
batampos– Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tanjungpinang memastikan kasus dugaan kekerasan terhadap seorang wartawan di Kota Tanjungpinang, Kepri bernama Novendra alias Era masih terus bergulir.
Sejauh ini, Satuan Reserse Kriminal Polresta Tanjungpinang telah memeriksa sebanyak empat orang saksi, yang mengetahui aksi kekerasan yang terjadi pada Selesa, 26 November lalu tersebut.
BACA JUGA: Wartawan Dapat Kekerasan Saat Bertugas, Ini Kata PWI Kepri
“Masih terus berjalan (kasus) kekerasan. Sudah ada tiga orang yang diperiksa, termasuk pelaku. Empat orang saksi sama korban,” kata Kepala Seksi Humas Polresta Tanjungpinang, Iptu Sahrul Damanik, Rabu (11/12).
Ia menegaskan, kasus kekerasan yang dialami wartawan digital news tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Setelah keterangan saksi lengkap, penyidik akan melakukan gelar perkara.
“Masih dalam penyelidikan. Setelah itu akan kita lakukan gelar,” pungkasnya.
Aksi kekerasan tersebut, terjadi saat Era sedang melakukan kegiatan peliputan Pilkada 2024 di dekat rumah salah satu calon Walikota Tanjungpinang, pada Selasa, 26 November. Kala itu, ia dipukul dan dicekik oleh beberapa orang, yang diduga tim pemenangan calon tersebut.
“Saya dicekik dan dipukul beberapa orang saat liputan,” sebutnya.
Kedatangan Era ke lokasi kejadian untuk melakukan liputan atas informasi penggeledahan salah satu rumah atas dugaan Money Politics yang diduga melibatkan tim pemenangan paslon 01.
Tapi setibanya lokasi, Era menyebut, tiba-tiba didatangi beberapa orang yang tak dikenal yang keluar dari rumah Rahma. Usai bersalaman salah satu oknum inisial HH langsung melakukan pemukulan pada topi-nya.
“Kemudian dilanjutkan dengan mencekik leher korban dan membenturkan kepalanya ke kepala wartawan ini,” pungkasnya. (*)
Reporter: M Ismail
Artikel Polisi Sudah Periksa 4 Saksi, Kasus Kekerasan Wartawan yang Dialami Wartawan saat Bertugas pertama kali tampil pada Kepri.








