batampos – Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara penyerahan secara digital Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2025. Meski disusun pada masa pemerintahan Joko Widodo, DIPA dan TKD itu telah mengakomodasi program-program Prabowo.
Dalam laporannya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa penyusunan APBN 2025 telah melalui tahap konsultasi dengan berbagai pihak. ”Pemerintah bersama DPR telah melakukan komunikasi dan konsultasi dengan presiden terpilih agar program pembangunan prioritas dapat diakomodasi secara optimal dalam APBN 2025,” ujar perempuan yang akrab disapa Ani itu.
Dia menyatakan, Indonesia mampu mempertahankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan dengan menjaga stabilitas. Gejolak krisis global dan pandemi Covid-19, menurut dia, membuat kondisi ekonomi tidak mudah dilalui.
”APBN 2025 disusun dengan asumsi perkembangan dan proyeksi ekonomi 2025 yang dinamis dan penuh ketidakpastian geopolitik,” ucapnya.
Kondisi ekonomi tahun ini, kata Ani, cukup baik sehingga akan menjadi pijakan untuk akselerasi target pembangunan dan pertumbuhan ekonomi 2025. Bahkan, Ani yakin tahun ini menjadi pijakan yang baik untuk lima tahun ke depan.
”Pemerintah dan DPR telah menyepakati belanja negara tahun 2025 sebesar Rp3.621,3 triliun. Meningkat 8,9 persen dibandingkan APBN 2024. Belanja pemerintah pusat mencapai Rp2.701,4 triliun,” jelas Ani.
Belanja pusat itu ditujukan untuk mendorong program prioritas pemerintahan di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, ketahanan pangan dan energi, serta perumahan.
Ani menyatakan, program unggulan pemerintahan Prabowo yang diakomodasi dalam APBN 2025 adalah makan bergizi gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, renovasi sekolah, sekolah unggulan terintegrasi, serta terciptanya lumbung pangan nasional daerah dan desa.
Sementara itu, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas utama dalam alokasi anggaran 2025. ”Di Indonesia alokasi terbesar adalah pendidikan. Demikian kita menempatkan pendidikan sebagai prioritas dan kita yakin melalui pendidikan dan pelayanan kesehatan inilah, jalan keluar sesungguhnya dari kemiskinan,” jelas Prabowo.
Dia mengungkapkan, per-lindungan sosial, bantuan sosial, dan subsidi akan menjadi langkah-langkah menuju kebangkitan ekonomi melalui hilirisasi. Namun, pendidikan dan kesehatan tetap menjadi pilar utama untuk terhindar dari kemiskinan.
”Makan bergizi juga hal yang strategis. Kita selamatkan anak-anak, tapi dengan itu kita akan memberdayakan ekonomi pedesaan, ekonomi kecamatan, ekonomi kabupaten, dan ekonomi provinsi. Puluhan triliun akan beredar di daerah-daerah,” tuturnya.
Prabowo menegaskan pentingnya subsidi dan perlindungan sosial yang tepat sasaran. Saat ini pemerintah merumuskan langkah-langkah untuk memastikan bahwa bantuan sosial dapat dirasakan secara adil dan merata. (*)
Ilustrasi pemanfaatan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) oleh pemilik mobil listrik di rest area. F. ISTIMEWA
batampos – PT PLN (Persero) memprediksi bahwa pengguna mobil listrik akan meningkat hingga 2,5 kali lipat selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Angka ini tercatat meningkat signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 2.700 unit.
”Nataru tahun lalu sekitar 2.700. Di tahun ini akan lebih dari 7.700 atau 7.800, atau bahkan bisa mendekati 8.000 unit,” kata Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, dalam konferensi pers di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/12).
Lebih lanjut dia menjelaskan, guna mendukung peningkatan mobil listrik itu, PLN akan menyediakan sebanyak 2.490 unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Lokasinya tersebar di 1.745 titik strategis di seluruh Indonesia.
Menurut Darmawan, jumlah tersebut tercatat meningkat delapan kali lipat dibandingkan dengan periode Nataru tahun sebelumnya. Untuk itu, PLN telah menyiapkan infrastruktur dan layanan yang memadai guna mendukung kenyamanan pengguna kendaraan listrik.
”Khusus untuk pengguna jalur trans Jawa dan trans Sumatra, PLN menyiapkan 500 SPKLU yang tersebar di 297 lokasi. Jumlah SPKLU yang disiagakan ini meningkat 8 kali lipat dari periode Nataru sebelumnya. Secara rata-rata SPKLU tersedia di setiap 23 kilometer pada setiap jalur mudik,” jelasnya.
Selain menyiapkan SPKLU, PLN juga telah membentuk tim khusus atau special force siaga Nataru dengan menerjunkan sebanyak 81.591 personel yang bersiaga di 1.853 posko seluruh Indonesia.
Khusus untuk di SPKLU, pihaknya menambah sekitar 6.000 personel yang akan melayani 24 jam kebutuhan pengisian kendaraan listrik.
Darmawan berharap penambahan jumlah SPKLU dapat menekan potensi terjadinya antrean kendaraan di SPKLU yang ada di sepanjang jalur mudik Nataru.
”Tahun lalu Alhamdulillah antrean di SPKLU bisa kami kelola dengan baik. Nah, tentu saja di tahun ini harapan kami juga antrean di SPKLU bisa berjalan lebih lancar lagi,” pungkasnya. (*)
Kondisi tempat sementara penyebrangan ke Pulau Penyengat di Pelabuhan Kuala Riau, Selasa (10/12). F. Mohamad Ismail/BATAM POS
batampos– Dari sekian banyak penambang pompong yang melayani warga dan wisatawan ke Pulau Penyengat, hanya ada tujuh penambang yang mau standby menunggu penumpang di Pelabuhan Kuala Riau.
Pelabuhan Kuala Riau sendiri saat ini dijadikan tempat penyebrangan ke Pulau Penyengat untuk sementara waktu. Hal ini, disebabkan kondisi dermaga Pelantar Kuning, yang tidak lagi layak digunakan.
“Dari 60 sudah ada 7 orang penambang yang bersedia pindah ke lokasi sementara,” kata Kepala Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Kepri, Awaluddin, Selasa (10/12).
Meskipun masih banyak penambang pompong yang enggan pindah, BUP tetap berkolaborasi dengan penambang pompong untuk bersedia membawa penumpang yang hendak menyebrang ke Pulau Penyengat melalui Pelabuhan Kuala Riau.
“Nanti kita kolaborasi dengan sistem Call atau jika ada penumpang, maka akan kita panggil penambang yang ada di Pelantar Kuning,” sebutnya.
Per 10 Desember hari ini, sudah mulai diberlakukan untuk pemberlakuan lokasi baru, mengingat pelantar kuning yang sudah lagi tidak layak dijadikan dermaga penyebrangan. Kendati demikian, pihaknya tidak bisa memaksa calon penumpang untuk harus menyebrang melalui Pelabuhan Kuala Riau. .
“Kami juga pastikan tidak ada perbedaan harga tiket atau tarif jika mengangkut penumpang di pelabuhan Kuala Riau,” pungkasnya. (*)
batampos – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam terus berupaya menjaga kualitas infrastruktur jalan di kota ini meski dengan keterbatasan anggaran. Dengan panjang jalan mencapai lebih dari 1.200 kilometer, sebanyak 82 persen jalan di Batam dinyatakan dalam kondisi baik, sedangkan 18 persen atau sekitar 216 kilometer masih butuh perbaikan.
Kerusakan jalan yang cukup banyak ini bisa di lihat hampir di semua penjuru Kota Batam. Yang paling parah, mi-salnya di Jalan Raja M. Saleh Simpang Cikitsu dan Jalan Selasih Simpang KBC, lubang-lubang menganga di aspal menjadi momok bagi para pengendara.
“Sangat mengerikan jalannya. Apalagi kalau sudah malam hari. Bahaya. Nyawa taruhannya,” ujar Andi, warga Perumahan Botania Garden yang setiap hari harus melewati jalur itu untuk bekerja, Jumat (29/11).
Ia menceritakan bagaimana lubang-lubang besar dan dalam di jalan itu membuat perjalanan menjadi penuh kewaspadaan. “Kalau tidak hati-hati sudah pasti jatuh,” tambahnya.
Jalan mulai dari Simpang Sincom ke arah Kampung Air Batam Center pun masih banyak lobang. Bahkan di jalan protokol seperti ruas jalan R. Suprapto, Batuaji juga masih kategori banyak kerusakan.
Ruas jalan ini menjadi langganan macet, terutama saat jam sibuk pagi dan sore hari. Penyebabnya beragam, namun yang paling dominan adalah jalan rusak di beberapa titik. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga memicu keluhan masya-rakat yang semakin meningkat.
Salah satu titik macet parah terjadi di turunan Bukit Daeng, tepatnya di sekitar u-turn dari arah Mukakuning menuju Batuaji. Setiap sore, terutama saat pekerja pulang, kemacetan panjang terjadi hingga malam hari. Jalan yang rusak membuat kendaraan harus melaju perlahan, menyebabkan penumpukan kendaraan dari tanjakan arah dam hingga ke bawah.
“Kerusakannya sudah sering diperbaiki, tapi hanya tambal sulam. Tidak bertahan lama, apalagi kalau hujan dan kendaraan berat lewat,” ujar Arlan, pengguna jalan. Ia menambahkan bahwa pelebaran jalan secara menyeluruh adalah solusi yang lebih efektif untuk mengatasi masalah ini.
Hal serupa terjadi di ruas jalan depan kawasan SP Plaza, Sagulung. Dua titik kerusakan di sekitar pusat perbelanjaan ini sering memicu kemacetan panjang. Aspal yang sebelumnya ditambal sulam kembali pecah, menciptakan jalan bergelombang dan berlubang. Kendaraan harus bergerak perlahan melewati area ini, menyebabkan antrean kendaraan yang me-ngular hingga ke depan Merapi Subur.
Sejumlah kendaraan berjalan pelan menghindari jalan rusak dan berlubang di jalan dekat Simpang Cikitsu Batam Center, Minggu (8/12).
F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Dari arah Batuaji, kondisi diperburuk oleh kendaraan angkot yang sering berhenti sembarangan di bawah jembatan penyebrangan orang (JPO) SP Plaza. Hal ini memperlambat arus lalu lintas, terutama saat sore dan malam hari.
“Butuh waktu lama untuk melewati kemacetan ini. Kalau hujan, makin parah,” keluh seorang pengemudi roda empat.
Kerusakan jalan juga menjadi pemandangan lazim di jalan menuju Pelabuhan Sagulung. Selama bertahun-tahun, jalan ini dipenuhi pecahan aspal dan lubang yang kerap mencelakakan pengendara. Meskipun masyarakat sudah beberapa kali mengusulkan perbaikan melalui musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang), hingga kini belum ada langkah konkret.
Kondisi serupa terlihat di ruas Jalan Marina City dan Ahmad Dahlan yang menuju Tanjungriau. Lubang dan gelombang memenuhi jalan ini, membuat perjalanan semakin sulit dan berbahaya. Meski sering ditambal dengan semen, perbaikan sementara tersebut justru menciptakan jalan yang tidak rata dan menambah risiko bagi pengendara.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, mengakui keterbatasan anggaran untuk memperbaiki jalan secara permanen. Proyek pelebaran jalan lima lajur yang digagas Pemko Batam belum merata di wilayah Batuaji dan Sagulung, termasuk di titik-titik yang menjadi lokasi langganan macet.
“Untuk saat ini, penanganan jalan rusak masih sebatas tambal sulam yang dilakukan oleh BP Batam. Belum ada anggaran untuk melanjutkan proyek pelebaran jalan lima lajur di Batuaji dan Sagulung,” ujar Suhar saat dikonfirmasi.
Warga Batuaji dan Sagulung semakin berharap agar pemerintah segera mengalokasikan dana untuk perbaikan menyeluruh, bukan hanya tambal sulam. Mereka merasa bahwa perbaikan permanen adalah kebutuhan mendesak mengingat kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut yang terus meningkat.
Kemacetan tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi.
“Kami sering terlambat mengantar barang karena terjebak macet. Kalau begini terus, ekonomi masyarakat jadi terhambat,” kata seorang pengemudi truk logistik.
Di sisi lain, angkutan umum seperti angkot juga mendapat sorotan. Kebiasaan ngetem sembarangan tidak hanya memperburuk kemacetan, tetapi juga membahayakan keselamatan penumpang. Penegakan aturan lalu lintas di area tersebut dinilai masih kurang tegas.
Sementara itu, masyarakat Batuaji dan Sagulung hanya bisa berharap agar perbaikan segera dilakukan. “Kami i-ngin jalan yang mulus dan lancar. Tidak perlu mewah, yang penting bisa dilewati tanpa harus takut kena macet atau kecelakaan,” ungkap seorang warga dengan nada kesal.
Kepala DBMSDA Kota Batam, Suhar, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini fokus pada perbaikan jalan yang rusak dan pembenahan drainase untuk mengurangi genangan air. Menurutnya, genangan air adalah penyebab utama rusaknya jalan di Batam.
“Musuh utama jalan adalah air. Oleh karena itu, kami tidak hanya melakukan pemeliharaan jalan, tetapi juga membenahi saluran air dan draina-se di sejumlah wilayah. Dengan langkah ini, ketahanan aspal dapat lebih lama,” ujar Suhar.
Meski memiliki tanggung jawab besar, DBMSDA Batam menghadapi kendala anggaran yang terus menurun. Pada 2024, dinas ini hanya mendapat alokasi anggaran sebesar Rp140 miliar. Jumlah tersebut jauh lebih kecil diban-dingkan Rp190 miliar pada 2023 dan sekitar Rp300 miliar per tahun di masa sebelum-nya.
”Dengan panjang jalan yang setara dengan rute Jakarta ke Surabaya, anggaran yang kami dapat sangat terbatas. Ini menjadi tantangan bagi kami untuk memprioritaskan mana saja yang paling mendesak,” kata Suhar.
Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari gaji pegawai, operasional kantor, hingga pro-yek fisik seperti pemeliharaan dan pembangunan jalan. Salah satu program yang diupayakan oleh DBMSDA adalah overlay, yakni penambahan lapisan aspal untuk memperbaiki kondisi fungsional dan struktural jalan. Namun, proses ini membutuhkan biaya besar sehingga pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.
“Melihat usia jalan, banyak yang sudah membutuhkan overlay. Kami usulkan anggarannya karena pekerjaan ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit, terutama untuk pengaspalan ulang pada ruas-ruas jalan yang kritis,” ungkap Suhar.
Suhar menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan jalan baru dan peningkatan kualitas jalan lama. Langkah ini diperlukan untuk memastikan seluruh ruas jalan di Batam dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
”Jalan baru terus kami tambah, tetapi kualitas jalan lama juga harus ditingkatkan. Dengan langkah ini, kami berharap kemantapan jalan bisa meningkat dari 82 persen menjadi 83 persen, atau bah-kan mencapai 100 persen secara bertahap,” jelasnya.
Untuk mendukung program pemeliharaan jalan, DBMSDA membuka pintu bagi masya-rakat untuk melaporkan kondisi jalan rusak di lingkungan mereka. Laporan tersebut dapat disampaikan langsung ke dinas atau melalui media seperti WhatsApp.
”Setiap hari kami memantau dan melakukan pemeliharaan sesuai prioritas. Jika ada laporan dari masyarakat, kami upayakan segera ditindak-lanjuti,” ujar Kepala Bidang Bina Marga, Dohar Hasibuan.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, DBMSDA Batam berharap kualitas jalan di kota ini dapat terus meningkat, mendukung aktivitas masya-rakat, dan memperkuat konektivitas antarwilayah. Meski tantangan anggaran menjadi kendala, komitmen untuk menjaga infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas utama.
”Pembangunan jalan adalah investasi jangka panjang. Kami akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk menjadikan jalan di Batam lebih baik dan tahan lama,” tutup Suhar.
Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Muhammad Rudi, mendesak Dinas Bina Marga Kota Batam untuk bisa menuntaskan proyek pemeliharaan dan pengembangan infrastruktur jalan serta pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang hingga kini belum selesai. Menurut politisi dari fraksi Gerindra penyelesaian proyek ini mesti sesuai jadwal target yang telah ditetapkan.
Pihaknya meminta agar proyek-proyek yang belum tuntas ini dapat diselesaikan tahun ini. Jika tidak, anggaran harus dikembalikan, dan proyek baru bisa dilanjutkan pada tahun 2025.
“Kami terus mendorong percepatan penyelesaian persoalan jalan rusak di Kota Batam, terutama pada triwulan ketiga. Sayangnya, masih ada yang belum selesai,” ujar Muhammad Rudi, Selasa (10/12).
Menurut Rudi, kendala uta-ma dalam penyelesaian pro-yek ini adalah faktor cuaca, sebagaimana diungkapkan oleh Dinas Bina Marga dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPRD Batam. “Meski demikian, jalan-jalan yang sudah sempat ditambal tetap menjadi prioritas utama,” jelasnya.
Lebih lanjut, Muhammad Rudi menyampaikan bahwa jika proyek tidak selesai tahun ini, anggarannya akan dimasukkan kembali ke rencana kerja tahun 2025. Pada tahun tersebut, DPRD akan berkoordinasi dengan Wali Kota Batam yang baru terpilih untuk memastikan semua proyek berjalan sesuai rencana.
“Iya termasuk pencegahan pencurian aset milik pemerintah daerah dan perlu didudukkan bersama lagi,” kata dia.
Menurutnya di Kota Batam membutuhkan sarana pendukung seperti kamera CCTv untuk mengawasi aset daerah. DPRD hanya berperan dalam penganggaran dan pengawasan, sedangkan pelaksanaan menjadi tanggung jawab pemerintah kota.
“Kami ingin memastikan pengelolaan aset daerah berjalan maksimal,” ujarnya. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan upaya peningkatan infrastruktur jalan dan penerangan di Batam dapat segera terwujud demi kenyamanan masyarakat. (*)
batampos – Menyambut Hari Ibu, Cussons Baby meluncurkan kampanye inspiratif bertajuk #BanggaJadiBunda. Kampanye ini bertujuan untuk menormalisasi apresiasi terhadap peran ibu, yang seringkali dianggap sebagai kewajiban tanpa penghargaan. Dengan mengusung tema cinta, dedikasi, dan pengorbanan, kampanye ini mengajak masyarakat untuk lebih memahami pentingnya mendukung peran ibu dalam keluarga dan masyarakat.
Peran Ibu yang Luar Biasa
Dalam acara bincang apresiasi peran ibu yang digelar di Jakarta, hadir beberapa pembicara, termasuk Eva Arisuci Rudjito (Marketing Director PZ Cussons), Vera Itabiliana Hadiwidjojo (Psikolog Klinis Anak dan Remaja), serta Sabrina Anggraini (Figur Publik dan Ibu satu anak).
Eva Arisuci menekankan pentingnya memberikan apresiasi kepada para ibu. “Lewat kampanye #BanggaJadiBunda, kami ingin mengajak masyarakat untuk menghargai peran ibu, tidak hanya sebagai figur penting dalam keluarga, tetapi juga sebagai penggerak generasi masa depan. Apresiasi yang tulus akan meningkatkan kepercayaan diri dan kebahagiaan para ibu, yang pada akhirnya berdampak positif bagi keluarga,” ujar Eva.
Menormalisasi Apresiasi untuk Ibu
Psikolog Vera Itabiliana menjelaskan bahwa apresiasi terhadap ibu merupakan kunci untuk mematahkan stereotip lama yang menganggap peran ibu hanyalah kewajiban. “Saat seorang ibu merasa dihargai, efikasi diri mereka meningkat. Hal ini membantu mereka mengelola stres, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan hubungan emosional dengan anak. Setiap ibu pantas merasa bangga atas perjuangan mereka,” ungkap Vera.
Lebih lanjut, Vera menambahkan bahwa kebahagiaan seorang ibu adalah fondasi bagi kesejahteraan keluarga. Ibu yang bahagia mampu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak dengan baik.
Cerita Inspiratif dari Sabrina Anggraini
Sabrina Anggraini, yang baru menjadi ibu satu anak, berbagi kisahnya. “Perjalanan menjadi ibu penuh tantangan. Dari menyusui hingga mengatur jadwal tidur anak, semuanya terasa baru. Tapi momen-momen kecil, seperti melihat senyum anak, membuat semua perjuangan terasa berarti. Saya bangga menjadi seorang ibu, meskipun semuanya masih jauh dari kata sempurna,” kata Sabrina.
Mengajak Seluruh Masyarakat untuk Mendukung Ibu
Cussons Baby juga menggarisbawahi pentingnya dukungan dari pasangan, keluarga, dan komunitas dalam perjalanan seorang ibu. “Kampanye ini bukan hanya tentang ibu, tetapi juga tentang mengajak semua pihak untuk memberikan dukungan. Kami ingin masyarakat memahami bahwa apresiasi, sekecil apa pun, dapat membuat perbedaan besar dalam hidup seorang ibu,” jelas Eva.
Sebagai bagian dari kampanye, Cussons Baby mengundang para ibu untuk berbagi momen sehari-hari mereka di media sosial menggunakan tagar #BanggaJadiBunda. Foto dan video yang dibagikan akan dipilih untuk ditampilkan di media promosi Cussons Baby pada 22 Desember 2024, bertepatan dengan Hari Ibu.
Komitmen Cussons Baby untuk Para Ibu
Cussons Baby, sebagai mitra terpercaya dalam perjalanan para ibu, terus menghadirkan solusi perawatan bayi yang berkualitas. Dengan kampanye ini, Cussons Baby ingin mempertegas komitmennya untuk mendukung para ibu, tidak hanya melalui produk, tetapi juga melalui inisiatif yang memberikan dampak sosial positif. (*)
Gambaran jalan layang Sei Ladi, kelak jika sudah terbangun. (istimewa)
batampos – BP Batam akan memprioritaskan pengembangan Kawasan Strategis dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi Batam sepanjang tahun 2025. Adapun kegiatan infrastruktur prioritas meliputi pengembangan prasarana pendukung konektivitas darat, prasarana bidang perumahan dan pemukiman serta sarana pengembangan kawasan industri guna mendukung Prioritas Nasional 3 yang menitikberatkan kepada akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi menyebut, perencanaan ini juga selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan ekonomi Indonesia bisa tumbuh hingga 8 persen.
“BP Batam bertugas untuk menjadikan Batam sebagai salah satu destinasi unggulan investasi di Indonesia. Melalui sejumlah perencanaan yang ada, saya optimis ekonomi Batam akan kembali tumbuh lebih dari 7,04 persen,” ujar Rudi, Selasa (10/12/2024).
Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen pada lima tahun mendatang (2025-2030), kata Rudi, target investasi rata-rata per tahun di Batam mesti sebesar Rp 115 triliun.
“Kami pun mengharapkan dukungan dari seluruh komponen daerah agar target ekonomi ini bisa tercapai. Tentunya kita semua harus saling berkolaborasi dalam menyukseskan rencana kerja pemerintah selama lima tahun mendatang,” tambahnya.
Saat ini, BP Batam tengah menggesa pengembangan terhadap beberapa sektor dalam mendukung iklim investasi dan industri unggulan yang ada. Antara lain dengan melakukan pengembangan terhadap Bandara Internasional Hang Nadim (Terminal Kargo), pengembangan Pelabuhan Batu Ampar serta pembangunan infrastruktur jalan koridor utama dengan tujuan menjadikan Batam sebagai Hub Logistik Internasional.
Tidak hanya itu, BP Batam juga berupaya untuk memaksimalkan Kawasan Ekonomi Strategis (KEK) Nongsa Digital Park (NDP) dan industri kedirgantaraan (KEK MRO).
“Ada juga KEK Kesehatan yang fokusnya kepada sektor pariwisata kesehatan terintegrasi. Sehingga, langkah-langkah ini dapat memberikan nilai tambah terhadap Batam ke depan sehingga investasi pun bisa terus tumbuh,” pungkasnya. (DN)
Gambaran jalan layang Sei Ladi, kelak jika sudah terbangun. (istimewa)
batampos – BP Batam akan memprioritaskan pengembangan Kawasan Strategis dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi Batam sepanjang tahun 2025. Adapun kegiatan infrastruktur prioritas meliputi pengembangan prasarana pendukung konektivitas darat, prasarana bidang perumahan dan pemukiman serta sarana pengembangan kawasan industri guna mendukung Prioritas Nasional 3 yang menitikberatkan kepada akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi menyebut, perencanaan ini juga selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan ekonomi Indonesia bisa tumbuh hingga 8 persen.
“BP Batam bertugas untuk menjadikan Batam sebagai salah satu destinasi unggulan investasi di Indonesia. Melalui sejumlah perencanaan yang ada, saya optimis ekonomi Batam akan kembali tumbuh lebih dari 7,04 persen,” ujar Rudi, Selasa (10/12/2024).
Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen pada lima tahun mendatang (2025-2030), kata Rudi, target investasi rata-rata per tahun di Batam mesti sebesar Rp 115 triliun.
“Kami pun mengharapkan dukungan dari seluruh komponen daerah agar target ekonomi ini bisa tercapai. Tentunya kita semua harus saling berkolaborasi dalam menyukseskan rencana kerja pemerintah selama lima tahun mendatang,” tambahnya.
Saat ini, BP Batam tengah menggesa pengembangan terhadap beberapa sektor dalam mendukung iklim investasi dan industri unggulan yang ada. Antara lain dengan melakukan pengembangan terhadap Bandara Internasional Hang Nadim (Terminal Kargo), pengembangan Pelabuhan Batu Ampar serta pembangunan infrastruktur jalan koridor utama dengan tujuan menjadikan Batam sebagai Hub Logistik Internasional.
Tidak hanya itu, BP Batam juga berupaya untuk memaksimalkan Kawasan Ekonomi Strategis (KEK) Nongsa Digital Park (NDP) dan industri kedirgantaraan (KEK MRO).
“Ada juga KEK Kesehatan yang fokusnya kepada sektor pariwisata kesehatan terintegrasi. Sehingga, langkah-langkah ini dapat memberikan nilai tambah terhadap Batam ke depan sehingga investasi pun bisa terus tumbuh,” pungkasnya. (DN)
Mahasiwa Polibatam mengkuti program Mentoring Wirausaha Merdeka Polibatam Angkatan III Tahun 2024. F. Polibatam
POLITEKNIK Negeri Batam (Polibatam) menjalankan Mentoring Wirausaha Merdeka (WMK) Polibatam Angkatan III Tahun 2024, mulai 11 sampai 27 Oktober 2024 secara daring dan luring.
Ini merupakan program kewirausahaan untuk mencetak pengusaha muda kreatif dan inovatif. Ada beberapa persiapan dan tahapan selama berjalannya program ini berlangsung. Salah satu harus disiapkan adalah penyusunan proposal bisnis. Ini harus dimentoring mentor usaha berpengalaman di bidang usahanya masing-masing.
Pelaksanaan mentoring secara daring melalui zoom, sedangkan mentoring secara luring dilaksanakan di kampus Polibatam dan tempat usaha mitra. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung peserta untuk memulai, mengelola, dan mengembangkan usaha mereka dengan lebih terarah.
Program mentoring menghadirkan sejumlah mentor berpengalaman dari berbagai sektor usaha, mulai dari bisnis kreatif, teknologi, hingga agribisnis. Para peserta diberikan kesempatan berinteraksi langsung dengan para ahli yang berbagi pengetahuan, pengalaman, serta strategi praktis dalam menghadapi tantangan dunia usaha.
Selain bimbingan langsung, kegiatan ini juga menjadi ajang networking yang mempertemukan peserta dengan sesama wirausahawan muda, membuka peluang kolaborasi yang dapat mendorong pertumbuhan usaha mereka.
Mentoring ini merupakan bagian dari rangkaian program WMK, bertujuan memberikan pengalaman praktis dan pembekalan kewirausahaan kepada generasi muda. Dengan bimbingan dari mentor-mentor berpengalaman, peserta akan memperoleh wawasan dan keterampilan relevan dalam membangun usaha mandiri. (adv)
Tim Gabungan masih melakukan SAR terhadap 3 orang penumpang speedboat fiber yang masih hilang. f.polsek moro
batampos– Tim gabungan yang berasal dari Tim SAR, Satpolairud, Polsek Moro dan warga serta dari Kecamatan Moro dan Sugie Besar masih melakukan pencarian terhadap 3 orang karyawan perusahaan tambang pasir darat yang tenggelam akibat speeboat fiber yang ditumpangi tenggelam di Perairan Kepala Riau, Kecamatan Moro pada Senin (9/12).
Kapolsek Moro, AKP Wibowo yang dikonfirmasi Batam Pos Selasa (10/12) mengatakan, untuk saat ini proses pencarian masih dilakukan yang melibatkantim gabungan. ”Dari Tim SAR dan Satpolairud masing-masing menggunakan satu kapal. Kemudian, juga dibantu dengan warga dari Kecamatan Moro,” ujarnya.
Menyinggung tentang dua orang yang selamat, yakni Sunardi dan Samsuri, Kapolsek menyebutkan, terhadap dua orang yang selamat pada Senin sore sudah dibawa ke Satpolairud Polres Karimun untuk diminta keterangan lebih lanjut. ”Sudah dibawa an diserahkan ke Satpolairud untuk diminta keterangan,” jelasnya.
Kasat Polairud Polres Karimun, Iptu Sarianto yang dikonfirmasi secara terpisah menyebutkan, memang benar dua orang yang selamat sudah ada di Satpolaqirud untuk diminta keterangan. ”Saya masih di laut ikut mencari 3 orang korban yang masih hilang. Mengenai status dua orang yang selamat masih sebagai saksi. Begitu juga untuk yang lain, kita masih meminta keteragan beberapa orang saksi,” ungkapnya.
Seperti berita di Batam Pos, speedboat fiber yang berangkat dari Pulau Buluh, Kecamatan Sugie Besar yang membawa 6 orang termasuk tekong mengalami kecelakaan di Perairan Kepala Riau, Kecamatan Moro pada Senin (10/12). Speedboat yang menggunakan mesin 40 PK tersbeut tidak mampu menahan ombak yang menghantam.
Akibatnya, speedboat tenggelam menyebabkan tiga orang karyawan perusahaan tambang pasir darat terdiri dari Dan, Yat dan Maikel hilang dan belum ditemukan sampai dengan hari ini. Sedangkan, satu orang karyawan lainnya atas nama Indra ditemukan meninggal dunia dan sudah dikebumikan di Kecamatan Moro. (*)
Suasana di SPBU Kuningan, Jakarta. FOTO: SALMAN TOYIBI/JAWA POS
batampos – Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam meminta pertanggungjawaban Pertamina atas kualitas bahan bakar minyak (BBM) yang dihasilkan. Ia menegaskan, jika Pertamina tidak bisa memberikan kualitas yang baik, pemerintah harus melakukan evaluasi.
“Kalau Pertamina ini sudah tidak bisa menghadirkan BBM yang murah dan berkualitas, bubarkan saja. Buat apa kita bicara soal kedaulatan energi tapi rakyat dijerat dengan harga BBM mahal dan diberikan BBM yang tidak berkualitas,” kata Mufti kepada wartawan, Selasa (10/12).
Sebab, belakangan ini ramai dibicarakan mesin kendaraan yang rusak setelah menggunakan Pertamax. PT Pertamina (Persero) sendiri telah menguji sampel Pertamax yang dikeluhkan tersebut dan memastikan Pertamax telah memenuhi spesifikasi teknis yang disyaratkan.
Meski begitu, masih banyak masyarakat yang memperta-nyakan kualitas dari Pertamax menyusul penemuan sejumlah mesin kendaraan yang rusak setelah menggunakan Pertamax.
Ia tak memungkiri, sejak 2023 kualitas BBM Pertamina selalu dipertanyakan karena seharusnya memiliki standar sulfur yang tidak membuat polusi. Mufti meminta Perta-mina memberikan jaminan bahwa produk yang mereka gunakan aman dan sesuai standar.
“Pertamina harus membuktikan komitmennya terhadap kualitas dan tanggung jawab sebagai penyedia energi nasional,” tegasnya.
Mufti juga meminta peme-rintah untuk melakukan koordinasi dengan Pertamina terkait perbaikan kualitas BBM. Ia tidak menginginkan, peme-rintah lengah terhadap kepastian dari kualitas BBM Tanah Air dan merugikan masyarakat.
“Pemerintah harus memastikan dengan benar jika kua-litas BBM sudah baik. Sampaikan hasil investigasi secara transparan, kalau perlu saat melakukan uji coba ada buktinya supaya rakyat tidak merasa ditipu,” ungkap Mufti.
Menurut Mufti, kasus kerusakan mesin kendaraan diduga akibat penggunaan Pertamax juga menimpa warga di Pasuran, Jawa Timur.
“Tidak semua orang bisa mudah beli mobil. Di dapil saya, mereka harus kredit bertahun-tahun, sehingga ketika dia punya mobil mere-ka memikirkan bagaimana ini bisa dapat BBM yang sehat dan baik untuk mobilnya,” papar Legislator dari Dapil Jawa Timur II itu.
Mufti mengungkap, masyarakat di Jatim harus rela membeli BBM jauh di SPBU BP yang merupakan penjual BBM selain Pertamina. BP merupakan perusahaan migas multinasional asal Inggris, yang menjual bensin dengan harga lebih murah dan kuali-tas lebih baik.
“Mereka jauh beli BBM ke Surabaya dan ke Malang untuk bisa beli di BP. Karena ternyata jauh lebih hemat walaupun kadang harganya juga tidak terlalu beda jauh tapi ternyata juga secara kualitas dan performa jauh lebih baik,” jelas Mufti.
Hal ini juga sempat disampaikan langsung Mufti saat Komisi VI rapat bersama Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius sebelum masa reses, pekan lalu. Mufti meminta Pertamina bisa menjawab keluhan masyarakat.
“Kami minta tindak lanjut, jangan didiamkan kegelisahan masyarakat yang ramai juga disampaikan di media sosial itu,” sebutnya.
Selain melakukan investigasi, Pertamina pun dituntut untuk melakukan berbagai perbaikan kualitas produk dan layanan. Apalagi, kata Mufti, ada banyak kasus yang kerap terjadi di sisi distribusi.
“Termasuk kecurangan-kecurangan yang dilakukan SPBU kepada konsumen, ini kan sudah jadi rahasia umum. Kita menuntut komitmen Pertamina untuk memperbaikinya, bagaimana pengawasan yang efektif dengan mitra-mitra Pertamina yang mengoperasionalkan SPBU,” urai Mufti.
Mufti juga meminta Pertamina untuk memperkerat kontrol kualitas BBM. Selain itu, menjamin kualitas BBM melalui pengawasan ketat pada seluruh rantai distribusi.
“Pastikan setiap stasiun pe-ngisian bahan bakar umum (SPBU) mematuhi standar operasional yang ditetapkan,” pungkasnya. (*)