Kamis, 25 Juni 2026
Beranda blog Halaman 2360

BP Batam Pangkas Anggaran 37 Persen

0
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad

batampos – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa efisiensi anggaran yang dilakukan otorita tetap sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.Langkah ini dilakukan dengan memangkas komponen yang dianggap tidak mendesak tanpa mengganggu jalannya program pembangunan yang telah direncanakan.

Menurut Amsakar, efisiensi yang dilakukan mencapai sekitar 37 persen dari total anggaran BP Batam. Dari sebelumnya sebesar Rp2,6 triliun, anggaran BP Batam kini menyusut menjadi Rp1,64 triliun. Jumlah ini dipangkas guna memastikan penggunaan dana yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Meski anggaran mengalami pemangkasan signifikan, ia memastikan bahwa proyek-proyek infrastruktur tetap berjalan sebagaimana mestinya. Efisiensi lebih difokuskan pada pengeluaran yang dianggap tidak produktif, bukan pada kegiatan inti yang mendukung pembangunan dan pelayanan publik.

Salah satu pos anggaran yang terkena pemangkasan adalah dana perjalanan dinas yang dinilai berlebihan. Anggaran untuk perjalanan dinas dikurangi hingga 50 persen sebagai bagian dari upaya penghematan yang lebih luas.

Selain itu, agenda-agenda seremonial yang tidak memiliki dampak langsung terhadap pembangunan juga dipangkas. Menurut Amsakar, efisiensi ini bertujuan untuk memastikan bahwa anggaran digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar esensial.

Tak hanya itu, bantuan hibah yang dianggap kurang produktif juga turut dipotong. Amsakar menyebut bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi Batam.

“Proyek infrastruktur tak terganggu. Ada dana perjalanan dinas yang berlebihan, dipotong 50 persen. Ada agenda-agenda seremonial, potong. Kemudian ada bantuan hibah yang dianggap tidak produktif, potong,” katanya, Senin (3/3).

Meskipun berbagai penghematan dilakukan, kegiatan dan layanan tetap berjalan seperti biasa. Pemangkasan dilakukan secara selektif agar tidak menghambat program yang sudah direncanakan.

“Kegiatannya tetap berjalan, tapi komponen pada pembiayaan itu yang kita pangkas,” ujarnya. (*)

 

Reporter: Arjuna

Artikel BP Batam Pangkas Anggaran 37 Persen pertama kali tampil pada Metropolis.

Warga Berburu Takjil di Pasar Fanindo, Pedagang Raup Untung pada Awal Ramadan

0
Kondisi pasar Fanindo dipadati pengunjung yang ingin membeli takjil.
Foto: Rengga / Batam Pos

batampos – Pasar Fanindo di Batu Aji kembali menjadi pusat perburuan takjil favorit warga Batam saat Ramadan. Setiap sore menjelang waktu berbuka, pasar ini dipadati masyarakat yang berburu aneka makanan dan minuman untuk santapan berbuka puasa.

Dari pantauan di lokasi, berbagai jenis takjil dijajakan pedagang, mulai dari kolak pisang, es buah, cendol, hingga aneka gorengan seperti bakwan dan risoles. Selain itu, makanan berat seperti nasi bungkus, ayam goreng, dan sate juga tersedia bagi warga yang ingin langsung menyantap menu utama setelah berbuka.

Siti (42), salah satu pedagang takjil, mengaku dagangannya laris manis sejak hari pertama Ramadan. Ia menjual berbagai jenis gorengan dan lontong sayur yang selalu diminati pembeli.

“Alhamdulillah, sampai hari ketiga ini baru buka setengah jam sudah banyak yang beli. Biasanya semakin mendekati magrib makin ramai. Ramadan memang jadi momen rezeki bagi kami pedagang,” ujarnya, Senin (3/3).

Antusiasme warga terlihat dari ramainya suasana pasar. Rina (30), seorang warga Batu Aji, mengaku selalu berbelanja takjil di Pasar Fanindo karena banyak pilihan makanan dengan harga terjangkau.

“Di sini lengkap banget. Mulai dari takjil manis sampai makanan berat ada. Harganya juga masih terjangkau, jadi tiap tahun pasti belanja di sini,” katanya.

Tidak hanya pedagang makanan, penjual minuman segar seperti es kelapa muda, es cendol, dan jus buah juga kebanjiran pembeli. Heri (38), seorang penjual es campur, mengatakan bahwa Ramadan menjadi waktu terbaik untuk meraup keuntungan.

“Kalau hari biasa paling jualan sepi, tapi pas Ramadan permintaan naik drastis. Biasanya menjelang buka, antrean makin panjang,” ujarnya.

Keramaian di Pasar Fanindo diperkirakan akan terus meningkat sepanjang Ramadan, terutama menjelang akhir pekan ketika lebih banyak warga berbelanja untuk berbuka bersama keluarga. Meski begitu, kepadatan di area pasar membuat beberapa warga harus berhati-hati agar tidak berdesakan.

Ardi (45), salah satu pembeli, mengingatkan agar warga tetap menjaga ketertiban dan keamanan saat berburu takjil.

“Kadang karena ramai, orang jadi lupa jaga barang bawaan. Jadi kita harus lebih hati-hati,” tutup Ardi. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Warga Berburu Takjil di Pasar Fanindo, Pedagang Raup Untung pada Awal Ramadan pertama kali tampil pada Metropolis.

Sertijab Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar-Li Claudia Soroti Masalah Reklame dan Sampah

0
Walikota Batam Amsakar Achamad bersama Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra  teken sertijab Walikota Batam dan Wakil Walikota Batam priode 2025-2030 di kantor Pemko Batam. Acara sertijab disaksikan oleh Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Harris Pratamura. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Serah terima jabatan (sertijab) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam digelar pada Senin (3/3), menandai peralihan kepemimpinan di Batam. Acara ini berlangsung sebagai bagian dari mekanisme demokrasi setelah masa jabatan kepala daerah berakhir dan pejabat baru dilantik oleh Presiden.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dalam sambutannya menyampaikan sertijab merupakan proses seremonial yang wajib dilakukan dalam pemerintahan. Dalam acara tersebut, dilakukan penyerahan memori tugas kepemimpinan serta penandatanganan berita acara oleh pejabat lama dan baru, disaksikan oleh Wakil Gubernur.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada wali kota sebelumnya atas kebijakan yang telah dijalankan, terutama dalam pembangunan infrastruktur. Kami juga membuka diri terhadap masukan yang diberikan oleh beliau,” ujarnya.
Selain menyoroti keberlanjutan program pembangunan, ia akan mengambil langkah terkait pemasangan reklame yang tidak tertata di Batam. Ia menyinggung kebijakan Presiden yang keberatan dengan maraknya baliho di pohon-pohon dan reklame yang tidak sesuai tempatnya.
“Ini akan menjadi perhatian khusus. Saya akan mengeluarkan surat edaran kepada OPD teknis dan pihak terkait agar tidak ada lagi pohon yang dipaku dengan baliho. Papan reklame yang tidak pada tempatnya juga akan kita tata ulang,” kata dia.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dalam sambutannya menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi masalah di kota ini. Ia mengaku telah menerima laporan adanya tumpukan sampah di sejumlah titik, khususnya di wilayah Seipanas.
“Sudah dua hari ini saya mendapat laporan tentang sampah berserakan di jalan. Saya ingin tahu, siapa pejabat yang bertanggung jawab di Seipanas? Tolong segera bereskan, jangan sampai kita malu,” katanya.
Meskipun infrastruktur di Batam sudah membaik, masalah sampah tetap menjadi persoalan yang belum terselesaikan. Menurutnya, kondisi ini harus segera diatasi agar kota tetap bersih dan nyaman bagi warganya.
“Jalan-jalan kita sudah bagus, tapi sampah masih berserakan. Coba lihat di Seipanas, sampah menumpuk di pinggir jalan. Ini tidak boleh dibiarkan,” katanya.
Jika persoalan ini tidak segera ditangani, Li Claudia akan melibatkan pemerintah pusat untuk membentuk satuan tugas khusus. Ia meminta pejabat terkait bergerak cepat menyelesaikan masalah ini tanpa penundaan.
“Saya minta persoalan ini dituntaskan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Jangan sampai harus ada tim satgas dari pusat turun tangan,” katanya. (*)
Repoter: Arjuna

Artikel Sertijab Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar-Li Claudia Soroti Masalah Reklame dan Sampah pertama kali tampil pada Metropolis.

Dampak Efisiensi, BP Batam Pangkas Anggaran 37 Persen

0
Walikota Batam/Kepala BP Batam Amsakar Achamad bersama Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra memberikan sambutan pada acara sertijab Walikota Batam dan Wakil Walikota Batam priode 2025-2030 di kantor Pemko Batam.  F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa efisiensi anggaran yang dilakukan otorita tetap sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Langkah ini dilakukan dengan memangkas komponen yang dianggap tidak mendesak tanpa mengganggu jalannya program pembangunan yang telah direncanakan.
Menurut Amsakar, efisiensi yang dilakukan mencapai sekitar 37 persen dari total anggaran BP Batam. Dari sebelumnya sebesar Rp2,6 triliun, anggaran BP Batam kini menyusut menjadi Rp1,2 triliun. Jumlah ini kembali dipangkas guna memastikan penggunaan dana yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Meski anggaran mengalami pemangkasan signifikan, ia memastikan bahwa proyek-proyek infrastruktur tetap berjalan sebagaimana mestinya. Efisiensi lebih difokuskan pada pengeluaran yang dianggap tidak produktif, bukan pada kegiatan inti yang mendukung pembangunan dan pelayanan publik.
Salah satu pos anggaran yang terkena pemangkasan adalah dana perjalanan dinas yang dinilai berlebihan. Anggaran untuk perjalanan dinas dikurangi hingga 50 persen sebagai bagian dari upaya penghematan yang lebih luas.
Selain itu, agenda-agenda seremonial yang tidak memiliki dampak langsung terhadap pembangunan juga dipangkas. Menurut Amsakar, efisiensi ini bertujuan untuk memastikan bahwa anggaran digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar esensial.
Tak hanya itu, bantuan hibah yang dianggap kurang produktif juga turut dipotong. Amsakar menyebut bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi Batam.
“Proyek infrastruktur tak terganggu. Ada dana perjalanan dinas yang berlebihan, dipotong 50 persen. Ada agenda-agenda seremonial, potong. Kemudian ada bantuan hibah yang dianggap tidak produktif, potong,” katanya, Senin (3/3).
Meskipun berbagai penghematan dilakukan, tetapi kegiatan dan layanan tetap berjalan seperti biasa. Pemangkasan dilakukan secara selektif agar tidak menghambat program yang sudah direncanakan.
“Kegiatannya tetap berjalan, tapi komponen pada pembiayaan itu yang kita pangkas,” ujarnya.  (*)
Reporter: Arjuna

Artikel Dampak Efisiensi, BP Batam Pangkas Anggaran 37 Persen pertama kali tampil pada Metropolis.

Dampak Efisiensi, BP Batam Pangkas Anggaran 37 Persen

0
Walikota Batam/Kepala BP Batam Amsakar Achamad bersama Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra memberikan sambutan pada acara sertijab Walikota Batam dan Wakil Walikota Batam priode 2025-2030 di kantor Pemko Batam.  F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa efisiensi anggaran yang dilakukan otorita tetap sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Langkah ini dilakukan dengan memangkas komponen yang dianggap tidak mendesak tanpa mengganggu jalannya program pembangunan yang telah direncanakan.
Menurut Amsakar, efisiensi yang dilakukan mencapai sekitar 37 persen dari total anggaran BP Batam. Dari sebelumnya sebesar Rp2,6 triliun, anggaran BP Batam kini menyusut menjadi Rp1,2 triliun. Jumlah ini kembali dipangkas guna memastikan penggunaan dana yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Meski anggaran mengalami pemangkasan signifikan, ia memastikan bahwa proyek-proyek infrastruktur tetap berjalan sebagaimana mestinya. Efisiensi lebih difokuskan pada pengeluaran yang dianggap tidak produktif, bukan pada kegiatan inti yang mendukung pembangunan dan pelayanan publik.
Salah satu pos anggaran yang terkena pemangkasan adalah dana perjalanan dinas yang dinilai berlebihan. Anggaran untuk perjalanan dinas dikurangi hingga 50 persen sebagai bagian dari upaya penghematan yang lebih luas.
Selain itu, agenda-agenda seremonial yang tidak memiliki dampak langsung terhadap pembangunan juga dipangkas. Menurut Amsakar, efisiensi ini bertujuan untuk memastikan bahwa anggaran digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar esensial.
Tak hanya itu, bantuan hibah yang dianggap kurang produktif juga turut dipotong. Amsakar menyebut bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi Batam.
“Proyek infrastruktur tak terganggu. Ada dana perjalanan dinas yang berlebihan, dipotong 50 persen. Ada agenda-agenda seremonial, potong. Kemudian ada bantuan hibah yang dianggap tidak produktif, potong,” katanya, Senin (3/3).
Meskipun berbagai penghematan dilakukan, tetapi kegiatan dan layanan tetap berjalan seperti biasa. Pemangkasan dilakukan secara selektif agar tidak menghambat program yang sudah direncanakan.
“Kegiatannya tetap berjalan, tapi komponen pada pembiayaan itu yang kita pangkas,” ujarnya.  (*)
Reporter: Arjuna

Artikel Dampak Efisiensi, BP Batam Pangkas Anggaran 37 Persen pertama kali tampil pada Metropolis.

Ada Kebijakan Efesiensi Anggaran, Disdik Anambas Pastikan Dana BOS dan BOP Tak Dipangkas

0
Iim Mulyani Putri. f.ihsan

batampos– Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Anambas telah menyisir anggaran untuk dipangkas sesuao Intruksi Presiden (Inpres) nomor 1 tahun 2025 tentang efesiensi anggaran.

Sebelumnya, Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) milik Disdikpora berada di angka Rp 246 miliar. Setelah dilakukan pemangkasan menjadi Rp 243 miliar.

“Efesiensi anggaran saat ini baru Rp 3 miliar. Berasal dari 50 persen perjalanan dinas,” ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Pendidikan Dasar Iim Mulyani Putri, Minggu, (2/3).

BACA JUGA: Semester Pertama 2024, Dana BOS Tingkat SD Capai Rp14 Miliar Lebih

Iim mengatakan untuk pengadaan Alat Tulis Kantor (ATK) dan makan minum saat rapat belum dilakukan pemangkasan karena masih menunggu intruksi secara resmi.

Kemudian, pembangunan fisik infrastruktur penunjang pendidikan seperti perpustakaan dan ruang kelas yang mana sebelumnya berada di Disdikpora melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sudah dialihkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Kini, di Disdikpora hanya berupa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) dan pengadaan peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta penunjang laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk SD dan SMP.

“Untuk DAK meliputi dana BOS, BOP dan pengadaan peralatan TIK serta peralatan laboratorium IPA saat ini tidak mendapat pemberlakukan efisiensi,” jelas Iim.

Hal itu dikarenakan program ini menyasar lansung ke sekolah dan jumlah anggaran tidak begitu besar.

Lebih jauh ia mengatakan pengadaan peralatan TIK ditujukan kepada dua sekolah dasar (SD) dengan masing-masing menerima sebesar Rp 103 juta.

Kemudian untuk sekolah menengah pertama (SMP) yang menerima peralatan laboratorium IPA ada sebanyak 4 sekolah dengan nilai anggaran masing-masing menerima Rp 57 juta.

Terakhir, ia menuturkan langkah efisiensi anggaran ini berdampak kuat terhadap sejumlah aspek, ia pun berharap sektor pendidikan dapat menjaga layanan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas mutu pendidikan.

“Semoga saja sektor pendidikan tidak terdampak signifikan untuk kemajuan dunia pendidikan,” pungkasnya. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Ada Kebijakan Efesiensi Anggaran, Disdik Anambas Pastikan Dana BOS dan BOP Tak Dipangkas pertama kali tampil pada Kepri.

Larangan Siswa Berkendara Sendiri ke Sekolah Kembali Diperkuat

0

batampos – Dinas Pendidikan Kota Batam resmi mengeluarkan Surat Edaran Nomor 3/100.3.4.3/II/2025, yang melarang peserta didik membawa kendaraan roda dua dan roda empat ke sekolah jika belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan ketertiban lalu lintas, mengurangi kemacetan, serta menjamin keselamatan peserta didik selama perjalanan ke dan dari sekolah.

Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh Kepala Satuan Pendidikan SD dan SMP, baik negeri maupun swasta di Kota Batam. Dalam edaran itu, Dinas Pendidikan menegaskan bahwa peserta didik yang belum memiliki SIM dilarang membawa kendaraan ke sekolah dalam kondisi apa pun. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan siswa di jalan raya.

Selain larangan bagi siswa, sekolah juga diwajibkan untuk turut serta dalam pengawasan dan penegakan aturan ini. Kepala Satuan Pendidikan dan dewan guru diminta melakukan pengawasan selama proses pembelajaran guna memastikan seluruh peserta didik mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan. Jika ditemukan pelanggaran, pihak sekolah diharapkan segera memberikan teguran serta melakukan koordinasi dengan orang tua siswa.

Dinas Pendidikan Kota Batam juga mendorong sekolah untuk bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam mengawasi dan menegakkan aturan tersebut. Polisi akan berperan dalam melakukan pengawasan di sekitar lingkungan sekolah dan memberikan sanksi kepada pelanggar sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, ST., M.Si., menegaskan bahwa aturan ini harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh seluruh pihak terkait.

“Keselamatan dan ketertiban lalu lintas menjadi prioritas utama. Kami berharap sekolah dapat menjalankan pengawasan dengan optimal sehingga tercipta lingkungan sekolah yang lebih aman dan tertib bagi peserta didik,” ujarnya.

Menanggapi kebijakan ini, Kepala SMPN 27 Sagulung, Borbor Pasaribu, menyatakan dukungan penuh terhadap surat edaran tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan menerapkan aturan ini dengan ketat dan memastikan seluruh siswa mematuhinya.

“Jauh sebelum surat edaran ini keluar, kami sudah memperhatikan masalah ini. Anak-anak tidak boleh membawa kendaraan sendiri, baik di jam sekolah maupun di luar jam sekolah. Orang tua harus mengantar dan menjemput mereka,” kata Borbor.

Lebih lanjut, Borbor menambahkan bahwa pihak sekolah telah mensosialisasikan aturan ini kepada para orang tua siswa. Dengan adanya kerja sama antara sekolah dan orang tua, diharapkan tidak ada lagi siswa yang membawa kendaraan sendiri ke sekolah tanpa memiliki SIM.

“Kami sudah memberi tahu orang tua agar tidak mengizinkan anak-anak mereka membawa kendaraan. Ini demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Sagulung, Iptu Rohani Tambunan, juga menyatakan kesiapan pihak kepolisian dalam mengawal dan mengawasi kebijakan ini. Dalam berbagai kesempatan sosialisasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), ia selalu mengingatkan para orang tua agar tidak membekali anak-anak yang belum cukup umur dengan kendaraan bermotor.

Menurut Iptu Rohani, berkendara di jalan raya hanya diperbolehkan bagi mereka yang sudah memiliki SIM. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan hukum, tetapi juga dengan faktor keselamatan.

“Anak-anak di bawah umur masih belum memiliki pemahaman yang baik tentang aturan lalu lintas. Mereka juga belum cukup matang dalam mengambil keputusan saat berkendara. Oleh karena itu, kami mengimbau agar orang tua tidak membiarkan anak-anak mereka membawa kendaraan sendiri,” tegasnya.

Dengan adanya aturan ini, diharapkan tingkat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar di Kota Batam dapat berkurang secara signifikan. Selain itu, lingkungan sekolah akan menjadi lebih tertib dan aman, sehingga para siswa bisa lebih fokus dalam kegiatan belajar mengajar tanpa gangguan dari masalah lalu lintas. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Larangan Siswa Berkendara Sendiri ke Sekolah Kembali Diperkuat pertama kali tampil pada Metropolis.

Rapat Perdana Bupati dan Wakil Bupati Lingga, Menyelaraskan Program Kerja dengan Visi Dan Misi Pembangunan Daerah

0
Rapat kordinasi Bupati dan Wakil Bupati Lingga bersama seluruh Kepala OPD dilingkup pemerintah kabupaten Lingga, Senin (3/3). F. Indra-Diskominfo Lingga

batampos– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga melaksanakan rapat koordinasi perdana setelah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Lingga. Rapat kordinasi ini dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Bupati Lingga pada Senin (3/3). Kegiatan ini menjadi momentum awal bagi Bupati dan Wakil Bupati Lingga untuk menyatukan visi dan strategi dalam pembangunan daerah.

Rapat koordinasi ini digelar setelah kepulangan Bupati dan Wakil Bupati Lingga dari acara pelantikan oleh Presiden RI serta mengikuti kegiatan retreat di AKMIL Magelang beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan ini, berbagai aspek pemerintahan dibahas untuk memastikan kelancaran program kerja yang selaras dengan visi dan misi periode 2025-2030.

BACA JUGA: Kedatangan Bupati Dan Wakil Bupati Lingga Disambut dengan Penaburan Beras Kunyit dan Pemasangan Tanjak

Bupati Lingga M. Nizar dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas stabilitas keuangan daerah. Di tengah maraknya efisiensi anggaran di berbagai daerah, Kabupaten Lingga tetap mampu berjalan normal tanpa adanya pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) pada tahun 2024.

“Kemarin ketika retreat, saya dengar Pak Gubernur ada bertanya kepada orang Karimun, Anambas, Natuna, dan lainnya. Mereka ada yang tidak dibayarkan TPP tahun 2024, ada yang dipotong beberapa persen juga, tapi alhamdulillah itu tidak terjadi dengan kita di Kabupaten Lingga, alhamdulillah kita lancar dan mengalir saja,” ujar Nizar, (3/3).

Nizar menegaskan bahwa efisiensi anggaran yang dilakukan merupakan instruksi langsung dari Presiden RI. Oleh karena itu, penggunaan anggaran yang tersedia harus dioptimalkan untuk mendukung program pemerintah daerah yang selaras dengan kebijakan nasional.

“Adapun Anggaran yang masih ada dan tersisa dari efisiensi ini agar digunakan semaksimal mungkin agar visi dan misi kepala daerah serta astacita Presiden Prabowo-Gibran dapat terealisasi,” pungkasnya.

Bupati Lingga mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk tetap bersyukur dan menjaga semangat kerja di awal bulan Ramadan.

“Dengan semangat di awal Ramadan, mari kita bersyukur dengan keadaan hari ini dengan tidak adanya pemotongan TPP. Mudah-mudahan melalui rakor hari ini kita dapat saling memahami, saling menguatkan sehingga tercapai tujuan kita bersama,” himbaunya.

Selain itu, Wakil Bupati Lingga, Novrizal, menegaskan komitmennya untuk turun langsung ke setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama Inspektorat dan Barenlitbang guna mendiskusikan kendala serta mencari solusi terbaik bagi masing-masing dinas.

“Saya minta masing-masing dinas siapkan paparan terkait target yang akan dicapai satu tahun ke depan. Insha Allah, saya akan hadir langsung ke kantor Bapak Ibu,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinkronisasi program dengan visi dan misi kepemimpinan baru agar setiap rencana kerja dapat berjalan efektif.

“Kita diskusikan dan kita akan cari solusinya bersama agar kegiatan-kegiatan yang sudah diinput ini bisa kita cocokkan dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih 2025-2030,” ungkap Novrizal. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Rapat Perdana Bupati dan Wakil Bupati Lingga, Menyelaraskan Program Kerja dengan Visi Dan Misi Pembangunan Daerah pertama kali tampil pada Kepri.

Amsakar-Li Claudia Soroti Masalah Reklame dan Sampah

0
Amsakar Achmad-Li Claudia Chandra.
Foto: Cecep Mulyana / Batam Pos

batampos– Serah terima jabatan (sertijab) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam digelar pada Senin (3/3), menandai peralihan kepemimpinan di Batam. Acara ini berlangsung sebagai bagian dari mekanisme demokrasi setelah masa jabatan kepala daerah berakhir dan pejabat baru dilantik oleh Presiden.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dalam sambutannya menyampaikan sertijab merupakan proses seremonial yang wajib dilakukan dalam pemerintahan. Dalam acara tersebut, dilakukan penyerahan memori tugas kepemimpinan serta penandatanganan berita acara oleh pejabat lama dan baru, disaksikan oleh Wakil Gubernur.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada wali kota sebelumnya atas kebijakan yang telah dijalankan, terutama dalam pembangunan infrastruktur. Kami juga membuka diri terhadap masukan yang diberikan oleh beliau,” ujarnya.

BACA JUGA: Oleh-oleh Amsakar dari Retreat di Magelang

Selain menyoroti keberlanjutan program pembangunan, ia akan mengambil langkah terkait pemasangan reklame yang tidak tertata di Batam. Ia menyinggung kebijakan Presiden yang keberatan dengan maraknya baliho di pohon-pohon dan reklame yang tidak sesuai tempatnya.

“Ini akan menjadi perhatian khusus. Saya akan mengeluarkan surat edaran kepada OPD teknis dan pihak terkait agar tidak ada lagi pohon yang dipaku dengan baliho. Papan reklame yang tidak pada tempatnya juga akan kita tata ulang,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dalam sambutannya menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi masalah di kota ini. Ia mengaku telah menerima laporan adanya tumpukan sampah di sejumlah titik, khususnya di wilayah Seipanas.

“Sudah dua hari ini saya mendapat laporan tentang sampah berserakan di jalan. Saya ingin tahu, siapa pejabat yang bertanggung jawab di Seipanas? Tolong segera bereskan, jangan sampai kita malu,” katanya.

Meskipun infrastruktur di Batam sudah membaik, masalah sampah tetap menjadi persoalan yang belum terselesaikan. Menurutnya, kondisi ini harus segera diatasi agar kota tetap bersih dan nyaman bagi warganya.

“Jalan-jalan kita sudah bagus, tapi sampah masih berserakan. Coba lihat di Seipanas, sampah menumpuk di pinggir jalan. Ini tidak boleh dibiarkan,” katanya.

Jika persoalan ini tidak segera ditangani, Li Claudia akan melibatkan pemerintah pusat untuk membentuk satuan tugas khusus. Ia meminta pejabat terkait bergerak cepat menyelesaikan masalah ini tanpa penundaan.

“Saya minta persoalan ini dituntaskan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Jangan sampai harus ada tim satgas dari pusat turun tangan,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Amsakar-Li Claudia Soroti Masalah Reklame dan Sampah pertama kali tampil pada Metropolis.

Amsakar-Li Claudia Soroti Masalah Reklame dan Sampah

0
Amsakar Achmad-Li Claudia Chandra.
Foto: Cecep Mulyana / Batam Pos

batampos– Serah terima jabatan (sertijab) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam digelar pada Senin (3/3), menandai peralihan kepemimpinan di Batam. Acara ini berlangsung sebagai bagian dari mekanisme demokrasi setelah masa jabatan kepala daerah berakhir dan pejabat baru dilantik oleh Presiden.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dalam sambutannya menyampaikan sertijab merupakan proses seremonial yang wajib dilakukan dalam pemerintahan. Dalam acara tersebut, dilakukan penyerahan memori tugas kepemimpinan serta penandatanganan berita acara oleh pejabat lama dan baru, disaksikan oleh Wakil Gubernur.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada wali kota sebelumnya atas kebijakan yang telah dijalankan, terutama dalam pembangunan infrastruktur. Kami juga membuka diri terhadap masukan yang diberikan oleh beliau,” ujarnya.

BACA JUGA: Oleh-oleh Amsakar dari Retreat di Magelang

Selain menyoroti keberlanjutan program pembangunan, ia akan mengambil langkah terkait pemasangan reklame yang tidak tertata di Batam. Ia menyinggung kebijakan Presiden yang keberatan dengan maraknya baliho di pohon-pohon dan reklame yang tidak sesuai tempatnya.

“Ini akan menjadi perhatian khusus. Saya akan mengeluarkan surat edaran kepada OPD teknis dan pihak terkait agar tidak ada lagi pohon yang dipaku dengan baliho. Papan reklame yang tidak pada tempatnya juga akan kita tata ulang,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dalam sambutannya menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi masalah di kota ini. Ia mengaku telah menerima laporan adanya tumpukan sampah di sejumlah titik, khususnya di wilayah Seipanas.

“Sudah dua hari ini saya mendapat laporan tentang sampah berserakan di jalan. Saya ingin tahu, siapa pejabat yang bertanggung jawab di Seipanas? Tolong segera bereskan, jangan sampai kita malu,” katanya.

Meskipun infrastruktur di Batam sudah membaik, masalah sampah tetap menjadi persoalan yang belum terselesaikan. Menurutnya, kondisi ini harus segera diatasi agar kota tetap bersih dan nyaman bagi warganya.

“Jalan-jalan kita sudah bagus, tapi sampah masih berserakan. Coba lihat di Seipanas, sampah menumpuk di pinggir jalan. Ini tidak boleh dibiarkan,” katanya.

Jika persoalan ini tidak segera ditangani, Li Claudia akan melibatkan pemerintah pusat untuk membentuk satuan tugas khusus. Ia meminta pejabat terkait bergerak cepat menyelesaikan masalah ini tanpa penundaan.

“Saya minta persoalan ini dituntaskan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Jangan sampai harus ada tim satgas dari pusat turun tangan,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Amsakar-Li Claudia Soroti Masalah Reklame dan Sampah pertama kali tampil pada Metropolis.