Rabu, 24 Juni 2026
Beranda blog Halaman 2362

KBRI Singapura Beri Masukan Potensi Investasi

0
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura mengunjungi Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Jumat (28/2).

batampos – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura memberikan masukan ke Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), untuk dapat menggaet investasi lebih banyak dari Singapura. Hal itu disampaikan langsung oleh Duta Besar RI untuk Singapura, Suryo Pratomo, Jumat (28/2).

Kedatangan jajaran Kedutaan Besar RI untuk Singapura ke BP Batam disambut langsung oleh Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol, Ariastuty Sirait di Marketing Centre BP Batam. Suryo mengatakan, kedatangannya dalam rangka berdiskusi mengenai perkembangan ekonomi di Batam.

“Kami sengaja menyambangi BP Batam untuk memberikan masukan mengenai perkembangan potensi investasi dari Singapura mengingat Batam hari ini sudah sangat berkembang pesat dan kami yakin kawasan ini sangat siap untuk menerima semakin banyak investor,” kata Suryo Pratomo.

KBRI Singapura, kata Suryo, mendukung penuh promosi dari BP Batam, untuk menarik investasi khususnya dari para investor di Singapura.

Sementara itu, Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol, Ariastuty Sirait, menyampaikan, bahwa hingga hari ini realisasi investasi tertinggi di Batam masih dipegang oleh penanaman modal asing (PMA) dari Singapura. “Nilai investasi dari Singapura sebesar USD 366,5 juta,” ucap Tuty.

Ia mengucapkan, terima kasih atas masukan dan dukungan dari KBRI Singapura. Dia berharap, dukungan tersebut dapat membawa kemajuan bagi perekonomian Batam.
Dalam pertemuan itu, turut hadir juga Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Harlas Buana; Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar; serta beberapa Pejabat Tingkat III dan IV di lingkungan BP Batam. (*)

 

Artikel KBRI Singapura Beri Masukan Potensi Investasi pertama kali tampil pada Metropolis.

KBRI Singapura Beri Masukan Potensi Investasi

0
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura mengunjungi Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Jumat (28/2).

batampos – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura memberikan masukan ke Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), untuk dapat menggaet investasi lebih banyak dari Singapura. Hal itu disampaikan langsung oleh Duta Besar RI untuk Singapura, Suryo Pratomo, Jumat (28/2).

Kedatangan jajaran Kedutaan Besar RI untuk Singapura ke BP Batam disambut langsung oleh Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol, Ariastuty Sirait di Marketing Centre BP Batam. Suryo mengatakan, kedatangannya dalam rangka berdiskusi mengenai perkembangan ekonomi di Batam.

“Kami sengaja menyambangi BP Batam untuk memberikan masukan mengenai perkembangan potensi investasi dari Singapura mengingat Batam hari ini sudah sangat berkembang pesat dan kami yakin kawasan ini sangat siap untuk menerima semakin banyak investor,” kata Suryo Pratomo.

KBRI Singapura, kata Suryo, mendukung penuh promosi dari BP Batam, untuk menarik investasi khususnya dari para investor di Singapura.

Sementara itu, Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol, Ariastuty Sirait, menyampaikan, bahwa hingga hari ini realisasi investasi tertinggi di Batam masih dipegang oleh penanaman modal asing (PMA) dari Singapura. “Nilai investasi dari Singapura sebesar USD 366,5 juta,” ucap Tuty.

Ia mengucapkan, terima kasih atas masukan dan dukungan dari KBRI Singapura. Dia berharap, dukungan tersebut dapat membawa kemajuan bagi perekonomian Batam.
Dalam pertemuan itu, turut hadir juga Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Harlas Buana; Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar; serta beberapa Pejabat Tingkat III dan IV di lingkungan BP Batam. (*)

 

Artikel KBRI Singapura Beri Masukan Potensi Investasi pertama kali tampil pada Metropolis.

Pesan Ombudsman Kepulauan Riau Terkait Isu BBM Oplosan

0
Karyawan SPBU mengisi BBM untuk mobil.

batampos – Publik mulai mempertanyakan kualitas BBM jenis Pertamax setelah mencuatnya dugaan kasus korupsi di tubuh Pertamina Patra Niaga terkait pengoplosan Pertalite menjadi Pertamax RON 92.

Meski demikian, Ketua Ombudsman Kepulauan Riau, Lagat, mengimbau masyarakat agar tidak terlalu reaktif dalam menyikapi isu ini.

“Masyarakat sebaiknya menunggu perkembangan kasus ini di Kejaksaan Agung untuk memastikan apakah benar ada praktik pengoplosan BBM,” ujar Lagat, Sabtu (1/3).

Menurutnya, jika nantinya terbukti secara hukum bahwa ada praktik pengoplosan, ma­ka Pertamina harus bertanggung jawab penuh terhadap masyarakat pengguna Pertamax yang merasa dirugikan.

“Jika terbukti ada pengoplosan, tentu ada mekanisme ganti rugi bagi masyarakat yang telah dirugikan. Namun, selama kendaraan tidak mengalami masalah, kita serahkan kepada proses hukum yang tengah berjalan,” tambahnya.

Selain itu, guna mengembalikan kepercayaan publik terhadap Pertamina, Lagat menyarankan agar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam menunda penerapan “Fuel Card” atau kartu kendali untuk Pertalite.

“Jika masyarakat sudah telanjur kehilangan kepercayaan, ada baiknya penerapan itu ditunda dulu sambil menunggu perkembangan lebih lanjut,” ujarnya.

Dugaan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan Kejaksaan Agung. Publik diharapkan tetap tenang dan mengikuti perkembangan lebih lanjut dari proses hukum yang berjalan.

Sebelumnya, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menegaskan, tidak ada praktik pengoplosan BBM di perusahaannya. Ia memastikan bahwa kualitas Pertamax yang beredar saat ini sesuai dengan spesifikasi pemerintah, yakni Research Octane Number (RON) 92. Heppy menjelaskan, proses injeksi warna atau pewarnaan dilakukan di terminal utama BBM sebagai pembeda produk, sehingga masyarakat mudah mengenalinya.

Selain itu, upaya injeksi aditif juga dilakukan untuk meningkatkan performa produk Pertamax. “Jadi bukan pengoplosan atau mengubah RON. Masyarakat tidak perlu khawatir dengan kualitas Pertamax,” jelas Heppy. (*)

 

Reporter : Azis Maulana

Artikel Pesan Ombudsman Kepulauan Riau Terkait Isu BBM Oplosan pertama kali tampil pada Metropolis.

Ratusan Titik Bazar Ramadan di Batam

0

batampos – Menjelang sore, aroma khas gorengan, es buah, dan berbagai hidangan manis mulai menguar di udara. Di sudut-sudut kota, dari jalanan utama hingga gang-gang perumahan, deretan lapak takjil bermunculan, menawarkan aneka makanan berbuka puasa.

Ramadan di Batam selalu diwarnai dengan ratusan titik bazar yang menjadi magnet bagi warga mencari santapan pelepas dahaga setelah seharian berpuasa. Demi memastikan higienitas makanan, Pemko Batam melakukan pengawasan rutin.

Pengawasan ini dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, melalui puskesmas di setiap kecamatan. Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, bahwa petugas Puskesmas akan mengambil sampel makanan secara swadaya dan mengujinya menggunakan test kit khusus.

“Mereka membeli sampel lalu memeriksanya. Pengujian ini bertujuan mendeteksi adanya bahan berbahaya seperti formalin, boraks, Rhodamin B, dan Methanil Yellow,” ujar Didi, Sabtu (1/3).

Jika ditemukan makanan mengandung zat berbahaya, Dinkes akan memberikan pembinaan dan peringatan kepada pedagang. Namun, Didi juga mengingatkan agar konsumen lebih waspada terhadap jajanan yang mereka konsumsi.

“Masyarakat harus lebih aware (peduli atau memperhatikan) dan mengenali ciri-ciri makanan yang tidak aman. Jangan hanya tergiur dengan tampilan menarik atau harga murah,” ucap Didi.

Beberapa zat kimia berbahaya yang sering ditemukan dalam jajanan Ramadan antara lain, formalin yang digunakan sebagai pengawet mayat. Zat kimia ini membuat makanan tidak mudah basi meski disimpan di suhu ruang. Ciri-cirinya antara lain tekstur lebih kenyal dan keras, bau menyengat seperti obat atau antiseptik, serta rasa yang agak pahit dan tidak alami. Zat ini biasanya ditemukan dalam tahu, mie basah, ikan asin, bakso, dan daging olahan.

Boraks, bahan pembersih yang sering disalahgunakan dalam makanan, membuat tekstur lebih kenyal dan kaku, warna lebih mengkilap, serta rasa agak getir atau pahit. Boraks kerap ditemukan dalam bakso, mie basah, lontong, kerupuk, dan cilok.

Rhodamin B, pewarna tekstil berwarna merah yang berbahaya bagi kesehatan, memiliki warna merah mencolok, lebih terang dari warna alami, larut dalam air dengan warna tidak merata, dan meninggalkan noda pada tangan atau mulut setelah dikonsumsi. Zat ini sering ditemukan dalam kerupuk warna-warni, sirup, es lilin, terasi, dan saus cabai.

Methanil Yellow, pewarna tekstil kuning yang sering disalahgunakan, memiliki warna kuning sangat terang dan mencolok, tidak mudah larut dalam air secara merata, meninggalkan noda pada tangan atau alat makan, serta memiliki rasa agak pahit dan tidak alami.

Biasanya ditemukan dalam tahu kuning, kerupuk kuning, mie kuning, dan gorengan.
Agar terhindar dari makanan berbahaya, masyarakat disarankan memilih makanan dengan warna alami yang tidak mencolok, memeriksa tekstur makanan, menghindari makanan yang terlalu kenyal atau tahan lama, serta tidak tergiur dengan aroma yang tidak wajar. Membeli makanan dari pedagang terpercaya atau membuat sendiri di rumah juga menjadi langkah terbaik.

“Pastikan produk kemasan memiliki label BPOM. Jika menemukan makanan yang dicurigai mengandung bahan berbahaya, masyarakat dapat melaporkannya ke BPOM atau dinas kesehatan setempat,” ujar Didi.

Dengan pengawasan ketat dari Dinkes Batam dan kesadaran masyarakat dalam memilih makanan, diharapkan jajanan Ramadan tahun ini lebih aman dan sehat bagi semua.
Sementara itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam mencatat bahwa tahun ini ada ratusan lokasi bazar takjil yang tersebar di seluruh kecamatan.

Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, mengatakan, hampir semua titik yang pernah menggelar bazar pada tahun-tahun sebelumnya kembali hadir tahun ini. Tak hanya di pusat kota, bazar Ramadan kini juga semakin menjamur di perumahan-perumahan dan pasar tradisional.

“Yang jelas, banyak sekali bazar Ramadan di Batam tahun ini. Ini mengindikasikan bahwa perputaran ekonomi cukup baik,” ujar Ardiwinata, Sabtu (1/3).

Dataran Dang Anom, salah satu titik bazar Ramadan.

Bazar Ramadan yang tersebar di berbagai lokasi ini, kata Ardi akan berlangsung selama satu bulan penuh. Selain menjadi ajang belanja kebutuhan berbuka puasa dan sahur, bazar juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk berinteraksi dan menikmati suasana Ramadan.

Selain bazar yang digelar oleh masyarakat, Pemerintah Kota (Pemko) Batam juga mengadakan bazar dengan konsep ekonomi kreatif dan kepariwisataan. Kegiatan ini berlangsung di Taman Dang Anom, yang sudah enam tahun berturut-turut menjadi pusat bazar tematik Ramadan.

“Dengan tema Batam Wonderfood and Art Ramadan yang keenam, bazar di Taman Dang Anom menghadirkan suasana berbeda. Di sana, pengunjung tidak hanya berbelanja, tetapi juga bisa berbuka bersama dan menikmati berbagai acara,” kata Ardi.

Bazar di Taman Dang Anom menyediakan panggung yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial, seperti berbagi buka puasa dengan anak yatim dan acara amal lainnya. Hal ini menjadikan bazar tersebut lebih dari sekadar tempat jual beli, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan.

Tak hanya itu, kawasan Taman Dang Anom yang asri menjadi daya tarik tersendiri bagi keluarga untuk menghabiskan waktu sore menjelang berbuka puasa. Suasana senja yang indah menambah kenyamanan bagi para pengunjung.

Fasilitas pendukung pun disediakan, termasuk musala yang dapat digunakan mulai dari salat asar hingga maghrib. Hal ini memudahkan para pengunjung untuk tetap menjalankan ibadah di tengah aktivitas berbelanja dan berbuka puasa.

Menurut Ardi, setiap tahun jumlah bazar Ramadan di Batam terus bertambah. Meski data pastinya masih dalam proses pendataan, perkiraan awal menunjukkan ada ratusan bazar yang tersebar di berbagai titik di kota ini.

Dia berharap, roda perekonomian masyarakat Batam terus bergerak positif selama Ramadan. Bazar Ramadan tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi katanya juga ruang interaksi sosial yang memperkuat kebersamaan di bulan penuh berkah. (*)

 

 

Reporter : ARJUNA / AZIZ MAULANA

Artikel Ratusan Titik Bazar Ramadan di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Ramadhan Heritage Ala Four Points by Sheraton Batam

0

batampos – Four Points by Sheraton Batam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang istimewa dengan konsep “Ramadhan Heritage”. Mengusung tema Warisan Nusantara, program ini membawa cita rasa autentik dari berbagai daerah di Indonesia, menciptakan suasana berbuka yang penuh kehangatan dan nostalgia.

Mulai 3 hingga 27 Maret 2025, Evolution Restaurant di Four Points by Sheraton Batam akan menyajikan lebih dari 100 hidangan khas Nusantara yang bergantian setiap harinya. Para tamu diajak untuk menjelajahi kekayaan kuliner Indonesia, dari Sumatera, Jawa, Sulawesi, hingga Bali dan Lombok.

Menurut Director of Sales & Marketing Four Points by Sheraton Batam, Budi Utomo Simbolon, konsep ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman kuliner yang tidak hanya lezat, tetapi juga bermakna.

“Kami ingin menghadirkan suasana kampung halaman bagi para perantau yang berada di Batam. Dengan hidangan khas dari berbagai daerah, tamu kami dapat mengenang kembali cita rasa masakan rumah yang selalu dirindukan, seolah-olah sedang berbuka puasa di kampung halaman bersama keluarga,” ujarnya.

Setiap hari, menu berbuka puasa menyuguhkan hidangan dari daerah yang berbeda. Hari tertentu misalnya, menghadirkan kuliner khas Jawa Barat seperti Soto Bandung, Sate Maranggi, Nasi Tutug Oncom, Ayam Bakar Bekakak, dan Mie Goreng Tek Tek.

Sementara di hari lainnya, tamu dapat menikmati Sup Timlo, Sate Ayam Tegal, Mie Tengkleng Jogja dari Jawa Tengah, hingga Soto Lamongan, Nasi Rawon, Mie Kluntuk Surabaya, dan Daging Krengsengan dari Jawa Timur.

Tak hanya itu, hidangan khas Sumatera, Sulawesi, Lombok, dan Bali juga turut memeriahkan Ramadhan Heritage. Ada Mie Gomak, Sup Ikan Batam, Coto Makassar, Sup Sasak Lombok, Bebek Betutu Bali, serta berbagai masakan tradisional lain yang siap menggugah selera.

Selain menghadirkan sajian lezat, Four Points by Sheraton Batam juga menyiapkan pengalaman menarik untuk melengkapi suasana berbuka puasa. Dekorasi khas Ramadan, photo booth tematik, serta hiburan turut menyemarakkan nuansa kehangatan bulan suci ini.

Tak lengkap rasanya berbuka tanpa sajian takjil tradisional. Evolution Restaurant menyediakan aneka takjil khas Nusantara, seperti kolak, bubur, minuman hangat dan es sirup segar, serta beragam jajanan pasar yang menggugah selera sebelum menyantap hidangan utama.

Menawarkan pengalaman berbuka yang istimewa, Four Points by Sheraton Batam menghadirkan harga spesial Rp205.000 per orang untuk menikmati buffet sepuasnya. Berbagai promo menarik juga tersedia, termasuk beli 5 gratis 1 serta diskon 15% untuk pemesanan sebelum 28 Februari 2025.

Dengan konsep Ramadhan Heritage, Four Points by Sheraton Batam menghadirkan lebih dari sekadar santapan berbuka puasa. Setiap hidangan yang disajikan membawa cerita dan kenangan dari berbagai daerah di Indonesia, menciptakan momen tak terlupakan bagi para tamu.

Segera reservasi sekarang dan rasakan kehangatan berbuka puasa ala Ramadhan Heritage hanya di Four Points by Sheraton Batam. Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, hubungi +62 821-7229-5788. Atau bisa kirim pesan di Instagram @fourpointsbatam, bisa juga melalui akun Facebook Four Points by Sheraton Batam. (*)

Artikel Ramadhan Heritage Ala Four Points by Sheraton Batam pertama kali tampil pada Lifestyle.

Tiket Pesawat Mudik Lebaran Turun 14 Persen

0

Kabar baik bagi masyarakat yang berencana mudik Lebaran tahun ini! Pemerintah melalui kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 6 persen akan menurunkan tarif tiket pesawat domestik hingga 14 persen. Kebijakan ini berlaku selama periode 24 Maret hingga 7 April 2025 untuk mendukung kelancaran arus mudik.

Jaga Kestabilan Stok Selama Ramadan, Kapolres Anambas Bakal Tindak Pengusaha Yang Timbun Bahan Pangan

0
Kapolres Anambas, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat. f.ihsan

batampos– Kapolres Anambas, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat menggandeng Pemerintah Daerah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pangan untuk mengawasi harga pangan di pasar.

“Sudah (dibentuk) dengan Pemkab Anambas. Kita sama-sama memantau ketersediaan pangan di lapangan,” ujar Kapolres Ricky, Jum’at, (28/2).

Menurutnya, saat puasa serta jelang hari raya Idul Fitri 1446 Hijriah akan banyak warga yang membutuhkan pangan atau sembako.

Hal ini bisa membuat oknum pengusaha ingin melakukan penimbunan untuk meraup keuntungan pribadi.

BACA JUGA: Mendes Yandri: Tidak Boleh Kurang, 20 Persen Dana Desa Digunakan untuk Ketahanan Pangan

Maka dari itu, ia tidak akan segan-segan menindak mereka yang melakukan penimbunan.

“Kita waspadai adanya penimbunan jangan sampai ada orang-orang tertentu atau pengusaha-pengusaha yang berbuat nakal, menimbun dengan mengambil keuntungan nantinya,” tegas Ricky.

Hingga saat ini Polres Anambas belum menemukan indikasi penimbunan sembako. Ketersediaan bahan pangan di pasar aman menjelang Ramadan.

Sementara itu di Pasar Inpres Tarempa, stok bahan pangan tidak mengalami kelangkaan. Pedagang mengakui sejak dua ini distributor rutin menyuplai ke mereka.

“Sudah normal barang bang. Ga ada langka, untuk puasa ini insya allah cukup,” ujar seorang pedagang, Habibah

Bawang dan cabe, lanjutnya, merupakan bahan pangan yang paling banyak diburu warga.

“Untuk sayur ada juga yang minat, tapi tidak sebanyak bawang dan cabe. Ayam beku juga banyak dicari, ini stok udah mau habis. Tapi sore nanti ada lagi stok datang, dikirim dari Batam pakai kapal ferry,” pungkas Habibah. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Jaga Kestabilan Stok Selama Ramadan, Kapolres Anambas Bakal Tindak Pengusaha Yang Timbun Bahan Pangan pertama kali tampil pada Kepri.

Tebar Kebaikan Ramadan, Ikamba Batam dan FCC Sriwijaya Bagikan Takjil dan Makanan Gratis ke Masyarakat

0
Ikamba Kota Batam dan katering FCC Sriwijaya saat membagikan takjil dan makanan gratis, Sabtu (1/3). Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Ikatan Keluarga Bangka (Ikamba) Kota Batam bekerja sama dengan katering FCC Sriwijaya membagikan takjil dan makanan gratis, Sabtu (1/3). Kegiatan ini dalam rangka menebar kebaikan di bulan suci Ramadan.

Sebanyak 200 paket takjil, 230 porsi makanan dan minuman dibagikan kepada setiap pengendara yang melintas di depan Ruko Papa Mama Residence, Blok A nomor 5 Batamcentre.

Menurut Ketua Umum Ikamba Kota Batam Jupri, kegiatan berbagi di bulan Ramadan ini merupakan salah satu rangkaian dari program Ramadan Ikamba Batam. Kata Jupri, Ikamba Batam akan berbagi makanan dan takjil untuk buka puasa kepada masyarakat Batam pada puasa pertama, kedua dan ketiga.

“Salah satu rangkaiannya yaitu pembagian takjil dan makanan untuk pengguna jalan mulai dari tukang ojek, tukang bangunan, sopir lori, kurir. Intinya adalah berbagi untuk solidaritas umat. Siapa pun pengguna jalan kita berikan takjil dan makanan untuk berbuka puasa, untuk makan bersama,” ujar Jupri.

Aksi berbagi ini juga, sambungnya, sebagai sarana untuk menggalang dan menjaga rasa kekeluargaan dan kekompakan Ikamba Batam dengan masyarakat. Selain itu juga, katanya, untuk melatih dalam hal berbagi yang bertujuan untuk membantu masyarakat.

“Alhamdulillah atas dukungan dari para donatur dan panitia. Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada para donatur dan panitia sehingga kegiatan berbagi ini dapat berjalan dengan lancar,” ucapnya lagi.

Sementara itu, pemilik katering FCC Sriwijaya Willem Effendi mengapresiasi kegiatan bagi takjil dan makanan tersebut. Menurut Williem, kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk memaknai hakikat bulan puasa dengan memperbanyak amal kebaikan dan berbagi rezeki antar sesama umat.

“Berbagi itu merupakan implementasi dari sikap toleransi dan kepedulian bersama merasakan kebahagiaan di bulan mulia ini,” ucapnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan baik dari masyarakat dan pengguna jalan, seperti yang dirasakan Andi yang berprofesi sebagai ojol itu.

“Terimakasih. Kegiatan ini banyak bermanfaat bagi para pengguna jalan, kurir, ojol, masyarakat yang belum sempat mampir ke warung makan dan lain sebagainya. Semoga banyak berkahnya,” ungkap Andi. (*)

Artikel Tebar Kebaikan Ramadan, Ikamba Batam dan FCC Sriwijaya Bagikan Takjil dan Makanan Gratis ke Masyarakat pertama kali tampil pada Metropolis.

Kapolres Lingga Bersama Pemkab Lingga Melakukan Pengecekan Pasar dan Agen Sembako Menjelang Ramadan

0
Kapolres Lingga bersama Pemkab Lingga dan OPD Kabupaten Lingga melaksanakan sidak di pasar Dabo Singkep, Jumat (28/2). F. Vatawari/BATAM POS.

batampos– Kapolres Lingga didampingi Asisten II Pemkab Lingga dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lingga melakukan pengecekan terhadap stok bahan pokok sembako di Pasar Dabo Singkep menjelang Bulan Suci Ramadan 1446 Hijriah. Kegiatan ini dilaksanakan di Agen dan Pasar Dabo Singkep, pada Jumat (28/2).

Kegiatan ini bertujuan untuk mamastikan ketersediaan stok bahan pokok sehari-hari serta stabilisasi harga bahan pokok yang akan dipasarkan selama bulan Suci Ramadan 1446 Hijriah nantinya.

Kapolres Lingga, AKBP Apri Fajar Hermanto, S.I.K., mengatakan pelaksanaan sidak pasar bertujuan untuk mengecek ketersediaan stok bahan pokok yang ada di Kabupaten Lingga agar selama bulan puasa tidak mengalami kelangkaan.

BACA JUGA: Pasar Sembako Murah, Pemkab Lingga Jamin Kualitas dan Harga Terjangkau

“Kegiatan sidak pasar ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok di pasar maupun di agen yang menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Apalagi besok kita sudah masuk bulan Suci Ramadan, jangan sampai stok bahan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk sahur dan berbuka mengalami kelangkaan,” ujar Apri saat diwawancarai, Kamis (28/2).

Kapolres Lingga menjelaskan, dari hasil sidak hari ini, ketersediaan stok bahan pokok di pasar maupun di agen masih tersedia dan aman. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir tentang kelangkaan bahan pokok selan Bulan Suci Ramadan ini.

“Alhamdulillah dari hasil Sidak hari ini, kita mendapatati untuk ketersediaan bahan pokok yang ada di pasar dan di agen masih aman. Untuk harga juga masih dalam batas wajar, hanya saja untuk transportasi penyuplai stok bahan pokok yang masuk ke Langga mengalami perubahan jadwal yang dulunya dua kali dalam satu Minggu sekarang hanya satu kali dalam seminggu,” ungkap Apri.

Selanjutnya, Asisten II Pemkab Lingga, Zainal Abidin menambahkan untuk harga bahan pokok saat ini masih dalam batas wajar dan aman. Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir akan kenaikan harga bahan pokok selama Bulan Suci Ramadan.

“Alhamdulillah saat ini stok bahan pokok dan BBM kita masih aman. Kami perkirakan hingga menjelang perayaan Idul Fitri mendatang stok barang masih ada, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kenaikan harga yang disebabkan kelangkaan bahan pokok dan BBM,” tambahnya.

Pemkab Lingga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga dan Pihak penyedia jasa penyeberangan Roro rute Jagoh-Jambi untuk memastikan tidak ada kendala dalam pendistribusian bahan pokok yang masuk ke Lingga selama Bulan Suci Ramadan.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga dan pihak penyedia jasa penyeberangan Roro agar selama Bulan Ramadan dan menjelang perayaan Idul Fitri mendatang pelayaran untuk pendistribusian bahan Pokok dari Jambi menuju Jagoh tetap stabil dan aman. Sehingga tidak terjadi kelangkaan yang mengakibatkan kenaikan harga barang,” tutup Zainal. (*)

Reporter: Vatawari

 

Artikel Kapolres Lingga Bersama Pemkab Lingga Melakukan Pengecekan Pasar dan Agen Sembako Menjelang Ramadan pertama kali tampil pada Kepri.

Atasi Penumpukkan Sampah, Dishub LH Berdayakan Tenaga Kebersihan dari Desa

0
Titik pembungan sampah di Desa Tarempa Selatan yang tidak terurus. Dishub-LH kini berkobalorasi dengan desa atau kelurahan untuk mengatasi masalah sampah. f.ihsan

batampos– Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup (Dishub LH) Anambas mengurangi titik pembuangan sampah yang tersebar di setiap kelurahan maupun desa.

Biasanya, setiap desa atau kelurahan minimal ada 7 titik. Saat ini dikurangi menjadi 5 bahkan 1 titik.

Pengurangan titik sampah ini dampak dari tidak adanya petugas kebersihan yang bertugas. Mereka tidak bertugas karena telah diberhentikan atau tidak memenuhi syarat untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

BACA JUGA: Petugas DLH Mogok, Akibatnya Sampah Tak Terangkut

“Kita kurangi titik pembuangan untuk mencegah terjadinya penumpukkan sampah. Sempat kemarin sampah menumpuk tak terangkut, warga komplain,” ujar Kepala Dishub LH Anambas, Abdul Kadir, Jum’at, (28/2).

Kadir menjelaskan masalah sampah di Siantan dan Jemaja menjadi atensi bagi Bupati Aneng. Agar sampah tidak menumpuk, pihaknya menggandeng desa atau kelurahan untuk memperkerjakan tenaga kebersihan.

“Tenaga kebersihan di desa dan kelurahan kan ada. Kita berdayakan mereka, Dishub LH hanya menyediakan bahan bakar minyak dan kendaraan operasional,” jelas Kadir.

Ia juga menambahkan, masing-masing desa atau kelurahan kini pun menerapkan iuran pungutan sampah kepada masing-masing keluarga.

“Kalau di Kelurahan Tarempa diminta iuran Rp 10 ribu per keluarga. Kalau desa lain tergantung dari kesepakatan musyawarah desanya bersama warga,” pungkas Kadir. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Atasi Penumpukkan Sampah, Dishub LH Berdayakan Tenaga Kebersihan dari Desa pertama kali tampil pada Kepri.