Selasa, 28 April 2026
Beranda blog Halaman 2362

Penyerangan Brutal di Rempang, Warga Dihajar, Barang Dirampas, dan Lansia Hampir Tewas

0
Satreskrim Polresta Barelang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sejumlah lokasi di Sembulang untuk mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan dari saksi. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Aksi penyerangan brutal kembali mengguncang wilayah Rempang, Galang. Sejumlah warga dilaporkan menjadi korban dalam insiden tersebut, termasuk seorang lansia bernama Abu Bakar (63), warga Kampung Sei Buluh, yang nyaris tewas setelah ditempelkan parang oleh kelompok penyerang. Kondisinya diperparah dengan riwayat stroke yang dideritanya.

“Saya ditempelin parang, motor saya dirusakin, tetangga saya dipukul. Mereka tuduh saya ikut menyekap rekan mereka. Padahal, saya ini sudah stroke, mana bisa buat ribut. Memang tak ada hati nurani orang-orang itu. Mereka membabi buta saja, rusakin barang orang, rampas ponsel, uang, semuanya diambil,” keluh Abu Bakar dengan suara gemetar saat ditemui di sembulang.

Peristiwa penyerangan ini disebut warga lebih mirip aksi perampokan. Beberapa saksi mata menyebut para pelaku menggunakan sistem kelompok dan mengenakan sebo (penutup wajah). Mereka datang menggunakan satu truk, dua mobil pikap, dan sejumlah sepeda motor. “Sudah kayak perampokan orang itu. Datangnya bergerombol, bawa parang, tombak, dan panah,” ujar seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut.

Baca Juga: Tokoh Adat Melayu Kepri Kutuk Kekerasan di Rempang

Penyerangan yang terjadi pada Rabu (18/12) dini hari itu menciptakan suasana mencekam di wilayah Sembulang. Para pelaku, yang jumlahnya disebut mencapai puluhan orang, melakukan penganiayaan terhadap warga tanpa pandang bulu. Sebelum menyerang, mereka terlebih dahulu memecahkan lampu-lampu penerangan di sekitar lokasi.

“Mereka pecahkan semua lampu dulu, baru hajar kami. Pakai parang, broti (batang kayu), panah, dan tombak. Saya sampai pura-pura mati, kalau bangun lagi pasti dimatikan mereka,” ujar Dakirin, salah satu korban, yang mengalami patah tangan akibat penganiayaan tersebut.

Data korban dalam insiden ini terus bertambah. Sebelumnya dilaporkan ada delapan korban luka-luka. Para korban terdiri dari warga berbagai usia, termasuk seorang anak berusia 12 tahun. Berikut data lengkap korban kekerasan tersebut:

1. Zakaria (42), warga Kampung Sembulang Hulu, mengalami luka berat, termasuk lebam di wajah, luka sayat di punggung, serta retak dan patah tulang pipi.

2. Samsudin (±50), warga Kampung Sembulang Hulu, menderita luka sobek di kepala akibat senjata tajam.

3. Zaidi (±50), warga Kampung Sembulang Pasir Merah, juga mengalami luka sobek di kepala.

4. Edi Jumardi (52), warga Kampung Sei Buluh, menderita memar di punggung akibat pukulan benda tumpul.

5. Perdiansyah (12), pelajar SMP N 18 Batam dari Kampung Sei Buluh, mengalami memar di wajah akibat pukulan.

6. Sukio (33), warga Kampung Sembulang Tanjung, mengalami luka sobek di kepala.

7. Dakirin (42), warga Kampung Sembulang Pasir Merah, mengalami patah tangan akibat dipukul dengan broti dan parang.

8. Khaidir (41), warga Kampung Sembulang Camping, terkena anak panah di pinggang bagian belakang.

Sementara itu, laporan dari sejumlah warga juga mengungkapkan bahwa para pelaku penyerangan melakukan perampasan harta benda milik warga. Ponsel, uang tunai, dan barang-barang berharga lainnya dilaporkan hilang setelah para pelaku kabur dari lokasi.

“Mereka ambil ponsel saya, dompet, dan uang di kantong. Motor saya juga dirusakin,” ungkap Abu Bakar yang tampak masih trauma dengan kejadian tersebut.

Penyerangan ini disebut-sebut dipicu oleh dugaan penyekapan anggota dari pihak PT MEG yang tengah melakukan patroli di wilayah tersebut. Namun, beberapa warga membantah tuduhan tersebut, dengan alasan bahwa mereka hanya berusaha mempertahankan hak atas lahan yang kini menjadi bagian dari proyek Rempang Eco-City.

Penyerangan ini disebut-sebut dipicu oleh dugaan penyekapan anggota dari pihak PT MEG yang tengah melakukan patroli di wilayah tersebut. Namun, beberapa warga membantah tuduhan tersebut, dengan alasan bahwa mereka hanya berusaha mempertahankan hak atas lahan yang kini menjadi bagian dari proyek Rempang Eco-City.

Hingga kini, pihak kepolisian dari Polresta Barelang telah turun ke lapangan untuk menyelidiki kasus ini. Satreskrim Polresta Barelang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sejumlah lokasi di Sembulang untuk mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan dari saksi.

“Hari ini kami lakukan olah TKP di beberapa titik. Semua informasi akan kami proses dalam penyelidikan lanjutan,” kata Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Thetio.

Sementara itu, Kapolsek Galang, Iptu Alex Yasral, menegaskan bahwa kasus ini akan ditangani secara serius dan tegas. la berjanji bahwa proses hukum akan berjalan secara objektif dan transparan.

“Penanganan kasus penyerangan dan penganiayaan ini akan ditangani secara tegas oleh Polresta Barelang. Semua pihak yang terbukti bersalah, tanpa pandang bulu, akan diproses secara hukum,” tegas Iptu Alex Yasral.

Suasana di wilayah Sembulang masih tegang pasca penyerangan. Sejumlah warga meminta perlindungan dari aparat kepolisian untuk mengantisipasi serangan susulan.

“Kami takut mereka datang lagi. Kalau tidak ada polisi yang jaga, bisa-bisa kami jadi korban lagi,” ujar seorang warga.

Polisi kini tengah melakukan patroli intensif di wilayah Sembulang untuk mencegah potensi konflik lanjutan. Polresta Barelang juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

“Serahkan proses ini kepada kami. Jangan terprovokasi dan jangan bertindak sendiri. Kami akan usut tuntas kasus ini,” pungkas Iptu Alex Yasral. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Penyerangan Brutal di Rempang, Warga Dihajar, Barang Dirampas, dan Lansia Hampir Tewas pertama kali tampil pada Metropolis.

Kerusuhan Rempang Galang: Anggota DPRD Kepri Serukan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu

0
Masyarakat Rempang gelar pertemuan akbar menyikapi kerusuhan sebelumnya. F. Eusebius/Batam Pos

batampos – Situasi di Rempang Galang, Kepulauan Riau, yang sempat memanas akibat konflik antara masyarakat setempat dan pihak pengelola proyek strategis nasional Rempang Eco City, mulai berangsur kondusif. Pasca kerusuhan yang terjadi pada Rabu (18/12) dini hari, sejumlah pihak menyerukan perlunya penegakan hukum yang tegas dan adil.

Anggota DPRD Kepri, Taba Iskandar, menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Negara kita adalah negara hukum. Kita percaya pada hukum. Proses penegakan hukum harus berjalan tanpa pandang bulu,” tegas Taba saat ditemui di sela-sela pertemuan dengan masyarakat.

Ia mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi dan tetap menjaga keamanan pribadi serta keamanan wilayah Sembulang.

Taba juga mengingatkan bahwa kepolisian telah memiliki aturan dan pedoman yang jelas dalam menangani kasus ini. “Polisi tahu apa yang harus ditegakkan. Tujuan kita adalah menegakkan hukum, bukan melanggar hukum,” ujarnya.

Sementara itu, Panglima Utama LSM Lang Laut Kepulauan Riau, Suherman, mengungkapkan bahwa masyarakat Rempang telah sepakat memantau bersama perkembangan kasus ini. Ia juga mengungkapkan bahwa pasca insiden berdarah tersebut, pihak PT MEG telah menarik pekerjanya dari wilayah Rempang.

“Kasus ini juga kita pantau bersama. Masyarakat Rempang Galang meminta agar pemerintah turun tangan dalam penyelesaian masalah ini. Jangan ada pelanggaran hukum lagi. Kalau ada yang melanggar, proses hukum harus berjalan,” tegas Suherman.

Mediasi yang digelar bersama Polri dan TNI di Presta Barelang pada hari berikutnya juga menghasilkan beberapa kesepakatan.

Tokoh masyarakat Rempang, Grisman Ahmad, mengungkapkan bahwa tidak ada gejolak pasca mediasi. “Polisi sudah komitmen akan memproses kejadian kemarin secara tegas. Rakyat ingin aman, damai, dan nyaman. Investor dipersilakan berinvestasi, tapi jangan sampai merugikan atau mengusik warga,” jelas Grisman.

Ia juga mengingatkan bahwa wilayah yang menjadi lokasi proyek Rempang Eco City dulunya adalah bekas area pengungsian warga Vietnam. “Sebenarnya, ini urusan pemerintah. Setelah urusan antara pemerintah dan masyarakat selesai, barulah diserahkan ke pihak ketiga,” tambah Grisman.

Kapolsek Galang, Iptu Alex Yasral, mengonfirmasi bahwa proses hukum sedang berlangsung. “Mediasi sudah berjalan, dan kedua belah pihak diminta untuk menahan diri. Laporan yang masuk sedang kami tindak lanjuti. Mari kita ciptakan situasi yang aman dan damai,” imbau Alex.

Pertemuan akbar yang digelar di lapangan Sembulang juga memperkuat solidaritas masyarakat Kampung Tua. Pertemuan ini dihadiri oleh tokoh adat, tokoh masyarakat, dan perwakilan paguyuban Melayu, dengan tujuan memperkuat posisi masyarakat dalam memperjuangkan hak-haknya.

“Kami ingin kejelasan dan perlindungan, bukan kekerasan,” ujar Aldi, salah satu warga yang hadir dalam pertemuan tersebut. Aspirasi ini sejalan dengan pernyataan Nenek Awe, seorang tokoh masyarakat dari lima kampung tua di Rempang. “Kita pantau bersama, jangan tinggalkan kami lima kampung dari 12 kampung tua. Kita jangan tidur, kita berjuang bersama demi tanah ulayat kita,” ujarnya dengan semangat.

Kekhawatiran masyarakat terhadap proyek Rempang Eco City telah lama mencuat. Mereka berharap bahwa segala kebijakan terkait pengelolaan lahan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat lokal. Tokoh masyarakat mengingatkan agar masyarakat tidak terprovokasi dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.

Taba Iskandar juga menekankan pentingnya kepastian kebijakan pemerintah. “Saya sebagai wakil rakyat tidak perlu menunggu pelantikan kepala daerah terpilih. Saya akan tindak lanjuti dan laporkan ke pemerintah daerah dan provinsi. Kita ingin tahu ke mana arah kebijakan pemerintah, agar ada kejelasan dan tidak simpang siur,” tegas Taba.

Ia menekankan bahwa kepastian kebijakan ini penting untuk menciptakan rasa aman bagi semua pihak. “Kalau kebijakan pemerintah mengarah pada kesejahteraan masyarakat, kita dukung. Tapi kalau kebijakan itu merugikan masyarakat kita, tentu kita akan berjuang untuk melindungi hak-hak rakyat,” tegasnya.

Dukungan dari paguyuban Melayu dan tokoh adat turut memperkuat posisi masyarakat. Para tokoh masyarakat meminta agar warga dapat menyampaikan aspirasinya dengan cara yang santun, misalnya dengan menggunakan spanduk, tanpa mengandung provokasi atau unsur SARA.

Sementara itu, Suherman dari LSM Lang Laut Kepri menegaskan bahwa konflik ini harus diselesaikan melalui jalur pemerintahan. “Kita minta pemerintah yang akan mengelola dan menyelesaikan masalah ke depan. Jangan sampai ada pihak lain yang mengambil alih sebelum masalah ini tuntas,” ujarnya.

Situasi di Rempang yang sempat memanas kini mulai berangsur pulih. Delapan warga yang sebelumnya menjadi korban kekerasan telah mendapatkan perawatan medis. Dari delapan korban tersebut, tujuh orang telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan rawat jalan. Satu orang lainnya yang mengalami luka robek di kepala masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Pemerintah, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan berharap proses mediasi dan penegakan hukum dapat menciptakan ketenangan di tengah masyarakat. Semua pihak diingatkan untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, demi menciptakan situasi yang aman dan damai di Rempang.

Tentang PSN Rempang Eco City

Rempang Eco-City adalah proyek pengembangan terpadu di Pulau Rempang, Kota Batam, yang mencakup sektor industri, perdagangan, residensial, dan pariwisata. Proyek ini ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) pada tahun 2023, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2023.

Pengembangan kawasan ini melibatkan Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT Makmur Elok Graha (MEG), anak perusahaan Artha Graha milik Tomy Winata. Nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai Rp381 triliun hingga tahun 2080 dan diharapkan dapat menyerap sekitar 306.000 tenaga kerja.

Salah satu investor utama dalam proyek ini adalah Xinyi Group dari China, yang berencana membangun pabrik kaca terbesar kedua di dunia di Pulau Rempang dengan nilai investasi sekitar Rp174 triliun.

Namun, proyek ini menghadapi tantangan signifikan, terutama terkait relokasi sekitar 7.500 penduduk Pulau Rempang yang telah mendiami wilayah tersebut secara turun-temurun. Rencana relokasi ini memicu penolakan dan protes dari warga setempat, yang berpuncak pada bentrokan dengan aparat keamanan pada September 2023.

Pemerintah telah menawarkan kompensasi berupa rumah tipe 45 senilai Rp120 juta dengan luas tanah 500 meter persegi, serta berbagai keringanan biaya lainnya, kepada warga yang terdampak. Namun, hingga Desember 2024, proses relokasi masih menghadapi hambatan akibat penolakan dari sebagian masyarakat.

Meskipun demikian, pemerintah dan BP Batam terus berupaya melanjutkan proyek ini dengan prioritas pada kesejahteraan masyarakat dan pemberdayaan ekonomi lokal. Langkah-langkah seperti penyediaan lapangan kerja, pelatihan keterampilan, dan program pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sedang digalakkan untuk memastikan bahwa pengembangan Rempang Eco-City membawa manfaat bagi penduduk setempat. (*)

Reporter: Eusebius Sara

 

Artikel Kerusuhan Rempang Galang: Anggota DPRD Kepri Serukan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu pertama kali tampil pada Metropolis.

Usai Kepala Perpustakaan Diringkus, Polisi Juga Tangkap Pencetak Garis Benang Uang Palsu UIN Alauddin Makassar

0
Polisi menggiring dua terduga pelaku kasus peredaran dan pencetakan uang palsu di Mapolres Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (17/12). (ANTARA FOTO)

batampos – Uang palsu (upal) yang dicetak di perpustakaan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) diduga sudah beredar ke banyak tempat. Selain di Mamuju, Sulawesi Barat, upal pecahan Rp 100 ribu itu ternyata telah beredar di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Buktinya, polisi berhasil membekuk salah seorang anggota sindikat peredaran upal itu di Kampung Anabanua, Kecamatan Maniangpajo, Wajo.

Kasatreskrim Polres Wajo Iptu Alvin Aji Kurniawan menjelaskan, pria yang dibekuk itu bernama Ambo Ala, 42. Dia ditangkap Senin (16/12) lalu. Menurut Alvin, peran Ambo Ala atau AA sangat penting. Namun, Ambo Ala dibekuk bukan karena mengedarkan upal. Lebih dari itu, dialah orang yang bertugas sebagai pencetak garis benang tengah pada uang kertas. Jika tak diteliti dengan baik, garis benang tersebut mirip asli.

Penangkapan terhadap Ambo Ala merupakan hasil koordinasi dengan Resmob Polres Gowa. ”Pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan,’’ ujarnya kepada FAJAR kemarin (18/12). Dia menjelaskan, pelaku sempat melarikan diri ke wilayah Wajo setelah mengetahui rekannya ditangkap polisi. Keberadaannya diketahui setelah polisi menerima informasi dari masyarakat.

Berdasar hasil interogasi, pria yang beralamat di Jalan Batua Raya, Kota Makassar, itu mengaku diminta oleh Andi Ibrahim untuk memuluskan pencetakan upal. ”Dia mendapatkan upah senilai Rp 3 juta dari Andi Ibrahim,’’ tutur Alvin.

Andi Ibrahim adalah kepala perpustakaan (Kapus) UIN Alauddin Makassar. Dia kini sudah dinonaktifkan dari jabatannya setelah ditetapkan sebagai tersangka. ”Polisi (Polres Gowa, Red) juga mengamankan barang bukti handphone milik Ambo Ala,’’ terangnya.

Selain kepala perpustakaan, Andi Ibrahim juga tercatat sebagai dosen di UINAM. Dia mengampu mata kuliah dasar-dasar organisasi informasi. Dia menyelesaikan sarjana bidang agama di UIN Alauddin pada 1995. Kemudian, pada 1998, dia melanjutkan studi bidang sastra di Universitas Indonesia (UI). Pada 2019, Ibrahim mendapatkan gelar doktor di UIN Alauddin Makassar. Dia juga kerap menjadi pembicara mengenai literasi dan perpustakaan.

Sebagaimana diberitakan, kasus itu berawal saat Polres Gowa menerima laporan transaksi menggunakan uang palsu senilai Rp 500 ribu di Kecamatan Pallangga. Dari informasi tersebut, penyidik melakukan pelacakan. Saat itulah diketahui ada sindikat upal yang melibatkan pegawai UINAM. Tim penyidik lantas menuju gedung perpustakaan UINAM. Di sana ditemukan mesin pencetak upal. Polisi juga menemukan upal siap edar senilai Rp 446.700.000 dalam pecahan Rp 100 ribu.

Belakangan terungkap jika sindikat upal di UINAM ternyata memiliki jaringan di Mamuju, Sulawesi Barat. Polresta Mamuju telah menangkap empat orang jaringan produksi upal yang beroperasi di UINAM. Dua orang di antaranya merupakan aparatur sipil negara (ASN) di Pemprov Sulbar.

Pada bagian lain, Wakil Rektor III UIN Alauddin Makassar Prof Muhammad Halifah Mustamin kembali menegaskan bahwa Ibrahim telah dinonaktifkan dari jabatan kepala perpustakaan. Begitu juga seorang staf yang membantunya dalam kasus upal tersebut.

Di sisi lain, hari ini Polda Sulsel akan mengekspose kasus tersebut secara lebih detail. Dari informasi yang diperoleh FAJAR, Kapolda Sulsel Irjen Pol Yudhiawan secara langsung akan memimpin ekspose kasus tersebut di Polres Gowa pada hari ini. ”Kamis rencananya (diekspose) di Polres Gowa,’’ ujar Kabidhumas Polda Sulsel Kombespol Didik Supranoto saat dikonfirmasi Selasa (17/12).

Ditanya lebih jauh mengenai perkembangan kasus tersebut, perwira polisi tiga melati di pundak itu masih enggan berbicara. Detailnya, kata dia, nanti disampaikan langsung oleh Kapolda Sulsel saat ekspose. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Usai Kepala Perpustakaan Diringkus, Polisi Juga Tangkap Pencetak Garis Benang Uang Palsu UIN Alauddin Makassar pertama kali tampil pada News.

Sebabkan Jalan Bakti Sosial Tanjunguban Rusak dan Berlubang, Sopir Truk Kelebihan Muatan Ditegur

0
Petugas Polisi Lalu Lintas memberi tanda di lokasi jalan berlubang di jalan Bakti Sosial, Kelurahan Tanjunguban Selatan, Kecamatan Bintan Utara, Rabu (18/12/2024). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Sejumlah sopir truk yang mengangkut kelebihan muatan ditegur petugas polisi lalu lintas karena menyebabkan jalan rusak dan berlubang di jalan Bakti Sosial, Kelurahan Tanjunguban Selatan, Kecamatan Bintan Utara.

“Iya sempat kita tegur agar mereka tidak lagi mengangkut kelebihan muatan karena dapat menyebabkan jalan rusak,” Panit Lantas Polsek Bintan Utara, Ipda Nugroho Catur saat dihubungi, Rabu (18/12/2024).

Catur mengatakan, petugas juga telah memberi tanda di jalan yang rusak dan berlubang di sepanjang jalan Bakti Sosial yang ada di Tanjunguban.

BACA JUGA: Dinamo Stater Rusak, Truk Meluncur Bebas Hantam Rumah Erwin

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya angka kecelakaan jalan raya.

“Kita beri tanda dengan menyemprotkan cat di jalan yang berlubang,” ujarnya.

Dia berharap, jalan rusak dan berlubang tersebut dapat segera diperbaiki.

Dia juga mengimbau ke masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melintasi jalan yang rusak dan berlubang tersebut. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Sebabkan Jalan Bakti Sosial Tanjunguban Rusak dan Berlubang, Sopir Truk Kelebihan Muatan Ditegur pertama kali tampil pada Kepri.

Telkomsel Siap Hadirkan Pelayanan Maksimal di Area Sumatera

0

batampos – Dalam menyambut momen Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (NARU) dengan #SambungkanSemangat, Telkomsel terus menghadirkan kenyamanan komunikasi bagi pelanggan khususnya di Area Sumatera melalui kesiapan infrastruktur jaringan terdepan dan terluas serta ketersediaan produk dan layanan yang bernilai tambah.

Vice President Area Network Operations Sumatera Telkomsel Nugroho A Wibowo mengatakan “Telkomsel telah mempersiapkan infrastruktur jaringan terbaik untuk memastikan kelancaran komunikasi selama momen Natal dan Tahun Baru seperti optimalisasi dan peningkatan kapasitas jaringan serta penambahan Combat di berbagai titik strategis. Kami optimis hal tersebut dapat mendukung kebutuhan komunikasi serta adopsi gaya hidup digital pelanggan yang terus meningkat, terutama di lokasi-lokasi dengan potensi lonjakan trafik yang signifikan.”

Selama momen perayaan NARU 2024/2025, Telkomsel memproyeksikan lonjakan trafik broadband di wilayah operasional Area Sumatera hingga 17.5 % dibandingkan dengan hari biasa. Lonjakan trafik broadband terbesar diperkirakan terjadi di wilayah Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang dan Kota Batam melonjak hingga 16.74% dibandingkan dengan hari biasa.

Di Area Sumatera Sumatera, Telkomsel telah menggelar lebih dari 38 ribu BTS termasuk di antaranya lebih dari 18 ribu BTS 4G dan 119 BTS 5G. Selain itu, Telkomsel juga mengoperasikan penambahan 9 unit Compact Mobile BTS (COMBAT) yang digunakan untuk mendukung jaringan komunikasi dan broadband berkualitas selama momen NARU. Saat ini, jaringan Telkomsel telah hadir dan melayani pelanggan di seluruh kabupaten dan kecamatan di area Sumatera.

Vice President Consumer Business Area Sumatera Telkomsel Mulya Budiman mengatakan “Telkomsel berkomitmen menghadirkan pelayanan terbaik bagi pelanggan di Area Sumatera selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Melalui berbagai titik layanan di lokasi strategis, termasuk GraPARI Siaga dan booth pelayanan, kami siap mendukung pelanggan dengan produk, layanan, dan pengalaman terbaik untuk menjaga semangat kebersamaan di momen spesial ini.”

 

Layanan Telkomsel Selama Momen NARU di Area Sumatera

Terdapat 118 POI (Point of Interest) di Area Sumatera selama momen Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 ini seperti pusat perbelanjaan, tempat ibadah, tempat wisata dan lainnya.

Beberapa POI yang ada di wilayah operasional Sumatera juga menghadirkan booth pelayanan, khususnya di regional Sumbagut seperti Mikie Holiday Funland, di regional Sumbagteng seperti Jam Gadang Bukittinggi dan Regional Sumbagsel seperti Mall Bukit Kedaton Lampung. Disana para pelanggan dapat melakukan transaksi berbagai produk dan layanan seperti pengisian pulsa, paket data, pembelian kartu perdana, penukaran POIN dengan merchandise eksklusif, pemasangan Indihome dll.

Selain itu, terdapat 10 GraPARI Siaga Telkomsel yang siap memberikan layanan saat NARU berlangsung baik itu untuk pelanggan mobile (Prabayar dan Pascabayar Halo) serta pelanggan Fix Broadband (Indihome) di seluruh Sumatera. Terdapat 4 GraPARI Siaga di wilayah operasional regional Sumbagut, 4 di regional Sumbagteng dan 2 di regional Sumbagsel.
Di momen akhir tahun 2024 ini, Telkomsel juga menghadirkan berbagai program bernilai tambah seperti Poin Gembira Festival di mana pelanggan dapat menukarkan 1 Poin Telkomsel dengan undian berhadiah seperti Mobil, Sepeda Motor, Smartphone, Voucher Belanja dan berbagai hadiah menarik lainnya. Program ini berlangsung hingga tanggal 31 Desember 2024 melalui aplikasi My Telkomsel. Selain itu, pelanggan juga dapat menukarkan Telkomsel Poin dengan berbagai reward lainnya seperti voucher diskon di berbagai merchant eksklusive baik itu kuliner, Kesehatan & kecantikan, belanja, hiburan, jalan-jalan dan lain-lain.

(*)

Artikel Telkomsel Siap Hadirkan Pelayanan Maksimal di Area Sumatera pertama kali tampil pada Metropolis.

Keindahan Welcome To Batam Terancam, Amsakar : Nanti Saya Kaji Usai Dilantik

0
Amsakar Achmad

batampos– Ikon wisata kebanggaan Kota Batam, bukit Welcome To Batam (WTB), kini berada kekhawatiran wisatawan . Pembangunan deretan ruko di sekitarnya dinilai mengancam daya tarik visual yang selama ini menjadi magnet wisatawan.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyerukan perlunya kajian mendalam untuk menyelamatkan ikon pariwisata ini dari potensi kehilangan identitasnya.

“Saya kira hal ini harus dibahas bersama Dinas Pariwisata dan instansi terkait. Apakah ada opsi agar ikon WTB tetap terlihat atau justru akan tertutup sepenuhnya? Ini perlu kajian bersama.
Saya baru bisa menjawab ini secara tuntas setelah 10 Februari 2025,” ujar Amsakar, Kamis (19/12).

Pembangunan ruko ini juga mendapat sorotan dari anggota Komisi III DPRD Batam, Suryanto. Ia menilai, kurangnya koordinasi lintas sektoral, khususnya antara Dinas Pariwisata, Dinas Cipta Karya, dan Badan Pengusahaan (BP) Batam, menjadi salah satu akar masalah.

“WTB adalah ikon wisata Batam. Tanggung jawab menjaga daya tariknya ada di Dinas Pariwisata dan Dinas Cipta Karya. Pembangunan ruko jelas berdampak pada visual ikon ini. Tapi, apakah sudah ada komunikasi terkait dampaknya? Karena pembangunan ini bukan proses singkat,” kata Suryanto.

Ia mendesak pemerintah daerah untuk segera berkoordinasi guna mencegah kerugian lebih besar bagi sektor pariwisata Batam.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Ardiwinata, juga mengakui gangguan yang ditimbulkan pembangunan ruko terhadap daya tarik WTB.

Menurutnya, Dinas Pariwisata telah menjalin komunikasi dengan agen perjalanan wisata untuk menyampaikan keluhan terkait dampak pembangunan ini. Namun, ia menyebut bahwa kewenangan dinasnya terbatas dalam menangani persoalan ini.

“Kami berharap pemilik lahan dan stakeholder terkait memahami pentingnya menjaga ikon wisata ini. WTB adalah simbol yang sangat berharga bagi pariwisata Batam dan harus dipertahankan,” tambahnya.

Sementara itu, para pengamat pariwisata menilai, ikon Welcome To Batam bukan sekadar simbol kota, tetapi juga elemen penting dalam strategi branding pariwisata Batam.

Mereka mengingatkan, konflik seperti ini berpotensi mengurangi minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. (*)

Reporter: Azis

Artikel Keindahan Welcome To Batam Terancam, Amsakar : Nanti Saya Kaji Usai Dilantik pertama kali tampil pada Metropolis.

UMK Batam 2025 jadi Rp4,98 Juta

0
Buruh Batam demonstrasi di Kantor Gubernur Kepri terkait UMK dan UMSK Batam 2025, Rabu (18/12). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, telah menetapkan Upah Minimum Kota (UMK) Batam tahun 2025 sebesar Rp4,98 juta.

Angka ini naik Rp304.550 atau sekitar 6,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, keputusan tersebut menuai beragam tanggapan dari pekerja dan pengusaha.

Ketua PC Serikat Pekerja Elektronik dan Elektrik (PEE) FSPMI Batam, Masrial menyatakan bahwa kenaikan ini masih jauh dari harapan buruh. Angka yang ditetapkan pemerintah belum mencerminkan kebutuhan hidup layak di Batam.

“Tentu masih di bawah angka yang kita ajukan. Pertumbuhan ekonomi Batam sangat bagus, yaitu 7,04 persen. Belum lagi hasil survei kebutuhan hidup layak yang kita lakukan di tiga pasar, itu rata-rata Rp6,2 juta,” ujar Masrial, Kamis (19/12).

Masrial menyoroti kebijakan pemerintah yang hanya mengacu pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) yang menetapkan kenaikan maksimal 6,5 persen.

“Kami harapkan besaran UMK Batam 2025 itu Rp6,2 juta. Minimal angka kebutuhan hidup layak itu tercapai. Kalau enggak, dari mana mencukupi kebutuhan hidup?” kata dia.

Masrial mengutip data Survei Biaya Hidup (SBH) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2022 lalu. Menurut survei tersebut, rata-rata biaya hidup di Batam mencapai Rp10.026.848.

“Masih banyak nombok para pekerja. Makanya banyak di Batam yang gila lembur dan cari usaha sampingan seperti taksi online,” katanya.

Terkait kemungkinan aksi unjuk rasa, dia menyebut hal itu sedang didiskusikan. Ia juga menyinggung soal Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) Batam yang hingga kini belum disahkan oleh gubernur, meskipun sudah direkomendasikan oleh wali kota.

Sementara itu, Ketua Apindo Kepri, Stanly Rocky, memberikan pandangan yang berbeda. Ia menilai keputusan Gubernur Ansar sudah sesuai dengan aturan Permenaker yang berlaku.

“Kami berharap ke depannya ada perhitungan yang jelas terkait UMK ini, supaya dapat memberikan kepastian hukum bagi dunia industri,” katanya.

Terkait UMSK, ia mengatakan bahwa aturan tersebut tidak bersifat wajib dan harus berdasarkan kesepakatan Dewan Pengupahan. Saat ini, memang dalam Dewan Pengupahan sendiri belum terjadi kesepakatan terkait UMSK.

“Jadi, Gubernur tidak memutuskan UMSK, menurut kami hal ini sudah sesuai aturan yang berlaku,” ujar Stanly. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel UMK Batam 2025 jadi Rp4,98 Juta pertama kali tampil pada Metropolis.

Tokoh Adat Melayu Kepri Kutuk Kekerasan di Rempang

0

batampos– Ketegangan yang terjadi di Pulau Rempang, Batam, mendapat perhatian serius dari masyarakat Melayu Kepri. Dua dari sekian banyak tokoh adat Melayu, Sultan Hendra Syafri Riayat Syah dan Dato’ Perdana Abdul Malik, mengecam keras aksi kekerasan yang melibatkan penyiksaan dan penganiayaan terhadap delapan warga Rempang pada Rabu dini hari, 18 Desember 2024.

Yang Dipertuan Besar Perhimpunan Zuriat dan Kerabat Kesultanan Riau-Lingga, Sultan Hendra Syafri Riayat Syah, menyatakan sikap tegasnya terhadap peristiwa tersebut. Ia menyebut tindakan kekerasan tersebut sebagai aksi biadab yang tidak dapat ditoleransi.

“Kami mengutuk keras aksi biadab yang dilakukan sekelompok orang di Pulau Rempang. Kami mendesak aparat penegak hukum segera menangkap para pelaku yang telah menyiksa dan menganiaya delapan warga setempat,” katanya, Kamis (19/12).

BACA JUGA: BP Batam Ajak Masyarakat Batam Dukung Rencana Pengembangan Rempang

Sultan Hendra juga meminta agar aparat keamanan meningkatkan perlindungan terhadap warga Rempang yang saat ini hidup dalam ketakutan. Ia berharap pemerintah pusat bersikap bijak dan tidak membiarkan konflik antara kepentingan investasi dengan kehidupan masyarakat lokal terus berlanjut.

“Masyarakat Melayu di Rempang selama ini hidup dalam kedamaian. Kami berharap pemerintah mampu menyelesaikan masalah ini tanpa mengorbankan hak-hak warga yang telah lama menetap di kawasan tersebut,” katanya.

Senada dengan pernyataan Sultan Hendra, Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABMI) Kepri, Dato’ Perdana Abdul Malik, menegaskan bahwa masyarakat Melayu tidak menolak investasi. Namun, ia meminta agar rencana pembangunan di kawasan tersebut tidak mengganggu kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.

“Masyarakat Melayu di Kepulauan Riau, khususnya di Rempang, tidak anti-investasi. Tetapi, jangan sampai investasi merusak peradaban dan kehidupan yang telah lama dibangun dan dilestarikan oleh masyarakat,” ujar dia.

Ia meminta pemerintah untuk mempertimbangkan opsi pemindahan lokasi investasi ke wilayah lain yang tidak mengganggu kenyamanan warga. Hal ini, menurutnya, merupakan langkah terbaik untuk menghindari konflik dan menjaga harmoni antara pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Dalam pernyataannya, Dato’ Abdul Malik juga mengecam tindakan intimidasi dan kekerasan yang terjadi di Rempang. Ia menegaskan bahwa kekerasan bukanlah solusi dalam menyelesaikan konflik apa pun.

“Kami meminta pemerintah menghentikan praktik intimidasi dan kekerasan di Rempang. Masyarakat Melayu tidak boleh dibiarkan menghadapi tekanan seperti ini,” tegasnya.

Ia turut menyerukan solidaritas puak-puak Melayu di seluruh Indonesia untuk membantu warga Rempang yang saat ini sedang menghadapi situasi sulit. Kebersamaan masyarakat Melayu dapat menjadi kekuatan untuk melindungi hak-hak warga di kawasan tersebut.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Melayu di Tanah Air untuk bersatu padu, bahu-membahu membantu saudara-saudara kita di Pulau Rempang. Bersama kita kuat, bersama kita bisa melindungi hak-hak warga,” katanya.

Konflik di kawasan itu berawal dari penetapan kawasan tersebut sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City. Rencana investasi di kawasan tersebut menuai protes dari warga setempat yang merasa hak-hak mereka terabaikan.

Masyarakat Melayu Kepri berharap pemerintah mampu mengambil langkah-langkah yang bijak untuk menyelesaikan konflik ini. Dengan menjaga harmoni antara investasi dan kelestarian budaya lokal, kedamaian di Rempang dapat kembali terwujud.

“Kami bersama Melayu Rempang,” kata Dato’ Abdul Malik, menegaskan komitmen masyarakat Melayu untuk terus memperjuangkan hak-hak warga setempat.(*)

Reporter: Arjuna

Artikel Tokoh Adat Melayu Kepri Kutuk Kekerasan di Rempang pertama kali tampil pada Metropolis.

Ekspor Impor Peti Kemas di Tanjungpriok Turun

0
Acara konferensi pers Peresmian dan Pemberlakuan Alat Pemindai Peti Kemas, di Jakarta, Rabu (18/12).
F. ANTARA/Imamatul Silfia

batampos – Direktur Jenderal Bea dan Cukai Askolani menjelaskan penurunan jumlah ekspor-impor peti kemas di Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta pada 2024 terpengaruh oleh kinerja perekonomian global.

Tercatat, jumlah peti kemas impor di Tanjungpriok pada 2024 sebanyak 1,29 juta dan ekspor 765,14 ribu, lebih rendah dari kinerja 2023 di mana impor terdata sebanyak 1,32 juta dan ekspor 1,11 juta.

“Penurunan ini bukan disebabkan oleh domestik, tetapi lebih kepada kondisi ekonomi global,” kata Askolani kepada wartawan, usai konferensi pers Peresmian dan Pemberlakuan Alat Pemindai Peti Kemas, di Jakarta, Rabu (18/12) dikutip dari Antara.

Dia melanjutkan, perdagangan di negara maju seperti Tiongkok dan Amerika Serikat mengalami penurunan. Sama halnya, negara-negara di Eropa juga menunjukkan pelemahan kinerja perdagangan.

Kondisi itu berimbas pada aktivitas ekspor dan impor di Indonesia.

“Kita mengalami boom kenaikan ekspor dan impor pada 2021 dan 2022. Pada 2023 mulai turun, dan 2024 juga mengalami penurunan. Harapan kami, pada 2025 akan bisa lebih tumbuh lagi,” ujarnya lagi.

Namun, Askolani menggarisbawahi, dorongan terhadap kinerja ekspor-impor peti kemas di Indonesia perlu didukung oleh perbaikan aktivitas perdagangan global.

Sementara itu, Bea Cukai memasang 10 alat pemindai peti kemas barang impor dan ekspor di Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta.

Alat ini mampu memindai isi peti kemas secara cepat dan akurat tanpa perlu membuka fisik kontainer ini, proses pemeriksaan menjadi lebih efisien, mengurangi waktu tunggu, serta mencegah penyelundupan barang ilegal atau berbahaya.

Jumlah unit alat pemindai berbeda di setiap lokasi, disesuaikan dengan kebutuhan pemeriksaan barang impor dan ekspor.

Rinciannya, di JICT (Jakarta International Container Terminal) dipasang dua alat pemindai yang beroperasi untuk barang impor dan satu alat pemindai untuk barang ekspor.
Di TPS Koja tersedia satu unit alat pemindai untuk barang impor dan satu unit alat pemindai untuk barang ekspor.

Di NPCT-MTI (New Priok Container Terminal-Multi Terminal Indonesia) tersedia satu unit alat pemindai untuk barang impor dan satu unit alat pemindai untuk barang ekspor.

Di TER3-MAL (Mustika Alam Lestari) tersedia satu unit alat pemindai untuk barang impor dan satu unit alat pemindai untuk barang ekspor, yang masih dalam pembangunan akhir.

Terakhir, di Graha Segara tersedia satu unit alat pemindai yang sudah dimanfaatkan sejak Juni 2023, khusus untuk pelayanan pemeriksaan fisik barang impor yang mendapatkan pelayanan jalur merah dari Terminal JICT dan Koja.

Tahun depan, Bea Cukai akan menambah pemasangan alat pemindai peti kemas di tiga pelabuhan lainnya, yakni Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah dan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur pada kuartal I serta Belawan, Medan, Sumatra Utara. (*)

Artikel Ekspor Impor Peti Kemas di Tanjungpriok Turun pertama kali tampil pada News.

BP Batam Pastikan Pelayanan di Pelabuhan Batam Centre Tetap Maksimal

0
Pelabuhan Batam Center

batampos – Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait memastikan pelayanan penumpang di Pelabuhan Ferry Batam Centre akan tetap maksimal.

Di tengah kendala pengoperasian salah satu dermaga atau ponton yang terjadi saat ini, lanjut Ariastuty, pihaknya terus berupaya untuk menjaga kualitas layanan agar aktivitas pelabuhan tidak terganggu.

“Sejauh ini tidak ada kendala (pelayanan). Ponton C di Pelabuhan Batam Centre memang belum dioperasikan karena berkaitan dengan investasi pengelola sebelumnya. Komunikasi pun terus dilakukan untuk menyelesaikan persoalan ini,” ujar Tuty, panggilan akrabnya, Rabu (18/12/2024).

Untuk menjaga kelancaran operasional, Tuty meminta agar seluruh stakeholder di Pelabuhan Ferry Batam Centre tetap mengoptimalkan beberapa aset yang ada saat ini.

“Beberapa inovasi pelayanan juga akan terus ditingkatkan seperti peralatan dan SDM pendukung operasional. Harapannya agar kenyamanan penumpang tidak terganggu dan aktivitas pelabuhan bisa berjalan lancer,” tambah Tuty.

Di samping itu, BP Batam juga terus berkoordinasi dengan instansi yang berkaitan dengan operasional Pelabuhan Ferry Batam Centre dalam menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Hal ini dilakukan untuk memastikan agar tak ada kendala berarti dalam menyambut peningkatan volume penumpang selama Nataru.

“Kami berharap, sarana dan prasarana yang telah disiapkan mampu mendukung kelancaran arus penumpang saat perayaan Nataru nanti,” tutup Tuty. (*)

Artikel BP Batam Pastikan Pelayanan di Pelabuhan Batam Centre Tetap Maksimal pertama kali tampil pada Metropolis.