, ketika Wawan memutuskan menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia. Untuk masuk ke Malaysia, Wawan menggunakan visa pelancong, namun kemudian bekerja secara ilegal di salah satu perusahaan di sana.
Sebelum bertemu dengan anaknya, kursi roda yang membawa Wawan terlihat didorong oleh seorang petugas dari area kedatangan. Wawan kini harus menggunakan kursi roda karena tidak mampu berjalan normal setelah mengalami stroke beberapa bulan lalu.
Wawan adalah salah satu dari 127 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dideportasi oleh Malaysia karena tinggal atau bekerja tanpa izin. Ia bersama WNI lainnya tiba di Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter sekitar pukul 13.09 WIB setelah bertolak dari Pelabuhan Situlang Laut, Malaysia.
Di depan ruang kedatangan, mata Wawan tampak bingung. Ia terlihat mencari seseorang tetapi ragu untuk berbicara. Tiba-tiba, tangannya yang lemah mengangkat sebuah ponsel dan meminta tolong kepada seseorang. “Tolong carikan WA, saya mau telepon anak,” ucapnya pelan.
Melalui ponselnya, Wawan menghubungi seorang bernama Miftahul. Ekspresi bahagia langsung terlihat di wajahnya ketika panggilan itu dijawab.
Tak lama kemudian, seorang pemuda berlari mendekatinya dan langsung memeluk Wawan. Keduanya menangis terharu. “Ini anak kedua saya,” ujar Wawan sambil terisak.
Miftahul, pemuda berusia 27 tahun itu, mengaku baru tiba di Batam untuk menjemput ayahnya. Mereka telah berpisah selama 7 tahun.
“Waktu mau berangkat, bapak sehat. Tapi yang paling penting sekarang bapak bisa pulang. Sudah 7 tahun kami berpisah,” kata Miftahul sambil menangis.
Momen pertemuan Wawan dan anaknya membuat beberapa PMI lain merasa iri, termasuk seorang pria tua lain yang juga duduk di kursi roda. Ia tampak sulit berbicara dan terus menangis karena tidak ada keluarga yang menjemputnya.
Kepala BP3MI, Imam R, mengatakan bahwa sebanyak 127 PMI dipulangkan dengan berbagai alasan, mulai dari tidak memiliki izin kerja hingga tinggal melebihi batas waktu yang diizinkan.
“Dari 127 WNI yang dipulangkan, sebagian ada yang menjalani hukuman di Malaysia, sementara lainnya meminta dipulangkan karena sakit atau usia lanjut,” jelas Imam di tengah proses pemulangan PMI di Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter.
Menurut Imam, sebagian besar PMI yang dideportasi adalah laki-laki, dengan jumlah 98 orang. Selain itu, terdapat 27 perempuan dan 3 anak-anak. Ratusan PMI tersebut akan ditampung sementara di rumah penampungan BP3MI di Batamcenter.
“Untuk sementara waktu mereka akan berada di penampungan untuk pendataan. Setelah itu, baru dipulangkan ke daerah masing-masing,” imbuh Imam.
Ia juga menjelaskan bahwa mayoritas PMI yang dipulangkan berasal dari wilayah timur Indonesia, Jawa, hingga Sumatera. Semuanya berada di Malaysia secara ilegal.
Tantowi Yahya, Presiden UID dan Duta Besar Keliling untuk Pasifik.
batampos – Dalam semangat mewujudkan dunia yang lebih harmonis dan berkelanjutan, Yayasan United In Diversity (UID) akan menggelar Tri Hita Karana Universal Reflection Journey (THK U) pada 14 Desember 2024 di Kura Kura Bali.
Acara ini menjadi bagian dari upaya mendukung Deklarasi Bersama Istiqlal, yang menyerukan persatuan global dalam menghadapi tantangan masa depan.
Berlatarkan keindahan alam Bali, THK U menjadi ruang refleksi dan dialog untuk para pemimpin dunia. Acara ini bertujuan menemukan solusi atas tantangan global dengan mengedepankan nilai-nilai 5P Global Movement: Perdamaian, Kesejahteraan, Manusia, Bumi, dan Kemitraan.
“Tri Hita Karana Universal Reflection Journey adalah panggilan bagi kita semua untuk berhenti sejenak, merefleksikan tantangan dunia, dan merumuskan solusi yang berakar pada harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas,” ujar Tantowi Yahya, Presiden UID dan Duta Besar Keliling untuk Pasifik, dalam keterangan pers.
Menurut Tantowi, acara ini juga menjadi platform kolaborasi dan inovasi yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan, keberlanjutan, dan perdamaian. “Dalam masa penuh tantangan ini, penting bagi kita untuk bekerja bersama, menciptakan masa depan yang lebih harmonis dan bahagia bagi generasi mendatang,” tambahnya.
THK U akan menghadirkan tokoh-tokoh berpengaruh, seperti Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, Luhut B. Panjaitan (Ketua Dewan Ekonomi Nasional), Menteri Agama, Nasaruddin Umar; dan Mari Elka Pangestu (Utusan Khusus Presiden untuk Perdagangan Internasional dan Kerjasama Multilateral). Bersama, mereka akan menyuarakan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan membahas langkah konkret untuk menjembatani kesenjangan sosial, ekologis, dan spiritual.
Dalam nuansa Nyepi Bali, kegiatan ini juga akan mencakup sesi penyalaan lilin sebagai simbol harapan. Para peserta dari seluruh dunia dapat bergabung secara daring melalui Zoom, memperkuat pesan persatuan dan empati untuk menciptakan harmoni yang mendalam antara manusia dan alam.
Filosofi Tri Hita Karana yang mengilhami acara ini mengajak semua pihak untuk kembali terhubung, merefleksikan tantangan, dan bersama-sama mencari jalan keluar. “Keterlibatan Anda akan membawa inspirasi besar. Mari bersama-sama menciptakan masa depan berkelanjutan melalui kolaborasi dan inovasi,” ujar Tantowi, mengakhiri pesannya.
THK U diharapkan menjadi langkah nyata menuju dunia yang lebih damai, makmur, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat semangat global untuk perubahan transformatif. (*)
batampos – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait atau Ara mengakui akan memberikan hadiah Rp 8 miliar kepada mereka yang berhasil menemukan Harun Masiku, yang merupakan salah satu buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ara menyebut hal itu menjadi salah satu bentuk partisipasi publik agar di negara ini tidak ada orang yang kebal hukum.
“Iya dong, kita kan partisipasi publik. Kita kan berharap negara ini tidak ada (yang) kebal hukum. Masa ada orang yang sudah bertahun-tahun tersangka, kok bisa bebas berkeliaran?” kata Ara kepada wartawan disela kunjungan kerjanya di Stasiun Manggarai, Jakarta, Rabu (27/11).
Ia menduga, Harun Masiku yang tak kunjung ditangkap telah melibat orang besar di dalamnya. Sehingga, kata dia, dirinya tertarik untuk berpartisipasi dalam pengungkapannya.
Dengan begitu, lanjut Ara, hukum di negara Indonesia tidak boleh kalah dengan koruptor. Sehingga dipastikan tidak ada orang yang kebal hukum di negara ini.
“Menurut saya pasti ini kan melibatkan kasus besar, melibatkan orang besar. Ya, kita partisipasi dong. Sebagai warga negara, saya diberkati sama Tuhan, saya ada rezeki,” ujar Ara.
“Kita pengen negara ini tidak kalah dengan koruptor. Orang tanah koruptor saja kita jadikan rumah buat rakyat. Jadi nggak boleh ada orang yang kebal hukum di negara ini,” sambungnya.
Dia menilai, soal kasus yang menjerat Harun Masiku itu sudah lama tidak ada perkembangan. Oleh sebabnya, dia mengambil inisiatif sebagai orang pribadi.
“Karena sudah lama-lama nggak ada perkembangannya, saya mengambil inisiatif sebagai pribadi boleh dong, untuk memberikan semangat kepada masyarakat. Dan saya dapat respons positif. Jadi, banyak yang semangat untuk bisa memberikan informasi, mencari Harun Masiku,” jelas dia.
“Orang itu kok hebat sekali sih? Berapa tahun nggak ketemu, nggak ada jejaknya. Nah dengan sekarang kan isu ini terbuka lagi, hangat lagi …. Apa salahnya saya memberikan itu? Kan partisipasi publik, orang uang pribadi kok,” pungkasnya.
Sebelumnya, viral di media sosial sebuah video Maruarar yang menyinggung soal niat Hasto yang akan memberikan buku berjudul ‘Politik Itu Suci’ yang ditulis oleh ayahanda Ara, yakni Sabam Sirait. Namun, Ara mengaku hingga kini belum menerima buku tersebut.
“Bukunya Politik Itu Suci belum saya terima. Tolong ya kita terima dari Mas Hasto dan pasti saya senang sekali kalau dapat itu dan membuat saya tambah semangat,” kata Ara dalam video tersebut.
Dia pun mengaku heran, mengapa sosok Harun Masiku yang merupakan buronan sampai saat ini masih belum bisa ditangkap. Itu sebabnya ia tertarik memberi Rp8 miliar bagi siapapun yang menemukannya.
“Harun Masiku itu siapa sih? Kok bertahun-tahun enggak bisa ditangkap ya. Saya akan kasih bonus bagi yang bisa menangkap Harun Masiku Rp8 miliar uang pribadi saya ya, supaya semangat, supaya di negara ini tidak ada yang kebal hukum. Dan saya gunakan berkat dari Tuhan itu untuk memberantas korupsi yang ada di Indonesia,” ungkap Ara.
Dalam video itu, bahkan Ara terlihat mengajak Hasto untuk bersama-sama mencari Harun Masiku. “Ayo Mas Hasto kita cari Harun Masiku sama-sama supaya jelas terang benderang,” pungkasnya. (*)
Sekda Bintan, Ronny Kartika menghadiri kegiatan FGD antara pihak BPS Bintan dan pelaku usaha di Bintan Agro Beach Resort, Kecamatan Gunung Kijang, Selasa (26/11/2024). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos– Pelaku usaha di Bintan diminta tidak ragu dan tidak perlu khawatir dalam memberikan data ke Badan Pusat Statistik (BPS).
Hal ini disampaikan Sekda Bintan, Ronny Kartika saat membuka kegiatan forum group discussion (FGD) antara pihak BPS Bintan dan pelaku usaha di Bintan Agro Beach Resort, Kecamatan Gunung Kijang, Selasa (26/11/2024).
Menurutnya, data yang diberikan pelaku usaha ke BPS dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah kebijakan ke depan.
Masih menurutnya, data yang diberikan ke BPS ke pemerintah daerah merupakan salah satu dasar untuk menghitung bagaimana naik turunnya tingkat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bintan.
Hal ini juga untuk menghitung data pertumbuhan indikator lainnya.
Maka dari itu, dia meminta para pelaku usaha yang ada di Bintan untuk dapat berkolaborasi dengan BPS dalam menghasilkan data berkualitas sebagai acuan pemerintah daerah dalam mengambil langkah kebijakan bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, dia mengatakan, pertumbuhan perekonomian Bintan pada tahun 2023 telah mengalami pertumbuhan sekitar 6,14 persen atau telah meningkat sekitar 1,70 persen poin dari tahun sebelumya tahun 2022 yaitu sekitar 4,44 persen.
“Tahun 2023, tingkat pertumbuhan ekonomi di Bintan telah melesat naik dari tahun-tahun terakhir sebelumnya,” ujarnya.
Dia berharap, tahun 2024 ini capaian pertumbuhan ekonomi di Bintan juga dapat bertumbuh dengan lebih baik lagi.
Kegiatan dalam upaya mendukung pelaksanaan sensus ekonomi pada tahun 2026 ini, Ronny menyerahkan piagam penghargaan responden perusahaan dan hotel terbaik di Bintan didampingi Kepala BPS Kepri, Margaretha Ari Anggorowati dan Kepala BPS Bintan, Nur Ihklas. (*)
batampos – Diluar prediksi, Kota Batam yang digadang-gadang menjadi basis kemenangan pasangan Rudi-Rafiq ternyata tak terbukti. Diluar prediksi, justru pasangan petahana Ansar-Nyanyang berhasil mengambil suara Walikota Batam ex-officio Kepala BP Batam di kota Madani tersebut.
Bahkan perbandingan perolehan keduanya terpaut sangat jauh, dimana jika dibandingkan suara yang masuk sebanyak 85,85 persen, sesuai penghitungan cepat Ansar-Nyangan berhasil mengumpulkan suara 54,86 persen. Sedangkan Rudi-Rafik hanya berhasil mengumpulkan suara 45,14 persen.
Saat berita ini di rilis tampak Ansar Ahmad dan calon Wakilnya Nyanyang Haris Pratamura bersama seluruh tim pemenangan sedang berada di Markas Pemenangan di Lubuk Baja Kota Batam.
“Terimakasih kepada semua tim, simpatisan dan relawan. Ini bukan hasil dari kerja saya sendiri, tapi kerja kita semua,” ujarnya.
Ansar pun mengajak para pendukungnya dan seluruh masyarakat Kepri untuk sama-sama menunggu hasil penghitungan yang sedang di lakukan oleh KPU dan kemudian diumumkan secara resmi nantinya.(*/adv)
Pencarian terhadap Martin Taufik, seorang karyawan PT. Infineon yang dilaporkan hilang terseret arus saat berenang di Pantai Melayu, Pulau Rempang, Kota Batam, terus berlangsung hingga Rabu (27/11).
batampos – Upaya pencarian terhadap Martin Taufik, seorang karyawan PT. Infineon yang dilaporkan hilang terseret arus saat berenang di Pantai Melayu, Pulau Rempang, Kota Batam, terus berlangsung hingga Rabu (27/11). Namun, memasuki hari kedua, pencarian masih belum membuahkan hasil.
“Masih nihil. Tim gabungan masih di lokasi melakukan pencarian,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Fazzli.
Insiden terjadi pada Senin (25/11) sekitar pukul 16.00 WIB, saat cuaca buruk melanda kawasan pantai. Korban sebelumnya sudah diperingatkan oleh pengelola pantai untuk tidak berenang karena kondisi cuaca yang tidak mendukung. Namun, beberapa saat kemudian, pelampung milik korban ditemukan di tepi pantai, sementara dirinya tidak terlihat. Kendaraan dan barang pribadinya masih tertinggal di lokasi.
Menurut Fazzli, pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 17.50 WIB dan langsung menurunkan delapan personel dari Pos SAR Batam untuk melakukan koordinasi dan pencarian di lokasi kejadian. Pencarian dilakukan dengan menyisir area laut pada koordinat lintang 0°51’15.58″ ULS dan bujur 104°8’40.78″ TBT.
Namun, kondisi cuaca buruk menjadi kendala utama. Hujan deras dan angin kencang mengurangi visibilitas, sehingga menyulitkan proses pencarian. “Kondisi cuaca saat ini sangat menghambat. Angin dan gelombang cukup tinggi, sehingga pencarian membutuhkan kewaspadaan ekstra,” jelas Fazzli.
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polsek Galang, Polairud Polresta Barelang, Polairud Polda Kepri, dan pengelola Pantai Melayu, dibantu masyarakat setempat, terus melakukan pencarian. Alat utama yang digunakan dalam operasi SAR meliputi satu unit Rescue Car D-Max, satu set peralatan komunikasi, dan perlengkapan medis pendukung lainnya.
Rencana Operasi SAR Hari Kedua Operasi pencarian hari kedua dimulai pukul 07.00 WIB, dengan pembagian dua Satuan Respon Unit (SRU). SRU 1 mulai melakukan pencarian pukul 08.00–13.00 WIB sedangkan SRU 2 melanjutkan pencarian pukul 13.00–19.00 WIB.
“Kondisi cuaca saat ini hujan dengan gelombang laut 0,5 meter hingga 1,25 meter, ” tuturnya.
Fazzli mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi arahan dan peringatan saat berada di kawasan wisata, terutama pantai yang rawan kecelakaan, khususnya saat cuaca buruk.
Pencarian akan terus dilanjutkan hingga ada tanda-tanda keberadaan korban. Tim SAR berharap cuaca segera membaik agar proses pencarian dapat berjalan lebih optimal. (*)
Lis Darmansyah bersama keluarga menyalurkan hak pilih di TPS 20 Batu 9. F. Mohamad Ismail/BATAM POS
batampos– Pasangan calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang nomor urut 2, Lis Darmansyah dan Raja Ariza mengklaim telah menang di Pilkada 2024 Tanjungpinang.
Berdasarkan hitung cepat, Lis dan Raja menang 69,41 persen, dari jumlah suara yang masuk sebanyak 28.880 suara. Sementara paslon nomor urut 1 Rahma-Rizha Hafiz hanya meraup 30,26 persen saja.
“Ini berdasarkan hitung cepat. Perolehan suara ini juga bukan kehebatan kami berdua, tapi keinginan warga yang ingin Tanjungpinang dibenahi,” kata Lis Darmansyah, Rabu (27/11) sore.
Menurutnya, warga yang memilih Lis-Raja merupakan pilihan yang rasional. Sebab, saat ini banyak masyarakat yang menunggu kerja nyata dari paslon nomor urut 2 tersebut.
“Banyak masyarakat yang menunggu kerja nyata kita. Seperti UMKM yang menunggu Tanjungpinang dibenahi,” pungkasnya. (*)
Ilustrasi. Normalisasi drainase induk di Seibeduk. Pengerukan ini untuk mengatasi banjir di wilayah tersebut. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
batampos– Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam menyiapkan 17 unit alat berat untuk mengantisipasi potensi banjir di wilayah setempat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Batam dalam menghadapi musim hujan dan banjir yang kerap terjadi.
“Semua alat berat sudah didistribusikan ke seluruh kecamatan di Kota Batam untuk digunakan dalam proses normalisasi saat terjadi banjir,” kata Kepala DBMSDA Kota Batam, Suhar, Rabu (27/11).
Ia menjelaskan bahwa alat berat yang disiagakan terdiri dari berbagai jenis, seperti excavator biasa dan long arm, amphibi, backhoe loader, backhoe medium, backhoe mini, hingga dump truck
. “Total 17 unit alat berat siap digunakan untuk berbagai keperluan penanganan banjir,” tambahnya.
DBMSDA mencatat ada 19 titik rawan banjir di Kota Batam yang menjadi prioritas penanganan. Untuk mengatasi hal ini, langkah normalisasi saluran air dilakukan secara rutin menggunakan alat berat dan tenaga manusia.
Selain itu, koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera IV (BWSS IV) Kepulauan Riau juga terus dilakukan sesuai dengan kewenangan masing-masing.
“Kami terus memperbarui data terkait titik-titik banjir, memastikan penanganan yang efektif dan cepat,” ujar Suhar.
Dalam upaya mengantisipasi banjir, DBMSDA juga menjalin kerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperbarui informasi cuaca. Informasi ini disampaikan kepada camat dan lurah, yang kemudian diteruskan kepada masyarakat agar dapat melakukan langkah-langkah antisipasi, khususnya menghadapi banjir rob.
“Kami juga mengimbau masyarakat melalui camat dan lurah untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama memastikan saluran air tidak tersumbat oleh sampah,” jelas Suhar.
Langkah ini menunjukkan komitmen Pemkot Batam dalam mengurangi risiko banjir di kota yang memiliki banyak titik rawan genangan. Dengan alat berat yang siaga di lokasi-lokasi strategis, normalisasi saluran air dapat dilakukan lebih cepat untuk meminimalisir dampak buruk banjir terhadap masyarakat.
“Kami terus berupaya agar setiap langkah pencegahan berjalan optimal. Semoga masyarakat juga mendukung dengan menjaga lingkungan,” ujarnya. (*)